• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ringkasan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan tentang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Ringkasan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan tentang"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Ringkasan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan tentang

Permohonan Perizinan, Permohonan Persetujuan, dan Pelaporan Secara Elektronik bagi Penyelenggara Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi

(SEOJK Perizinan LPBBTI)

A. Latar Belakang Penyusunan SEOJK Perizinan LPBBTI

1. RSEOJK Perizinan LPBBTI merupakan amanat Pasal 9 ayat (9) dan ketentuan mengenai permohonan perizinan, permohonan persetujuan, dan pelaporan secara elektronik dalam POJK Nomor 10/POJK.05/2022 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (POJK 10/2022), perlu untuk mengatur mengenai tata cara dan mekanisme perizinan usaha, persetujuan, dan pelaporan secara elektronik.

2. Penyempurnaan media penyampaian permohonan perizinan, permohonan persetujuan, dan pelaporan melalui sistem jaringan komunikasi data Otoritas Jasa Keuangan.

3. Penyempurnaan dan penambahan formulir permohonan perizinan, permohonan persetujuan, dan pelaporan dalam rangka pemenuhan ketentuan POJK 10/2022.

B. Pokok-Pokok Substansi Pengaturan SEOJK Perizinan LPBBTI 1. SEOJK Perizinan LPBBTI mengatur mengenai:

a. Ketentuan Umum;

b. Ruang Lingkup Permohonan Perizinan, Permohonan Persetujuan, dan Pelaporan Secara Elektronik;

c. Tata Cara Penyampaian dan Persyaratan Permohonan Perizinan, Permohonan Persetujuan, dan Pelaporan Secara Elektronik;

d. Penyimpanan Data;

e. Ketentuan Peralihan; dan f. Penutup.

2. Penyampaian permohonan perizinan, permohonan persetujuan, dan pelaporan dilengkapi dengan formulir hasil penilaian sendiri (self assessment) yang ditandatangani oleh Direksi Penyelenggara sebagaimana tercantum dalam Lampiran Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan ini.

3. Permohonan perizinan, permohonan persetujuan, dan pelaporan disampaikan secara daring melalui sistem jaringan komunikasi data Otoritas Jasa Keuangan.

4. Dalam hal sistem jaringan komunikasi data Otoritas Jasa Keuangan belum tersedia atau mengalami gangguan teknis, pengajuan permohonan perizinan, permohonan persetujuan, dan pelaporan disampaikan dalam bentuk dokumen elektronik melalui surat elektronik yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan.

(2)

- 2 -

5. Penyelenggara harus menyimpan dokumen asli yang telah disampaikan melalui sistem jaringan komunikasi data Otoritas Jasa Keuangan atau melalui surat elektronik kepada Otoritas Jasa Keuangan:

a. selama perizinan dan persetujuan tersebut masih berlaku, atas dokumen perizinan dan persetujuan; dan

b. dalam jangka waktu paling singkat 5 (lima) tahun sejak tanggal pelaporan, atas dokumen pelaporan.

6. Permohonan perizinan, permohonan persetujuan, dan pelaporan yang telah disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan sebelum Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan ini mulai berlaku dan belum mendapatkan izin, persetujuan, dan/atau surat pencatatan pelaporan dari Otoritas Jasa Keuangan tidak perlu disampaikan kembali secara daring melalui sistem jaringan komunikasi data Otoritas Jasa Keuangan.

7. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Referensi

Dokumen terkait

AP atau KAP yang tercatat dalam daftar AP dan KAP tidak aktif sementara waktu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 Ayat (4) dan Ayat (5) Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor

Pada saat Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ini mulai berlaku, kewajiban penyertaan dokumen hasil pemeringkatan Efek dalam Pernyataan Pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum

Pos ini diisi total nilai kegiatan atau pemberian fasilitas pembiayaan lain yang berkaitan dengan pembiayaan infrastruktur setelah memperoleh persetujuan Otoritas Jasa

Pengaturan mengenai lembaga pemeringkat dan peringkat yang diakui Otoritas Jasa Keuangan dilakukan antara lain dengan menyempurnakan cakupan penilaian, termasuk

a) Bank yang melakukan kegiatan usaha dalam valuta asing terlebih dahulu memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan untuk melakukan kegiatan dalam valuta

Pada saat Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ini mulai berlaku, ketentuan mengenai kebijakan manajemen risiko sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 ayat (2) Peraturan

BUS harus memperoleh persetujuan pelaksanaan kegiatan usaha dari Otoritas Jasa Keuangan atau otoritas terkait lainnya sebelum melaksanakan kegiatan usaha

1.! Otoritas Jasa Keuangan menghentikan uji kemampuan dan kepatutan calon PSP, calon anggota Dewan Komisaris, dan calon anggota Direksi apabila pada saat penilaian