PENERAPAN PENDEKATAN PMR (REALISTIC MATEMATICS EDUCATION) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP PADA SISWA KELAS V SDN 3 PURWODADI TRIMURJO LAMPUNG TENGAH. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa kelas V SDN 3 Purwodadi Trimurjo Lampung Tengah tahun ajaran 2016/2017. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pendekatan PMR (Realistic Mathematics Education) dapat meningkatkan kemampuan pemahaman konsep siswa kelas V SDN 3 Purwodadi Trimurjo Lampung Tengah.
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Artinya: “Allah akan meninggikan orang-orang di antara kamu yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”2. Matematika merupakan ilmu yang penerapannya sangat luas dalam berbagai aspek kehidupan, karena banyak permasalahan dalam kehidupan sehari-hari yang perlu diselesaikan dengan menggunakan matematika. Sebagai ilmu yang erat kaitannya dengan kemampuan berpikir dan bernalar, selalu ada proses yang dilalui ketika seorang siswa ingin memahami konsep suatu mata pelajaran.
Identifikasi Masalah
Dalam penelitian ini penulis menonjolkan materi tentang bangun ruang, karena materi ini termasuk materi yang menurut siswa cukup sulit untuk dipahami, dan materi ini juga dapat dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk mengkaji lebih lanjut materi ini dengan menggunakan pendekatan yaitu pendekatan realistik pendidikan matematika. Permasalahan dalam penelitian ini dibatasi pada pengujian penggunaan pendekatan realis pendidikan matematika (PMR) terhadap pemahaman konsep siswa.
Rumusan Masalah
Pendekatan pembelajaran Matematika Realistik ini dapat dijadikan salah satu alternatif pilihan model pembelajaran dalam upaya meningkatkan pemahaman konsep siswa, sekaligus sebagai upaya mengurangi dominasi guru dalam pembelajaran. Pendekatan pembelajaran Matematika Realistik ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah-sekolah tersebut yang pada akhirnya mampu meningkatkan pemahaman konsep siswa secara mendalam. Selain itu, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pada mata pelajaran lain.
Penelitian Relevan
Beberapa penelitian di atas memiliki fokus yang berbeda dengan penelitian yang akan dilakukan kali ini. Meskipun keduanya membahas sedikit tentang penggunaan pendekatan pembelajaran matematika realistik (PMR), namun fokus mereka berbeda pada variabel bebas dan terikat. Pada penelitian yang akan penulis lakukan ini lebih memfokuskan pada penggunaan PMR untuk meningkatkan pemahaman konsep mata pelajaran matematika siswa kelas V SDN 3 Purwodadi Trimurjo Lampung Tengah tahun pelajaran 2016/2017.
Pemahaman Konsep
- Teori Pemahaman Konsep menurut Bloom
- Pengertian Pemahaman Konsep
- Indikator Pemahaman Konsep
Pemahaman konseptual adalah kemampuan untuk menangkap makna, seperti kemampuan untuk mengungkapkan materi yang disajikan dalam bentuk yang lebih dipahami, kemampuan untuk memberikan interpretasi, dan kemampuan untuk menerapkannya. Jadi dapat dijelaskan bahwa pemahaman konsep matematika adalah kemampuan untuk memahami makna atau makna dari suatu ide atau konsep dasar dalam matematika. Kemampuan memahami konsep matematika menuntut siswa untuk dapat menerapkan atau menerapkan apa yang dipahaminya dalam kegiatan pembelajaran.
Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik (PMR)
- Pengertian Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik (PMR) Pendidikan Matematika Realistik merupakan teori belajar mengajar
- Karakteristik Pendidikan Matematika Realistik
- Prinsip Pendidikan Matematika Realistik
- Langkah-Langkah Pendidikan Matematika Realistik (PMR)
Interaksi antara guru dengan siswa serta siswa dengan siswa merupakan unsur penting dalam pembelajaran matematika. Interaksi antara siswa dan antara siswa dengan guru dalam bentuk negosiasi, interpretasi, diskusi, kolaborasi dan evaluasi merupakan kegiatan interaksi dalam pembelajaran matematika. Interaksi yang terjadi dalam pembelajaran matematika menempatkan siswa sebagai pusat dari semua kegiatan kelas.
Matematika
- Pembelajaran Matematika
- Tujuan Pembelajaran Matematika
- Ruang Lingkup
- Sub Bahasan Materi
- Menyebutkan Sifat-Sifat Bangun Ruang a. Prisma Tegak
Memiliki disposisi untuk menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian dan minat terhadap matematika, serta gigih dan percaya diri dalam memecahkan masalah. Dalam penelitian tindakan kelas ini, topik Matematika yang digunakan adalah tentang Membangun Ruang. Bentuk spasial adalah bentuk matematika yang memiliki volume atau volume dan dibatasi oleh himpunan titik yang muncul di seluruh permukaan gambar.
Variabel dan Definisi Operasional Variabel
- Variabel Bebas
- Variabel Terikat
Melalui benda-benda yang disebutkan, guru mengarahkan perhatian siswa pada materi geometri. Pemahaman konsep adalah kemampuan siswa berupa penguasaan sejumlah materi pelajaran, dimana siswa tidak hanya mengenal atau mengingat sekumpulan konsep yang dipelajari, tetapi mampu mengungkapkan kembali dalam bentuk lain yang mudah dipahami, memberikan interpretasi data dan mampu menerapkan konsep yang sesuai dengan struktur kognitifnya. Beberapa indikator pemahaman konsep berdasarkan Peraturan Dirjen Dikdas Nomor: 506/C/Kep/PP/2004 tanggal 11 November 2001, dalam keberhasilan pencapaian peningkatan pemahaman konsep yang ditunjukkan oleh siswa selama proses belajar mengajar dapat dilihat dari beberapa indikator pemahaman konsep sebagai berikut.
Setting Penelitian
Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 3 Purwodadi Trimurjo Lampung Tengah dalam pembelajaran matematika semester genap tahun ajaran 2016 yang berjumlah 13 siswa yang terdiri dari 6 laki-laki dan 7 perempuan.
Prosedur Penelitian
- Perencanaan
- Pelaksanaan
- Pengamatan
- Refleksi
- Dokumentasi
Fase ini berisi persiapan tindakan yang akan dilakukan, tentang apa atau bagaimana tindakan tersebut dilakukan. Artinya masalah yang akan diteliti merupakan masalah faktual yang terjadi di kelas dan penting untuk dipelajari serta bermanfaat dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Menentukan mata kuliah dan mata kuliah yang akan dipelajari sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi inti RPP dan silabus.
Pengamatan ini dilakukan selama proses pembelajaran dengan tujuan untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap tentang proses pembelajaran yang dilakukan dari awal sampai akhir. Data yang dikumpulkan melalui observasi dapat berupa data kuantitatif, seperti hasil respon siswa terhadap tes tertulis, maupun data kualitatif, seperti aktivitas siswa selama mengikuti proses pembelajaran. Tahap ini dilakukan oleh guru dan siswa dengan tujuan meninjau secara menyeluruh tindakan yang dilakukan berdasarkan data yang terkumpul, setelah itu dilakukan evaluasi untuk menyempurnakan tindakan selanjutnya.
Refleksi dalam PTK meliputi analisis, sintesis, dan evaluasi terhadap hasil pengamatan atau tindakan. Observasi ini digunakan untuk mengumpulkan data tentang proses pembelajaran yaitu mengamati proses pembelajaran yang sedang berlangsung. Dalam hal tujuan atau objek yang akan dinilai ada beberapa macam tes dan alat ukur lainnya, diantaranya adalah tes prestasi, yaitu tes yang digunakan untuk mengukur kinerja seseorang setelah mempelajari sesuatu.
Sedangkan tes kinerja diberikan setelah yang bersangkutan telah mempelajari hal-hal yang sesuai dengan apa yang akan diuji.
Instrumen Penelitian
- Lembar Observasi
Lembar observasi merupakan daftar jenis kegiatan yang termasuk dalam indikator penerapan pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik. Lembar observasi digunakan sebagai alat bantu dalam melakukan observasi atau observasi untuk mendapatkan data yang diinginkan. Dalam penelitian ini digunakan lembar observasi untuk kegiatan pembelajaran guru dengan menerapkan pendekatan PMR (Pendidikan Matematika Realistik) selama proses pembelajaran.
Lembar observasi kegiatan pembelajaran guru dengan pendekatan PMR (Pendidikan Matematika Realistik) adalah sebagai berikut. Tes digunakan sebagai alat untuk memperoleh data pemahaman siswa tentang sifat keruangan bangun ruang. Tes diberikan pada awal dan akhir setiap pembelajaran untuk mengetahui seberapa besar pemahaman siswa tentang sifat-sifat bangun ruang.
Kisi-kisi soal tes instrumen pada materi sifat spasial adalah sebagai berikut. Analisis dilakukan untuk melihat aktivitas belajar siswa selama proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran matematika realistik. Analisis kualitatif dilakukan untuk melihat kemampuan pemahaman konsep siswa yang diperoleh dari observasi dan presentasi selama proses pembelajaran.
Salah satu indikator keberhasilan penelitian tindakan kelas ini adalah peningkatan pemahaman konsep siswa dalam pembelajaran matematika dari siklus ke siklus.
- Sejarah Singkat Berdirinya SDN 3 Purwodadi
- Data Siswa
- Struktur Organisasi SDN 3 Purwodadi
- Pelaksanaan Siklus I
- Pertemuan Pertama
- Pertemuan Kedua
- Pelaksanaan Siklus II
Penelitian ini dilakukan di SDN 3 Purwodadi Kecamatan Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa dalam matematika dengan menggunakan pendekatan pendidikan matematika realistik (PMR). Pertemuan pertama pada hari Rabu, 17 Mei 2017 dengan materi tentang sifat-sifat ruang (sifat prisma). Alat evaluasi data dibuat dalam bentuk tes formatif yang diberikan pada setiap akhir siklus untuk mengetahui bagaimana peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep.
Data pemahaman konsep ditunjukkan dengan pre-test dan post-test pada akhir siklus yang diberikan kepada 13 siswa. Remaja Rosdakarya, 2009), h. Hasil Tes Pemahaman Konsep Siswa Siklus I Grafik Hasil Tes Pemahaman Konsep Siswa Siklus I Berdasarkan tabel dan grafik di atas menunjukkan data pemahaman konsep siswa pada mata pelajaran matematika siswa kelas V di SDN 3 Purwodadi.
Pada akhir siklus I diperoleh data bahwa pemahaman konsep siswa meningkat pada setiap sesinya, namun belum memenuhi kriteria keberhasilan yang diharapkan. Data pemahaman konsep ditunjukkan dengan pretest dan posttest pada akhir siklus yang diberikan oleh 13 siswa. Berdasarkan tabel dan grafik di atas, pemahaman konsep pada II. 13 siswa berpartisipasi dalam siklus.
Jika aktivitas guru meningkat maka pemahaman konsep siswa juga meningkat sesuai indikator keberhasilan yang telah ditentukan yaitu 75%.
Pembahasan
- Analisis Hasil Pemahaman Konsep Siswa
- Analisis Hasil Observasi Aktivitas Mengajar Guru dengan Penerapan Pendekatan PMR
Terdapat peningkatan pemahaman konsep siswa yang telah memenuhi indikator keberhasilan sehingga tidak perlu lagi melaksanakan siklus berikutnya. Pembelajaran matematika dengan penerapan pendekatan PMR di kelas V SDN 3 Purwodadi dilaksanakan sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yaitu: 1) kegiatan pendahuluan, pembelajaran diawali dengan masalah kehidupan matematis dalam masalah kehidupan nyata, ada masalah kehidupan nyata, kegiatan pembelajaran nyata, atau ada kegiatan pembelajaran nyata. , siswa secara individu menggunakan model, dapat membangun dan menjalin interaksi, dan dalam hal ini guru sebagai fasilitator untuk membantu kegiatan siswa, 3) pada kegiatan penutup diberikan refleksi dengan adanya keterkaitan dan interaksi. Selama proses pembelajaran, masih ada siswa yang diam dan terlihat bingung ketika ditanyai pertanyaan-pertanyaan provokatif seperti Nabila, Hasanah, Jaki, Maya, Farhan. Berdasarkan lembar observasi aktivitas guru dalam penerapan pendekatan PMR terlihat bahwa aktivitas guru meningkat dari siklus I pertemuan 1 ke siklus II pertemuan 2.
Pada siklus I pertemuan 1 aktivitas guru dalam penerapan pendekatan PMR berada pada kategori cukup baik dengan persentase 58%. Angka tersebut belum memenuhi kriteria yang ingin dicapai, oleh karena itu penerapan pendekatan PMR direfleksikan pada siklus I untuk kemudian diadakan perbaikan kegiatan pembelajaran pada siklus II. Secara keseluruhan penerapan pendekatan PMR ini dapat meningkatkan cara mengajar guru menjadi lebih bervariasi, menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan mampu mengaktifkan siswa yang sebelumnya pasif dalam setiap kegiatan pembelajaran.
PMR dapat meningkatkan keterampilan siswa karena PMR memberi siswa wawasan yang jelas dan operasional tentang hubungan matematika dengan kehidupan sehari-hari dan tentang kegunaan matematika secara umum bagi masyarakat. Sebelum penerapan pendekatan PMR ini, siswa seringkali mengalami kesulitan dalam memahami soal. Siswa juga kurang memahami hubungan antara pembelajaran matematika dengan masalah kontekstual dalam kehidupan sehari-hari. Kesimpulan dari penelitian tindakan kelas yang dilakukan pada siswa kelas V SDN 3 Purwodadi pada mata pelajaran Matematika tahun pelajaran 2016/2017 adalah penerapan pendekatan pembelajaran matematika realistik dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa. Tingkat penguasaan konsep siswa pada Siklus I rata-rata 42,3% dan pada Siklus II 88,5%.
Mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 46,2% yang berarti pemahaman konsep siswa memenuhi KKM.
Saran
Penggunaan pendidikan matematika realistik seharusnya dapat memberikan kesempatan kepada guru untuk melaksanakan pembelajaran yang lebih menarik dan kreatif. Memahami sifat-sifat bentuk dan hubungan antar bentuk Kompetensi Dasar: 6.2 Mengenal sifat-sifat bentuk.
Tujuan Pembelajaran
Materi Ajar
Langkah-Langkah Pembelajaran 1. Kegiatan Pendahuluan
- Kegiatan Inti Eksplorasi
- Kegiatan Penutup
Siswa dan guru mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang belum diketahui siswa tentang sifat-sifat prisma. Guru memberikan kesinambungan dengan memberikan saran kepada siswa untuk mempelajari di rumah materi yang telah dipelajari.
Media, Alat dan Sumber Belajar
Format Kriteria Penilaian 1. Kriteria Penilaian
Kelompokkan daftar objek di samping, yang nomor menunjukkan objek dalam bentuk kotak dan balok.
Tujuan Pembelajaran
Materi Ajar
Langkah-Langkah Pembelajaran 4. Kegiatan Pendahuluan
- Kegiatan Inti
Media, Alat dan Sumber Belajar
Format Kriteria Penilaian 2. Kriteria Penilaian
- Tujuan Pembelajaran
Cobalah menggambar bentuk ruangan yang sesuai dengan bentuk rubik dan bangun ruangan tersebut dalam bentuk lemari es. Pabrik kerupuk membutuhkan 1 bak minyak goreng per minggu untuk menggoreng kerupuk yang akan dipasarkan. Tidak hanya ibu yang menyukai kue, Nisa, ayah, kakak dan adik juga menyukai kue kaleng.
Materi Ajar
- Kegiatan Penutup
- Kegiatan Inti
- Kegiatan Penutup
- Kriteria Penilaian Lembar Penilaian
Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang hal-hal yang belum diketahui siswa tentang sifat-sifat limas. LATIHAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA PADA SIKLUS II (Pertemuan 1) .. Kelompokkan daftar benda-benda di atas yang berbentuk limas. Memiliki sisi yang melengkung seperti selimut kerucut 3. Jarak dari puncak ke alas disebut tinggi kerucut II.
Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang hal-hal yang belum diketahui siswa tentang sifat-sifat kerucut.
PEMBELAJARAN