• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II PRINSIP KEHATI – HATIAN DALAM PERATURAN PENGADAAN BARANG DAN JASA DI PT PERKEBUNAN NUSANTARA III (PERSERO) A. Perseroan Terbatas Sebagai Badan Hukum 1. Kedudukan PT Sebagai Badan Hukum Mandiri - Tinjauan Yuridis Terhadap Prinsip Kehati-hatian Direk

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "BAB II PRINSIP KEHATI – HATIAN DALAM PERATURAN PENGADAAN BARANG DAN JASA DI PT PERKEBUNAN NUSANTARA III (PERSERO) A. Perseroan Terbatas Sebagai Badan Hukum 1. Kedudukan PT Sebagai Badan Hukum Mandiri - Tinjauan Yuridis Terhadap Prinsip Kehati-hatian Direk"

Copied!
66
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

-Bahwa untuk Rapat ini berlaku ketentuan sebagaimana diatur dalam Pasal 86 - ayat 1 Undang-undang nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan -- Pasal 13 ayat 1 huruf

Definisi yuridis perseroan terbatas terdapat di dalam Pasal 1 angka 1 Undang - Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UU Nomor 40 Tahun 2007) yang menyatakan bahwa

Definisi PT menurut Pasal 1 ayat (1) UUPT, berbunyi: Perseroan Terbatas yang selanjutnya disebut (“Perseroan”) adalah “badan hukum yang merupakan persekutuan modal,

Kesimpulan dari tesis ini prinsip-prinsip akuisisi saham perseroan terbatas dalam Undang-undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Tebatas yaitu prinsip tata

Sebagaimana diatur dalam Pasal 117 ayat (1) Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas bahwa di dalam Anggaran Dasar perseroan dapat ditetapkan kewenangan

Ketentuan mengenai saham yang sebagai benda yang dapat dimiliki dipertegas kembali dalam rumusan pasal 60 Undang-undang nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

Adapun pengertian perseroan terbatas menurut Pasal 1 butir 1 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas yaitu: Perseroan Terbatas yang

Berdasarkan Pasal 69 ayat (1) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (“UUPT”) dan Pasal 19 ayat (2) huruf a dan b Anggaran Dasar Perseroan,