• Tidak ada hasil yang ditemukan

SERTIFIKASI Tenaga Kerja Konstruksi

N/A
N/A
Dara Rayyka David

Academic year: 2023

Membagikan "SERTIFIKASI Tenaga Kerja Konstruksi"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

Salah satu pemberitaan terkini terkait upaya Direktorat Jenderal Konstruksi Kementerian PUPR yang terus meningkatkan jumlah tenaga kerja konstruksi di Indonesia. Seperti diketahui, Direktorat Jenderal Konstruksi menargetkan mencetak 512.000 tenaga kerja konstruksi bersertifikat pada tahun 2019. Persyaratan ini tentu saja harus sejalan dengan jaminan kesejahteraan yang lebih besar bagi seluruh pekerja konstruksi bersertifikat.

Petugas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono saat membuka resmi kegiatan uji sertifikasi pekerja konstruksi di Banda Aceh, Senin (11/3) di Banda Aceh. Saat ini jumlah tenaga kerja konstruksi di Provinsi Aceh sebanyak 166.824 orang (2,0% dari total tenaga kerja konstruksi nasional), yaitu hanya sekitar 12,1%. Oleh karena itu, percepatan sertifikasi pekerja konstruksi menjadi salah satu agenda penting Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

BERITA

TERKINI

LIPUTAN

KHUSUS

Secara keseluruhan, penggunaan simulator dapat menjadi upaya akselerasi untuk menghasilkan sumber daya manusia operator alat berat yang handal, kompeten, dan profesional. Dalam pelatihan, penggunaan simulator merupakan tahapan penyesuaian calon operator, sebelum calon operator berlatih dengan alat berat sebenarnya. Agar pembelajaran efektif, modul simulator alat berat disesuaikan dengan materi pengoperasian alat berat sebenarnya.

Dengan begitu, calon operator benar-benar mengetahui dan menguasai panel kendali dan tuas kendali alat berat tersebut. Namun yang perlu ditekankan dalam penggunaan simulator adalah simulator merupakan alat pembelajaran, bukan pengganti alat berat sesungguhnya. Oleh karena itu, seorang calon operator tetap perlu berlatih mengoperasikan unit alat berat yang sebenarnya di lapangan.

Dalam hal ini pengoperasian alat berat di lapangan memerlukan operator yang benar-benar siap secara fisik. Misalnya penggunaan alat berat di tanah lunak akan berbeda dengan di tanah keras, atau di tanah miring akan berbeda dengan tanah datar. Setiap operator antara lain harus memastikan kelengkapan Alat Pelindung Diri (APD) dan alat berat yang akan digunakan dalam kondisi aman.

Dengan pelatihan yang mencakup aspek teori, praktik simulator, dan praktik lapangan langsung, diharapkan operator masa depan mampu memenuhi standar minimal, baik dalam pemeliharaan maupun pengoperasian alat berat, berdasarkan kurikulum pelatihan berbasis kompetensi. Pada akhirnya, kami mampu menciptakan sumber daya manusia operator alat berat yang handal dan kompeten serta memenuhi kualifikasi sesuai Standar Kualifikasi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

SUmBer Daya mPK

Tahun 2019

Berdasarkan pagu tersebut, Ditjen Bina Marga menyampaikan kebutuhan MPK dengan menggunakan asumsi pembangunan jalan (bukan pajak). Untuk kebutuhan MPK, Ditjen Cipta Karya belum dapat memberikan perkiraan kebutuhan secara rinci, namun hanya perkiraan jenis sumber daya MPK secara umum. Begitu pula dengan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) yang belum bisa memberikan perkiraan rinci kebutuhan jenis sumber daya MPK.

Pada tahun 2019, Direktorat Jenderal Sumber Daya Alam mendapat pagu anggaran sebesar Rp39,726 triliun yang akan digunakan untuk program pembangunan infrastruktur sumber daya alam. Ditjen Perumahan juga telah menyampaikan perkiraan kebutuhan sumber daya MPK berdasarkan jenis infrastruktur perumahan yang akan dibangun yaitu perumahan swadaya, bantuan PSU, perumahan khusus, perumahan subsidi dan apartemen. Oleh karena itu, diperlukan payung hukum bagi tim pengelola SIMPK untuk memastikan bahwa data yang dibutuhkan dapat tersedia secara berkala setiap akhir tahun sebagai dasar perencanaan pada tahun berikutnya.

Guna memberikan informasi keseimbangan supply-demand yang akurat, Direktorat Pembinaan Kelembagaan dan Sumber Daya Jasa Konstruksi akan terus melakukan penyempurnaan data dan informasi kebutuhan dan ketersediaan MPK. Sumber : Ditjen Bina Marga pada Forum Konsolidasi Rantai Pasokan Sumber Daya MPK Tahun Anggaran 2019. Menurut Alfitri (2011), paradigma pembangunan berbasis masyarakat merupakan tahapan paradigma pembangunan dimana pembangunan berpusat pada rakyat dan partisipasi rakyat dalam proses pembangunan hingga inisiatif komunitas yang muncul, untuk mendorong.

Beberapa program pembangunan berbasis masyarakat yang telah berjalan adalah PAMSIMAS (Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat), SANIMAS (Sanitasi Berbasis Masyarakat), SLBM (Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat), PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) , SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) secara mandiri, bank sampah dan lain sebagainya. Pembangunan berbasis masyarakat tidak lagi hanya bergantung pada penyediaan infrastruktur fisik saja, namun bagaimana lingkungan hidup masyarakat dapat memenuhi aspek pembangunan berkelanjutan yaitu sosial, ekonomi, dan lingkungan hidup.

Kerangka Pembangunan Berkelanjutan Berbasis

Tren pembangunan suatu negara tidak lagi berdasarkan pada penawaran (supply-driven), melainkan berdasarkan permintaan (demand-driven) dari masyarakat itu sendiri.

Perluasan Pengarusutamaan

Diskriminasi gender dalam proses pembangunan menjadi salah satu penyebab kegagalan tercapainya program pembangunan berbasis masyarakat. Selain itu, pembangunan berkelanjutan di era baru ini juga dipengaruhi oleh peran generasi muda yang sangat identik dengan inovasi dan teknologi. Saat ini terdapat 1,8 miliar orang berusia antara 10-24 tahun dan mereka merupakan generasi muda terbesar sepanjang sejarah.

Generasi muda memiliki jaringan yang jauh lebih kuat dan luas dibandingkan generasi tua. Dalam hal ini penekanan utamanya adalah pada pengarusutamaan gender dan peran generasi muda yang akan menjadi kunci utama mewujudkan pilar keberlanjutan pembangunan di Indonesia. Generasi muda akan menjelma menjadi tokoh pembaharu di suatu daerah dan membawa masyarakat menuju peradaban yang lebih maju dan modern.

Kerangka kerja inilah yang diperlukan untuk meningkatkan peran kerjasama perempuan dan laki-laki, serta kontribusi generasi muda menuju peradaban Indonesia yang lebih baik. Perempuan dan generasi muda sebagai bagian dari sumber daya manusia tidak bisa lagi diabaikan dalam konteks pembangunan. Pendekatan partisipatif terhadap pembangunan berkelanjutan berbasis masyarakat menunjukkan adanya hubungan kesetaraan dan persatuan antara gender dan kelompok.

Selain itu, kehadiran generasi muda dalam proses pembangunan akan mewujudkan peradaban dunia yang lebih modern dan maju. Generasi muda sebagai kekayaan masyarakat tidak hanya terlibat dalam implementasi kebijakan yang telah ditetapkan, namun juga terlibat dalam pengambilan keputusan agar generasi muda mencapai titik kesuksesan.

Peta ProSeS

Pemetaan proses bisnis dimulai dari visi, misi, dan tujuan... yang kemudian diterjemahkan ke dalam fungsi dan proses bisnis untuk mencapainya. Setiap peta proses bisnis yang teridentifikasi kemudian dijabarkan lebih lanjut menjadi peta proses bisnis tingkat berikutnya, yaitu rangkaian aktivitas logis dalam satu proses bisnis. Peta proses bisnis yang dimiliki instansi pemerintah berdasarkan level mulai dari peta proses bisnis level 0, peta proses bisnis level 1 hingga peta proses bisnis level 1.

Merupakan peta proses bisnis yang memuat seluruh proses bisnis instansi pemerintah yang terdiri dari proses bisnis inti, proses pengelolaan bisnis, dan proses bisnis pendukung. Peta proses bisnis level 0 merupakan turunan langsung dari visi, misi dan tujuan yang ingin dicapai. Pada proses bisnis KPC level 0, proses bisnis utama terdiri dari Pengelolaan Informasi dan Data, Tindakan dan Pencegahan;

Pada proses bisnis KPK level 0 – 1, subproses Pengawasan internal dan pengaduan masyarakat terdiri atas subproses pengelolaan pengawasan internal; Pendistribusian Peta Proses Bisnis (pendistribusian dilakukan melalui media kertas dan soft copy dan unit organisasi pengendali harus menyimpan 1 (satu) set sebagai file induk); Penyimpanan, lokasi dan perubahan peta proses bisnis (Peta proses bisnis ditempatkan pada area kerja yang mudah dilihat, dicari dan dibaca oleh pengguna. Jika terjadi perubahan pada peta proses bisnis, unit organisasi pengendali harus menarik peta proses bisnis yang tidak sah dan memperbaharuinya dengan dokumen terkait yang baru).

Pemantauan dan evaluasi peta proses bisnis dilakukan oleh unit organisasi yang mempunyai tugas dan fungsi. Pada Proses Bisnis Tingkat 1 KPK, diambil contoh isi Subproses Penyidikan yang menunjukkan alur proses pada Subproses Penyidikan, dimana pelaku/praktisinya adalah Direktorat Penyidikan.

Gambar 4. Value chain diagram analysis dan contohnya pada organisasi KPK
Gambar 4. Value chain diagram analysis dan contohnya pada organisasi KPK

TAnTAngAn di era globalisasi dan pasar yang

Hal ini dilakukan sebagai upaya mewujudkan percepatan pembangunan yang lebih adil dan merata, serta mengurangi kesenjangan antar wilayah dan kelompok sosial. Komitmen mewujudkan cita-cita Presiden Republik Indonesia melalui pembangunan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) dituangkan dalam Rencana Strategis Kementerian PUPR (Renstra) periode 2015-2019. Berbagai hasil telah dicapai dalam tiga tahun terakhir, termasuk 39 bendungan (30 baru dan 9 selesai), ditambah bendungan yang telah dibangun.

Ia juga menyebutkan, pembangunan jalan tol APBN dan non-APBN yang telah dibangun sepanjang 568 kilometer (km) dari target 1.000 km pada akhir tahun 2019. Kemudian, peningkatan kapasitas Sistem Penyediaan Air Minum yang mencapai 20.430 km. liter/detik, dan pencapaian pasokan perumahan mencapai 2.204.939 unit. Dengan kondisi seperti ini, dibutuhkan tenaga kerja konstruksi yang handal dan berkualitas dalam jumlah besar.

Upaya sertifikasi menjadi jawaban untuk menciptakan tenaga kerja konstruksi yang handal dan terampil di Indonesia. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, Pasal 70 ayat (1) yang berbunyi: Setiap pekerja konstruksi yang bekerja di bidang jasa konstruksi wajib memiliki sertifikat kompetensi kerja, kata Ober Gultom. Ketentuan mengenai penggunaan tenaga kerja bersertifikat sudah ada sejak Undang-Undang Jasa Bangunan Nomor 18 Tahun 1999.

PENYETARAAN KOMPETENSI

KHUSUSTERKINI

PARA AHLI Pendapat ahli mereka mengenai daftar panjang faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan kontrak biaya plus biaya dirangkum dalam Tabel-1. Hasil analisis ahli menyimpulkan bahwa hanya 16 dari 32 faktor yang dinilai dapat mempengaruhi keberhasilan proyek dengan kontrak Cost Plus Fee. Variabel tersebut adalah X2 yaitu risiko tertinggi kontrak biaya plus biaya dalam sistem pemerintahan,

X9 Pembayaran biaya ditambah biaya proyek dengan persentase biaya yang dikeluarkan. X11 Pembayaran biaya ditambah biaya proyek dengan sejumlah uang tertentu, namun total biaya proyek dibatasi sampai batas tertentu. X12 Cost Plus Fee Pembayaran Proyek dengan sejumlah uang tertentu ditambah bonus jika proyek selesai lebih cepat atau biaya lebih murah.

Analisis peningkatan manfaat kontrak Cost Plus Fee menggunakan analisis statistik yaitu korelasi dan regresi faktor. Selain itu, jika risiko penggunaan kontrak biaya dan biaya dapat dikurangi, kinerja proyek dapat ditingkatkan. Analisis ini bertujuan untuk menjawab tujuan penelitian ke-1, yaitu mengidentifikasi faktor-faktor dominan yang mempengaruhi kinerja pelaksanaan kontrak Cost Plus Fee.

Masukan dari analisis faktor dominan kontrak Cost Plus Fee adalah variabel-variabel yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Berdasarkan Gambar 5, variabel

SOFT NEWS

NEWS SOFT

TAHUKAH

ANDA?

Revolusi industri 4.0 terjadi yang ditandai dengan pengutamaan layanan berbasis Internet, Internet of Things dan cloud computing. Perlunya suatu sistem informasi berupa database yang tepat agar para pengambil keputusan dapat menggunakan kewenangannya secara terarah. Fasilitas bantu struktur beton untuk pencetak beton yang sesuai dengan ukuran, bentuk, tampilan atau posisi yang direncanakan.

Campuran semen portland atau semen hidrolik lainnya, agregat halus, agregat kasar dan air, dengan atau tanpa bahan tambahan sehingga membentuk suatu massa padat. Suatu struktur (rangka) sebagai alat kerja bagi pekerja untuk melaksanakan tugas pada ketinggian tertentu dan penyangga acuan beton yang berfungsi mencegah terjadinya perubahan posisi acuan dari posisi yang telah ditentukan. Batang baja berupa pipa atau tabung polos atau mengalami deformasi yang mampu menahan gaya tarik pada komponen struktur, tidak termasuk tendon prategang, kecuali disertakan secara khusus.

Gambar

Gambar 2. Tahapan Lima Tahunan Pelaksanaan Reformasi Birokrasi
Gambar 1. Keterkaitan Grand Design Reformasi Birokrasi dengan Road Map Reformasi Birokrasi
Gambar 4. Value chain diagram analysis dan contohnya pada organisasi KPK
Gambar 6. Contoh Peta Proses Bisnis
+4

Referensi

Dokumen terkait

PENGARUH KEMAMPUAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA PADA PROYEK KONSTRUKSI

ANALISIS FAKTOR KETERLAMBATAN PENYELESAIAN PROYEK KONSTRUKSI DARI ASPEK TENAGA KERJA, Bernadetha Berty Sotyarini, NPM 08.02.12940, tahun 2012, Bidang Keahlian Manajemen

Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi, tetap menjalankan tugas sertifikasi dan registrasi badan usaha dan tenaga kerja konstruksi sampai dengan

proyek konstruksi, agar dalam pengelolaan sumber daya tenaga kerja. lebih optimal, sehingga pemanfatan tenaga kerja di

Tenaga kerja adalah seluruh jumlah penduduk yang dianggap dapat bekerja dan sanggup bekerja jika tidak ada permintaan kerja.. Menurut Undang-Undang Tenaga Kerja, mereka

2 Analisis Pengendalian Biaya Pelaksanaan Proyek Konstruksi pada Pengusaha Jasa Konstruksi kerja, dan jumlah tenaga kerja yang diperlukan untuk.. menyelesaikan suatu

Jelas dalam menerangkan hasil temuan Kesimpulan Pelaksanaan pembekalan peserta uji sertifikasi tenaga kerja konstruksi SDM vokasional dengan kompetensi melaksanakan kegiatan

Wahyudi, Analisis Produktivitas Dan Mutu Hasil Tenaga Kerja Konstruksi Pada Pekerjaan Pengecatan Gedung Rumah Sakit Budhi Mulia Pekanbaru Perankingan terhadap tenaga kerja yang