• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sensor aktuator kaiko rov

N/A
N/A
SISSY TAWI HENDRIA

Academic year: 2025

Membagikan "Sensor aktuator kaiko rov"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN ANALISIS ALAT

ROV (REMOTE OPERATED VEHICLE)

“KAIKO ROV”

Dosen Pengampu :

Dr. Eng. Ferry Hadary, ST., M.Eng

Disusun Oleh :

Sissy Tawi Hendria_H1081221010

PROGRAM STUDI REKAYASA SISTEM KOMPUTER

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS TANJUNGPURA

PONTIANAK

2025

(2)

Pendahuluan

ROV (Remotely Operated Vehicle) adalah kendaraan bawah air yang dikendalikan dari jarak jauh oleh operator melalui kabel atau sistem komunikasi nirkabel. ROV dilengkapi dengan sensor seperti kamera, sonar, dan instrumen pengukur lingkungan, serta aktuator seperti motor dan lengan robotik.

Alat ini umumnya digunakan untuk inspeksi, pemeliharaan, dan survei di lingkungan bawah laut, seperti di industri minyak dan gas, atau untuk penelitian ilmiah. Keunggulan utama ROV adalah kemampuannya untuk memberikan kontrol real-time dan memungkinkan operator mengambil keputusan berdasarkan data yang dikumpulkan. Namun, karena menggunakan kabel, mobilitasnya terbatas, dan biaya operasionalnya relatif tinggi.

AUV (Autonomous Underwater Vehicle) di sisi lain, adalah kendaraan bawah air yang beroperasi secara mandiri tanpa intervensi manusia selama misi berlangsung. AUV diprogram untuk menjalankan tugas tertentu, seperti pemetaan dasar laut, pengumpulan data lingkungan, atau survei otonom. Dengan menggunakan sensor seperti sonar, kamera, dan perangkat pengukur, AUV mampu mengumpulkan data secara efisien. Kelebihan AUV adalah kemampuannya untuk menjelajahi area yang luas tanpa memerlukan kabel, serta biaya operasional yang lebih rendah setelah diluncurkan.

Namun, karena bekerja tanpa kontrol langsung, kemampuan untuk menyesuaikan misi secara real-time lebih terbatas dibandingkan ROV.

Secara umum, ROV lebih cocok untuk tugas yang memerlukan kontrol langsung dan interaksi dengan lingkungan, sementara AUV ideal untuk misi survei dan pemetaan yang membutuhkan otonomi dan cakupan area yang luas. Keduanya memainkan peran penting dalam eksplorasi dan penelitian bawah laut, tergantung pada kebutuhan spesifik dari proyek yang dilakukan. Salah satu contoh yang Saya ambil adalah Keiko ROV.

Kaiko ROV

Kaiko ROV adalah alat yang digunakan untuk eksplorasi bawah laut dengan kemampuan untuk mengumpulkan data dan gambar dari lingkungan laut yang dalam. Kaiko ROV dirancang untuk digunakan dalam penelitian ilmiah, terutama untuk eksplorasi dasar laut dan pengamatan ekosistem laut dalam. Kendaraan ini mampu beroperasi pada kedalaman yang ekstrem, dengan tujuan utama untuk mengumpulkan data penting tentang lingkungan laut.

Gambar 1. Kaiko ROV

(3)

Berikut adalah penjabaran tentang Kaiko ROV, termasuk sensor dan aktuator yang digunakan:

Komponen Utama 1. Sensor

a. Kamera HD: Dapat digunakan untuk mengambil gambar dan video dari area bawah laut, membantu dalam penelitian dan pengamatan kebiasaan biota laut.

b. Sensor Suhu dan Salinitas: Mengukur suhu air dan salinitas untuk analisis lingkungan.

c. Sonar: Digunakan untuk pemetaan dasar laut dan mendeteksi objek yang ada di bawah air.

d. Sensor Kedalaman: Untuk mengukur kedalaman tempat ROV berada, penting untuk navigasi dan pengumpulan data.

e. Sensor Oksigen dan Nutrisi: Memonitor tingkat oksigen dan nutrisi di perairan untuk studi ekologi.

2. Aktuator

a. Kendalikan Motor: Motor yang digunakan untuk menggerakkan baling-baling atau propeller, memungkinkan kendaraan untuk bergerak maju, mundur, atau berputar.

b. Lengan Manipulator: ROV sering dilengkapi dengan lengan robotik yang dapat digunakan untuk menangkap objek, mengambil sampel tanah atau biota, dan melakukan tugas manipulasi lainnya.

c. Penggerak Kecil (Thruster): Digunakan untuk memberikan dorongan dan kontrol arah, biasanya terdiri dari beberapa thruster untuk navigasi yang lebih baik.

Fitur Tambahan

a. Sistem Komunikasi: Untuk mengirimkan data kembali ke permukaan, baik melalui kabel (tethered) atau sistem nirkabel.

b. Sistem Kendali: Software yang memungkinkan operator mengontrol ROV dan menganalisis data yang dikumpulkan.

Cara Kerja Kaiko ROV

Kaiko ROV bekerja dengan dikendalikan secara jarak jauh oleh operator melalui kabel atau sistem komunikasi nirkabel. Saat dioperasikan, kendaraan ini diturunkan ke dalam air dengan bantuan kabel serat optik yang menghubungkannya ke kapal induk. Kabel ini tidak hanya berfungsi sebagai jalur komunikasi untuk mengirim perintah dari operator ke ROV, tetapi juga sebagai saluran untuk

(4)

mengirimkan data dan gambar yang dikumpulkan oleh sensor ROV ke permukaan. Sensor seperti kamera HD, sonar, dan instrumen pengukur lingkungan (suhu, salinitas, oksigen, dan nutrisi) aktif selama operasi untuk merekam kondisi dan objek di bawah air.

Untuk bergerak, Kaiko ROV menggunakan motor dan thruster yang dikendalikan oleh operator.

Motor ini menggerakkan baling-baling atau propeller, memungkinkan ROV untuk bergerak maju, mundur, naik, turun, atau berputar. Selain itu, Kaiko ROV dilengkapi dengan lengan robotik yang dapat digunakan untuk mengambil sampel tanah, biota, atau objek lainnya dari dasar laut. Data yang dikumpulkan, termasuk gambar, video, dan pengukuran lingkungan, dikirim kembali ke kapal induk melalui kabel untuk dianalisis lebih lanjut.

Gambar 2. Referensi ROV dari Lab DCC Gambar 3. Kaiko ROV

Referensi

Dokumen terkait

Proses penelitian diawali dengan mengumpulkan alat dan bahan, kemudian membuat diagram blok rancangan alat seperti pada Gambar 1, dan skema seluruh rangkaian sistem

Pada saat peserta didik melakukan eksperimen atau eksplorasi, guru memberi kesempatan kepada para siswa untuk mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya yang

Alat ini dirancang untuk mengetahui batas wilayah laut indonesia, sehingga jika nelayan indonesia memasuki wilayah laut negara lain maka alat ini akan memberikan

Gambar 7. Arsitektur Perancangan Sistem Wemos Alat ini dirancang dan dibuat sedemikian rupa agar dapat melihat kinerja antara Xbee dan Wemos dalam hal pengiriman

Alat terapi Lampu biru otomatis yang telah dirancang memiliki beberapa kelebihan, dimana alat ini dapat mempermudah juga seorang perawat untuk menggunakan dengan

Gambar 2.2 merupakan alat kompresing untuk uji kualitas beton. Gambar 2.2 Alat kompresing untuk menguji kekuatan beton. Beton harus dirancang proporsi campurannya agar

Kelebihan dari alat ini adalah kemampuan untuk mengontrol alat monitoring dengan menggunakan telepon selular berkemampuan video call dari manapun yang digerakan oleh

Apabila 3 kabel kepala dihubungkan seperti yang terlihat pada gambar di bawah, setengah dari hambatan kabel kepala akan terdapat pada sisi sebelah dari jembatan Wheatstone, hal