Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah penggunaan pendekatan PMR dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas III. kelas SDN 3 Purwodadi Trimurjo Lampung Tengah tahun ajaran 2018/2019. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan pendekatan pendidikan matematika realistik (PMR) dapat meningkatkan hasil belajar Matematika kelas III di SD Negeri 3 Purwodadi. Hal ini terlihat dari hasil belajar siswa yang meningkat dari I. menjadi II.
Mengalami peningkatan sebesar 37% dari Siklus I ke Siklus II berarti hasil belajar siswa yang mencapai KKM ≥ 65 mencapai 75% pada akhir siklus.
PENDAHULUAN
- Latar Belakang Masalah
- Identifikasi Masalah
- Batasan Masalah
- Rumusan Masalah
- Manfaat Penelitian
- Penelitian Relevan
- Hasil Belajar
- Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar
- Indikator-indikator Hasil Belajar
- Kriteria Hasil Belajar
- Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik (PMR)
- Pengertian Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik (PMR) Pendidikan Matematika Realistik merupakan teori belajar mengajar
Berdasarkan uraian di atas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Penerapan Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik (PMR) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Di SDN 3 Purwodadi Trimurjo Lampung Tengah Tahun Pelajaran 2018/2019”. Permasalahan penelitian ini dibatasi pada penerapan pendekatan pendidikan matematika realistik (PMR) untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas III di SDN 3 Purwodadi Kecamatan Trimurjo Lampung Tengah tahun ajaran 2018/2019. Penelitian Putri Tiurma Tampubolon berjudul “Penggunaan Model Pembelajaran Matematika Realistik Indonesia Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SD”.
Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II.
ملعلا باتك (
Karakteristik Pendidikan Matematika Realistik
Oleh karena itu, diperlukan karakteristik yang lebih spesifik untuk membedakan PMR dengan pendekatan lainnya. Masalah yang dijadikan sebagai titik tolak pembelajaran harus bersifat nyata bagi siswa agar dapat terlibat langsung dalam situasi yang sesuai dengan pengalamannya. Hubungan antara bagian-bagian dalam matematika, dengan disiplin ilmu lain dan dengan masalah lain dari dunia nyata diperlukan sebagai satu kesatuan yang saling terkait dalam pemecahan masalah.
Ciri khusus tersebut adalah adanya konteks permasalahan realistik yang menjadi titik tolak pembelajaran matematika, serta penggunaan model untuk menjembatani dunia abstrak matematika dengan dunia nyata.
Prinsip Pendidikan Matematika Realistik
Interaksi antara guru dengan siswa dan siswa dengan siswa merupakan unsur penting dalam pembelajaran matematika. Siswa dapat berdiskusi dan berkolaborasi dengan siswa lain, bertanya dan menjawab pertanyaan, dan menilai pekerjaan mereka. Kontribusi siswa, agar siswa dapat membuat pembelajaran konstruktif dan produktif, artinya siswa sendiri yang memproduksi dan mengkonstruksi (yang dapat berupa algoritma, kaidah atau aturan), sehingga dapat membimbing siswa dari tataran matematika informal ke formal. matematika.
Langkah-Langkah Pendidikan Matematika Realistik (PMR)
Didominasi oleh masalah dalam konteks, ia melayani dua hal, yaitu sebagai sumber dan sebagai aplikasi konsep matematika. Penerjemahan ulang dari solusi matematis menjadi solusi nyata, termasuk identifikasi batasan solusi.30 Berdasarkan uraian pendapat di atas, diketahui bahwa penerapan PMR diawali dengan munculnya masalah realistik. Dilanjutkan dengan proses pemecahan masalah yang terjadi di dunia matematika dan menerjemahkan kembali ke dalam solusi dunia nyata.
Hasil dari proses ini kemudian dipublikasikan dalam diskusi kelas dan diakhiri dengan kesimpulan tentang solusi dari permasalahan tersebut.
Kelebihan dan Kekurangan Pendidikan Matematika Realistik a. Kelebihan Pendidikan Matematika Realistik
Lain halnya dengan Wijaya yang menjelaskan proses matematisasi untuk menyelesaikan masalah realistik dalam penerapan PMR sebagai berikut. PMR membekali siswa dengan pemahaman yang jelas dan operasional tentang hubungan antara matematika dan kehidupan sehari-hari dan penggunaan matematika secara umum untuk masyarakat. PMR memberikan pemahaman yang jelas dan operasional kepada siswa bahwa dalam pembelajaran matematika proses pembelajaran merupakan hal yang utama, dan untuk mempelajari matematika seseorang harus melalui prosesnya sendiri dan berusaha menemukan konsep dan materi matematika lainnya dengan bantuan pihak lain yang sudah mengetahuinya. guru ).
Pemilihan alat peraga harus cermat agar alat peraga yang dipilih dapat membantu proses berpikir siswa sesuai dengan tuntutan PMR.
Matematika
- Pengertian Matematika
- Pembelajaran Matematika
- Tujuan Pembelajaran Matematika
- Ruang Lingkup
Dari penjelasan di atas dapat dipahami bahwa proses pembelajaran matematika dilakukan secara terus menerus, dimulai dari pembelajaran konsep dan dilanjutkan dengan hasil pembelajaran matematika pada tingkat yang lebih tinggi lagi. Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian dan minat dalam mempelajari matematika, serta ulet dan percaya diri dalam memecahkan masalah. Namun, jika ukuran persegi besar, sulit untuk menghitung luasnya dengan menghitung jumlah kuadrat satuan.
Kita hitung banyaknya petak satuan, ternyata ada 8, maka luas persegi panjang ABCD adalah 8 petak satuan.
Variabel dan Definisi Operasional Variabel
- Variabel Bebas (Pendekatan PMR)
- Variabel Terikat (Hasil Belajar)
Variabel bebas (independen) adalah variabel yang mempengaruhi atau menyebabkan perubahan atau munculnya variabel terikat (tergantung) 49. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pendekatan PMR. Siswa mencoba berbagai strategi untuk memecahkan masalah tersebut sesuai dengan pengalamannya, dapat dilakukan secara individu atau kelompok. Setelah menyepakati strategi terbaik melalui diskusi kelas, siswa diajak untuk menarik kesimpulan dari pembelajaran yang sedang berlangsung.
Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau hasil akibat adanya variabel bebas.50 Berdasarkan pengertian tersebut, maka variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa.
Setting Penelitian
Subjek Penelitian
Prosedur Penelitian
- Perencanaan
- Pelaksanaan
- Pengamatan
- Refleksi
- Observasi
- Dokumentasi
Tahapan ini berisi persiapan tindakan yang akan dilakukan, tentang apa atau bagaimana tindakan tersebut dilakukan. Artinya masalah yang akan diteliti merupakan masalah faktual yang terjadi di kelas, dan penting untuk dipelajari serta bermanfaat dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Menentukan topik dan sub topik yang akan dipelajari, sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar dalam RPP dan Silabus.
Tes ini digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan atau hasil belajar siswa dalam kaitannya dengan materi yang telah dipelajari siswa dengan standar prestasi belajar yang diselaraskan dengan KKM pada mata pelajaran matematika.
Instrumen Penelitian
- Lembar Observasi
- Instrumen Tes
- Instrumen Dokumentasi
Guru mengamati kemajuan diskusi kelas dan memberikan umpan balik sambil mendesak siswa untuk menemukan strategi terbaik dan menemukan aturan atau prinsip yang lebih bersifat umum. Tes digunakan sebagai alat untuk memperoleh data hasil belajar siswa pada materi sifat-sifat benda. Alat dokumentasi digunakan untuk mengambil data aktivitas dan hasil belajar siswa dari data yang ada berupa video dan gambar, serta data profil sekolah meliputi sejarah, kondisi guru, kondisi siswa, struktur organisasi dan rencana lokasi SDN 3 Purwodadi.
Teknik Analisis Data
Indikator Keberhasilan
- Sejarah Singkat Berdirinya SDN 3 Purwodadi
- Data Guru
- Struktur Organisasi SDN 3 Purwodadi
- Denah Lokasi SDN 3 Purwodadi
Saat itulah masyarakat Purwodadi mengusulkan kepada kepala desa untuk membangun SD di Purwodadi, maka dibangunlah gedung SDN 3 Purwodadi. Visi SDN 3 Purwodadi adalah “Menyelenggarakan pembelajaran yang efektif, efisien, dan kreatif untuk mewujudkan siswa yang cerdas dan terampil berlandaskan iman dan taqwa”. Kep.Sek/PKN IV, V, VI S1 PGSD 2 Farida Haryani, S.Pd Guru Kelas III S1 STKIP PGRI Metro.
Hasil Penelitian
- Pelaksanaan Siklus I
- Pertemuan Pertama
- Pertemuan Kedua
- Pelaksanaan Siklus II
Sebelum kegiatan pembelajaran dimulai, guru memberikan salam pembuka dan mengajak siswa berdoa, mengecek kehadiran siswa, mengaktifkan siswa untuk siap belajar, mengkomunikasikan tujuan pembelajaran, dan mengkaji pengetahuan awal siswa tentang materi pelajaran. konsep keliling persegi dan persegi panjang. Untuk memperjelas, guru menjelaskan keliling persegi dan persegi panjang dengan menggunakan contoh nyata yaitu tempat pulpen milik siswa. Guru menggambar bangun datar persegi dan persegi panjang Guru menjelaskan cara mencari keliling persegi dan panjangnya dengan menjelaskan gambar-gambarnya.
Kemudian guru bertanya kepada siswa lain cara menghitung keliling persegi dan persegi panjang, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 4-4. Pertemuan kedua berlangsung pada hari Sabtu, 11 Mei 2019 dengan materi penyelesaian masalah yang berkaitan dengan keliling, luas persegi dan persegi panjang. Sebelum kegiatan pembelajaran dimulai, guru memberikan salam pembuka dan mengajak siswa berdoa, mengecek kehadiran siswa, mengaktifkan siswa untuk siap belajar, mengkomunikasikan tujuan pembelajaran dan mengkaji pengetahuan awal siswa tentang konsep keliling persegi dan persegi panjang.
Guru meminta siswa menyebutkan benda-benda di sekitarnya yang berbentuk persegi dan persegi panjang. Guru menunjuk salah satu siswa untuk maju menghitung luas persegi dan persegi panjang. Sebelum kegiatan pembelajaran dimulai, guru memberikan salam pembuka kemudian mengajak siswa berdoa, mengecek kehadiran siswa, mengaktifkan siswa untuk siap belajar, menyampaikan tujuan pembelajaran, dan menelaah pengetahuan awal siswa tentang konsep keliling dan luas persegi dan persegi panjang.
Guru meminta siswa membuka buku teks sesuai dengan materi yang akan dipelajari materi untuk siswa tentang konsep keliling dan luas persegi dan persegi panjang. Guru mengajarkan kepada siswa langkah-langkah mengerjakan contoh soal yang berkaitan dengan soal menggunakan keliling dan luas persegi dan persegi panjang.
Pembahasan
- Analisis Hasil belajar Siswa
- Analisis Hasil Observasi Aktivitas Mengajar Guru dengan Penerapan Pendekatan PMR Pendekatan PMR
Terjadi peningkatan hasil belajar siswa yang memenuhi indikator keberhasilan, sehingga tidak perlu diadakan siklus berikutnya. Berdasarkan hasil penelitian, tingkat ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I rata-rata 44% dan pada siklus II 81%. Mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 37% artinya hasil belajar siswa yang memenuhi KKM ≥65 mencapai 81% pada akhir siklus.
Berdasarkan hasil analisis, secara umum hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Peningkatan tersebut karena guru dan siswa memahami bagaimana pembelajaran dilakukan yaitu pembelajaran yang berorientasi pada penerapan pendekatan Realistic Mathematics Education (RMA). Pembelajaran matematika dengan penerapan pendekatan PMR di kelas III SDN 3 Purwodadi dilaksanakan sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran dalam RPP yaitu: 1) kegiatan pendahuluan, pembelajaran diawali dengan masalah-masalah kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan tujuan pelajaran. matematika, 2) pada kegiatan inti terdapat masalah nyata atau nyata, siswa secara individu menggunakan model, dapat membangun dan menjalin interaksi, dan dalam hal ini guru berperan sebagai fasilitator untuk membantu kegiatan siswa, 3) pada kegiatan penutup dilakukan refleksi diberikan. tentang adanya koneksi dan interaksi. Berdasarkan lembar observasi aktivitas guru dalam penerapan pendekatan PMR terlihat bahwa aktivitas guru mengalami peningkatan dari pertemuan I siklus I ke pertemuan siklus II.
Pada siklus I pertemuan 1 aktivitas guru dalam menerapkan pendekatan PMR berada pada kategori cukup baik dengan persentase 54%. Nilai tersebut belum memenuhi kriteria yang ingin dicapai, oleh karena itu penerapan pendekatan PMR tercermin pada Siklus I untuk selanjutnya diadakan perbaikan kegiatan pembelajaran pada Siklus II. Pada Siklus II pertemuan 1 persentase keaktifan dalam menerapkan pendekatan PMR sebesar 71% dengan kategori sangat baik, angka ini meningkat menjadi 79% dengan kategori sangat baik pada Siklus II pertemuan 2.
Secara umum penerapan pendekatan PMR ini dapat meningkatkan cara mengajar guru menjadi lebih bervariasi dan menciptakan suasana belajar yang lebih menarik serta mampu mengaktifkan siswa yang sebelumnya pasif dalam setiap kegiatan pembelajaran. PMR dapat meningkatkan keterampilan siswa karena PMR memberikan pemahaman yang jelas dan operasional kepada siswa tentang hubungan matematika dengan kehidupan sehari-hari serta kegunaan matematika secara umum bagi masyarakat, yang mana sebelum diterapkan pendekatan PMR ini, hasil belajar siswa masih kurang, siswa juga belum memahami kaitan pembelajaran matematika dengan masalah kontekstual dalam kehidupan sehari-hari.
PENUTUP
Kesimpulan
Saran
Penerapan pendidikan matematika realistik harus mampu memberikan kesempatan kepada guru untuk melaksanakan pembelajaran yang lebih menarik dan kreatif. Peneliti dapat melakukan penelitian lebih lanjut tentang penerapan pendekatan pendidikan matematika realistik (PMR) pada mata pelajaran lain, yang dapat dikembangkan sesuai dengan situasi dan kondisi lapangan. Penerapan pendekatan PMR pada pendidikan matematika realistik untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa kelas V SDN 3 Purwodadi Trimurjo Lampung Tengah tahun ajaran 2016/2017.
Penerapan Model Pembelajaran Matematika Realistik Bahasa Indonesia untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas IV Sekolah Dasar, pada http://ejournal.upi.edu/index.php/jpgsd/article/view/9072 Seri Ningsih.
Kompetensi Dasar
- Kegiatan Pendahuluan (5 Menit)
- Kegiatan Inti (50 Menit) a. Eksplorasi
- Kegiatan Penutup (5 Menit)
Dibawah bimbingan dan bimbingan guru, siswa membuat rangkuman materi tentang cara menghitung keliling persegi dan persegi panjang.
Alat/Bahan dan Sumber Belajar
Kompetensi Dasar
- Kegiatan Pendahuluan (5 Menit)
- Kegiatan Inti (50 Menit) d. Eksplorasi
- Kegiatan Penutup (5 Menit)
Alat/Bahan dan Sumber Belajar
Kompetensi Dasar
- Kegiatan Pendahuluan (5 Menit)
- Kegiatan Inti (50 Menit) g. Eksplorasi
- Kegiatan Penutup (5 Menit)
Dengan bimbingan dan bantuan guru, siswa membuat rangkuman materi menghitung luas persegi dan persegi panjang.
Alat/Bahan dan Sumber Belajar
- Penilaian
Kompetensi Dasar
- Kegiatan Pendahuluan (5 Menit)
- Kegiatan Inti (50 Menit) j. Eksplorasi
- Kegiatan Penutup (5 Menit)
Siswa dibimbing dan difasilitasi oleh guru membuat rangkuman materi menghitung keliling dan luas persegi dan persegi panjang. Indikator : Menghitung Keliling Persegi Panjang dan Persegi Panjang dan dan Mengetahui cara menghitung keliling persegi dan persegi panjang.