• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sistem dan Tujuannya di Indonesia

N/A
N/A
azizah risky (azizahrisky)

Academic year: 2024

Membagikan " Sistem dan Tujuannya di Indonesia"

Copied!
34
0
0

Teks penuh

TOI: (Turn Over Interval)  jumlah hari rata-rata suatu tempat tidur tidak terisi, mulai dari saat tempat tidur tersebut terisi hingga saat tempat tidur tersebut terisi kembali. BTO : (Bed Turn Over)  frekuensi penggunaan tempat tidur yang efisien saat ditempati rata-rata 40-50 kali per tahun. Insiden kumulatif: jumlah kasus insiden selama periode ttt: jumlah orang yang berisiko pada awal waktu. o Kepadatan insiden/insiden/insiden orang-waktu: persentase rata-rata penduduk yang berisiko selama waktu tertentu. jumlah kejadian yang terjadi dalam periode tertentu: jumlah orang-tahun.

Jumlah kasus baru akibat kontak dengan kasus pertama dalam periode waktu: jumlah populasi berisiko pada awal periode waktu - jumlah kasus pertama x 100 - Tingkat prevalensi: jumlah kasus yang ada (lama dan baru) di populasi, diberikan satu. Periode prevalensi: jumlah kasus dalam satu periode waktu: jumlah orang yang bertahan dalam periode waktu tersebut (Anda dapat menggunakan data pada periode perantara). RR : merupakan angka yang menunjukkan berapa kali kejadian pada populasi terpapar dibandingkan dengan populasi tidak terpapar (kohort, RCT).

ATAU: angka yang menunjukkan berapa kali lebih banyak paparan terjadi pada populasi yang sakit dibandingkan dengan populasi yang tidak terkena penyakit (kontrol kasus). Penelitian kasus-kontrol: membandingkan paparan antara populasi yang sakit dan tidak sakit. Studi kohort: membandingkan kejadian suatu penyakit antara kelompok terpapar dan kelompok tidak terpapar.

Misal : ingin mengetahui hubungan makan pedas dengan penyakit usus buntu, mengelompokkan yang suka makan pedas dan yang tidak.

KLKK

Akibat B3 (Bahan Beracun Berbahaya): arsen, barium (penyakit jantung) - Penyakit paru-paru/pneumokoniosis akibat kerja: silikosis (keramik), asbestosis (pekerja bangunan), pneumokoniosis pekerja batubara (batubara) - Penyakit kulit akibat kerja: dermatitis kontak. Infeksi dan parasit akibat kerja: cacing tambang, leptospirosis, MRSA - Gangguan yang berhubungan dengan kebisingan: gangguan pendengaran akibat kebisingan. Penyakit yang berhubungan dengan getaran: saraf, nyeri, nyeri kaki - Stres yang berhubungan dengan pekerjaan: depresi yang berhubungan dengan pekerjaan.

Kedokteran Keluarga

Pemantauan terus-menerus terhadap pekerja dengan pemeriksaan berkala terhadap paparan kerja langsung, lingkungan kerja dan. Dapat mengenal pasien lebih baik (patient centered health care), - Dapat menjamin kelangsungan pelayanan kesehatan. Hal ini dapat memudahkan penanganan masalah kesehatan yang dihadapi pasien. Dapat mengatur penggunaan berbagai sumber daya kesehatan (sumber obat) yang dimiliki dan/atau dibutuhkan oleh keluarga secara lebih efektif dan efisien.

Diagnosis yang berpusat pada pasien: Pelayanan kesehatan yang berpusat pada pasien dan keluarganya, termasuk perencanaan, persalinan, dan evaluasi. Sesuai dengan kode etik profesi, dokter yang meminta bantuan layanan rujukan harus bersedia merujuk dokter tersebut kembali pada saat layanan rujukan selesai. Perawatan di rumah: adalah kedatangan tenaga kesehatan ke rumah pasien untuk lebih mengenal kehidupan pasien dan/atau memberikan pelayanan medis sesuai kebutuhan pasien.

Hal ini dilakukan apabila pertolongan medis di rumah tidak lagi termasuk dalam kelompok pelayanan rawat jalan, melainkan pada kelompok perawatan di rumah sakit (hospitalisasi). Manfaat: Meningkatkan pemahaman dokter tentang px, meningkatkan node dr-px, memastikan kebutuhan dan permintaan kasus px terpenuhi, meningkatkan kepuasan terhadap px. Rekam Medis: File yang berisi catatan identitas pasien, seperti pemeriksaan, pengobatan, prosedur, dan pelayanan lain yang diberikan kepada pasien.

IDI Pengertian Dokter Keluarga: Seorang dokter yang dapat memberikan pelayanan kesehatan dengan fokus pada keluarga. Solusinya: kepuasan dalam keluarga terhadap waktu dan kebersamaan yang dihabiskan setiap anggota keluarga bersama keluarga. Ekonomi : apa yang dimaksud dengan kelompok ekonomi keluarga, pribadi, seksual dan kebutuhan - Pendidikan : pendidikan setiap anggota kelas, pengetahuan anggota kelas.

Metodologi riset

Variabel

Biostatistik dan Kependudukan

Analisis univariat dilakukan secara deskriptif untuk setiap variabel dengan tabel distribusi frekuensi disertai penjelasannya (Hastono, 2001). Analisis bivariat digunakan untuk menyatakan analisis terhadap dua variabel yaitu 1 variabel pengaruh dan 1 variabel faktor risiko (Sastroasmoro, 2011). Contoh: BB tidak bisa ditentukan berapa nilai berat badannya yang paling tinggi, bisa saja ada orang yang beratnya puluhan ribu, ratusan, bahkan ribuan kilo.

Non-PBI (bukan penerima bantuan iuran): . o peserta penerima upah dan anggota keluarganya adalah PNS, polisi, pegawai pemerintah, pegawai swasta, dan lain-lain). o Pegawai yang tidak menerima gaji pokok, dari pedagang yang tidak menerima gaji bulanan. Keluarga besar : keluarga besar  terdiri dari semua orang yang mempunyai keturunan  kakek dan nenek biasanya banyak terdapat dalam keluarga Tionghoa. Keluarga serial: Keluarga yang terdiri dari sepasang suami istri yang mempunyai anak kemudian bercerai, yang masing-masing menikah lagi dan juga mempunyai anak dengan pasangan yang berbeda.

Keluarga gabungan: keluarga gabungan/gabungan  terdiri dari suami/istri (poliandri atau poligami) dan anak-anaknya yang tinggal bersama. Keluarga kohabitasi: keluarga hidup bersama, laki-laki dan perempuan hidup bersama tanpa adanya ikatan perkawinan yang sah. Kualitas air yang digunakan setiap hari sesuai dengan persyaratan kesehatan dan dapat diminum jika sudah direbus.

ODP/kontak erat: orang dalam pengawasan yang memiliki gejala namun belum pernah melakukan kontak erat dengan pengidap Covid dalam 14 hari terakhir. Diberhentikan : suspek > 24 jam 2 kali tes negatif berturut-turut / kontak erat yang dikarantina selama 14 hari. Bias informasi: kesalahan pengukuran/kesalahan klasifikasi subjek pada satu atau lebih variabel, baik faktor risiko maupun keadaan penyakit. o Recall bias: kesalahan responden dalam mengingat. case control) o Bias wawancara: jangan menjawab secara langsung, tanpa sadar.

Tidak hanya dilakukan secara lisan, namun dapat dilakukan melalui media massa seperti surat kabar, radio, televisi, film, poster, dan lain-lain.

Prof Didik soal

Cara pengumpulan data: data sekunder dari jaringan RM di PKM Kedungsari melalui ASP (salah satu aplikasi posyandu). Hasil pengumpulan data berupa penyajian data dapat berupa: tabel, grafik, persentase, perhitungan mean, median, modus, atau berupa teks pembahasan.

AKM Prof didik

Administrasi Kesehatan

Hasil pengumpulan data berupa penyajian data dapat berupa: tabel, grafik, persentase, perhitungan mean, median, modus, atau berupa teks pembahasan. lebih menekankan pada fungsi administrasi dan manajemen, lebih umum digunakan dalam sistem publik).

Manajemen

Komunikasi: Komunikasi adalah proses seseorang menyampaikan pesan kepada orang lain untuk menginformasikan atau mengubah sikap, pendapat atau perilaku secara lisan atau tidak langsung melalui media.

Promosi kesehatan

Prevalensi dan Insiden

VARIABEL

Referensi

Dokumen terkait

Dokumen ini membahas tentang dampak negatif perkawinan anak terhadap kesehatan perempuan di

Dokumen ini membahas dampak pandemi covid-19 terhadap ekonomi dan kesehatan di

Dokumen ini membahas potensi pengembangan kesehatan di Indonesia berdasarkan falsafah kembali kepada

Dokumen ini membahas tentang sistem perencanaan administrasi sebagai kerangka kerja untuk mengatur proses perencanaan dan pengorganisasian dalam konteks

Dokumen ini membahas tentang institusi dan program kesehatan yang diterapkan di

Dokumen ini membahas tentang pentingnya integrasi sistem informasi manajemen pada PT. Pos Indonesia dalam mengelola hubungan dengan pemasok dan mengoptimalkan operasi

Dokumen ini membahas tentang sejarah ilmu kesehatan masyarakat, baik di dunia maupun di

Dokumen ini membahas konsep dasar tindak pidana, ajaran melawan hukum, unsur-unsur pidana, dan doktrin terkait sistem hukum pidana