TUGAS RANGKUMAN MATERI SHADOW PRICE PENELITIAN OPERASIONAL 1
Dosen: Puryani, S. T., M.T.
Disusun oleh:
ADELIA NASHWA RAKHILI 122230096/TI-G
PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK INDUSTRI
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”
YOGYAKARTA
2024
1. PENGERTIAN
Shadow Price adalah harga yang terjadi dalam kondisi keseimbangan sempurna dan persaingan sempurna. Nilai ini dapat lebih tinggi atau lebih rendah dibandingkan dengan harga pasar. Shadow Price berfungsi sebagai alat penyesuaian bagi penilai proyek untuk mengoreksi harga pasar yang dianggap tidak mencerminkan biaya atau nilai sosial yang sebenarnya, yang dikenal sebagai Social Opportunity Cost (biaya peluang sosial).
Dengan kata lain, Shadow Price menunjukkan nilai tertinggi dari suatu produk atau faktor produksi ketika digunakan dalam alternatif terbaiknya.
Shadow price sering digunakan dalam analisis ekonomi untuk menentukan kelayakan proyek, terutama ketika harga pasar tidak mencerminkan biaya sosial. Ini membantu dalam pengambilan keputusan yang lebih baik terkait alokasi sumber daya
2. FAKTOR PENYEBAB
a. Ketidak seimbangan ekonomi. Ekonomi bergerak sangat cepat, sehingga mekanisme pasar tidak sempat mengikutinya. Dalam situasi seperti itu, harga tidak seimbang, atau disequilibrium, yaitu tidak menunjukkan hasil atau biaya yang sebenarnya.
b. Kebijakan pemerintah. Pajak tidak langsung, subsidi, dan kebijakan harga dapat menyebabkan distorsi dalam harga pasar.
c. Jika proyek terlalu besar dan tidak dapat dilihat, mereka mengubah harga pasar untuk harga input dan output. Akibatnya, tidak mungkin mendapatkan harga pasar yang dapat digunakan untuk mengukur nilainya.
d. Harga pasar pada akhirnya menyimpang dari ukuran biaya dan hasil sosial karena adanya monopoli pasar, pajak, dan subsidi.
e. Tedapat input (biaya) dan output (keuntungan) yang variatif, sehingga tidak dapat dijual atau dibeli secara konvensional karena alasan teknis, administratif, atau sosial. Penilaian efek ekstern seperti ini memerlukan harga bayangan.
3. KARAKTERISTIK
a. Shadow price merepresentasikan biaya peluang sosial, yaitu nilai tertinggi dari suatu produk atau faktor produksi dalam penggunaan alternatif terbaik. Ini membantu dalam menentukan seberapa besar manfaat yang hilang jika sumber daya digunakan untuk tujuan lain b. Prenentuan shadow price sering kali melibatkan asumsi dan estimasi,
sehingga dapat bersifat subjektif dan kurang akurat. Hal ini disebabkan oleh kurangnya data yang dapat diandalkan dan ketidakpastian dalam informasi pasar
c. Shadow prices juga mencerminkan dampak eksternal dari produksi atau konsumsi suatu barang, seperti polusi atau manfaat kesehatan masyarakat, yang tidak tercermin dalam harga pasar
d. Mencerminkan nilai sosial yang sebenarnya.
e. Dapat lebih tinggi atau lebih rendah dibandingkan dengan harga pasar.
f. Digunakan untuk analisis proyek dan perencanaan ekonomi untuk menilai manfaat dan biaya sosial
g. Shadow price adalah nilai yang mencerminkan biaya sosial dari suatu input atau output dalam produksi, berbeda dengan harga pasar yang sering kali dipengaruhi oleh distorsi. Ini digunakan untuk menilai nilai sosial dari sumber daya yang tidak terwakili dengan baik oleh harga pasar
4. FUNGSI Fungsi umum:
a. Mencari range dari beberapa sumber daya dibutuhkan
b. Menyelidiki pengaruh perubahan ruas kanan terhadap tabel optimal Penyelidikan pengaruh perubahan ruas kanan terdahap tabel optimal dapat dicari menggunakan rumus:
Keterangan :
c. Penentuan shadow price harus mengetahui seberapa besar pengaruh perubahan nilai 𝑏𝑖 selama masih dalam nilai range Z.
Fungsi pada Penelitian Operasional:
a. Menilai Biaya Sosial.
Shadow price digunakan untuk menghitung biaya sosial dari sumber daya yang digunakan dalam suatu proyek. Ini membantu dalam menentukan nilai sebenarnya dari input atau output yang tidak terwakili dengan baik oleh harga pasar. Dengan menggunakan shadow price, penilai proyek dapat mengidentifikasi biaya peluang sosial yang lebih akurat, yaitu nilai tertinggi yang dapat diperoleh dari penggunaan alternatif terbaik dari sumber daya tersebut.
b. Mengoreksi Distorsi Harga Pasar.
Harga pasar sering kali dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah seperti pajak dan subsidi, yang dapat menyebabkan distorsi. Shadow price berfungsi sebagai alat penyesuaian untuk memperbaiki harga pasar yang dianggap tidak mencerminkan nilai sosial yang sebenarnya. Ini penting untuk memastikan bahwa keputusan investasi dan alokasi sumber daya didasarkan pada informasi yang lebih akurat.
c. Membantu Pengambilan Keputusan.
Dalam konteks penelitian operasional, shadow price memberikan informasi berharga bagi pengambil keputusan tentang bagaimana
mengalokasikan sumber daya secara optimal. Misalnya, dalam pemrograman linier, shadow price dapat menunjukkan bagamana perubahan dalam batasan (constraints) akan mempengaruhi hasil optimal dari suatu model. Ini memungkinkan perusahaan untuk merencanakan produksi dan strategu pemasaran dengan lebih efektif.
d. Analisis Sensitivitas.
Peneliti dapat menganalisis seberapa sensitif hasil proyek terhadap perubahan dalam biaya input atau output, yang sangat penting dalam perencanaan jangka panjanb
e. Perencanaan Sektor dan Kebijakan.
Pemerintah dan lembaga perencana menggunakan shadow price untuk merumuskan kebijakan yang lebih baik terkait alokasi sumber daya di sektor-sektor tertentu. Dengan mengukur shadow price, mereka dapat menetapkan nilai-nilai yang tepat untuk digunakan dalam perencanaan sektoral atau proyek, sehingga meningkatkan efisiensi dan efektivitas kebijakan publik
5. KEKURANGAN a. Subjektivitas
Penentuan shadow price sering kali melibatkan asumsi dan estimasi yang dapat bersifat subjektif, sehingga dapat menghasilkan angka yang kurang akurat. Hal ini bisa menyebabkan kesalahan dalam analisis biaya-manfaat.
b. Keterbatasan Data
Shadow prices sering kali dihitung berdasarkan data yang tidak lengkap atau tidak akurat, membuat hasilnya kurang dapat diandalkan. Ini menjadi tantangan terutama dalam konteks ekonomi yang dinamis dan kompleks.
c. Kompleksitas dalam Penghitungan
Menghitung shadow price bisa menjadi proses yang kompleks dan memerlukan pemahaman mendalam tentang model ekonomi serta interaksi antara berbagai variabel, sehingga memerlukan waktu dan sumber daya tambahan
d. Berlaku Terbatas
Shadow price hanya berlaku dalam rentang tertentu dari perubahan variabel. Jika perubahan melebihi batasan yang ditetapkan, maka nilai shadow price menjadi tidak valid
e. Risiko Kesalahan Keputusan
Ketergantungan pada shadow price dapat menyebabkan pengambil keputusan membuat kesalahan jika estimasi tidak akurat atau jika terdapat perubahan mendasar dalam kondisi pasar yang tidak dipertimbangkan
Dengan demikian, penggunaan shadow price harus dilakukan dengan hati hati dan disertai analisis menyeluruh untuk memastikan Keputusan yang diambil adalah berdasarkan informasi yang akurat dan relevan.