• Tidak ada hasil yang ditemukan

Skistosomiasis

N/A
N/A
12 I Gusti Ayu Putu Widi Adnyani

Academic year: 2024

Membagikan "Skistosomiasis"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

SHISTOSOMIASIS

Epidemiologi

Morfologi

Manifestasi Klinis

➔ Schistosoma hematobium

- Acute schistosomiasis: dermatitis dengan gambaran pruritic papullar lesion pada daerah penetrasi

- Batuk & demam disesbabkan migrasi schistosomula - Chronic schistosomiasis:

Gejala urogenital: dysuria & hematuria, granuloma akibat hipersensitivitas thd telur→ nodul besar→ cystic glandularis→

fibrosis

Uropati obstruktif: fibrosis→ hydroureter & hidronefrosis Karsinoma kandung kemih: metaplasia epitel kandung kemih

➔ Schistosoma mansoni

- Cercarial dermatitis: “swimmer itch”→ maculopapular rash (2-3 hari setelah penetrasi serkaria)

- Acute schistosomiasis: Katayama fever → Telur yang diproduksi cacing dewasa memicu antigen kompleks imun, serum like illness→

demam, limfadenopati generalisata, hepatosplenomegaly, eosinophilia

Fitur Schistosoma haematobium

Schistosoma mansoni

Schistosoma japonicum Habitat cacing

dewasa

Kandung kemih dan pelksus vena pelvis

Aliran vena regio seigmoidorectal

Aliran vena area ileocecal

Tegument/kulit Tubercle

(tonjolan tumpul) kecil

Papila besar dengan spine

Halus

Tempat telur di temukan

Urin Feses Feses

Tubuh terdiri atas kepala dan ekor Kepala→ 2 sucker (oral & ventral) Ekor→ bifurcated tail

(2)

- Chronic schistosomiasis:

➔ Schistosoma japonicum

- Manifestasi mirim Schistosoma mansoni namun lebih berat karena telur yang dihasilkan lebih banyak dan ukurannya lebih kecil→

cercarial dermatitis, acute schistosomiasis

- Chronic schistosomiasis: intestinal, hepatosplenic, CNS, paru-pari, ginjal, karsinoma (kolorektal & hati)

AMEBIASIS

Definisi

Infeksi protozoa yang menyebabkan disentri amoeba. Disentri adalah diare dengan inflamasi

Etiologi

Entamoeba histolytica, memiliki 2 bentuk

 Cyst dengan dinding refractile, infectious stage

 Trophozoites, mobile dengan diameter 15-30 mm

Epidemiologi

- Parasit tersebar di seluruh dunia sering ditemukan di Central America, western South America, southern Africa, India

Patofisiologi+life cycle

!! E. histolytica bisa menyebabkan invasive infection 10% tapi lebih sering menyebabkan non-invasive infection 90%

Kista yang dikeluarkan bersamaan dengan feses, dapat mengkontaminasi makanan atau air kemudian tertelan. Kista ini masuk ke gaster dan berhasil bertahan kemudian memasuki small intestine, di small intestine kista akan pecah (exystation) menjadi trophozoite. Trophozoites menuju ke colon untuk

berkolonisasi.

(3)

➔Non invasive infection

Trophozoites akan masuk ke lapisan mukosa colon kemudian melakukan pembelahan biner sehingga terbentuk kista yang baru, proses ini disebut encystation. Kista yang banyak terbentuk ini kemudian keluar bersama feses tanpa menimbulkan efek invasive di tubuh, kista yg keluar bersama feses dapat menginfeksi orang lain. Gejala yang mungkin timbul berupa diare

➔Invasive infaction

Trophozoites selain berkolonisasi di lapisan mukosa juga berkoloni di sel epitel, sehingga epitel lisis dan mati lalu menimbulkan ulcer di colon. Sel” yang lisis mengundang neutrophil datang sehingga pelepasan sitokin memicu kerusakan sel yang lebih parah.

Trophozoites juga bisa masuk ke aliran darah kemudian meyebar dan menginfeksi organ lain seperti hepar, paru-paru, dan otak lalu menimbulkan abses

Manifestasi Klinis

!!Kebanyakan pasien asimtomatik, symptom muncul 1-3 minggu setelah kista tertelan

 Gejala non invasive

o Diare/konstipasi bisa keduanya secara bergantian

o Flatuence (timbunan gas di abdomen shg timbul discomfort o Nyeri abdominal

 Gejala invasive

o Tenderness di liver, colon ascendant. Berkaitan dengan pembentukan abses.

▪ Abses hepar biasanya di salah satu lobus

▪ Lebih sering di laki-laki

▪ Gejala berupa nyeri di bahu kanan, demam, menggigil, mual, muntah, bb turun, jaundice

▪ Ada resiko perforasi solid organ o Demam

o Tinja mengandung mucus dan darah, trophozoites hidup o Peritonitis

o Toxic megacolon Histopatologi

Ulcer, penebalan mukosa, mukosa edema. Ulcer berbentuk labu mungkin terlihat di lapisan submucosa

Faktor Resiko

- Wilayah dengan sosial ekonomi rendah kurang sanitasi (penyebaran fecal-oral)

Diagnosis

- Anamnesis - Pemeriksaan fisik - Pemeriksaan penunjang

o Feses examination unt mencari keberadaan kista o Immunoassay

o PCR

o Immaging (terutama unt extraintestinal infection)

o Pemeriksaan darah: peningkatan WBC, eosinophilia, peningkatan bilirubin dan enzim transaminase, anemia ringan, peningkatan LED (laju endap darah)

Management - Hidrasi

- Metronidazole 500 mg oral setiap 6-8 jam selama 7-14 hari - Tinidazole 2 g oral once selama 3 hari

- Aspirasi untuk abses Komplikasi

• Toxic megacolon

• Fulminant necrotizing colitis

• Rectovaginal fistula

• Ameboma

(4)

• Intraperitoneal rupture of liver abscess

• Secondary bacterial infection

• Extension of infection from the liver into the pericardium or pleura

• Dissemination in the brain

• Bowel perforation

• Stricture of the colon

• Gastrointestinal bleeding

• Empyema

Diagnosis Banding

• Colitis caused by E. coli, Yersinia, or Campylobacter

• Pericarditis

• Perforated bowel

• Diverticulitis

• Hepatitis A

• Cholecystitis

• Shigellosis/salmonellosis Prognosis

- Dengan penanganan yang baik prognosis baik

- Prognosis menjadi lebih buruk kalau terjadi perforasi atau pada populasi spt ibu hamil, ibu pasca melahirkan, neonates, individu mallnutrisi, penggunaan steroid, pasien dengan malignant

KIE

- Hindari air yang punya kemungkinan terkontaminasi

- Membawa botol minum saat berlibur untuk memastikan sumber air minum aman

- Purify air dengan tetraglycine hydroperiodide - Kupas kulit buah sebelum dimakan

- Mencuci bahan makanan sebelum dimasak

Referensi

Dokumen terkait

sebuah sistem yang digunakan untuk mendiagnosa penyakit. kandung

Sistitis adalah inflamasi kandung kemih yang paling sering disebabkan oleh menyebarnya infeksi dari uretra (Brunner & Suddarth, 2002).. Sistitis adalah infeksi kandung

Apakah anda mempunyai saudara kandung yang menderita penyakit batu saluran kemih?. Dimana saudara kandung anda

Vena-vena ini melalui permukaan kandung empedu langsung ke hati dan bergabung dengan vena kolateral dari saluran empedu bersama dan akhirnya menuju vena portal.. Aliran limfatik

Tingginya perban- dingan % radioaktivitas pada sistim ekskresi (ginjal dan kandung kemih) terhadap organ organ lain menunjukkan sifat farmakokinetika yang

Beberapa klinisi dibagian bedah, anak, penyakit dalam sering meminta pemeriksaan USG kandung kemih yang disertai ukuran penebalan dinding kandung kemih untuk kasus infeksi

Infeksi cacing pita atau taeniasis ialah penyakit zoonosis parasiter yang disebabkan cacing pita yang tergolong dalam genus Taenia (Taenia saginata, Taenia solium dan

Laserasi kandung kemih ekstraperitoneal juga dapat disebabkan oleh fragmen tulang.7 Ruptur kandung kemih ekstraperitoneal yang kompleks dapat menyebabkan kebocoran urin ke paha, penis,