• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rindu Mulyani Cahyaningsih 12103241059

N/A
N/A
tinna utami

Academic year: 2023

Membagikan "Rindu Mulyani Cahyaningsih 12103241059"

Copied!
115
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

IdentifikasiMasalah

Banyaknya siswa dengan berbagai jenis disabilitas dalam satu kelas menimbulkan kendala kelancaran belajar mengajar.

BatasanMasalah

RumusanMasalah

TujuanPenelitian

Efektivitas Permainan Bowling Adaptif Terhadap Penurunan Kemampuan Matematika Berhitung Pada Siswa Cerebral Palsy Tipe Spastik Kelas VI SDLB di SLB Bhakti Wiyata Kulon Progo”. Hipotesis dalam penelitian ini adalah permainan bowling adaptif efektif terhadap kemampuan matematika menghitung pengurangan pada siswa Cerebral Palsy tipe spastik di kelas VI SDLB.

ManfaatPenelitian

DefinisiOperasional

Peningkatan nilai ini merupakan indikasi bahwa media permainan bowling adaptif efektif dalam menurunkan kemampuan berhitung pada siswa penderita Cerebral Palsy Spastik di kelas VI SDLB. Kemampuan matematis berhitung pengurangan pada siswa Cerebral Palsy yang dimaksud dalam penelitian ini adalah hasil yang dicapai siswa dalam berhitung pengurangan sampai dengan 20.

TINJAUAN PUSTAKA

Pengertian Anak cerebral palsy tipe spastik …

Jenis Anak cerebral palsy

Karakteristik anak cerebral palsy tipe spastik

TinjauanTentangPermaianan

  • PengertianPermainan
  • Permainan Sebagai Media Belajar
  • Manfaat Permainan

Tinjauan Mengenai Bowling Adaptif

  • Pengertian Bowling
  • EfektivitasPermainan Bowling Adaptif
  • Kelebihan dan Kekurangan Permainan Bowling
  • Alasan Memilih Permainan Bowling Adaptif
  • Langkah Permainan Bowling Adaptif dalam Pembelajaran

Tinjauan Mengenai Matematika Pengurangan

  • PengertianMatematika
  • Tinjauan Tentang Pengurangan
  • Kemampuan MatematikaBerhitungPengurangan Anak
  • Materi Pembelajaran Pengurangan

Hasil Penelitian yang Relevan

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu karena peneliti ingin menguji keefektifan permainan bowling adaptif terhadap keterampilan pengurangan bilangan pada anak Cerebral Palsy Tipe Spastik di SLB Bhakti Wiyata Kulon Progo. Peningkatan skor ini merupakan tanda bahwa permainan bowling adaptif efektif untuk kemampuan matematika menghitung pengurangan pada siswa Cerebral Palsy tipe spastik di kelas VI SDLB. Siswa dan guru menyiapkan media bowling adaptif dengan menyusun pin dan memegang masing-masing bola.

Pengujian hipotesis dilakukan berdasarkan hasil yang diperoleh siswa dalam melakukan pre-test dan post-test dalam hal pengurangan angka menjadi 20 dengan menggunakan media permainan bowling adaptif. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas permainan bowling adaptif terhadap kemampuan matematika menghitung pengurangan pada siswa Cerebral Palsy kelas VI SDLB. Perlakuan yang diberikan dalam penelitian ini adalah permainan bowling adaptif yang digunakan sebagai media menghitung pengurangan di SLB Bhakti Wiyata Kulon Progo.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas permainan bowling adaptif terhadap kemampuan menghitung deduksi pada siswa penderita Cerebral Palsy Spastik di kelas VI SDLB di SLB Bhakti Wiyata. Keefektifan penggunaan permainan bowling adaptif diketahui dengan membandingkan hasil rata-rata skor pre-test dan rata-rata skor post-test. Peningkatan nilai ini menjadi tanda bahwa media permainan bowling adaptif efektif menurunkan kemampuan aritmatika hingga 20 pada siswa penderita Cerebral Palsy Spastik di kelas VI SDLB.

KerangkaBerpikir

HipotesisTindakan

METODE PENELITIAN

DesainPenelitian

Menurut Sukardi, desain penelitian adalah gambaran yang jelas tentang hubungan antar variabel, pengumpulan data, dan analisis, sehingga dengan desain yang baik baik peneliti maupun pihak lain yang berkepentingan mempunyai gambaran bagaimana hubungan variabel-variabel tersebut dalam konteks penelitian. dan apa yang ingin dilakukan peneliti dalam melakukan penelitian. Desain ini menggunakan pengukuran empat kali lipat, yaitu sebelum percobaan (O1) disebut pretest, dan setelah percobaan (O2) disebut posttest. Desain penelitian ini digunakan untuk membandingkan kemampuan berhitung anak penderita Cerebral Palsy Spastik sebelum menggunakan permainan bowling adaptif dan setelah menggunakan permainan bowling adaptif.

Tempat dan Waktu Penelitian

Di SLB ini, masih banyak siswa penderita Cerebral Palsy yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran akademik khususnya matematika. Pertemuan dilaksanakan sebanyak 6 kali dengan rincian satu kali pre-test, empat kali treatment dan satu kali post-test. Pada minggu pertama, guru melakukan pre-test dengan memberikan soal-soal untuk mengukur kemampuan awal siswa dalam melakukan pengurangan.

Selanjutnya pada minggu kedua, ketiga, keempat, dan kelima dilakukan pembelajaran pengurangan dengan menggunakan permainan bowling adaptif. Pada minggu keenam dilakukan post-test untuk mengetahui kemampuan matematis siswa pada materi pengurangan setelah bermain bowling adaptif sebanyak empat kali.

Populasi/sampel

Variabel Penelitian

Teknik Pengumpulan Data

  • Tes
  • Dokumentasi

Instrumen Penelitian

Prosedur Perlakuan

  • Uji Validitas Instrumen

Sedangkan kisi-kisi tes kemampuan pengurangan bilangan sampai dengan 20 adalah sebagai berikut: .. kisi-kisi tes kemampuan pengurangan bilangan sampai dengan 20. Standar.. indikator dasar Jumlah item. 5) Pin yang jatuh kemudian dihitung bersama-sama dan dipisahkan dari pin yang tidak jatuh, kemudian dihitung sisanya yaitu pin yang tidak jatuh atau tidak terkena bola. Guru membagikan kertas berisi soal-soal yang harus diselesaikan siswa sebagai tes awal dalam penelitian.

Guru membagikan kertas sebagai lembar jawaban untuk menuliskan hasil pengurangan menggunakan media permainan bowling adaptif. Sebelum menggelindingkan bola, siswa menghitung jumlah kerucut awal kemudian menghitung kerucut yang jatuh. Pada pertemuan kelima siswa mengikuti posttest yang tidak berbeda dengan pretest, pada posttest siswa mengerjakan soal yang sama seperti pada pretest.

Uji validitas instrumen berupa lembar tes tentang operasi pengurangan bilangan sampai dengan 20 dengan menggunakan media adaptif bowling. Dalam tes ini instrumen tes bakat dikonsultasikan dengan ahlinya yaitu guru SDLB kelas VI Bhakti Wiyata Kulon Progo. Dengan menguji instrumen tes bakat ini diharapkan instrumen tes tersebut sesuai dengan kondisi siswa dan tujuan pembelajaran yang telah dirancang.

Teknik Analisis Data

Kriteria efektivitas kemampuan matematis menghitung deduksi dengan permainan bowling adaptif ini masing-masing dapat dinilai dari berbagai aspek. Tes ini digunakan untuk memperoleh data awal mengenai keterampilan berhitung pengurangan siswa sebelum diajar menggunakan media permainan bowling adaptif. Siswa dan guru menyiapkan media bowling adaptif dengan memasang pin dan memberikan bola kepada setiap siswa.

Kemudian guru menjelaskan bahwa akan ada permainan dengan media bowling fleksibel, kemudian guru menunjukkan contoh permainan dengan bowling fleksibel dan menjelaskan bagaimana permainan ini dapat menjadi media berhitung dan menghitung mundur hingga angka 20. 54. bersama-sama dengan Guru menyiapkan media fleksibel untuk permainan bocce dengan menyusun pin dan memegang masing-masing bola. Selain itu siswa juga masih dalam proses pengenalan permainan bowling adaptif sehingga masih mempunyai kendala yaitu pada perhitungan.

Deskripsi hasil post test siswa kelas VI penderita Cerebral Palsy tipe spastik. Posttest dilakukan setelah perlakuan media. Posttest dilakukan setelah perlakuan dengan media permainan bowling adaptif. Berdasarkan data pada Tabel 8 terlihat bahwa kedua subjek mengalami peningkatan skor setelah diberikan perlakuan dengan permainan bowling adaptif. Data tersebut juga disajikan dalam bentuk perbandingan skor rata-rata keterampilan siswa mengerjakan soal pengurangan sebelum dan sesudah menggunakan media permainan bowling adaptif pada tabel berikut.

Berdasarkan tabel tersebut terlihat bahwa subjek penelitian mengalami peningkatan skor rata-rata setelah diberikan perlakuan berupa penggunaan media bowling adaptif. Rata-rata nilai yang diperoleh pada pre-test dan post-test juga disajikan dalam bentuk diagram sebagai berikut. Uji hipotesis pada penelitian ini dievaluasi berdasarkan prestasi siswa dalam melakukan treatment dengan permainan bowling adaptif kaitannya dengan kemampuan matematis berhitung mundur sampai 20 pada siswa penderita Cerebral Palsy Spastik di kelas VI SDLB, melihat peningkatan poin dan keterampilan. . dari hasil pengujian yang dilakukan. Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data, ternyata perlakuan yang diberikan dengan menggunakan media adaptif permainan bowling mampu memberikan perubahan berupa peningkatan hasil pada saat postal test.

Peningkatan kualitas pembelajaran diharapkan dapat dilakukan dengan memberikan fasilitas dalam hal penyediaan media yang lebih menarik, salah satunya adalah media permainan bowling adaptif.

Tabel 4. Pedoman penilaian
Tabel 4. Pedoman penilaian

Kriteria Keefektifan Media Permainan Bowling Adaptif … 42

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Subjek Penelitian

Deskripsi Data Penelitian

  • Deskripsi Hasil Pre test
  • Deskripsi Data Penerapan Media Permainan Bowling
  • Deskripsi Hasil Post test
  • Perbandingan Skor Tes Kedua Subyek Penelitian

Uji Hipotesis Penelitian

Pada pre-test subjek D hanya mampu mengerjakan 5 soal dan menjawab 4 soal dengan benar dalam waktu yang diberikan, sedangkan pada post-test subjek D mengerjakan 16 soal dan menjawab 11 soal dengan benar dengan persentase 55%. Subjek D mengalami peningkatan hasil post-test dibandingkan dengan pre-test yaitu subjek lebih teliti dalam melakukan perhitungan, subjek D memahami konsep pengurangan sehingga dapat mengerjakan soal dengan lebih baik. Berdasarkan skor yang diperoleh setelah tes, skor yang diperoleh subjek D dapat dikategorikan kurang baik, namun subjek mengalami peningkatan dibandingkan dengan pre-test yang dilakukan.

Subjek S mengalami peningkatan dalam mengerjakan posttest dibandingkan pretest, subjek S lebih percaya diri dalam mengerjakan soal dan lebih teliti dalam melakukan perhitungan. Berdasarkan hasil posttest yang diperoleh, hasil yang diperoleh subjek S dapat dikategorikan dalam kategori cukup, namun subjek mengalami peningkatan dibandingkan dengan pretest yang dilakukan. Subjek D dan Subjek S mengalami peningkatan skor pada pengerjaan soal pengurangan menjadi 20, meskipun hasilnya masih dalam kategori kurang dan cukup.

Namun pada anak berkebutuhan khusus yaitu spastik Cerebral Palsy yang mempunyai keterampilan awal kurang baik, hasilnya seperti dijelaskan pada Tabel 10 mengalami peningkatan.

Tabel 10. Data Hasil  Pre test   Dan  Post test   Subyek D Dan S
Tabel 10. Data Hasil Pre test Dan Post test Subyek D Dan S

Pembahasan Hasil Penelitian

Peneliti menemukan temuan lain yaitu kelebihan dari permainan bowling adaptif, yaitu dengan permainan ini siswa lebih semangat dalam mengikuti pembelajaran, sehingga siswa menjadi lebih aktif, siswa juga belajar dalam keadaan senang dan tidak terpaksa, dengan permainan ini siswa juga. dilatih dalam penyelesaian masalah, menghitung pin pada awal permainan, kemudian menggelindingkan bola, setelah itu pin terjatuh dan siswa harus menghitung pin yang terjatuh dan pin yang masih berdiri, dalam hal ini siswa adalah diminta mengembangkan pemikirannya untuk berhitung dengan benar. Selain itu, dengan permainan ini, siswa penderita Cerebral Palsy dapat lebih mengembangkan seluruh keterampilan yang masih dimilikinya, baik keterampilan fisik maupun non fisik. Berdasarkan hasil tersebut, nilai mean posttest lebih besar dibandingkan dengan nilai mean pretest yaitu 65% > 27,5% yang berarti terdapat perbedaan nilai mean penurunan kemampuan berhitung pada spastik serebral palsi. siswa setelah diberikan treatment yaitu penggunaan media bowling adaptif dengan skor rata-rata sebelum diberikan treatment.

Efektivitas permainan bowling adaptif sebagai alat perhitungan diskon hanya berlaku pada kedua subjek penelitian saja karena subjeknya adalah siswa penderita Cerebral Palsy Spastik yang mempunyai kemampuan berbeda-beda pada setiap individunya, sehingga tidak dapat digeneralisasikan pada semua siswa atau anak Cerebral Palsy. dengan kebutuhan khusus lainnya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan perangkat bowling adaptif efektif dalam menurunkan keterampilan berhitung pada siswa penderita Cerebral Palsy Spastik. Setelah mendapat perlakuan sebanyak empat kali dengan permainan bowling adaptif, diperoleh hasil bahwa subjek D mengalami peningkatan sebesar 7 poin dari skor pre-test, skor pre-test subjek D sebesar 4 dan meningkat menjadi 11.

Total persentase yang dicapai kedua subjek pada post test sebesar 130% dan rata-rata post test sebesar 65%. Media permainan bocce adaptif ini diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu alternatif media pembelajaran matematika khususnya untuk materi pengurangan pada anak Cerebral Palsy dan anak berkebutuhan khusus lainnya. Efektivitas penggunaan media permainan Bowling pada materi operasi pengurangan bilangan pada anak tunagrahita kategori sedang.

Keterbatasan Hasil Penelitian

KESIMPULAN DAN SARAN

Saran

Berdasarkan hasil dan kesimpulan penelitian yang telah diuraikan, maka saran yang dapat peneliti sampaikan adalah: Instrumen tes ini bertujuan untuk mengukur tingkat pemahaman konsep pengurangan dan penerapannya dalam perhitungan khususnya menghitung pengurangan sampai 20. .

Foto 1. Pelaksanaan  pre test  pada subjek  S.
Foto 1. Pelaksanaan pre test pada subjek S.

Gambar

Tabel 1. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar SD Kelas I  Standar Kompetensi   Kompetensi Dasar
Tabel 3. Kisi-kisi tes kemampuan pengurangan bilangan sampai 20  Standar
Tabel 4. Pedoman penilaian
Tabel 5. Klasifikasi Tingkat Keberhasilan Belajar  Kriteria keberhasilan  Kategori
+7

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) pola asuh orang tua dalam mengembangkan kemandirian bina diri anak cerebral palsy tipe spastik, 2) faktor pendorong

Latar Belakang : cerebral palsy diplegi tipe spastik yaitu kondisi pada anak dengan adanya ketidak mampuan gerak (paralisis) disebabkan lesi pada otak yang bersifat

Dampak dari kekejangan atau kekakuan yang dialami anak cerebral palsy tipe spastik diantaranya adalah hambatan dalam melakukan kegiatan yang berkaitan dengan kemampuan otot,

Untuk mengembangkan kemampuan motorik halus pada siswa cerebral palsy tipe spastik dibutuhkan suatu metode atau aktivitas pembelajaran yang tepat agar kemampuan

Pengaruh Memainkan Alat Musik Xilofon Terhadap Peningkatkan Kemampuan Koordinasi Motorik Anak Cerebral Palsy Tipe Spastik Di Slb D Ypac Bandung.. Universitas Pendidikan Indonesia

Cerebral palsy diplegi tipe spastik yaitu kondisi pada anak dengan adanya ketidakmampuan gerak (paralisis) disebabkan lesi pada otak yang bersifat non progresif

Untuk mengembangkan kemampuan motorik halus pada siswa cerebral palsy tipe spastik dibutuhkan suatu metode atau aktivitas pembelajaran yang tepat agar kemampuan

KESIMPULAN DAN SARAN Kerusakan jaringan otak brain damage akibat adanya hipoksia serebri yang terdapat pada cerebral palsy baik pada tipe spastik maupun tipe diskinetik menyebabkan