• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sebuah Kajian Pustaka:

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Sebuah Kajian Pustaka:"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

E-ISSN: 2685-6964  x

ANALISIS PENERIMAAN M-TRYOUT BSI MENGGUNAKANTECHNOLOGY

ACCEPTANCE MODEL (TAM) (STUDI KASUS: SMK SINGAPARNA)

Siti Nurhasanah Nugraha1

1Universitas BSI

Jl.Sekolah Internasional No.1-6, Ters.Jalan Jakarta No.1-6, Antapani – Bandung 40282 [email protected]

Abstrak

Tingkat penerimaan sistem informasi dari sisi pengguna dapat menjadi tolak ukur untuk menilai penerimaan sebuah teknologi informasi. Penerapan sebuah sistem informasi tidak terlepas dari tingkat penerimaan pengguna baik secara positif maupun secara negatif. Aplikasi M-TryOut BSI merupakan salah satu aplikasi latihan ujian online yang dibuat oleh Universitas Bina Sarana Informatika. Selama aplikasi tersebut digunakan belum ada evaluasi dan analisis yang membahas apakah sudah sesuai dengan harapan pengguna dan apakah dapat diterima sepenuhnya oleh pengguna? Untuk menjawab permasalahan tersebut maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat penerimaan pengguna terhadap aplikasi M- TryOut BSI dengan menggunakan Technology Acceptance Model (TAM). Penelitian ini menggunakan 3 konstruk model TAM yaitu kemudahan penggunaan, kegunaan dan sikap.

Sample pada penelitian ini yaitu Kelas XII SMK Singaparna sebagai pengguna aplikasi M- TryOut BSI. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa aplikasi M-TryOut BSI dapat diterima baik oleh pengguna. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa variabel kemudahan penggunaan mempengaruhi variabel kegunaan dan variabel sikap. Variabel kegunaan mempengaruhi variabel sikap dan berdasarkan besarnya nilai thitung merupakan variabel yang paling mempengaruhi variabel sikap. Berdasarkan hasil uji simultan (f) dapat disimpulkan bahwa kedua variabel tersebut secara bersama-sama mempengaruhi variabel sikap.

Kata Kunci: M-TryOut BSI, Penerimaan Teknologi, Technology Acceptance Model (TAM) Abstract

The level of acceptance of information systems from the user side can be a benchmark to assess acceptance of an information technology. The application of an information system is not separated from the user's acceptance rate either positively or negatively. M-TryOut BSI application is one of the online exam practice applications created by the University of Bina Sarana Informatics. As long as the application is used there is no evaluation and analysis that discusses whether it is in accordance with the expectations of the user and whether fully acceptable to the user? To answer the problem, this research is done with the aim to know the level of user acceptance of M-TryOut BSI application by using Technology Acceptance Model (TAM). This study uses 3 TAM model construct namely ease of use, usability and attitude.

Sample in this research is class XII SMK Singaparna as a user of M-TryOut BSI application.

The results of descriptive analysis indicate that the M-TryOut BSI application can be received by both users. Statistical analysis results show that ease of use variables affect usability variables and attitude variables. The usability variable affects the attitude variables and based on the magnitude of the thitung value is the variable that most affects the attitude variables. Based on simultaneous test results (f) It can be concluded that both variables collectively affect the attitude variables.

Keywords: M-TryOut BSI, technology acceptance, technology Acceptance Model (TAM)

(2)

1. Pendahuluan

Kebutuhan informasi yang semakin meningkat, kemudahan, kecepatan dan ketepatan dalam mengakses informasi menjadi tuntutan pengguna informasi untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama di bidang komputer dan ilmu komunikasi menyebabkan adanya perubahan sistem dalam suatu organisasi.

Menurut Mulyani & Kurniadi (2015:23)

“kemajuan suatu organisasi sangat tergantung pada teknologi dan sistem informasi, budaya organisasi dan sistem manajemen mutu”.

Universitas Bina Sarana Informatika merupakan salah satu Perguruan Tinggi di Indonesia yang mengikuti perkembangan teknologi informasi dan mengedepankan pemanfaatan teknologi informasi dalam setiap pelayanan akademiknya. Hal ini dibuktikan dengan diluncurkannya sebuah aplikasi latihan ujian online berbasis mobile yang dikenal dengan M-TryOut BSI. Tujuan dibuatnya aplikasi ini yaitu sebagai latihan pelaksanaan ujian nasional agar peserta dapat lebih mempersiapkan diri sehingga pada saat pelaksanaan UNBK dapat berjalan dengan lancar dan menguji kemampuan belajar siswa untuk menghadapi ujian nasional dengan pelatihan-pelatihan yang tersedia pada aplikasi tersebut.

Penerapan dari sebuah sistem tidak terlepas dari tingkat penerimaan baik secara positif maupun penerimaan secara negatif.

Menurut Agustina (2015:172) “Salah satu kunci awal yang dapat menentukan keberhasilan implementasi teknologi informasi adalah kemauan untuk menerima teknologi tersebut di kalangan pengguna”.

Selama aplikasi M-TryOut digunakan belum ada evaluasi dan analisis yang membahas apakah M-TryOut BSI sudah sesuai dengan harapan siswa-siswi peserta UNBK khususnya siswa-siswi kelas XII SMK Singaparna yang merupakan pengguna dan diterima sepenuhnya sebagai bentuk dari perkembangan teknologi?

Salah satu model pendekatan yang bisa digunakan untuk memahami sikap pengguna terhadap teknologi baru adalah Technology Acceptance Model (TAM) yang bertujuan untuk menjelaskan dan memperkirakan penerimaan (acceptance) pengguna terhadap suatu sistem informasi.

TAM menjelaskan hubungan sebab akibat

antara keyakinan (akan manfaat suatu sistem informasi dan kemudahan penggunaannya) dan perilaku, tujuan/keperluan, dan penggunaan aktual dari pengguna/user suatu sistem informasi.

Model TAM dianggap sebagai model yang paling tepat yang dapat mengungkap bagaimana pandangan pengguna terhadap aspek kemudahan dan kegunaan teknologi, sikap dan minat pengguna dalam menggunakan teknologi, serta bagaimana penggunaan teknologi yang sesungguhnya (Mahendra, 2015:71).

Model ini banyak digunakan oleh peneliti untuk mengukur tingkat penerimaan sebuah teknologi baru karena dapat menjelaskan bahwa persepsi pengguna akan menentukan sikapnya dalam penerimaan penggunaan teknologi Gunawan & Lynawati (2018:130).

A. Aplikasi M-TryOut BSI

M-TryOut BSI merupakan aplikasi yang dibuat oleh Universitas Bina Sarana Informatika sebagai media latihan ujian online siswa-siswi kelas XII SMA/SMA/Sederajat yang ada di Indonesia.

Aplikasi tersebut diperkenalkan kepada siswa-siswi agar mereka dapat mempersiapkan dan menguji kemampuan belajar untuk menghadapi ujian nasional dengan pelatihan soal-soal yang tersedia pada aplikasi tersebut.

Sama halnya seperti try out pada umumnya, pada aplikasi ini siswa juga diharuskan untuk mengerjakan soal-soal yang tersedia. Selain sebagai media latihan ujian online aplikasi ini juga menyediakan informasi-informasi seputar perguruan tinggi, informasi mengenai Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), yang sangat bermanfaat bagi siswa-siswi yang akan melanjutkan kuliah dan ingin mengetahui lebih dalam tentang Universitas Bina Sarana Informatika.

Karena aplikasi ini berbasis mobile, akan sangat cocok bagi siswa-siswi yang merupakan peserta UNBK untuk mempersiapkan diri terutama dalam hal waktu pengerjaan soal. Karena dengan diterapkannya sistem Ujian Nasional Berbasis Komputer, maka dengan adanya aplikasi tersebut peserta dapat lebih mengefektifkan waktu pengerjaan soal UNBK. Selain itu, sebagai tolak ukur dalam menguji sejauh mana kemampuan siswa dalam mengerjakan dan sejauh mana kesiapan siswa untuk menghadapi UNBK.

(3)

B. Technology Acceptance Model (TAM) Model penerimaan teknologi Tehnology Acceptance Model (TAM) adalah salah satu model yang dibangun untuk menganalisis dan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi diterimanya teknologi komputer (Arsyakayla, 2017). Technology Acceptance Model (TAM) pertama kali dikembangkan oleh (Davis, 1986) dan kemudian dipakai serta dikembangkan kembali oleh beberapa peneliti seperti (Adam et al., 1992), (Szajna, 1994), (Igbaria et al., 1995) dan Venkatesh. Dan dikembangkan lagi oleh (Davis, 2000).

Sasaran dari TAM adalah untuk menyediakan sebuah penjelasan dari faktor- faktor penentu penerimaan komputer yang umum, dan berfokus pada sikap terhadap pemakaian teknologi informasi oleh pemakai dengan mengembangkannya berdasarkan persepsi manfaaat dan kemudahan dalam pemakaian teknologi informasi.

Model TAM dalam memprediksi penerimaan pengguna berdasarkan dua variabel utama, yaitu persepsi kegunaan (perceived usefulness) dan persepsi kemudahan penggunaan (perceived easy of use), yang akan mempengaruhi sikap terhadap penggunaan (attitude toward using), yang selanjutnya akan mempengaruhi niat perilaku untuk menggunakan (behavioral intention to use) dan pada akhirnya menunjukkan penggunaan yang sesungguhnya dari sistem (actual system use) . Berikut adalah gambar TAM yang secara spesifik menyebutkan perilaku sebagai penggunaan teknologi:

Gambar I.1. Technology Acceptance Model (TAM)

Sumber : Davis (1989) dalam Paramita &

Mudjahidin (2014:217) C. Hipotesis

Pentingnya hipotesis dalam suatu penelitian kuantitatif tidaklah diragukan lagi jika dikaitkan dengan fungsinya yaitu untuk membantu dan menuntun dalam memahami kejadian peristiwa yang akan diteliti.

Menurut (Yusuf, 2017:130) “hipotesis adalah

suatu dugaan sementara, suatu tesis sementara yang harus dibuktikan kebenarannya melalui pendidikan ilmiah”.

Variabel hipotesis dalam penelitian ini diambil dari 3 konstruk utama Technology Acceptance Model (TAM). Adapun 3 konstruk utama tersebut terdiri dari: PEOU (Perceived Ease of Use), PU (Perceived Usefulness), ATUT (Attitude Toward Using Technology). Adapun hipotesis yang digunakan antara lain:

H1 :Perceived Ease of Use (PEOU) berpengaruh terhadap Perceived Usefulness (PU)

H2 :Perceived Ease of Use (PEOU) berpengaruh terhadap Attitude Toward Using Technology (ATUT)

H3 :Perceived Usefulness (PU) berpengaruh terhadap Attitude Toward Using Technology (ATUT)

H4 :Perceived Ease of Use (PEOU) dan Perceived Usefulness (PU) berpengaruh terhadap Attitude Toward Using Technology (ATUT)

Tabel I.1.

Hipotesis Penelitian

No Hipotesis

H1

Ho Tidak ada pengaruh signifikan PEOU terhadap PU

Ha Ada pengaruh signifikan PEOU terhadap PU

H2

Ho Tidak ada pengaruh signifikan PEOU terhadap ATUT

Ha Ada pengaruh signifikan PEOU terhadap ATUT

H3

Ho Tidak ada pengaruh signifikan PU terhadap ATUT

Ha Ada pengaruh signifikan PU terhadap ATUT

H4

Ho Tidak ada pengaruh signifikan PEOU dan PU terhadap ATUT Ha Ada pengaruh signifikan PEOU

dan PU terhadap ATUT 2. Metode Penelitian

A. Variabel Penelitian

Variabel penelitian adalah objek penelitian yang dapat diukur Noor (2017:48).

Variabel pada penelitian ini terdiri dari variabel bebas dan variabel terikat, yang dapat diuraikan sebagai berikut:

1) Variabel Bebas

Variabel bebas sama dengan variabel penyebab, yaitu variabel yang memberi pengaruh atau memberi dampak pada variabel terikat. Berikut adalah variabel

(4)

bebas yang digunakan pada penelitian ini beserta indikator-indikatornya.

Tabel II.1.

Variabel Bebas dan Indikator Variabel Indikator

Independent Variable (Variabel Bebas X) / X1

Kemudahan Penggunaan (Perceived Easy Of Use)

a. Kemudahan untuk dipelajari (easy to learn) b. Kemudahan Sistem untuk

dikontrol (controllable) c. Jelas dan dapat dipahami

(clear & understandable) d. Fleksibel (flexible)

e. Mudah untuk menjadi terampil/mahir

menggunakan sistem (easy to become skillful) f. Mudah untuk digunakan

(easy to use)

Independent Variable (Variabel Bebas X) / X2

Kegunaan (Perceived Usefulness)

a. Mempercepat pekerjaan (work more quickly) b. Meningkatkan kinerja

(improve job

performance) c. Meningkatkan

produktivitas (increase producticity)

d. Meningkatkan efektifitas (effectiveness)

e. Memudahkan pekerjaan (make a job easier) f. Bermanfaat (useful) 2) Variabel Terikat

Variabel terikat merupakan variabel akibat yang dihasilkan dari variabel bebas. Yang menjadi variabel Y atau variabel terikat pada penelitian ini adalah Attitude Toward Using Technology (Sikap Terhadap Penggunaan Teknologi).

B. Instrumen Penelitian

Data yang digunakan berupa data primer yaitu data yang dikumpulkan dan diolah sendiri oleh penulis yang diambil langsung dari kuesioner yang telah disebarkan dan diisi oleh responden. Penulis membuat kuesioner secara online menggunakan Google Form kemudian menyebarkan kuesioner tersebut kepada responden dengan membagikan link kuesioner yang telah dibuat. Dalam penelitian ini kuesioner yang diberikan

adalah kuesioner tertutup dengan jenis kuesioner menggunakan skala bertingkat.

Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala likert.

Tabel II.2.

Skala Likert

Kategori Skor

Sangat Setuju 5

Setuju 4

Cukup 3

Tidak Setuju 2

Sangat Tidak Setuju 1 Sumber: Supriyatna (2015:47) C. Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah siswa-siswi Kelas XII SMK Singaparna Tahun Ajaran 2018/2019 yang merupakan pengguna aplikasi M-TryOut BSI. Populasi pada penelitian ini berjumlah 210 siswa yang berasal dari 5 jurusan yaitu Akuntansi (AK), Teknik Komputer Jaringan (TKJ), Teknik Sepeda Motor (TSM), Administrasi Perkantoran (AP), dan Multimedia (MM).

D. Sampel

Pengukuran sampel merupakan suatu langkah untuk menentukan besarnya sampel yang diambil dalam melaksanakan suatu penelitian. Jenis pengambilan sambel yang digunakan dalam penelitian ini adalah probability sampling dengan teknik sample random sampling. Pengambilan jumlah ukuran sampel menggunakan tabel Krejcie dan Morgan. Tabel ini merupakan pengembangan dari rumus Krejcie dan Morgan yang dikembangkan menjadi sebuah Tabel yang siap pakai. Adapun rumus pengambilan sampel menurut Krejcie

& Morgan (1970) sebagai berikut:

Keterangan:

s = ukuran sampel N = ukuran populasi

X2 = nilai Chi kuadrat untuk 1 derajat kebebasan dengan tingkat confidence (1,96 x 1,96=3,841)

P = proporsi populasi (diasumsikan 0,5 agar dapat memaksimalkan ukuran sampel d = galat pendugaan/tingkat akurasi (0,05)

(5)

Gambar II.1. Tabel Krejcie dan Morgan Sumber : Krejcie & Morgan (1970)

Berdasarkan tabel diatas, karena populasi pada penelitian ini 210 maka jumlah sampel yang dapat diambil adalah 136.

E. Validitas dan Reliabilitas 1) Uji Validitas

Pengujian validitas adalah pengujian yang ditujukan untuk mengetahui suatu data dapat dipercaya kebenarannya sesuai dengan kenyataan. Dikatakan valid berarti menunjukkan alat ukur yang dipergunakan untuk mendapatkan data itu valid. Suatu variabel dikatakan valid bila skor variabel tersebut berkorelasi secara signifikan dengan skor total (Janti, 2014:155). Dasar pengambilan keputusan dalam uji validitas menurut (Rahayu et al., 2017:89) sebagai berikut:

a. Jika nilai rhitung > rtabel, maka item pertanyaan atau pernyataan dalam kuesioner berkorelasi signifikan terhadap skor total, artinya item tersebut valid.

b. Jika nilai rhitung < rtabel, maka item pertanyaan atau pernyataan dalam kuesioner tidak berkorelasi signifikan terhadap skor total, artinya item tersebut tidak valid.

2) Uji Reliabilitas

Pengujian reliabilitas digunakan untuk mengukur konsistensi internal alat ukur (Wulan et al., 2017:29). Syarat pengambilan keputusan sebagai berikut :

a. Jika nilai Cronbach’s Alpha lebih besar sama dengan 0,60 maka jawaban dari responden dinyatakan reliabel.

b. Jika nilai Cronbach’s Alpha lebih lebih kecil dari 0,60 maka jawaban dari responden dinyatakan tidak reliabel F. Analisis Data

1) Analisis Deskriptif

Analisis deskriptif dalam penelitian ini merupakan uraian atau penjelasan dari hasil data primer berupa kuesioner yang telah diisi oleh responden penelitian.

Data yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner terhadap pengguna aplikasi M- TryOut BSI kemudian diolah secara stsatistik deskriptif untuk mengetahui tanggapan responden terhadap penerimaan pengguna terhadap aplikasi tersebut.

2) Analisis Statistik

Analisis statistik merupakan analisis yang digunakan untuk membahas data kuantitatif. Dalam penelitian ini, analisis data menggunakan regresi linier berganda. Sebelum dilakukan analisis regresi linier berganda terlebih dahulu perlu dilakukan pengujian asumsi klasik.

Uji asumsi klasik pada penelitian ini meliputi uji normalitas, uji multikolinieritas, uji heterokedastisitas dan uji autokorelasi.

3) Analisis Regresi Linier Berganda Regresi linier berganda bertujuan untuk mengestimasi nilai suatu variabel kriterium atau dependen (Y) dari nilai beberapa variabel prediktor atau independen ( ). Bentuk umum dari regresi linier berganda adalah sebagai berikut:

Pengujian yang dilakukan pada analisis regresi linier berganda yaitu uji t dan uji F. Uji t bertujuan untuk menunjukkan pengaruh satu variabel independen secara parsial dalam mempengaruhi variabel dependen. Dasar pengambilan keputusan Uji t berdasarkan nilai t hitung menurut (Jonatan, 2011) dalam (Wulan et al., 2017), sebagai berikut :

a. Ho diterima dan Ha ditolak jika nilai t hitung < t tabel atau jika nilai Sig >

0,05 atau tidak terdapat pengaruh (secara parsial) antara variabel kegunaan dan kemanfaatan terhadap variabel sikap penggunaan.

b. Ho ditolak dan Ha diterima jika nilai t hitung > t tabel atau jika niali Sig <

0,05 ;atau terdapat pengaruh (secara parsial) antara variabel kegunaan dan

(6)

kemanfaatan terhadap variabel sikap penggunaan.

Uji F yaitu uji koefisien regresi secara bersama-sama untuk menguji signifikansi pengaruh beberapa variabel independen terhadap variabel dependen. Dasar pengambilan keputusan Uji F berdasarkan nilai F hitung menurut (Wulan et al., 2017), sebagai berikut : a. Jika nilai F hitung > F tabel maka

variabel independen secara simultan berpengaruh terhadap variabel dependen

b. Jika nilai F hitung < F tabel maka variabel independen secara simultan tidak berpengaruh terhadap variabel dependen

Dasar pengambilan keputusan dalam Uji F berdasarkan nilai signifikansi menurut (Wulan et al., 2017), yaitu:

a. Jika nilai signifikansi < 0,05 maka variabel independen secara bersama- sama berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen

b. Jika nilai signifikansi > 0,05 maka variabel independen secara bersama- sama tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen

3. Hasil dan Pembahasan A. Hasil Uji Validitas

Tabel III.1.

Hasil Uji Validitas Instrumen

Variabel No Butir Soal

Rhitung Rtabel Keterangan

PEOU Soal

1 0,855 0,168 Valid Soal

2 0,836 0,168 Valid Soal

3 0,824 0,168 Valid Soal

4 0,833 0,168 Valid Soal

5 0,871 0,168 Valid Soal

6 0,825 0,168 Valid

PU

Soal

7 0,800 0,168 Valid Soal

8 0,884 0,168 Valid Soal

9 0,864 0,168 Valid Soal

10 0,866 0,168 Valid Soal

11 0,861 0,168 Valid Soal

12 0,870 0,168 Valid Soal

13 0,837 0,168 Valid ATUT Soal 0,869 0,168 Valid

14 Soal

15 0,871 0,168 Valid Soal

16 0,890 0,168 Valid Soal

17 0,858 0,168 Valid

Sumber : (Hasil Pengolahan Data, 2019) Berdasarkan data pada tabel di atas, diketahui bahwa data yang diuji terdiri atas dua variabel bebas yaitu variabel kemudahan penggunaan, dan kegunaan serta satu variabel terikatyaitu sikap. Pada penelitian ini, r tabel (n=136, sehingga n- 2=136-2=134) pada tingkat signifikansi 0,05, menunjukkan nilai r tabel sebesar 0,168.

Pada tabel di atas, seluruh nilai korelasi atau r hitung setiap pertanyaan lebih dari nilai r tabel (0,168). Hal ini berarti hasil pengujian validitas menunjukkan semua item angket dinyatakan valid dan bisa dijadikan sebagai alat pengumpulan data dalam penelitian yang dilakukan.

B. Hasil Uji Reliabilitas Tabel III.2.

Hasil Uji Reliabilitas

Variabel

Nilai Cronbach

’s Alpha Kriteria Keterangan (X1)

Kemudahan Penggunaan (Perceived Easy Of Use)

0,952 0,60 Reliable

(X2) Kegunaan (Perceived Usefulness)

0,953 0,60 Reliable

(Y) Sikap (Attitude Toward Using Technology)

0,934 0,60 Reliable

Sumber : (Hasil Pengolahan Data, 2019) Berdasarkan hasil uji reliabilitas untuk variabel skor data penelitian dengan menggunakan 136 orang responden, diperoleh nilai reliablitity statistic (cronbach alpha) masing-masing variabel diatas 0,60.

Dengan demikian maka data hasil penelitian yang dilakukan adalah reliabel dan memenuhi syarat kualitas data yang baik.

C. Analisis Deskriptif

Berikut gambaran umum mengenai hasil pengumpulan data responden pada penelitian ini.

(7)

Gambar III.1.

Diagram Presentase Responden Sumber : (Hasil Pengolahan Data, 2019)

Berdasarkan data yang disajikan pada tabel dan diagram diatas dapat dilihat bahwa dari total 136 orang responden, kelompok responden dengan jurusan Akuntansi (AK) sebanyak 48 orang (35%), responden jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) sebanyak 39 orang (29%), responden jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM) sebanyak 19 orang (14%), responden jurusan Administrasi Perkantoran sebanyak 12 orang (9%), dan responden jurusan Multimedia (MM) sebanyak 18 orang (13%).

Sehingga dapat diketahui bahwa minat penggunaan aplikasi M-TryOut BSI mayoritas diminati oleh responden jurusan Akuntansi (AK).

D. Analisis Statistik 1) Uji Normalitas

Tabel III.3.

Hasil Uji Normalitas

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized

Residual

N 136

Normal Parametersa Mean .0000000

Std. Deviation 1.50428633 Most Extreme Differences Absolute .090

Positive .075

Negative -.090

Kolmogorov-Smirnov Z 1.050

Asymp. Sig. (2-tailed) .220

a. Test distribution is Normal.

Sumber : (Hasil Pengolahan Data, 2019)

Dasar pengambilan keputusan pada uji normalitas menurut (Purnomo, 2017) adalah jika nilai signifikansi lebih besar dari 0.05 maka data tersebut berdistribusi normal, jika nilai signifikansi lebih kecil dari 0.05 maka data tersebut tidak berdistribusi normal. Berdasarkan tabel diatas menunjukan bahwa nilai signifikansi 0.220 >

0.05, dengan demikian menunjukan bahwa data variabel dalam penelitian ini berdistribusi normal.

2) Uji Multikolinieritas

Untuk mengetahui ada tidaknya multikolinieritas pada penelitian ini dilakukan dengan melihat nilai tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF) pada model regresi.

Jika nilai tolerance variance independent lebih besar dari 0,1 dan nilai VIF kurang dari 10 artinya tidak terjadi multikolinieritas (Ghozali, 2011) dalam (Purnomo, 2017).

Tabel III.4.

Hasil Uji Multikolinearitas

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

Collinearity Statistics

B Std.

Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant)

.564 .497

1.136 .258 Kemudahan

Penggunaa n (Perceived Easy Of Use)

.165 .039

.242 4.214 .000 .312 3.205

Kegunaan (Perceived Usefulness)

.423 .034

.718 12.472 .000 .312 3.205

a. Dependent Variable:

Sikap (Attitude Toward Using Technology)

Sumber : (Hasil Pengolahan Data, 2019) Berdasarkan tabel di atas, maka dapat diketahui nilai VIF variabel Perceived Easy Of Use (X1) adalah 3,205 dan nilai Tolerance adalah 0,312. Nilai VIF variabel Perceived Usefulness (X2) adalah 3,205 dan nilai Tolerance adalah 0,312. Nilai Tolerance seluruhnya lebih besar dari 0,01 dan Nilai VIF seluruhnya kurang dari 10, yang berarti tidak terjadi atau bebas dari gejala multikolinieritas.

3) Uji Heteroskedastisitas

Menurut Purnomo (2017), metode pengambilan keputusan pada uji heterokedastisitas dengan melihat pola pada gambar scatterplots yaitu tidak terjadi gejala heterokedastisitas jika:

29%

35%

14%

9%

13%

Presentase Responden Berdasarkan Jurusan

Teknik Komputer Jaringan (TKJ) Akuntansi (AK)

Teknik Sepeda Motor (TSM) Administrasi Perkantoran (AP)Multimedia (MM)

(8)

a. Titik-titik data menyebar di atas dan di bawah atau di sekitar angka 0.

b. Titik-titik tidak mengumpul hanya di atas atau di bawah saja.

c. Penyebaraan titik-titik data tidak boleh membentuk pola bergelombang melebar kemudian menyempit dan melebar kembali.

d. Penyebaran titik-titik data tidak berpola.

Gambar III.2.

Hasil Uji Heteroskedastisitas Sumber : (Hasil Pengolahan Data, 2019)

Berdasarkan gambar Scatterplot antara Standardized Residual dan Standardized Predicted Value tidak membentuk suatu pola tertentu, sehingga dapat dianggap residual memiliki varians yang konstan atau tidak terjadi heterokedastisitas.

4) Uji Autokorelasi

Pada penelitian ini gejala autokorelasi dideteksi dengan menggunakan uji Run Test. Dengan pengambilan keputusan menurut Raharjo (2017) sebagai berikut:

a. Jila nilai Asymp. Sig. (2-tailed) lebih kecil

< dari 0,05, maka terdapat gejala autokorelasi

b. Jika nilai Asymp. Sig. (2-tailed) lebih besar > dari 0,05, maka tidak terdapat gejala autokorelasi

Tabel III.5.

Hasil Uji Autokorelasi

Runs Test

Unstandardized Residual

Test Valuea -.18386

Cases < Test Value 67

Cases >= Test Value 69

Total Cases 136

Number of Runs 68

Z -.170

Asymp. Sig. (2-tailed) .865

Runs Test

Unstandardized Residual

Test Valuea -.18386

Cases < Test Value 67

Cases >= Test Value 69

Total Cases 136

Number of Runs 68

Z -.170

Asymp. Sig. (2-tailed) .865

a. Median

Sumber : (Hasil Pengolahan Data, 2019) Berdasarkan tabel diatas diperoleh niali Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,865 dan lebih besar dari 0,05 (0,865 > 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat gejala autokorelasi atau masalah autokorelasi.

E. Analisis Regresi Linier Berganda Tabel III.6.

Tabel Koefisien Determinasi

Model Summaryb

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 .929a .863 .861 1.516

a. Predictors: (Constant), Kegunaan (Perceived Usefulness), Kemudahan Penggunaan (Perceived Easy Of Use)

b. Dependent Variable: Sikap (Attitude Toward Using Technology)

Sumber : (Hasil Pengolahan Data, 2019) Tabel diatas menjelaskan besarnya nilai korelasi (R) yaitu 0,929 dan dijelaskan besarnya presentase pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat yang disebut koefisien determinasi yang merupakan hasil dari pengkuadratan R. Dari output tersebut diperoleh koefisien determinasi R2 0,863 yang berarti bahwa pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat adalah sebesar 86,3% dan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain diluar model atau faktor-faktor lain yang tidak dapat dijelaskan dalam penelitian ini.

Tabel III.7.

Hasil Uji Regresi Linier Berganda

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

T Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) .564 .497 1.136 .258

Kemudahan Penggunaan (Perceived Easy Of Use)

.165 .039 .242 4.214 .000

Kegunaan (Perceived Usefulness)

.423 .034 .718 12.472 .000

a. Dependent Variable: Sikap (Attitude Toward Using Technology)

Sumber : (Hasil Pengolahan Data, 2019) Dari tabel diatas dibentuk persamaan regresi linier berganda sebagai berikut:

(9)

Y = a+b1X1 + b2X2

Y = 0,564 + 0,165 X1 + 0,423 X2

F. Pengujian Hipotesis 1) Uji Parsial (Uji t)

Pengujian hipotesis pada penelitian ini akan dilakukan dengan membandingkan nilai thitung dengan ttabel. Nilai ttabel yang merupakan standar untuk mengambil keputusan pada hipotesis yang dicari ditentukan dengan mencari df. Nilai df = n – k, dimana n adalah jumlah responden dan k adalah jumlah semua variabel dalam penelitian. Dalam penelitian ini df = 136 – 3

= 133, maka diperoleh nilai ttabel pada tingkat signifikansi 0,05 yaitu sebesar 1,657.

a. Pengaruh Variabel X1 Kemudahan Penggunaan (Perceived Easy Of Use) Terhadap Variabel X2 Kegunaan (Peceived Usefulness)

Tabel III.8.

Hasil Uji t Variabel X1 Terhadap Variabel X2

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 4.502 1.205 3.735 .000

Kemudahan Penggunaan (Perceived Easy Of Use)

.959 .056 .829 17.191 .000

a. Dependent Variable: Kegunaan (Perceived Usefulness)

Sumber : (Hasil Pengolahan Data, 2019) Hasil analisis menunjukkan nilai thitung

> ttabel (17,191 > 1,657). Hal ini berarti Ho ditolak dan Ha diterima, artinya ada pengaruh signifikan variabel kemudahan penggunaan (Perceived Easy Of Use) terhadap variabel kegunaan (Peceived Usefulness).

b. Pengaruh Variabel X1 Kemudahan Penggunaan (Perceived Easy Of Use) Terhadap Variabel Y Sikap (Atittude Toward Using Thecnology)

Tabel III.9.

Hasil Uji t Variabel X1 Terhadap Variabel Y

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 2.467 .694 3.556 .001

Kemudahan Penggunaan (Perceived Easy Of Use)

.570 .032 .838 17.763 .000

a. Dependent Variable: Sikap (Attitude Toward Using Technology)

Sumber : (Hasil Pengolahan Data, 2019) Hasil analisis menunjukkan nilai t hitung > t tabel (17,763 > 1,657). Hal ini berarti Ho ditolak dan Ha diterima, artinya ada pengaruh signifikan variabel kemudahan penggunaan (Perceived Easy Of Use) terhadap variabel Sikap (Atittude Toward Using Thecnology).

c. Pengaruh Variabel X2 Kegunaan (Perceived Usefulness) Terhadap Variabel Y Sikap (Atittude Toward Using Thecnology)

Tabel III.10.

Hasil Uji t Variabel X2 Terhadap Variabel Y

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 1.101 .509 2.162 .032

Kegunaan (Perceived Usefulness)

.541 .020 .919 26.952 .000

a. Dependent Variable: Sikap (Attitude Toward Using Technology)

Sumber : (Hasil Pengolahan Data, 2019) Hasil analisis menunjukkan nilai t hitung > t tabel (26,952 > 1,657). Hal ini berarti Ho ditolak dan Ha diterima, artinya ada pengaruh signifikan variabel Kegunaan (Perceived Use) terhadap variabel sikap (Atittude Toward Using Thecnology).

2) Uji Simultan (Uji F)

Untuk mengetahui pengaruh secara simultan dapat dilihat dari nilai F pada tabel ANOVA dari hasil analisis regresi.

Sementara untuk menentukan signifikan atau tidaknya pengaruh simultan yaitu dengan membandingkan nilai Fhitung dengan nilai Ftabel. Nilai Ftabel dapat diketahui dari tabel nilai distribusi F dengan cara menentukan df1 (degree of freedom) sebagai pembilang dan df2 sebagai penyebut. Rumus untuk mengetahui df(n1) = k – 1, dimana k = jumlah variabel dan df(n2)

= n – k, dimana n = jumlah responden.

Untuk penelitian ini diperoleh nilai N1 = 3 – 1

= 2 (df1) dan N2 = 136 – 2 = 134 (df2) maka nilai Ftabel adalah 3,06.

Tabel III.11.

Hasil Uji F

ANOVAb

Model

Sum of Squares Df

Mean

Square F Sig.

1 Regression 1917.916 2 958.958 417.500 .000a

Residual 305.488 133 2.297

Total 2223.404 135

a. Predictors: (Constant), Kegunaan (Perceived Usefulness), Kemudahan Penggunaan (Perceived Easy Of Use)

(10)

ANOVAb

Model

Sum of Squares Df

Mean

Square F Sig.

1 Regression 1917.916 2 958.958 417.500 .000a

Residual 305.488 133 2.297

Total 2223.404 135

b. Dependent Variable: Sikap (Attitude Toward Using Technology)

Sumber : (Hasil Pengolahan Data, 2019) Hasil analisis menunjukkan nilai Fhitung

> Ftabel (417,500 > 3,06). Hal ini berarti Ho ditolak dan Ha diterima, artinya ada pengaruh signifikan variabel kemudahan penggunaan (Perceived Easy Of Use) dan variabel Kegunaan (Perceived Use) terhadap variabel sikap (Atittude Toward Using Thecnology). Hal ini menunjukkan bahwa variabel kemudahan penggunaan (Perceived Easy Of Use) dan variabel Kegunaan (Perceived Use) secara simultan mempengaruhi variabel sikap (Atittude Toward Using Thecnology).

Hasil dari uji t dan uji f diatas dapat digunakan untuk menjawab keempat hipotesis yang telah diajukan pada bab sebelumnya, dan kesimpulan dari hipotesis tersebut dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel III.12.

Hasil Pengujian Hipotesis

No Hipotesis Kesimpulan

H1 Ho

Tidak ada pengaruh signifikan PEOU

terhadap PU Ha Diterima Ha

Ada pengaruh signifikan PEOU terhadap PU

H2 Ho

Tidak ada pengaruh signifikan PEOU

terhadap ATUT Ha Diterima Ha

Ada pengaruh signifikan PEOU terhadap ATUT

H3 Ho

Tidak ada pengaruh signifikan PU

terhadap ATUT Ha Diterima Ha

Ada pengaruh signifikan PU terhadap ATUT

H4 Ho

Tidak ada pengaruh signifikan PEOU dan PU

terhadap ATUT Ha Diterima Ha

Ada pengaruh signifikan PEOU dan PU

terhadap ATUT G. Pembahasan

Pembahasan atas hasil penelitian yang telah dilakukan, diuraikan sebagai berikut:

1. Merujuk pada hasil analisis penerimaan pengguna terhadap aplikasi M-TryOut BSI maka dapat diketahui bahwa berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda diperoleh persamaan yaitu Y = 0,564 + 0,165 X1 + 0,423 X2.

2. Hasil analisis regresi menunjukkan nilai koefisien determinasi R2 0,863 artinya besar pengaruh variabel variabel kemudahan penggunaan (Perceived Easy Of Use) dan variabel Kegunaan (Perceived Use) terhadap variabel sikap (Atittude Toward Using Thecnology) adalah sebesar 86,3% dan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain diluar model atau faktor-faktor lain yang tidak dapat dijelaskan dalam penelitian ini.

3. Hasil uji parsial menunjukkan nilai thitung >

ttabel (17,191 > 1,657). Hal ini berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya terdapat pengaruh signifikan dari persepsi kemudahan penggunaan (Perceived Easy Of Use) terhadap persepsi kegunaan (Perceived Usefulness).

Artinya persepsi kemudahan penggunaan akan mendorong persepsi pengguna bahwa aplikasi M-TryOut bermanfaat.

4. Hasil uji parsial menunjukkan nilai t hitung > t tabel (17,763 > 1,657). Hal ini berarti Ho ditolak dan Ha diterima.

Artinya terdapat pengaruh signifikan dari persepsi kemudahan penggunaan (Perceived Easy Of Use) terhadap sikap penggunaan (Atittude Toward Using Technology). Artinya persepsi kemudahan penggunaan akan mendorong pengguna untuk menerima aplikasi tersebut.

5. Hasil uji parsial menunjukkan nilai t hitung > t tabel (26,952 > 1,657). Hal ini berarti Ho ditolak dan Ha diterima.

Artinya terdapat pengaruh signifikan dari persepsi kegunaan (Perceived Usefulness) terhadap sikap penggunaan (Atittude Toward Using Technology).

Artinya persepsi kegunaan atau kemanfaatan akan mendorong pengguna untuk menerima aplikasi tersebut.

6. Hasil uji simultan menunjukkan nilai Fhitung > Ftabel (417,500 > 3,06). Hal ini berarti Ho ditolak dan Ha diterima, artinya ada pengaruh signifikan variabel kemudahan penggunaan (Perceived Easy Of Use) dan variabel Kegunaan

(11)

(Perceived Use) terhadap variabel sikap (Atittude Toward Using Thecnology).

Artinya persepsi kemudahan dan persepsi kegunaan akan mendorong pengguna untuk menerima aplikasi tersebut.

4. Kesimpulan

Hasil pengujian atas model yang diajukan menujukkan hasil yang baik.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada siswa kelas XII di SMK Singaparna, mengenai pengujian model penerimaan teknologi M-TryOut BSI, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Hasil uji parsial menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari persepsi kemudahan penggunaan (Perceived Easy Of Use) terhadap persepsi kegunaan (Perceived Usefulness).

Artinya persepsi kemudahan penggunaan akan mendorong persepsi pengguna bahwa aplikasi M-TryOut bermanfaat.

2. Hasil uji parsial menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari persepsi kemudahan penggunaan (Perceived Easy Of Use) terhadap sikap penggunaan (Atittude Toward Using Technology). Artinya persepsi kemudahan penggunaan akan mendorong pengguna untuk menerima aplikasi tersebut.

3. Hasil uji parsial menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari persepsi kegunaan (Perceived Usefulness) terhadap sikap penggunaan (Atittude Toward Using Technology). Artinya persepsi kegunaan atau kemanfaatan akan mendorong pengguna untuk menerima aplikasi tersebut.

4. Hasil uji simultan menunjukkan adanya pengaruh signifikan variabel kemudahan penggunaan (Perceived Easy Of Use) dan variabel Kegunaan (Perceived Use) terhadap variabel sikap (Atittude Toward Using Thecnology).

Referensi

Agustina, N. (2015). Penerimaan Teknologi Pengguna Terhadap Sistem Informasi Simpan Pinjam Dengan Metode Acceptace Model. ISSN: 1978–1946.

Jurnal Pilar Nusa Mandiri, Vol. XI, No. 2, September 2015. Diambil dari:

http://ejournal.nusamandiri.ac.id/ejurnal/i ndex.php/pilar/article/view/150/133 (17 Mei 2019)

Arsyakayla, D. N. (2017). Technology Acceptance Model (TAM). Diambil dari : https://www.dictio.id/t/apa-yang-

dimaksud-dengan-technology-

acceptance-model-tam/12975 (20 Mei 2019)

Gunawan, H., & Lynawati. (2018). Analisis Penerimaan Teknologi “Smart City” Kota Purwokerto Dengan Model Technology Acceptance Model (TAM). Konferensi Nasional Sistem Informasi, 129–134.

Diambil dari :

http://jurnal.atmaluhur.ac.id/index.php/kn si2018/article/view/347/272 (17 Mei 2019)

Janti, S. (2014). Analisis Validitas dan Reliabilitas dengan Skala Likert Terhadap Pengembangan SI/TI dalam Penentuan Pengambiln Keputusan Penerapan Strategi Planning pada Industri Garmen. Prosiding Seminar Nasional Aplikasi Sains & Teknologi (SNAST), (1979-911X), 155–160.

Diambil dari :

http://repository.akprind.ac.id/sites/files/A 155-160 Suhar Janti.pdf (24 Mei 2019) Krejcie, R. V., & Morgan, D. W. (1970).

Determining Sample Size For Research Activities. Educational and Psychological Measurement, 30(3), 607–610. Retrieved from

https://journals.sagepub.com/doi/10.1177 /001316447003000308

Mahendra, I. (2015). Analisa Penerimaan Pengguna Sistem Informasi Koperasi Pada Koperasi Karyawan Budi Setia Jakarta Dengan Technology Acceptance Model. Jurnal Pilar Nusa Mandiri2, XI, No. 1(1978–1946), 70–80. Diambil dari : http://ejournal.nusamandiri.ac.id/ejurnal/i ndex.php/pilar/article/view/139/126 (17 Mei 2019)

Mulyani, A., & Kurniadi, D. (2015). Analisis Penerimaan Teknologi Student Information Terminal (S-IT) dengan Menggunakan Technology Acceptance Model (TAM) (Studi Kasus: AMIK Garut).

Jurnal Wawasan Ilmiah Manajemen Dan Teknik Informatika, 7 No 12(1978–8444),

23–35. Diambil dari:

https://www.amikgarut.ac.id/jurnal/index.

php/jwi/article/view/12/22 (17 Mei 2019)

(12)

Noor, J. (2017). Metodologi Penelitian:

Skripsi, Tesis, Disertasi, dan Karya Ilmiah (7th ed.). Diambil dari : https://books.google.co.id/books?id=VnA- DwAAQBAJ&printsec=frontcover&dq=var iabel+penelitian&hl=id&sa=X&ved=0ahU KEwiB-qyPlsjjAhXUW3wKHdK3C- wQ6AEIRDAG#v=onepage&q=variabel penelitian&f=false (16 Juni 2019)

Paramita, A. V., & Mudjahidin. (2014).

Analisis Kemanfaatan dan Kemudahan Penggunaan Aplikasi Manajemen Surat dengan Pendekatan Technology Acceptance Model pada PT.XYZ Surabaya. Jurnal Teknik Pomits, 3, No.

2(2337–3539), A-216-A-221. Diambil dari:

http://ejurnal.its.ac.id/index.php/teknik/arti cle/view/8286/1858 (19 Mei 2019)

Purnomo, R. A. (2017). Analisis Statistik Ekonomi dan Bisnin Dengan SPSS (3rd ed.; P. C. Ambarwati, Ed.). Retrieved from

https://books.google.co.id/books?id=MQ CGDwAAQBAJ&pg=PA205&dq=analisis +jalur+adalah&hl=id&sa=X&ved=0ahUK Ewipmu6T4f_iAhUGXSsKHeY7DIoQ6AE ILTAB#v=onepage&q=analisis jalur adalah&f=false

Raharjo, S. (2017). Uji Autokorelasi.

Retrieved from SPSS Indonesia website:

https://www.spssindonesia.com/2017/03/

autokorelasi-dengan-uji-run-test- spss.html

Rahayu, F. S., Budiyanto, D., & Palyama, D.

(2017). Analisis Penerimaan E-Learning Menggunakan Technology Acceptance Model (TAM) (Studi Kasus: Universitas Atma Jaya Yogyakarta). JuTEI (JURNAL TERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI), 1,

85–95. Retrieved from

https://jutei.ukdw.ac.id/index.php/jurnal/ar ticle/view/20 (24 Mei 2019)

Wulan, B. A., Soedijono, B., & Henderi.

(2017). Evaluasi Penerimaan Bio Sistem Online Menggunakan Pendekatan Technology Acceptance Model (TAM).

Jurnal Teknologi Informasi, Vol. XII N,

26–35. Diambil

dari://jti.respati.ac.id/index.php/jurnaljti/art icle/view/100/91 (22 Mei 2019)

Yusuf, M. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif & Penelitian Gabungan (1st ed.). Diambil dari:

https://books.google.co.id/books?id=RnA -

DwAAQBAJ&printsec=frontcover&dq=me tode+penelitian+kuantitatif+kualitatif+dan +r%26d+sugiyono+2017&hl=id&sa=X&ve d=0ahUKEwio0NDow4zjAhXJgI8KHUyo BAAQ6AEIQzAF#v=onepage&q=hipotesi s&f=false (17 Mei 2019)

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil variabel perceived easy of use memiliki pengaruh dengan R Square menyatakan persepsi kemudahan memiliki pengaruh terhadap sikap pengguna aplikasi MetaTrader 4, yaitu sebesar

hubungan persepsi kebermanfaatan perceived usefulness berpengaruh positif dan signifikan terhadap penerimaan pengguna acceptance of ETD, dan memiliki hubungan persepsi sikap penggunaan