• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sistem Pembayaran Elektronik

N/A
N/A
Catur Iswahyudi

Academic year: 2024

Membagikan "Sistem Pembayaran Elektronik"

Copied!
69
0
0

Teks penuh

(1)

Kolaborasi untuk Tumbuh dan Maju Bersama

serta Meningkatkan Kualitas Layanan

(2)

SISTEM PEMBAYARAN

ELEKTRONIK

CATUR ISWAHYUDI | BISNIS DIGITAL

(3)

Ekonomi digital adalah seluruh kegiatan perekonomian yang

memanfaatkan kecanggihan teknologi,

yaitu internet dan kecerdasan buatan

atau artificial intelligence (AI).

(4)

Pokok Bahasan

• Sistem Pembayaran

• Evolusi Sistem Pembayaran

• Pembayaran Elektronik (E-Payment)

• Uang Elektronik (E-Money)

• Mata Uang Digital

• Mata Uang Virtual

• Central Bank Digital Currencies (CBDC)

• Perkembangan Financial Technology (Fintech)

(5)

Capaian Pembelajaran

• Mahasiswa mampu menjelaskan bentuk-bentuk sistem pembayaran elektronik, perkembangan Fintech, serta

Ekosistem layanan keuangan di masa depan.

(6)

Cashless Payment Prediction

(7)

Ekonomi dan Keuangan Digital di Indonesia

(8)

Video: Evolution of Payment Method

(9)

Sistem Pembayaran

Sistem Pembayaran adalah sistem yang mencakup seperangkat

aturan, lembaga, dan mekanisme yang dipakai untuk melaksanakan

pemindahan dana, guna memenuhi suatu kewajiban yang timbul dari suatu kegiatan ekonomi.

• Sistem Pembayaran lahir bersamaan dengan lahirnya konsep 'uang' sebagai media pertukaran (medium of change) atau intermediary

dalam transaksi barang, jasa dan keuangan.

• Pada prinsipnya, sistem pembayaran memiliki 3 tahap pemrosesan yaitu otorisasi, kliring, dan penyelesaian akhir (settlement).

(10)
(11)

Evolusi Sistem Pembayaran

Evolusi uang sebagai sistem pembayaran digerakkan oleh:

inovasi teknologi & model bisnis,

tradisi masyarakat, dan

kebijakan otoritas.

Awal mula alat pembayaran yaitu sistem barter antar barang yang diperjualbelikan. Masalah muncul ketika dua orang ingin bertukar tidak sepakat dengan nilai pertukarannya atau salah satu pihak tidak terlalu membutuhkan barang yang akan ditukar.

Untuk mengatasi hal itu, manusia mengembangkan uang komoditas. Komoditas adalah barang dasar yang hampir dibutuhkan oleh semua orang, misalnya garam, teh, tembakau, hingga biji-bijian.

Hewan ternak digunakan sebagai uang komoditas pada tahun 900 hingga 6000 Sebelum Masehi (SM). Gandum, sayuran, dan tumbuhan kemudian juga dijadikan uang komoditas setelah muncul budaya pertanian.

(12)

• Uang primitif mulai digunakan sekitar tahun 1200 SM dan berupa cangkang kerang atau cangkang hewan lainnya.

• Orang Tionghoa mulai memproduksi imitasi kerang cowrie yang terbuat dari logam dan tembaga.

• Sekitar tahun 100 SM, potongan kulit rusa putih dengan ukuran dan diberi berbagai jenis warna juga pernah digunakan sebagai alat pembayaran.

• Uang kertas mulai digunakan pada sebagai alat pembayaran. Swedia merupakan negara pertama di benua Eropa yang menggunakan uang kertas di tahun 1661 setelah pabrik kertas didirikan pada tahun 1150

(13)

Evolusi Sistem Pembayaran

(14)

Sistem Pembayaran di Indonesia

(15)
(16)

Jenis Sistem Pembayaran

• Sistem Pembayaran Tunai

Sistem pembayaran tunai menggunakan uang kartal (uang kertas dan logam) sebagai alat pembayaran.

• Sistem Pembayaran Non Tunai

Pada sistem pembayaran non-tunai, instrumen yang digunakan

berupa Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK), cek, bilyet giro, nota debit, maupun uang elektronik (card based dan server based).

Cakupan sistem pembayaran non tunai dikelompokkan menjadi 2 jenis transaksi yaitu transaksi nilai besar (wholesale) dan transaksi

(17)

Transaksi Nilai Besar vs Ritel

• Transaksi nilai besar

bersifat penting dan segera (urgent), meliputi transaksi antar bank, transaksi di pasar keuangan atau transaksi dengan nilai ticket size ≥ Rp1 Miliar.

Infrastruktur yang digunakan untuk memroses aktivitas transaksi ini

adalah Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS) dan Bank Indonesia Scripless Securities Settlement System (BI-SSSS).

• Transaksi ritel

meliputi transaksi antar individu dengan nilai ticket size < Rp1 Miliar dengan karakteristik bernilai kecil dan relatif tinggi frekuensinya.

Infrastruktur yang digunakan untuk memroses aktivitas transaksi ini adalah Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI).

(18)

Evolusi Sistem Pembayaran di Indonesia

• Alat pembayaran di Indonesia berkembang sangat pesat dan maju.

• Alat pembayaran terus berkembang dari alat pembayaran tunai (cash based) ke alat pembayaran nontunai (non-cash) seperti alat

pembayaran berbasis kertas (paper based) misalnya cek dan bilyet giro yang diproses menggunakan mekanisme kliring/settlement.

• Dikenal juga alat pembayaran paperless seperti transfer dana

elektronik dan alat pembayaran memakai Kartu ATM, Kartu Kredit, Kartu Debit dan Kartu Prabayar (card-based).

(19)

• Pada satu dekade terakhir, terjadi gelombang digitalisasi dan

penetrasinya ke kehidupan masyarakat yang mengubah secara drastis perilaku masyarakat.

• Instrumen alat pembayaran pun semakin bervariasi dengan kehadiran uang elektronik berbasis kartu (chip based) maupun peladen/server

(server based).

• Pola konsumsi masyarakat mulai bergeser dan menuntut pembayaran serba mobile, cepat serta aman melalui berbagai platform, antara lain web, mobile, Unstructrured Supplementary Service Data (USSD) dan

SIM Toolkit (STK).

(20)

• Selanjutnya, muncul instrumen mata uang digital (virtual currency) yang merupakan uang digital yang diterbitkan oleh pihak lain selain otoritas moneter dan diperoleh dengan cara mining, pembelian atau transfer pemberian (reward).

• Kepemilikan virtual currency sangat berisiko dan sarat akan spekulatif.

tidak ada administrator resmi,

tidak ada underlying asset yang mendasari harga

nilai perdagangan sangat fluktuatif sehingga rentan terhadap risiko penggelembungan (bubble)

rawan digunakan sebagai sarana pencucian uang dan pendanaan terorisme,

dapat mempengaruhi kestabilan sistem keuangan dan merugikan masyarakat.

(21)

Perkembangan Kebijakan Sistem Pembayaran

di Indonesia

(22)

Visi Sistem Pembayaran Indonesia 2025

(23)

Inisiatif untuk mencapai SPI 2025

1. Open banking dan interlink bank-fintech yang terwujud melalui standarisasi open API yang memungkinkan keterbukaan informasi keuangan bank dan

fintech kepada pihak ketiga secara aman.

2. Pengembangan retail payment yang mengarah kepada penyelenggaraan secara real time 24/7 dengan keamanan dan tingkat efisiensi yang lebih tinggi. Hal ini dilakukan melalui fast payment, optimalisasi Gerbang Pembayaran Nasional

(GPN) dan pengembangan unified payment interface.

3. Pengembangan wholesale payment dan financial market infrastructure, a.l meliputi pengembangan RTGS.

4. Pengembangan data nasional yang kolaboratif dan terintegrasi sehingga dapat dioptimalkan pemanfaatannya.

5. Pengaturan, pengawasan, perizinan, dan pelaporan untuk percepatan Ekonomi Keuangan Digital (EKD).

(24)

Blueprint Sistem Pembayaran 2025

(25)

Electronic Payment (e-payment)

• Electronic payment (e-payment), mengacu pada proses

melakukan transaksi keuangan secara elektronik, di mana uang ditransfer dari satu pihak ke pihak lain melalui saluran digital,

menghilangkan kebutuhan akan uang tunai fisik atau instrumen berbasis kertas.

• Biasanya, pembayaran elektronik dilakukan melalui kartu debit, kartu kredit, atau setoran bank langsung. Namun, ada juga

metode pembayaran alternatif lain seperti e-wallet dan

cryptocurrency.

(26)

Sistem Pembayaran Elektronik

• Sistem pembayaran elektronik adalah sistem pembayaran alternatif yang memudahkan konsumen untuk melakukan

pembayaran melalui jaringan internet sebagai sarana perantara.

• Dalam sistem pembayaran elektronik, semua data pembayaran

berbentuk format digital. Contohnya uang elektronik (e-money)

dan dompet elektronik (e-wallet)

(27)

Jenis Pembayaran Elektronik

Transfer (Bank Transfer)

Dapat dilakukan menggunakan mobile banking dan internet banking dengan virtual account

Kartu Kredit (Credit Card)

Menggunakan mesin/alat EDC (electronic data capture)

Kartu Debit (Debit Card)

Serupa dengan kartu kredit

Dompet Elektronik (E-Wallet)

Berupa aplikasi yang diinstal pada smartphone. Biasanya dilengkapi dengan QR code

Pay Later

Pembayaran dengan cara cicilan

Kartu Virtual (Virtual Card)

(28)

Contoh E-payment

• Dompet digital (e-Wallet): Gopay, Shopee Pay, OVO, DANA, LinkAja

• QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), adalah standarisasi pembayaran menggunakan kode QR yang ditetapkan oleh BI

• Transfer Bank

• PayPal, merupakan rekening virtual untuk jasa transfer dan transaksi online

• Kartu Kredit dan kartu Debit

(29)

QRIS Cross-Border ​

Cross-border payment memungkinkan adanya pembayaran lintas batas antarnegara dengan konversi mata uang secara otomatis.

• QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) digunakan sebagai format kode QR yang dapat digunakan secara universal di berbagai

negara.

• Transaksi pembayaran antarnegara menjadi lebih mudah dan cepat

karena memungkinkan penggunaan QR Code yang sama pada negara- negara yang sudah bekerja sama.

(30)

Video: Online Payment

(31)

Evolusi Uang sebagai Alat Pembayaran

(32)

Kriteria Uang Elektronik (e-Money)

• Uang Elektronik (Electronic Money) didefinisikan sebagai alat pembayaran yang memenuhi unsur-unsur:

diterbitkan atas dasar nilai uang yang disetor terlebih dahulu kepada penerbit;

nilai uang disimpan secara elektronik dalam suatu media seperti server atau chip; dan

nilai uang elektronik yang dikelola oleh penerbit bukan merupakan simpanan sebagaimana dimaksud dalam undang-undang yang

mengatur mengenai perbankan.

(33)

Manfaat Uang Elektronik

• Memberikan kemudahan dan kecepatan dalam melakukan

transaksi transaksi pembayaran tanpa perlu membawa uang tunai.

• Tidak lagi menerima uang kembalian dalam bentuk barang (seperti permen) akibat padagang tidak mempunyai uang kembalian bernilai kecil (receh).

• Sangat applicable untuk transaksi massal yang nilainya kecil

namun frekuensinya tinggi, seperti: transportasi, parkir, tol, fast

food, dll.

(34)

Risiko Uang Elektronik

• Risiko uang elektronik hilang dan dapat digunakan oleh pihak lain, karena pada prinsipnya uang elektronik sama seperti uang tunai

yang apabila hilang tidak dapat diklaim kepada penerbit.

• Risiko karena masih kurang pahamnya pengguna dalam

menggunakan uang elektronik, seperti pengguna tidak menyadari uang elektronik yang digunakan ditempelkan 2 (dua) kali pada

reader untuk suatu transaksi yang sama sehingga nilai uang

elektronik berkurang lebih besar dari nilai transaksi.​​

(35)

Jenis Uang Elektronik

Uang Elektronik registered, merupakan Uang Elektronik yang data identitas pemegangnya tercatat/terdaftar pada penerbit Uang

Elektronik.

Penerbit harus menerapkan prinsip mengenal nasabah dalam menerbitkan Uang Elektronik Registered.

Batas maksimum nilai Uang Elektronik yang tersimpan pada media chip atau server untuk jenis registered adalah Rp5.000.000,00 (lima juta Rupiah).

Uang Elektronik unregistered, merupakan Uang Elektronik yang data identitas pemegangnya tidak tercatat/terdaftar pada penerbit Uang

Elektronik.

Batas maksimum nilai Uang Elektronik yang tersimpan pada media chip atau server untuk jenis unregistered adalah Rp1.000.000,00 (satu juta Rupiah).

(36)

Pihak-Pihak dalam Penyelenggaraan Uang Elektronik

Pemegang kartu adalah pengguna yang sah dari Uang Elektronik.

Prinsipal adalah bank atau lembaga selain bank yang bertanggung jawab atas pengelolaan sistem dan/atau jaringan antar anggotanya, baik yang berperan sebagai penerbit dan/atau acquirer, dalam transaksi Uang Elektronik yang kerjasama dengan anggotanya didasarkan atas suatu perjanjian tertulis.

Penerbit adalah bank atau lembaga selain bank yang menerbitkan Uang Elektronik.

Acquirer adalah bank atau lembaga selain bank yang melakukan kerjasama dengan pedagang (merchant), yang dapat memproses Uang Elektronik yang diterbitkan oleh pihak lain.

Pedagang (merchant) adalah penjual barang dan/atau jasa yang menerima pembayaran dari transaksi penggunaan Uang Elektronik.

Penyelenggara kliring adalah bank atau lembaga selain bank yang melakukan perhitungan hak dan

kewajiban keuangan masing-masing penerbit dan/atau acquirer dalam rangka transaksi Uang Elektronik.

Penyelenggara penyelesaian akhir adalah bank atau lembaga selain bank yang melakukan dan

bertanggungjawab terhadap penyelesaian akhir atas hak dan kewajiban keuangan masing-masing penerbit

(37)

Digital Currency (Mata Uang Digital)

• Mata uang digital adalah mata uang, uang, atau aset seperti uang yang dikelola, disimpan, atau dipertukarkan di sistem komputer

digital, terutama melalui internet

• Jenis mata uang digital: cryptocurrency, virtual currency, dan central bank digital currency (CBDC).

• Mata uang digital dapat dicatat pada database terdistribusi di internet, database komputer elektronik terpusat yang dimiliki

oleh perusahaan atau bank, dalam file digital atau bahkan pada

kartu nilai tersimpan (stored-value card).

(38)

Evolusi Cryptocurrency

(39)

Mata Uang Digital

• Mata uang digital (electronic currency atau cyber cash) adalah

bentuk mata uang yang hanya tersedia dalam bentuk digital atau elektronik, dan tidak dalam bentuk fisik.

• Mata uang digital tidak berwujud dan hanya dapat dimiliki dan ditransaksikan menggunakan komputer atau smartphone yang terhubung ke Internet.

• Contoh: OVO, Gopay, DANA

• Bank Indonesia (BI) telah merumuskan panduan dalam

menerbitkan Central Bank Digital Currency (CBDC) → disebut

rupiah digital → pesaing OVO, Gopay, dll.

(40)

Jenis Uang Digital

Stablecoins yang merupakan variasi dari aset kripto dengan nilai yang lebih stabil dibanding mata uang kripto.

Aset ini memecahkan masalah volatilitas aset kripto yang sangat tinggi.

Nilai dari koin ini berpatokan pada nilai benda fisik yang harganya stabil seperti emas, komoditas, atau Dolar Amerika Serikat.

Uang digital bank sentral, yaitu sebagai uang digital yang diterbitkan dan peredarannya dikontrol oleh bank sentral.

Penggunaannya sebagai alat pembayaran yang sah menggantikan uang kartal.

CDBC akan menjadi representasi digital dari mata uang suatu negara.

Negara yang sudah meluncurkan uang digital bank sentral : Jamaika, Bahama, Grenada, Antigua dan Barbuda, Saint Kitts dan Nevis, Montserrat, Saint Vincent dan Grenadines, Republik Dominika, Saint Lucia, Nigeria.

Mata uang kripto, yaitu aset digital yang dirancang untuk bekerja sebagai media pertukaran memanfaatkan kriptografi.

Pemanfaatannya untuk mengamankan transaksi keuangan, mengontrol penciptaan unit tambahan, dan verifikasi pertukaran.

Terdapat lebih dari 9 ribu jenis mata uang kripto dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai 872 miliar dolar AS

(41)

Fitur Uang Digital

Transferability

Adanya Batasan transaksi oleh nasabah dari satu kartu ke kartu lain

Otorisasi online

Penerbit kartu melakukan validasi atas transaksi yang dilakukan nasabah, misalnya saat top up (isi ualng saldo)

Information collection

Penyelenggara mengumpulkan data nasabah untuk pelacakan jika terjadi kejahatan (fraud)

Pengisian ulang (top up)

Nasabah dapat melakukan isi ulang saldo dengan cara transfer, pembayaran rekening, atau kartu kredit

Single currency

Uang elektronik dirancang hanya menggunakan mata uang yang beredar di negara penerbit

Single/multiple application

(42)

Contoh Uang Digital di Indonesia

• Bank Mandiri: Indomaret Card, E-Toll, E-Cash, LinkAja

• Bank BCA: Flazz, Sakuku

• Bank BNI: Tap Cash

• Bank BRI: Brizzi

• Bank Permata: BBM Money

• Dompetku

• Doku Wallet

• OVO

(43)

Mata Uang Virtual

Uang virtual adalah uang digital di dalam lingkungan yang tidak dapat diatur, dikeluarkan maupun dikendalikan oleh pengembangnya dan

digunakan untuk metode pembayaran di antara anggota komunitas virtual tertentu (Bank Sentral Eropa, 2012)

Mata uang virtual adalah jenis mata uang digital yang tidak diatur dan hanya tersedia dalam bentuk digital.

Mata uang virtual disimpan dan diperdagangkan dalam piranti lunak khusus di ponsel maupun komputer, maupun melalui dompet digital.

Mata uang virtual sebagian besar tidak diatur oleh otoritas tertentu, dapat ditransfer, disimpan, dan diperdagangkan secara elektronik, serta tidak

memiliki legalitas hukum (legal tender)

Mata uang virtual juga dikenal sebagai cryptocurrency

(44)

Perbedaan Mata Uang Virtual dan Digital

Mata uang virtual juga dianggap bagian dari kelompok mata uang digital

Mata uang virtual yaitu mata uang yang dipegang di dalam jaringan blockchain dan tidak dikendalikan oleh otoritas perbankan yang

tersentralisasi (Bank Sentral).

Mata uang digital adalah mata uang yang dikeluarkan oleh pihak bank

dalam bentuk digital. Sedangkan Mata uang virtual hanya tersedia dalam bentuk elektronik dan digunakan oleh anggota komunitas virtual tertentu.

Mata uang virtual tidak dapat diatur oleh siapapun, karenanya mengalami pergerakan harga yang dramatis ditentukan oleh sentimen konsumen.

Kesimpulannya mata uang virtual tidak diatur dan berada dalam jaringan blockchain, sedangkan mata uang digital dikeluarkan oleh bank sentral dan dapat diatur atau tidak diatur

(45)

Contoh Mata Uang Virtual

1. Bitcoin (BTC)

2. Ethereum (Ether) 3. Ripple (XRP)

4. Bitcoin Cash (BCH) 5. EOS

6. Cardano (ADA) 7. Stellar (XLM)

8. IOTA 9. NEO

(46)

Harga Uang Digital

(sumber: https://id.investing.com/crypto/, 17 April 2024, 09:27 WIB)

(47)

Central Bank Digital Currencies (CBDC)

• Beberapa bank sentral di dunia, termasuk Bank Indonesia (BI) sedang mengkaji untuk mengembangkan Rupiah Digital atau dikenal dengan Central Bank Digital Currency (CBDC).

• BI meluncurkan Proyek Garuda yang memayungi berbagai inisiatif

eksplorasi atas berbagai pilihan desain arsitektur CBDC Indonesia yang dinamai Rupiah Digital.

• Negara yang sudah meluncurkan uang digital bank sentral : Jamaika, Bahama, Grenada, Antigua dan Barbuda, Saint Kitts dan Nevis,

Montserrat, Saint Vincent dan Grenadines, Republik Dominika, Saint Lucia, Nigeria.

(48)

Proyek CDBC

(49)

Rupiah Digital

• Rupiah Digital merupakan uang Rupiah yang memiliki format digital serta dapat digunakan seperti halnya uang fisik (uang kertas dan

logam), uang elektronik (chip dan server based), dan uang dalam Alat Pembayaran Menggunakan Kartu/APMK (kartu debit dan kredit) yang kita pakai saat ini.

• Rupiah Digital hanya diterbitkan oleh Bank Indonesia selaku Bank Sentral Negara Republik Indonesia.

• Rupiah Digital tidak termasuk dalam aset kripto ataupun stablecoins

(50)

Jenis Rupiah Digital

Rupiah Digital akan diterbitkan dalam dua jenis:

Rupiah Digital wholesale (w-Rupiah Digital) dengan cakupan akses terbatas serta hanya didistribusikan untuk penyelesaian transaksi

wholesale seperti operasi moneter, transaksi pasar valas, serta transaksi pasar uang;

Rupiah Digital ritel (r-Rupiah Digital) dengan cakupan akses yang terbuka untuk publik serta didistribusikan untuk berbagai transaksi

ritel baik dalam bentuk transaksi pembayaran maupun transfer, oleh personal/individu maupun bisnis (merchant dan korporasi).

(51)

Perkembangan Financial Technology (Fintech)

Financial technology adalah bentuk penerapan teknologi yang dapat menciptakan inovasi-inovasi terbaru dalam bidang finansial.

• Financial technology/FinTech merupakan hasil gabungan antara jasa keuangan dengan teknologi yang akhirnya mengubah model bisnis

dari konvensional menjadi moderat, yang awalnya dalam membayar harus bertatap-muka dan membawa sejumlah uang kas, kini dapat

melakukan transaksi jarak jauh dengan melakukan pembayaran yang dapat dilakukan dengan cepat.

(52)

Evolusi Industri Fintech

(53)

Sejarah Fintech

1. Fintech 1.0 (1886 – 1967)

Selama tahap ini, dasar diletakkan untuk layanan keuangan global.

Tonggak penting termasuk "kabel transatlantik pertama" pada tahun 1866 dan

pembentukan "Fedwire" di Amerika Serikat pada tahun 1918, yang memfasilitasi sistem transfer dana elektronik pertama menggunakan teknologi seperti telegraf dan kode Morse.

2. 1990 - 2000

Pengadopsi awal sektor fintech menawarkan layanan keuangan fundamental seperti perdagangan saham online dan perbankan elektronik ketika sektor ini masih dalam masa pertumbuhan.

3. 2005–2010

Periode ini menyaksikan penciptaan produk dan layanan baru di industri seperti pembayaran, pinjaman, dan asuransi, berkat pertumbuhan bisnis fintech baru.

(54)

4. 2010–2015

Lanskap fintech terus berkembang, dengan inovasi di berbagai bidang

seperti pinjaman peer-to-peer (P2P landing), mobile payments, dan robo- advisor.

5. 2015–2020

Industri ini melihat peningkatan kolaborasi antara lembaga keuangan tradisional dan startup fintech.

6. 2020–present

Era saat ini ditandai dengan kemajuan berkelanjutan dalam AI, open banking, dan inklusi keuangan.

Fintech terus mengganggu layanan keuangan tradisional, membentuk masa

(55)

Jenis Usaha Fintech di Indonesia

• Agregator

Merupakan pengumpul informasi agar konsumen mendapatkan informasi pasar dan memanfaatkannya sesuai kebutuhan.

Semua informasi dikumpulkan dalam satu wadah dan konsumen dapat mengambil keputusan berdasarkan hal tersebut.

Contoh dari jenis ini di Indonesia adalah Cermati dan Cekaja.

• Manajemen Risiko dan Investasi

Jenis usaha ini tidak hanya mengadakan platform untuk konsumen

berinvestasi atau menjual produk investasi, tetapi juga mengedukasinya.

Konsumen diberikan pendidikan tentang manajemen risiko dan juga hal-hal lainnya yang perlu dipersiapkan sebelum investasi.

Contoh dari jenis ini di Indonesia adalah Finansialku dan Bibit.

(56)

• Pembayaran, Kliring, dan Penyelesaian

Menyediakan metode pembayaran secara online atau dompet digital. Usaha ini bisa diadakan oleh lembaga bank ataupun non-bank.

Contoh dari jenis ini adalah Sakuku BCA, Flip, GoPay, dan DANA.

• Deposito, Peminjaman, dan Penambahan Modal

Jenis usaha ini menghubungkan para investor dengan pencari modal atau orang-orang yang ingin meminjam dana.

Investor mendapatkan keuntungan dari peminjaman tersebut.

Contoh dari jenis ini adalah Modalku, iGrow, dan Akseleran.

(57)

Contoh Fintech di Indonesia

GoPay

GoPay adalah salah satu layanan dompet digital pertama di Indonesia. Berdiri sejak 2016, GoPay awalnya adalah startup fintech di Indonesia yang mengakuisisi 3 perusahaan fintech lain yaitu

Kartuku, Midtrans, dan Mapan.

OVO

Berada di naungan PT Visionet Internasional yang awalnya didirikan oleh Lippo Group pada 2017

Kredivo

Kredivo didirikan tahun 2016 di bawah naungan perusahaan fintech asal Singapura, FinAccel.

DANA

Berdiri sejak Desember 2018. DANA dikembangkan oleh perusahaan startup PT Elang Sejahtera

Mandiri. Namun, saat ini aplikasi DANA berada di bawah manajemen PT Espay Debit Indonesia Koe.

Akulaku

Akulaku berperan penting dalam mempromosikan inklusi keuangan di Indonesia dengan menyediakan akses mudah ke kredit dan layanan keuangan lainnya bagi penduduk yang tidak memiliki rekening

bank dan underbanked.

(58)

Modalku

Modalku adalah platform pendanaan digital yang berada di bawah PT Modalku Indonesia Makmur. Modalku hadir di 5 negara Asia Tenggara yang meliputi Indonesia, Vietnam, Singapura, Thailand, dan Malaysia.

Perusahaan ini berdiri sejak 2015, dan telah melayani lebih dari 50.000 UMKM dan 100.000 pemberi dana

Investree

Investree berfokus untuk mendukung UKM dengan menyediakan pasar pinjaman peer-to-peer di mana mereka dapat mengakses pendanaan dari investor individu dan institusi.

Bareksa

Perusahaan fintech ini telah mengantongi lisensi dari OJK sejak 2016. Bareksa berada di bawah naungan PT Bareksa Marketplace Indonesia.

Bareksa adalah yang menyediakan layanan investasi terintegrasi di Indonesia.

Xendit

Xendit adalah perusahaan fintech yang mengkhususkan diri dalam menyederhanakan solusi pembayaran untuk bisnis.

Platformnya memungkinkan pedagang untuk menerima pembayaran dengan mulus, mengelola faktur, dan mencairkan dana dengan mudah.

Qoala

Qoala telah menjadi game-changer di sektor asuransi, menawarkan solusi asuransi yang inovatif dan personal kepada

(59)

Ekosistem Layanan Keuangan Digital

• Salah satu kunci utama dari ekosistem digital di industri jasa keuangan adalah ketersediaan infrastruktur.

• Kebutuhan infrastruktur dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu

infrastruktur utama dan infrastruktur pendukung. Infrastruktur utama diantaranya pengembangan platform aplikasi digital, software

pendukung, dan aspek pengamanannya.

• Bank Indonesia sebagai otoritas sistem pembayaran nasional, telah mengembangkan QR Code Indonesian Standard (QRIS) yang

menyatukan seluruh model pembayaran digital berbasis QR Code menjadi satu, yaitu QRIS

(60)

• Pengembangan ekosistem keuangan digital juga perlu didukung

dengan ketersediaan regulasi yang dikeluarkan oleh otoritas yang berwenang.

• Transformasi digital di industri jasa keuangan harus dibarengi dengan pengembangan dan penyiapan sumber daya manusia yang

dibutuhkan, seperti analis big data, programmer untuk artificial intelligent, pengawas cyber security

• Pemerintah, otoritas terkait dan pelaku usaha di industri jasa

keuangan, perlu melakukan edukasi keuangan digital secara masif dan terencana untuk meningkatkan pemahaman literasi keuangan digital

(61)
(62)
(63)
(64)
(65)
(66)
(67)

Perkembangan Sistem Pembayaran di

Indonesia

(68)

“In the digital age, the

possibilities are endless, and the opportunities for growth and

innovation are boundless.”

(69)

#TumbuhdanBerinovasi

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Pemasukan data/ Validasi segera tanpa akses ke file induk Pesan validasi Teminal Validasi dan penyimpan transaksi Pengolahan periodik File induk File transaksi telah

Hasil yang diperoleh pada penelitian ini menunjukkan bahwa transaksi dengan menggunakan kartu kredit, kartu ATM/debit, instrumen uang elektronik, dan sistem RTGS

• Dilihat dari rata-rata transaksi per instrument, kartu debit memiliki rata-rata transaksi tertinggi baik dari sisi volume transaksi maupun nominal transaksi disusul kartu kredit

K Tabungan/ Rekening Nasabah Xxxx.. Lakukan pencetakan setoran tersebut pada buku tabungan dan lakukan validasi pada slip setoran atas transaksi tersebut. Mintakan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Alat Pembayaran Elektronik Berbasis Kartu terhadap Jumlah Uang Beredar (M1) dalam Sistem Pembayaran di Indonesia Periode April 2007

Pengaruh Nilai Transaksi Kartu ATM+Debit terhadap Jumlah Uang Beredar M1 Pada hasil uji yang telah dilakukan, dapat dilihat bahwa bahwa nilai transaksi kartu ATM +Debit dalam jangka

GPN sebagai sistem proses pembayaran non tunai melalui beberapa instrument yang meliputi kartu debit, kartu kredit serta uang elektronik sehingga masyarakat dapat melakukan transaksi

pembayaran dalam transaksi elektronik, juga akan dikaji perbandingan hukum pendistribusian mata uang digital bank sentral sebagai alat pembayaran dalam transaksi elektronik di Indonesia