• Tidak ada hasil yang ditemukan

Oleh RIVALDI 180501118 JURUSAN EKONOMI SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MATARAM MATARAM 2022

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Oleh RIVALDI 180501118 JURUSAN EKONOMI SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MATARAM MATARAM 2022"

Copied!
85
0
0

Teks penuh

(1)

i

Peranan Koperasi Wanita

Dalam Pemberdayaan Ekonomi Perempuan (Studi kasus Pada Koperasi Wanita Tunas Harapan Montong Are, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat)

Oleh

RIVALDI 180501118

JURUSAN EKONOMI SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MATARAM

MATARAM 2022

(2)

ii

Peranan Koperasi Wanita

Dalam Pemberdayaan Ekonomi Perempuan (Studi kasus Pada Koperasi Wanita Tunas Harapan Montong Are, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat)

SKRIPSI

Diajukan kepada Universitas Islam Negeri Mataram untuk melengkapi persyaratan mencapai gelar Sarjana Ekonomi

Oleh

RIVALDI NIM. 180501118

JURUSAN EKONOMI SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MATARAM

MATARAM 2022

(3)

iii

(4)

iv

(5)

v

(6)

vi

(7)

vii

(8)

viii

MOTTO

“ Jika mereka bisa, maka saya pasti bisa ”

(9)

ix

HALAMAN PERSEMBAHAN

Kupersembahkan Skripsi ini untuk Ibuku tercinta (Sahnim) dan Bapaku tercinta (Rasidi Umar) serta adekku (Rasida Zaliana) yang selalu mendukungku, sahabat-sahabat, dan rekan-rekan seperjuangan, serta untuk semua guru dan dosenku.

(10)

x

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, Tuhan Semesta Alam dan shalawat serta salam kepada junjungan alam Nabi Besar Muhammad saw, juga kepada sahabat dan semua pengikutnya. Amiin.

Penulis menyadari selama proses menyelesaikan skripsi ini tidak akan sukses tanpa bantuan dan keterlibatan berbagai pihak. Oleh karna itu penulis memberi penghargaan yang setinggi-tingginya dan ucapan terimakasihkepada pihak yang telah membantu sebagai berikut :

1. Dr. Zulpawati, M.A dan Kharisma Rindang Sejati, M.E selaku pembimbing 1 dan 2 yang telah membimbing penulis dalam menyelesaikan penyusunan skripsi.

2. Bapak Imronjana Syapriatama, M.SEI dan Ibu Tati Atmayanti, M.Ec.Dev selaku penguji yang telah memberikan saran konstruktif bagi penyempurnaan skripsi ini.

3. Bapak Drs. Agus Mahmud, M.Ag selaku Wali Dosen yang telah membimbing dan mendidik kami selama menimba ilmu di UIN Mataram.

4. Dr. Riduan Mas’ud, M.Ag selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.

5. Dr. Zulpawati, M.A selaku Kepala Program Studi Ekonomi Syariah.

6. Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag selaku Rektor UIN Mataram.

7. Kepada pihak pengurus dan pengawas serta anggota Koperasi Wanita Tunas Harapan yang telah mengizinkan penulis melakukan penelitian di perusahaannya.

8. Kedua orang tuaku, dan adikku yang telah memberikan dukungan serta semangat yang tiada hentinya.

9. Untuk sahabatku dan teman-temanku tercinta yang selalu memberikan dukungan terutama bagia kelas C Ekonomi syariah yang telah memberikan dukungan selama ini kepada penulis.

Atas semua bantuan, dukungan dan nasihat yang telah diberikan kepada penulis selama proses menyelesaikan skripsiini, maka penulis sampaikan banyak-banyak terimakasih dan semoga mendapat pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT.

(11)

xi

Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam skripsi ini maka dari itu peneliti mengharapkan adanya saran dan kritikan dan saran yang bersifat membangun dari dosen pembimbing dan pembaca agar skripsi ini dapat dijadikan acuan kedepannya bagi peneliti-peneliti selanjutnya.

Akhir kata dengan segala kekurangan dan kelebihan, semoga skripsi ini dapat memberi manfaat bagi penulis dan pembaca, supaya mendapatkan ridho Allah SWT, Aamiin.

Mataram, 25 Agustus 2022

Penulis,

Rivaldi

(12)

xii

DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ... i

HALAMAN JUDUL ... ii

HALAMAN LOGO ... iii

PERSETUJUAN PEMBIMBING ... iv

NOTA DINAS PEMBIMBING ... v

PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... vi

PENGESAHAN DEWAN PENGUJI ... vii

HALAMAN MOTTO ... viii

HALAMAN PERSEMBAHAN ... ix

KATA PENGANTAR ... x

DAFTAR ISI ... xii

DAFTAR GAMBAR ... xiv

DAFTAR TABEL ... xv

DAFTAR LAMPIRAN ... xvi

ABSTRAK ... xvii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 4

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 4

D. Ruang Lingkup dan Setting Penelitian ... 5

E. Telaah Pustaka ... 5

F. Kerangka Teori ... 10

G. Metode Penelitian ... 16

H. Sitematika Pembahasan ... 21

(13)

xiii

BAB II PAPARAN DATA DAN TEMUAN ... 23

A. Gambaran Umum Koperasi Wanita Tunas Harapan ... 23

B. Analisis Program pemberdayaan perekonomian yang di lakukan oleh koperasi wanita tunas harapan. ... 32

C. Analisis Faktor pendukung dan faktor penghambat dari pemberdayaan perekonomian perempuan yang dilakukan oleh Koperasi Wanita Tunas Harapan. ... 43

BAB III PEMBAHASAN ... 50

A. Analisis program pemberdayaan perekonomian yang dilakukan oleh koperasi wanita tunas harapan. ... 50

B. Analisis faktor pendukung dan faktor penghambat dari pemberdayaan perekonomian perempuan yang dilakukan oleh koperasi wanita tunas harapan. ... 53

BAB IV PENUTUP ... 57

A. Kesimpulan ... 57

B. Saran ... 58

DAFTAR PUSTAKA ... 59

(14)

xiv

DAFTAR GAMBAR Gambar: 2.1 Struktur kepengurusan, 24

(15)

xv

DAFTAR TABEL Tabel 1.1 Persentase pekerjaan Penduduk, 3 Tabel 2.1 Jumlah Anggota, 22

Tabel 2.2 Perkembangan SHU 5 Tahun terakhir, 26 Tabel 2.3 Pinjamam Anggota, 29

(16)

xvi

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Laporan Kopwan Tunas Harapan

Lampirab 2 Wawancara Dengan Pengurus Kopwan Tunas Harapan Lampiran # Hasil Produksi Kopwan Tunas Harapan.

(17)

xvii

Peranan Koperasi Wanita

Dalam Pemberdayaan Ekonomi Perempuan (Studi Kasus Koperasi Wanita Tunas Harapan

Desa Montong Are, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat).

Oleh : Rivaldi NIM. 180501118

ABSTRAK

Pemberdayaan merupakan proses pemberian daya kepada seseorang yang belum mempunyai daya, pemberdayaan ini untuk menambah sumber daya manusia dan untuk meningkatkan perekonomian perempuan, Penelitian ini berusaha mengkaji tentang Peranan Koperasi Wanita dalam Pemberdayaan Ekonomi Perempuan, serta hambatan apa saja yang di hadapi oleh koperasi dalam memberdayakan perekonomian anggotanya, yang bertempat di Desa Montong Are Kediri Kabupaten Lombok Barat.

Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dengan cara pengumpulan data dan informasi dari hasil wawancara dan observasi, pengurus dan anggota yang sudah tergabung dalam Koperasi Wanita Tunas Hrapan Desa Montong Are Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat.

Hasil dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti, terdapat pelatihan-pelatihan sebagai bentuk dari pemberdayan perempuan, seperti pelatihan pembuatan telur asin, pelatihan menjahit dan juga terdapat usaha simpan-pinjam sukses dalam melayani anggotanya sebagai bentuk awal dari pemberdayaan perekonomian perempuan, hambatan-hambatan yang terdapat yakni dari dua faktor yakni faktor internal dalam faktor internal terjadinya iming- iming dana hibbah di kalangan masyarakat, terjadinya storan macet dan hambatan eksternal terdapat bencana alam yang terjadi yang mempengaruhi perekonomian anggota pada tahun 2018, terdapat juga penyebaran covid yang terjadi pada tahun 2019 juga mengakibatkan perekonomian anggota semakin terpuruk, dan adanya usaha yang sama yang dijalani oleh Koperasi yang menjadi pesaing bagi Koperasi.

Kata Kunci: Pemberdayaan Ekonomi Perempuan, Koperasi wanita, Perekonomian Perempuan.

(18)

1

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Perkembangan perekonomian Indonesia tak terlepas dari adanya Sektor Riil. Berbagai kegiatan perekonomian di kalangan masyarakat Indonesia yang seiring waktu berkembang pesat mengikuti perkembangan zaman yang terjadi pada beberapa tahun ini, yang di antaranya berbagai bidang yang ditekuni oleh pelaku koperasi yang mencakup koperasi di seluruh Indonesia, dengan adanya kegiatan perkoperasian yang semakin hari semakin maju bisa saja memajukan perekonomia yang ada di desa maupun di seluruh Indonesia.

Sumber daya alam dan sumber daya manusia dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki perekonomian. Pentingnya sumberdaya manusia dalam pembangunan, dikarenakan sumber daya manusia sangat minim memunculkan keadaan masyarakat-masyarakat tidak mampu dalam menangani problem pada hidupnya mengakibatkan terjadinya pengangguran, oleh sebab itu peningkatan maupun pemberdayaan manusia adalah hal yang perlu dilakukan.

Membahas tentang koperasi tidak akan bisa terlepas dari pemikiran Mohammad Hatta yang dikenal dengan bapak koperasi, sebagai pencetus koperasi di Indonesia, koperasi sendiri mempunyai karakteristik yang berbeda dengan badan usaha lainnya. Koperasi Wanita mempunyai potensi besar untuk memberdayakan wanita diberbagai macam bidang, bidang pendidikan dan bidang pelatihan agar meningkatkan kualitas seorang perempuan. Seperti yang ada di salah satu koperasi yang sudah sempat saya kunjungi berbagai macam bidang di sektor riil dengan memanfaatkan anggota wanita yang terdaftar sebagai anggota di koperasi wanita tunas harapan tersebut dengan tujuan memajukan perekonomian wanita di desa Montong Are, dengan membimbing wanita yang sedang tidak bekerja untuk bergabung menjadi anggota dan membantu membuka usaha dengan menyediakan modal dan membuat berbagai macam produk dan di

(19)

2

pasarkan oleh koperasi tersebut sebagai ajang untuk pemberdayaan perekonomian perempuan yang ada di desa montong are.

Perkembangan sumber daya manusia (SDM) yang masih di pertanyakan sampai saat ini dikarenakan kurangnya kualitas SDM yang menjadi faktor keterbelakangan koperasi khususnya kemampuan menejemen pada pengurus koperasi tersebut, yang mengakibatkan koperasi kurang berkembang dan cenderung menyimpang dari tugas pokok koperasi. Dari berbagai macam segi koperasi juga cendrung masih mengandalkan peran pemerintah, karena koperasi tersebut belum bisa mandiri secara kelembagaan.1 Selain itu peran koperasi di Desa masih sangat sedikit dikarenakan kebanyakan orang memilih untuk bertani dan jarang terjun langsung ke dunia perkoperasian.

Kurangnya partisipasi anggota yang sering terjadi di dalam lembaga yang menyebabkan koperasi kurang minat bahkan jarang orang yang ingin berpartisipasi atau terjun langsung mendaftar menjadi anggota koperasi, karena belum mengetahui fungsi pokok koperasi dan asas- asas koperasi sehingga sedikit orang yang mengetahui bahwa koperasi bertujuan untuk mensejahterakan perekonomian yang bisa di bilang perekonomian rendah, dengan meningkatkan partisipasi dan meningkatkan sumber daya manusia yang masih rendah bukan tidak mungkin para pelaku koperasi akan meningkat dan akan mampu mensejahterakan perekonomian masyarakat Indonesia. Dengan mengembangkan bakat-bakat dari pengurus dan lebih khususnya lagi dari perempuan- perempuan yang bias kita bimbing dan mempunyai bakat yang luar biasa mengenai manajmen, dan di bidang perkoperasian sebagai pemberdayaan bagi perempuan untuk mensejahterakan perekonomian.2

Koperasi Wanita Tunas Harapan pada tanggal 04 september 2004 yang awalnya bernama Kelompok Buruh Tani Wanita berganti nama menjadi Koperasi Wanita Tunas Harapan pada tanggal 23 januari

1 Wasis Gunadi, Pemberdayaan Koperasi, Jurnal Ilmiah M-Progres, Vol. 8, Nomor 2, 2018.

2 Hendar,S.E.,M.Si, Ekonomi Koperasi ( Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesi,2002), hlm.81.

(20)

3

2008, yang bertempat di Desa Montong Are Kecamatan Kediri, yang dimana letak dari Desa Montong Are tersebut dibagian timur berbatasan dengan dusun Tapon Desa Bile Bante Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah. Sebelah utara berbatasan dengan Desa Badrain Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat.

Jumlah penduduk yang bekerja di Desa Montong Are berjumlah 2.903 dengan rincian masing-masing pekerjaan sebagai berikut :3

Tabel 1.1 Persentase pekerjaan Penduduk No Pekerjaan

Banyak Penduduk

Persentase

L P

1 Petani 1.442 1.248 75%

2 Pedagang 63 47 15%

3 Pegawai Negeri

sipil 56 47 10%

Total 1.561 1.342 100%

Sumber : Data Skunder, Monografi Desa Montong Are.

Jumlah penduduk Desa montong Are sebanyak 2.903 jiwa dengan Rata-rata jumlah penduduk dibidang pertanian 75% (laki 1.442 dan Perempuan 1.248 orang), dan bidang perdagangan 15% (laki-laki 63 dan Perempuan 47 orang), dan 10% menjadi pegawai Negeri (laki 56dan Perempuan 47 orang).

Pada tahun 2008 Kelompok Buruh Tani tersebut resmi memiliki Badan Hukum Koperasi Wanita Tunas Harapan dengan No.

582/BH/XXVIII/I/2008 Tanggal 23 Januari 2008. Dengan nama baru koperasi ini diharapkan mampu menjadi wadah bagi perkembangan perekonomian masyarakat Desa Montong Are khusus bagi kaum hawa atau perempuan yang ada di Desa Montong Are. Usaha simpan-pinjam Koperasi Wanita Tunas Harapan dapat menjadi sebagai penopang atau

3Pemerintah kabupaten Lombok barat, Monografi desa, tahun 2021

(21)

4

faktor pendukung bagi kaum perempuan atau wanita-wanita hebat di desa tersebut yang sedang merintis usaha. Sedangkan jumlah anggota sejak 2008 sampai 2020 berjumlah 122 anggota dan pada tahun 2021 peningkatan anggota bertambah sejumlah 11 orang, sehingga jumlah anggota koperasi wanita tunas harapan berjumlah 133 anggota, dimana masing masing anggota memiliki persentase pinjaman maksimal sebesar 10.000.000 dengan angsuran bunga sebanyak 2%.

Dari latar belakang di atas peneliti ingin mengetahui dan menuangkannya dalam penelitian ini dengan tema penelitian :

“Peranan Koperasi Wanita Tunas Harapan Dalam Pemberdayaan Perekonomian Perempuan.

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana program pemberdayaan perekonomian yang di lakukan oleh koperasi wanita tunas harapan.?

2. Apa saja faktor pendukung dan faktor penghambat dari pemberdayaan perekonomian perempuan yang dilakukan oleh Koperasi Wanita Tunas Harapan.?

C.Tujuan Dan Manfaat Penelitian 1.Tujuan

Berdasarkan rumusan masalah tersebut, tujuan penelitiannya adalah sebagai berikut:

a. Untuk mengetahui program pemberdayaan perekonomian yang di lakukan oleh koperasi wanita tunas harapan.

b. Untuk mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat dari pemberdayaan perekonomian perempuan yang dilakukan oleh Koperasi Wanita Tunas Harapan.

2.Manfaat

Manfaat bagi Penulis, untuk memenuhi syarat dalam menempuh ujian akhir Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Jurusan S1 Ekonomi Syariah Universitas Islam Negeri Mataram, serta memberikan pengetahuan dan informasi yang mendalam dan berguna untuk kedepannya. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi konstribusi bagi pengembangan pemberdayaan ekonomi perempuan, sebagai

(22)

5

strategi pengembangan perempuan yang dapat di contoh oleh semua orang, khususnya pemberdayaan perempuan di Kabupaten Lombok Barat.

Diharapkan juga menjadi tambahan informasi bagi siapa saja yang akan membaca penelitian yang penelititi tulis.

Dan semoga menjadi tambahan refrensi tentang pemberdayaan ekonomi perempuan bagi mahasiswa ekonomi syariah Universitas Islam Negeri Mataram.

D. Ruang Lingkup dan Seting Penelitian 1. Ruang Lingkup

Agar Memperjelas penelitian yang akan di bahas agar tidak terjadi penyimpangan pembahasan maka perlu adanya ruang lingkup yang mencakup pembahasan tentang Pemberdayaan ekonomi perempuan, faktor pendukung dan faktor penghambat Kopwan Tunas Harapan.

2. Seting penelitian

Adapun seting Penelitian ini akan dilaksanakan di Koperasi Wanita Tunas Harapan Desa Montong are, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat.

E. Telaah Pustaka

1. Penelitian dari Diana Kurnia Putri (2018) Pemberdayaan Perempuan Melalui Program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) Di Desa Sumber Rejo Kecamatan Waway Karya Lampung Timur. Sifat dari observasi ini ialah deskriptif kualitatif, yang menunjukan penemuan data dalam bentuk uraian kata.

Pada penelitian ini, peneliti memakai data contoh dengan menerapkan tekhnik purposive sampling. Menurut standar yang peneliti beri maka contoh yang digunakan sejumlah sebelas orang.

Pada saat akumulas data, peneliti memakai cara observasi sebagai langkah utama, interview dan dokumentasi sebagai cara pelengkap, penelitian tersebut berhasil membuktikan bahwa dari pemberdayaan perempuan yang dilakukan oleh TPPKK (Tim Pengerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) melalui kegiatan UP2K (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga) yaitu :

a. Dari mengaplikasikannya sudah sanagt bagus melalui memajukan kebolehan atau keterampilan pada kaum perempuan

(23)

6

yang pada saat berstatus sebagai istri melalui peningkatan kapasitas dan

b. Pemberian dukungan modal usaha agar meningkatkan semangat para wanita pada pelaksanaan kegiatan ekonomi sehingga mereka dapat memajukan penghasilan ekonomi rumah tangga.

Lalu, pengaruh pengaplikasian program UP2K dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat terbukti mendapatkan hasil yang positif yaitu sudah mampu menolong para wanita dalam meningkatkan pengembangan kemampuan dan pendapatan perempuan melalui kegiatan usaha yang dilakukan sehingga penghasilan perekonomian rumah tangga mampu bertambah dan penghasilan rumah tangga meningkat jadi lebih baik.4

Persamaan penelitian ini dengan penelitian yang akan dilakukan sama-sama mengunakan metode penelitian kualitatif, sedangkan perbedaan dari penelitian ini adalah tempat penelitian yang dimana peneliti sebelumnya bertempat di desa Sumber Rejo Kabupaten Lampung Timur, sedangkan penelitian yang akan dilakukan bertempat di Koperasi wanita tunas harapan Desa Montong Are Kabupaten Lombok Barat.

2. Penelitian yang dilakukan oleh Ahmad Hanafi (2019)

“Pemberdayaan Ekonomi Anggota Koperasi Harapan Keluarga Sejahtera Sebagai Alternatif Mengurangi Tingkat Kemiskinan Di Desa Nanggela Kecamatan Greged Kabupaten Cirebon”.

Penelitian ini terfokus dalam satu permasalahan yang membahas tentang pemberdayaan ekonomi anggota koperasi Harapan Keluarga Sejahtera, bagaimana trik Pemberdayaan Ekonomi Anggota Koperasi Keluarga Harapan Sejahtera Melalui Koperasi Harapan Keluarga Sejahtera, Serta apa saja komponen- komponen yang bisa mengendalakan Koperasi Harapan Keluarga Sejahtera dalam pemberdayaan peserta koperasi. Penelitian ini tergolong pada penelitian deskriptif. Penelitian ini menggunakan

4 Diana Kurnia Putri, “Pemberdayaan Perempuan Melalui Program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) Di Desa Sumber Rejo Kecamatan Waway Karya Lampung Timur‘, Skripsi,Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Universitas Negeri Raden Intan Lampung,2018

(24)

7

metode kualitatif melalui pengumpulan data : observasi, wawancara, dan dokumentasi.

Temuan menunjukan bahwa proses perencanaan yang dilakukan oleh KHKS pada Rapat Anggota Tahunan (RAT) ini akan mendaftarkan anggota yang menitipkan barangnya kepada koperasi untuk dijual di KHKS, menentukan harga jual, produk/

barang apa yang akan dijual, dan berapa persen bagian keuntungan usaha yang akan didapatkan. Pengerjaanya Pengurus menyiapkan barang yang sudah di tentukan dalam RAT yang diperlukan oleh anggota dengan pemesanan melalui distributor, pegawai menyelesaikan barang-barang yang sudah ada pada tempat yang sudah disediakan oleh pengurus.

Sementara itu hal yang menjadi hambatan antara lain sebagai berikut:

a. Keikut sertaan anggota pada koperasi meliputi: Tempat tinggal yang jauh dari koperasi atau pindah ke tempat yang jauh, kurangnya penanggung jawab dari anggota untuk memajukan koperasi, jaraknya yang lebih dekat dengan toko lain dibandingkan dengan toko koperasi.

b. Terdapat usaha yang sama seperti di KHKS, yang dimana keadaan tokonya lebih maju dari koperasi dan juga lebih lengkap barang-barangnya.5 Metode Penelitian yang akan dilakukan sama dengan penelitian sebelumnya mengunakan metode kualitatif dan membahas tentang pemberdayaan ekonomi, akan tetapi yang akan menjadi pembedanya yakni tempat penelitian akan dilakukan di koperasi wanita tunas harapan Desa Montong Are.

3. Jurnal yang di tulis oleh yuridistya primadhita tahun 2016 yang lalu membahas tentang penguatan lembaga pemberdayaan ekonomi perempuan melalui koperasi (Studi Kasus Koperasi Simpan Pinjam Perempuan Suara Ibu Peduli Cilandak, Jakarta Selatan), Jurnal kali ini mengunakan metode Penelitian kualitatif dengan memakai

5 Ahmad Hanafi, “Pemberdayaan Ekonomi Anggota Koperasi Harapan Keluarga Sejahtera Sebagai Alternatif Mengurangi Tingkat Kemiskinan Di Desa Nanggela Kec.

Greged kabupaten Cirebon”,Skripsi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis islam, Institut Agama islam Bunga Bangsa, 2019

(25)

8

metode PRA (Participatory Rural Appraisal) dan wawancara (interview).

Untuk mengetahui cara apa yang tepat untuk pengembangan pemberdayaan ekonomi perempuan dalam koperasi suara ibu, maka memerlukan hasil PRA dan wawancara yang akan digunakan sebagai landasan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat).

Kajian ini menemukan bahwa diperlukan langkah-langkah penguatan kelembagaanatau kelompok dan sistem kaderisasi untuk meningkatkan kualitas Koperasi Suara Ibu Peduli.6 Penelitian terdahulu Relevan jika di kaitkan dengan penelitian saat ini karena sama-sama membahas tentang pemberdayaan ekonomi perempuan, pemberdayaan yang dilakukan di penelitian terdahulu bertempat di koperasi simpan pinjam perempuan suara ibu cilandak, Jakarta Selatan. Sedangkan yang akan diteliti saat ini bertempat di Koperasi Wanita Tunas Harapan Desa Montong Are, kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat.

4. Penelitian dari Bambang Susilo yang berjudul “Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Tani Berbasis Kelembagaan” (2010), jurnal yang ditulis oleh Bambang Susilo ini menjelaskan tentang pengembangan ekonomi perempuan dengan cara pelembagaan atau pengelompokan perempuan tani. Hasil penelitian ini adalah lelembagaan yang menjadi pola pendekatan pemberdayaan akhir- akhir ini telah mampu mengangkat masyarakat miskin untuk diberdayakan dan tumbuh.

Masyarakat diorganisir dalam wadah kelompok (lembaga), dan kelompok menjadi media pembelajaran yang multifungsi anggotanya saling bertukar informasi, pengetahuan, sikap dan bahkan untuk mengatasi masalah baik masalah ekonomi maupun sosial. Perlahan-lahan, kekuatan individu akan mulai berlaku

6 Yuridistya Primadhita, Penguatan Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Melalui Koperasi (Studi Kasus Koperasi Simpan Pinjam Perempuan Suara Ibu Peduli Cilandak, Jakarta Selatan) Jurnal Pengembangan Wiraswasta vol. 18 no.2, 2016

(26)

9

kelompok dan disanalah berlangsung proses penguatan dan pemberdayaan.7

Penelitian terdahulu Relevan jika di kaitkan dengan penelitian saat ini karena sama-sama membahas tentang pemberdayaan ekonomi perempuan, pemberdayaan yang dilakukan oleh peneliti terdahulu mengunakan metode pengelompokan (Kelembagaan).

Sedangkan yang akan diteliti saat ini bersifat organisai dengan kata lain yaitu (Koperasi).

5. Jurnal dari Farida Nurul Rahmawati dkk, yang berjudul “Strategi Komunikasi Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Madura Berbasis Kearifan Lokal Madura”, Membahas tentang pemberdayaan ekonomi bagi perempuan Madura dengan kearifan lokalnya, yang bertempat di koperasi wanita sampang Madura.

Hasil penelitian tahun pertama penggalian kearifan lokal dari perempuan Madura menunjukkan bahwa mereka selalu penuh dengan kearifan, karena mereka melewati berbagai tahapan hidup siklus hidup mereka. Jika kearifan lokal ini di kembangkan, bisa menjadi landasan untuk mengembangkan strategi komunikasi untuk memberdayakan ekonomi Madura. Strategi komunikasi yang baik sangat penting untuk hubungan pemerintah masyarakat yang efektif. Terdapat 6 faktor yang harus di perhatikan supaya bisa melayani kebutuhan masyarakat dengan sebaik-baiknya termasuk pemberdayaan ekonomi perempuan di sampan Madura, faktor- faktor tersebut diantaranya sebagai berikut, komunikator (Pembawa Pesan), pesan (konten media), komunikan (Audiens publik), media, noise, dan feed back.8

Penelitian sebelumnya mengusung tema yang sama dengan penelitian yang akan dilakukan saat ini akan tetapi terdapat perbedaan lokasi dan sistem penelitian yang akan menjadi pembeda penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti sebelumnya terjadi di Koperasi wanita sampang Madura dan penelitian yang akan dilakukan saat ini akan dilaksanakan di koperasi Wanita Tunas

7 Bambang Susilo, “Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Tani Berbasis Kelembagaan”, Jurnal kajian gender,vol.2 no.2,2010

8 Farida Nurul Rahmawati dkk, “strategi komunikasi pemberdayaan ekonomi perempuan Madura berbasis kearifan local Madura” Jurnal komunikasi, vol.7 no.1, 2013

(27)

10

Harapan Desa Montong Are Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat.

F. Kerangka Teori

1. Pengertian Pemberdayaan Perempuan

Kemampuan melakukan sesuatu atau kemahiran bekerja adalah arti dari kata pemberdayaan yang awal katanya ialah “Daya”.

Kekuatan yang memiliki awalan “berdaya” yang berarti mempunyai daya, kekuatan, atau kemapuan untuk mengatasi sesuatu. Pemberdayaan berarti memberikan seseorang kemampuan untuk menjadi kuat dan melakukan sesuatu sendiri.9

Pemberdayaan memiliki arti sebagai langkah untuk mendapat kekuatan, atau sistem pemberian daya, kekuatan dan kemampuan dari seseorang yang mempunyai kekuatan kepada orang yang belum mempunyai. Etika pemberdayaan adalah upaya memberikan daya, kekuatan dan kemampuan kepada mereka yang tidak memilikinya.10

Tutik Sulisttyowati pernyataan kementrian pemberdayaan perempuan (Kemen PP) tentang pemberdayaan bahwa pemberdayaan perempuan adalah upaya memberikan akses dan control kepada perempuan atas sumber daya, ekonomi, politik, social dan budaya sehingga perempuan mengorganisir dan mengembangkan dirinya. Kepercayaan diri untuk berperan dan berpartisipasi aktif dalam memecahkan masalah sehingga dapat membangun keterampilan dan konsep diri.11

Ada dua ciri pemberdayaan perempuan yaitu : pertama sebagai idiologi kepentingan yang membebaskan yang membuat masyarakat berpartisipasi secara kolektif dalam pembangunan.

Kedua melibatkan individu atau masyarakat dalam pelaksanaan

9 Departemen Pendidikan Nasional. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia.

(Edisi ketiga. Jakarta: Balai Pustaka) .hal 241.

10 Sulistiyani. 2004. Kemitraan dan Model-Model Pemberdayaan Masyrakat.

(Yokyakarta: Gava Media). Hal 77

11Tutik Sulistyowati, “Model Pemberdayaan Perempuan dalam Meningkatkan Profesional dan Daya Saing untuk Menghadapi Komersialisasi Dunia Kerja”. Jurnal Perempuan dan Anak, 1 (1): Januari 2015) hal 4.

(28)

11

pembangunan kolektif, penyadaran dan pengorganisasian sehingga mereka dapat berpartisipasi dalam proses tersebut.12

Penguatan wanita merupakan salah satu prosedur untuk membangun potensi perkembangan wanita dan meningkatkan pekerjaan wanita baik di masyarakat pada umumnya maupun di daerah. Semuanya bisa dilakukan dengan cara berikut ini:13

a. Melepas pandangan wanita sebagai pelengkap dalam keluarga.

Dimasa lalu muncul berbagai ungkapan yang melekat kepada kaum wanita dikenal dengan ungkapan Konco Wiking (teman di belakang) juga ungkapan “Swarga Nuntut Neraka Katut” (ke surge ikut, ke neraka terbawa) kata nuntut dan katut dalam bahasa jawa sebenarnya tidak memiliki inisiatif, sehingga nasib mereka sangan tergantung pada pasanganya.

b. Perempuan harus diberikan berbagai keterampilan agar mereka bisa produktif dan mandiri dari laki-laki. Dimungkinkan mengerjakan berbagai keterampilan, seperti menjahit, mrnyulam, bekerja melalui pembuatan kain batik dan masih banyak juga lainya.

c. Memberi harapan sebanyak-banyaknya kepada para wanita agar mampu melanjutkan pendidikan sejauh-jauhnya.

2. Strategi Pemberdayaan Ekonomi Perempuan

Pada bagian ekonomi, para wanita agar di fokuskan untuk peningkatan keterampilan dalam menjalankan usaha. Dan ada beberapa langkah penting yang harus diperhatikan dalam upaya pengembangan kemampuan berwirausaha bagi perempuan.

Menurut IMFyang dikutip oleh Herri, dkk langkah tersebut yaitu di antaranya sebagai berikut:14

12 Zakiyah, “Pemberdayaan Perempuan oleh Lajnah Perempuan”. Jurnal Pengkajian Masalah Sosial Keagamaan, XVII, 01 (Januari-Juni 2010), hal 44.

13 Edi Suharto, Pembangunan Kebijakan dan Kesejahteraan Sosial (Bandung:

Mizan, 2003), cet. Ke-1, hal 35.

14 Herri, dkk, Implementasi Model Pengembangan Entrepreneur Perempuan Muda Pada Rumah Tangga Miskin di Sumatra Barat (Padang: Fakultas Ekonomi Unuversitas Andalas, 2009), hal 5.

(29)

12

a. Menolong dan meningkatkan para wanita agar membentuk dan menambah wawasan kompetensi diri mereka, dengan berbagai pelatihan.

b. Mendukung para wanita agar upaya mendirikan usaha dan penjualan produk.

c. Memberitahukan informasi tentang aturan dan aturan pemerintah yang berkaitan dengan legalitas bisnis.

d. Menolong para perempuan agar bisa memakai teknologi informasi dan komunikasi dengan baik dan benar.

Terdapat beberapa program-program dalam pemberdayaan perempuan yang dituliskan oleh Riant Nugroho yaitu diantaranya sebagai berikut: 15

a. Membangun organisasi kelompok perempuan disemua tingkatan dari lokal hingga nasional. Seperti yayasan social, koperasi, dan PKK (Pembangunan Kesejahteraan Keluarga) Penguatan kelembagaan terbukti memajukan kapasitas lembaga untuk berperan aktif sebagai pengendali, perencana, dan pengontrol.

b. Memperluas peran dan fungsi organisasi perempuan dalam pemasaran sosial pemberdayaan. Keterlibatan masyarakat belum berasimilasi dengan program-program pemberdayaan yang sudah ada.

c. Melibatkan para wanita pada perencanaan, dan monitoring segala jenis program pembangunan yang ada. Perempuan mencakup program pembangunan fisik, penguatan ekonomi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

d. Meningkatkan kemampuan perempuan dalam memimpin, supaya mempunyai posisi tawar yang setara, serta memiliki jalan dan peluang untuk melibatkan diri dalam pembangunan.

e. Meningkatkan kemampuan anggota kelompok wanita dalam berbagai bidang usaha (skala industri kecil/rumah tangga hingga skala industri besar) dengan berbagai kemampuan yang menunjang seperti kemampuan memproduksi, kemampuan

15 Riant Nugroho, Gender dan Strategi Pengarus-Utamanya di Indonesia (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008), hal 164-166.

(30)

13

manajemen usaha serta mampuan untuk mengakses kreatifitas dan pemasaran yang lebih luas.

Adapun yang menyangkut pemberdayaan perempuan, terdapat beberapa hal yang harus dilakukan supaya membuat keadaan yang kondusif. Yaitu dapat diperoleh dengan:16

a. Memberikan dorongan, memotivasi dan menghidupkan harapan pada kemampuan yang dipunya.

b. Mewujudkan keteserdiannya atas beberapa peluang yang meningkatkan keberdayaan.

3. Strategi Pemberdayaan Perempuan

Konsep pendekatan Gender and Development (GAD) adalah strategi dari pemberdayaan perempuan. Teori ini didasari pada suatu strategi mencakup pentingnya melibatkan perempuan dan laki-laki dalam sebuah pembangunan. Pemusatan pendekatan ini lebih kepada isu gender dan tidak terfokus dalam problem perempuan semata.

GAD merupakan satu-satunya pendekatan terhadap perempuan dalam pembangunan dengan menilai semua aspek kehidupan perempuan dan segala kerja yang dilakukan perempuan baik itu kerja produktif, reproduktif, privat ataupun publik dan menolak cara apapun untuk menilai rendah pekerjaan mempertahankan keluarga dan rumah tangga. Pendekatan ini dikenal sebagai pemberdayaan perempuan.17

Dalam meningkatkan perekonomian perempuan, pemberdayaan menjadi hal yang terpenting untuk mengupayakan peningkatan diri supaya lebih mandiri dan berkarya. Melalui berbagai metode pembinaan dan pengembangan keterampilan perempuan khususnya dalam penelitian ini di Koperasi Wanita Tunas Harapan Desa Montong Are Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat.

16 Roosganda Elizabeth, “Pemberdayaan Perempuan Mendukung Strategi Gender Mainstreaming dalam Kebijakan Pembangunan Pertanian di Perdesaan. Forum Penelitian Agro Ekonomi”. Jurnal Vol. 25 No. 2, 2009, hal 131.

17 Riant Nugroho, Gender dan Strategi Pengarus- Utamanya di Indonesia,(Yogyakarta: Pustaka pelajar 2008) hal 137.

(31)

14

Delli Maulana menguraikan langkah-langkah yang perlu di ambil untuk meningkatkan produktivitas perempuan diantaranya:18 a. Melaksanakan pemberdayaan dari berbagai bidang maupun

kelompok.

b. Pemerograman pemberdayaan semua kepentingan anggota.

c. Lembaga keuangan mikro lokal harus di tingkatkan.

d. Menyediakan dana awal agar bisa memulai usaha perekonomian yang produktif.

e. Menciptakan praktek bisnis yang berkelanjutan.

f. Meningkatkan kemudahan akses keuangan bagi pelaku usaha.

4. Pengertian Koperasi

Koperasi sendiri mempunyai definisi yang berbagai macam seiring berjalanya waktu banyak devinisi tentang koperasi seprti yang sudah di kemukakan oleh Dr. Fay (1908) dia menyatakan bahwa Koperasi ialah suatu perserikatan dengan tujuan usaha bersama terdiri dari mereka yang lemah dan diusahakan selalu dengan semangat tidak memikirkan diri sendiri sedemikian rupa, sehingga masing-masing sanggup menjalakan kewajibanya sebagai anggota dan mendapat imbalan sebanding dengan pemanfaatan mereka terhadap organisasi.19

Sedangkan menurut bapak Margono Djojohadikoesoemo dalam bukunya yang berjudul “10 Tahun Koperasi”1941, Koperasi Adalah Perkumpulan manusia seorang-seorang yang dengan keinginannya sendiri mau bekerja sama untuk memajukan ekonominya.

Universitas Indonesia menyatakan devinisi koperasi sebagai berikut :

Koperasi adalah suatu perkumpulan dari orang-orang yang pada dasarnya mempunyai kesamaan derajat sebagai manusia, dengan tidak memandang berbagai jenis agama dan politik secara sukarela

18 Delly maulana, “Evektifitas Program Pemberdayaan Ekonomi dalam Meningkatkan Kondisi Ekonomi Kaum Perempuan Miskin (Studi Kasus Unit Pelaksanaan Teknis Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Kota Cilegon” (Thesis, Ilmu Administrasi Negara. Fisipol, UGM, 2009),hal 46.

19Hendrojogi, Koperasi: Asas-Asas Teori dan Praktik,( Jakarta: Raja grafindo persada 2007),hal 20

(32)

15

bergabung, untuk sekedar memenuhi kebutuhan bersama yang bersifat kebendaan atas tanggungan bersama.

Menurut Paul Hubert Casselman Koperasi itu merupakan suatu sistem dan sebagaimana kita ketahui sistem itu himpunan komponen- komponen atau bagian-bagian yang selalu berkaitan dan bersama- sama berfungsi untuk mencapai suatu tujuan.

Casselman secara tidak langsung mengklarifikasi bahwa koperasi harus beroperasi dengan pertimbangan ekonomi selamanya tujuan yang ingin di capai adalah tujuan ekonomi. 20

Tiktik Sartika Pratomo Menjelaskan dalam Bukunya yang berjudul “Ekonomi Koperasi” bahwa Koperasi merupakan suatu alat yang ampuh bagi pembangunan, dikarenakan koperasi ialah suatu wadah, yang dimana kepentingan pribadi dan kepentingan kelompok tergabung sedemikian rupa. Sehingga melalui kegiatan kelompok, kepentingan pribadi para anggota menjadi kekuatan pendorong yang akan memberikan manfaat bagi seluruh anggota kelompok tersebut, yang dimana suatu kelompok tersebut dapat terwujud jika secara relative homogen dan setiap anggotanya mampu memberikan sebuah kontribusi yang nyata. 21

5. Jenis-Jenis Koperasi

Ada banyak cara untuk membedakan koperasi berdasarkan jenisnya, berdasarkan Undang-Undang No 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian, Jenis koperasi dibedakan menjadi lima jenis diantaranya sebagai berikut:

a. Koperasi Simpan pinjam b. Koperasi Konsumen c. Koperasi Produsen d. Koperasi Pemasaran dan, e. Koperasi Jasa.

Hal yang mendasar untuk penentuan lima jenis koperasi ini ialah Kesamaan aktivitas, kepentingan dan kebutuhan ekonomi

20 Hendrojogi,Koperasi: Asas-Asas Teori dan Praktik,( Jakarta: Raja grafindo persada ),hal25

21 Tiktik sartika partomo, Ekonomi Koperasi,( Bogor: Ghalia Indonesia,2013), hal 13

(33)

16

anggotanya, berdasarkan perbedaan koperasi maka dibutuhkan sistem pengendalian yang sesuai juga untuk masing masing aktivitas, kepentingan, dan kebutuhannya.22

6. Bentuk Koperasi

Dalam peraturan perundang- undangan nomer 60 tahun 1959 pasal 13 bab IV dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan bentuk koperasi adalah tingkat tingkat koperasi yang di dasarkan pada cara-cara pemusatan, pengabungan dan perindukanya.

Berdasarkan ketentuan itu, maka koperasi terbagi menjadi 4 bentuk yaitu diantaranya sebagai berikut:

a. Primer b. Pusat c. Gabungan d. Induk

Keberadaan dari masing-masing koperasi tersebut, disesuaikan dengan wilayah administrasi pemerintahan.23

G. Metode Penelitian

1. Jenis dan Pendekatan Penelitian

Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus yang memanfaatkan data lapangan untuk memvalidasi ide-ide yang muncul dalam penelitian lapangan dengan pengerjaan yang berulang-ulang dan terus di tingkatkan. Selain itu penelitian kualitatif bertujuan untuk mengumpulkan data, mengolan dan menganalisanya secara kualitatif, dan kemudian menafsirkanya secara kualitatif. Dengan memanfaatkan studi semacam ini penulis mampu menyampaikan penemuan dengan kata-kata mereka sendiri tanpa memerlukan angka. Penelitian kali ini bertempat di Koperasi Wanita Tunas Harapan, Desa Montong Are Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat.

22 Novrina Hasmawati,Raharja,”Pengaruh Ukuran Koperasi Dan Jenis Koperasi Terhadap Kualitas Sistem Pengadilan Intern.Diponorogo Journal Of Accounting”. Jurnal Vol.1Nomor.2,2012,hal 3.

23 Hendrojogi,Koperasi: Asas-Asas Teori dan Prakti,( Jakarta: Raja grafindo persada 2007 ), hal 87

(34)

17

2. Jenis Penelitian

Jenis penelitian kali ini adalah Studi kasus Kualitatif. Secara umum, dapat dikatakan bahwa penelitian studi kasus (case study) adalah penelitian yang menempatkan sesuatu atau obyek yang diteliti sebagai ‘kasus’. Tetapi, pandangan tentang batasan obyek yang dapat disebut sebagai ‘kasus’ itu sendiri masih terus diperdebatkan hingga sekarang. Perdebatan ini menyebabkan perbedaan pengertian di antara para ahli tersebut.24

Susilo Rahardjo & Gudnanto mengartikan bahwa studi kasus adalah suatu metode untuk memahami individu yang dilakukan secara integratif dan komprehensif agar diperoleh pemahaman yang mendalam tentang individu tersebut beserta masalah yang dihadapinya dengan tujuan masalahnya dapat terselesaikan dan memperoleh perkembangan diri yang baik. Pendapat senada juga dikemukakan oleh Bimo Walgito bahwa studi kasus merupakan suatu metode untuk menyelidiki atau mempelajari suatu kejadian mengenai perseorangan (riwayat hidup).

Pada metode studi kasus ini diperlukan banyak informasi guna mendapatkan bahan-bahan yang agak luas. Metode ini merupakan integrasi dari data yang diperoleh dengan metode lain. Dari beberapa pendapat di atas dapat dipahami bahwa penelitian studi kasus (case study) merupakan penelitian yang komprehensif yang meliputi aspek fisik dan psikologis individu/seseorang, dengan tujuan untuk mendapatkan pemahaman secara mendalam terhadap kasus yang diteliti. Sifat penelitian kualitatif adalah membuat pencandraan tentang fakta dan karakteristik komunitas atau lokasi tertentu dengan cara yang metodis, faktual, dan akurat.25

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan semua temuan yang ada di lapangan yang berhubungan tentang “Peranan Koperasi Wanita Dalam Pemberdayaan Ekonomi Perempuan”( studi kasus

24Samsu, “ Metode Penelitian Teori dan aplikasi penelitian kualitatif, kuantitatif, Mixed Methods, Serta Researcah & Develovment, ( Jambi: Pusaka 2017), hlm 63

25 Sumadi Suryabrata, Metodelogi Penelitian (Jakarta: Rajawali Pres,2013),hal 75.

(35)

18

pada Koperasi Wanita Tunas Harapan Desa Montong Are Kecamatan Kediri Kabupaten Lomnok Barat)”.

3. Sumber Data

Pada penelitian kali ini penulis terdapat beberapa sumber data, baik berupa data perimer ataupun sekunder :

a. Sumber data Perimer

Yang dimaksud sumber data primer adalah sumber informasi secara langsung memberikan informasi kepada pendata atau proses pengumpulan data secara individu seperti wawancara yang dilakukan oleh peneliti. Data primer ini dipakai dalam hal wawancara secara langsung tentang pemberdayan perempuan melalui Koperasi wanita tunas harapan di Desa Montong Are kec.Kediri. Adapun yang menjadi informan adalah Ibuk Sahnim selaku Ketua Koperasi Wanita tunas harapan.

b. Sumber Sekunder

Berbeda dari pengumpulan dan analisis data, data sekunder mengacu pada kumpulan analisis kerja yang dilakukan untuk interpretasi, membuat kesimpulan, atau memperoleh lebih banyak pengetahuan.26

4. Metode Pengumpulan Data

Cara pengumpulan data kali ini, peneliti menggunakan beberapa teknik diantanya sebagai berikut :

a. Wawancara (interview)

Esterberg mendefinisikan wawancara sebagai percakapan antara dua orang ketika informasi atau ide dipertukarkan melalui pertanyaan untuk menciptakan makna di sekitar subjek tertentu.27 Wawancara adalah diskusi satu lawan satu antara

26Sofian Efendi dan Tukiran, Metode Penelitian Survey (Jakarta: LP3ES 2012), hal 11

27 Sugiono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D (Bandung;

Alfabeta, 2011), hal 231.

(36)

19

peneliti dan responden atau nara sumber. Percakapan yang berlangsung adalah berupa Tanya jawab.

b. Dokumentasi

Menurut Moleong metode dokumetasi telah digunakan dalam penelitian sejak lama karna dokumen sering digunakan sebagai sumber data untuk mempelajari, menafsirkan, bahkan membuat perediksi. Informasi tersebut merupakan catatan tertulis, foto- foto peristiwa, kegiatan dan karya kegiatan.28

Dokumentasi adalah teknik pengumpulan data berupa data data tertulis yang mengandung keterangan dan penjelasan serta pemikiran tentang fenomena yang masih actual dan sesuai dengan masalah penelitian. Teknik dokumentasi berproses dan berawal dari menghimpun dokumen, memilih milih dokumen sesuai dengan tujuan penelitian, mencatat dan menerangkan, menafsirkan dan menghubung hubungkan dengan fenomena lain.

c. Observasi

Observasi yaitu mengadakan pengamatan langsung secara sistematis terhadap fenomena yang diselidiki.29 Observasi adalah dasar dari semua pengetahuan. Para ilmuan dapar bekerja berdasarkan data, yaitu fakta mengenai dunia kenyataan yang diperoleh melalui obsesrvasi.30 Data yang peneliti inginkan melalui metode ini ialah berupa pengamatan langsung terhadap aktifitas pimpinan dan pengurus Kopwan tunas harapan Desa Montong Are Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat.

28 J. Moeleong Lexy, metodelogi penelitian kualitatif,( Bandung: PTRemaja Rosdakarya),hlm, 157.

29 Sutrisno Hadi,“Metodologi Research”,(Yogyakarta: Fak.Psikologi UGM,1994),hal.136

30 J. Moeleong Lexy, metodelogi penelitian kualitatif,( Bandung: PTRemaja Rosdakarya),hlm, 157.

(37)

20

5. Analisi Data

Noeng Muhadjir, mengemukakan pengertian analisis data sebagai upaya mencari dan menata secara sistematis catatan hasil observasi, wawancara dan lainnya untuk meningkatkan pemahaman peneliti tentang kasus yang diteliti dan menyajikannya sebagai temuan bagi orang lain.31

Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan analisis deskriptif, dimana tujuan dari analisis ini adalah untuk menggambarkan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta serta hubungan antara fenomena yang diselidiki. Analisa dilakukan setelah data-data yang dibutuhkan dalam penelitian ini terkumpul. Data yang di dapat mengenai Peranan Koperasi Wanita Dalam Pemberdayaan Ekonomi Perempuan ( Studi Kasus Koperasi Wanita Tunas Harapan Desa Montong Are Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat.).

Berdasarkan data tersebut, proses analisa penelitian ini dilakukan mulai dari membaca, mempelajari, dan menelaah data dengan menggunakan langkah-langkah menurut Miles dan Huberman, diantaranya sebagai berikut:32

1. Pengumpulan data

Pengumpulan data yaitu mengumpulkan data di lokasi penelitian dengan melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi dengan menentukan strategi pengumpulan data yang dipandang tepat dan untuk menentukan fokus serta pendalaman data pada proses pengumpulan data berikutnya.

31 Faisal, Sanapiah,“Pengumpulan dan Analisis Data dan Penelitian Kualitatif”,(Dalam Burhan Bungin Analisis Data Penelitian Kualitatif Pemahaman Filosofis dan Metodologis), Vol. 17 No. 33 (Januari-Juni 2018) hal. 84

32 Miles, Matthew B., “Analisis data kualitatif: buku sumber tentang metode- metode baru/ Matthew B, Miles dan A. Michael Huberman; penerjemah Tjejep Rohendi Rohidi”, (Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia, 1920, hlm. 15.

(38)

21

2. Reduksi data

Reduksi data merupakan suatu bentuk analisis yang menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu dan mengorganisasikan data sedemikian rupa sehingga diperoleh kesimpulan akhir dan di verifikasi.

3. Penyajian data

Penyajian data adalah kegiatan mengelompokkan data yang telah direduksi. Pengelompokkan data dilakukan dengan menggunakan label atau lainnya.

4. Penarikan kesimpulan (verifikasi)

Penarikan kesimpulan adalah kegiatan analisis yang lebih dikhususkan pada penafsiran data yang telah disajikan.

H. Sistematika Pembahasan

Sistematika pembahsan yang digunakan peneliti dalam menyusun skripsi ini adalah sistematika laporan penelitian kualitatif disusun menjadi 4 (empat) Bab :

BAB I merupakan pendahuluan yang membahas tentang uraian dari latar belakang masalah, rumusan masalah, Tujuan dan manfaat penelitian, ruang Lingkup dan setting penelitian, telaah pustaka, keranagka teori, metode penelitian, dan sistematika pembahasan.

BAB II ini berisi tentang gambaran umum lokasi penelitian ini, mencakup tentang Analisis Program Pemberdayaan Perekonomian yang dilakukan oleh Koperasi Wanita Tunas Harapan, Analisis Faktor pendukung dan penghambat dari pemberdayaan perekonomian perempuan yang dikelola oleh Koperasi Wanita Tunas Harapan Desa Montong Are Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat. Dalam hal ini peneliti meneliti sebisa mungkin menjaga jarak dan menahan diri untuk tidak mencampuri fakta terlebih dahulu.

(39)

22

BAB III ini merupakan inti dari penelitian ini. Pembahasan ini di ungkapkan proses analisis terhadap temuan peneliti sebagai mana di paparkan di bab II berdasakan pada perspektif penelitian atau teoritik penelitian sebagai mana telah di ungkap di bagian pendahuluan.

BAB IV Merupakan penutup berisikan, kesimpulan dan saran.

(40)

23

BAB II

PAPARAN DATA DAN TEMUAN A. Gambaran Umum Koperasi Wanita Tunas Harapan

1. Sejarah Berdirinya Koperasi Wanita Tunas Harapan

Koperasi wanita tunas harapan (Kopwan Tunas Harapan) Beralamat di desa montong are tepatnya di jalan Tgh Mustafa Al- khalidy, desa Montong Are, kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok barat. Kopwan berdiri pada tanggal 23 Januari 2008 dengan nama awal yaitu Kelompok Buruh Tani Wanita pada tahun 2004.

Pada tahun 2008 Kelompok buruh tani tersebut resmi berbadan hukum dan berganti nama menjadi Koperasi Wanita Tunas Harapan dengan nomor badan Hukum : 582/BH/XXVIII/I/2008 Tanggal 23 Januari 2008.33

Tabel 2.1 Jumlah Anggota

No Pekerjaan

Anggota

Laki Perempuan

1 Petani 10 40

2 Pedagang 10 45

3 Wiraswasta 6 9

4 Pegawai Negeri sipil 4 9

Jumlah 30 103

Sumber : Data skunder, Laporan Koperasi Wanita Tunas Harapan.

Dari 133 anggota koperasi Tunas Harapan, yang terdiri dari laki-laki 30 orang dan perempuan 103 orang sedangkan dari total

33Sahnim, Ketua Kopwan Tunas Harapan, Wawancara,Montong Are Kediri,29 juli 2022

(41)

24

jumlah keseluruhan anggota koperasi, yang dimana terdapat beberapa jenis pekerjaannya pedagang sekitar 55 orang, petani sekitar 50 orang, wiraswasta 15 orang dan 13 orang sebagai pegawai Negeri, dan ada juga usaha pendukung yang dimiliki oleh koperasi sendiri, untuk mendukung kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat Montong Are khususnya anggota koperasi, dan usaha yang masih ada sampai saat ini adalah pelatihan pembuatan Rengginang, pembuatan telur asin, pembuatan dodol nangka dan pembuatan kerupuk rumput laut, dan pernah mengadakan budidaya ikan lele, akan tetapi budidaya ikan lele tersebut gagal dikarenakan kurangnya pengetahuan dalam pembudidayaan ikan lele tersebut sehingga terjadi kegagalan

Bentuk usaha yang dikelola oleh koperasi yang berkembang hingga saat ini adalah usaha simpan pinjam dimana usaha ini juga sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi bagi semua anggota koperasi, bentuk-bentuk pelatihan usaha yang pernah di adakan di koperasi wanita tunas harapanbseperti pelatihan pembuatan Rengginang, pembuatan telur asin, pembuatan dodol nangka dan pembuatan kerupuk rumput laut, pernah juga mengadakan budidaya lele, sampe pelatihan menjahit.

Adapun Struktur kepengurusan dan kepengawasan kopwan tunas harapan sebagai berikut : 34

1. Pengawas

a. Ketua : Siti Zaenab b. Anggota : Muti’ah

c. Anggota : Siti Heria Ulfa 2. Pengurus

a. Ketua : Sahnim b. Sekertaris : suhartiningsih c. Bendahara : Nurmu’adah

34Dokumen laporan, Kopwan Tunas Harapan, Montong Are Kediri, 29 Juli 2022

(42)

25

2. Visi dan Misi Koperasi Wanita Tunas Harapan a. Visi Koperasi Wanita Tunas Harapan

“Meningkatkan Peran serta Anggota dalam berkoperasi sehingga dapat mewujudkan kesejahteraan ekonomi bagi anggota Kopwan Tunas Harapan.”

b. Misi Koperasi Wanita Tunas Harapan

“Membantu anggota dalam memperoleh modal usaha untuk mensejahterakan pereonomian setiap anggota.35 3. Struktur Organisasi Koperasi Wanita Tunas Harapan

Untuk menjalankan usaha perkoperasian struktur organisasi yang baik dan jelas patut mendapat perhatian khusus, demi kelancaran koperasi. Hal ini membutuhkan kerjasama hubungan yang harmonis antar rekan kerja dan pembagian tugas memastikan bahwa setiap orang memegang tugas sesuai dengaan kemampuannya.

Struktur organisasi yang bagus adalah salah satu syarat untuk memajukan koperasi agar menjadi sebuah koperasi yang berhasil (sukses),tanpa adana struktur organisasi yang bagus (baik) kemungkinan semua kegiatan tidak akan berjalan dengan lancer sehingga semua tujuan dari kopwan tunas harapan tidak akan pernah tercapai. Untuk lebih jelasnya struktur organisasi yang ada di Koperasi Wanita Tunas Harapan sebagai berikut:36

35 Dokumen, Laporan Kopwan Tunas Harapan, Montong Are Kediri, 29 Juli 2022

36Dokumen, Laporan Kopwan Tunas Harapan,Montong Are Kediri,29 Juli 2022

(43)

26

Gambar: 2.1 Struktur kepengurusan Permodalan Kopwan Tunas Harapan :

a. Simpanan Pokok Rp. 30,425,000 (133 orang jumlah anggota bervariasi simpoknya dianataranya 250.000 sebanyak 103 orang, 180.000 sebanyak 2 orang, 150.000 sebanyak 2 orang 160.000 sebanyak 3 orang, 170.000,- sebanyak 1 orang dan 200.000,- sebanyak 1 orang, 110.000,- sebanyak 2 orang) b. Simpanan Wajib : Rp. 20,750.000 ( 1 orang 5000 )

c. Simpanan Lain-Lain: Tidak di bertkan d. Cadangan : Rp. 47,603,669

e. Dana-dana dari SHU jumlah Modal: 21,228,881 f. Modal Penyertaan : Rp. 60,000,000

RAT

PENGURUS PENGAWAS

MANAGER

KASIR

ANGGOTA PEMBINA

(44)

27

Jadi Jumlah Modal Kopwan sebesar: Rp. 385,028,10437

Dana-dana SHU dari lima tahun terakhir dana SHU tersendiri mengalami ketidak stabilan dari beberapa tahun terakhir dikarenakan ada faktor-faktor yang menjadi hambatan di Kopwan Tunas Harapan, seperti data yang sudah di berikan oleh pimpinan Kopwan tunas Harapan sebagai berikut :

Tabel jumlah SHU Kopwan Tunas Harapan dalam lima tahun terakhir sebagai berikut:38

Tabel 2.2 Perkembangan SHU 5 Tahun terakhir

No SHU Jumlah

1 2017 Rp. 16.627.197

2 2018 Rp. 23. 464. 958 3 2019 Rp. 19. 924.123 4 2020 Rp. 20. 786. 737

5 2021 Rp. 21.228.881

Sumber : Data Skkunder, Laporan keuangan Kopwan Tunas Harapan Demikian jumlah shu dari lima tahun terakhir dari Kopwan Tunas Harapan terdapat turun naiknya SHU diakibatkan oleh perekonomian yang terganggu pada tahun 2018 sampai 2020 yang terjadi karna gempa dan Covid 19 yang terjadi beberapa tahun tersebut.39

37 Dokumen,Laporan Kopwan Tunas Harapan, Montong Are Kediri, 29 juli 2022

38 Dokumentasi, Laporan Tahunan Rat Kopwan Tunas Harapan, Montong Are Kediri, 29 Juli 2022

39Dokumen, Laporan Kopwan Tunas Harapan , Montong Are, Kediri 29 Juli 2022

(45)

28

4. Kondisi Penduduk Koperasi

Desa Montong are adalah desa yang bias dibilang dengan desa yang padat penduduk, yang terbagi menjadi 12 dusun diantaranya : Dusun Kebun baru, Sama jaya, Samah ngiring, Montong are barat, Montong Are tengah, Montong are timur, Montong are saru, Montong are gelegot, Telabah geres, Penandah, terajon,dan Nyiurgding dimana penduduknya yang banyak terbagi menjadi dua jenis sesuai dengan kelamin yaitu Laki-Laki dan Perempuan.

5. Produk Koperasi Wanita Tunas Harapan

Koperasi Wanita Tunas Harapan Menawarkan produk simpan pinjam, “simpan pinjam merupakan lembaga keuangan bukan Bank yang bertugas memberikan pelayanan terhadap anggotanya, berupa pinjaman dan tempat penyimpanan uang bagi anggotanya.”40

Manfaat koperasi simpan pinjam dintaranya sebagai berikut : a. Membantu anggota memperoleh simpanan dengan mudah

dan tidak berbelit-belit.

b. Disaat peminjaman dana tidak menggunakan jaminan.

c. Pembagian bunga yang adil dikarenakan disepakati dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT)

Produk simpan pinjam merupakan upaya koperasi untuk menyediakan barang dan kebutuhan yang dibutuhkan oleh anggotanya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kehidupan mereka.

Simpan pinjam sendiri bertujuan untuk memudahkan anggota dalam mendapatkan modal untuk usahanya agar bisa mensejahterakan perekonomian rumah tangga bagi kaum Hawa agar tidak di pandang sebelah mata oleh laki-laki, dan bisa menjadi

40 Sahnim, Ketua Kopwan Tunas Hrapan, Wawancara, Montong Are Kediri, 29 juli 2022

(46)

29

contoh bagi para perempuan diluar sana terlebih khusus di desa montong are.

Sumber permodalan koperasi merupakan sumber permodalan sendiri (equty) bergantung pada besarnya simpanan para anggota dan jumlah anggota koperasi tersebut. Jika usaha koperasi berhasil, maka modal dibangun dari cadangan setiap tahun. Modal koperasi berbeda dari perusahaan lain karena tidak bergantung pada modal atau keanggotaan dari luar untuk mendanai pertumbuhannya. Ini membuatnya tumbuh lambat karena tidak harus bersaing dengan perusahaan lain untuk mendapatkan sumber dana.

Alasannya adalah: Pertama, modal anggota koperasi Bukan sebuah "sumber" bagi hasil seperti perseroan terbatas dan kedua, menurut prinsip lain dari koperasi dengan keanggotaan terbatas, penarikan anggota dari koperasi mengurangi modal koperasi.

Setidaknya itu akan ada ketidak stabilan di modal koperasi itu sendiri.

Menurut UU. No.25/1992 modal koperasi terdiri dari: 41 1.Modal sendiri yang dimana modal ini didapat dari:

a. Simpanan pokok, atau sejumlah uang yang harus dibayarkan oleh anggota koperasi saat pertama kali bergabung. Selama anggota yang bersangkutan masih menjadi anggota, simpanan pokok tidak dapat diambil kembali.

b. Simpanan wajib, atau jumlah simpanan tertentu yang tidak perlu sama, adalah sejumlah uang yang wajib dibayar oleh anggota kepada koperasi pada waktu-waktu tertentu.

Simpanan wajib tidak dapat dikembalikan selama anggota yang bersangkutan masih aktif.

c. Dana cadangan, atau uang yang diperoleh melalui penyisihan sisa hasil usaha, disisihkan untuk menutup modal sendiri maupun kerugian koperasi bila di perlukan.

41 Dinas Koperasi Lombok Barat, Pedoman peningkatan multi fungsi pelayanan koperasi kepada masyarakat(Jakarta:Deputi bidang kelembagaan koperasi dan UKM 2006), hlm.7

(47)

30

d. Modal pinjaman yaitu modal yang diperoleh dari anggota kemudian disimpan dan di olah kembali kepada para anggota yang membutuhkan pinjaman.

6. Data pinjaman anggota

Ada beberapa data pinjaman anggota yang masih tersimpan di Kopwan Tunas Harapan yang dimana data tersebut dari tahun ke tahun selalu meningkat dan jumlah peminat yang meminjam meningkat dengan beragam pinjaman yang pernah di lakukan, karena usaha Kopwan tersendiri ialah simpan pinjam maka dari pada itu seperti ini data pinjaman anggota dari 4 tahun terakhir sebagai berikut:42

Tabel 2.3 Pinjamam Anggota

Tahun Jumlah

2018 Rp. 263,831,200 2019 Rp. 295,828,500 2020 Rp. 331,531,250 2021 Rp. 355,420,850

Sumber : Data Skunder, Laporan keuangan kopwan 7. Data Pinjaman Anggota Yang mempunyai Usaha

Dari beberapa anggota yang tergabung dalam Kopwan Tunas Harapan berikut hasil wawancara yang dilakukan di beberapa lokasi dengan mencari rumah anggota yang meminjam untuk memulai usaha dan mengembangkan usahanya berikut beberapa data pinjaman anggota yang mempunyai usaha sendiri untuk memodali usahnya agar usaha yang dijalaninya meningkat.

42Dokumen ,Laporan Kopwan Tunas Harapan, Montong Are Kediri, 29 Juli 2022

(48)

31

Hal ini sebagai mana di ungkapkan oleh Rusmini Salah satu anggota Kopwan Tunas Harapan sebagai modal pengembangan usaha yang telah di jalani selama ini, yaitu usaha berdagang.

“Untuk menambah barang dagangan saya meminjam modal sebesar Rp 2.000.000 untuk mengembangkan usaha saya dan beberapa bulan lagi anggsurnya mau selesai, tinggal 600,000 tersisa.”43

Hal lain di ungkapkan oleh saudari Jumrah warga dari dusun Montong Are timur untuk mengembangkan barang daganganya jumrah meminjam modal sebesar Rp.5.000.000 untuk mengembangkan barang dagangnya, yang dimana dagangan yang di kelolanya seperti menjual kebutuhan sehari- hari, jumrah mengatakan,

Saya sudah sering meminjam modal untuk memenuhi kebutuhan dan untuk memodali usaha saya supaya barang dagangan semakin banyak dan semakin berkembang agar diminati warga yang akan berbelanja.44

Sama halnya juga dengan Rahmah anggota Kopwan yang beralamat di dusun Penandah desa Montong Are ini meminjam modal untuk membuka usahanya,

Saya meminjam modal di Kopwan Tunas Harapan itu sebesar Rp. 10,000,000 dengan modal pinjaman itu saya akan memulai usaha dan berharap perekonomian saya membaik dengan memulai berjualan, saya mau berjualan kebutuhan pokok yang sering di cari oleh masyarakat

43Rusmini, Anggota Kopwan Tunas Harapan, Wawancara, Sama Jaya, Montong Are, 29 Juli 2022

44Jumrah, Anggota Kopwan Tunas Harapan, Wawancara, Montong Are Timur, 29 Juli 2022

(49)

32

seperti jualan sayur, bahan lauk pauk mentah dan snak-snak untuk anak-anak. 45

B. Program pemberdayaan perekonomian yang di lakukan oleh koperasi wanita tunas harapan.

1. Bentuk pemberdayaan

bentuk pemberdayaan yang terdapat pada Kopwan Tunas Harapan yaitu seperti pengadaan pelatihan-pelatihan yang diadakan oleh Koperasi Wanita Tunas Harapan dengan harapan pelatihan tersebut mampu untuk menggali potensi yang ada pada anggota koperasi tersebut, dengan berbekal potensi dan pengetahuan, anggota koperasi mampu untuk memberdayakan perekonomiannya.

Bentuk pelatihan yang sudah di jalani koperasi seperti program pengembangan kapasitas yakni sebagai berikut:

a. Budidaya lele

Salah satu jenis ikan air tawar yang telah dibudidayakan secara komersial oleh masyarakat sekitar adalah ikan lele. Karena dapat dicapai pada lahan dan air dalam jumlah terbatas, teknik budidaya yang relatif sederhana, dan biaya awal yang murah, budidaya ikan lele berkembang diharapkan dapat berkembang pesat.

Budidaya lele dilakukan di sejumlah titik di Desa Montong Are dengan pengadaan modal untuk pembelian bibit lele dan pakan, kopwan tunas harapan memodali anggota yang berminat untuk membudidayakan ikan lele tersebut dengan usaha tersebut Kopwan mengharapkan Kopwan dapat mengembangkan perekonomian baik itu untuk Anggota maupun perekonomian Kopwan itu sendiri.

Namun sesuai informasi yang peneliti dapatkan dari narasumber yaitu ketua Kopwan Tunas Harapan Ibu Sahnim belia mengatakan bahwa,

45Rahmah, Anggota Kopwan Tunas Harapan, Wawancara, Penandah, Montong Are, 29 Juli 2022

Gambar

Tabel 1.1 Persentase pekerjaan Penduduk  No  Pekerjaan
Tabel 2.1 Jumlah Anggota
Tabel  jumlah  SHU  Kopwan  Tunas  Harapan  dalam  lima  tahun  terakhir sebagai berikut: 38
Tabel 2.3 Pinjamam Anggota

Referensi

Dokumen terkait

Hasil pengamatan tentang perilaku ekstra peran (OCB) karyawan Koperasi Simpan Pinjam Nasari Semarang pada bulan Januari 2015, didapatkan bahwa sebagian besar, tidak

Kabupaten Pesisir Barat merupakan salah satu daerah tujuan wisata yang sekarang ini telah banyak peminatnya. memiliki banyak wisata yang menarik untuk di kunjungi salah

Bagi Danamon Simpan Pinjam (DSP) Solusi Modal Cluster Bandung 2 Regional Jawa Barat hasil penelitian ini dapat dimaknai bahwa tingkat kepuasan kerja karyawannya akan

dalam Memenuhi Pelayanan Anak Asuh Pada Yayasan Panti Asuhan Budi Rahayu Amuntai”, sebagai salah satu syarat guna memperoleh gelar strata satu Sarjana

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh langsung antara jumlah anggota terhadap perolehan sisa hasil usaha pada Koperasi Simpan Pinjam Wisuda Guna

Dari tabel diatas kita dapat melihat, bahwa sesungguhnya bagi masyarakat Kecamatan Kampar Timur, dengan adanya dana pinjaman Simpan Pinjam khusus Perempuan (SPP) melalui

10 Tahun 1998 tentang perbankan, bahwa prinsip syariah adalah aturan perjanjian berdasarkan hukum islam antara bank dan pihak lain untuk penyimpanan dana dan atau pembiayaan kegiatan

5 dana, dokumentasi dan administrasi serta prosedur pengawasan penyaluran pembiayaan.10 Oleh karena itu diperlukan adanya pengendalian internal yang harus dilakukan oleh bank dengan