apt. HERMANUS EHE HURIT, M.Farm
SESI 1
KOMUNIKASI KESEHATAN
PENDAHULUAN
VISI
Menjadi perguruan tinggi kelas dunia berbasis intelektualitas, kreatifitas dan kewirausahaan, yang unggul dalam mutu pengelolaan dan hasil pelaksanaan
Tridarma Perguruan Tinggi.
MISI
1. Menyelenggarakan pendidikan tinggi yang bermutu dan relevan
2. Menciptakan suasana akademik yang kondusif 3. Memberikan pelayanan prima kepada seluruh
pemangku kepentingan
DAFTAR PUSTAKA
1. Mulyana, Deddy dkk. 2018. Komunikasi
Kesehatan. Bandung; PT. Remaja Rosdakarya 2. Undang undang No. 36 Tahun 2009 Tentang
Kesehatan
3. Permenkes No 74 Tahun 2015 Tentang Upaya Peningkatan Kesehatan Dan Pencegahan
Penyakit.
4. Liliweri, Alo. 2009. Dasar dasar Komunikasi
TOPIK SEBELUM UTS
1. Pendahuluan
2. Teori Komunikasi 1
3. Teori Komunikasi 2 (dengan pasien)
4. Komunikasi dengan stakeholder farmasi 5. Komunikasi dengan pasien yang spesifik 6. PIO (Pelayanan Informasi Obat)
7. Praktek PIO
TOPIK SETELAH UTS
8. Interaksi dengan pembeli 9. Teori Konseling
10.Simulasi Konseling 11.Swamedikasi
12.Simulasi Swamedikasi 13.Penyuluhan
14.Simulasi penyuluhan
PENILAIAN
o Kehadiran = 10 % o UTS = 35 % o UAS = 35 % o Tugas = 20 %
KEMAMPUAN AKHIR YANG DIHARAPKAN
Memahami komponen komunikasi kesehatan Memahami teori komunikasi
Memahami penerapan teori komunikasi Mengenal para stakeholder farmasi
Memahami komunikasi dengan pasien yang spesifik Memahami pelayanan informasi obat
Mampu memberikan pelayanan informasi obat Memahami teori konseling obat
Memahami swamedikasi
Memahami penyuluhan kesehatan
Komunikasi kesehatan
Definisi Umum:
Studi yang mempelajari bagaimana cara menggunakan strategi komunikasi untuk
menyebar luaskan informasi kesehatan yang dapat mempengaruhi individu dan komunitas agar mereka dapat membuat
keputusan yang tepat berkaitan dengan
pengelolaan kesehatan.
(Liliweri, 2009:48):
Komunikasi kesehatan dapat pula di definisikan sebagai studi yang
menekankan peranan teori komunikasi yang dapat digunakan dalam penelitian
dan praktik yang berkaitan dengan promosi kesehatan dan pemeliharaan
kesehatan
Dasar yang menjadi landasan komunikasi kesehatan
1. Undang-undang No. 36 tahun 2009 pasal 3 : bahwa tujuan pembangunan kesehatan untuk meningkatkan kesadaran , kemauan, dan
kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi tingginya sebagai investasi bagi
pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis.
2. Peraturan Menteri Kesehatan No. 74 tahun 2015 pasal 7 dikemukakan bahwa promosi kesehatan harus dilaksanakan dalam bentuk :
v Pengembangan kebijakan publik yang berwawasan kesehatan
v Penciptaan lingkungan yang kondusif v Penguatan gerakan masyarakat
v Pengembangan kemampuan individu
Faktor-faktor penunjang komunikasi yang efektif
Komponen pesan :
• Pesan harus dirancang dan disampaikan sedemikian rupa menarik perhatian komunikan.
• Pesan harus menggunakan lambang-lambang tertuju kepada pengalaman yang sama antara komunikator dan komunikan, sehingga sama-sama mengerti.
Pesan harus mampu membangkitkan kebutuhan pribadi komunikan dan menyarankan beberapa cara untuk memperoleh kebutuhan tersebut.
Pesan harus menyarankan suatu jalan untuk
memperoleh kebutuhan tadi yang layak bagi situasi kelompok dimana komunikan berada pada saat ia digerakan untuk memberikan tanggapan yang
LASSWELL’S MODEL
Dari HAROLD LASSWELL
• Merupakan teori komunikasi awal (1948)
• Cara terbaik untuk menerangkan proses komunikasi adalah dengan menjawab pertanyaan
Formula Lasswell
• Apa (what) yang akan disampaikan (pesan, informasi atau kebijakan)
• Siapa (who) yang akan menyampaikan pesan informasi atau kebijakan
• Mengapa (why) pesan, informasi atau kebijakan perlu disampaikan
• Dimana (where) pesan, informasi atau kebijakan harus dilakukan
• Bilamana (when), kapan pesan, informasi atau kebijakan disampaikan (timing harus tepat)
Paradigma komunikasi Lasswell mengisyaratkan:
Komunikasi harus memiliki efek, yakni terjadinya perubahan perilaku audience, adalah :
• Terjadinya perubahan pada tingkat pengetahuan (kognitif)
• Terjadinya perubahan pada tingkat emosi/ perasaan (afektif)
• Terjadinya perubahan pada tingkat tingkah laku (psikomotor)
BIAYA SAKIT
1. DIRECT MEDICAL COST
❖Obat
❖Alat kesehatan
❖Test laboratorium
2. DIRECT NON MEDICAL COST
❖Fee dokter
❖Waktu profesi kesehatan
❖Biaya rawat inap
❖Transportasi
❖Makanan
3. INDIRECT NON MEDICAL COST
❖Upah hilang krn sakit
❖Upah hilang krn harus mengurus yg sakit
❖Upah hilang krn meninggal di usia muda
4. INTANGIBLE COST
❖Rasa kesakitan
❖Penderitaan
❖Kedudukan
❖Lingkungan
5. OPPORTUNITY COST
❖Kehilangan kesempatan
❖Kehilangan pemasukan
PROFESIONALISME
PROFESI
KETERAMPILAN
PENGETAHUAN DEMAND PERAN
SURVIVAL
EKONOMI BISNIS
APOTEKER SESAMA APOTEKER
PASIEN ADMINISTRATOR DOKTER
PROFESI KESEHATAN AA /STAF/KARYAWAN
MASYARAKAT
8/9 PERAN APOTEKER
DALAM PELAYANAN KESEHATAN
1. CARE GIVER
2. DECISION MAKER 3. COMMUNICATOR 4. LEADER
5. MANAGER
6. LIFE-LONG LEARNER 7. TEACHER
8. RESEARCHER
PERLU
KOMUNIKASI
MENGAPA APOTEKER PERLU MEMBERIKAN INFORMASI
MACAM DAN JUMLAH OBAT BERTAMBAH (hasil riset)
ADA PERUBAHAN PERATURAN OBAT & KESEHATAN (makin poten, spesifik, mahal dan berisiko)
ADA PERUBAHAN BENTUK PELAYANAN KESEHATAN (cara peresepan, meracik, memakai)
KEBUTUHAN INFORMASI