• Tidak ada hasil yang ditemukan

seminar nasional mesin dan industri - Repository UNIB

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "seminar nasional mesin dan industri - Repository UNIB"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

-r-

=ir'i

:j- :a ::

SNIHI SEMINAR NASIONAL MESIN DAN INDUSTRI

(sNMll 5 - 2009

kruuilffiifuttfukdil$r

2809

Unirersrtas Tarurnattagara

Auditorium Gedung Utama

U n iversitas Taruma nag a ra

Jakafta, 08 Oktober 2OO9

RISET APLIKATIF

BIDANG TEKNIK MESIN DAN INDUSTRI

Diselenggarakan steh:

Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik

Universitas Tarumanagara

(2)

ffi{

Seminar

Nasional Mesin

dan

Industri (SNMI) 5 - 2009

"Riset

Aplikatif

Bidang Teknik Mesin dan Industri"

Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

T T I

! I I I I I

t !

T t t

T T !

t r

I I

PROSIDING

SEMINAR NASIONAL MESIN DAN INDUSTRI

(sNMr) s - 2oo9

ISBN | 978-97 9-957 52-9-6

RIS ET

BIDANG TEKNIK

APLIKATIF

ItIESIN DAN INDUSTRI

Auditorium Gedung Utama Lantai 3 Kampus I

Universitas Tarumanagara Jakarta, O8 Oktober 2OO9

Diselenggarakan oleh:

Jurusan Teknik i.lesin Fakultas Teknik

U

n iversitas Ta ru managara fl. Let. Jend. S. parman No. l Jakarta

Telp. (O21) 5672548,5638358, 5668124 Fax. (O2f) S66g2tl

e-mail: [email protected]

(3)

SNMI f

Seminar Nasional Mesin dan

Industri

(SNMIS) 2009

seragig.rrrs!

"Riset Aplikatif Bidang Teknik Mesin dan lndustri"

**frqgl**,V Jurusan Teknik Mesin rakultas Teknik Universitas Tarumanagara

EVALUASI LEYEL KEANDALAN SEBAGAI DASAR OPTIMASI KEANDALAN MESIN

Zuliantoni

Teknik Mesin-Fakultas Teknik-Universitas Bengkulu Jl. Raya Kandang limtn, Gedung V

IINIB

e-mail : mlian-7 5 @yahoo.co.id

Pemeibatn atau inspeksi pada Mesin

,i;ffii

berdasarkan schedule harian ywng telah ditefiuklrr. Data downtime mesin dikonversi menjadi data walau antar kegagalan. Langkah selanjutnya dilakukan pengujian distribusi untuk mendapatkan distribusi yang paling sesuai untuk data waktu antar kegagalan tersebut. Berdasarknn parameter-parameter distribusi yang diperoleh, fungsi keandalan masing-rnasing mesin dapat ditentukan, sehing,a nilai keandalan masing-masing mesin dan sistern secara keseluruhan untuk suatu periode waHu operasi tertentu dapat dihitung. Biaya peningkataa keandalan sistem dapat diformulasikan sebagai program nonlinier dengan fungsi tujuan untuk meminimalkan lotal bioya sistem. Bioya peningkatan keandalan mesin dimodelkan sebagai suatu fungsi eksponewial dari kandalan abual, target keandalan yang ingin dicapai, dan indeks kelalalan peningkatan keandalan.

Analisa mengenai Probabilitas Kegagalan atau Tingkat Keandalan dart mesin-mesin tersebut digunakan sebagai parameter untuk memperkitakan kapan suatu kornponen mesin akan mengalami kentsalan kembali. Hasil analisa data berupa MTBF, Failure Rate, MTfiR, Reliability, Maintainability dan Availaibility diganakan untuk menentulun kondisi mesin dan system pada saat Useful Lde Time.

Koto kunci: downtime,foilure rate, optimasi, perawatan

PENDAIIULUAN

Permasalahan perawatan dan ftsadalan

dari

mesin-mesin produksi seringkali bersumber pada penjadualan dan prediksi perbaftan dari mesin-mesin itu sendiri. Sejauh

ini

tahapan Frawatan s€ringkati dilakukan secara &mual dimana setiap data perawatan yang telah dilakukao, disusun dalam suaf,r bentuk poncatatan atau data record. Kecepatan

dan

ketepatan dalam menganalisa terjadinya kerusakan seringkali menjadi suatu permasalahan tersendiri. Banyak wakqr dan tenaga yang terbuang dengan percuma akibat pekerjaan tambahan tersebut.

Kegiatan perawatan dilakukan berdasarkan rekomendasi dari pabrikan pembuat peralatan produksi atau berdasarkan pengalaman dari orang-ofimg yang bertanggung jawab

dalam

melaksanakan kegiatan pemeliharaan,

tidak

berdasarkan

kondisi

operasi sesungguhnya dari konrponen atau peralatan tersebut dalam proses produksi. Adapun tujuan penelitiao yang ingin dicapai adalah; menentukan mesin-mesiu penyebab kegagalan utama pada mesin, menentukan distribusi waktu antar kegagalan mesin-mesin penyebab kegagalan utama, menenhrkan keandalan masing-masing mesin, menentukan laju kegagalan masing'masing mesin, menentukan rata-ruta waktu antar kegagalan masing- masing mesin, melakukan optimasi biaya minimal untuk mengalokasikan keandalan pada mesing-masing mesin, menentukan strategi perawatan Qreventive maintenance) masing- masing mesin berdasarkan alokasi keandalan yang telah didapatkan.

TINJAUAN PUSTAKA 1.

Fugsi Keandrlr

Keandalan dari suaur komponen, subsistem, atau sistem adalah probabilitas untuk tidak

mengalami

arau dapat 6glaksanakan fungsinya selama p€riod€ waktu r atau lebih. Frmgsi keandalan teftadap waknr dapat diformulasikan sebagai berikut:

418

(4)

I I

Seminar Nasional Mesin dan

Industri

(SNMIS) 2009

"Riset Aplikatif Bidang Teknik Mesin dan Industri"

Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

I I I I I I I I I

R(t)=1*p1,)

=

[f

{Dat

Dmara;f(t):

fungsi padat peluang (pdfl,

R(t):

keandalan (reliability), F (t1 = probabilitas kegagalan

I.1. Laiu Kegagalm

Laju kegagalar.

Q)

adalah bany'alo1a kegagalan per satuan waktu. Laju kegagalan dapat dinyatakan sebagai perbadingan antara baryzkny-a kegagalan yang terjadi selama selang waktu tertentu dengan totai r*zkui operasi

koryoneu

ubsistem, atau sistem. Laju kegagalan dinyatakan sebagai berikut:

(2.r)

(2.3)

(2.4)

(2.s)

)'tri= f

(t)

R(r)

t I I I I I

I I

t I

Dimana;

/=

banyaknya kegagdm selama jang&a s'akar operasi.

f

= total *'aktu operasi 1.2. Meen Time Bevreen

Filure OffBF)

MTBF adalah wakur rata-rata antar kegagalan atau rata-rata n'aktu beroperasinya komponeq subsistert atau sistem tanpa meagalami kegagalan" MTBF diperoleh dari basil bagi antara total waktu operasi dengan jumlah kegagalan dalam periode waktu operasi tersebut.

MnBF =pf?)at=[a1tlat

1.3. Pemodelan Keandrlan sistem

a.

Susunan Seri

Sistem seri dapat melaksanakan fungsinya atau beroperasi

jika

semua komponen dalam sistem tersebut beroperasi. Jika salah satu komponen mengalami kegagalan, maka secara keseluruhan sistem mengalami kegagalan. Sistem seri dapat digambarkan sebagai berikut:

til-

Gambar 2.1. Model keandalan Sistem Seri

Jika keandalan masing-masing komponen adalah

&,

Rz,Rt. . .

R*

maka keandalan

sistem seri adalah:

n

R,

=flfi,

b.

Susunan Paralel

Sistem paralel

&pat

melaksanakan frrngsinya

jika

minimal satu komponen dari penyusrmnya beroperasi. Sistem paralel gagal bila seluruh komponen penyusunnya gzgal

Sistern pararel dapat digambarkan sebagai berikut:

419

(5)

ttill

t t t

T

I I t t t t t t t t t

t

T

t

T

T T

Seminar Nasional Mesin dan

Industri

(SNMIS) 2009

"Riset Aplikatif Bidang Teknik Mesin dan Industri"

Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Gambar 2.2. Model keandalan Sistem Paralel

Jika keandalan masing-masing komponen adalah Xr, R-..,R-, . . . Rn, maka keandalan sistem paralel adalah:

n.

=r-li(r-n,)

(2.6)

2. Distribusi Data Data Waktu Antar Kegagalan 2.1. Distribusi Eksponensial

Fungsi padat peluang Qtrobability dens ity funcfion) distribusi Eksponeuial adalah:

f(t1=P-a<'-rt , t>

o,

1> o,

t

>y

t2.71

Dimana:

l"

= Laju Kegagalan (falure rate),

y :

Parameter lokasi (location parameter)

Jika distribusi waktu antar kegagalan suatu komponen, subsistenL atau sistern mengikuti distribusi Eksponensial, maka:

a.

Fungsi keandalan distribusi Eksponensial adalah:

R(t)=s-tt''rl

b.

Laju kegagalan distribusi Eksponensial adalah : l.

c.

MTBF = l/1"

2.2. Distrlbusi Weibull

Fungsi padat peluang @robability density funcnon) distribusi Weibull adalah:

7p1 =

L(

t

- rl'-'

"*r[-

(

ry\'

1

7\ ry ) L \ q ) )

Dimana:

ry = parameter skala (scale parameter), r7 > A

p

:parameterbentuk (shape parameter 1.

p>

Q

y :

parameter lokasi (location parometer)

Jika distribusi *'akru anar kegagaien fllaru mengikuti distribusi \Ueibull. maka:

a.

Fungsi keandalan drstribusi \\'eibull adalah:

f

r ,

- r' '1

R(r;=gxpi

-t,=

i

L\4,j

b.

Laju kegagalan distribusi

weibul

adalah:

(2.1r)

komponen, subsistem, atau sistem

(2.12)

(2.8 i

r2.9i (:.i0.)

420

(6)

SNMI f

Seminar Nasional Mesin dan

Industri

(SNMIS) 2009 t*'ruuats1u,*1 "Riset Aplikatif Bidang Teknik Mesin dan Industri"

u,*offira,,,U Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

sistem

I

T

t

T

t

I I I

I

T

I I I I I

T

I I t I

T

ttts=E(t -

Y)n

t/\ tl )

c.

MTBF

:y

+

qf(ll

B

+l)

2.3. DistribusiNormal

f(,)=-L-*,[- +(+)]

ntt=!oJzoL"-r[-](")']

b.

Laju kegagalan distribusi Normal adalah:

711=

=e*Pl-k- P)'f zo') j*o[- Q-p),lzo,fat c. Irdrsr I

p

2.4. Distribusi Lognormal

.f tt\=-J-"*r[- t.sJ2n 'L

r

frnr -

r,

)'l 2( " ./ l

mengikuti distribusi Lognormal, maka:

a-

Fungsi keandalan distribusi Eksponensial adalah:

R(r;=1-elltfl [s t,

)

b.

Failure rate secara umum:

iltl=fG)

R(r)

c.

MTBF = exp(/, + (O.s,.

rt

)

Fungsi padat peluang @robability density funcrion) distribusi Normal adalah:

(2.t3) (2.t4)

(2.1s)

(2.16)

(2.t7)

(2.18)

(2.te)

(2.20)

(2.2r) (2.22) Dimana:

p -

rata-raIa (mean),

o :

deviasi standart

Jika distribusi waktu antar kegagalan suatu komponen, subsistenq atau

mengikuti distribusi Nonnal, maka:

a.

f'rrngsi keandalan distribusi Normal adalah:

Jika distribusi waktu antar kegagalan suatu komponen, subsistem, atau sistem

3. Pengujian Distribusi

Pada data waktu antar kegagalan dari koryonen, subsisterrq atau sistem harus dilakukan uji distribusi agar teori-teori kegagalan yang telah dijelaskan sebelumnya dapat digunatan. Metode pengujian yang dapat dilakukan antara lain:

a.

Dengan memplot data waktu antar kegagalan pada kertas grafik probabilitas.

b.

Menghitung koefisien variasi (s)

drr

data sebagai langkah awal dari uji hipotesa.

421

(7)

SNMI f

Seminar Nasional Mesin dan

Industri

(SNMIS) 2009 Galqrtutuum[ "Riset Aplikatif Bidang Teknik Mesin dan Industri"

*ffir*,,,U

Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara Metode uji Kolmogorov-Smirnov, yang digunakan untuk mernbandingkan distribusi empiris data dengan distribusi

eryiris

tedenur yang dihipotesiskan.

422

(8)

Seminar Nasional Mesin dan

Industri

(SNMIS) 200!)

"Riset Aplikatif Bidang Teknik Mesin dan Industri"

Jurusan Teknik Mesin Pakultas Teknik Universitas Tarumanagara METODE PENELITIAN

PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA

l.

Analisa Pareto

arqffi' K{a-t

lrrxffi

423

STUDI LAPANGA}i DAN ID EI\.TIFIILASI -\1A SAI AH

FORMULASI PERTvIASALAITAN

IDENITFIKASI I/'ARIABEL DA,N PENGUMPULAN DATA

r

Dam dor','4tinre

r

frores koduksi

r

Data Urur:m Ferr;ra.ha*:r

PENGT}LAHAN DAN ANALTSA DATA

r

Aualisa Pareto

r

Fenenh.randistribLrsidata rvaktrr antar kegagalan

r

P"n€rttuan fungsi keandalari

r

Penentuan lajr: lq6g.*rhn

r

Peuentuan }'.{TBF

r

Alokasi keandalan rrntr:k tiap-tiap aresin

r

Penefltr.ran rtrategi perarvatan

*ntuk

iiap-tiap

KESIMPULAN DAN SARAN

Gambar 3. 1. Dia$am Alir Penelitian

iiiiii;ii;Eili!Ei iiiEiiiri;

(9)

I I

I I I I

Seminar Nasional Mesin dan

Industri

(SNMIS) 2009

"Riset Aplikatif Bidang Teknik Mesin dan Industri"

Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara Gambar 4.1 . Diagram Pareto Frekuensi Kegagalan Unit Clinker Grinding Finish Mill # 2 2. Analisa Keandalan 542 BM

I

2.1.

Uii

Distribusi Data Waktu Antar Kegagalan

QBn

542 BM

I

Dari hasil

uji

dishibusi bahwa distribusi data waktu antar kegagalan 542

BM

1

paling sesuai dengan distribusi Lopormal dengan paramater sebagai berikut :

b:

4.4140 ;

s = 1.5848; dengan koefisien

korelasi

p:99.39%.

2.2. Mean Time Between Failure

(MfBn

542 BM

I

MTBF dari data waktu antar kegagalan yaag mengikuti distribusi Lognormal dapat dihitung berdasarkan persanuirn 2.22 sebagai berikut:

MTBF

:

exp (4.4140) + (0.5 x 1.SA+82))

:289,9752

jam Nilai keandalan pada saat MTBF

:

R(289,9752) = 21.42o/o.

3. Rekapitulasi Analisis Keandalan Unit Clinker Grindtng Finish

MilI

# 2 Tabel 4. l. Pola Laju Kegagalan dan Nilai MTBF Mesn-mesin No Mesin Laiu Kepasalan MTBF (iam) R(MTBN

I 542 BM I Naik 289.9752 21.42%

2 542 SR I Turun 4r7.6001 30.59%

3 542B.F,3 Naik 592.7683 22.9lo/o

4 542WF 3 Naik 629.3780 19.80o/"

5 542 WF 1 Turun 785.2347 23.83%

6 542 FN 7 Turun 709.4477 32.12%

4. Optimasi Alokasi Keandalan

Sebagai contoh,

jika

target keandalan sistem yang ingin dicapai Rc

=

g0% untuk

100 jam operasi maka formulasi program nonliniemya akan menjadi sebagai berikut:

Fungsi Obyektif:

Minimasi

lrr-o.op:9.1sml l-,, -n ,r,&:9

ss'l

frr-o.r+r&:9,6751.] f,,-o rr,{o:9I2sr l

C: eL"'"'

r-Rr J

* rL"-"'" r-n,

I

* rlt'-"''*',-& I

+

rL,'-"",,*. j

+

1,,-0.:0,^'-o'ur'l [,,-o-r,,n"-o'srg+l

eL

t-Rs ) +

"L' r-x"

l

Nilai C menunjukkan total biaya peningkatan keandalan Unit Ctinker Grinding Finish

Mill

# 2 dari nilai keandalan aktual R, menjadi target keandalan yang ditetapkan n6

.

Nilai-nilai biaya tersebut bukan

nilai

nominal ueng yang harus dikeluarkan tetapi merupakan

nilai

perbandingan biaya peningkatan keandalan antar mesin dalam unit tersebut.

KESIMPULAN DAI{ SARAN 1. Kesimpulan

o

Mesin dengan MTBF terbesar adalah 542

wF I

(7gs.24jam), sedangkan mesin dengan MTBF terkecil adalah 542 BM 1 (289.93 jam).

o

Alokasi keandalan pada Unit Clinker Grinding Finish

Mill # 2

dipengaruhi oleh indeks kelayakan peningkatan keandalan, keandalan aktual, dan targei keandalan sistem yang

ingin

dicapai. Keputusan akhir mengenai target keandalan sistem merupakan kebijakan pihak perusahaan.
(10)

425

(11)

SNMI f

Seminar Nasional Mesin dan

Industri

(SIIIMIS) 2009 snrailasa@rrrw! "Riset Aplikatif Bidang Teknik Mesin dan Industri"

*,ffir*,,,1f

Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

2. saran

i

o

Keandalan mesin-mesin yang lain juga perlu diperhatikan, walaupun selama ini frekuensi kegagalan pada mesin-mesin tersebut relatif kecil.

o

Perusahaan sebaiknya melakukan pencatatan waktu kegagalan (downtime) secara

lebih rinci mengenai penyebab (sampai tingkat komponen), waktu untuk perbaikan, jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan, jumlah suku cadang yang dibutuhkan, dan lain-lain yang berkaitan dengan kegiatan pemeliharaan sehingga memungkinkan untuk dilaksanakan analisa keandalan yang lebih mendalam.

e

Data operasi mesin-mesin seharusnya dicatat sejak mulai beroperasinya mesin tersebut, sehingga data

yang

diperoleh dapat menggambarkan kondisi mesin sesungguhnya.

DAFTAR PUSTAKA

L

Jardine,

A.K.S,

Maintenance Rqrlacement

and Reliabilig,

Pitman Fublishing London,1973.

Kocecioglu, Dimitri, Reliability Engiaeering Handbook, Volume 1, PTR. Prentice Hall, 1991.

Kocecioglu, Dimiffi, Reliability Engineering Eandbook, Volume 2, PTR. Prentice Hall, 1991.

Mettas, Adamantios, Reliabittty Allocation and Optimization

for Compl*

System,

Proceeding of Annual Reliability and Maintainability Symposium, (2000).

O'Connor, Patrick D.T., Practical Reliabitity Engineering, 3'd Edition Revised John Wiley & Sons Ltd. England 1991.

Ebeling, charles

E, Reliobilig and

Maintainability

Engineerkg,

lnternational Edition, McGraw-Hill, 1997 .

Vassiliou, Pantelis

D.,

Weibull-Plus Yqsion 3.0 User Menaal, ReliaSoft, Tucson Atrjrzona,1994.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

426

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penqujian Kecocokan (chi-square) jam operasi mesin terhadap sebaran. Hasil penqujian kecocokan (chi-square) waktu antar kedatanqan kerusakan terhadap

The end-effector atau gripper adalah sub-sistem dari sebuah robot industri yang mempertahankan sejumlah potongan geometris kerja untuk waktu tertentu, misalnya

Permasalahannya adalah pada besar dan distribusi tegangan sebagai faktor pembatas utama pada mesin yang berputar cepat, yang menyebabkan kegagalan dari elemen

Dalam usaha domestikasi ikan liar, tujuan utama yang ingin dicapai adalah ikan- ikan yang didomestikasikan tersebut mampu bertahan hidup, setelah ikan mampu bertahan hidup

Luaran yang ingin dicapai adalah: (1) menghasilkan dan mengoperasikan mesin pengupas kulit luar kacang tanah sehingga petani dapat menghemat waktu dan tenaga serta hasil

• Setelah komponen diperbaiki, bengkel akan mengirimkan komponen yang baik tersebut pada pabrik untuk dijadikan stok dengan lead time = waktu perbaikan.. • Jika pabrik

Data yang diolah adalah data waktu antar kerusakan (TTF) komponen mesin main pump hydraulic periode Januari sampai Desember 2012 untuk menentukan MTTF, kemudian diuji distribusi

Tujuan penulisan makalah adalah untuk menentukan interval waktu pemeliharaan pencegahan kegagalan dengan melakukan optimasi jadwal penggantian komponen atau suku cadang