RENCANAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SKI MI
UIN SUSKA RIAU DISUSUN OLEH
Natasya Khairani 12110823265
SEMESTER 5/ KELAS B
PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGRI SULTAN SYARIF KASIM RIAU 2023
RENCANAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Sekolah : Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Pekanbaru Mata Pelajaran : Sejarah Kebudayaan Islam
Kelas/Semester : III/1 Pertemuan ke- : 1 (Satu)
Materi Pokok : Mata Pencaharian Masyarakat Arab Sebelum Islam Alokasi waktu : 1 x 17 Menit
A. Kompetensi Inti (KI)
KI-1 Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya KI-2 Menunjukkan perilaku jujur,disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan
percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya
KI-3 Memahami pengetahuan faktual dan konseptual dengan cara mengamati, menanya dan mencoba berdasarkan rasa ingintahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolahdan tempat bermain
KI-4 Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.
B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi Kompetesi Dasar (KD) Indikator Pencapaian Kompetensi
3.2 Memahami mata
pencaharian masyarakat Arab sebelum Islam
3.2.1 Menjelaskan sumber mata pencaharian Masyarakat arab sebelum islam
3.2.2 Menjelaskan aktivitas peternakan pada masyarakat Makkah
3.2.3 Menjelaskan aktivitas mata pencaharian pertanian masyarakat Makkah
C. Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan pengamatan dan bimbingan guru dengan model pembelajaran Problem Based Learning siswa diharapkan :
1. Dapat Menjelaskan sumber mata pencaharian masyarakat Arab sebelum islam 2. Dapat Menjelaskan aktivitas peternakan pada masyarakat Makkah
3. Dapat Menjelaskan aktivitas mata pencaharian pertanian masyarakat Makkah
D. Materi Pembelajaran
1. Mata Pencaharian Masyarakat Arab Sebelum Islam a) Beternak
b) Bertani c) Berdagang
E. Metode Pembelajaran Pendekatan : Scientific
Model : Problem Based Learning
Metode : Penugasan, pengamatan, Tanya Jawab, Diskusi dan Ceramah F. Media/Alat, Bahan dan Sumber Belajar
1. Media
o Gambar/video pendek tentang masyarakat Arab sebelum Islam.
o Lembar Kerja Siswa 2. Alat/Bahan
o Laptop/ Proyektor o Kertas HVS 3. Sumber Belajar
o Buku SKI Kelas III SD/MI o Internet
G. Langkah-langkah Pembelajaran
Kegiatan Deskripsi Alokasi
Waktu Pendahuluan - Guru memulai kegiatan pembelajaran dengan mengucapkan
salam dan mengajak peserta didik berdo’a bersama.
- Guru menyapa, memeriksa kehadiran, kerapian serta kesiapan peserta didik.
- Sebelum memulai permbelajaran guru mengajak peserta didik untuk melakukan “tepuk siap” agar lebih bersemangat.
- Guru Jelaskan secara singkat apa yang akan dipelajari hari ini, yaitu mata pencaharian masyarakat Arab sebelum islam - Guru memulai pelajaran dengan pertanyaan, "Apa itu mata pencaharian?" dan mengajak siswa untuk berpartisipasi dalam diskusi singkat.
3 menit
Kegiatan Deskripsi Alokasi Waktu Inti 1. Peserta didik mengamati gambar yang ditunjukkan
guru pada slide PowerPoint (Mengamati/Critical Thinking)
2. Peserta didik dan guru melakukan tanya jawab tentang gambar: (Menanya/Critical Thinking)
- Apa yang ditunjukkan oleh gambar tersebut?
3. Siswa menonton video pendek tentang masyarakat Arab sebelum Islam untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas. (Mengamati/Literasi)
4. Guru meminta Peserta didk membentuk 3 kelompok belajar yang masing-masing terdiri dari 4-5 orang peserta didik untuk memainkan sebuah game turnamen (team games turnament)
5. Setiap anggota kelompok secara bergantian akan menjawab pertanyaan yang sudah diberikan sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan.
6. Setelah selesai, setiap peserta kembali ke kelompok asalnya kemudian diumumkan kelompok terbaik pada pertemuan ini.
7. Guru meminta salah seorang Peserta didik membuat kesimpulan hasil dari pembelajaran hari ini.
15 menit
Penutup - Guru merangkum pembelajaram dan memberikan pujian kepada siswa atas usaha mereka selama pembelajaran hari ini.
- Sebelum menutup pembelajaran, guru mengevaluasi/
menilai kemampuan siswa dengan meberikan tugas rumah berupa lembar kerja siswa. (terlampir)
- Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan membaca hamdalah dan mengakhiri pertemuan dengan ucapan salam.
2 Menit
H. Penilaian
1. Sikap (afektif) : Observasi
2. Kognitif (pengetahuan) : tes tertulis (Terlampir) a. Remedial
Peserta didik yang sudah mencapai kompetensi yang ditentukan yaitu mengetahui matapencaharian masyarakat Arab sebelum Islam berdasarkan instrumen penilaian yang ada, diminta untuk mengerjakan materi pengayaan yang telah disiapkan oleh guru. Dalam materi pengayaan ini bisa juga peserta didik yang telah menguasai materi
pelajaran diberi tugas untuk membantu peserta didik lain yang belum menguasai materi pelajaran. Atau bisa juga peserta didik diberi tugas untuk membaca buku yang berhubungan dengan materi pelajaran di perpustakaan, dan membuat cerita singkat dari buku yang telah dibaca.
Cerita tersebut selanjutnya diberikan kepada guru untuk diberikan nilai.
b. Pengayaan
Bagi peserta didik yang belum menguasai materi, guru terlebih dahulu mengidentifikasi hal-hal yang belum dikuasai. Berdasarkan identifikasi tersebut, peserta didik kembali mempelajarinya dengan bimbingan guru, dan melakukan penilaian kembali. Pelaksanaan Remedialal dilakukan pada hari dan waktu tertentu yang sesuai dengan keadaan di madrasah, misalnya 30 menit setelah jam belajar selesai.
Refleksi Guru
Pekanbaru, 06 Oktober 2023
Guru Kelas
Natasya Khairani S.Pd
Lembar Kerja Siswa Nama :……….
Kelas :………..
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan benar dan jelas!
1. Apa nama masyarakat Arab yang tinggal di pedalaman? Jelaskan kegiatannya!
2. Apa nama masyarakat Arab yang tinggal di perkotaan? Jelaskan kegiatannya!
3. Apa nama surah di dalam Al-Qur’an yang menceritakan kisah perniagaan bangsa Arab? Jelaskan!
4. Jelaskan manfaat yang dihasilkan pohon kurma bagi masyarakat Arab pra- Islam!
5. Apa contoh positif yang dapat kita ambil dari kegiatan perekonomian masyarakat Arab praIslam?
Jawab :
Selamat mengerjakan
Lampiran 1 - Penilaian
1. Sikap
Penilaian proses dilakukan oleh guru pada saat siswa melakukan diskusi No N A M A Keaktifan Ketepatan Kerjasama skor
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
Jumlah Skor Keterangan :
1. Sangat baik 2. Baik 3. Cukup 4. Kurang 2. Pengetahuan
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan benar dan jelas!
a. Apa nama masyarakat Arab yang tinggal di pedalaman? Jelaskan kegiatannya!
b. Apa nama masyarakat Arab yang tinggal di perkotaan? Jelaskan kegiatannya!
c. Apa nama surah di dalam Al-Qur’an yang menceritakan kisah perniagaan bangsa Arab? Jelaskan!
d. Jelaskan manfaat yang dihasilkan pohon kurma bagi masyarakat Arab pra- Islam!
e. Apa contoh positif yang dapat kita ambil dari kegiatan perekonomian masyarakat Arab praIslam?
Pada tugas ini Setiap soal mempunyai skor 20. Jika soal yang ada berjumlah 5 soal, Maka skor keseluruhan adalah 100. Adapun bobot masing-masing soal adalah jika jawaban atas pertanyaan sesuai dengan kunci jawaban maka bobotnya 20. Jika jawaban atas pertanyaan tidak mendekati atau semakna maka bobotnya 0.
Contoh rubrik dengan skor dan kategori sebagai berikut.
Jawaban Skor
Jika jawaban semua soal benar 100 Jika jawaban soal yang benar 4 80 Jika jawaban soal yang benar 3 60 Jika jawaban soal yang benar 2 40 Jika jawaban soal yang benar 1 20 Jika jawaban soal salah semua 0 Keterangan :
1. Nilai 90 – 100 = 4 2. Nilai 75 - 89 = 3 3. Nilai 60 – 74 = 2 4. Nilai < 60 = 1 Penskoran:
Skor 4 jika kebenaran konsep, keberanian, bahasa, kelancaran SANGAT BAIK Skor 3 jika kebenaran konsep, keberanian, bahasa, kelancaran BAIK
Skor 2 jika kebenaran konsep, keberanian, bahasa, kelancaran CUKUP BAIK Skor 1 jika kebenaran konsep, keberanian, bahasa, kelancaran KURANG BAIK
Skor perolehan Nilai = --- x 4
Skor maksimal
Lampiran 2
Materi Mata Pencaharian Masyarakat Arab sebelum Islam
Bangsa Arab jahiliyah atau bangsa arab sebelum islam ada yang tinggal di kota dan ada pula yang tinggal di desa. Penduduk yang tinggal di kota disebut suku Hadary, artinya penduduk yang menetap di kota. Mata pencaharian mereka adalah berdagang. Sedangkan penduduk pedesaan disebut suku Badawi (Badui) yang suka berpindah-pindah tempat. Golongan penduduk inilah yang terbesar jumlahnya dibandingkan dengan penduduk lainnya. Mata pencaharian mereka adalah bertani dan beternak. Secara garis besar, mata pencaharian atau pekerjaan masyarakat Arab jahiliyah antara lain:
A. Beternak
Beternak menjadi sumber kehidupan bagi Arab Badui. Mereka berpindah-pindah menggiring ternaknya ke daerah yang sedang musim hujan atau padang rumput. Mereka mengkonsumsi daging dan susu dari ternaknya, serta membuat pakaian dari bulu domba. Jika telah terpenuhi kebutuhannya, mereka menjualnya kepada orang lain. Orang kaya dikalangan mereka dinilai dan terlihat dari banyaknya hewan ternak yang dimilikinya.
Binatang ternak yang mereka pelihara terutama adalah biri-biri, kambing, dan unta. Selain Arab Badui, sebagian masyarakat perkotaan yang menjadikan beternak sebagai sumber penghidupan. Ada yang menjadi penggembala ternak milik sendiri, ada juga yang menggembala ternak orang lain. Seperti Nabi Muhammad Saw., ketika tinggal di Bani Sa’ad beliau seorang penggembala kambing. Begitu juga Umar bin Khattab, Ibnu Mas’ud dan lainlain.
B. Bertani
Jazirah Arab di sebagian besar daerahnya berupa padang pasir yang luas. Keadaan di padang pasir itu sangat panas dan gersang. Di padang pasir hampir tidak ada pohon-pohonan. Tetapi ada juga sebagian yang tanahnya subur. Lahan yang subur itu terletak di lembah-lembah yang terdapat mata air (oase) dan sering turun hujan. Suku Arab yang mendiami lembah yang subur itu mempunyai mata pencaharian sebagai petani.
Tanah pertanian mereka antara lain sayuran dan buah-buahan. Hasil pertanian itu kemudian dijual ke kota-kota, seperti Makkah dan Madinah.
Adapun masyarakat perkotaan yang tinggal di daerah subur, seperti Yaman, Thaif, Madinah, Najd, Khaibar atau yang lainnya, mereka menggantungkan sumber kehidupan pada pertanian. Meskipun wilayah Arab dikelilingi lautan pada ketiga sisinya, namun wilayah ini nyaris tidak mempunyai sungai, jika ada hanyalah sungai kecil yang tidak berfungsi sebagai sarana pelayaran. Andaikan cukup curah hujan maka sudah pasti wilayah ini sangat subur untuk menghasilkan kopi, kurma, gandum dan buah-buahan lainnya.
Kurma merupakan tanaman primadona di wilayah Arab. Ia sangat dekat dengan kehidupan masyarakat, baik mereka yang kaya maupun miskin. Sebab tanpa pohon kurma maka kehidupan di padang pasir akan semakin terasa sangat menderita. Pohon kurma sendiri di tanah Arab memiliki banyak kegunaan. Buahnya merupakan makanan tetap masyarakat Arab, bijinya sebagai persediaan untuk makanan unta, sarinya yang dicampur dengan susu merupakan minuman yang khas bagi masyarakat Badui, batang kayunya digunakan sebagai bahan bakar untuk keperluan memasak, sedangkan daunnya digunakan untuk membuat atap rumah, kemudian serabut pada dahannya digunakan sebagai tali tambang.
Karena itu, pohon kurma selalu menjadi pujaan dan impian orang- orang Badui yang sepanjang kehidupan mereka kekurangan air dan buah- buahan. Pada wilayah-wilayah pesisir pantai banyak menghasilkan buah dan sayur-sayuran. Yaman merupakan wilayah tersubur di Jazirah Arab yang menghasilkan gandum dan kopi. Pertanian mereka menggunakan sistem tadah hujan. Sedangkan jagung dan padi tumbuh subur di beberapa wilayah Oman, sedangkan di Hadramaut dan Mahra utamanya menghasilkan palawija. Hasil-hasil pertanian inilah yang menjadi komoditas perdagangan di Arabia
C. Berdagang
Suku-suku Arab yang tinggal di kota seperti Makkah dan Madinah, mayoritas bekerja sebagai pedagang. Perdagangan di kota Makkah dan
Madinah pada zaman Jahiliah sudah maju. Mereka berdagang bahkan sampai ke luar negeri. Perjalanan dagang mereka dilakukan dengan berjalan kaki, naik unta, atau naik kuda. Negeri tujuan mereka antara lain Syam (Syiria), Yaman, Persia, Habsy, dan Mesir.
Negeri-negeri itu sangat jauh dari Makkah. Mereka harus berjalan melewati padang pasir yang luas selama berhari-hari. Biasanya mereka berangkat secara berombongan untuk menghindari perompak di perjalanan. Rombongan pedagang itu disebut kafilah. Mereka pergi berdagang kadang berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Barang dagangan mereka antara lain kemenyan, kain sutra, barang logam, kulit, dan minyak wangi. Sewaktu kembali, mereka membawa gandum, minyak zaitun, beras, jagung, dan pakaian untuk dijual di kota Makkah dan Madinah.
Pusat perdagangan yang terkenal di Makkah adalah pasar ‘Ukazh yang terletak di dekat Ka’bah, pasar Dzil Majad, dan pasar Majnah.
Suku Quraisy merupakan penduduk Makkah yang memegang peranan dalam perniagaan di jazirah Arab. Mereka mendapat pengalaman perniagaan dari orang-orang Yaman yang pindah ke Makkah. Orang- orang Yaman terkenal keahliannya di bidang perniagaan.
Selain itu, kota Makkah memiliki Ka’bah sebagai tempat orang-orang di jazirah Arab melaksanakan ziarah atau ibadah haji setiap tahunnya.
Kebiasaan orang-orang Quraisy mengadakan perjalanan perdagangannya ke daerah-daerah lain, Allah Swt. mengabadikan perjalan dagang mereka sebagai perjalanan dagang yang sangat penting dalam dunia perekonomian khususnya di jazirah Arab. Yaitu perjalanan musim dingin menuju Yaman, dan perdagangan musim panas ke negeri Syam.
Pusat perdagangan seperti pasar-pasar tidak sekedar sebagai tempat jual beli, tetapi juga menjadi pusat peradaban, kekayaan bahasa dan transaksi-transaksi global. Bahasa Arab orangorang Quraisy pada saat itu menjadi bahasa yang paling mudah diucapkan, paling enak didengar serta paling kaya perbendaharaan kata dan maknanya. Dalam bidang ekonomi, riba sudah lazim dan dipraktekkan di jazirah Arab. Bahkan mekah sebagai
pusat sudah terpengaruh sistem riba. Hal ini biasa terjadi karena terpengaruh dengan system perdagangan yang dilakukan oleh bangsa lain.
Adapun alat transportasi utama saat itu adalah unta, yang dianggap sebagai perahu padang pasir, unta merupakan kendaraan yang menakjubkan. Unta memiliki kekuatan yang Tangguh, mampu menahan haus dan mampu menempuh perjalanan yang sangat jauh. Unta-unta ini pergi membawa barang dagangan dari satu negeri ke negeri lainnya untuk diperjualbelikan.