DAMPAK GAYA KEPEMIMPINAN, BUDAYA ORGANISASI DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI DINAS PERTANIAN KABUPATEN MAMASA. Pengaruh gaya kepemimpinan, budaya organisasi dan motivasi terhadap kinerja pegawai di Dinas Pertanian Kabupaten Mamasa binaan Rustan dan Mustaking.
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Apalagi jika itu orang baru agar bisa diterima di lingkungan kerja yang benar, dia berusaha mempelajari apa yang dilarang dan apa yang baik dan apa yang buruk, apa yang benar dan apa yang salah dan apa yang diperbolehkan dan apa yang tidak. . apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Berdasarkan fenomena diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Budaya Organisasi dan Motivasi Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Mamasa”.
Rumusan Masalah
JFU) dan nomor 87 untuk jabatan pengawas (Eselon IV) dan nomor 88 untuk jabatan pengurus (Eselon III) dan nomor 89 untuk jabatan Pratama Tinggi (Eselon II), yang disampaikan kepada Bupati Mamasa melalui Penasehat Kepegawaian (BKD) di setiap awal tahun, sebagaimana dijabarkan dalam sasaran kinerja pegawai, meskipun Kementan dilihat dari evaluasi kelembagaan memperoleh posisi tolok ukur dalam kategori A.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Manfaat praktis ditujukan kepada dinas terkait yaitu Dinas Pertanian Kabupaten Mamasa sehingga dapat dijadikan sebagai bahan masukan bagi Pemerintah Kabupaten Mamasa khususnya Dinas Pertanian. Diharapkan gambaran penelitian ini dapat menjadi bahan kebijakan tentang apa yang harus dilakukan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Mamasa.
Penelitian Terdahulu
Hasil tabel koefisien motivasi kerja menunjukkan thitung 2,489 > ttabel 1,708 dan signifikansi 0,020 < 0,05 yang secara parsial menunjukkan bahwa motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Kamaliah, (2018), melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Budaya Organisasi dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Akuntan Pemerintah Pekanbaru Riau (studi empiris pada Akuntan BPKP)”.
Kepemimpinan
- Pengertian Gaya Kepemimpinan
- Jenis Gaya Kepemimpinan
- Karakteristik Seorang Pemimpin
- Tujuan Kepemimpinan Dalam Organisasi
- Indikator Gaya Kepemimpinan
Gaya kepemimpinan adalah sifat, kebiasaan, perangai, watak dan kepribadian yang membedakan seorang pemimpin dalam berinteraksi dengan orang lain. Gaya kepemimpinan dimana seorang pemimpin memberikan wewenang kepada tim yang dipimpinnya dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.
Budaya Organisasi
- Pengertian Budaya Organisasi
- Ciri-Ciri Budaya Organisasi
- Fungsi Budaya Organisasi
- Karakteristik Budaya Organisasi
- Hal-hal yang Mempengaruhi Budaya Organisasi
- Karakteristik Budaya Organisasi
- Budaya dengan profesionalisme
- Indikator Budaya Organisasi
Asumsi menggunakan nilai yang sama dipandang sebagai faktor yang membentuk budaya organisasi yang dapat dibagi. Sedangkan menurut Silalahi (2014), budaya organisasi harus ditujukan untuk menciptakan nilai (Values) yang pada hakekatnya merupakan faktor-faktor yang terkandung dalam budaya organisasi. itu harus mencakup faktor-faktor yang meliputi: keyakinan, nilai, norma, gaya, keyakinan, dan keyakinan pada kemampuan pekerja.
Motivasi
- Pengertian Motivasi
- Jenis-Jenis Motivasi
- Teori Motivasi
- Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi
- Indikator Motivasi
Kebutuhan untuk mempertahankan hidup yang termasuk dalam kebutuhan ini adalah kebutuhan makan, minum dan sebagainya. Yakni, kebutuhan manusia akan penghargaan, penilaian, pengakuan, keberadaan dan rasa terima kasih dari orang lain. e) Kebutuhan aktualisasi diri (security actualization). Need for Achievement, yaitu kebutuhan akan prestasi yang merupakan cerminan dari kecenderungan untuk bertanggung jawab dalam memecahkan masalah.
Need for Affiliation, yaitu kebutuhan berafiliasi yang merupakan dorongan untuk berinteraksi dengan orang lain, untuk bersama orang lain, tidak ingin merugikan sesuatu yang merugikan orang lain. Kebutuhan akan kekuasaan, yaitu kebutuhan akan kekuasaan yang merupakan cerminan dari dorongan untuk memperoleh otoritas untuk memiliki pengaruh terhadap orang lain.
Kinerja
- Pengertian Kinerja
- Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kinerja
- Indikator Kinerja
- Tujuan dan Sasaran Kinerja a. Tujuan Kinerja
- Manfaat Penilaian Kinerja
Dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan, organisasi harus melalui sarana organisasi yang terdiri dari sumber daya yang berperan aktif dalam mencapai tujuan organisasi yang bersangkutan. Mencapai tujuan organisasi terkait erat dengan kinerja individu karyawan, sehingga menjadi faktor yang mempengaruhi kinerja individu (Mathis dan Jackson, 2016). Efisiensi adalah sejauh mana penggunaan sumber daya organisasi "energi, uang, teknologi, bahan mentah" dimaksimalkan untuk meningkatkan hasil setiap unit dalam penggunaan sumber daya.
Konsistensi antara upaya dan pencapaian tujuan individu dengan tujuan organisasi akan memungkinkan tercapainya hasil yang baik. Adapun multiple level dari tujuan tersebut antara lain (level Wibowo Corporate adalah level dimana tujuan dikaitkan dengan tujuan dan nilai-nilai dalam rencana strategis organisasi secara keseluruhan yang ingin dicapai.
BAB III
Kerangka Konseptual
Sebaliknya, budaya organisasi yang lemah tercermin dari kurangnya komitmen/pegawai terhadap nilai, keyakinan dan sikap bersama yang biasa dilakukan atau disepakati. Kinerja adalah tanggung jawab setiap individu untuk bekerja, membantu mendefinisikan ekspektasi kinerja, menyediakan kerangka bagi supervisor dan pekerja untuk berkomunikasi satu sama lain. Kinerja adalah hasil kerja yang memiliki hubungan kuat dengan tujuan strategis organisasi, kepuasan pelanggan dan memberikan kontribusi ekonomi.
Kinerja adalah seperangkat hasil yang dicapai dan mengacu pada tindakan mencapai dan melakukan pekerjaan yang diperlukan. Tujuan tingkat yang lebih rendah berkontribusi pada pencapaian tujuan tingkat yang lebih tinggi. Tujuan kinerja adalah pernyataan khusus yang menjelaskan hasil yang akan dicapai, kapan dan oleh siapa.
Hipotesis
Definisi Operasional Variabel
Budaya organisasi merupakan nilai-nilai yang menjadi pedoman bagi sumber daya manusia untuk mengadaptasi masalah-masalah eksternal dan upaya integrasi ke dalam organisasi, sehingga setiap anggota organisasi harus memahami nilai-nilai yang ada dan bagaimana bertindak atau berperilaku. Jadi motivasi adalah dorongan yang diatur oleh suatu tujuan dan jarang muncul dalam ruang hampa.
Jenis dan Desain Penelitian
Lokasi dan Waktu Penelitian
Populasi dan Sampel
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder dengan sumber data sebagai berikut. Data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari responden diperlukan untuk mengetahui tanggapan responden mengenai pengaruh gaya kepemimpinan, budaya organisasi dan motivasi terhadap kinerja karyawan. Data sekunder yaitu data berupa dokumen hasil studi dokumentasi berupa gambaran umum lembaga, jumlah pegawai, struktur organisasi, sejarah dan perkembangan lembaga.
Teknik Pengumpulan Data
Ancok dan Singarimbun (2013) menjelaskan bahwa validitas mengacu pada sejauh mana suatu alat ukur (instrumen) mengukur apa yang hendak diukur. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini dapat dikatakan valid atau sahih apabila mampu mengukur apa yang hendak diukur dan dapat mengungkapkan informasi dari variabel yang diteliti secara teratur. Nasution (2012) menjelaskan bahwa suatu alat ukur dikatakan valid jika alat tersebut mengukur apa yang seharusnya diukur.
Suatu instrumen dapat dikatakan handal (reliable) jika alat ukur tersebut mengarah pada stabilitas atau stabil, dimana tingkat reliabilitas menunjukkan sejauh mana alat ukur tersebut dapat diandalkan dan dipercaya sehingga hasil pengukuran tetap stabil jika diulang. pengukuran dilakukan dengan gejala yang sama, dengan alat ukur yang sama. Nasution (2012), menjelaskan bahwa suatu alat ukur dikatakan reliabel jika alat tersebut dalam mengukur suatu gejala pada waktu yang berbeda selalu menunjukkan hasil yang sama.
Uji Asumsi Dasar
Uji Asumsi Klasik
- Teknik Analisa Data
- Hasil Penelitian
- Gambaran Umum Objek Penelitian
- Deskriptif Responden
- Deskripsi Variabel Penelitian
Pengendalian dan penanggulangan hama dan penyakit, penanggulangan bencana alam dan dampak perubahan iklim pada tanaman pangan; f.Pengendalian dan penanggulangan hama dan penyakit, penanggulangan bencana alam dan dampak perubahan iklim pada tanaman pangan; f.Pengendalian dan penanggulangan hama dan penyakit, penanggulangan bencana alam dan dampak perubahan iklim pada tanaman hortikultura; F.
Dinas, mempunyai tugas pokok menyusun, melaksanakan kebijakan dan memberikan bimbingan teknis serta pemantauan dan evaluasi di bidang peternakan dan kesehatan hewan. pemberian pembinaan pascapanen, pengolahan dan pemasaran produk di bidang peternakan; k.Pemantauan dan evaluasi di bidang peternakan dan kesehatan hewan; l.
Gaya Kepemimpinan (X 1 )
Pemimpin mampu berkomunikasi dengan baik dalam menyampaikan pesan, ide atau pemikiran kepada orang lain. Mengenai poin pernyataan kedua yaitu manajer mampu memotivasi bawahannya untuk meningkatkan kinerja, 29,7% responden menjawab sangat setuju, 25,0% responden menjawab setuju, dan 45,3% responden menjawab cukup, sisanya tidak ada responden yang akan menjawab saya tidak setuju dan saya tidak setuju sama sekali saya setuju. Untuk poin keempat pernyataan yaitu Pemimpin mampu mengawasi/mengelola bawahan yang bermasalah, 28,1% responden menjawab sangat setuju, 26,6% responden menjawab setuju, dan 45,3% responden menjawab cukup, tidak ada responden lainnya yang menjawab tidak setuju dan sangat tidak setuju.
Pada pernyataan kelima berupa pemimpin selalu memperhatikan dalam melakukan pekerjaan, bertanggung jawab dan melindungi semua bawahannya, 10,9% responden sangat setuju, 53,1% responden menjawab setuju, dan 35,9% responden menjawab ya, selebihnya tidak ada responden yang menjawab tidak setuju dan sangat tidak setuju. Pada pernyataan keenam tentang pimpinan menindak tegas pegawai yang melakukan pelanggaran, 25,0% responden sangat setuju, 26,6% responden setuju, dan 48,4% responden menjawab cukup, selebihnya tidak ada responden yang menjawab tidak setuju atau sama sekali tidak setuju.
Budaya Organisasi (X 2 )
Untuk item pernyataan kedua yaitu saya selalu mendapat dorongan dari atasan untuk melaksanakan tugas saya dengan baik, 18,8% responden sangat setuju, 37,5% responden setuju, dan 43,8% responden responden menjawab cukup, selebihnya tidak ada responden yang menjawab tidak setuju dan sangat tidak setuju. Pada pernyataan ketiga saya selalu mendapatkan perlakuan yang baik dan sikap superior yang diterapkan dalam organisasi, 31,3% responden menjawab sangat setuju, 25,0% responden menjawab setuju dan 43,8% responden menjawab cukup, sisanya menjawab tidak ada responden. tidak setuju dan sangat tidak setuju. Pada item pernyataan keempat yaitu saya selalu baik hati menjadi panutan dan panutan bagi karyawan lain, 18,8% responden sangat setuju, 37,5% responden setuju dan 43,8% responden menjawab cukup, maka selebihnya tidak ada responden yang menjawab tidak setuju dan sangat tidak setuju.
Pada poin kelima pernyataan berupa Saya selalu memberikan pelayanan sesuai prosedur yang telah ditetapkan, 25,0% responden menjawab sangat setuju, 28,1% responden menjawab setuju, dan 46,9% responden menjawab cukup, sisanya tidak ada responden yang menjawab tidak setuju. dan sepenuhnya. Saya tidak setuju. Pada poin keenam pernyataan dalam bentuk saya berusaha mengembangkan ilmu agar dapat bekerja dengan baik, 18,8% responden menjawab sangat setuju, 59,4% responden menjawab setuju dan 21,9%.
Motivasi (X 3 )
Mengenai pernyataan poin kedua yaitu saya memiliki kemauan yang lebih dibandingkan karyawan lain, 20,3% responden menjawab sangat setuju, 57,8%. Mengenai poin pernyataan ketiga, saya siap melaksanakan dan menjalankan tugas walaupun di luar jam kerja, 29,7% responden menjawab sangat setuju, 25,0% responden menjawab saya setuju, dan 45,3% responden menjawab cukup, maka selebihnya tidak ada responden yang menjawab. Saya tidak setuju dan sangat tidak setuju. Pada butir pernyataan keempat yaitu saya bersedia mengikuti berbagai pendidikan dan pelatihan untuk memperoleh pengetahuan profesional, meskipun bukan bidang pekerjaan saya saat ini, 29,7% responden menjawab sangat setuju, 25,0% dari responden menjawab setuju. .
Pada item pernyataan kelima berupa Saya berusaha menunjukkan praktik kerja yang baik dan mendorong rekan kerja untuk bekerja dengan baik dan disiplin, 25,0% responden menjawab sangat setuju, 28,1% responden menjawab ya, dan 46,9% responden menjawab cukup, selanjutnya tidak ada responden yang menjawab tidak setuju atau sangat tidak setuju. Pada butir pernyataan keenam berupa Saya sangat menyadari tugas dan kewajiban saya, 34,4% responden menjawab sangat setuju, 20,3% responden menjawab setuju, dan 45,3% responden menjawab cukup, sisanya tidak ada. responden menjawab tidak setuju dan sangat tidak setuju.
Kinerja Pegawai (Y)
- Uji Validitas dan Reliabilitas a. Uji Validitas
- Uji Asumsi Klasik
- Uji Analisis Regresi Linear Berganda
- Pengujian Hipotesis
- Uji Determinasi
- Pembahasan Hasil Penelitian
- Pengaruh Gaya Kepemimpinan Secara Parsial Terhadap Kinerja Pegawai
- Pengaruh Budaya Organisasi Secara Parsial Terhadap Kinerja Pegawai
- Pengaruh Motivasi Secara Parsial Terhadap Kinerja Pegawai
- Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Budaya Organisasi dan Motivasi Secara Simultan Terhadap Kinerja Pegawai Secara Simultan Terhadap Kinerja Pegawai
- Variabel Yang Paling Dominan Berpengaruh Terhadap Kinerja Pegawai
- Kesimpulan
- Saran – Saran
- Keterbatasan Penelitian
Sehingga pada akhirnya dapat diterima hipotesis yang menjawab bahwa terdapat pengaruh gaya kepemimpinan, budaya organisasi dan motivasi secara parsial terhadap kinerja pegawai di Dinas Pertanian Kabupaten Mamasa. Uji F dimaksudkan untuk menganalisis secara simultan pengaruh variabel gaya kepemimpinan, budaya organisasi dan motivasi terhadap kinerja pegawai pada dinas pertanian Kabupaten Mamasa. 22 diketahui bahwa variabel gaya kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai di Dinas Pertanian Kabupaten Mamasa.
22 Variabel budaya organisasi diketahui berpengaruh namun tidak signifikan terhadap kinerja pegawai di Dinas Pertanian Kabupaten Mamasa. 22 Variabel motivasi diketahui berpengaruh signifikan terhadap kinerja pekerja di Dinas Pertanian Kabupaten Mamasa. Gaya kepemimpinan, budaya organisasi dan motivasi secara simultan berpengaruh terhadap kinerja pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Mamasa.
Variabel motivasi merupakan variabel yang paling dominan pengaruhnya terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pertanian Kabupaten Mamasa.