• Tidak ada hasil yang ditemukan

RIBA VS BUNGA kelar

N/A
N/A
Putri Noerfadhila

Academic year: 2024

Membagikan " RIBA VS BUNGA kelar"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum wr.wb.

Puji syukur panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan kami karunia nikmat dan kesehatan, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini.

Penulisan makalah ini merupakan sebuah tugas dari dosen mata kuliah Pendidikan Agama Islam. Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah untuk menambah wawasan dan pengetahuan pada mata kuliah yang sedang dipelajari, agar kami semua menjadi mahasiswa yang berguna bagi agama, bangsa dan negara.

Dengan tersusunnya makalah ini kami menyadari masih banyak terdapat kekurangan dan kelemahan, demi kesempurnaan makalah ini kami sangat berharap perbaikan, kritik dan saran yang sifatnya membangun apabila terdapat kesalahan.

Demikian, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua, khususnya bagi saya sendiri umumnya para pembaca makalah ini.

Terima kasih, wassalamu’ alaikum.

Majalengka, 29 Oktober 2023

Penyusun

(2)

DAFTAR ISI

Halaman judul ...1

Daftar Isi ...2

BAB I Pendahuluan...3

1. Latar belakang...3

2. Rumusan masalah ...3

BAB II Pembahasan...4

1. Riba vs Bunga menurut Islam...4

2. Peran dan Implikasi Bunga dalam Ekonomi...4

3. Sejarah, Pengertian, Jenis, implikasi Riba...5

4. Hakikat pelarangan Riba...6

5. Kebijakan negative bunga untuk keluar dari krisis ekonomi...7

BAB III Penutup...8

1. Kesimpulan...8

2. Saran ...8

Daftar Pustaka ...9

(3)

BAB 1

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Esensi dasar pelarangan riba dalam Islam adalah menghindari adanya ketidakadilan dan kezaliman dalam segala praktik ekonomi. Sementara riba (bunga) pada hakekatnya adalah pemaksaan suatu tambahan atas debitur yang melarat, yang seharusnya ditolong bukan dieksploitasi dan memaksa hasil usaha agar selalu positif. Hal ini bertentangan dengan prinsip ajaran Islam yang sangat peduli dengan kelompok-kelompok sosio-ekonomi yang lebih rendah agar kelompok ini tidak dieksploitasi oleh orang-orang kaya (pemilik dana). Sebab ajaran ekonomi Islam mengemban misi humanisme, tatanan sosial dan menolak adanya ketidakadilan dan kezaliman yang mata rantainya berefek pada kemiskinan.

2. Rumusan masalah

a. Riba vs menurut islam.

b. Apa saja peran dan implikasi bunga dalam perekonomian?

c. Apa yang dimaksud dengan riba?

d. Apa saja hakikat pelanggaran riba?

e. Bagaimana kebijakan negative bunga untuk keluar dari krisis ekonomi?

(4)

BAB 2 PEMBAHASAN

1. Riba vs Bunga menurut Islam

Dalam Islam, bunga bank dan riba dianggap sebagai dua hal yang berbeda. Bunga bank adalah imbalan atas pinjaman uang yang diberikan oleh bank kepada nasabahnya, sedangkan riba adalah tambahan atau kelebihan yang dikenakan pada pinjaman uang yang melebihi jumlah pokok pinjaman.

Menurut jumhur ulama, riba dalam bentuk apapun dilarang dalam Islam karena dianggap sebagai bentuk eksploitasi dan ketidakadilan terhadap pihak yang meminjam uang. Namun, ada juga ulama yang berpendapat bahwa riba yang diharamkan adalah riba yang berlipat ganda atau tidak wajar, sedangkan bunga bank yang tidak berlipat ganda atau bersifat wajar diperbolehkan.

Namun, perbedaan pendapat ini masih menjadi perdebatan di kalangan ulama dan masyarakat Muslim. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk mempelajari dan memahami hukum riba dan bunga bank dalam Islam secara mendalam sebelum memutuskan untuk menggunakan jasa perbankan.

2. Peran dan Implikasi Bunga (Interest) dalam Ekonomi Konvensional

Bunga bank dapat diartikan sebagai balas jasa yang diberikan oleh bank yang berdasarkan prinsip konvensional kepada nasabah yang membeli atau yang menjual produknya, Bunga juga dapat diartikan sebagai harga yang hams di bayar oleh nasabah (yang memiliki simpanan) dengan yang hams di bayar oleh nasabah kepada bank (nasabah yang memperoleh pinjaman.1

Dalam kamus ekonomi (Inggris-Indoensia) Prof.Dr.Winardi, SE. Interest adalah sejumlah uang yang dibayar atau untuk penggunaan modal jumlah tersebut.2

Dalam kegiatan perbankan sehari-hari ada dua macam bunga yang diberikan kepada nasabahnya yaitu3 :

(5)

a. Bunga simpanan, Bunga yang diberikan sebagai rangsangan atau balas jasa bagi nasabah yang menyimpan uangnya di bank, Bunga simpanan merupakan harga yang harus dibayar bank kepada nasabah-nya, Sebagai contoh jasa giro bunga tabungan dan bunga deposito,

b. Bunga pinjaman, Adalah bunga yang diberikan kepada para peminjam atau harga yang hams dibayar oleh nasabah peminjam kepada bank, Sebagai contoh bunga kredit.

3. Riba

a. Sejarah

Riba pada agama-agama langit (samawi) telah dinyatakan haram.

Sebagaimana dikutip oleh Muhammad, haramnya riba terdapat dalam Perjanjian Lama dalam Kitab keluaran ayat 25 pasal 22, sebagai berikut:

ʺBila kamu menghutangi seseorang diantara warga bangsamu uang maka janganlah kamu berlaku laksana seorang pemberi hutang, jangan kamu meminta keuntungan padanya untuk pemilik uangʺ.

b. Pengertian

Riba secara bahasa (etimologi) artinya tambahan atau kelebihan (ziyadah) Sedangkan pengertian riba menurut istilah (terminologi) ialah kelebihan atau tambahan pembayaran dalam utang piutang atau jual beli yang disyaratkan sebelumnya bagi salah satu dari dua orang/pihak lain yang membuat perjanjian.

c. Jenis-jenis riba

Dalam fikih muamalah, jenis riba dibagi menjadi empat yaitu:

 Riba Fadli, yaitu tukar menukar dua buah barang yang sama jenisnya, namun tidak sama ukurannya yang disyaratkan oleh orang yang menukarnya. Perkara yang dilarang adalah kelebihan (perbedaan) dalam ukuran/takaran.

 Riba qardi, yaitu meminjamkan sesuatu dengan syarat ada keuntungan atau tambahan dari orang yang dihutangi.

(6)

 Riba yad, yaitu riba yang terjadi pada jual beli atau pertukaran yang disertai penundaan serah terima kedua barang yang ditukarkan atau penundaan terhadap penerimaan salah satu barang.

 Riba nasi’ah, yaitu tukar menukar dua barang yang sejenis maupun tidak sejenis atau jual beli yang pembayarannya disyaratkan lebih oleh penjual dengan dilambatkan. Riba ini terjadi akibat jual beli tempo.4

d. Implikasi riba dalam perekonomian

Implikasi riba dalam perekonomian syariah antara lain perlunya sistem keuangan alternatif yang selaras dengan prinsip syariah, pentingnya kesadaran dan pemahaman perbankan syariah di kalangan masyarakat, serta potensi perbankan syariah. untuk berkontribusi pada kegiatan ekonomi dan pembangunan.

4. Hakikat pelanggaran riba

Kehidupan riba saat ini mau tidak mau telah menghampiri dan bahkan melingkupi sebagian besar manusia didunia. Riba merupakan bentuk penyelenggaraan sistem keuangan yang secara tegas ditentang oleh Allah dan rasul- Nya.5

Allah SWT berfirman dalam al-qur’an terkait prlanggaran memakan riba secara bertahap.6 Berikut 4 tahapan pengharaman riba:

1) Allah memberikan pengertian bahwa riba tidak akan menambahkan tidak akan menambah kebaikan disisi Allah. (QS. Ar-Rum: 39)

2) Allah memberikan gambaran siksa yahudi dengan karakter yang suka memakan riba (QS. An-Nisa’ 160-161).

3) Allah melarang memakan riba yang berlipat ganda. (QS. Al-Imron: 130) 4) Allah melarang keras dan tegas semua jenis riba. (QS. Al-Baqarah 275-

279)

Dilarangnya riba berbagai alasan sebagai berikut:

(7)

2) Riba menghalangi keikutsertaan dalam profesi-profesi aktif

3) Perjanjian riba menimbulkan hubungan yang tegang diantara sesama manusia

4) Riba menimbulkan konsekuensi nya bahwa yang kaya tetap kaya dan yang miskin tetap miskin.7

Dengan melarang riba, Islam berusaha membangun sebuah masyarakat berdasarkan keadilan dan kejujuran.

5. Kebijakan negative bunga untuk keluar dari krisis ekonomi

Bunga bersifat fluktuatif sehingga menyebabkan kondisi perekonomian tidak stabil. Fluktuasi tingkat suku bunga dapat mempengaruhi tabungan dan investasi, dan akhirnya berdampak pada kondisi perekonomian secara makro. Dalam situasi krisis ekonomi, bank sentral dapat mengambil kebijakan untuk menurunkan suku bunga guna merangsang pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan investasi. Namun, kebijakan suku bunga rendah juga dapat mengurangi insentif bagi masyarakat untuk menabung dan memicu inflasi. Oleh karena itu, kebijakan suku bunga harus dipertimbangkan dengan hati-hati dan disesuaikan dengan kondisi ekonomi yang ada8.

(8)

BAB 3 PENUTUP

1. Kesimpulan

Setelah melakukan elaborasi dan analisis dapat disimpulkan bahwa hukum riba dalam Alqur’an dengan tegas dinyatakan haram. Esensi pelarangan riba (usurios)

dalam Islam berdasarkan pertimbangan-pertimbangan moral dan kemanusiaan sebab

esensi pelarangan riba adalah penghapusan segala bentuk praktik ekonomi yang menimbulkan kezaliman dan ketidakadilan. Sementara status hukum bunga bank ada

perbedaan pendapat para pakar baik pakar hukum Islam maupun pakar ekonomi Islam. Hal ini dilatarbelakangi adanya perbedaan penafsiran terahadap ayat-ayat tentang riba dan apakah bunga termasuk kategori riba atau tidak? Ada dua pendapat;

pertama, menurut ijma ulama di kalangan semua mazhab fiqh bahwa bunga dengan segala bentuknya termasuk kategori riba (Q.s. al-Baqarah [2]: 130. Dan kedua, pendapat yang menyatakan bahwa bunga tidak termasuk kategori riba karena yang dinyatakan pada Q.s al-Baqarah [2]:130 riba harus bersifat berlipat ganda (tidak wajar). Terakhir, dampak bunga terhadap perekonomian, diantaranya: akan

menyebabkan krisis keuangan, terjadinya decoupling antara sektor riil dan sektor moneter dan akan menyebabkan terjadinya konglemerasi kekayaan dan kesenjangan

ekonomi.

(9)

Meskipun penulis menginginkan kesempurnaan dalam penyusunan makalah ini, akan tetapi pada kenyataannya masih banyak kekurangan yang perlu penulis perbaiki. Hal ini dikarenakan masih minimnya pengetahuan. Oleh karena itu, kritik dan saran dari para pembaca dan pendengar sangat diharapkan sebagai bahan evaluasi untuk kedepannya. Sehingga bisa menghasilkan penelitian dan karya tulis yang bermanfaat bagi banyak orang.

DAFTAR PUSTAKA

1Kasmir, Bank dan Lembaga lainnya (edisi baru), (Jakarta; PT Raja Grafindo Persada,1999), h.121

2Wirdyaningsih dkk, Bank dan Asuransi Islam di Indonesia Cet. 2; (Jakarta: Kencana, 2006)

3Ibid. h. 125

4https://an-nur.ac.id/pengertian-riba-dasar-hukum-jenis-jenis-cara-menghindari-riba-dan- hikmah-diharamkannya-riba/

5Muhammad, Manajemen...45.

6Sunarto Zulkifli, Panduan Praktis Transaksi Perbankan Syariah, (Jakarta: Zikrul Hakim, 2003),4.

7Algoud & Lewis...61

8Rimsky K. Judisseno, Sistem Moneter dan Perbankan di Indonesia (Jakarta: Gramedia ustaka Utama, 2002), h. 81-82.

Referensi

Dokumen terkait

Berbagai pendapat dan fatwa yang berani tersebut dalam upaya menghalalkan riba dalam bentuk bunga bank telah melibatkan jutaan kaum Muslimin ke dalam kegiatan perbankan..

H 1 : Bagi kelompok n1 (nasabah muslim yang hanya menabung di bank syariah) suku bunga bank konvensional tidak berpengaruh positif mau- pun negatif terhadap probabilitas menabung

Bunga di bank konvensional dapat disebut sebagai balas jasa yang diberikan oleh pihak bank kepada nasabahnya karena telah mempercayai bank untuk menyimpan uangnya di bank dan

Terdapat beberapa pendapat dari ahli tentang penentuan hokum bunga bank konvensional. Kebanyakan ulama menghukumkan haram bunga bank konvensional dengan alasan bahwa

Dalam upaya untuk mencari-cari celah membolehkan bunga bank, ada orang yang beralasan bahwa riba yang diharamkan Al Qur’an ialah riba yang adh’afan

Pada bank umum (konvensional) dalam menyalurkan kredit kepada nasabah berdasarkan besarnya bunga yang telah ditentukan oleh pihak perbankan, sedangkan pada bank

Bank di Indonesia terbagi menjadi dua, yaitu bank syariah dan bank konvensional. Nasabah yang menabung di bank Syariah tidak akan diberikan keuntungan bunga

Ruang lingkup kajian ekonomi moneter meliputi peran dan fungsi uang dalam perekonomian, sistem moneter dan pengaruhnya terhadap jumlah uang yang beredar, struktur dan fungsi bank