• Tidak ada hasil yang ditemukan

RINGKASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "RINGKASAN"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

iii

RINGKASAN

Mutiara diva. Dampak iklim mikro terhadap kenyamanan di lingkungan Universitas Lancang Kuning. Dibimbing oleh bapak Hadinoto, S. Hut, M.Si dan Ibu Ambar Tri Ratnaningsih, S. Hut, M.Si.

Iklim mikro adalah faktor-faktor kondisi iklim setempat yang memberikan pengaruh langsung terhadap fisik pada suatu lingkungan. Seiring berjalannya waktu pembangunan di kampus unilak semakin bertambah yang dipengaruhi oleh kebutuhan civitas akademika yang semakin meningkat, kondisi ini mengakibatkan terjadinya perubahan penggunaan lahan, berkurangnya tumbuhan pohon dan vegetasi lainnya yang dialih fungsikan sebagai lokasi pembangunan. Hal ini menyebabkan berpengaruhnya terhadap perubahan iklim mikro di kampus Universitas Lancang Kuning (UNILAK). Dengan berubahnya kondisi iklim mikro, akan berubah pula derajat kenyamanan di kampus UNILAK.

Berdasarkan hal tersebut perubahan kondisi iklim mikro dapat saja terjadi, yang dapat dirasakan suhu udara cenderung mengalami pergantian suhu dingin menjadi panas secara cepat dan suhu mengalami kenaikan. Pengkajian dampak iklim mikro perlu dilakukan di kampus UNILAK untuk mengetahui kondisi kenyamanan di kampus unilak. Karena itu perlu adanya penelitian tentang

“ Dampak Iklim Mikro Terhadap Kenyamanan di Lingkungan Universitas Lancang Kuning”.

Tujuan penelitian ini yaitu : 1) mengukur kondisi iklim mikro berupa suhu, kelembapan dan intensitas radiasi matahari yang berada di Lingkungan Universitas Lancang Kuning, 2) mengetahui dampak iklim mikro dan indeks kenyamanan berupa suhu udara, terhadap kenyamanan di universitas lancang kuning, dan 3) mengetahui pengaruh pohon terhadap iklim mikro.

Penelitian dilakukan pada sembilan lokasi di kampus UNILAK, lokasi tersebut yaitu Fakultas Kehutanan, Fakultas Ilmu Komputer, Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan, Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian, Rektorat, Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Administrasi Dan Fakultas Ekonomi.

Pengukuran iklim mikro ( intensitas cahaya, suhu udara dan kelembaban udara) dilakukan 3 kali sehari pada pagi hari (07.00-08.00 wib), siang hari (12.00-13.00 wib), dan sore hari (16.00-17.00 wib) dan berlangsung selama satu bulan yaitu pada bulan mei 2020. Pengambilan data meliputi pengukuran suhu udara, kelembapan udara dan tingkat intensitas cahaya serta pengambilan data pengukuran vegetasi (diameter , tinggi) pada setiap lokasi penelitian.

Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai rata-rata intensitas radiasi matahari bulanan di kampus unilak mencapai 106.11 watt/m2 dengan kisaran pada setiap lokasi penelitian antara 51,10 – 197,75 watt/m2. Untuk suhu udara di kampus UNILAK mencapai 30.38 oC kondisi ini menyatakan bahwa suhu pada lokasi tersebut termasuk kriteria indeks panas. Dengan nilai rata-rata suhu udara pada setiap lokasi penelitian berkisar antara 29,65 oC – 31 oC. Kondisi kelembaban udara rata-rata bulanan di kampus UNILAK termasuk dalam kriteria sedang yaitu mencapai nilai 75.42 %. Sedangkan untuk setiap lokasi kelembaban udara berkisar antara 73 -77.9 %.

(2)

iv Rata-rata THI pada kampus unilak adalah 28.88, maka secara umum dapat dikatakan bahwa kampus UNILAK berada dalam kondisi yang tidak nyaman.

Sedangkan untuk kisaran nilai THI pada seluruh lokasi adalah kisaran antara 28.34 - 29.34. Keberadaan pohon sangat mempengaruhi terhadap nilai THI pada setiap lokasi penelitian, dari hasil observasi pengukuran vegetasi di lokasi, Fakultas Kehutanan memiliki tutupan lahan vegetasi yang lebih tinggi dibandingkan lokasi penelitian lainnya yaitu mencapai 2.936 m2 dengan kondisi pepohonan yang rindang terdapat 50 jumlah pepohonan.

Kondisi ini mengakibatkan kurangnya intensitas radiasi matahari yg masuk akibat tertahannya oleh dedaunan pohon. Maka dari itu keadaan suhu udara yang rendah dan kelembaban udara yang tinggi akan berdampak pada nilai THI yang lebih baik pada suatu daerah. Kondisi vegetasi di lokasi mempengaruhi tingkat masuknya intensitas radiasi matahari pada lokasi penelitian, hasil observasi di Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan ( FKIP ) cenderung memilki sedikit vegetasi pohon dan luas tutupan lahan vegetasi di lokasi tersebut paling terkecil yaitu 254 m2. Sehingga mengakibatkan intensitas radiasi matahari lebih tinggi di FKIP yaitu 197,75 watt/m2.

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian pada parameter iklim mikro menunjukkan, bahwa perlakuan K3 mendapatkan intensitas sinar matahari yang lebih banyak dan suhu udara yang tertinggi, hal ini

Intensitas radiasi matahari dan suhu panel fotovoltaik berpengaruh terhadap daya keluaran sistem fotovoltaik.Pengaturan sudut kemiringan panel fotovoltaik dengan arah

Setiap slave node terdiri dari sensor DHT11 untuk mengukur suhu dan kelembapan ruangan, sensor cahaya light dependent resistor (LDR) untuk mengukur intensitas cahaya

Dalam menganalisis sebaran suhu pada alat pengering Surya ERK tipe kabinet diperlukan data-data awal, yakni: (1) radiasi matahari, kelembapan udara, temperatur lingkungan, temperatur

Pengukuran dimaulai pada pagi hari pukul 08.30 Wib hingga pukul 17.00 Wib sore.Proses pengukuran dilaksanakan dengan mengukur bobot, kelembapan, radiasi Matahari

Mengetahui hubungan faktor iklim suhu udara, curah hujan, hari hujan, kelembapan udara, lama penyinaran matahari serta jeda waktu dari masing- masing faktor iklim tersebut

Mengetahui hubungan faktor iklim suhu udara, curah hujan, hari hujan, kelembapan udara, lama penyinaran matahari serta jeda waktu dari masing- masing faktor iklim tersebut

Temperatur yang begitu rendah, kecepatan angin yang tinggi, kelembapan yang rendah, peningkatan intensitas radiasi matahari, dan penurunan tekanan atmosfer merupakan