• Tidak ada hasil yang ditemukan

ROLEPLAY PENCEGAHAN WAHAM

N/A
N/A
fitri khoirunisa

Academic year: 2023

Membagikan "ROLEPLAY PENCEGAHAN WAHAM"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

ROLEPLAY PENCEGAHAN WAHAM

Perawat : Fitri Khoirunisa Pasien : Nheila Nentika L

Disebuah rumah sakit jiwa di ruang Melati terdapat seorang pasien yang memiliki Riwayat waham dan ia meyakini bahwa dirinya adalah seorang putri kerajaan yang akan menjadi pengantin

Perawat melakukan cuci tangan 6 langkah sebelum ke pasien FASE ORIENTASI

1. Identifikasi pasien menggunakan minimal dua identitas

Perawat : “selamat pagi saya perawat fitri yang bertugas pada hari ini boleh disebutkan mbak Namanya siapa dan tanggal lahirnya berapa?”

Pasien : “saya nheila tanggal lahir saya 04 januari 1999”

2. Jelaskan tujuan dan Langkah Langkah prosedur

Perawat : saya disini ingin membantu kondisi mbak agar lebih baik, apakah mbak bersedia untuk ngobrol sama saya?”

Pasien : “iya boleh Mbak”

FASE KERJA

3. Identifikasi Kesehatan mental klien

Perawat : “gimana mbak perasaan nya hari ini?”

(2)

Pasien : “saya Bahagia mbak tapi kenapa saya ada sini ya seharusnya hari ini saya menikah dengan pangeran dari Kerajaan lain?”

Perawat : “ coba mbak lihat sekeliling mbak sekarang ada dimana?”

( pasien melihat sekeliling ruangan )

Perawat : “coba mbak baca tulisan didekat pintu, kita ada dimana?”

( perawat menunjukan tulisan “rumah sakit” kepada pasien ) Pasien : “tulisannya Rumah Sakit”

Perawat : “berarti mbak sekarang ada dimana?”

Pasien : “ saya dirumah sakit yaa mbak?”

Perawat : “betul sekali mbak sekarang mbak ada di rumah sakit”

4. Monitor pemulihan dan kepatuhan pengobatan pasien Perawat : “ hari ini sudah minum obat belum mbak?”

Pasien : “sudah saya minum kok mbak tadi ”

Perawat : “iya bagus ya mbak setiap hari obat nya diminum secara rutin jangan sampai lupa ya”

Pasien : “iya mbak”

5. Validasi setiap keyakinan pasien yang salah

Perawat : “hari ini mbak kelihatan rapi dan cantik sekali loh”?

Pasien : “iya mbak soalnya saya hari ini mau menikah”

Perawat : “memangnya mbak mau menikah dengan siapa?”

Pasien : “saya ini mau menikah dengan pangeran dari Kerajaan”

(3)

Perawat : “menurut mbak kalau mau menikah harus mengenakan apa?”

Pasien : “harus mengenakan baju pengantin, berada Gedung mewah banyak bunga bunga”

Perawat : “coba mbak lihat sekarang mbak pakai baju pengantin atau tidak?”

( pasien tampak melihat bajunya dan menyadari kalau ia tidak mengenakan baju pengantin)

Pasien : “oh hiya mbak saya tidak pakai baju pengantin”

Perawat : “nahh berarti sekarang mbak bukan seorang pengantin yaa”

6. Latih mengontrol pikiran

Perawat : “ sekarang agar mbak merasa lebih baik mbak dengarkan dan ikuti saya ya, jika perasaan mbak yang mau menikah itu muncul kembali, mbak bisa menutup mata dan mengatakan stop dengan yakin ya mbak untuk menghentikan perasaan itu.

( pasien mengikuti apa yang di instruksikan perawat) FASE TERMINASI

Perawat : “sekarang mbak bisa sebutkan kembali cara yang saya ajarkan untuk menghentikan pikiran dan perasaan mbak?”

Pasien : “ saya bisa menutup mata dan mengatakan stop kepada diri saya dengan yakin untuk menghentikan perasaan saya muncul kembali”

Perawat : “ iya betul sekali ya mbak. Cara itu bisa mencegah pikiran dan perasaan mbak sehingga mbak dapat menjadi lebih baik. Saya kira untuk sesi mengobrol kita sudah cukup sampai disini, sekarang saya akan Kembali ke ruang perawat, terimakasih sudah mau mengobrol dengan saya hari ini ya mbak”

(4)

Pasien : “sama sama”

Perawat melakukan cuci tangan 6 langkah dan melakukan dokumentasi prosedur serta respon pasien

Referensi

Dokumen terkait

Pada implementasi keperawatan didapatkan gambaran bahwa yang paling penting dalam penanganan pasien asma adalah memaksimalkan dan menggerakkan perawat dalam memberikan

Dengan fenomena yang ada, dapat kita lihat bagaimana orang-orang yang bekerja langsung dengan pasien HIV /AIDS seperti perawat pada bagian rawat inap ini mengalami

…”Pertama kali sulit itu pasti ya mbak, tapi karena saya setiap hari merawat, menjaga dan mendampinginya ke sekolah/ yayasan, maka saya punya pikiran kalau saya dapat

Menurut Nursalam (2011) yang mempengaruhi beban kerja perawat adalah jumlah pasien yang dirawat setiap hari di unit rawat inap, kondisi atau tingkat ketergantungan pasien,

Infeksi nosokomial adalah infeksi yang didapat oleh pasien ketika dalam proses asuhan keperawatan atau dirawat di rumah sakit dan tindakan perawat diperlukan

Orang – orang termasuk petugas kesehatan yang mungkin terpajan dengan pasien probabel atau konfirmasi infeksi MERS-CoV harus disarankan untuk memantau kesehatannya selama 14

Uji coba alat ukur dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 8 Agustus 2017 di Ading Yoga and Pilates Studio Semarang dengan 15 orang peserta hatha yoga, wanita yang menikah

Tim bedah melakukan review masalah yang perlu diperhatikan untuk penyembuhan dan manajemen pasien selanjutnya ya/tidak Nama Tim Anestesi : Nama Instrumentator : Nama Perawat