Yth.
Direksi Bank Perkreditan Rakyat di tempat.
SALINAN
SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 28 /SEOJK.03/2021 TENTANG
RENCANA BISNIS BANK PERKREDITAN RAKYAT
Sehubungan dengan ditetapkannya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 15/POJK.03/2021 tentang Rencana Bisnis Bank Perkreditan Rakyat dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 190, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6712), selanjutnya disebut POJK Rencana Bisnis BPR dan BPRS, diperlukan penyesuaian atas cakupan, format, dan tata cara pelaporan Rencana Bisnis BPR yang sebelumnya diatur dalam Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 52/SEOJK.03/2016 tentang Rencana Bisnis Bank Perkreditan Rakyat. Adapun penyesuaian atas cakupan, format, dan tata cara pelaporan Rencana Bisnis BPR adalah sebagai berikut:
I. KETENTUAN UMUM
1. Dalam rangka mencapai tujuan usaha sesuai dengan visi dan misi yang telah ditetapkan, BPR perlu menyusun Rencana Bisnis dengan memperhatikan faktor eksternal dan internal yang dapat memengaruhi kelangsungan usaha BPR serta prinsip kehati-hatian dan asas perbankan yang sehat. Rencana Bisnis harus disusun secara realistis, komprehensif, dan mempertimbangkan potensi risiko sehingga dapat digunakan sebagai dasar untuk memberikan arah kebijakan dalam melaksanakan kegiatan usaha untuk mencapai visi dan misi BPR.
2. Rencana Bisnis adalah dokumen tertulis yang menggambarkan rencana pengembangan dan kegiatan usaha BPR dalam jangka waktu tertentu serta strategi untuk merealisasikan rencana tersebut sesuai target dan waktu yang ditetapkan.
3. Rencana Bisnis yang disusun oleh BPR sebagaimana dimaksud pada angka 2 harus mencerminkan arah dan kebijakan pengembangan usaha BPR dalam jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Arah dan kebijakan pengembangan usaha BPR dalam jangka panjang meliputi visi dan misi BPR.
Yang dimaksud dengan “jangka pendek” adalah untuk periode 1 (satu) tahun.
Yang dimaksud dengan “jangka menengah” adalah untuk periode 3 (tiga) tahun.
Yang dimaksud dengan “jangka panjang” adalah untuk periode 5 (lima) tahun.
4. Dengan mempertimbangkan kondisi permodalan industri BPR, jangka waktu proyeksi dan perencanaan beberapa cakupan materi dalam penyusunan Rencana Bisnis BPR dibedakan berdasarkan modal inti, yaitu:
a. BPR yang memiliki modal inti kurang dari Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah); dan
b. BPR yang memiliki modal inti paling sedikit Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah).
5. Perhitungan hari yang dimaksud dalam POJK Rencana Bisnis BPR dan BPRS terkait penyampaian Rencana Bisnis, penyesuaian Rencana Bisnis, perubahan Rencana Bisnis, dan Laporan Pelaksanaan dan Pengawasan Rencana Bisnis adalah hari kalender.
6. Laporan Pelaksanaan dan Pengawasan Rencana Bisnis adalah laporan yang disusun oleh Direksi dan Dewan Komisaris BPR mengenai pelaksanaan Rencana Bisnis oleh Direksi serta hasil pengawasan Dewan Komisaris terhadap pelaksanaan Rencana Bisnis sampai dengan periode tertentu.
II. CAKUPAN RENCANA BISNIS
1. Sesuai dengan POJK Rencana Bisnis BPR dan BPRS, Rencana Bisnis paling sedikit memuat:
a. Ringkasan Eksekutif
Bagian ini paling sedikit memuat visi dan misi BPR yang disusun untuk jangka waktu 5 (lima) tahun, rencana dan langkah strategi yang akan ditempuh oleh BPR yang dijelaskan untuk periode
jangka pendek dan jangka menengah, indikator keuangan utama, serta target jangka pendek dan jangka menengah.
b. Strategi Bisnis dan Kebijakan Bagian ini paling sedikit memuat:
1) rencana jangka pendek mengenai analisis posisi BPR dalam persaingan usaha berdasarkan aset dan/atau lokasi, kebijakan manajemen risiko dan tata kelola BPR, strategi penghimpunan dana dan penyaluran kredit, dan strategi penyelesaian permasalahan strategis dan/atau pemenuhan ketentuan BPR; dan
2) rencana jangka pendek dan jangka menengah mengenai arah kebijakan BPR.
c. Proyeksi Laporan Keuangan
Bagian ini paling sedikit memuat proyeksi laporan posisi keuangan, proyeksi laba rugi, dan proyeksi rekening adiminstratif, serta alasan atau pertimbangan mengenai penetapan target dalam penyusunan proyeksi. BPR yang memiliki modal inti kurang dari Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah) menyampaikan proyeksi sampai dengan 1 (satu) tahun ke depan, sedangkan BPR yang memiliki modal inti paling sedikit Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah) menyampaikan proyeksi sampai dengan 3 (tiga) tahun ke depan.
d. Target Rasio dan Pos Keuangan
Bagian ini paling sedikit memuat target rasio keuangan pokok dan target rasio pos tertentu lainnya, serta alasan atau pertimbangan mengenai penetapan target dalam penyusunan proyeksi. BPR yang memiliki modal inti kurang dari Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah) menyampaikan target sampai dengan 1 (satu) tahun ke depan, sedangkan BPR yang memiliki modal inti paling sedikit Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah) menyampaikan target sampai dengan 3 (tiga) tahun ke depan.
e. Rencana Penghimpunan Dana
Bagian ini paling sedikit memuat rencana jangka pendek mengenai rencana penghimpunan dana pihak ketiga dan rencana penghimpunan dana lainnya.
f. Rencana Penyaluran Dana
Bagian ini paling sedikit memuat rencana jangka pendek mengenai rencana penyaluran kredit berdasarkan sektor ekonomi terbesar dalam penyaluran kredit, rencana penyaluran kredit berdasarkan jenis penggunaan, dan rencana penyaluran kredit berdasarkan jenis usaha.
g. Rencana Permodalan
Bagian ini paling sedikit memuat rencana jangka pendek dan jangka menengah mengenai rencana perubahan atau penambahan modal disetor, modal sumbangan, dan/atau revaluasi aset tetap.
h. Rencana Pengembangan dan Pengadaan Teknologi Informasi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Bagian ini paling sedikit memuat rencana jangka pendek mengenai rencana pengembangan dan pengadaan teknologi informasi yang bersifat mendasar dan rencana pengembangan sumber daya manusia yang paling sedikit memuat rencana rekrutmen sumber daya manusia, rencana pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia, dan rencana pemanfaatan tenaga kerja alih daya.
i. Rencana Pelaksanaan Kegiatan Usaha Baru
Bagian ini paling sedikit memuat rencana jangka pendek mengenai pelaksanaan kegiatan usaha yang memenuhi kategori produk baru sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan yang mengatur mengenai penyelenggaraan produk BPR dan BPRS.
j. Rencana Pengembangan dan/atau Perubahan Jaringan Kantor Bagian ini paling sedikit memuat rencana jangka pendek mengenai rencana pemindahan alamat kantor pusat dan/atau kantor cabang, rencana pembukaan dan/atau penutupan kantor cabang, dan rencana perubahan status jaringan kantor.
k. Informasi Lainnya
Bagian ini paling sedikit memuat informasi yang diperkirakan memengaruhi kegiatan usaha BPR antara lain rencana penghentian kegiatan usaha, produk, atau aktivitas yang berdampak material terhadap kinerja keuangan atau profil risiko BPR, termasuk informasi yang dipersyaratkan dalam ketentuan
peraturan perundang-undangan untuk dicantumkan dalam Rencana Bisnis.
2. Cakupan Rencana Bisnis yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan sebagaimana dimaksud pada angka 1 bersifat minimum sehingga BPR dapat memperluas cakupan tersebut sesuai dengan kebutuhan dengan tetap memperhatikan butir I.1.
3. Penyusunan Rencana Bisnis mengacu pada pedoman sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan ini.
III. PENYESUAIAN DAN PERUBAHAN RENCANA BISNIS
1. Otoritas Jasa Keuangan dapat meminta BPR untuk melakukan penyesuaian terhadap Rencana Bisnis yang telah disampaikan oleh BPR, antara lain:
a. target atau program kerja yang disampaikan dalam Rencana Bisnis BPR dinilai dapat memengaruhi atau membahayakan kelangsungan kegiatan usaha BPR; dan/atau
b. Rencana Bisnis yang disampaikan BPR belum memuat atau mengakomodasi hal strategis yang ditetapkan karena kebijakan pengaturan perbankan, kebijakan atau program pemerintah, atau hal strategis lain.
2. BPR dapat melakukan perubahan terhadap Rencana Bisnis dalam hal terdapat faktor eksternal dan internal yang secara signifikan memengaruhi kegiatan operasional dan/atau memengaruhi kinerja BPR, sebagai berikut:
a. faktor eksternal antara lain kondisi perekonomian, kebijakan pemerintah, persaingan dengan lembaga jasa keuangan atau entitas lain, serta perkembangan teknologi informasi. Sebagai contoh:
1) Penurunan pertumbuhan ekonomi daerah yang menyebabkan permintaan kredit pada sektor perdagangan yang menjadi prioritas penyaluran kredit BPR mengalami penurunan sehingga dapat memengaruhi kemampuan membayar debitur di sektor tersebut. Berdasarkan kondisi tersebut, BPR dapat mengubah prioritas penyaluran kredit pada sektor lainnya.
2) Terdapat peraturan atau program pemerintah terkait dengan kebijakan penyaluran kredit melalui BPR.
3) Terdapat bencana alam, nonalam, atau sosial yang berpengaruh terhadap kondisi perekonomian sehingga memengaruhi asumsi yang digunakan dalam penyusunan proyeksi keuangan.
b. faktor internal antara lain kondisi keuangan, manajemen dan sumber daya manusia, serta kemampuan infrastruktur lainnya termasuk teknologi informasi. Sebagai contoh:
1) BPR mengalami pemburukan kinerja keuangan yang berakibat pada permasalahan permodalan.
2) Terjadi perubahan kepengurusan dan/atau pengendalian BPR yang menyebabkan terjadinya perubahan strategi bisnis BPR.
3) Terdapat rencana penyelenggaraan produk baru yang dapat mendukung pengembangan usaha BPR namun belum termuat dalam Rencana Bisnis yang disampaikan oleh BPR.
c. faktor eksternal dan internal sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b dinilai BPR berdampak material terhadap kegiatan operasional dan/atau kondisi keuangan, yang antara lain tercermin dari laporan keuangan BPR atau dalam hal memengaruhi kinerja keuangan BPR.
IV. LAPORAN PELAKSANAAN DAN PENGAWASAN RENCANA BISNIS
1. Sesuai dengan POJK Rencana Bisnis BPR dan BPRS, Laporan Pelaksanaan dan Pengawasan Rencana Bisnis disampaikan BPR secara semesteran, yaitu:
a. periode Januari sampai dengan Juni disampaikan paling lambat akhir bulan Juli tahun berjalan; dan
b. periode Juli sampai dengan Desember disampaikan paling lambat akhir bulan Januari tahun selanjutnya.
2. Laporan Pelaksanaan dan Pengawasan Rencana Bisnis paling sedikit memuat:
a. penjelasan mengenai pencapaian Rencana Bisnis berupa perbandingan antara rencana dan realisasi;
b. penjelasan mengenai penyebab dan kendala terjadinya perbedaan antara rencana dan realisasi Rencana Bisnis;
c. upaya tindak lanjut yang telah dan akan dilakukan untuk memperbaiki pencapaian realisasi Rencana Bisnis;
d. hasil analisis atau identifikasi serta pendapat Dewan Komisaris atas pengawasan terhadap pelaksanaan Rencana Bisnis oleh Direksi; dan
e. langkah pengawasan yang telah dan akan ditempuh Dewan Komisaris dalam proses pengawasan Rencana Bisnis.
3. Penyusunan Laporan Pelaksanaan dan Pengawasan Rencana Bisnis mengacu pada pedoman sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan ini.
V. PELAPORAN
1. Tata cara penyampaian Rencana Bisnis, penyesuaian Rencana Bisnis, perubahan Rencana Bisnis, dan Laporan Pelaksanaan dan Pengawasan Rencana Bisnis dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai pelaporan bank perkreditan rakyat dan bank pembiayaan rakyat syariah melalui sistem pelaporan Otoritas Jasa Keuangan.
2. BPR menyiapkan Rencana Bisnis serta Laporan Pelaksanaan dan Pengawasan Rencana Bisnis dalam bentuk text file (txt) dan/atau portable document format (pdf) dan menyampaikannya kepada Otoritas Jasa Keuangan melalui sistem pelaporan Otoritas Jasa Keuangan.
VI. KETENTUAN LAIN-LAIN
1. Lampiran dalam Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan ini merupakan pedoman untuk menyusun Rencana Bisnis dan Laporan Pelaksanaan dan Pengawasan Rencana Bisnis.
2. Lampiran dalam Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan ini.
Salinan ini sesuai dengan aslinya Direktur Hukum 1
Departemen Hukum ttd
Mufli Asmawidjaja VII. PENUTUP
1. Pada saat Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan ini mulai berlaku, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 52/SEOJK.03/2016 tentang Rencana Bisnis Bank Perkreditan Rakyat dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.
2. Ketentuan dalam Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 22 November 2021
KEPALA EKSEKUTIF PENGAWAS PERBANKAN OTORITAS JASA KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA,
ttd
HERU KRISTIYANA
LAMPIRAN
SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 28 /SEOJK.03/2021 TENTANG
RENCANA BISNIS BANK PERKREDITAN RAKYAT
PEDOMAN PENYUSUNAN RENCANA BISNIS DAN
LAPORAN PELAKSANAAN DAN PENGAWASAN RENCANA BISNIS
DAFTAR ISI
I. PEDOMAN PENYUSUNAN RENCANA BISNIS ... 4
A. Penyusunan Rencana Bisnis oleh Direksi……… 4
1. Ringkasan Eksekutif ... 4
2. Strategi Bisnis dan Kebijakan ... 5
3. Proyeksi Laporan Keuangan ... 7
a. Format Proyeksi Laporan Posisi Keuangan ... 9
b. Format Proyeksi Laba Rugi ... 14
c. Format Proyeksi Rekening Administratif ... 22
4. Target Rasio dan Pos Keuangan ... 24
5. Rencana Penghimpunan Dana ... 31
6. Rencana Penyaluran Dana ... 31
a. Rencana Penyaluran Kredit Berdasarkan Sektor Ekonomi Terbesar dalam Penyaluran Kredit ... 32
b. Rencana Penyaluran Kredit Berdasarkan Jenis Penggunaan ... 32
c. Rencana Penyaluran Kredit Berdasarkan Jenis Usaha 33
7. Rencana Permodalan ... 34
8. Rencana Pengembangan dan Pengadaan Teknologi Informasi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia ... 36
a. Rencana Pengembangan dan Pengadaan Teknologi Informasi yang Bersifat Mendasar ... 36
b. Rencana Pengembangan Sumber Daya Manusia ... 36
1) Rencana Rekrutmen Sumber Daya Manusia ... 37
2) Rencana Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Manusia ... 37
3) Rencana Pemanfaatan Tenaga Kerja Alih Daya ... 38
9. Rencana Pelaksanaan Kegiatan Usaha Baru ... 39
10. Rencana Pengembangan dan/atau Perubahan Jaringan Kantor ... 41
11. Informasi Lainnya ... 42
B. Persetujuan Rencana Bisnis oleh Dewan Komisaris……… 42
II. PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN PELAKSANAAN DAN PENGAWASAN RENCANA BISNIS ... 43
I. PEDOMAN PENYUSUNAN RENCANA BISNIS A. Penyusunan Rencana Bisnis oleh Direksi
Sesuai dengan POJK Rencana Bisnis BPR dan BPRS, Direksi wajib menyusun Rencana Bisnis setiap tahun, yang paling sedikit memuat:
1. Ringkasan Eksekutif
Bagian ini berisi penjelasan umum mengenai ringkasan Rencana Bisnis yang disampaikan oleh BPR yaitu:
a. Visi dan Misi BPR
Visi adalah tujuan yang ingin dicapai BPR dalam jangka menengah atau jangka panjang.
Misi adalah pernyataan yang digunakan untuk menggambarkan tujuan dari BPR.
Visi dan misi BPR disusun untuk jangka panjang.
b. Rencana dan Langkah Strategis yang Akan Ditempuh oleh BPR
Rencana dan langkah strategis yang akan ditempuh oleh BPR dijelaskan untuk jangka pendek dan jangka menengah.
c. Indikator Keuangan Utama
Indikator keuangan utama paling sedikit memuat penjelasan mengenai kinerja BPR untuk periode jangka pendek yang diperhitungkan dalam penilaian tingkat kesehatan BPR sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan yang mengatur mengenai penilaian tingkat kesehatan BPR dan BPRS.
d. Target Jangka Pendek dan Jangka Menengah
Target jangka pendek adalah target kegiatan usaha BPR selama 1 (satu) tahun ke depan yang paling sedikit memuat penurunan non-performing loan, peningkatan fungsi intermediasi, peningkatan efisiensi, serta kebijakan manajemen risiko dan tata kelola BPR.
Target jangka menengah adalah target kegiatan usaha BPR selama 3 (tiga) tahun ke depan yang paling sedikit memuat upaya penguatan permodalan.
Penyusunan ringkasan eksekutif sesuai dengan format sebagai berikut:
Format 01.00 Ringkasan Eksekutif
Nama BPR :
Alamat :
Kota/Kabupaten :
Kolom Sandi Uraian
Visi BPR 0111
Misi BPR 0112
Rencana dan Langkah Strategi
Jangka Pendek 0121
Rencana dan Langkah Strategi
Jangka Menengah 0122
Indikator Keuangan Utama a. Permodalan
b. Kualitas aset c. Rentabilitas d. Likuiditas e. Lainnya
0131 0132 0133 0134 0139 Target Jangka Pendek 0141 Target Jangka Menengah 0142 2. Strategi Bisnis dan Kebijakan
Bagian ini berisi penjelasan secara kualitatif mengenai:
a. Analisis Posisi BPR dalam Persaingan Usaha Berdasarkan Aset dan/atau Lokasi
Analisis posisi BPR dalam persaingan usaha berdasarkan aset dan/atau lokasi dijelaskan untuk periode jangka pendek.
Untuk melakukan analisis posisi, BPR dapat menggunakan analisis SWOT yaitu Strength (Kekuatan), Weakness (Kelemahan), Opportunity (Peluang), dan Threat (Ancaman) dalam menghadapi persaingan usaha dengan lembaga jasa keuangan dan/atau entitas lain, termasuk BPR dan/atau BPRS lain.
Untuk melakukan analisis posisi dalam persaingan usaha berdasarkan lokasi, BPR dapat menggunakan batasan wilayah kabupaten, kota dan/atau provinsi.
b. Arah Kebijakan BPR
Arah kebijakan BPR dijelaskan untuk periode jangka pendek dan jangka menengah meliputi informasi umum kebijakan BPR yang ditetapkan oleh manajemen dalam pengembangan usaha BPR di waktu yang akan datang antara lain strategi pengembangan bisnis di era digital, serta rencana pelaksanaan penggabungan, peleburan, dan pengambilalihan BPR. Termasuk dalam strategi pengembangan bisnis adalah pengembangan teknologi informasi serta strategi untuk mengantisipasi perubahan kondisi eksternal.
c. Kebijakan Manajemen Risiko dan Tata Kelola BPR
Kebijakan manajemen risiko dan tata kelola BPR dijelaskan untuk periode jangka pendek. Penerapan kebijakan manajemen risiko dan tata kelola sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai penerapan manajemen risiko bagi bank perkreditan rakyat dan penerapan tata kelola bagi bank perkreditan rakyat, termasuk target penilaian penerapan manajemen risiko dan tata kelola.
d. Strategi Penghimpunan Dana dan Penyaluran Kredit
Bagian ini menguraikan penjelasan untuk periode jangka pendek mengenai strategi BPR untuk menghimpun dana dan merealisasikan rencana penyaluran kredit antara lain informasi mengenai target, strategi pemasaran dan penerimaan, serta sumber penghimpunan dana pihak ketiga dan penghimpunan dana lainnya.
e. Strategi Penyelesaian Permasalahan Strategis dan/atau Pemenuhan Ketentuan BPR
Bagian ini memuat penjelasan untuk periode jangka pendek mengenai informasi langkah strategis untuk menyelesaikan permasalahan yang memengaruhi tingkat kesehatan atau status pengawasan BPR, antara lain langkah penyelesaian kredit bermasalah yang telah atau dapat memengaruhi kinerja atau tingkat kesehatan BPR. Selain itu bagian ini juga
memuat informasi dan langkah strategis BPR dalam rangka pemenuhan ketentuan BPR antara lain pemenuhan modal inti minimum sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai pemenuhan rasio kewajiban penyediaan modal minimum dan pemenuhan modal inti minimum bank perkreditan rakyat dan pemenuhan kewajiban pembentukan satuan kerja tertentu sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai penerapan tata kelola bagi bank perkreditan rakyat.
Penyusunan strategi bisnis dan kebijakan sesuai dengan format sebagai berikut:
Format 02.00
Strategi Bisnis dan Kebijakan
Kolom Sandi Uraian
Analisis Posisi BPR dalam Persaingan Usaha Berdasarkan Aset dan/atau Lokasi
0210
Arah Kebijakan BPR 0220
Kebijakan Manajemen Risiko
dan Tata Kelola BPR 0230 Strategi Penghimpunan Dana 0241 Strategi Penyaluran Kredit 0242 Strategi Penyelesaian
Permasalahan Strategis BPR 0251 Strategi Pemenuhan Ketentuan
BPR 0252
3. Proyeksi Laporan Keuangan
Bagian ini berisi penjelasan secara kuantitatif dan kualitatif mengenai proyeksi laporan posisi keuangan, proyeksi laba rugi, dan proyeksi rekening adiminstratif, serta alasan atau pertimbangan mengenai penetapan target dalam penyusunan proyeksi. Laporan posisi keuangan, laba rugi, dan rekening administratif sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai pelaporan bank perkreditan rakyat dan bank pembiayaan rakyat syariah melalui sistem pelaporan Otoritas Jasa Keuangan.
a. BPR yang memiliki modal inti kurang dari Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah) menyampaikan proyeksi sampai dengan 1 (satu) tahun ke depan.
Proyeksi laporan keuangan dijelaskan untuk:
1) posisi aktual akhir bulan Oktober tahun penyusunan Rencana Bisnis;
2) proyeksi akhir bulan Desember tahun penyusunan Rencana Bisnis; dan
3) proyeksi 1 (satu) tahun ke depan yang disajikan secara semesteran.
b. BPR yang memiliki modal inti paling sedikit Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah) menyampaikan proyeksi sampai dengan 3 (tiga) tahun ke depan.
Proyeksi laporan keuangan dijelaskan untuk:
1) posisi aktual akhir bulan Oktober tahun penyusunan Rencana Bisnis;
2) proyeksi akhir bulan Desember tahun penyusunan Rencana Bisnis;
3) proyeksi 1 (satu) tahun ke depan yang disajikan secara semesteran; dan
4) proyeksi akhir tahun kedua dan ketiga yang disajikan secara tahunan.
Penyusunan proyeksi laporan keuangan sesuai dengan format sebagai berikut:
a. Format Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
Format 03.10
Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
(dalam satuan rupiah)
Pos-Pos Sandi Saldo Okt
(X-1)
Proyeksi
Des X-1 Jun X Des X Des X+1a Des X+2a ASET
Kas dalam Rupiah 1101010000
Kas dalam Valuta Asing 1101020000
Surat Berharga 1102000000
Penempatan pada Bank Lain 1103010000 -/- Penyisihan Penghapusan
Aset Produktif 1103020000 Kredit yang Diberikan (Baki Debet) 1104010100 -/- Provisi Belum Diamortisasi 1104010200 Biaya Transaksi Belum
Diamortisasi 1104010300
-/- Pendapatan Bunga yang Ditangguhkan Dalam
Rangka Restrukturisasi 1104010400 -/- Cadangan Kerugian
Restrukturisasi 1104010500
Pos-Pos Sandi Saldo Okt (X-1)
Proyeksi
Des X-1 Jun X Des X Des X+1a Des X+2a -/- Penyisihan Penghapusan
Aset Produktif 1104020000 Agunan yang Diambil Alih (AYDA) 1201000000 Aset Tetap dan Inventaris 1202010000 -/- Akumulasi Penyusutan dan
Penurunan Nilai 1202020000 Aset Tidak Berwujud 1203010000 -/- Akumulasi Amortisasi dan
Penurunan Nilai
1203020000
Aset Antarkantor 1204000000
Aset Lainnya 1299000000
Total Aset 1000000000
LIABILITAS
Liabilitas Segera 2101000000
Simpanan
a. Tabungan 2102010100
-/- Biaya Transaksi Belum
Diamortisasi 2102010200
b. Deposito 2102020100
Pos-Pos Sandi Saldo Okt (X-1)
Proyeksi
Des X-1 Jun X Des X Des X+1a Des X+2a -/- Biaya Transaksi Belum
Diamortisasi 2102020200
Simpanan dari Bank Lain 2103010000 -/- Biaya Transaksi Belum
Diamortisasi 2103020000
Pinjaman yang Diterima 2201010000 -/- Biaya Transaksi Belum
Diamortisasi 2201020000
-/- Diskonto Belum
Diamortisasi 2201030000
Dana Setoran Modal - Kewajiban 2202000000 Liabilitas Antarkantor 2203000000
Liabilitas Lainnya 2299000000
Total Liabilitas 2000000000
EKUITAS Modal Disetor
a. Modal Dasar 3101010000
b. Modal yang Belum Disetor -/- 3101020000 Tambahan Modal Disetor
a. Agio (Disagio) 3102010000
Pos-Pos Sandi Saldo Okt (X-1)
Proyeksi
Des X-1 Jun X Des X Des X+1a Des X+2a b. Modal Sumbangan 3102020000
c. Dana Setoran Modal – Ekuitas 3102030000 d. Tambahan Modal Disetor Lainya 3102990000 Ekuitas Lain
a. Keuntungan (Kerugian) dari Perubahan Nilai Aset Keuangan dalam Kelompok Tersedia untuk Dijual
3103010000
b. Keuntungan Revaluasi Aset
Tetap 3103020000
c. Lainnya 3103990000
d. Pajak Penghasilan terkait
dengan Ekuitas Lain 3103980000 Cadangan
a. Umum 3104010000
b. Tujuan 3104020000
Laba (rugi)
a. Tahun-tahun Lalu 3105010000
b. Tahun Berjalan 3105020000
Total Ekuitas 3000000000
Pos-Pos Sandi Saldo Okt (X-1)
Proyeksi
Des X-1 Jun X Des X Des X+1a Des X+2a TOTAL LIABILITAS DAN
EKUITAS Keterangan:
X-1 adalah Tahun Penyusunan Laporan
X adalah Tahun Pertama Posisi Rencana Bisnis X+1 adalah Tahun Kedua Posisi Rencana Bisnis X+2 adalah Tahun Ketiga Posisi Rencana Bisnis
a bagi BPR dengan modal inti paling sedikit Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah)
Alasan atau Pertimbangan:
(Diisi dengan alasan atau pertimbangan dalam menetapkan target sebagai dasar penyusunan proyeksi laporan posisi keuangan, antara lain proyeksi inflasi daerah, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), pertumbuhan ekonomi daerah, pertumbuhan jumlah penduduk daerah, pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga di wilayah setempat, tingkat bunga simpanan, tingkat bunga kredit, dan/atau lainnya).
Format 03.20
Proyeksi Laporan Laba Rugi
(dalam satuan rupiah)
Pos-Pos Sandi Saldo Okt
(X-1)
Proyeksi
Des X-1 Jun X Des X Des X+1a Des X+2a Pendapatan Operasional 4100000000
1. Pendapatan Bunga a. Bunga Kontraktual
i. Surat Berharga 4101010100 ii. Penempatan pada
Bank Lain
Giro 4101010201
Tabungan 4101010202
Deposito 4101010203
Sertifikat Deposito 4101010204 iii. Kredit yang Diberikan
Kepada Bank Lain 4101010301 Kepada Pihak Ketiga
Bukan Bank 4101010302
b. Provisi Kredit
i. Kepada Bank Lain 4101020100
Pos-Pos Sandi Saldo Okt (X-1)
Proyeksi
Des X-1 Jun X Des X Des X+1a Des X+2a ii. Kepada Pihak Ketiga
Bukan Bank 4101020200
c. Biaya Transaksi -/-
i. Surat Berharga 4101030100 ii. Kredit yang Diberikan
Kepada Bank Lain 4101030201 Kepada Pihak Ketiga
Bukan Bank 4101030202
d. Koreksi atas Pendapatan
Bunga -/- 4101040000
2. Pendapatan Lainnya
a. Pendapatan Jasa Transaksi 4102010000 b. Keuntungan Penjualan
Valuta Asing 4102020000
c. Keuntungan Penjualan
Surat Berharga 4102030000
d. Penerimaan Aset Produktif
yang Dihapus Buku 4102040000 e. Pemulihan Penyisihan
Penghapusan Aset
Produktif 4102050000
Pos-Pos Sandi Saldo Okt (X-1)
Proyeksi
Des X-1 Jun X Des X Des X+1a Des X+2a
f. Lainnya 4102990000
Beban Operasional 5100000000
1. Beban Bunga
a. Beban Bunga Kontraktual
i. Tabungan 5101010100
ii. Deposito 5101010200
iii. Simpanan dari bank
Lain 5101010300
iv. Pinjaman yang Diterima
1) Dari Bank
Indonesia 5101010401
2) Dari Bank Lain 5101010402 3) Dari Pihak Ketiga
Bukan Bank 5101010403 4) Berupa Pinjaman
Subordinasi 5101010404
v. Lainnya 5101019900
b. Biaya Transaksi
i. Kepada Bank Lain 5101020100
Pos-Pos Sandi Saldo Okt (X-1)
Proyeksi
Des X-1 Jun X Des X Des X+1a Des X+2a ii. Kepada Pihak Ketiga
Bukan Bank 5101020200
2. Beban Kerugian
Restrukturisasi Kredit 5102000000 3. Beban Penyisihan
Penghapusan Aset Produktif
a. Surat Berharga 5103010000 b. Penempatan pada Bank
Lain 5103020000
c. Kredit yang Diberikan
i. Kepada Bank Lain 5103030100 ii. Kepada Pihak Ketiga
Bukan Bank 5103030200
4. Beban Pemasaran 5104000000 5. Beban Penelitian dan
Pengembangan 5105000000
6. Beban Administrasi dan Umum a. Beban Tenaga Kerja
i. Gaji dan Upah 5106010100 ii. Honorarium 5106010200
iii. Lainnya 5106019900
Pos-Pos Sandi Saldo Okt (X-1)
Proyeksi
Des X-1 Jun X Des X Des X+1a Des X+2a b. Beban Pendidikan dan
Pelatihan 5106020000
c. Beban Sewa
i. Gedung Kantor 5106030100
ii. Lainnya 5106039900
d. Beban
Penyusutan/Penghapusan atas Aset Tetap dan Inventaris
5106040000
e. Beban Amortisasi Aset
Tidak Berwujud 5106050000
f. Beban Premi Asuransi 5106060000 g. Beban Pemeliharaan dan
Perbaikan 5106070000
h. Beban Barang dan Jasa 5106080000
i. Pajak-Pajak 5106090000
7. Beban Lainnya
a. Kerugian Penjualan Valuta
Asing 5199010000
b. Kerugian Penjualan Surat
Berharga 5199020000
c. Lainnya 5199990000
Pos-Pos Sandi Saldo Okt (X-1)
Proyeksi
Des X-1 Jun X Des X Des X+1a Des X+2a Laba (Rugi) Operasional 3104040100
Pendapatan Nonoperasional 4200000000 1. Keuntungan Penjualan
a. Aset Tetap dan Inventaris 4201010000
b. AYDA 4201020000
2. Pemulihan Penurunan Nilai
a. Aset Tetap dan Inventaris 4202010000
b. AYDA 4202020000
3. Pendapatan Ganti Rugi
Asuransi 4203000000
4. Bunga Antarkantor 4204000000
5. Selisih Kurs 4205000000
6. Lainnya 4299000000
Beban Nonoperasional 5200000000 1. Kerugian Penjualan/
Kehilangan
a. Aset Tetap dan Inventaris 5201010000
b. AYDA 5201020000
2. Kerugian Penurunan Nilai
Pos-Pos Sandi Saldo Okt (X-1)
Proyeksi
Des X-1 Jun X Des X Des X+1a Des X+2a a. Aset Tetap dan Inventaris 5202010000
b. AYDA 5202020000
3. Bunga Antarkantor 5203000000
4. Selisih Kurs 5204000000
5. Lainnya 5299000000
Laba (Rugi) Nonoperasional 3104040200 Laba (Rugi) Tahun Berjalan
Sebelum Pajak 3104040300
Taksiran Pajak Penghasilan 5300000000 Pendapatan Pajak Tangguhan 4400000000 Beban Pajak Tangguhan 5400000000 Jumlah Laba (Rugi) Tahun
Berjalan 3104040400
Penghasilan Komprehensif Lain 1. Tidak Akan Direklasifikasi ke
Laba Rugi
a. Keuntungan Revaluasi Aset
Tetap 7101010000
b. Lainnya 7101990000
c. Pajak Penghasilan Terkait 7101980000
Pos-Pos Sandi Saldo Okt (X-1)
Proyeksi
Des X-1 Jun X Des X Des X+1a Des X+2a 2. Akan Direklasifikasi ke Laba
Rugi
a. Keuntungan (Kerugian) dan Perubahan Nilai Aset Keuangan Dalam Kelompok Tersedia untuk Dijual
7102010000
b. Lainnya 7102990000
c. Pajak Penghasilan Terkait 7102980000 Penghasilan Komprehensif Lain
Setelah Pajak 3104040500
Total Laba (Rugi) Komprehensif
Tahun Berjalan 3104040600
Keterangan:
X-1 adalah Tahun Penyusunan Laporan
X adalah Tahun Pertama Posisi Rencana Bisnis X+1 adalah Tahun Kedua Posisi Rencana Bisnis X+2 adalah Tahun Ketiga Posisi Rencana Bisnis
a bagi BPR dengan modal inti paling sedikit Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah) Alasan atau Pertimbangan:
(Diisi dengan alasan atau pertimbangan dalam menetapkan target sebagai dasar penyusunan proyeksi laba rugi, antara lain proyeksi inflasi daerah, PDRB, pertumbuhan ekonomi daerah, pertumbuhan jumlah penduduk daerah, pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga di wilayah setempat, tingkat bunga simpanan, tingkat bunga kredit, dan/atau lainnya).
Format 03.30
Proyeksi Rekening Administratif
(dalam satuan rupiah)
Pos-Pos Sandi Saldo Okt
(X-1)
Proyeksi
Des X-1 Jun X Des X Des X+1a Des X+2a Tagihan Komitmen
a. Fasilitas Pinjaman yang
Diterima yang Belum Ditarik 6101010000 b. Tagihan Komitmen Lainnya 6101990000 Kewajiban Komitmen
a. Fasilitas Kredit kepada
Nasabah yang Belum Ditarik 6102010000 b. Penerusan Kredit 6102020000 c. Kewajiban Komitmen Lainnya 6102990000 Tagihan Kontinjensi
a. Pendapatan Bunga Dalam Penyelesaian
1) Bunga Kredit yang Diberikan 6201010100 2) Bunga Penempatan pada
Bank Lain 6201010200
b. Aset Produktif yang Dihapus Buku
Pos-Pos Sandi Saldo Okt (X-1)
Proyeksi
Des X-1 Jun X Des X Des X+1a Des X+2a 1) Kredit yang Diberikan 6201020100
2) Penempatan pada Bank Lain 6201020200 3) Pendapatan Bunga atas
Kredit yang Dihapus Buku 6201020300 4) Pendapatan Bunga atas
Penempatan Dana pada Bank Lain yang Dihapus Buku
6201020400
c. Agunan dalam Proses
Penyelesaian Kredit 6201030000 d. Tagihan Kontinjensi Lainnya 6201990000 Kewajiban Kontinjensi 6202000000 Rekening Administratif Lainnya 6900000000 Keterangan:
X-1 adalah Tahun Penyusunan Laporan
X adalah Tahun Pertama Posisi Rencana Bisnis X+1 adalah Tahun Kedua Posisi Rencana Bisnis X+2 adalah Tahun Ketiga Posisi Rencana Bisnis
a bagi BPR dengan modal inti paling sedikit Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah) Alasan atau Pertimbangan:
(Diisi dengan alasan atau pertimbangan dalam menetapkan target sebagai dasar penyusunan proyeksi rekening administratif, antara lain proyeksi inflasi daerah, PDRB, pertumbuhan ekonomi daerah, pertumbuhan jumlah penduduk daerah, pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga di wilayah setempat, tingkat bunga simpanan, tingkat bunga kredit, dan/atau lainnya).
4. Target Rasio dan Pos Keuangan
Bagian ini berisi penjelasan secara kuantitatif dan kualitatif mengenai target rasio keuangan pokok dan target rasio pos tertentu lainnya, serta alasan atau pertimbangan mengenai penetapan target dalam penyusunan target rasio dan pos keuangan.
Target rasio keuangan pokok antara lain rasio yang dapat memberikan informasi untuk penilaian tingkat kesehatan BPR sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan yang mengatur mengenai penilaian tingkat kesehatan BPR dan BPRS. Target rasio pos tertentu lainnya antara lain:
a. rasio kredit usaha mikro, usaha kecil, dan usaha menengah terhadap total kredit;
b. rasio dana pendidikan dan pelatihan terhadap total beban tenaga kerja tahun sebelumnya;
c. rasio realisasi dana pendidikan dan pelatihan terhadap total dana pendidikan dan pelatihan yang dianggarkan;
d. rasio AYDA terhadap total kredit; dan
e. rasio realisasi penyelesaian AYDA terhadap AYDA.
Penyusunan target rasio dan pos keuangan sebagai berikut:
a. BPR yang memiliki modal inti kurang dari Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah) menyampaikan proyeksi sampai dengan 1 (satu) tahun ke depan.
Proyeksi target rasio dan pos keuangan dijelaskan untuk:
1) posisi aktual akhir bulan Oktober tahun penyusunan Rencana Bisnis;
2) proyeksi akhir bulan Desember tahun penyusunan Rencana Bisnis; dan
3) proyeksi 1 (satu) tahun ke depan yang disajikan secara semesteran.
b. BPR yang memiliki modal inti paling sedikit Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah) menyampaikan proyeksi sampai dengan 3 (tiga) tahun ke depan.
Proyeksi target rasio dan pos keuangan dijelaskan untuk:
1) posisi aktual akhir bulan Oktober tahun penyusunan Rencana Bisnis;
2) proyeksi akhir bulan Desember tahun penyusunan Rencana Bisnis;
3) proyeksi 1 (satu) tahun ke depan yang disajikan secara semesteran; dan
4) proyeksi akhir tahun kedua dan ketiga yang disajikan secara tahunan.
Penyusunan proyeksi target rasio dan pos keuangan sesuai dengan format sebagai berikut:
Target Rasio dan Pos Keuangan
Pos-Pos Sandi Kinerja
Okt (X-1)
Proyeksi
Des X-1 Jun X Des X Des X+1a Des X+2 a A. Rasio Keuangan Pokok
Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) (%)b
a. Modal (Rp) b. ATMR (Rp)
0421110 0421111 0421112 Rasio Modal Inti terhadap Keseluruhan
Modal (%)b
a. Modal Inti (Rp) b. Modal (Rp)
0421120 0421121 0421122 Rasio Modal Inti terhadap Aset Produktif
yang Bermasalah (%)c a. Modal Inti (Rp)
b. Aset Produktif yang Bermasalah (Rp)
0421130 0421131 0421132 Rasio Kualitas Aset Produktif (KAP) (%)c
a. Aset Produktif yang Diklasifikasikan (Rp)
b. Total Aset Produktif (Rp)
0421210 0421211 0421212 Rasio Penyisihan Penghapusan Aset
Produktif (PPAP) terhadap PPAP yang Wajib Dibentuk (%)c
a. PPAP (Rp)
0421220
0421221
Pos-Pos Sandi Kinerja Okt (X-1)
Proyeksi
Des X-1 Jun X Des X Des X+1a Des X+2 a b. PPAP yang Wajib Dibentuk (Rp) 0421222
Rasio Non Performing Loan (NPL) Neto (%)d
a. Total Kredit yang Bermasalah dikurangi dengan PPAP (Rp)
b. Total Kredit (Rp)
0421230 0421231 0421232 Rasio NPL Gross (%)d
a. Total Kredit yang Bermasalah (Rp) b. Total Kredit (Rp)
0421240 0421241 0441242 Rasio Kredit terhadap Total Aset
Produktif (%)e
a. Total Kredit (Rp)
b. Total Aset Produktif (Rp)
0421250 0421251 0421252 Rasio Return on Assets (ROA) (%)c
a. Laba sebelum Pajak (Rp) b. Rata-rata Total Aset (Rp)
0421310 0421311 0421312 Rasio Net Interest Margin (NIM) (%)c
a. Pendapatan Bunga Bersih (Rp) b. Rata-rata Total Aset Produktif (Rp)
0421320 0421321 0421322 Rasio Biaya Operasional terhadap
Pendapatan Operasional (BOPO) (%)c a. Total Beban Operasional (Rp) b. Total Pendapatan Operasional (Rp)
0421330 0421331 0421332 Cash Ratio (CR) (%)c
a. Aset Likuid (Rp) 0421410
0421411
Pos-Pos Sandi Kinerja Okt (X-1)
Proyeksi
Des X-1 Jun X Des X Des X+1a Des X+2 a b. Hutang Lancar (Rp) 0421412
Loan to Deposit Ratio (LDR) (%)c a. Total Kredit (Rp)
b. Total Dana yang Diterima (Rp)
0421420 0421421 0421422 Rasio Aset Likuid terhadap Total Aset
(%)e
a. Aset Likuid (Rp) b. Total Aset (Rp)
0421430 0421431 0421432 B. Rasio Pos Tertentu Lainnya
Rasio Kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terhadap Total Kredit (%)f
a. Total Kredit UMKM (Rp) b. Total Kredit (Rp)
0422100
0422110 0422120 Rasio Dana Pendidikan dan Pelatihan
Rasio Dana Pendidikan dan Pelatihan terhadap Total Beban Tenaga Kerja Tahun Sebelumnya (%)g
a. Total Dana Pendidikan dan Pelatihan (Rp)
b. Total Beban Tenaga Kerja Tahun Sebelumnya (Rp)
0422210
0422211 0422212 Rasio Realisasi Dana Pedidikan dan
Pelatihan terhadap Total Dana 0422220
Pos-Pos Sandi Kinerja Okt (X-1)
Proyeksi
Des X-1 Jun X Des X Des X+1a Des X+2 a Pendidikan dan Pelatihan yang
Dianggarkan (%)g
a. Realisasi Dana Pendidikan dan Pelatihan (Rp)
b. Total Dana Pendidikan dan Pelatihan yang Dianggarkan (Rp)
0422221 0422222 Rasio AYDA terhadap Total Kredit (%)h
a. AYDA (Rp)
b. Total Kredit (Rp)
0422300 0422310 0422320 Rasio Realisasi Penyelesaian AYDA
terhadap AYDA (%)h
a. Realisasi Penyelesaian AYDA (Rp) b. AYDA (Rp)
0422400 0422410 0422420 Keterangan:
X-1 adalah Tahun Penyusunan Laporan
X adalah Tahun Pertama Posisi Rencana Bisnis X+1 adalah Tahun Kedua Posisi Rencana Bisnis X+2 adalah Tahun Ketiga Posisi Rencana Bisnis
a bagi BPR dengan modal inti paling sedikit Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah)
b penjelasan rasio sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai kewajiban penyediaan modal minimum dan pemenuhan modal inti minimum bank perkreditan rakyat.
c penjelasan rasio sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan mengenai penilaian tingkat kesehatan BPR dan BPRS.
d penjelasan rasio sesuai dengan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan mengenai laporan bulanan bank perkreditan rakyat.
e penjelasan rasio sesuai dengan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan mengenai penerapan manajemen risiko bagi bank perkreditan rakyat.
f penjelasan kredit UMKM adalah kredit kepada debitur yang memenuhi definisi dan kriteria usaha mikro, usaha kecil, dan usaha menengah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai usaha mikro, kecil, dan menengah.
penyediaan dana pendidikan dan pelatihan untuk pengembangan sumber daya manusia bank perkreditan rakyat dan bank pembiayaan rakyat syariah.
h penjelasan AYDA sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai kualitas aset produktif dan pembentukan penyisihan penghapusan aset produktif bank perkreditan rakyat.
Alasan atau Pertimbangan:
(Diisi dengan alasan atau pertimbangan dalam menetapkan target sebagai dasar penyusunan target rasio dan pos keuangan, antara lain proyeksi inflasi daerah, PDRB, pertumbuhan ekonomi daerah, pertumbuhan jumlah penduduk daerah, pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga di wilayah setempat, tingkat bunga simpanan, tingkat bunga kredit, dan/atau lainnya).
5. Rencana Penghimpunan Dana
Bagian ini berisi penjelasan secara kuantitatif dan kualitatif untuk periode jangka pendek mengenai rencana penghimpunan dana pihak ketiga dan rencana penghimpunan dana lainnya, sebagai berikut:
a. Rencana penghimpunan dana pihak ketiga antara lain informasi mengenai target, strategi pemasaran, dan sumber penghimpunan tabungan dan deposito.
b. Rencana penghimpunan dana lainnya antara lain informasi mengenai target, strategi penerimaan, dan sumber penerimaan pinjaman dari bank lain dan/atau pinjaman yang tidak berasal dari bank.
Penyusunan rencana penghimpunan dana sesuai dengan format sebagai berikut:
Format 05.00
Rencana Penghimpunan Dana
Kolom Sandi Uraian
Rencana Penghimpunan Dana
Pihak Ketiga 0510
Rencana Penghimpunan Dana Lainnya
0520
6. Rencana Penyaluran Dana
Bagian ini berisi penjelasan secara kuantitatif dan kualitatif untuk periode jangka pendek mengenai rencana penyaluran kredit berdasarkan sektor ekonomi terbesar dalam penyaluran kredit, rencana penyaluran kredit berdasarkan jenis penggunaan, dan rencana penyaluran kredit berdasarkan jenis usaha.
Proyeksi rencana penyaluran dana dijelaskan untuk:
a. posisi aktual akhir bulan Oktober tahun penyusunan Rencana Bisnis;
b. proyeksi akhir bulan Desember tahun penyusunan Rencana Bisnis; dan
c. proyeksi 1 (satu) tahun ke depan yang disajikan secara semesteran.
Dalam bagian ini diuraikan juga mengenai alasan atau pertimbangan yang digunakan dalam menyusun rencana
dimaksud serta strategi BPR untuk merealisasikan rencana tersebut.
Rencana penyaluran dana paling sedikit memuat informasi sebagai berikut:
a. Rencana Penyaluran Kredit Berdasarkan Sektor Ekonomi Terbesar dalam Penyaluran Kredit
Rencana penyaluran kredit disajikan berdasarkan sektor ekonomi terbesar yaitu paling banyak pada 5 (lima) sektor ekonomi dengan persentase penyaluran kredit terbesar dari total portofolio penyaluran kredit BPR. Rincian sektor ekonomi sesuai dengan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan mengenai laporan bulanan bank perkreditan rakyat.
Penyusunan rencana penyaluran kredit berdasarkan sektor ekonomi terbesar dalam penyaluran kredit sesuai dengan format sebagai berikut:
Format 06.10
Rencana Penyaluran Kredit Berdasarkan Sektor Ekonomi Terbesar dalam Penyaluran Kredit
(dalam satuan rupiah) Sektor
Ekonomi Baki Debet Okt (X-1)
Proyeksi
Des X-1 Jun X Des X
Jumlah Keterangan:
X-1 adalah Tahun Penyusunan Laporan
X adalah Tahun Pertama Posisi Rencana Bisnis
b. Rencana Penyaluran Kredit Berdasarkan Jenis Penggunaan Rencana penyaluran kredit disajikan berdasarkan jenis penggunaan yang meliputi kredit modal kerja, kredit investasi, dan kredit konsumsi sesuai dengan Surat Edaran
Alasan atau Pertimbangan dan Strategi:
(Diisi dengan alasan atau pertimbangan dalam menyusun rencana penyaluran kredit berdasarkan sektor ekonomi terbesar dalam penyaluran kredit dan strategi untuk merealisasikan rencana penyaluran kredit berdasarkan sektor ekonomi terbesar dalam penyaluran kredit).
Otoritas Jasa Keuangan mengenai laporan bulanan bank perkreditan rakyat.
Penyusunan rencana penyaluran kredit berdasarkan jenis penggunaan sesuai dengan format sebagai berikut:
Format 06.20
Rencana Penyaluran Kredit Berdasarkan Jenis Penggunaan
(dalam satuan rupiah) Jenis
Penggunaan Sandi Baki Debet Okt (X-1)
Proyeksi Des
X-1 Jun X Des X Modal Kerja 0621
Investasi 0622 Konsumsi 0623 Jumlah 0620 Keterangan:
X-1 adalah Tahun Penyusunan Laporan
X adalah Tahun Pertama Posisi Rencana Bisnis
c. Rencana Penyaluran Kredit Berdasarkan Jenis Usaha
Pengelompokan jenis usaha yang meliputi usaha UMKM sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai usaha mikro, kecil, dan menengah.
Penyusunan rencana penyaluran kredit berdasarkan jenis usaha sesuai dengan format sebagai berikut:
Alasan atau Pertimbangan dan Strategi:
(Diisi dengan alasan atau pertimbangan dalam menyusun rencana penyaluran kredit berdasarkan jenis penggunaan dan strategi untuk merealisasikan rencana penyaluran kredit berdasarkan jenis penggunaan).
Format 06.30
Rencana Penyaluran Kredit Berdasarkan Jenis Usaha
(dalam satuan rupiah) Jenis Usaha Sandi Baki
Debet Okt (X-1)
Proyeksi Des
X-1 Jun
X Des X Usaha Mikro 0631
Usaha Kecil 0632 Usaha Menengah 0633
Jumlah 0630
Keterangan:
X-1 adalah Tahun Penyusunan Laporan
X adalah Tahun Pertama Posisi Rencana Bisnis
7. Rencana Permodalan
Bagian ini berisi penjelasan secara kuantitatif dan kualitatif untuk periode jangka menengah mengenai rencana perubahan atau penambahan modal disetor, modal sumbangan, dan/atau revaluasi aset tetap. Termasuk dalam rencana permodalan yaitu strategi dan informasi mengenai perubahan atau penambahan modal.
Rencana permodalan dijelaskan untuk:
a. posisi aktual akhir bulan Oktober penyusunan Rencana Bisnis;
b. rencana akhir bulan Desember pada tahun penyusunan Rencana Bisnis;
c. rencana 1 (satu) tahun ke depan yang disajikan secara semesteran; dan
d. rencana akhir tahun kedua dan ketiga yang disajikan secara tahunan.
Alasan atau Pertimbangan dan Strategi:
(Diisi dengan alasan atau pertimbangan dalam menyusun rencana penyaluran kredit berdasarkan jenis usaha dan strategi untuk merealisasikan rencana penyaluran kredit berdasarkan jenis usaha).
Penyusunan rencana permodalan sesuai dengan format sebagai berikut:
Format 07.00 Rencana Permodalan
Jenis Modal (Sandi)a Nama Pemegang
Saham Kinerja Okt (X-1)
Proyeksi
Des X-1 Jun X Des X Des X+1 Des X+2
Keterangan:
X-1 adalah Tahun Penyusunan Laporan
X adalah Tahun Pertama Posisi Rencana Bisnis X+1 adalah Tahun Kedua Posisi Rencana Bisnis X+2 adalah Tahun Ketiga Posisi Rencana Bisnis
a Diisi dengan sandi 10 untuk modal disetor, sandi 21 untuk modal sumbangan dan/atau sandi 25 untuk revaluasi aset tetap Strategi dan Informasi:
(Diisi dengan strategi dan informasi mengenai perubahan atau penambahan modal).
8. Rencana Pengembangan dan Pengadaan Teknologi Informasi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Bagian ini berisi penjelasan secara kualitatif dan/atau kuantitatif untuk periode jangka pendek mengenai rencana pengembangan dan pengadaan teknologi informasi yang bersifat mendasar dan rencana pengembangan sumber daya manusia yang paling sedikit memuat rencana rekrutmen sumber daya manusia, rencana pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia, dan rencana pemanfaatan tenaga kerja alih daya.
a. Rencana Pengembangan dan Pengadaan Teknologi Informasi yang Bersifat Mendasar
Rencana pengembangan dan pengadaan teknologi informasi yang bersifat mendasar sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai standar penyelenggaraan teknologi informasi bank perkreditan rakyat dan bank pembiayaan rakyat syariah.
Penyusunan rencana pengembangan dan pengadaan teknologi informasi yang bersifat mendasar sesuai dengan format sebagai berikut:
Format 08.10
Rencana Pengembangan dan Pengadaan Teknologi Informasi yang Bersifat Mendasar
Jenis Rencana
(Sandi)a Uraian Alamat
Keterangan:
a Diisi dengan sandi:
01 untuk perubahan aplikasi inti perbankan;
02 untuk perubahan signifikan terhadap konfigurasi teknologi informasi atau aplikasi inti perbankan;
03 untuk pemindahan pusat data;
04 untuk pemindahan pusat pemulihan bencana;
05 untuk kerjasama dengan penyedia jasa teknologi informasi; dan/atau
06 untuk pengembangan teknologi informasi mendasar lainnya.
b. Rencana Pengembangan Sumber Daya Manusia
Rencana pengembangan sumber daya manusia antara lain meliputi rencana rekrutmen sumber daya manusia pada BPR, rencana pendidikan dan pelatihan sumber daya
manusia, dan rencana pemanfaatan tenaga kerja alih daya, sebagai berikut:
1) Rencana Rekrutmen Sumber Daya Manusia
Bagian ini berisi penjelasan secara kualitatif dan kuantitatif mengenai rencana rekrutmen sumber daya manusia.
Penyusunan rencana rekrutmen sumber daya manusia sesuai dengan format sebagai berikut:
Format 08.21
Rencana Rekrutmen Sumber Daya Manusia Bidang
Tugas (Sandi)a
Target Waktu Pelaksanaan
(Sandi)b
Jumlah Pegawai yang
Direkrutc
Biayad
Keterangan:
a Diisi dengan sandi:
101 untuk pemasaran;
102 untuk teknologi informasi;
103 untuk audit internal;
104 untuk pembukuan;
105 untuk layanan nasabah;
106 untuk kasir; dan/atau 199 untuk lainnya.
b Diisi dengan sandi:
01 untuk triwulan 1;
02 untuk triwulan 2;
03 untuk triwulan 3; atau 04 untuk triwulan 4.
c Diisi dengan satuan.
d Diisi dengan satuan rupiah.
2) Rencana Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Manusia
Penyusunan rencana pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia dilakukan dengan memperhatikan antara lain Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai kewajiban penyediaan dana pendidikan dan pelatihan untuk pengembangan sumber daya manusia bank perkreditan rakyat dan bank pembiayaan rakyat syariah.
Penyusunan rencana pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia sesuai dengan format sebagai berikut:
Format 08.22
Rencana Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Manusia
Bidang atau Kebutuhan Pendidikan
dan Pelatihan
(Sandi)a
Target Waktu Pelaksa-
naan (Sandi)b
Jumlah Sumber Daya Manusia
yang Diikutsertakanc
Biaya dan Anggaran Pendidikan
dan Pelatihand
Keterangan:
a Diisi dengan sandi:
101 untuk sertifikasi Direksi;
102 untuk sertifikasi Dewan Komisaris;
103 untuk perkreditan;
104 untuk manajemen risiko;
105 untuk pelatihan teknologi informasi;
106 untuk pembukuan;
107 untuk manajemen sumber daya manusia;
108 untuk sertifikasi ISO;
109 untuk pelatihan audit;
199 untuk lainnya;
201 untuk pelayanan prima;
202 untuk problem solving;
203 untuk manajemen waktu;
204 untuk leadership;
205 untuk financial planning; dan/atau 299 untuk lainnya.
b Diisi dengan sandi:
01 untuk triwulan 1;
02 untuk triwulan 2;
03 untuk triwulan 3; atau 04 untuk triwulan 4.
c Diisi dengan satuan.
d Diisi dengan satuan rupiah.
3) Rencana Pemanfaatan Tenaga Kerja Alih Daya
Alih daya adalah penyerahan sebagian pelaksanaan pekerjaan kepada perusahaan penyedia jasa melalui perjanjian pemborongan pekerjaan dan/atau melalui perjanjian penyediaan jasa tenaga kerja sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Rencana pemanfaatan tenaga kerja alih daya antara lain rencana pemanfaatan tenaga kerja di luar tenaga kerja tetap.
Penyusunan rencana pemanfaatan tenaga kerja alih daya sesuai dengan format sebagai berikut:
Format 08.23
Rencana Pemanfaatan Tenaga Kerja Alih Daya
Bidang Tugas (Sandi)a
Alasan Pemanfaatan Tenaga Kerja
Alih Daya
Jumlah Tenaga Kerja
Alih Dayab
Nama Perusahaan
Penyedia Tenaga Kerja Alih
Daya
Jangka Waktu Perjanjian
dengan Perusahaan
Tenaga Kerja Alih
Daya Keterangan:
a Diisi dengan sandi:
101 untuk petugas kebersihan;
102 untuk pesuruh;
103 untuk penagih utang;
104 untuk pemasaran;
105 untuk tenaga pengamanan;
106 untuk layanan nasabah;
107 untuk kasir;
108 untuk teknisi; dan/atau 199 untuk lainnya.
b Diisi dengan satuan.
9. Rencana Pelaksanaan Kegiatan Usaha Baru
Bagian ini berisi penjelasan mengenai rencana pelaksanaan kegiatan usaha BPR mencakup produk dan aktivitas BPR yang dijelaskan untuk periode jangka pendek yang memenuhi kategori produk baru sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan yang mengatur mengenai penyelenggaraan produk BPR dan BPRS.
Rencana pelaksanaan kegiatan usaha memperhatikan antara lain Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai penerapan manajemen risiko bagi bank perkreditan rakyat.
Penyusunan rencana pelaksanaan kegiatan usaha baru sesuai dengan format sebagai berikut:
Rencana Pelaksanaan Kegiatan Usaha Baru
Jenis Kegiatan
Usaha
Jenis Mekanisme
Penyeleng- garaan (Sandi)a
Deskripsi Umum
Waktu Pelaksanaan
(Sandi)b
Manfaat Kebutuhan Biaya Investasi Keterkaitan dengan Strategi Bisnis BPR
Risiko yang Melekatc
Mitigasi Risiko Bagi BPR Bagi
Nasabah CAPEX OPEX Tahun Pertama
Keterangan:
a Diisi dengan sandi:
1 untuk pelaporan;
2 untuk persetujuan;
3 untuk uji coba terbatas; dan/atau 4 untuk instant approval.
b Diisi dengan sandi:
01 untuk triwulan 1;
02 untuk triwulan 2;
03 untuk triwulan 3; dan/atau 04 untuk triwulan 4.
c Penjelasan uraian yang lebih terperinci dapat dilampirkan dalam lembaran terpisah.
10. Rencana Pengembangan dan/atau Perubahan Jaringan Kantor Bagian ini berisi penjelasan secara kualitatif dan kuantitatif untuk periode jangka pendek mengenai rencana pemindahan alamat kantor pusat dan/atau kantor cabang, rencana pembukaan dan/atau penutupan kantor cabang, dan rencana perubahan status jaringan kantor. Penjelasan kantor cabang dan perubahan status jaringan kantor sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai bank perkreditan rakyat.
Penyusunan rencana pengembangan dan/atau perubahan jaringan kantor sesuai dengan format sebagai berikut:
Format 10.00
Rencana Pengembangan dan/atau Perubahan Jaringan Kantor
Jenis Rencana
(Sandi)a
Jaringan Kantor (Sandi)b
Rencana Waktu Pelaksa-
naan (Sandi)c
Perkiraan Investasi/
Biayad
Lokasi Alasan dan Pertimba
-ngane Kab/
Kota Alamat Lengkap
Keterangan:
a Diisi dengan sandi:
1 untuk pembukaan;
2 untuk pemindahan alamat;
3 untuk peningkatan status;
4 untuk penurunan status; dan/atau 5 untuk penutupan.
b Diisi dengan sandi:
1 untuk kantor pusat;
2 untuk kantor cabang;
3 untuk kantor kas menjadi kantor cabang; dan/atau 4 untuk kantor cabang menjadi kantor kas.
c Diisi dengan sandi:
01 untuk triwulan 1;
02 untuk triwulan 2;
03 untuk triwulan 3; dan/atau 04 untuk triwulan 4.
d Diisi dengan satuan rupiah.
e Penjelasan uraian yang lebih terperinci dapat dilampirkan dalam lembaran terpisah.
11. Informasi Lainnya
Bagian ini berisi penjelasan mengenai informasi yang diperkirakan memengaruhi kegiatan usaha BPR antara lain rencana penghentian kegiatan usaha, produk, atau aktivitas yang berdampak material terhadap kinerja keuangan atau profil risiko BPR, termasuk informasi yang dipersyaratkan dalam ketentuan peraturan perundang-undangan untuk dicantumkan dalam Rencana Bisnis.
Informasi yang dipersyaratkan dalam ketentuan peraturan perundang-undangan untuk dicantumkan dalam Rencana Bisnis antara lain:
a. rencana literasi dan inklusi keuangan sesuai dengan format yang diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai peningkatan literasi dan inklusi keuangan di sektor jasa keuangan bagi konsumen dan/atau masyarakat;
b. rencana penyelenggaraan edukasi sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai perlindungan konsumen sektor jasa keuangan; dan
c. rencana aksi keuangan berkelanjutan sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai penerapan keuangan berkelanjutan bagi lembaga jasa keuangan, emiten, dan perusahaan publik.
Penyusunan informasi lainnya dilakukan dengan mengunggah dokumen dalam bentuk pdf pada Format 99.00 Informasi Lainnya.
B. Persetujuan Rencana Bisnis oleh Dewan Komisaris
Sesuai dengan POJK Rencana Bisnis BPR dan BPRS, Rencana Bisnis yang telah disusun oleh Direksi wajib disetujui oleh Dewan Komisaris.
BPR mengunggah dokumen dalam bentuk pdf pada Format 99.01 Lembar Persetujuan Dewan Komisaris.
II. PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN PELAKSANAAN DAN PENGAWASAN RENCANA BISNIS
Sesuai dengan POJK Rencana Bisnis BPR dan BPRS, BPR wajib menyusun Laporan Pelaksanaan dan Pengawasan Rencana Bisnis secara semesteran.
Laporan Pelaksanaan dan Pengawasan Rencana Bisnis ditandatangani oleh direktur utama dan komisaris utama. Dalam hal tidak terdapat direktur utama dan komisaris utama, laporan ditandatangani oleh salah satu anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris BPR. BPR mengunggah dokumen dalam bentuk pdf pada Format 01.00 Lembar Pernyataan.
Laporan Pelaksanaan dan Pengawasan Rencana Bisnis berisi penjelasan secara kualitatif mengenai:
a. pencapaian Rencana Bisnis berupa perbandingan antara rencana dan realisasi serta menguraikan fokus dan prioritas pencapaian Rencana Bisnis, paling sedikit memuat:
1) strategi bisnis dan kebijakan;
2) realisasi kinerja keuangan pada laporan posisi keuangan, laba rugi, rekening administratif, serta rasio dan pos keuangan;
3) realisasi penghimpunan dana;
4) realisasi penyaluran dana;
5) realisasi permodalan;
6) realisasi pengembangan dan pengadaan teknologi informasi, dan pengembangan sumber daya manusia;
7) realisasi pelaksanaan kegiatan usaha baru;
8) realisasi pengembangan dan/atau perubahan jaringan kantor;
dan
9) realisasi informasi lainnya;
b. penjelasan mengenai penyebab dan kendala terjadinya perbedaan antara Rencana Bisnis dan realisasi Rencana Bisnis;
c. upaya tindak lanjut yang telah dan akan dilakukan untuk memperbaiki pencapaian realisasi Rencana Bisnis;
d. hasil analisis atau identifikasi serta pendapat Dewan Komisaris atas pengawasan terhadap pelaksanaan Rencana Bisnis oleh Direksi, termasuk hasil pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan perkreditan dan prosedur perkreditan oleh Direksi sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai kualitas aset produktif
dan penyisihan penghapusan aset produktif bagi bank perkreditan rakyat; dan
e. langkah pengawasan yang telah dan akan ditempuh Dewan Komisaris dalam proses pengawasan Rencana Bisnis.
Penyusunan Laporan Pelaksanaan dan Pengawasan Rencana Bisnis sesuai dengan format sebagai berikut:
Format 02.00
Laporan Pelaksanaan dan Pengawasan Rencana Bisnis
Kolom Sandi Uraian
a. Penjelasan mengenai pencapaian Rencana Bisnis meliputi fokus dan prioritas pencapaian Rencana Bisnis paling sedikit:
1) strategi bisnis dan kebijakan;
2) realisasi kinerja keuangan pada laporan posisi keuangan, laba rugi, rekening administratif, serta rasio dan pos keuangan;
3) realisasi penghimpunan dana;
4) realisasi penyaluran dana;
5) realisasi permodalan;
6) realisasi pengembangan dan pengadaan teknologi informasi dan pengembangan SDM;
7) realisasi pelaksanaan kegiatan usaha baru;
8) realisasi pengembangan dan/atau perubahan jaringan kantor; dan
9) realisasi informasi lainnya.
0101 0102
0103 0104 0105 0106
0107 0108
0109 b. Penjelasan mengenai penyebab
dan kendala terjadinya perbedaan antara Rencana Bisnis dengan realisasi Rencana Bisnis
0200
c. Upaya tindak lanjut untuk memperbaiki pencapaian realisasi Rencana Bisnis:
1) yang telah dilakukan; dan
2) yang akan dilakukan. 0301 0302 d. Hasil analisis atau identifikasi
serta pendapat Dewan Komisaris atas pengawasan terhadap
0400
Salinan ini sesuai dengan aslinya Direktur Hukum 1
Departemen Hukum ttd
Mufli Asmawidjaja
Kolom Sandi Uraian
pelaksanaan Rencana Bisnis oleh Direksi.
e. Langkah pengawasan oleh Dewan Komisaris dalam proses pengawasan Rencana Bisnis:
1) yang telah ditempuh; dan 2) yang akan ditempuh.
0501 0502
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 22 November 2021
KEPALA EKSEKUTIF PENGAWAS PERBANKAN OTORITAS JASA KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA,
ttd
HERU KRISTIYANA