• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERATURAN DAERAH KABUPATEN LIMA PULUH KOTA

N/A
N/A
Aisey Ch

Academic year: 2023

Membagikan "PERATURAN DAERAH KABUPATEN LIMA PULUH KOTA"

Copied!
289
0
0

Teks penuh

Peraturan Daerah Kabupaten Lima Puluh Kota Nomor 1 Tahun 2018 Tentang Pemerintahan Nagari (Lembaran Daerah Lima Puluh Kota Tahun 2018 Nomor 1). TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH NOMOR 6 TAHUN 2016 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH KABUPATEN LIMA PULUH KOTA TAHUN 2016-2021.

KINERJA PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH VIII-1

  • 7 Tabel 2.8 Perubahan Luas Penggunaan Lahan Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun
  • 37 Tabel 2.39 Persentase Perkembangan Angka Partisipasi Sekolah (APS) Usia 16-18
  • 40 Tabel 2.43 Banyak Ruang Kelas Pada SD Negeri dan Swasta Menurut Kondisi di
  • 42 Tabel 2.46 Banyak Sekolah, Murid, Guru dan Kelas Sekolah Taman Kanak-kanak di
  • 43 Tabel 2.50 Rasio Posyandu Per Satuan Balita di Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun
  • 52 Tabel 2.58 Rasio Tempat Ibadah Persatuan Penduduk Kabupaten Lima Puluh Kota
  • 56 Tabel 2.61 Banyak dan penghuni panti Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2010-2015 57
  • 70 Tabel 2.68 Rasio penduduk Ber-KPT Per Satuan Penduduk Kabupaten Lima Puluh Kota
  • 81 Tabel 2.79 Jumlah dan Nilai Investor Berskala Nasional (PMDN/PMA) Kabupaten Lima
  • 85 Tabel 2.83 Kunjungan Wisata Mancanegara dan Nusantara Kabupaten Lima Puluh
  • 94 Tabel 2.91 Perbandingan Bagi Hasil dengan Total APBD Tahun 2010-2015 95
  • 48 Diagram 2.16 Cakupan Penemuan dan Penanganan Penderita Penyakit TBC BTA di
  • 51 Diagram 2.19 Panjang Jalan (km) Dilalui Roda 4 Kabupaten Lima Puluh Kota tahun
  • 68 Diagram 2.33 Kepemilikan Akte Kelahiran Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2010-
  • 3 Diagram 3.2 Perbandingan Target Pendapatan dalam APBD dengan Realisasi

Angka tahunan di Lima Puluh Kabupaten Kota 2010-2015 II-38 Tabel 2.40 Hubungan ketersediaan sekolah dengan jumlah penduduk usia sekolah i.

PENDAHULUAN

Selain itu, Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) sebagai rencana kerja tahunan juga harus mengacu dan berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Lima Puluh Kota Tahun 2016-2021. Peraturan Daerah Kabupaten Lima Puluh Kota Nomor 2 Tahun 2013 tentang Pemerintahan Nagari (Lembaran Daerah Lima Puluh Kota Tahun 2013 Nomor 2);

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

Berdasarkan visi dan misi tersebut, maka arah kebijakan pembangunan kabupaten/kota di lima puluh kota tersebut sejalan dengan maksud dan tujuan pembangunan di tujuh kabupaten/kota tetangga. Sistem penulisan perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah 2016-2021 (PZhMDM) kabupaten lima puluh kota terdiri atas 9 bab, sebagai berikut.

GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH BAB IV PERMASALAHAN DAN ISU SRATEGIS DAERAH

Pembangunan Daerah Jangka Menengah Tahun 2016-2021 dengan tekad bulat untuk mewujudkan Kabupaten Rokan Hulu yang sejahtera melalui peningkatan pembangunan ekonomi masyarakat, pendidikan, prasarana, kesehatan dan kehidupan beragama yang rukun dan berbudaya, dengan misi 1) Terwujudnya pembangunan ekonomi berbasis komunitas di masyarakat pedesaan dan mendorong pengembangan investasi untuk pengentasan kemiskinan guna menciptakan keseimbangan pembangunan antar kecamatan dan desa serta antar kelompok masyarakat; 2) Mewujudkan kualitas sumber daya manusia yang cerdas dan sehat berdasarkan iman dan takwa; 3) Terwujudnya ketersediaan prasarana jalan dari desa ke kota guna membuka peningkatan aksesibilitas produksi perekonomian masyarakat pedesaan; 4) Terwujudnya pemerintahan yang baik, bersih, dan berwibawa melalui penyelenggaraan pemerintahan yang aspiratif, partisipatif, dan transparan; 5) Terwujudnya kehidupan beragama sebagai landasan budaya saling menghormati antar suku dan agama yang berbeda untuk menciptakan keamanan dan perdamaian. Oleh karena itu, koordinasi pelaksanaan pembangunan infrastruktur dan pengelolaan lingkungan hidup tujuh kabupaten/kota ke depan perlu ditingkatkan dan dilakukan penyesuaian sesuai dengan arah kebijakan pembangunan kawasan perbatasan kabupaten lima puluh kota tersebut. .

STRATEGI, ARAH KEBIJAKAN DAN PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH

Dalam pelaksanaan program-program pembangunan yang dilakukan khususnya di daerah perbatasan, perlu adanya saling mendukung dan melengkapi dalam mencapai visi dan misi pelaksanaan di masing-masing provinsi yang secara umum ditujukan untuk terwujudnya masyarakat sejahtera.

PENUTUP

ASPEK DAYA SAING DAERAH

Konsumsi rumah tangga per kapita dan pengeluaran konsumsi non makanan per kapita periode 2010-2015 di Lima Puluh Kota disajikan pada Gambar 2.10 di bawah ini. Pengeluaran konsumsi per kapita dan pengeluaran konsumsi nonmakanan per kapita (dalam persen) Kabupaten Lima Puluh Kota tahun 2010-2015. Dari diagram di atas terlihat bahwa dalam kurun waktu 5 (lima) tahun rata-rata pengeluaran rumah tangga untuk konsumsi per kapita sebesar 55,97 persen, dan rata-rata pengeluaran konsumsi non makanan per kapita sebesar 28,79 persen.

Pengeluaran rumah tangga untuk konsumsi non-makanan lebih tinggi per per kapita dibandingkan konsumsi pangan rumah tangga per penduduk. Rata-rata konsumsi pangan rumah tangga per penduduk selama 5 (lima) tahun sebesar 27,18 persen. Berdasarkan data rata-rata selama 5 (lima) tahun tersebut diperkirakan konsumsi rumah tangga per per kapita pada tahun 2015 akan turun dan pengeluaran konsumsi non rumah tangga akan turun.

Selama periode 2010-2015, rasio ketergantungan pada Kabupaten Lima Puluh Kota dapat dilihat pada Gambar 2.11 di bawah ini.

ASPEK PELAYANAN UMUM .1. Layanan Urusan Wajib Dasar

Selama periode produktivitas kerja pada Kabupaten Lima Puluh Kota dapat dilihat pada Tabel 2.63 berikut ini. Selama periode ini, pencari kerja yang ditempatkan di Kabupaten Lima Puluh Kota mengalami pasang surut. TPT di Kabupaten Lima Puluh Kota periode 2010-2015 dapat dilihat pada Gambar 2.25 berikut.

Pada periode TPT rata-rata turun 1,08 persen di Kabupaten Lima Puluh Kota. Selama periode 2010-2015, kepemilikan KTP di Kabupaten Lima Puluh Kota ditunjukkan pada Tabel 2.70 di bawah ini.

Diagram  2.23  menunjukkan  bahwa  selama  kurun  waktu  2010-2014,  persentase  TPAK  di  Kabupaten  Lima Puluh  Kota mengalami  pasang  surut
Diagram 2.23 menunjukkan bahwa selama kurun waktu 2010-2014, persentase TPAK di Kabupaten Lima Puluh Kota mengalami pasang surut

KINERJA KEUANGAN TAHUN 2010-2015

Kondisi tersebut menggambarkan pertumbuhan PAD yang cukup tinggi dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 29,77 persen. Rata-rata pertumbuhan PAD periode tahun 2010-2015 merupakan rata-rata pertumbuhan terbesar dibandingkan dengan rata-rata pertumbuhan dana perimbangan dan pendapatan sah daerah lainnya. Secara diagram rata-rata pertumbuhan pendapatan Kabupaten Lima Puluh Kota periode tahun 2010-2015 dapat dilihat pada diagram di bawah ini.

Dana perimbangan jika dilihat rata-rata pertumbuhannya setiap tahunnya tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan. Namun pada tahun 2014 terjadi peningkatan rata-rata pertumbuhan yang sangat signifikan karena adanya peningkatan signifikan pada pajak daerah dan PAD lainnya. Berdasarkan diagram di atas, jika dilihat dari sisi pertumbuhan pada periode tersebut, rata-rata target penerimaan dalam APBD sebesar 14,36 persen dan rata-rata realisasi pertumbuhan pendapatan sebesar 14,34 persen.

Dari seluruh komponen belanja, rata-rata pertumbuhan terendah terdapat pada belanja pegawai pada kelompok belanja tidak langsung yaitu sebesar 10,78 persen.

KEBIJAKAN PENGELOLAAN KEUANGAN TAHUN 2010-2015

Rasio lancar pada tahun 2015 sebesar 29,55, artinya Pemerintah Daerah Kabupaten Lima Puluh Kota mempunyai kemampuan membayar kewajiban jangka pendek sebesar 29 kali lipat. Mengingat rasio utang terhadap modal pada tahun 2015 yang juga sebesar 0,00, berarti pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota mempunyai kekuatan keuangan yang sangat baik. Jika dibandingkan dengan belanja pemenuhan perangkat Kabupaten Lima Puluh Kota periode 2011-2015 rata-rata sebesar 70,85 persen.

Penutupan defisit anggaran riil Kabupaten Lima Puluh Kota periode 2010-2015 dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Sementara itu, komposisi anggaran penutupan defisit riil Kabupaten Lima Puluh Kota mengalami peningkatan setiap tahunnya selama periode 2010-2015. Ditinjau dari realisasi sisa surplus perhitungan APBD Kabupaten Lima Puluh Kota periode 2010-2015 dalam jutaan rupiah, pada tahun 2010 sebesar Rp.

Realisasi kelebihan pembiayaan anggaran (riil) kabupaten lima puluh kota selama periode 2010-2015 selalu mengalami peningkatan.

KERANGKA PENDANAAN

Tujuan analisis perhitungan kerangka hibah adalah untuk menghitung besarnya kapasitas riil perekonomian daerah yang harus disisihkan untuk membiayai program pembangunan jangka menengah daerah selama 5 (lima) tahun ke depan. Penghitungan kerangka pendanaan dilakukan dengan memperhitungkan tingkat pertumbuhan pendapatan, pengeluaran dan perhitungan sisa anggaran lebih riil yang diperoleh Kabupaten Lima Puluh Kota selama beberapa tahun, serta perkiraan kondisi keuangan yang mungkin timbul pada tahun tersebut. masa depan. Pada tabel 3.11 di atas terlihat bahwa prioritas I merupakan program daerah yang diprioritaskan untuk belanja wajib dan mengikat serta prioritas utama yaitu belanja pokok penyelenggaraan pemerintahan kota.

Sedangkan prioritas II dialokasikan pada program-program pembangunan prioritas antara lain di bidang pendidikan, kesehatan, dukungan kedaulatan pangan, pengembangan pariwisata, perdagangan dan UMKM, pembangunan infrastruktur pelayanan dasar yang langsung menjawab kebutuhan masyarakat serta prioritas lainnya. , yaitu. pembangunan spiritual dan reformasi birokrasi. Perhitungan kerangka pendanaan menunjukkan bahwa sebenarnya kemampuan keuangan daerah bervariasi antara 41,10 persen - 44,48 persen dari total pendapatan. Kapasitas keuangan daerah yang sebenarnya mencerminkan besarnya pos Belanja Langsung dari APBD Kabupaten Lima Puluh Kota.

PERMASALAHAN DAN ISU-ISU STRATEGIS DAERAH

PERMASALAHAN PEMBANGUNAN

Rendahnya derajat kesehatan disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain kurangnya ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan, kesenjangan distribusi tenaga kesehatan, dan belum optimalnya cakupan layanan jaminan kesehatan masyarakat. Hal ini dapat dikatakan menjadi penyebab utama banyaknya penderita penyakit yang belum tertangani dengan baik, angka kematian bayi sebesar 13,66 bayi per seribu kelahiran dan kasus kematian ibu yaitu 3 kasus yang masih tinggi. serta kondisi derajat kesehatan masyarakat yang belum bahagia, baik kondisi sanitasi, air minum, lingkungan dan persampahan. Potensi pertanian daerah yang belum terolah secara optimal terlihat dari upaya peningkatan produksi pangan yang belum mencapai standar nasional, seperti produktivitas padi yang selama ini baru mencapai 4,74.

Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa hal antara lain pengembangan daya tarik destinasi yang tidak terencana dan terintegrasi dengan baik sehingga waktu tinggal wisatawan sangat singkat, lemahnya kelembagaan pelaku pariwisata serta keterkaitan dan integrasi antar sektor pendukung pariwisata. yang tidak optimal. Rendahnya kualitas pelayanan publik yang dirasakan saat ini disebabkan oleh beberapa permasalahan yang belum dapat terselesaikan hingga berakhirnya periode RPJMD sebelumnya, yaitu: belum efektifnya penerapan SPM dan standar pelayanan, belum maksimalnya kinerja. dari aparatur, masih rendahnya peran APIP (Aparat Pengawasan Intern Pemerintah), masih rendahnya peran PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi) dalam menciptakan transparansi informasi publik, rendahnya pengawasan terhadap penerapan peraturan daerah, belum terintegrasinya penerapan e-Government, dan belum adanya kerjasama antar daerah serta kerjasama antara pemerintah dan badan usaha yang dapat berdampak pada peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, rencana induk, zonasi, dan rencana detail tata ruang belum disusun secara matang, pembangunan perumahan dan permukiman belum tertata dengan baik, cakupan target pelayanan air bersih, air minum, dan persampahan belum tercapai, serta belum tercapainya pengelolaan sampah. sumber daya air dan irigasi belum dilaksanakan.

Kurangnya kualitas infrastruktur juga terlihat dari belum adanya perbaikan infrastruktur di bidang-bidang utama sebagaimana mestinya.

ISU STRATEGIS

Selama periode ketersediaan pangan di Kabupaten Lima Puluh Kota rata-rata sebesar 361,8 kg/kap/tahun. Permasalahan tingginya persaingan usaha dan rendahnya realisasi investasi disebabkan oleh sedikitnya peluang usaha di wilayah Lima Puluh Kota. Implementasi hal ini akan mendukung terwujudnya kawasan lima puluh kota produktif, hijau dan nyaman.

Permasalahan yang dihadapi Kabupaten Lima Puluh Kota adalah (1) belum tercapainya wajib belajar 9 tahun, (2) sarana dan prasarana sekolah belum optimal dalam menunjang tercapainya pendidikan bermutu khususnya di daerah pinggiran kota, (3) ) keterampilan tenaga pengajar yang ada masih rendah dan (4) masih adanya kesenjangan pemerataan penempatan guru. Saat ini Sarilamak mulai berkembang menjadi pusat ibu kota Kabupaten Lima Puluh Kota. Pelaksanaan pembangunan juga terjadi di wilayah-wilayah yang menjadi basis perjuangan, yang tersebar di beberapa wilayah di lima puluh kabupaten kota.

Bencana yang umum terjadi di distrik Lima Puluh Kota antara lain banjir, tanah longsor, dan terkadang kekeringan.

VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

VISI

MISI

TUJUAN DAN SASARAN

MENINGKATKAN KUALITAS KEHIDUPAN BERAGAMA, BERADAT DAN BERBUDAYA Tujuan

MENINGKATKAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA Tujuan

MENINGKATKAN TATA KELOLA PEMERINTAHAN DAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK Tujuan

Meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui revitalisasi perekonomian dan reformasi kelembagaan berbasis masyarakat dengan memanfaatkan potensi daerah.

STRATEGI, ARAH KEBIJAKAN DAN PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH

Selain itu, arah kebijakan pembangunan tahunan untuk masing-masing tujuan selama periode 2016-2021 adalah sebagai berikut. Strategi dan arah kebijakan dirumuskan terhadap aspek-aspek yang mempunyai pengaruh dan pengaruh besar terhadap pencapaian tujuan dan sasaran dalam lima tahun ke depan. Selanjutnya, arah kebijakan pembangunan tahunan untuk masing-masing tujuan selama periode waktu tersebut adalah sebagai berikut.

Strategi dan arah kebijakan pembangunan merupakan rumusan perencanaan untuk mencapai tujuan dan sasaran yang efektif dan efisien untuk mewujudkan visi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Lima Puluh Kota (RPJMD) periode 2016-2021. Arah kebijakan berkaitan dengan arah kebijakan secara keseluruhan di setiap misi, yang berkaitan langsung dengan pengentasan kemiskinan.

Gambar

Diagram  2.1  di  bawah  ini,  juga  menggambarkan  data  persentase  luas  penggunaan  setiap  lahan kawasan hutan
Tabel di atas menunjukkan pertumbuhan penduduk tertinggi pada tahun 2010 dan terendah  di  tahun  2013
Diagram  2.23  menunjukkan  bahwa  selama  kurun  waktu  2010-2014,  persentase  TPAK  di  Kabupaten  Lima Puluh  Kota mengalami  pasang  surut
Tabel 2.70  Kepemilikan KTP
+3

Referensi

Dokumen terkait

(1) Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit mempunyai tugas menyiapkan pelaksanaan, monitoring dan evaluasi kegiatan pencegahan penyakit (imunisasi), pengamatan

Kepala Bagian Fasilitasi Penganggaran dan Pengawasan mempunyai tugas membantu Sekretaris DPRD menyiapkan bahan penyusunan kebijakan, pedoman dan petunjuk

Dalam rangka memenuhi amanat Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang

Maksud dari penyusunan dokumen Rencana Strategis Kecamatan Situjuah Limo Nagari Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2016 – 2021 adalah untuk memberikan landasan kebijakan

(2) Wali Nagari yang melakukan perbuatan yang bertentangan dengan peraturan perund undangan yang berlaku atau norma- norma yang hidup dan berkembang dalam kehidu masyarakat

Pengkoordinasian dan sinkronisasi penyusunan laporan kinerja program di bidang Kesekretariatan, Bidang Pelayanan Kesehatan, Bidang Pencegahan Pemberantasan Penyakit,

Penduduk Terlayani Luas Wilayah Terlayani (Km2) Satuan 2017 2018 2019 2020 2021 2017 2018 2019 2020 2021 APBD Kab/Kota APBD Provinsi APBN Pembiayaan Lainnya Indikasi

Pemerintah Kota Pariaman bersama DPRD Kota Pariaman telah mengeluarkan regulasi tentang pencegahan, penindakan, dan pemberantasan penyakit masyarakat dan maksiat