• Tidak ada hasil yang ditemukan

SEOJK tentang Rencana Bisnis Bank Perkreditan Rakyat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "SEOJK tentang Rencana Bisnis Bank Perkreditan Rakyat"

Copied!
53
0
0

Teks penuh

(1)

Yth.

Direksi Bank Perkreditan Rakyat di tempat.

SALINAN

SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 28 /SEOJK.03/2021 TENTANG

RENCANA BISNIS BANK PERKREDITAN RAKYAT

Sehubungan dengan ditetapkannya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 15/POJK.03/2021 tentang Rencana Bisnis Bank Perkreditan Rakyat dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 190, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6712), selanjutnya disebut POJK Rencana Bisnis BPR dan BPRS, diperlukan penyesuaian atas cakupan, format, dan tata cara pelaporan Rencana Bisnis BPR yang sebelumnya diatur dalam Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 52/SEOJK.03/2016 tentang Rencana Bisnis Bank Perkreditan Rakyat. Adapun penyesuaian atas cakupan, format, dan tata cara pelaporan Rencana Bisnis BPR adalah sebagai berikut:

I. KETENTUAN UMUM

1. Dalam rangka mencapai tujuan usaha sesuai dengan visi dan misi yang telah ditetapkan, BPR perlu menyusun Rencana Bisnis dengan memperhatikan faktor eksternal dan internal yang dapat memengaruhi kelangsungan usaha BPR serta prinsip kehati-hatian dan asas perbankan yang sehat. Rencana Bisnis harus disusun secara realistis, komprehensif, dan mempertimbangkan potensi risiko sehingga dapat digunakan sebagai dasar untuk memberikan arah kebijakan dalam melaksanakan kegiatan usaha untuk mencapai visi dan misi BPR.

2. Rencana Bisnis adalah dokumen tertulis yang menggambarkan rencana pengembangan dan kegiatan usaha BPR dalam jangka waktu tertentu serta strategi untuk merealisasikan rencana tersebut sesuai target dan waktu yang ditetapkan.

(2)

3. Rencana Bisnis yang disusun oleh BPR sebagaimana dimaksud pada angka 2 harus mencerminkan arah dan kebijakan pengembangan usaha BPR dalam jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Arah dan kebijakan pengembangan usaha BPR dalam jangka panjang meliputi visi dan misi BPR.

Yang dimaksud dengan “jangka pendek” adalah untuk periode 1 (satu) tahun.

Yang dimaksud dengan “jangka menengah” adalah untuk periode 3 (tiga) tahun.

Yang dimaksud dengan “jangka panjang” adalah untuk periode 5 (lima) tahun.

4. Dengan mempertimbangkan kondisi permodalan industri BPR, jangka waktu proyeksi dan perencanaan beberapa cakupan materi dalam penyusunan Rencana Bisnis BPR dibedakan berdasarkan modal inti, yaitu:

a. BPR yang memiliki modal inti kurang dari Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah); dan

b. BPR yang memiliki modal inti paling sedikit Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah).

5. Perhitungan hari yang dimaksud dalam POJK Rencana Bisnis BPR dan BPRS terkait penyampaian Rencana Bisnis, penyesuaian Rencana Bisnis, perubahan Rencana Bisnis, dan Laporan Pelaksanaan dan Pengawasan Rencana Bisnis adalah hari kalender.

6. Laporan Pelaksanaan dan Pengawasan Rencana Bisnis adalah laporan yang disusun oleh Direksi dan Dewan Komisaris BPR mengenai pelaksanaan Rencana Bisnis oleh Direksi serta hasil pengawasan Dewan Komisaris terhadap pelaksanaan Rencana Bisnis sampai dengan periode tertentu.

II. CAKUPAN RENCANA BISNIS

1. Sesuai dengan POJK Rencana Bisnis BPR dan BPRS, Rencana Bisnis paling sedikit memuat:

a. Ringkasan Eksekutif

Bagian ini paling sedikit memuat visi dan misi BPR yang disusun untuk jangka waktu 5 (lima) tahun, rencana dan langkah strategi yang akan ditempuh oleh BPR yang dijelaskan untuk periode

(3)

jangka pendek dan jangka menengah, indikator keuangan utama, serta target jangka pendek dan jangka menengah.

b. Strategi Bisnis dan Kebijakan Bagian ini paling sedikit memuat:

1) rencana jangka pendek mengenai analisis posisi BPR dalam persaingan usaha berdasarkan aset dan/atau lokasi, kebijakan manajemen risiko dan tata kelola BPR, strategi penghimpunan dana dan penyaluran kredit, dan strategi penyelesaian permasalahan strategis dan/atau pemenuhan ketentuan BPR; dan

2) rencana jangka pendek dan jangka menengah mengenai arah kebijakan BPR.

c. Proyeksi Laporan Keuangan

Bagian ini paling sedikit memuat proyeksi laporan posisi keuangan, proyeksi laba rugi, dan proyeksi rekening adiminstratif, serta alasan atau pertimbangan mengenai penetapan target dalam penyusunan proyeksi. BPR yang memiliki modal inti kurang dari Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah) menyampaikan proyeksi sampai dengan 1 (satu) tahun ke depan, sedangkan BPR yang memiliki modal inti paling sedikit Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah) menyampaikan proyeksi sampai dengan 3 (tiga) tahun ke depan.

d. Target Rasio dan Pos Keuangan

Bagian ini paling sedikit memuat target rasio keuangan pokok dan target rasio pos tertentu lainnya, serta alasan atau pertimbangan mengenai penetapan target dalam penyusunan proyeksi. BPR yang memiliki modal inti kurang dari Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah) menyampaikan target sampai dengan 1 (satu) tahun ke depan, sedangkan BPR yang memiliki modal inti paling sedikit Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah) menyampaikan target sampai dengan 3 (tiga) tahun ke depan.

e. Rencana Penghimpunan Dana

Bagian ini paling sedikit memuat rencana jangka pendek mengenai rencana penghimpunan dana pihak ketiga dan rencana penghimpunan dana lainnya.

(4)

f. Rencana Penyaluran Dana

Bagian ini paling sedikit memuat rencana jangka pendek mengenai rencana penyaluran kredit berdasarkan sektor ekonomi terbesar dalam penyaluran kredit, rencana penyaluran kredit berdasarkan jenis penggunaan, dan rencana penyaluran kredit berdasarkan jenis usaha.

g. Rencana Permodalan

Bagian ini paling sedikit memuat rencana jangka pendek dan jangka menengah mengenai rencana perubahan atau penambahan modal disetor, modal sumbangan, dan/atau revaluasi aset tetap.

h. Rencana Pengembangan dan Pengadaan Teknologi Informasi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia

Bagian ini paling sedikit memuat rencana jangka pendek mengenai rencana pengembangan dan pengadaan teknologi informasi yang bersifat mendasar dan rencana pengembangan sumber daya manusia yang paling sedikit memuat rencana rekrutmen sumber daya manusia, rencana pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia, dan rencana pemanfaatan tenaga kerja alih daya.

i. Rencana Pelaksanaan Kegiatan Usaha Baru

Bagian ini paling sedikit memuat rencana jangka pendek mengenai pelaksanaan kegiatan usaha yang memenuhi kategori produk baru sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan yang mengatur mengenai penyelenggaraan produk BPR dan BPRS.

j. Rencana Pengembangan dan/atau Perubahan Jaringan Kantor Bagian ini paling sedikit memuat rencana jangka pendek mengenai rencana pemindahan alamat kantor pusat dan/atau kantor cabang, rencana pembukaan dan/atau penutupan kantor cabang, dan rencana perubahan status jaringan kantor.

k. Informasi Lainnya

Bagian ini paling sedikit memuat informasi yang diperkirakan memengaruhi kegiatan usaha BPR antara lain rencana penghentian kegiatan usaha, produk, atau aktivitas yang berdampak material terhadap kinerja keuangan atau profil risiko BPR, termasuk informasi yang dipersyaratkan dalam ketentuan

(5)

peraturan perundang-undangan untuk dicantumkan dalam Rencana Bisnis.

2. Cakupan Rencana Bisnis yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan sebagaimana dimaksud pada angka 1 bersifat minimum sehingga BPR dapat memperluas cakupan tersebut sesuai dengan kebutuhan dengan tetap memperhatikan butir I.1.

3. Penyusunan Rencana Bisnis mengacu pada pedoman sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan ini.

III. PENYESUAIAN DAN PERUBAHAN RENCANA BISNIS

1. Otoritas Jasa Keuangan dapat meminta BPR untuk melakukan penyesuaian terhadap Rencana Bisnis yang telah disampaikan oleh BPR, antara lain:

a. target atau program kerja yang disampaikan dalam Rencana Bisnis BPR dinilai dapat memengaruhi atau membahayakan kelangsungan kegiatan usaha BPR; dan/atau

b. Rencana Bisnis yang disampaikan BPR belum memuat atau mengakomodasi hal strategis yang ditetapkan karena kebijakan pengaturan perbankan, kebijakan atau program pemerintah, atau hal strategis lain.

2. BPR dapat melakukan perubahan terhadap Rencana Bisnis dalam hal terdapat faktor eksternal dan internal yang secara signifikan memengaruhi kegiatan operasional dan/atau memengaruhi kinerja BPR, sebagai berikut:

a. faktor eksternal antara lain kondisi perekonomian, kebijakan pemerintah, persaingan dengan lembaga jasa keuangan atau entitas lain, serta perkembangan teknologi informasi. Sebagai contoh:

1) Penurunan pertumbuhan ekonomi daerah yang menyebabkan permintaan kredit pada sektor perdagangan yang menjadi prioritas penyaluran kredit BPR mengalami penurunan sehingga dapat memengaruhi kemampuan membayar debitur di sektor tersebut. Berdasarkan kondisi tersebut, BPR dapat mengubah prioritas penyaluran kredit pada sektor lainnya.

(6)

2) Terdapat peraturan atau program pemerintah terkait dengan kebijakan penyaluran kredit melalui BPR.

3) Terdapat bencana alam, nonalam, atau sosial yang berpengaruh terhadap kondisi perekonomian sehingga memengaruhi asumsi yang digunakan dalam penyusunan proyeksi keuangan.

b. faktor internal antara lain kondisi keuangan, manajemen dan sumber daya manusia, serta kemampuan infrastruktur lainnya termasuk teknologi informasi. Sebagai contoh:

1) BPR mengalami pemburukan kinerja keuangan yang berakibat pada permasalahan permodalan.

2) Terjadi perubahan kepengurusan dan/atau pengendalian BPR yang menyebabkan terjadinya perubahan strategi bisnis BPR.

3) Terdapat rencana penyelenggaraan produk baru yang dapat mendukung pengembangan usaha BPR namun belum termuat dalam Rencana Bisnis yang disampaikan oleh BPR.

c. faktor eksternal dan internal sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b dinilai BPR berdampak material terhadap kegiatan operasional dan/atau kondisi keuangan, yang antara lain tercermin dari laporan keuangan BPR atau dalam hal memengaruhi kinerja keuangan BPR.

IV. LAPORAN PELAKSANAAN DAN PENGAWASAN RENCANA BISNIS

1. Sesuai dengan POJK Rencana Bisnis BPR dan BPRS, Laporan Pelaksanaan dan Pengawasan Rencana Bisnis disampaikan BPR secara semesteran, yaitu:

a. periode Januari sampai dengan Juni disampaikan paling lambat akhir bulan Juli tahun berjalan; dan

b. periode Juli sampai dengan Desember disampaikan paling lambat akhir bulan Januari tahun selanjutnya.

2. Laporan Pelaksanaan dan Pengawasan Rencana Bisnis paling sedikit memuat:

a. penjelasan mengenai pencapaian Rencana Bisnis berupa perbandingan antara rencana dan realisasi;

b. penjelasan mengenai penyebab dan kendala terjadinya perbedaan antara rencana dan realisasi Rencana Bisnis;

(7)

c. upaya tindak lanjut yang telah dan akan dilakukan untuk memperbaiki pencapaian realisasi Rencana Bisnis;

d. hasil analisis atau identifikasi serta pendapat Dewan Komisaris atas pengawasan terhadap pelaksanaan Rencana Bisnis oleh Direksi; dan

e. langkah pengawasan yang telah dan akan ditempuh Dewan Komisaris dalam proses pengawasan Rencana Bisnis.

3. Penyusunan Laporan Pelaksanaan dan Pengawasan Rencana Bisnis mengacu pada pedoman sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan ini.

V. PELAPORAN

1. Tata cara penyampaian Rencana Bisnis, penyesuaian Rencana Bisnis, perubahan Rencana Bisnis, dan Laporan Pelaksanaan dan Pengawasan Rencana Bisnis dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai pelaporan bank perkreditan rakyat dan bank pembiayaan rakyat syariah melalui sistem pelaporan Otoritas Jasa Keuangan.

2. BPR menyiapkan Rencana Bisnis serta Laporan Pelaksanaan dan Pengawasan Rencana Bisnis dalam bentuk text file (txt) dan/atau portable document format (pdf) dan menyampaikannya kepada Otoritas Jasa Keuangan melalui sistem pelaporan Otoritas Jasa Keuangan.

VI. KETENTUAN LAIN-LAIN

1. Lampiran dalam Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan ini merupakan pedoman untuk menyusun Rencana Bisnis dan Laporan Pelaksanaan dan Pengawasan Rencana Bisnis.

2. Lampiran dalam Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan ini.

(8)

Salinan ini sesuai dengan aslinya Direktur Hukum 1

Departemen Hukum ttd

Mufli Asmawidjaja VII. PENUTUP

1. Pada saat Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan ini mulai berlaku, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 52/SEOJK.03/2016 tentang Rencana Bisnis Bank Perkreditan Rakyat dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

2. Ketentuan dalam Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta

pada tanggal 22 November 2021

KEPALA EKSEKUTIF PENGAWAS PERBANKAN OTORITAS JASA KEUANGAN

REPUBLIK INDONESIA,

ttd

HERU KRISTIYANA

(9)

LAMPIRAN

SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 28 /SEOJK.03/2021 TENTANG

RENCANA BISNIS BANK PERKREDITAN RAKYAT

(10)

PEDOMAN PENYUSUNAN RENCANA BISNIS DAN

LAPORAN PELAKSANAAN DAN PENGAWASAN RENCANA BISNIS

(11)

DAFTAR ISI

I. PEDOMAN PENYUSUNAN RENCANA BISNIS ... 4

A. Penyusunan Rencana Bisnis oleh Direksi……… 4

1. Ringkasan Eksekutif ... 4

2. Strategi Bisnis dan Kebijakan ... 5

3. Proyeksi Laporan Keuangan ... 7

a. Format Proyeksi Laporan Posisi Keuangan ... 9

b. Format Proyeksi Laba Rugi ... 14

c. Format Proyeksi Rekening Administratif ... 22

4. Target Rasio dan Pos Keuangan ... 24

5. Rencana Penghimpunan Dana ... 31

6. Rencana Penyaluran Dana ... 31

a. Rencana Penyaluran Kredit Berdasarkan Sektor Ekonomi Terbesar dalam Penyaluran Kredit ... 32

b. Rencana Penyaluran Kredit Berdasarkan Jenis Penggunaan ... 32

c. Rencana Penyaluran Kredit Berdasarkan Jenis Usaha 33

7. Rencana Permodalan ... 34

8. Rencana Pengembangan dan Pengadaan Teknologi Informasi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia ... 36

a. Rencana Pengembangan dan Pengadaan Teknologi Informasi yang Bersifat Mendasar ... 36

b. Rencana Pengembangan Sumber Daya Manusia ... 36

1) Rencana Rekrutmen Sumber Daya Manusia ... 37

2) Rencana Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Manusia ... 37

3) Rencana Pemanfaatan Tenaga Kerja Alih Daya ... 38

9. Rencana Pelaksanaan Kegiatan Usaha Baru ... 39

10. Rencana Pengembangan dan/atau Perubahan Jaringan Kantor ... 41

11. Informasi Lainnya ... 42

B. Persetujuan Rencana Bisnis oleh Dewan Komisaris……… 42

II. PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN PELAKSANAAN DAN PENGAWASAN RENCANA BISNIS ... 43

(12)

I. PEDOMAN PENYUSUNAN RENCANA BISNIS A. Penyusunan Rencana Bisnis oleh Direksi

Sesuai dengan POJK Rencana Bisnis BPR dan BPRS, Direksi wajib menyusun Rencana Bisnis setiap tahun, yang paling sedikit memuat:

1. Ringkasan Eksekutif

Bagian ini berisi penjelasan umum mengenai ringkasan Rencana Bisnis yang disampaikan oleh BPR yaitu:

a. Visi dan Misi BPR

Visi adalah tujuan yang ingin dicapai BPR dalam jangka menengah atau jangka panjang.

Misi adalah pernyataan yang digunakan untuk menggambarkan tujuan dari BPR.

Visi dan misi BPR disusun untuk jangka panjang.

b. Rencana dan Langkah Strategis yang Akan Ditempuh oleh BPR

Rencana dan langkah strategis yang akan ditempuh oleh BPR dijelaskan untuk jangka pendek dan jangka menengah.

c. Indikator Keuangan Utama

Indikator keuangan utama paling sedikit memuat penjelasan mengenai kinerja BPR untuk periode jangka pendek yang diperhitungkan dalam penilaian tingkat kesehatan BPR sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan yang mengatur mengenai penilaian tingkat kesehatan BPR dan BPRS.

d. Target Jangka Pendek dan Jangka Menengah

Target jangka pendek adalah target kegiatan usaha BPR selama 1 (satu) tahun ke depan yang paling sedikit memuat penurunan non-performing loan, peningkatan fungsi intermediasi, peningkatan efisiensi, serta kebijakan manajemen risiko dan tata kelola BPR.

Target jangka menengah adalah target kegiatan usaha BPR selama 3 (tiga) tahun ke depan yang paling sedikit memuat upaya penguatan permodalan.

(13)

Penyusunan ringkasan eksekutif sesuai dengan format sebagai berikut:

Format 01.00 Ringkasan Eksekutif

Nama BPR :

Alamat :

Kota/Kabupaten :

Kolom Sandi Uraian

Visi BPR 0111

Misi BPR 0112

Rencana dan Langkah Strategi

Jangka Pendek 0121

Rencana dan Langkah Strategi

Jangka Menengah 0122

Indikator Keuangan Utama a. Permodalan

b. Kualitas aset c. Rentabilitas d. Likuiditas e. Lainnya

0131 0132 0133 0134 0139 Target Jangka Pendek 0141 Target Jangka Menengah 0142 2. Strategi Bisnis dan Kebijakan

Bagian ini berisi penjelasan secara kualitatif mengenai:

a. Analisis Posisi BPR dalam Persaingan Usaha Berdasarkan Aset dan/atau Lokasi

Analisis posisi BPR dalam persaingan usaha berdasarkan aset dan/atau lokasi dijelaskan untuk periode jangka pendek.

Untuk melakukan analisis posisi, BPR dapat menggunakan analisis SWOT yaitu Strength (Kekuatan), Weakness (Kelemahan), Opportunity (Peluang), dan Threat (Ancaman) dalam menghadapi persaingan usaha dengan lembaga jasa keuangan dan/atau entitas lain, termasuk BPR dan/atau BPRS lain.

(14)

Untuk melakukan analisis posisi dalam persaingan usaha berdasarkan lokasi, BPR dapat menggunakan batasan wilayah kabupaten, kota dan/atau provinsi.

b. Arah Kebijakan BPR

Arah kebijakan BPR dijelaskan untuk periode jangka pendek dan jangka menengah meliputi informasi umum kebijakan BPR yang ditetapkan oleh manajemen dalam pengembangan usaha BPR di waktu yang akan datang antara lain strategi pengembangan bisnis di era digital, serta rencana pelaksanaan penggabungan, peleburan, dan pengambilalihan BPR. Termasuk dalam strategi pengembangan bisnis adalah pengembangan teknologi informasi serta strategi untuk mengantisipasi perubahan kondisi eksternal.

c. Kebijakan Manajemen Risiko dan Tata Kelola BPR

Kebijakan manajemen risiko dan tata kelola BPR dijelaskan untuk periode jangka pendek. Penerapan kebijakan manajemen risiko dan tata kelola sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai penerapan manajemen risiko bagi bank perkreditan rakyat dan penerapan tata kelola bagi bank perkreditan rakyat, termasuk target penilaian penerapan manajemen risiko dan tata kelola.

d. Strategi Penghimpunan Dana dan Penyaluran Kredit

Bagian ini menguraikan penjelasan untuk periode jangka pendek mengenai strategi BPR untuk menghimpun dana dan merealisasikan rencana penyaluran kredit antara lain informasi mengenai target, strategi pemasaran dan penerimaan, serta sumber penghimpunan dana pihak ketiga dan penghimpunan dana lainnya.

e. Strategi Penyelesaian Permasalahan Strategis dan/atau Pemenuhan Ketentuan BPR

Bagian ini memuat penjelasan untuk periode jangka pendek mengenai informasi langkah strategis untuk menyelesaikan permasalahan yang memengaruhi tingkat kesehatan atau status pengawasan BPR, antara lain langkah penyelesaian kredit bermasalah yang telah atau dapat memengaruhi kinerja atau tingkat kesehatan BPR. Selain itu bagian ini juga

(15)

memuat informasi dan langkah strategis BPR dalam rangka pemenuhan ketentuan BPR antara lain pemenuhan modal inti minimum sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai pemenuhan rasio kewajiban penyediaan modal minimum dan pemenuhan modal inti minimum bank perkreditan rakyat dan pemenuhan kewajiban pembentukan satuan kerja tertentu sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai penerapan tata kelola bagi bank perkreditan rakyat.

Penyusunan strategi bisnis dan kebijakan sesuai dengan format sebagai berikut:

Format 02.00

Strategi Bisnis dan Kebijakan

Kolom Sandi Uraian

Analisis Posisi BPR dalam Persaingan Usaha Berdasarkan Aset dan/atau Lokasi

0210

Arah Kebijakan BPR 0220

Kebijakan Manajemen Risiko

dan Tata Kelola BPR 0230 Strategi Penghimpunan Dana 0241 Strategi Penyaluran Kredit 0242 Strategi Penyelesaian

Permasalahan Strategis BPR 0251 Strategi Pemenuhan Ketentuan

BPR 0252

3. Proyeksi Laporan Keuangan

Bagian ini berisi penjelasan secara kuantitatif dan kualitatif mengenai proyeksi laporan posisi keuangan, proyeksi laba rugi, dan proyeksi rekening adiminstratif, serta alasan atau pertimbangan mengenai penetapan target dalam penyusunan proyeksi. Laporan posisi keuangan, laba rugi, dan rekening administratif sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai pelaporan bank perkreditan rakyat dan bank pembiayaan rakyat syariah melalui sistem pelaporan Otoritas Jasa Keuangan.

(16)

a. BPR yang memiliki modal inti kurang dari Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah) menyampaikan proyeksi sampai dengan 1 (satu) tahun ke depan.

Proyeksi laporan keuangan dijelaskan untuk:

1) posisi aktual akhir bulan Oktober tahun penyusunan Rencana Bisnis;

2) proyeksi akhir bulan Desember tahun penyusunan Rencana Bisnis; dan

3) proyeksi 1 (satu) tahun ke depan yang disajikan secara semesteran.

b. BPR yang memiliki modal inti paling sedikit Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah) menyampaikan proyeksi sampai dengan 3 (tiga) tahun ke depan.

Proyeksi laporan keuangan dijelaskan untuk:

1) posisi aktual akhir bulan Oktober tahun penyusunan Rencana Bisnis;

2) proyeksi akhir bulan Desember tahun penyusunan Rencana Bisnis;

3) proyeksi 1 (satu) tahun ke depan yang disajikan secara semesteran; dan

4) proyeksi akhir tahun kedua dan ketiga yang disajikan secara tahunan.

Penyusunan proyeksi laporan keuangan sesuai dengan format sebagai berikut:

(17)

a. Format Proyeksi Laporan Posisi Keuangan

Format 03.10

Proyeksi Laporan Posisi Keuangan

(dalam satuan rupiah)

Pos-Pos Sandi Saldo Okt

(X-1)

Proyeksi

Des X-1 Jun X Des X Des X+1a Des X+2a ASET

Kas dalam Rupiah 1101010000

Kas dalam Valuta Asing 1101020000

Surat Berharga 1102000000

Penempatan pada Bank Lain 1103010000 -/- Penyisihan Penghapusan

Aset Produktif 1103020000 Kredit yang Diberikan (Baki Debet) 1104010100 -/- Provisi Belum Diamortisasi 1104010200 Biaya Transaksi Belum

Diamortisasi 1104010300

-/- Pendapatan Bunga yang Ditangguhkan Dalam

Rangka Restrukturisasi 1104010400 -/- Cadangan Kerugian

Restrukturisasi 1104010500

(18)

Pos-Pos Sandi Saldo Okt (X-1)

Proyeksi

Des X-1 Jun X Des X Des X+1a Des X+2a -/- Penyisihan Penghapusan

Aset Produktif 1104020000 Agunan yang Diambil Alih (AYDA) 1201000000 Aset Tetap dan Inventaris 1202010000 -/- Akumulasi Penyusutan dan

Penurunan Nilai 1202020000 Aset Tidak Berwujud 1203010000 -/- Akumulasi Amortisasi dan

Penurunan Nilai

1203020000

Aset Antarkantor 1204000000

Aset Lainnya 1299000000

Total Aset 1000000000

LIABILITAS

Liabilitas Segera 2101000000

Simpanan

a. Tabungan 2102010100

-/- Biaya Transaksi Belum

Diamortisasi 2102010200

b. Deposito 2102020100

(19)

Pos-Pos Sandi Saldo Okt (X-1)

Proyeksi

Des X-1 Jun X Des X Des X+1a Des X+2a -/- Biaya Transaksi Belum

Diamortisasi 2102020200

Simpanan dari Bank Lain 2103010000 -/- Biaya Transaksi Belum

Diamortisasi 2103020000

Pinjaman yang Diterima 2201010000 -/- Biaya Transaksi Belum

Diamortisasi 2201020000

-/- Diskonto Belum

Diamortisasi 2201030000

Dana Setoran Modal - Kewajiban 2202000000 Liabilitas Antarkantor 2203000000

Liabilitas Lainnya 2299000000

Total Liabilitas 2000000000

EKUITAS Modal Disetor

a. Modal Dasar 3101010000

b. Modal yang Belum Disetor -/- 3101020000 Tambahan Modal Disetor

a. Agio (Disagio) 3102010000

(20)

Pos-Pos Sandi Saldo Okt (X-1)

Proyeksi

Des X-1 Jun X Des X Des X+1a Des X+2a b. Modal Sumbangan 3102020000

c. Dana Setoran Modal – Ekuitas 3102030000 d. Tambahan Modal Disetor Lainya 3102990000 Ekuitas Lain

a. Keuntungan (Kerugian) dari Perubahan Nilai Aset Keuangan dalam Kelompok Tersedia untuk Dijual

3103010000

b. Keuntungan Revaluasi Aset

Tetap 3103020000

c. Lainnya 3103990000

d. Pajak Penghasilan terkait

dengan Ekuitas Lain 3103980000 Cadangan

a. Umum 3104010000

b. Tujuan 3104020000

Laba (rugi)

a. Tahun-tahun Lalu 3105010000

b. Tahun Berjalan 3105020000

Total Ekuitas 3000000000

(21)

Pos-Pos Sandi Saldo Okt (X-1)

Proyeksi

Des X-1 Jun X Des X Des X+1a Des X+2a TOTAL LIABILITAS DAN

EKUITAS Keterangan:

X-1 adalah Tahun Penyusunan Laporan

X adalah Tahun Pertama Posisi Rencana Bisnis X+1 adalah Tahun Kedua Posisi Rencana Bisnis X+2 adalah Tahun Ketiga Posisi Rencana Bisnis

a bagi BPR dengan modal inti paling sedikit Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah)

Alasan atau Pertimbangan:

(Diisi dengan alasan atau pertimbangan dalam menetapkan target sebagai dasar penyusunan proyeksi laporan posisi keuangan, antara lain proyeksi inflasi daerah, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), pertumbuhan ekonomi daerah, pertumbuhan jumlah penduduk daerah, pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga di wilayah setempat, tingkat bunga simpanan, tingkat bunga kredit, dan/atau lainnya).

(22)

Format 03.20

Proyeksi Laporan Laba Rugi

(dalam satuan rupiah)

Pos-Pos Sandi Saldo Okt

(X-1)

Proyeksi

Des X-1 Jun X Des X Des X+1a Des X+2a Pendapatan Operasional 4100000000

1. Pendapatan Bunga a. Bunga Kontraktual

i. Surat Berharga 4101010100 ii. Penempatan pada

Bank Lain

Giro 4101010201

Tabungan 4101010202

Deposito 4101010203

Sertifikat Deposito 4101010204 iii. Kredit yang Diberikan

Kepada Bank Lain 4101010301 Kepada Pihak Ketiga

Bukan Bank 4101010302

b. Provisi Kredit

i. Kepada Bank Lain 4101020100

(23)

Pos-Pos Sandi Saldo Okt (X-1)

Proyeksi

Des X-1 Jun X Des X Des X+1a Des X+2a ii. Kepada Pihak Ketiga

Bukan Bank 4101020200

c. Biaya Transaksi -/-

i. Surat Berharga 4101030100 ii. Kredit yang Diberikan

Kepada Bank Lain 4101030201 Kepada Pihak Ketiga

Bukan Bank 4101030202

d. Koreksi atas Pendapatan

Bunga -/- 4101040000

2. Pendapatan Lainnya

a. Pendapatan Jasa Transaksi 4102010000 b. Keuntungan Penjualan

Valuta Asing 4102020000

c. Keuntungan Penjualan

Surat Berharga 4102030000

d. Penerimaan Aset Produktif

yang Dihapus Buku 4102040000 e. Pemulihan Penyisihan

Penghapusan Aset

Produktif 4102050000

(24)

Pos-Pos Sandi Saldo Okt (X-1)

Proyeksi

Des X-1 Jun X Des X Des X+1a Des X+2a

f. Lainnya 4102990000

Beban Operasional 5100000000

1. Beban Bunga

a. Beban Bunga Kontraktual

i. Tabungan 5101010100

ii. Deposito 5101010200

iii. Simpanan dari bank

Lain 5101010300

iv. Pinjaman yang Diterima

1) Dari Bank

Indonesia 5101010401

2) Dari Bank Lain 5101010402 3) Dari Pihak Ketiga

Bukan Bank 5101010403 4) Berupa Pinjaman

Subordinasi 5101010404

v. Lainnya 5101019900

b. Biaya Transaksi

i. Kepada Bank Lain 5101020100

(25)

Pos-Pos Sandi Saldo Okt (X-1)

Proyeksi

Des X-1 Jun X Des X Des X+1a Des X+2a ii. Kepada Pihak Ketiga

Bukan Bank 5101020200

2. Beban Kerugian

Restrukturisasi Kredit 5102000000 3. Beban Penyisihan

Penghapusan Aset Produktif

a. Surat Berharga 5103010000 b. Penempatan pada Bank

Lain 5103020000

c. Kredit yang Diberikan

i. Kepada Bank Lain 5103030100 ii. Kepada Pihak Ketiga

Bukan Bank 5103030200

4. Beban Pemasaran 5104000000 5. Beban Penelitian dan

Pengembangan 5105000000

6. Beban Administrasi dan Umum a. Beban Tenaga Kerja

i. Gaji dan Upah 5106010100 ii. Honorarium 5106010200

iii. Lainnya 5106019900

(26)

Pos-Pos Sandi Saldo Okt (X-1)

Proyeksi

Des X-1 Jun X Des X Des X+1a Des X+2a b. Beban Pendidikan dan

Pelatihan 5106020000

c. Beban Sewa

i. Gedung Kantor 5106030100

ii. Lainnya 5106039900

d. Beban

Penyusutan/Penghapusan atas Aset Tetap dan Inventaris

5106040000

e. Beban Amortisasi Aset

Tidak Berwujud 5106050000

f. Beban Premi Asuransi 5106060000 g. Beban Pemeliharaan dan

Perbaikan 5106070000

h. Beban Barang dan Jasa 5106080000

i. Pajak-Pajak 5106090000

7. Beban Lainnya

a. Kerugian Penjualan Valuta

Asing 5199010000

b. Kerugian Penjualan Surat

Berharga 5199020000

c. Lainnya 5199990000

(27)

Pos-Pos Sandi Saldo Okt (X-1)

Proyeksi

Des X-1 Jun X Des X Des X+1a Des X+2a Laba (Rugi) Operasional 3104040100

Pendapatan Nonoperasional 4200000000 1. Keuntungan Penjualan

a. Aset Tetap dan Inventaris 4201010000

b. AYDA 4201020000

2. Pemulihan Penurunan Nilai

a. Aset Tetap dan Inventaris 4202010000

b. AYDA 4202020000

3. Pendapatan Ganti Rugi

Asuransi 4203000000

4. Bunga Antarkantor 4204000000

5. Selisih Kurs 4205000000

6. Lainnya 4299000000

Beban Nonoperasional 5200000000 1. Kerugian Penjualan/

Kehilangan

a. Aset Tetap dan Inventaris 5201010000

b. AYDA 5201020000

2. Kerugian Penurunan Nilai

(28)

Pos-Pos Sandi Saldo Okt (X-1)

Proyeksi

Des X-1 Jun X Des X Des X+1a Des X+2a a. Aset Tetap dan Inventaris 5202010000

b. AYDA 5202020000

3. Bunga Antarkantor 5203000000

4. Selisih Kurs 5204000000

5. Lainnya 5299000000

Laba (Rugi) Nonoperasional 3104040200 Laba (Rugi) Tahun Berjalan

Sebelum Pajak 3104040300

Taksiran Pajak Penghasilan 5300000000 Pendapatan Pajak Tangguhan 4400000000 Beban Pajak Tangguhan 5400000000 Jumlah Laba (Rugi) Tahun

Berjalan 3104040400

Penghasilan Komprehensif Lain 1. Tidak Akan Direklasifikasi ke

Laba Rugi

a. Keuntungan Revaluasi Aset

Tetap 7101010000

b. Lainnya 7101990000

c. Pajak Penghasilan Terkait 7101980000

(29)

Pos-Pos Sandi Saldo Okt (X-1)

Proyeksi

Des X-1 Jun X Des X Des X+1a Des X+2a 2. Akan Direklasifikasi ke Laba

Rugi

a. Keuntungan (Kerugian) dan Perubahan Nilai Aset Keuangan Dalam Kelompok Tersedia untuk Dijual

7102010000

b. Lainnya 7102990000

c. Pajak Penghasilan Terkait 7102980000 Penghasilan Komprehensif Lain

Setelah Pajak 3104040500

Total Laba (Rugi) Komprehensif

Tahun Berjalan 3104040600

Keterangan:

X-1 adalah Tahun Penyusunan Laporan

X adalah Tahun Pertama Posisi Rencana Bisnis X+1 adalah Tahun Kedua Posisi Rencana Bisnis X+2 adalah Tahun Ketiga Posisi Rencana Bisnis

a bagi BPR dengan modal inti paling sedikit Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah) Alasan atau Pertimbangan:

(Diisi dengan alasan atau pertimbangan dalam menetapkan target sebagai dasar penyusunan proyeksi laba rugi, antara lain proyeksi inflasi daerah, PDRB, pertumbuhan ekonomi daerah, pertumbuhan jumlah penduduk daerah, pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga di wilayah setempat, tingkat bunga simpanan, tingkat bunga kredit, dan/atau lainnya).

(30)

Format 03.30

Proyeksi Rekening Administratif

(dalam satuan rupiah)

Pos-Pos Sandi Saldo Okt

(X-1)

Proyeksi

Des X-1 Jun X Des X Des X+1a Des X+2a Tagihan Komitmen

a. Fasilitas Pinjaman yang

Diterima yang Belum Ditarik 6101010000 b. Tagihan Komitmen Lainnya 6101990000 Kewajiban Komitmen

a. Fasilitas Kredit kepada

Nasabah yang Belum Ditarik 6102010000 b. Penerusan Kredit 6102020000 c. Kewajiban Komitmen Lainnya 6102990000 Tagihan Kontinjensi

a. Pendapatan Bunga Dalam Penyelesaian

1) Bunga Kredit yang Diberikan 6201010100 2) Bunga Penempatan pada

Bank Lain 6201010200

b. Aset Produktif yang Dihapus Buku

(31)

Pos-Pos Sandi Saldo Okt (X-1)

Proyeksi

Des X-1 Jun X Des X Des X+1a Des X+2a 1) Kredit yang Diberikan 6201020100

2) Penempatan pada Bank Lain 6201020200 3) Pendapatan Bunga atas

Kredit yang Dihapus Buku 6201020300 4) Pendapatan Bunga atas

Penempatan Dana pada Bank Lain yang Dihapus Buku

6201020400

c. Agunan dalam Proses

Penyelesaian Kredit 6201030000 d. Tagihan Kontinjensi Lainnya 6201990000 Kewajiban Kontinjensi 6202000000 Rekening Administratif Lainnya 6900000000 Keterangan:

X-1 adalah Tahun Penyusunan Laporan

X adalah Tahun Pertama Posisi Rencana Bisnis X+1 adalah Tahun Kedua Posisi Rencana Bisnis X+2 adalah Tahun Ketiga Posisi Rencana Bisnis

a bagi BPR dengan modal inti paling sedikit Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah) Alasan atau Pertimbangan:

(Diisi dengan alasan atau pertimbangan dalam menetapkan target sebagai dasar penyusunan proyeksi rekening administratif, antara lain proyeksi inflasi daerah, PDRB, pertumbuhan ekonomi daerah, pertumbuhan jumlah penduduk daerah, pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga di wilayah setempat, tingkat bunga simpanan, tingkat bunga kredit, dan/atau lainnya).

(32)

4. Target Rasio dan Pos Keuangan

Bagian ini berisi penjelasan secara kuantitatif dan kualitatif mengenai target rasio keuangan pokok dan target rasio pos tertentu lainnya, serta alasan atau pertimbangan mengenai penetapan target dalam penyusunan target rasio dan pos keuangan.

Target rasio keuangan pokok antara lain rasio yang dapat memberikan informasi untuk penilaian tingkat kesehatan BPR sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan yang mengatur mengenai penilaian tingkat kesehatan BPR dan BPRS. Target rasio pos tertentu lainnya antara lain:

a. rasio kredit usaha mikro, usaha kecil, dan usaha menengah terhadap total kredit;

b. rasio dana pendidikan dan pelatihan terhadap total beban tenaga kerja tahun sebelumnya;

c. rasio realisasi dana pendidikan dan pelatihan terhadap total dana pendidikan dan pelatihan yang dianggarkan;

d. rasio AYDA terhadap total kredit; dan

e. rasio realisasi penyelesaian AYDA terhadap AYDA.

Penyusunan target rasio dan pos keuangan sebagai berikut:

a. BPR yang memiliki modal inti kurang dari Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah) menyampaikan proyeksi sampai dengan 1 (satu) tahun ke depan.

Proyeksi target rasio dan pos keuangan dijelaskan untuk:

1) posisi aktual akhir bulan Oktober tahun penyusunan Rencana Bisnis;

2) proyeksi akhir bulan Desember tahun penyusunan Rencana Bisnis; dan

3) proyeksi 1 (satu) tahun ke depan yang disajikan secara semesteran.

b. BPR yang memiliki modal inti paling sedikit Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah) menyampaikan proyeksi sampai dengan 3 (tiga) tahun ke depan.

Proyeksi target rasio dan pos keuangan dijelaskan untuk:

(33)

1) posisi aktual akhir bulan Oktober tahun penyusunan Rencana Bisnis;

2) proyeksi akhir bulan Desember tahun penyusunan Rencana Bisnis;

3) proyeksi 1 (satu) tahun ke depan yang disajikan secara semesteran; dan

4) proyeksi akhir tahun kedua dan ketiga yang disajikan secara tahunan.

Penyusunan proyeksi target rasio dan pos keuangan sesuai dengan format sebagai berikut:

(34)

Target Rasio dan Pos Keuangan

Pos-Pos Sandi Kinerja

Okt (X-1)

Proyeksi

Des X-1 Jun X Des X Des X+1a Des X+2 a A. Rasio Keuangan Pokok

Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) (%)b

a. Modal (Rp) b. ATMR (Rp)

0421110 0421111 0421112 Rasio Modal Inti terhadap Keseluruhan

Modal (%)b

a. Modal Inti (Rp) b. Modal (Rp)

0421120 0421121 0421122 Rasio Modal Inti terhadap Aset Produktif

yang Bermasalah (%)c a. Modal Inti (Rp)

b. Aset Produktif yang Bermasalah (Rp)

0421130 0421131 0421132 Rasio Kualitas Aset Produktif (KAP) (%)c

a. Aset Produktif yang Diklasifikasikan (Rp)

b. Total Aset Produktif (Rp)

0421210 0421211 0421212 Rasio Penyisihan Penghapusan Aset

Produktif (PPAP) terhadap PPAP yang Wajib Dibentuk (%)c

a. PPAP (Rp)

0421220

0421221

(35)

Pos-Pos Sandi Kinerja Okt (X-1)

Proyeksi

Des X-1 Jun X Des X Des X+1a Des X+2 a b. PPAP yang Wajib Dibentuk (Rp) 0421222

Rasio Non Performing Loan (NPL) Neto (%)d

a. Total Kredit yang Bermasalah dikurangi dengan PPAP (Rp)

b. Total Kredit (Rp)

0421230 0421231 0421232 Rasio NPL Gross (%)d

a. Total Kredit yang Bermasalah (Rp) b. Total Kredit (Rp)

0421240 0421241 0441242 Rasio Kredit terhadap Total Aset

Produktif (%)e

a. Total Kredit (Rp)

b. Total Aset Produktif (Rp)

0421250 0421251 0421252 Rasio Return on Assets (ROA) (%)c

a. Laba sebelum Pajak (Rp) b. Rata-rata Total Aset (Rp)

0421310 0421311 0421312 Rasio Net Interest Margin (NIM) (%)c

a. Pendapatan Bunga Bersih (Rp) b. Rata-rata Total Aset Produktif (Rp)

0421320 0421321 0421322 Rasio Biaya Operasional terhadap

Pendapatan Operasional (BOPO) (%)c a. Total Beban Operasional (Rp) b. Total Pendapatan Operasional (Rp)

0421330 0421331 0421332 Cash Ratio (CR) (%)c

a. Aset Likuid (Rp) 0421410

0421411

(36)

Pos-Pos Sandi Kinerja Okt (X-1)

Proyeksi

Des X-1 Jun X Des X Des X+1a Des X+2 a b. Hutang Lancar (Rp) 0421412

Loan to Deposit Ratio (LDR) (%)c a. Total Kredit (Rp)

b. Total Dana yang Diterima (Rp)

0421420 0421421 0421422 Rasio Aset Likuid terhadap Total Aset

(%)e

a. Aset Likuid (Rp) b. Total Aset (Rp)

0421430 0421431 0421432 B. Rasio Pos Tertentu Lainnya

Rasio Kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terhadap Total Kredit (%)f

a. Total Kredit UMKM (Rp) b. Total Kredit (Rp)

0422100

0422110 0422120 Rasio Dana Pendidikan dan Pelatihan

Rasio Dana Pendidikan dan Pelatihan terhadap Total Beban Tenaga Kerja Tahun Sebelumnya (%)g

a. Total Dana Pendidikan dan Pelatihan (Rp)

b. Total Beban Tenaga Kerja Tahun Sebelumnya (Rp)

0422210

0422211 0422212 Rasio Realisasi Dana Pedidikan dan

Pelatihan terhadap Total Dana 0422220

(37)

Pos-Pos Sandi Kinerja Okt (X-1)

Proyeksi

Des X-1 Jun X Des X Des X+1a Des X+2 a Pendidikan dan Pelatihan yang

Dianggarkan (%)g

a. Realisasi Dana Pendidikan dan Pelatihan (Rp)

b. Total Dana Pendidikan dan Pelatihan yang Dianggarkan (Rp)

0422221 0422222 Rasio AYDA terhadap Total Kredit (%)h

a. AYDA (Rp)

b. Total Kredit (Rp)

0422300 0422310 0422320 Rasio Realisasi Penyelesaian AYDA

terhadap AYDA (%)h

a. Realisasi Penyelesaian AYDA (Rp) b. AYDA (Rp)

0422400 0422410 0422420 Keterangan:

X-1 adalah Tahun Penyusunan Laporan

X adalah Tahun Pertama Posisi Rencana Bisnis X+1 adalah Tahun Kedua Posisi Rencana Bisnis X+2 adalah Tahun Ketiga Posisi Rencana Bisnis

a bagi BPR dengan modal inti paling sedikit Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah)

b penjelasan rasio sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai kewajiban penyediaan modal minimum dan pemenuhan modal inti minimum bank perkreditan rakyat.

c penjelasan rasio sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan mengenai penilaian tingkat kesehatan BPR dan BPRS.

d penjelasan rasio sesuai dengan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan mengenai laporan bulanan bank perkreditan rakyat.

e penjelasan rasio sesuai dengan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan mengenai penerapan manajemen risiko bagi bank perkreditan rakyat.

f penjelasan kredit UMKM adalah kredit kepada debitur yang memenuhi definisi dan kriteria usaha mikro, usaha kecil, dan usaha menengah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai usaha mikro, kecil, dan menengah.

(38)

penyediaan dana pendidikan dan pelatihan untuk pengembangan sumber daya manusia bank perkreditan rakyat dan bank pembiayaan rakyat syariah.

h penjelasan AYDA sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai kualitas aset produktif dan pembentukan penyisihan penghapusan aset produktif bank perkreditan rakyat.

Alasan atau Pertimbangan:

(Diisi dengan alasan atau pertimbangan dalam menetapkan target sebagai dasar penyusunan target rasio dan pos keuangan, antara lain proyeksi inflasi daerah, PDRB, pertumbuhan ekonomi daerah, pertumbuhan jumlah penduduk daerah, pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga di wilayah setempat, tingkat bunga simpanan, tingkat bunga kredit, dan/atau lainnya).

(39)

5. Rencana Penghimpunan Dana

Bagian ini berisi penjelasan secara kuantitatif dan kualitatif untuk periode jangka pendek mengenai rencana penghimpunan dana pihak ketiga dan rencana penghimpunan dana lainnya, sebagai berikut:

a. Rencana penghimpunan dana pihak ketiga antara lain informasi mengenai target, strategi pemasaran, dan sumber penghimpunan tabungan dan deposito.

b. Rencana penghimpunan dana lainnya antara lain informasi mengenai target, strategi penerimaan, dan sumber penerimaan pinjaman dari bank lain dan/atau pinjaman yang tidak berasal dari bank.

Penyusunan rencana penghimpunan dana sesuai dengan format sebagai berikut:

Format 05.00

Rencana Penghimpunan Dana

Kolom Sandi Uraian

Rencana Penghimpunan Dana

Pihak Ketiga 0510

Rencana Penghimpunan Dana Lainnya

0520

6. Rencana Penyaluran Dana

Bagian ini berisi penjelasan secara kuantitatif dan kualitatif untuk periode jangka pendek mengenai rencana penyaluran kredit berdasarkan sektor ekonomi terbesar dalam penyaluran kredit, rencana penyaluran kredit berdasarkan jenis penggunaan, dan rencana penyaluran kredit berdasarkan jenis usaha.

Proyeksi rencana penyaluran dana dijelaskan untuk:

a. posisi aktual akhir bulan Oktober tahun penyusunan Rencana Bisnis;

b. proyeksi akhir bulan Desember tahun penyusunan Rencana Bisnis; dan

c. proyeksi 1 (satu) tahun ke depan yang disajikan secara semesteran.

Dalam bagian ini diuraikan juga mengenai alasan atau pertimbangan yang digunakan dalam menyusun rencana

(40)

dimaksud serta strategi BPR untuk merealisasikan rencana tersebut.

Rencana penyaluran dana paling sedikit memuat informasi sebagai berikut:

a. Rencana Penyaluran Kredit Berdasarkan Sektor Ekonomi Terbesar dalam Penyaluran Kredit

Rencana penyaluran kredit disajikan berdasarkan sektor ekonomi terbesar yaitu paling banyak pada 5 (lima) sektor ekonomi dengan persentase penyaluran kredit terbesar dari total portofolio penyaluran kredit BPR. Rincian sektor ekonomi sesuai dengan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan mengenai laporan bulanan bank perkreditan rakyat.

Penyusunan rencana penyaluran kredit berdasarkan sektor ekonomi terbesar dalam penyaluran kredit sesuai dengan format sebagai berikut:

Format 06.10

Rencana Penyaluran Kredit Berdasarkan Sektor Ekonomi Terbesar dalam Penyaluran Kredit

(dalam satuan rupiah) Sektor

Ekonomi Baki Debet Okt (X-1)

Proyeksi

Des X-1 Jun X Des X

Jumlah Keterangan:

X-1 adalah Tahun Penyusunan Laporan

X adalah Tahun Pertama Posisi Rencana Bisnis

b. Rencana Penyaluran Kredit Berdasarkan Jenis Penggunaan Rencana penyaluran kredit disajikan berdasarkan jenis penggunaan yang meliputi kredit modal kerja, kredit investasi, dan kredit konsumsi sesuai dengan Surat Edaran

Alasan atau Pertimbangan dan Strategi:

(Diisi dengan alasan atau pertimbangan dalam menyusun rencana penyaluran kredit berdasarkan sektor ekonomi terbesar dalam penyaluran kredit dan strategi untuk merealisasikan rencana penyaluran kredit berdasarkan sektor ekonomi terbesar dalam penyaluran kredit).

(41)

Otoritas Jasa Keuangan mengenai laporan bulanan bank perkreditan rakyat.

Penyusunan rencana penyaluran kredit berdasarkan jenis penggunaan sesuai dengan format sebagai berikut:

Format 06.20

Rencana Penyaluran Kredit Berdasarkan Jenis Penggunaan

(dalam satuan rupiah) Jenis

Penggunaan Sandi Baki Debet Okt (X-1)

Proyeksi Des

X-1 Jun X Des X Modal Kerja 0621

Investasi 0622 Konsumsi 0623 Jumlah 0620 Keterangan:

X-1 adalah Tahun Penyusunan Laporan

X adalah Tahun Pertama Posisi Rencana Bisnis

c. Rencana Penyaluran Kredit Berdasarkan Jenis Usaha

Pengelompokan jenis usaha yang meliputi usaha UMKM sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai usaha mikro, kecil, dan menengah.

Penyusunan rencana penyaluran kredit berdasarkan jenis usaha sesuai dengan format sebagai berikut:

Alasan atau Pertimbangan dan Strategi:

(Diisi dengan alasan atau pertimbangan dalam menyusun rencana penyaluran kredit berdasarkan jenis penggunaan dan strategi untuk merealisasikan rencana penyaluran kredit berdasarkan jenis penggunaan).

(42)

Format 06.30

Rencana Penyaluran Kredit Berdasarkan Jenis Usaha

(dalam satuan rupiah) Jenis Usaha Sandi Baki

Debet Okt (X-1)

Proyeksi Des

X-1 Jun

X Des X Usaha Mikro 0631

Usaha Kecil 0632 Usaha Menengah 0633

Jumlah 0630

Keterangan:

X-1 adalah Tahun Penyusunan Laporan

X adalah Tahun Pertama Posisi Rencana Bisnis

7. Rencana Permodalan

Bagian ini berisi penjelasan secara kuantitatif dan kualitatif untuk periode jangka menengah mengenai rencana perubahan atau penambahan modal disetor, modal sumbangan, dan/atau revaluasi aset tetap. Termasuk dalam rencana permodalan yaitu strategi dan informasi mengenai perubahan atau penambahan modal.

Rencana permodalan dijelaskan untuk:

a. posisi aktual akhir bulan Oktober penyusunan Rencana Bisnis;

b. rencana akhir bulan Desember pada tahun penyusunan Rencana Bisnis;

c. rencana 1 (satu) tahun ke depan yang disajikan secara semesteran; dan

d. rencana akhir tahun kedua dan ketiga yang disajikan secara tahunan.

Alasan atau Pertimbangan dan Strategi:

(Diisi dengan alasan atau pertimbangan dalam menyusun rencana penyaluran kredit berdasarkan jenis usaha dan strategi untuk merealisasikan rencana penyaluran kredit berdasarkan jenis usaha).

(43)

Penyusunan rencana permodalan sesuai dengan format sebagai berikut:

Format 07.00 Rencana Permodalan

Jenis Modal (Sandi)a Nama Pemegang

Saham Kinerja Okt (X-1)

Proyeksi

Des X-1 Jun X Des X Des X+1 Des X+2

Keterangan:

X-1 adalah Tahun Penyusunan Laporan

X adalah Tahun Pertama Posisi Rencana Bisnis X+1 adalah Tahun Kedua Posisi Rencana Bisnis X+2 adalah Tahun Ketiga Posisi Rencana Bisnis

a Diisi dengan sandi 10 untuk modal disetor, sandi 21 untuk modal sumbangan dan/atau sandi 25 untuk revaluasi aset tetap Strategi dan Informasi:

(Diisi dengan strategi dan informasi mengenai perubahan atau penambahan modal).

(44)

8. Rencana Pengembangan dan Pengadaan Teknologi Informasi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia

Bagian ini berisi penjelasan secara kualitatif dan/atau kuantitatif untuk periode jangka pendek mengenai rencana pengembangan dan pengadaan teknologi informasi yang bersifat mendasar dan rencana pengembangan sumber daya manusia yang paling sedikit memuat rencana rekrutmen sumber daya manusia, rencana pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia, dan rencana pemanfaatan tenaga kerja alih daya.

a. Rencana Pengembangan dan Pengadaan Teknologi Informasi yang Bersifat Mendasar

Rencana pengembangan dan pengadaan teknologi informasi yang bersifat mendasar sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai standar penyelenggaraan teknologi informasi bank perkreditan rakyat dan bank pembiayaan rakyat syariah.

Penyusunan rencana pengembangan dan pengadaan teknologi informasi yang bersifat mendasar sesuai dengan format sebagai berikut:

Format 08.10

Rencana Pengembangan dan Pengadaan Teknologi Informasi yang Bersifat Mendasar

Jenis Rencana

(Sandi)a Uraian Alamat

Keterangan:

a Diisi dengan sandi:

01 untuk perubahan aplikasi inti perbankan;

02 untuk perubahan signifikan terhadap konfigurasi teknologi informasi atau aplikasi inti perbankan;

03 untuk pemindahan pusat data;

04 untuk pemindahan pusat pemulihan bencana;

05 untuk kerjasama dengan penyedia jasa teknologi informasi; dan/atau

06 untuk pengembangan teknologi informasi mendasar lainnya.

b. Rencana Pengembangan Sumber Daya Manusia

Rencana pengembangan sumber daya manusia antara lain meliputi rencana rekrutmen sumber daya manusia pada BPR, rencana pendidikan dan pelatihan sumber daya

(45)

manusia, dan rencana pemanfaatan tenaga kerja alih daya, sebagai berikut:

1) Rencana Rekrutmen Sumber Daya Manusia

Bagian ini berisi penjelasan secara kualitatif dan kuantitatif mengenai rencana rekrutmen sumber daya manusia.

Penyusunan rencana rekrutmen sumber daya manusia sesuai dengan format sebagai berikut:

Format 08.21

Rencana Rekrutmen Sumber Daya Manusia Bidang

Tugas (Sandi)a

Target Waktu Pelaksanaan

(Sandi)b

Jumlah Pegawai yang

Direkrutc

Biayad

Keterangan:

a Diisi dengan sandi:

101 untuk pemasaran;

102 untuk teknologi informasi;

103 untuk audit internal;

104 untuk pembukuan;

105 untuk layanan nasabah;

106 untuk kasir; dan/atau 199 untuk lainnya.

b Diisi dengan sandi:

01 untuk triwulan 1;

02 untuk triwulan 2;

03 untuk triwulan 3; atau 04 untuk triwulan 4.

c Diisi dengan satuan.

d Diisi dengan satuan rupiah.

2) Rencana Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Manusia

Penyusunan rencana pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia dilakukan dengan memperhatikan antara lain Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai kewajiban penyediaan dana pendidikan dan pelatihan untuk pengembangan sumber daya manusia bank perkreditan rakyat dan bank pembiayaan rakyat syariah.

Penyusunan rencana pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia sesuai dengan format sebagai berikut:

(46)

Format 08.22

Rencana Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Manusia

Bidang atau Kebutuhan Pendidikan

dan Pelatihan

(Sandi)a

Target Waktu Pelaksa-

naan (Sandi)b

Jumlah Sumber Daya Manusia

yang Diikutsertakanc

Biaya dan Anggaran Pendidikan

dan Pelatihand

Keterangan:

a Diisi dengan sandi:

101 untuk sertifikasi Direksi;

102 untuk sertifikasi Dewan Komisaris;

103 untuk perkreditan;

104 untuk manajemen risiko;

105 untuk pelatihan teknologi informasi;

106 untuk pembukuan;

107 untuk manajemen sumber daya manusia;

108 untuk sertifikasi ISO;

109 untuk pelatihan audit;

199 untuk lainnya;

201 untuk pelayanan prima;

202 untuk problem solving;

203 untuk manajemen waktu;

204 untuk leadership;

205 untuk financial planning; dan/atau 299 untuk lainnya.

b Diisi dengan sandi:

01 untuk triwulan 1;

02 untuk triwulan 2;

03 untuk triwulan 3; atau 04 untuk triwulan 4.

c Diisi dengan satuan.

d Diisi dengan satuan rupiah.

3) Rencana Pemanfaatan Tenaga Kerja Alih Daya

Alih daya adalah penyerahan sebagian pelaksanaan pekerjaan kepada perusahaan penyedia jasa melalui perjanjian pemborongan pekerjaan dan/atau melalui perjanjian penyediaan jasa tenaga kerja sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Rencana pemanfaatan tenaga kerja alih daya antara lain rencana pemanfaatan tenaga kerja di luar tenaga kerja tetap.

(47)

Penyusunan rencana pemanfaatan tenaga kerja alih daya sesuai dengan format sebagai berikut:

Format 08.23

Rencana Pemanfaatan Tenaga Kerja Alih Daya

Bidang Tugas (Sandi)a

Alasan Pemanfaatan Tenaga Kerja

Alih Daya

Jumlah Tenaga Kerja

Alih Dayab

Nama Perusahaan

Penyedia Tenaga Kerja Alih

Daya

Jangka Waktu Perjanjian

dengan Perusahaan

Tenaga Kerja Alih

Daya Keterangan:

a Diisi dengan sandi:

101 untuk petugas kebersihan;

102 untuk pesuruh;

103 untuk penagih utang;

104 untuk pemasaran;

105 untuk tenaga pengamanan;

106 untuk layanan nasabah;

107 untuk kasir;

108 untuk teknisi; dan/atau 199 untuk lainnya.

b Diisi dengan satuan.

9. Rencana Pelaksanaan Kegiatan Usaha Baru

Bagian ini berisi penjelasan mengenai rencana pelaksanaan kegiatan usaha BPR mencakup produk dan aktivitas BPR yang dijelaskan untuk periode jangka pendek yang memenuhi kategori produk baru sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan yang mengatur mengenai penyelenggaraan produk BPR dan BPRS.

Rencana pelaksanaan kegiatan usaha memperhatikan antara lain Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai penerapan manajemen risiko bagi bank perkreditan rakyat.

Penyusunan rencana pelaksanaan kegiatan usaha baru sesuai dengan format sebagai berikut:

(48)

Rencana Pelaksanaan Kegiatan Usaha Baru

Jenis Kegiatan

Usaha

Jenis Mekanisme

Penyeleng- garaan (Sandi)a

Deskripsi Umum

Waktu Pelaksanaan

(Sandi)b

Manfaat Kebutuhan Biaya Investasi Keterkaitan dengan Strategi Bisnis BPR

Risiko yang Melekatc

Mitigasi Risiko Bagi BPR Bagi

Nasabah CAPEX OPEX Tahun Pertama

Keterangan:

a Diisi dengan sandi:

1 untuk pelaporan;

2 untuk persetujuan;

3 untuk uji coba terbatas; dan/atau 4 untuk instant approval.

b Diisi dengan sandi:

01 untuk triwulan 1;

02 untuk triwulan 2;

03 untuk triwulan 3; dan/atau 04 untuk triwulan 4.

c Penjelasan uraian yang lebih terperinci dapat dilampirkan dalam lembaran terpisah.

(49)

10. Rencana Pengembangan dan/atau Perubahan Jaringan Kantor Bagian ini berisi penjelasan secara kualitatif dan kuantitatif untuk periode jangka pendek mengenai rencana pemindahan alamat kantor pusat dan/atau kantor cabang, rencana pembukaan dan/atau penutupan kantor cabang, dan rencana perubahan status jaringan kantor. Penjelasan kantor cabang dan perubahan status jaringan kantor sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai bank perkreditan rakyat.

Penyusunan rencana pengembangan dan/atau perubahan jaringan kantor sesuai dengan format sebagai berikut:

Format 10.00

Rencana Pengembangan dan/atau Perubahan Jaringan Kantor

Jenis Rencana

(Sandi)a

Jaringan Kantor (Sandi)b

Rencana Waktu Pelaksa-

naan (Sandi)c

Perkiraan Investasi/

Biayad

Lokasi Alasan dan Pertimba

-ngane Kab/

Kota Alamat Lengkap

Keterangan:

a Diisi dengan sandi:

1 untuk pembukaan;

2 untuk pemindahan alamat;

3 untuk peningkatan status;

4 untuk penurunan status; dan/atau 5 untuk penutupan.

b Diisi dengan sandi:

1 untuk kantor pusat;

2 untuk kantor cabang;

3 untuk kantor kas menjadi kantor cabang; dan/atau 4 untuk kantor cabang menjadi kantor kas.

c Diisi dengan sandi:

01 untuk triwulan 1;

02 untuk triwulan 2;

03 untuk triwulan 3; dan/atau 04 untuk triwulan 4.

d Diisi dengan satuan rupiah.

e Penjelasan uraian yang lebih terperinci dapat dilampirkan dalam lembaran terpisah.

(50)

11. Informasi Lainnya

Bagian ini berisi penjelasan mengenai informasi yang diperkirakan memengaruhi kegiatan usaha BPR antara lain rencana penghentian kegiatan usaha, produk, atau aktivitas yang berdampak material terhadap kinerja keuangan atau profil risiko BPR, termasuk informasi yang dipersyaratkan dalam ketentuan peraturan perundang-undangan untuk dicantumkan dalam Rencana Bisnis.

Informasi yang dipersyaratkan dalam ketentuan peraturan perundang-undangan untuk dicantumkan dalam Rencana Bisnis antara lain:

a. rencana literasi dan inklusi keuangan sesuai dengan format yang diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai peningkatan literasi dan inklusi keuangan di sektor jasa keuangan bagi konsumen dan/atau masyarakat;

b. rencana penyelenggaraan edukasi sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai perlindungan konsumen sektor jasa keuangan; dan

c. rencana aksi keuangan berkelanjutan sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai penerapan keuangan berkelanjutan bagi lembaga jasa keuangan, emiten, dan perusahaan publik.

Penyusunan informasi lainnya dilakukan dengan mengunggah dokumen dalam bentuk pdf pada Format 99.00 Informasi Lainnya.

B. Persetujuan Rencana Bisnis oleh Dewan Komisaris

Sesuai dengan POJK Rencana Bisnis BPR dan BPRS, Rencana Bisnis yang telah disusun oleh Direksi wajib disetujui oleh Dewan Komisaris.

BPR mengunggah dokumen dalam bentuk pdf pada Format 99.01 Lembar Persetujuan Dewan Komisaris.

(51)

II. PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN PELAKSANAAN DAN PENGAWASAN RENCANA BISNIS

Sesuai dengan POJK Rencana Bisnis BPR dan BPRS, BPR wajib menyusun Laporan Pelaksanaan dan Pengawasan Rencana Bisnis secara semesteran.

Laporan Pelaksanaan dan Pengawasan Rencana Bisnis ditandatangani oleh direktur utama dan komisaris utama. Dalam hal tidak terdapat direktur utama dan komisaris utama, laporan ditandatangani oleh salah satu anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris BPR. BPR mengunggah dokumen dalam bentuk pdf pada Format 01.00 Lembar Pernyataan.

Laporan Pelaksanaan dan Pengawasan Rencana Bisnis berisi penjelasan secara kualitatif mengenai:

a. pencapaian Rencana Bisnis berupa perbandingan antara rencana dan realisasi serta menguraikan fokus dan prioritas pencapaian Rencana Bisnis, paling sedikit memuat:

1) strategi bisnis dan kebijakan;

2) realisasi kinerja keuangan pada laporan posisi keuangan, laba rugi, rekening administratif, serta rasio dan pos keuangan;

3) realisasi penghimpunan dana;

4) realisasi penyaluran dana;

5) realisasi permodalan;

6) realisasi pengembangan dan pengadaan teknologi informasi, dan pengembangan sumber daya manusia;

7) realisasi pelaksanaan kegiatan usaha baru;

8) realisasi pengembangan dan/atau perubahan jaringan kantor;

dan

9) realisasi informasi lainnya;

b. penjelasan mengenai penyebab dan kendala terjadinya perbedaan antara Rencana Bisnis dan realisasi Rencana Bisnis;

c. upaya tindak lanjut yang telah dan akan dilakukan untuk memperbaiki pencapaian realisasi Rencana Bisnis;

d. hasil analisis atau identifikasi serta pendapat Dewan Komisaris atas pengawasan terhadap pelaksanaan Rencana Bisnis oleh Direksi, termasuk hasil pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan perkreditan dan prosedur perkreditan oleh Direksi sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai kualitas aset produktif

(52)

dan penyisihan penghapusan aset produktif bagi bank perkreditan rakyat; dan

e. langkah pengawasan yang telah dan akan ditempuh Dewan Komisaris dalam proses pengawasan Rencana Bisnis.

Penyusunan Laporan Pelaksanaan dan Pengawasan Rencana Bisnis sesuai dengan format sebagai berikut:

Format 02.00

Laporan Pelaksanaan dan Pengawasan Rencana Bisnis

Kolom Sandi Uraian

a. Penjelasan mengenai pencapaian Rencana Bisnis meliputi fokus dan prioritas pencapaian Rencana Bisnis paling sedikit:

1) strategi bisnis dan kebijakan;

2) realisasi kinerja keuangan pada laporan posisi keuangan, laba rugi, rekening administratif, serta rasio dan pos keuangan;

3) realisasi penghimpunan dana;

4) realisasi penyaluran dana;

5) realisasi permodalan;

6) realisasi pengembangan dan pengadaan teknologi informasi dan pengembangan SDM;

7) realisasi pelaksanaan kegiatan usaha baru;

8) realisasi pengembangan dan/atau perubahan jaringan kantor; dan

9) realisasi informasi lainnya.

0101 0102

0103 0104 0105 0106

0107 0108

0109 b. Penjelasan mengenai penyebab

dan kendala terjadinya perbedaan antara Rencana Bisnis dengan realisasi Rencana Bisnis

0200

c. Upaya tindak lanjut untuk memperbaiki pencapaian realisasi Rencana Bisnis:

1) yang telah dilakukan; dan

2) yang akan dilakukan. 0301 0302 d. Hasil analisis atau identifikasi

serta pendapat Dewan Komisaris atas pengawasan terhadap

0400

(53)

Salinan ini sesuai dengan aslinya Direktur Hukum 1

Departemen Hukum ttd

Mufli Asmawidjaja

Kolom Sandi Uraian

pelaksanaan Rencana Bisnis oleh Direksi.

e. Langkah pengawasan oleh Dewan Komisaris dalam proses pengawasan Rencana Bisnis:

1) yang telah ditempuh; dan 2) yang akan ditempuh.

0501 0502

Ditetapkan di Jakarta

pada tanggal 22 November 2021

KEPALA EKSEKUTIF PENGAWAS PERBANKAN OTORITAS JASA KEUANGAN

REPUBLIK INDONESIA,

ttd

HERU KRISTIYANA

Referensi

Dokumen terkait

Sesuai dengan Pasal 6 POJK Rencana Bisnis BPR dan BPRS, Rencana Bisnis BPR paling sedikit meliputi ringkasan eksekutif, strategi bisnis dan kebijakan, proyeksi laporan

Dalam hal dokumen permohonan persetujuan prinsip perubahan bentuk badan hukum yang disampaikan oleh BPR dinilai belum lengkap, Otoritas Jasa Keuangan

Bab kedua berisi tentang Kinerja Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Tahun Berjalan dan Rencana Bisnis dan Anggaran Yang Dianggarkan, di mana bab ini memuat tentang

Rencana Bisnis dengan riset yang baik memuat perhitungan realistis yang akan mampu meyakinkan calon investor bahwa Anda cukup menguasai bisnis Anda dan membuatnya mengerti bahwa

Laporan harus dituangkan secara sistematis yang antara lain memuat objek audit, periode audit, temuan audit, kesimpulan, dan rekomendasi serta tanggapan Auditee. Proses

(3) Bank dinyatakan tidak menyampaikan Laporan Realisasi Rencana Bisnis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (1) atau Laporan Pengawasan Rencana Bisnis sebagaimana dimaksud

Rencana bisnis ini menguraikan produk CupDough yang ramah lingkungan, strategi pemasarannya, dan analisis

Pasal 33 Sanksi atas keterlambatan penyampaian atau tidak disampaikannya Laporan Pelaksanaan Rencana Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat 2 Surat Keputusan Direksi Bank