• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sistem Penghantaran Obat melalui Oral dan Kolon

N/A
N/A
m. maulana yusuf

Academic year: 2024

Membagikan "Sistem Penghantaran Obat melalui Oral dan Kolon"

Copied!
46
0
0

Teks penuh

(1)

SISTEM PENGHANTARAN OBAT

GENAP-TA 2023/2024r

MAGISTER ILMU FARMASI UHAMKA

(2)

SITEM PENGHANTARAN OBAT

SEDIAAN ORAL DAN KOLON

CPL CPMK SUB-CPMK

GENAP 2023-2024

Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka

(3)

CPL

(4)

CPMK

Sub CPMK - 2:

Mahasiswa mampu menjelaskan dan menyimpulkan sistem penghantaran obat melalui oral dan kolon serta perkembangan teknologinya

(5)

Integrasi AIK

QS. As-Sajdah ayat 9,

QS.As-Syam ayat 7-8 ,

QS At-Tin ayat 4

→ tentang kesempurnaan ciptaan Allah melalui anatomi tubuh manusia sebagai rahmat bagi orang-orang yang bersyukur

(6)

KAJIAN

1. Teori sistem penghantaran sediaan oral/ Oral Drug Delivery System

2. Prinsip teknologi dalam penghantaran sediaan oral dengan pelepasan termodifikasi/lepas tunda

3. Aplikasi sistem penghantaran sediaan obat oral

4. Perkembangan teknologi dalam sistem penghantaran obat oral

(7)

PRINSIP MEMPERSIAPKAN SEDIAAN

A. Penggunaan fase farmakokinetika

Perpanjangan masa absorbsi

Perpanjangan metabolisme

Perpanjangan ekskresi

B. Penggunaan reaksi kimia

Pembentukan senyawa kompleks (bentuk garam)

Modifikasi molekul senyawa kimia

C. Proses teknologi formulasi

Penggantian tipe pelarut

Penambahan senyawa peningkat viskositas

Melapisi sediaan (coating, dll)

Penyisipan / embedding zat aktif dalam bahan tambahan tertentu

(8)

Penghantaran sediaan oral/oral drug delivery system

Merupakan rute yang paling banyak dalam menghantarkan obat secara sistemik

Pengembangan sistem penghantaran oral

keterbatasan

Bagi API yang absorpsinya rendah di GI, dan tidak stabil terhadap enzim pencernaan

Perlu

dimodifikasi

(9)

Tantangan penghantaran obat melalui oral:

•Halangan/barrier secara fisik, fisiologis dan biokimia dari mukosa intestinal

•Sifat fisikokimia zat aktif yang tidak

menguntungkan

(10)

Sistem penghantaran yang digunakan:

a. Immediate Release (Pelepasan Segera), cepat mencapai onset dan efek terapi, cepat dieliminasi.

b. Controlled Release (Pelepasan Terkendali),

Mempertahankan kadar obat dalam darah dengan mengendalikan pelepasan dan disolusi obat,

meningkatkan keamanan penggunaan obat.

c. Targeted Release (Pelepasan Tertarget), menghantarkan obat pada lokasi aksi dan mempertahankan obat tetap berada pada lokasi tersebut.

(11)

Mekanisme untuk sistem pelepasan terkontrol dengan menggunakan polimer :

Mengendalikan laju difusi

Bioerosi atau degradasi

Mengembang (Swelling) atau dengan tekanan

osmotik

(12)

Kelebihan:

Mengurangi fluktuasi kadar obat dalam darah

Mengurangi frekuensi penggunaan obat

Mengurangi penggunaan dosis obat

Mengurangi efek samping obat pada GI

Meningkatkan efikasi dan bioavailabilitas obat

Meningkatkan kepatuhan pasien

(13)

Kekurangan:

Membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai

konsentrasi obat dalam tubuh yang dapat memberikan efek terapi

Peningkatan bioavailabilitas bervariasi

Menambah efek metabolisme lintas pertama

Dose dumping

Kecenderungan over dosis karena konsentrasi yang terus berkelanjutan

Dosis kurang fleksibel

(14)

Kriteria obat yang TIDAK SESUAI untuk sistem penghantaran obat oral terkontrol

memiliki waktu paruh yang panjang dan yang terlalu pendek.

(idealnya 2-4 jam).

Signifikan dimetabolisme lintas pertama

Absorpsi yang rendah pada saluran cerna

Kelarutan yang rendah

Konsentrasi obat yang tidak sesuai dengan aksi farmakologi

atau efek terapi.

(15)

Kadar obat yang konstan dalam darah pada sistem pelepasan terkendali rute oral dapat tercapai dengan cara:

Mengatur laju pelepasan API dari bentuk sediaan obat.

Adanya API yang segera dilepaskan (immediated) dan API cadangan (Maintenance) dalam tubuh.

Keterbatasan dalam mendesain sistem:

i. Dosis API vi. Waktu paruh

ii. Ukuran molekul API vii. Stabilitas iii. pH API viii. Absorbsi

iv. Kelarutan ix. metabolisme

v. Koefisien partisi x. Batas keamanan, Toksisitas dan Respon klinis.

(16)

Proses Absorpsi Obat dalam saluran cerna

Obat pada umumnya dapat diabsorpsi pada saluran cerna mulai dari mulut (mukosa), lambung, usus halus, kolon dan rektum.

Obat diabsorpsi dengan cara

Transselular pasif

Paraselular pasif

Transpor aktif

Fagositosis

Pinositosis

Endositosis

(17)

Anatomi Fisiologis saluran cerna:

Luas permukaan ± 50 m2

Waktu transit efektif ± 8 jam

pH bervariasi

Lambung memiliki pilorus dgn ukuran terbatas dan keberadaan rongga udara

Mikroflora yang bervariasi

Jumlah dan jenis enzim yang beragam

(18)
(19)

Desain Sistem Penghantaran Obat Oral

Sistem pelepasan terkontrol-disolusi

Pelepasan obat dikontrol → mengendalikan laju disolusi polimer sebagai eksipien dalam sediaan obat.

Selain itu laju disolusi polimer juga dapat dikendalikan dengan ada/tidaknya reaksi kimia dengan subunit polar pada polimer

sistem pelepasan terkontrol disolusi terbagi:

Enkapsulasi disolusi terkontrol

Matriks disolusi terkontrol

(20)

Enkapsulasi disolusi terkontrol

obat disalut dengan polimer yang kelarutannya lambat/rendah

Kecepatan pelepasan obat dikendalikan dengan

mengatur ketebalan dan laju disolusi dari polimer penyalut

Cth: Mikroenkapsulasi → mikrokapsul (obat terjerap

didalam polimer penyalut).

(21)

Matriks disolusi terkontrol

O

bat terdispersi didalam matriks polimer

Pelepasan obat dikendalikan dengan mengatur

laju difusi dan laju disolusi matriks polimer.

(22)

Pelepasan Obat Terkontrol Osmotik

Pelepasan obat dikendalikan dengan laju difusi pembawa melewati suatu membran semipermeabel dan tekanan osmotik yang dihasilkan oleh agen osmotik.

Sistem ini dapat tergantung pada pH sehingga dapat menjadi sistem sustained release untuk sistem penghantaran oral

Ada 2 tipe yaitu:

a) Miniosmotik pump

b) Elementary osmotik pump

(23)

Miniosmotik pump

sistem ini →letak resevoir obat terpisah dengan agen osmotik.

Bagian

kompartemen osmotik terdapat membran semipermeabel

yang menjadi barier terhadap pelepasan obat.

(24)

Elementary osmotik pump/OROS

Pada sistem ini agen osmotik beserta obat berada dalam satu tempat yang dikelilingi oleh membran semipermeabel.

• Sistem OROS dapat meningkatkan kualitas sistem

terapetik obat terhadap pasien dengan mengontrol efek farmakologi karena adanya konsentrasi obat

yang konstan didalam plasma.

• Acutrim by Alza’s OROS system : phenylpropanolamine

(not produce adrenergic-like side effect)

(25)

Pelepasan Terkontrol Difusi

Pada sistem ini pelepasan obat dikendalikan dengan cara mengatur koefisien difusi obat melewati suatu membran polimer.

Penurunan koefisien difusi obat dengan cara meningkatkan berat molekul, ukuran partikel, kristalisasi polimer dan

bahan tambahan lain pada polimer.

Meningkatkan koefisien difusi obat dengan cara

meningkatkan zat pemplastis (plasticizer) dan pelarut pengembang dalam polimer.

Cth: hydrogel, resevoir device dan matriks device

(26)

Pelepasan terkontrol kimiawi

Reaksi kimia yang terjadi seperti pelarutan matriks polimer atau pelepasan obat dari rantai polimer. Pelepasan solute

dikontrol oleh bentuk geometrik dari polimer.

Sistem ini terdiri atas 2 golongan yaitu:

Hidrolisis sistem

Enzimatik sistem

Obat dapat terdispersi dalam matriks polimer atau ter- enkapsulasi.

(27)

Mekanisme pelepasan obat:

Biodegradasi/bioerosi bertahap dari polimer yang mengandung obat.

Biodegradasi rantai polimer yang tidak stabil dimana obat terikat pada rantai tersebut

Difusi obat dan biodegradasi mikrobeads

(28)

Aksi kinetika pada sistem ini tergantung pada:

Komposisi kimia dari polimer

Kelarutan obat dalam polimer

Aspek penyiapan dari matriks polimer

Semua produk degradasi harus termetabolisme atau tereksresi tanpa terakumulasi banyak atau

permanen dalam tubuh setelah semua obat dapat

dilepaskan.

(29)

Polimer yang dapat digunakan dalam sistem

pelepasan bioerodasi dan biodegradasi antara lain:

Polylactides (PLA)

Polyglycolides (PGA)

Polylactide-co-glycolides (PLGA)

Polyanhydrides

Polyorthoesters

(30)
(31)

Bentuk lain dari sistem penghantaran obat oral terkendali

Resin Penukar ion

❖Resin : water insoluble materials containing salt-forming groups

❖Prolonged and sustained release over 8 to 12 h into the GI tract

❖Drug release depends on pH, electrolyte, property of resin

❖Resin-drug complex : increase stability of the drug by protecting from hydrolysis or degradative enzymes, improve palatability of the

formulation

❖Preparation by mixing the resins with a drug solution → drug-resin complex washed & dried

✓By repeated exposure of the resin to the drug in a chromatographic column

✓By prolonged contact of the resin to the drug

(32)

Rate of diffusion

controlled by the area of diffusion, diffusional path length and the amount of cross-linking agent (i.e., rigidity of resin)

Modified by coating the drug-resin complex

(by microencapsulation process)

Polystyrol resin for oral depot preparations of alkaloids such as ephedrine and amphetamine

Alkaline exchange resin : prolong release rate

(33)

Prodrug

– Prodrug is a chemical derivative of a drug that is bioconvertible into the active parent drug or an active metabolite responsible for the therapeutic effect

– Prodrug cleavage by enzymatic or hydrolytic cleavage

➢Increase intestinal absorption

➢Reduce local side effect such as irritation

– Water soluble derivative of a water soluble drug

➢A substrate for enzyme in the surface coat of the brush border region of the microvillus membrane

– Less soluble prodrug

➢Slow dissolution rate

– Classifications of prodrug : lipophilic drugs (include slightly sol salt-quinidine, esters-enalapril or complexes) & water-soluble prodrug (exp: fosfenitoin)

(34)

Tujuan Penggunaan Prodrug:

Modifikasi kelarutan (meningkatkan/menurunkan)

Menutup rasa pahit

Meningkatkan lipofilisitas

Meningkatkan absorbsi

Menurunkan efek samping lokal

Mengganggu distribusi jaringan obat asal/induk

Prodrug ideal :

tidak menunjukkan aktivitas farmakologi

eliminasi lebih lambat dari obat induk (parent compund)

nontoksik

biaya pembuatan tdk mahal

(35)

Sistem Penghantaran Oral Dengan

Perpanjangan Waktu Transit (Gastroretentif)

(36)

a. Keuntungan sistem:

Meningkatkan ketersediaan hayati bagi beberapa API yang memiliki tempat absorpsi yang spesifik di GI.

Dapat menghasilkan pelepasan yang lambat

b. Waktu transit ideal : 24 jam

c. Kriteria Obat:

Waktu paruh eliminasi pendek

Tempat absorbsi terbatas/spesifik

Tempat absorpsi jelek/rendah di usus

Stabil dalam suasana asam

Sistem Penghantaran Oral Dengan Perpanjangan Waktu Transit

(Gastroretentif)

(37)

Tipe Sistem Gastroretentif

Swelling

Floating

Bioadhesif

High density system

(38)
(39)

Swelling System (Sistem Mengembang)

Sistem ini dapat bertahan dilambung karena ukurannya yang relatif besar dan tidak lolos melalui pilorus

Tersusun atas beberapa matriks

Pada umumnya digabung dengan sistem floating

Biasanya disalut untuk mempertahankan keutuhan

sistem

(40)

Cont.bahan pengembang : Carbopol 934 dgn PVP XL

Cont.penyalut :

Kombinasi Eudragit RL 30 D (meningkatkan permeabilitas) dgn

Eudragit NE 30 D (meningkatkan elastisitas, ketegaran lapisan

dan memperlambat difusi)

(41)

Mekanisme:

Sediaan memiliki BJ yang lebih rendah dari pada BJ cairan lambung sehingga dapat mengapung pada

permukaan cairan lambung dan bertahan selama tidak terjadinya pengosongan lambung.

Metode yang digunakan:

Effervescent

Non effervescent

Sistem mengapung (floating)

(42)

Yang termasuk kedalam sistem non effervescent:

Hydrodinamically Balanced System/ Colloidal Gel Barrier System

Microballon/ Hollow Microsphere

Alginat beads

Microporous Compartement System

Yang termasuk kedalam sistem effervescent:

Gel forming+Gas generating

(43)

Sistem Mukoadhesif/Bioadhesif

Mekanisme:

Sediaan bertahan lama dilambung karena menempel kuat pada dinding saluran cerna (mukus/langsung dipermukaan sel mukosal) dengan gaya elektrostatik dan ikatan hidrogen.

Contoh: Policarbopol

(44)

Kelemahan ketiga sistem

Sistem floating membutuhkan makanan utk memperlambat waktu pengosongan lambung

Tempat bertahannya sistem tdk selalu cocok dengan tempat absorbsi

Sistem bioadhesive; pembentukan ikatan dihambat oleh sifat asam dari asam lambung dan terjadinya pembaharuan lap.mucus

Sistem “swelling” digabung “floating” →tidak mengganggu aktivitas sal.cerna (pengosongan lambung)

(45)

TUGAS:

Membaca sistem penghantaran sediaan kolon tertarget

Meringkas materi kuliah

Mencari dan meringkas jurnal yang berkaitan dengan perkembangan sistem penghantaran sediaan oral dan kolon (Oral DDS dan Colon-DDS) terhadap keberhasilan terapi

(46)

Any Question ?

Date//Time//Year

Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka

Wassalammualaikum

warahmatullahi wa barakatuh

Referensi

Dokumen terkait

1) Jenis obat yang digunakan terbatas (bobot molekul kurang dari 500 Dalton). 2) Sistem transdermal tidak cocok untuk obat yang dapat mengiritasi kulit. 3) Tidak semua bagian tubuh

Aplikasi sistem pakar pemilihan obat antihipertensi dan interaksi obat makanan ini dapat melakukan proses penelusuran fakta dengan baik sesuai dengan kondisi

Jenis microneedle yang sesuai untuk penghantaran vaksin adalah dissolving microneedle (DMN) karena lebih aman dibandingkan dengan jenis microneedle lainnya karena

Aplikasi Resep Obat tradisional Indonesia adalah aplikasi yang berisi tentang resep obat tradisional serta manfaat tanaman obat, aplikasi ini dapat diakses pada

Pradipta Cakrawala Pacific, agar dapat menentukan tampilan atau kebutuhan user yang diperlukan dalam pembuatan aplikasi sistem distributor obat.. Dokumen yang dimaksud

Pegawai memberikan data pembelian obat yang berisi nama obat, jumlah obat ke sistem kemudian sistem akan menghasilkan bukti pembayaran ke pembeli dan laporan

Penelitian ini mengembangkan aplikasi yang akan digunakan pada Sistem Informasi Persediaan Obat, dengan studi kasus Apotik Cahaya meliputi persediaan obat,

Dokumen ini berisi tentang proses produk halal dan prinsip dasar sistem jaminan produk