• Tidak ada hasil yang ditemukan

SINERGISITAS PETUGAS KLOTER IBADAH HAJI

N/A
N/A
M.iqbal Bafadhal

Academic year: 2023

Membagikan "SINERGISITAS PETUGAS KLOTER IBADAH HAJI"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

SINERGISITAS

PETUGAS KLOTER

IBADAH HAJI

Oleh :

H.Wahyudi Abdul Wahab,M.Fil.I

(2)

TPHI

TPHI

TPIHI TKHI TPHD TKHD

KARO M

KAROM

KAROM

KAR U

KAR U

KAR U

KAR U

KAR U

KAR U

NB :

1.Setiap kloter terdiri dari 10 rombongan

2.Setiap rombongan terdiri dari 4 regu

(3)

Tujuan Penyelenggaraan Ibadah Haji

Untuk memberikan pembinaan, pelayanan, dan

perlindungan yang sebaik baik nya bagi jama’ah Haji melalui sistem dan manajemen penyelenggaraan yang baik.

Dalam melaksanakan sistem manajemen tersebut, maka diperlukan sinergisitas seluruh instrumen.

Untuk memberikan pembinaan, pelayanan, dan

perlindungan yang sebaik baik nya bagi jama’ah Haji melalui sistem dan manajemen penyelenggaraan yang baik.

Dalam melaksanakan sistem manajemen tersebut, maka diperlukan sinergisitas seluruh instrumen.

(4)

Tugas Pokok dan Fungsi Petugas Kloter

TPHI merupakan Ketua Kloter yang bertugas memimpin

pelaksaanaa Ibadah sejak di embarkasi sampai dengan kepulangan jamaah ke Tanah air

TPIHI bertugas memberikan bimbingan Ibadah Haji kepada Jamaah.

TKHI bertugas memberikan Layanan kesehatan kepada Jamaah Haji

Dalam melaksanakan tugasnya petugas dibantu oleh TPHD dan TKHD.

(5)

TITIK RAWAN PERJALANAN HAJI

A. Di bandara king Abdul Aziz 1. Mandi Sunat

2. Mengenakan Pakaian Ihram 3. Menempati Bus

B. Di Pemondokan Mekah 1. Pengaturan Kamar

2. Pelaksanaan Ibadah Pra ARMINA

(6)

Pemondokan jama’ah Tahun 2018

Hotel I Hotel II

NO KLOTER MAKTAB No Jumlah No Jumlah SEKTOR WILAYAH

1.BTH 20 06 121 282 120 168 01 Syisyah 2.BTH 21 09 213 269 214 181 02 Syisyah 3.BTH 22 50 909 368 910 82 09 Misfalah 4.BTH 23 49 911 450 09 Misfalah 5.BTH 24 34 709 450 07 Aziziah 6.BTH 25 42 802 450 08 Rei Bakhsy 7.BTH 26 70 1105 280 11 Jarwal

(7)

C. ARMINA

Pemberangkatan Jamaah menuju Armina.

Penempatan Jamaah di Tenda Arafah.

Distribusi Konsumsi.

Pemberangkatan menuju Muszdalifah.

Pemberangkatan menuju MINA.

Penempatan Jamaah di tenda MINA.

Distribusi Makanan.

Melontar Jumroh.

Penetapan nafar awal atau nafar tsani.

Pemberangkatan Jamaah menuju Armina.

Penempatan Jamaah di Tenda Arafah.

Distribusi Konsumsi.

Pemberangkatan menuju Muszdalifah.

Pemberangkatan menuju MINA.

Penempatan Jamaah di tenda MINA.

Distribusi Makanan.

Melontar Jumroh.

Penetapan nafar awal atau nafar tsani.

(8)

MENUJU KE ARAFAH

1. Menempati kemah yang telah di sediakan oleh maktab 2. Selama di arafah jama’ah di urus oleh maktab

konsumsi, angkutan, sakit, wafat, dll

3. Fasilitas wc/kamar mandi terbatas perlu antri dan kesabaran

4. Terus berpakaian ikhram dan trus menutup aurat 5. Sambil menuggu wukuf mengikuti petunjuk kloter

(banyak dzikir, baca qur’an,dan selalu menghindar diri dari rafas, fasiq, dan jidal)

6. Bila terganggu kesehatan menghubungi karu, karom, TKHI, kloter

(9)

7.

Menjelang pelaksanaan wukuf 9 dzulhijah

8.

Pesiapan mendengarkan wukuf (TPIHI)

9.

Sholat dzuhur dan ashar dijamak qashar(jamak qashar takdhim)

10.

Memasuki saat wukuf selalu do’a, dzikir, dan membaca kalimat thayibah dan alqur’an

11.

Wukuf dilakukan dalam tenda maupun di luar tenda

12.

Wukuf selesai setelah magrib

(10)

MUZDALIFAH Dan MINA

A. Mengkoordinir rombongan nya menempati wilayah Muzdalifah sesuai dengan tempat yang ditentukan.

B. Memobilisasi rombongan nya menuju bus

menempati tenda di Mina sebagaimana yang telah di tentukan.

C. Mendistribusikan konsumsi jama’ah

D. Memobilisasi jama’ah melontar Jumroh.

(11)

D. Keberangkatan Menuju Madinah

 Penyusunan paspor jama’ah.

Pengumpulan koper/ barang bawaan.

Mobilisasi jama’ah kedalam bus

(12)

E. Berada Di Madinah

Penempatan kamar jama’ah.

Penempatan bayan tarhil.

Penimbangan barang.

Penanganan jama’ah yang meninggal atau yang sakit.

Tanazul.

(13)

Perlengkapan Petugas Kloter

1.

Spanduk minimal 2 buah untuk di Arafa dan Mina.

2.

Spanduk posko kesehatan.

3.

Bendera kloter.

4.

Toa.

5.

Formulir surat undangan rapat.

6.

Jadwal kegiatan pembinaan jama’ah.

7.

Nomor rombongan.

(14)

Referensi

Dokumen terkait

Judul “Pelayanan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji Perspektif Fiqih Mu’amalah dan Undang-undang Nomor 13 Tahun 2008 tentang penyelenggaraan ibadah haji (Studi Kasus Di

Penyelenggaraan ibadah haji khusus yaitu Pasal 2 Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus pada ayat

Penyelenggaraan ibadah haji khusus yaitu Pasal 2 Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus pada ayat

1) Calon jamaah haji membuka tabungan haji pada Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS BPIH) dengan saldo diatas 25 juta. 2) Calon jamaah

Setelah dilakukan penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa Manajemen Pengawasan Operasional Penyelenggaraan Ibadah haji Khusus di Internal Biro Travel Haji dan Umrah

Skripsi ini fokus terhadap efektivitas sistem informasi dan komputerisasi haji terpadu dalam pelayanan penyelenggaraan ibadah haji dan umroh di Kantor Wilayah

PEMERIKSAAN CALON JAMAAH HAJI a.. pasal 3 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji bahwa Penyelenggaraan Ibadah Haji bertujuan untuk memberikan pembinaan, pelayanan, dan

Sejumlah dana yang harus dibayar oleh warga negara yang akan menunaikan ibadah haji disebut BPIH, kepanjangan BPIH yang benar yakni .... Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji