PEMERINTAH KABUPATEN LAMPUNG BARAT
DINAS KESEHATAN
UPTD PUSKESMAS KENALI
JL.Ranji Pasai No. 178 Kenali Kec. Belalau Kab. Lampung Barat e-mail [email protected] 34572 Sms center dan WA : 0853 8006 3685
Memberikan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) tentang Kesehatan Ibu Dan Anak Pada Kelompok SATUAN ACARA PENYULUHAN
PokokBahasan : Balita dengan Berat Badan dibawah garis merah (BGM) Sub PokokBahasan :
1. Pengertian BGM
2. Apa saja penyebab BGM 3. Tanda dan gejala BGM 4. Pencegahan pada BGM 5. Penatalaksanaan BGM 6. Komplikasi akibat BGM
Sasaran : Balita dengan Berat Badan dibawah garis merah di Kecamatan Belalau Tanggal : 27 Oktober 2022
Tempat : Puskesmas Kenali Kabupaten Lampung Barat A. Tujuan Intruksional Umum
Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan tentang Balita bawah garis merah (BGM) sasaran diharapakan mampu memahami tentang balita dengan bawah garis merah atau balita dengan kekuangan gizi.
B. TujuanIntruksionalKhusus
1. Memahami tentang pengertian BGM 2. Memahami tentang penyebab BGM 3. Memahami tentang tanda dan gejala BGM 4. Memahami tentang cara pencegahan pada BGM 5. Memahami tentang penatalaksanaan BGM 6. Memahmi tentang komplikasi BGM C. MateriPenyuluhan
1. PengertianBGM
2. Apa saja penyebab BGM 3. Tanda dan gejala BGM 4. Pencegahan pada BGM 5. Penatalaksanaan BGM 6. Komplikasi akibat BGM
D. Media - Leafleat E. Metode
- Ceramah - Diskusi - Tanya jawab
F. KegiatanPenyuluhan
No TahapKegiatan KegiatanPenyuluhan Peserta waktu
1 Kegiatanprapen yuluhan
- Mempersiapkan materi, media dantempat
- Menyampaikan salam - Perkenalan
- Menjelaskan waktu pelaksanaan
- Menjawab salam - Memperhatikan - Koperatif
5 menit
2 Pembukaan - Menjelaskan tujuan penyuluhan
- Menjelaskan pokok pembahasan
- Memperhatikan dan mendengarkan
5 menit
3 kegiatan inti Menjelaskan materi penyuluhan tentang:
- Pengertian BGM
- Apa saja penyebab BGM - Tanda dan gejala BGM - Pencegahan pada BGM - Penatalaksanaan BGM - Komplikasi akibat BGM
- Memperhatikan dan mendengarkan
- Menanyakan hal yang belum jelas
15 menit
4 Penutup - Melakukan evaluasi - Menyimpulkan hasil
penyuluhan
- Mengucapkan terimakasih atas peran serta peserta - Mengahiri dengan salam
- Menjawab pertanyaan - Memperhatikan - Menjawab salam
5 menit
BALITA BAWAH GARIS MERAH (BGM)
A. Pengertian balita BGM
Balita adalah individu atau sekelompok individual dari suatu penduduk yang berada dalam rentan usia tertentu. Usia balita dapat dikelompokkan menjadi tiga golongan yaitu golongan usia bayi (0-2), golongan batita (2-3 tahun), dan golongan prasekolah (>5 tahun). Adapun menurut WHO, kelompok batita adalah (0-60 bulan). (Adriani dan Bambang, 2014)
Bawah garis merah (BGM) adalah kedaan anak balita yang mengalami gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi sehingga pada saat ditimbang berat badan anak di bawah garis merah pada KMS atau status gizi buruk (BB/U <-3 SD) atau adanya tanda-tanda klinis.( Novitasari, Destriatania, Febry, 2016)
Balita bawah garis merah atau sering disebut juga dengan balita BGM adalah balia dengan berat badan dititikkan dalam kartu menuju sehat (KMS) berada dibawah garis merah. (Kemenkes RI, 2010)
B. Penyebab BGM
Penyebab kurang gizi menurut (Ratufelan, Zinuddin, Junaid, 2018) dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Anak tidak cukup mendapakan makanan yang bergizi dan seimbang. Pemberian makan pada balita bertujuan untuk memasukkan dan memperoleh zat gizi penting yang diperlukan oleh tubuh untuk proses tumbuh kembang
2. Penyakit infeksi
Infeksi dapat menyebabkan anak tidak merasa lapar dan tidak mau makan. Penyakit ini juga menghabiskan sejumlah protein dan kalori yang seharusnya dipakai untuk pertumbuhan. Diare dan muntah dapat menghalangi penyerapan makanan. Penyakit-penyakit umum yang memperburuk keadaan gizi adalah diare, infeksi saluran pernafasan atas, tuberkulosis, campak, batuk rejan, malaria kronis dan cacingan
3. Jarak kelahiran terlalu rapat
Anak dibawah dua tahun masih sangat memerlukan perawatan ibunya, baik perawatan makanan maupun perawatan kesehatan dan kasih sayang. Apabila dalam masa dua tahun ibu sudah hamil lagi, maka bukan saja perhatian ibu terhadap anak yang akan menjadi berkurang, akan tetapi ASI yang masih sangat dibutuhkan anak akan berhenti keluar
4. Pengetahuan gizi ibu
Pengetahuan melambangkan sejauh mana dasar-dasar yang digunakan seorang ibu untuk merawat anak balita sejak dalam kandungan, pelayanan kesehatan dan persediaan makanan di rumah.
5. Status ekonomi
Jumlah penghasilan dari seluruh anggota rumah tangga yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan bersama maupun perorangan dalam rumah tangga. Daya beli keluarga untuk makanan bergizi dipengaruhi oleh pendapatan keluarga karena dalam menentukan jenis pangan yang akan dibeli tergantung pada tinggi rendahnya pendapatan dan daya beli terhadap bahan pangan yang rendah menyebabkan kurang terpenuhnya kebutuhan zat gizi balita
C. Tanda dan gejala BGM
Tanda dan gejala balita bawah garis merah (BGM), antara lain:
1. Berat badan dan tinggi badan anak berada di bawah kurva pertumbuhan 2. Kurang nafsu makan
3. Pertumbuhannya terlambat
4. Mudah merasa lelah dan terlihat lesu 5. Lebih rewel
6. Kulit tampak kering
7. Rambut mudah rontok 8. Pipi dan mata terlihat cekung 9. Jaringan lemak dan otot berkurang 10. Mulut dan gusi mudah terluka
11. Retan terkena infeksi karena menurunnya sistem kekebalan tubuh
D. Pencegahan pada BGM
Agar anak tidak mengalami kurang gizi maka orang tua harus berusaha keras untuk memenuhi nutrisi yang seimbang yaitu:
1. Memberikan buah dan sayur dalam setiap menu makanan
2. Memberikan makanan yang mempunyai sumber karbohidrat seperti kentang, roti, nasi dan sereal
3. Memberikan makanan yang mempunyai sumber protein, seperti daging, telur, ikan dan kacang-kacangan
4. Memberikan asupan vitamin dan susu 5. Olahraga
Selain memberikanan makanan yang sehat dan bergizi tak lupa anak harus banyak melakukan aktivitas fisik seperti olahraga atau aktivitas di luar ruangan
6. Memberikan imunisasi atau vaksin sesuai jadwal atau rekomendasi yang diberikan oleh kementrian kesehatan, agar tidak mudah terserang penyakit infeksi
E. Penatalaksanaan BGM
1. memberikan makan dengan porsi kecil dan sering sesuai dengan usia anak
2. rutin melakukan pemeriksaan kesehatan anak atau pemeriksaan gizi seimbang ke posyandu, bidan keluarga terdekat, puskesmas, maupun kerumah sakit.
F. Komplikasi akibat BGM 1. Marasmus
Kondisi kurang gizi yang disebabkan oleh tindak terpenuhnya asupan energi harian 2. Kwashiokor
Kondisi kekurangan gizi yang menyebab utamanya karena rendahnya asupan protein. Anak gizi buruk karena kwashiokor memiliki ciri-ciri tubuh membengkak karena mengalami penumpukan cairan (edema)
3. Diare persisten
Diare persisten adalah diare yang berlangsung lebih dari 14 hari, namun tidak lebih dari 4 minggu.
Diare persisten terjadi karena adanya infeksi, baik itu virus, bakteri, maupun parasit. Diare jenis ini menyebabkan feses encer berkepanjangan disertai dengan penurunan berat badn. Pada bayi dan anak, diare ini bisa menyebabkan malnutrisi (kekurangan gizi) bila tidak ditangani dengan tepat.
4. Parasit cacing
Cacingan merupakan salah satu penyakit yang rentan diderita anak-anak, karena di usia ini mereka lebih aktif bergerak dan berinteraksi dengan lingkungan. Anak-anak juga cenderung belum terlalu memperhatikan soal kebersihan. Jenis cacing parasit yang umum menginfeksi bayi dan balita adalah cacing (Enterobius vermicularis). Sehingga perlunya menjaga kebersihan makanan mulai dari mencuci bahan masakannya hingga matang, bahkan sampai menyajikan di atas meja gunakan tudung saji untuk menghindari lalat hinggap di atas makanan.
DAFTAR PUSTAKA
Adriani, Merryana dan Bambang Wirjatmadi. (2014). Gizi dan Kesehatan Balita Peranan Mikro Zinc pada Pertumbuhan Balita. Kencana: Jakarta
Febri, Fatmalina, and Suci Destriatania. (2016). Analisis pemberian MP-ASI dengan Status Gizi pada Anak Usia 12-2 Bulan di Wilayah kerja Puskesmas Lesung Batu. 7(2) 49-139
Kemenkes. RI. (2010). Keputusan Kemenkes Kesehan RI tentang Standar Antropometri Penilaian Status Gizi Anak. Dirjen Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak: Jakarta.
Ratufelan, E.N.Zainuddin, A. and Junaid. (2018). Hubungan Pola Makan Ekonomi Keluarga dan Riwayat infeksi dengan Kejadian Gizi Kurang pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Benu- Benua. 3(2)1-13