• Tidak ada hasil yang ditemukan

Serba-Serbi Perseroan Terbatas (PT)

N/A
N/A
Jumhurus Shobirin

Academic year: 2024

Membagikan "Serba-Serbi Perseroan Terbatas (PT)"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

Serba Serbi Perseroan

Terbatas

Disampaikan pada Seminar Sehari Diselenggarakan oleh Pengurus Daerah Kota Tangerang Selatan

Ikatan Notaris Indonesia

(2)

Beberapa

Permasalahan :

• -PT. PMA dan PT. PMDN?

• - Klasifikasi Saham dalam PT?

• -Inbreng Tanah, dll dalam PT ?

• -Penggabungan, Peleburan & Pembubaran PT?

(3)

Bagaimana pengurusan PT PMA dengan pemberlakuan OSS?

persyaratan modal dan DNI serta tahapan-tahapannya

• Sejak berlakunya OSS, pendirian PT PMA tidak diperlukan izin prinsip dari BKPM, sehingga para pendiri PMA, melakukan proses yang sama dengan pendirian PMDN, langsung membuat akta Notaris serta mendaftarkan pengesahannya pada AHU Online

• Pendaftaran dalam sistem OSS untuk PMA akan dibuat pembatasan dalam 2 hal :

• Pembatasan kegiatan usaha (tertutup, untuk UMKM, terbuka bersyarat) atau yang dikenal dengan DNI (Daftar Negatif Investasi) – Penpres Nomor 44 Tahun 2016.

• Memperhatikan ketentuan permodalan sebagaimana diatur dalam Pasal 6 PerBKPM Nomor 6 Tahun 2018 sebagaimana diubah dengan PerBKPM

Nomor 5 Tahun 2019

(4)

Pasal 6 PerBKPM 6/2018 sebagaimana diubah dengan PerkBKPM 5/2019

• (1) Perusahaan PMA dikualifikasikan sebagai usaha besar, kecuali ditentukan lain oleh

peraturan perundang-undangan, wajib melaksanakan ketentuan, persyaratan nilai investasi dan permodalan untuk memperoleh Perizinan Penanaman Modal.

• (3) Perusahaan PMA sebagaimana dimaksud pada ayat (1), kecuali ditentukan lain oleh peraturan perundang-undangan, harus memenuhi ketentuan nilai investasi, yaitu:

• a. total nilai investasi lebih besar dari Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah), diluar tanah dan bangunan;

• b. nilai modal ditempatkan sama dengan modal disetor, paling sedikit Rp2.500.000.000,00 (dua miliar lima ratus juta rupiah);

• c. persentase kepemilikan saham dihitung berdasarkan nilai nominal saham; dan

• d. Nilai nominal saham sebagaimana dimaksud dalam huruf c, untuk masing-masing pemegang saham paling sedikit Rp10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah).

• (5) Nilai investasi sebagaimana dimaksud ayat (2) dan/atau ayat (3) harus dipenuhi Perusahaan dalam jangka waktu paling lama 1 (satu) tahun terhitung setelah tanggal Perusahaan memperoleh Izin Usaha.

• (6) Penanam Modal dilarang membuat perjanjian dan/atau pernyataan yang menegaskan

bahwa kepemilikan saham dalam perseroan terbatas untuk dan atas nama orang lain.

(5)

Klasifikasi Saham

Pasal 53 UUPT

3. Dalam hal terdapat lebih dari 1 (satu) klasifikasi saham, anggaran dasar menetapkan salah satu di antaranya sebagai saham biasa.

4. Klasifikasi saham sebagaimana dimaksud pada ayat (3), antara lain:

a. saham dengan hak suara atau tanpa hak suara;

b. saham dengan hak khusus untuk mencalonkan anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris;

c. saham yang setelah jangka waktu tertentu ditarik kembali atau ditukar dengan klasifikasi saham lain;

d. saham yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk menerima dividen lebih dahulu dari pemegang saham

klasifikasi lain atas pembagian dividen secara kumulatif atau nonkumulatif;

e. saham yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk

menerima lebih dahulu dari pemegang saham klasifikasi lain

atas pembagian sisa kekayaan Perseroan dalam likuidasi.

(6)

2 Jenis Klasifikasi :

Pertama :

Klasifikasi saham sebagaimana diuraikan dalam Pasal 53 ayat 4 UUPT.

Uraian terkait dengan klasifikasi saham terdapat dalam pasal 5 Anggaran Dasar.

Kedua :

Klasifikasi karena perbedaan nilai nominal saham.

Uraian terkait dengan klasifikasi ini diatur dalam Pasal 4 Anggaran Dasar.

Latar belakang perbedaan nilai nominal dapat terjadi karena : - dalam PT PMA terdapat perbedaan kurs pada saat terjadinya penyetoran modal.

-ada perbedaan kepentingan komersial, dimana bagi pemegang

saham yang mempunyai nilai nominal lebih kecil, akan mempunyai

jumlah saham lebih banyak, sehingga mempunyai hak suara lebih

banyak.

(7)
(8)
(9)

PT X mengabungkan diri ke PT Y

PT X

A B

PT Y

C D

PT Y

A, PS baru dari PT X

B, PS Baru

dari PTX C

D PT X bubar

demi hukum tanpa likuidasi

Merger Horisontal

(10)

PT X dan PT Y

mengabungkan diri ke PT Z

PT X

A B

PT Z

E F

PT Z

A, PS baru dari PT X

B, PS Baru dari PTX

C, PS baru

dari PT Y D, PS baru dari PT Y

E

F

PT X dan PT Y bubar demi hukum tanpa

likuidasi PT Y

C D

Merger Horisontal 2

(11)

PT Y mengabungkan diri ke PT X

PT X

A B

PT X

A

B

C, PS baru dari PT Y

PT Y bubar demi hukum tanpa likuidasi PT Y

PT X C

Merger Vertikal

(12)

PT Y dan PT Z mengabungkan

diri ke PT X

PT X

A B

PT X

A

B C, PS baru dari PT Y

D, PS baru dari PT D

PT Y dan PT Z bubar demi hukum tanpa

likuidasi PT Y

PT X C

Merger Vertikal 2

PT Z

PT X D

(13)

PT Y mengabungkan diri ke PT X

PT X

A B

PT Y bubar demi hukum tanpa likuidasi

PT Y

PT X C menjual

saham ke PT X

Merger Vertikal tanpa ada Peningkatan modal/perubahan AD

PT X

A B

(14)

• Dihadiri sekurangnya 3/4 bagian dari seluruh saham

• Dalam hal korum tidak tercapai ditunda ke RUPS ke-2

• Keputusan diambil secara musywarah mufakat

• Dalam hal tidak tercapai, disetujui sekurangnya 3/4 bagian dari seluruh saham dengan hak suara yang hadir dalam rapat

• Pemegang saham minoritas yang tidak setuju dapat meminta sahamnya dibeli dengan harga yang wajar

RUPS masing-masing PT

• Tanggal Pemanggalian 30 hari setelah Pengumuman

• Mata Acara Rapat, antara lain :

• Persetujuan Rancangan Penggabungan

• Persetujuan Penggabungan

• Dilakukan 14 hari sebelum RUPS (tidak termasuk tanggal pemanggilan dan tanggal RUPS)

• Dapat kurang dari 14 (hari) sepanjang RUPS dihadiri dan disetujui oleh seluruh Pemegang Saham

• Dalam hal dilakukan Sirkuler, pemanggilan RUPS digantikan dengan Surat Usulan Keputusan

Pemanggilan RUPS masing2 PT

• Dalam 1 (satu) atau lebih Surat Kabar berperedaran Nasonal

• disampaikan secara tertulis kepada Karyawan

• Kreditor dapat

mengajukan keberatan kepada Perseroan dalam jangka waktu paling lambat 14 hari setelah pengumuman tersebut.

Pengumuman RIngkasan Penggabungan

• Disiapkan bersama oleh Direksi PT

Menggabungkan Diri dan PT Menerima

Penggabungan

• Disetujui oleh masing- masing Dewan Komisaris

Rancangan

Penggabungan

(15)

• Direksi Perseroan yang menerima Penggabungan wajib mengumumkan hasil Penggabungan 1 (satu) Surat Kabar atau lebih dalam

jangka waktu paling lambat 30 hari terhitung sejak

tanggal berlakunya

Penggabungan (Pasal 133 ayat 1 UUPT).

Pengumuman Hasil Penggabungan

• Terkait dengan

Penggabungan ada 3 pilihan proses :

• Persetujuan Perubahan AD

• Permberitahuan Perubahan AD

• Pemberitahuan Perubahan Data

• Lihat Pasal 21 ayat 2 dan 3, Pasal 26 dan Pasal 129 UUPT)

Persetujuan atau Pemberitahuan ke Kemenkumham (AHU)

• Rancangan Penggabungan yang telah disetujui RUPS dituangkan ke dalam akta Penggabungan, Akta

Notaris berbahasa Indonesia

Pembuatan Akta

Penggabungan

(16)

Perubahan Anggaran Dasar

PKR

Persetujuan Menteri

Pemberitahuan Ke Menteri

Tanggal Surat Keputusan

Menteri

Tanggal kemudian Yang ditetapkan

dalam Surat Keputusan

Menteri

Tanpa Perubahan Anggaran Dasar Akta Penggabungan

Tanggal

Akta Penggabungan

Tanggal yang ditetapkan dalam Akta Penggabungan

(17)

Rancangan Penggabungan, Peleburan, Pengambilalihan, atau Pemisahan yang telah disetujui RUPS dituangkan dalam Akta Penggabungan, Peleburan, Pengambilalihan, atau Pemisahan

yang dibuat di hadapan Notaris dalan bahasa Indonesia Pasal 128 Ayat (1)

Salinan akta Penggabungan Perseroan dilampirkan pada:

pengajuan permohonan untuk mendapatkan persetujuan Menteri sebagaimana dimaksud

dalam Pasal 21 ayat (1)

penyampaian pemberitahuan kepada Menteri tentang perubahan anggaran dasar

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (3)

Dalam hal Penggabungan Perseroan tidak disertai perubahan anggaran dasar, salinan akta Penggabungan harus disampaikan kepada Menteri untuk dicatat dalam daftar Perseroan.

(18)

Pemindahan Hak Atas Saham

• Pemindahan hak atas saham dilakukan dengan akta pemindahkan hak (Pasal 56 ayat 1 UUPT).

• Direksi Perseroan wajib :

• mencatat pemindahan hak atas saham dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) atau Daftar Khusus.

• Memberitahukan perubahan susunan pemegang saham kepada Kemenkumham (Pasal 56 ayat 3 UUPT).

akta

pemindahan hak memberitahukan

ke Direksi Direksi mencatat pada DPS

Direksi memberitahukan

ke AHU

(19)

Pemberitahuan Pengalihan Saham ke AHU

RUPS/Keputusan

Sirkuler Akta Notaris Pemberitahuan

Perubahan Data Perseroan

Pasal 57 ayat 1 UUPT mengatur bahwa dalam anggaran dasar dapat diatur persyaratan mengenai pemindahan hak atas saham, yaitu:

a. keharusan menawarkan terlebih dahulu kepada pemegang saham dengan klasifikasi tertentu atau pemegang saham lainnya;

b. keharusan mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari Organ Perseroan; dan/atau c. keharusan mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari instansi yang berwenang d. sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Menunjuk kepada ketentuan diatas, bisa saja dalam AD untuk pemindahan hak atas saham dapat dilakukan tanpa diperlukan persetujuan RUPS/Keputusan PS. Tetapi, untuk kebutuhan pemberitahukan kepada AHU, maka

persetujuan RUPS/Keputusan PS tersebut merupakan keharusan sebagai dasar untuk dinyatakan dalam Akta Notaris.

(20)

Pengertian Pengambilalihan (Akuisisi)

• perbuatan hukum yang dilakukan oleh badan hukum atau orang perseorangan untuk mengambil alih saham Perseroan yang mengakibatkan beralihnya pengendalian atas Perseroan tersebut.

Pasal 1 UUPT angka 11 :

Badan Hukum atau Orang Perseroangan yang mengambilalih (Acquire)

• Perseroan diurus oleh Direksi Perseroan di bawah pengawasan Dewan Komisaris.

• Untuk dapat diangkat menjadi Direksi dan/atau Dewan Komisaris harus diputuskan oleh RUPS yang dihadiri lebih dari ½ bagian dari jumlah seluruh saham Perseroan.

• Pemegang saham yang mempunyai saham lebih dari ½ bagian dari seluruh saham dapat mengendalikan Perseroan tanpa bantuan/persetujuan dari Pemegang Saham lain.

• Oleh karena itu, setiap pengambilalihan saham lebih dari ½ bagian (50 persen), berarti terjadi Pengambilalihan menurut UUPT.

• Rasio lebih dari ½ bagian bisa berubah dalam hal AD mengatur lebih besar tentang persyaratan pernggantian Direksi dan/atau Dewan Komisaris.

Menentukan “beralihnya pengendalian” dapat dijelaskan sebagai berikut :

(21)

Jenis Pengambilalihan (Pasal 125 ayat 1 UUPT)

Melalui Direksi

Peningkatan Modal, yang berakibat terdapat Pemegang saham yang memiliki lebih dari

50% saham dalam Perseroan

Harus dengan Rancangan Pengambilahan, serta Mengumumkan ringkasannya dalam Surat Kabat dan kepada

Karyawan

Langsung kepada Pemegang Saham

Jual Beli Saham yang berakibat pembeli memiliki lebih 50%

saham dalam Perseroan

Tanpa membuat Rancangan Pemgambilahan, namun tetap

mengumumkan ringaksan Rancangan dalam Surat Kabar

dan kepada Karyawan.

(22)

PT X

A 30% B 70%

PT X

A 55% B 45%

A membeli 25% saham B

PT X

A 30% B 70%

A dan B menjual sahamnya ke C dan D, dengan komposisi C 80% dan D 20%

PT X

C 80% D 20%

PT X

A 30%

atau 300 saham

B 70%

atau 700 saham

PT X

A 12%

atau 300 saham

B 28%

atau 700 saham

C 60%

atau 1500 saham C mengambil saham dari portepel 1500 saham, sedangkan

A dan B tidak turut ambil bagian saham ang dikeluarkan (terdilusi), sehingga komposisi akhir menjadi A

12%, B 28% dan C 60%.

(23)

• Dihadiri sekurangnya 3/4 bagian dari seluruh saham

• Dalam hal korum tidak tercapai ditunda ke RUPS ke-2

• Keputusan diambil secara musywarah mufakat

• Dalam hal tidak tercapai, disetujui sekurangnya 3/4 bagian dari seluruh saham dengan hak suara yang hadir dalam rapat

• Pemegang saham minoritas yang tidak setuju dapat meminta sahamnya dibeli dengan harga yang wajar

RUPS masing-masing PT

• Tanggal Pemanggalian 30 hari setelah Pengumuman

• Mata Acara Rapat, antara lain :

• Persetujuan Rancangan Pengambilalihan

• Perubahan AD (bila ada)

• Dilakukan 14 hari sebelum RUPS (tidak termasuk tanggal pemanggilan dan tanggal RUPS)

• Dapat kurang dari 14 (hari) sepanjang RUPS dihadiri dan disetujui oleh seluruh Pemegang Saham

• Dalam hal dilakukan Sirkuler, pemanggilan RUPS digantikan dengan Surat Usulan Keputusan

Pemanggilan RUPS masing2 PT

• Dalam 1 (satu) atau lebih Surat Kabar berperedaran Nasonal

• disampaikan secara tertulis kepada Karyawan

• Kreditor dapat

mengajukan keberatan kepada Perseroan dalam jangka waktu paling lambat 14 hari setelah pengumuman tersebut.

Pengumuman RIngkasan

Pengambilalihan

• Disiapkan bersama oleh Direksi PT Yang

mengambilalih dan PT yang diambilalih

• Disetujui oleh masing- masing Dewan Komisaris

• Hanya berlaku untuk pengambilaihan melalui Direksi

Rancangan

Pengambilalihan

(24)

• Direksi Perseroan yang

sahamnya diambil alih wajib mengumumkan hasil

Penggabungan 1 (satu) Surat Kabar atau lebih dalam jangka waktu paling lambat 30 hari terhitung sejak tanggal pengambilalihan (Pasal 133 ayat 1 dan 2 UUPT).

Pengumuman Hasil Pengambilalihan

• Terkait dengan

pengambilaliahn ada 3 pilihan proses :

• Persetujuan Perubahan AD

• Permberitahuan Perubahan AD

• Pemberitahuan Perubahan Data

• Lihat Pasal 21 ayat 2 dan 3, dan Pasal 131 UUPT)

Persetujuan atau Pemberitahuan ke Kemenkumham (AHU)

• Rancangan Penggabungan yang telah disetujui RUPS dituangkan ke dalam akta Pengambilalihan, Akta

Notaris berbahasa Indonesia

• Dalam hal pengambilalihan langsung kepada Pemegang Saham, dibuat Akta

Pengambilalihan Saham atau akta pemindahan hak

(bandingakan Pasal 128 ayat 2 dan Pasal 131 ayat 2

UUPT).

Penandatanganan Akta

Pengambilalihan

(25)

RUPS P embubar

an

Pe ng um um an K or an dan B

N,

•paling lambat 30 hari stlh RUPS

Pe m be rit ah ua n ke Me

nt er i

•secara online

Pe ng um um an K or an ttg R en ca na

Pe m ba gi an H as il Lik uidasi

•paling cepat 60 hari setelah Pengumuman Pertama

RUPS P ert ang

gungja w aban

Lik ui da to r ( Pa lin g ce pa t 6 0 har i se te lah K

or an K edua)

Pe ng um um an K or an Akh

ir

•Paling lambat 30 hari setelah RUPS Kedua

Pe m be rit ah ua n ke Me

nt er i

•seara manual

(26)

Sekian dan Terima Kasih

Aulia Taufani, SH

[email protected]

+628161972218

Referensi

Dokumen terkait

Dessy Aryany : Tanggung Jawab Pemegang Saham Akibat Pembubaran Perseroan Terbatas (PT) Melalui…, 2004 USU Repository © 2008... Dessy Aryany : Tanggung Jawab Pemegang Saham

TANAH HAK MILIK MENJADI HAK GUNA BANGUNAN UNTUK KEPENTINGAN PT (PERSEROAN TERBATAS) MELALUI KANTOR PERTANAHAN KOTA SURAKARTA ”.

Stres Kerja Dengan Prerstasi Kerja Pada Karyawan Organik Seksi Administrasi Pada Perseroan Terbatas (PT) Kereta Api Indonesia (Persero) DAOP IX Jember” penulisan skripsi

Untuk mencapai maksud dan tujuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, Perseroan Terbatas (PT) Petrogas Jatim Utama melakukan usaha pengelolaan sumber daya alam minyak bumi

Untuk mencapai maksud dan tujuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, Perseroan Terbatas (PT) Migas Mandiri Pratama Kalimantan Timur melakukan usaha pengelolaan sumberdaya

Negara Republik Indonesia mengalihkan pemilikan atas saham-saham pada Perseroan Terbatas Jado Trading Corporation (PT. Jatraco) yang didirikan tanggal 4 Pebruari 1967 dan

Pengurus Perseroan Terbatas (selanjutnya disingkat PT) dalam Undang – Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas (selanjutnya disingkat UUPT) berdasarkan pasal 1 ayat

Sedangkan dalam upaya PT Batu Wisata Resource dalam pengimplementasian Pasal 4 ayat (2) Peraturan Daerah Kota Batu Nomor 7 Tahun 2009 Tentang Perseroan Terbatas