Sejarah Pemikiran Barat Enzellena/194314029
1. Epikuros, merupakan salah satu filsuf yang paling bisa masuk ke kehidupan saya, karena Epikuros mengonsepkan tenang tanpa kekuasan dan dijauhlam dari rasa-rasa kepemilikan yang tinggi serta ketakutan selain itu Epikuros juga mengajarkan untuk tidak selalu mengikuti keinginan yang biasa kita sebut dengan Nafsu. Epikuros adalah salah satu filsuf yang dikenal dengan/yang memperkenalkan kita dengan hedonisme yang dikenalkan oleh Epikuoros. Sejatinya Hedonisme yang terbentuk dalam pola pikir selama ini adalah salah satu hal yang berkaitan dengan pola hidup yang glamor dan hidup dikuasai dengan sikap implusifitas yang berlebih. Namun, hal ini sangat jauh berbeda dari Hedonisme yang dikenalkan oleh Epikuros, yakni manusia harus bersikap baik dalam menyikapi hidup. Epikuros juga menyatakan hal ini harus berlaku juga dengan keinginan-keinginan dalam hidupnya. Epikuoros juga menyebutkan bahwa kita harus bersikap bijaksana yakni kita harus hidup dan memiliki ketenangan jiwa, dan terbebas dari perasaan sakit fisik maupun batin, hal ini lagi-lagi harus dalam aturannya (tidak boleh berlebihan). Epikuros-lah yang paling relavan dengan kehidupan saya saat ini yang dimana harus menahan diri untuk tidak memanjakan hasrat ditengah tuntutan sosial yang tinggi. Semua yang dijalani harus sesuai dengan pertimbangan matang-matang. Tidak hanya itu saja, membeli/memiliki suatu barang yang tidak terlalu fungsional juga merupakan salah satu hal tidak baik, salah satunya tidak berfungsi dengan optimal, seperti contoh memiliki baju yang dibeli dengan pergerakan zaman/sesuai dengan tren baju tersebut tidak akan bisa dipakai selama-lamanya dalam artinya tidak bersikap longlasting. Kadang untuk pemilihan warna juga harus dipikirkan, hal ini sangat relevan dengan kehidupan saya.
Selain itu juga dari epikuros yang terpenting adalah persaudaraan dan persahabatan
merupakan salah satu wadah untuk kita sebagai manusia dalam mencapai kenikmatan, dalam hal ini yang biasa kita sebut sebagai ketenangan.
2. Zeno, dengan sinisme, stoa dan kebagiaannya merupakan salah satu filsuf yang pemikirannya kurang relavan bagi kehidupan pribadi saya. Sebenarnya ada beberapa hal yang baik dari konsep Zeno dalam mencapai kebahagiaannya. Namun hal ini tidak bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari yang dimana hidup sebagai manusia yang memiliki ambisi dalam setiap langkahnya untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Apabila menggunakan konsep mencari kebahagian dengan model Stoa hanya bersikap berserah diri dalam penerapannya dan pola pemikirannya semuanya adalah sudah suratannya (takdir). Bagaimana cara hidup dari konseo sinisme itu anti- kemapanan yang disebut-sebut sebagai hidup yang mirip dengan cara anjing (canine)?
Kemudian, mengapa Zenon dalam konsep filsufnya bahwa bunuh diri adalah hal yang wajar?