• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI SITI ISNAINI NPM. 14120655.pdf - IAIN Repository

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "SKRIPSI SITI ISNAINI NPM. 14120655.pdf - IAIN Repository"

Copied!
166
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Matematika merupakan salah satu mata pelajaran dalam kurikulum sekolah dasar tahun 2013 yang nantinya akan digunakan siswa dalam kehidupan sehari-hari. Permasalahan di atas perlu segera diatasi, salah satunya dengan menggunakan metode pemecahan masalah untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Dengan adanya metode pemecahan masalah diharapkan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah dalam matematika.

Identifikasi Masalah

Pemecahan masalah Motede dapat menjadikan pendidikan di sekolah lebih relevan dengan kehidupan sehari-hari, proses belajar mengajar melalui pemecahan masalah dapat mengenalkan siswa pada kecakapan coping dan pemecahan masalah, serta menjadikan siswa lebih kreatif.

Batasan Masalah

Rumusan Masalah

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Penelitian Yang Relevan

LANDASAN TEORI

Pemecahan Masalah

  • Pengertian Masalah
  • Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemecahan Masalah
  • Indikator Pemecahan Masalah

11 Muchlisin Riadi, “Pengertian dan Tahapan Pemecahan Masalah”, Http://Www.Kajianpustaka.Com Diunduh Tanggal 20 Februari 2018. Sikap siswa, meliputi rasa percaya diri, kebulatan tekad, kesungguhan dan kegigihan siswa dalam mencari pemecahan masalah. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah matematis siswa adalah tes berbentuk essay (uraian).

Matematika

  • Pengertian Matematika
  • Tujuan Matematika
  • Ruang Lingkup Pembelajaran Matematika Di Sd/Mi
  • Materi Pembelajaran Matematika

Selain memahami konsep matematika, menjelaskan hubungan antar konsep dalam menerapkan konsep atau algoritma secara fleksibel, akurat, efisien dan tepat dalam menyelesaikan masalah. Ingat lagi bahwa besar sudut siku-siku adalah 180o, jadi jumlah ketiga sudut dalam segitiga tersebut adalah 180o. Besar sudut suatu putaran penuh adalah 360o, jadi jumlah keempat sudut pada segiempat adalah 360o.20.

Metode Problem Solving

  • Pengertian Metode Problem Solving
  • Langkah-Langkah Pelaksanaan Metode Problem Solving
  • Kelebihan Dan Kelemahan Metode Problem Solving

Metode pemecahan masalah berpotensi melatih siswa berpikir kreatif dalam menghadapi berbagai masalah, baik masalah pribadi maupun kelompok, yang dapat dipecahkan sendiri maupun bersama-sama 23 Metode pemecahan masalah bukan hanya metode pengajaran, tetapi juga metode berpikir karena dalam Pemecahan Masalah dapat menggunakan metode lain yang diawali dengan mencari data untuk menarik kesimpulan. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan Metode Pemecahan Masalah dapat mendorong siswa untuk lebih aktif dan berpikir kreatif untuk mencari solusi dalam memecahkan masalah yang dihadapi baik secara individu maupun kelompok. Siswa melaporkan tugas yang diberikan guru25 Berdasarkan penjelasan di atas, bahwa Langkah-Langkah Pemecahan Masalah akan diterapkan sebagai acuan langkah-langkah pembuatan RPP.

Hipotesis Tindakan

Nilai kemampuan pemecahan masalah yang diperoleh dari perhitungan kemudian dikualifikasikan sesuai dengan tabel di bawah ini. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah meningkatnya kemampuan pemecahan masalah siswa dalam pembelajaran matematika dari siklus ke siklus. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah pada mata pelajaran Matematika kelas IV di SDNegeri 2 Bumiharjo Kecamatan Batanghari.

Persentase rata-rata kemampuan pemecahan masalah siswa untuk setiap indikator pada soal pretest yang diberikan guru kepada siswa dapat dilihat pada Tabel 4.4, dan petunjuk penilaian kemampuan pemecahan masalah dapat dilihat pada Tabel 4.3 di bawah ini. Untuk rincian nilai kemampuan pemecahan masalah dari masing-masing indikator yang diambil siswa dapat dilihat di bawah ini. Kemampuan pemecahan masalah siswa berdasarkan skor pretes dapat dilihat pada Tabel 4.11, dan pedoman penilaian kemampuan pemecahan masalah dapat dilihat pada Tabel 4.3 halaman 49.

Skor kemampuan pemecahan masalah siswa pada soal post test yang diberikan guru dapat dilihat pada Tabel 4.13 dan pedoman penilaian kemampuan pemecahan masalah dapat dilihat pada Tabel 4.3 halaman 49. Sementara itu, rata-rata persentase kemampuan pemecahan masalah skor secara keseluruhan mencapai 74% dan termasuk dalam kategori “Baik”. Nilai hasil belajar dan kemampuan pemecahan masalah siswa juga mencapai target yang ditentukan yaitu 60%.

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rata-rata persentase pemecahan masalah matematis siswa dengan Metode Pemecahan Masalah meningkat. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa setelah menerapkan metode pemecahan masalah pada materi pengukuran sudut mengalami peningkatan. Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Menggunakan Model Pembelajaran Generatif (Generative Learning) di SMP”.

Gambar 4. 2  DENAH SDN 2 BUMIHARJO
Gambar 4. 2 DENAH SDN 2 BUMIHARJO

METODE PENELITIAN

Definisi Oprasional Variabel

  • Variabel Bebas (Mtode Problem Solving)
  • Variabel Terikat (Kemampuan Pemecahan Masalah)

Setting Penelitian

Lokasi survei yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah SD NEGERI 2 Bumiharjo Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur. Waktu yang digunakan peneliti untuk melakukan penelitian tindakan kelas adalah selama 2 siklus, 2 kali pertemuan atau tatap muka setiap siklusnya. Berdasarkan rumusan masalah dan tujuan penelitian, maka rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa pada bidang pembelajaran matematika kelas IV SD Negeri 2 Bumiharjo tahun ajaran 2017. / tahun ajaran 2018 sesuai dengan metode pemecahan masalah.

Subjek Penelitian

Prosedur Penelitian

  • Siklus I
  • Siklus II

Pada tahap implementasi ini dilakukan pengelolaan proses pembelajaran Matematika dengan menggunakan Metode Problem Solving. Pada tahap observasi peneliti melakukan observasi terhadap jalannya kegiatan dalam proses pembelajaran dan mencatat hasil observasi untuk melihat aktivitas pembelajaran dengan Metode Problem Solving pada lembar observasi. Kemudian hasilnya dianalisis dan disimpulkan untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan tindakan yang dilakukan dan hasilnya dapat dijadikan acuan penyusunan program siklus berikutnya.

Teknik Pengumpulan Data

  • Tes
  • Observasi
  • Dokumentasi

Observasi merupakan kegiatan observasi (mengumpulkan data) untuk memotret seberapa jauh pengaruh tindakan telah mencapai tujuan 6. Kegiatan observasi dilakukan peneliti untuk mengamati aktivitas siswa dalam mengikuti proses pembelajaran dengan menggunakan metode pemecahan masalah. Dokumentasi dalam penelitian ini berupa foto dan video yang digunakan untuk menggambarkan secara visual kondisi yang terjadi selama proses pembelajaran dan merinci peristiwa-peristiwa penting yang terjadi selama proses pembelajaran jika menggunakan model pemecahan masalah dalam matematika. Selain foto dan video, dokumentasi dalam penelitian ini berupa informasi tentang sekolah, visi dan misi sekolah, informasi tentang guru dan informasi tentang siswa.

Instrumen Penelitian

Teknik Analisis Data

Indikator Keberhasilan

HASIL PENELITIAN dan PEMBAHASAN

Hasil penelitian

  • Deskripsi lokasi penelitian
  • Deskripsi data hasil penelitian

Kegiatan pembelajaran diawali dengan kegiatan persiapan yaitu guru membuka pelajaran dengan salam, guru mengecek kehadiran siswa dan mengkondisikan situasi kelas untuk mengikuti kegiatan pembelajaran, dilanjutkan dengan guru memberikan apersepsi, memotivasi siswa dan mentransfer pembelajaran. tujuan, rincian lengkap dapat dilihat pada lampiran 12 foto 1, 2 dan 3. Selanjutnya beberapa siswa telah maju untuk mempresentasikan hasil pekerjaannya, rincian lengkap dapat dilihat pada lampiran 12 foto 5. Berdasarkan tabel 4.5 diatas dapat dilihat bahwa Hasil belajar soal pretest yang diberikan oleh guru tidak ada yang mencapai nilai ≥ 75 pada pertemuan pertama, sehingga dapat dikatakan 100% siswa tidak tuntas.

Kegiatan pembelajaran diawali dengan kegiatan perkenalan yaitu guru membuka kelas dengan salam, guru mengecek kehadiran siswa dan mengkondisikan situasi kelas untuk mengikuti kegiatan pembelajaran, selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 12 foto 6. Guru membagikan post- menguji soal kepada siswa, dan menjelaskan prosedur penyelesaiannya Guru mempersilahkan siswa untuk bertanya tentang hal-hal yang belum dipahami terkait dengan soal, kemudian siswa mengerjakan soal tersebut, selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 12 foto 8. Untuk mengetahuinya keterampilan pemecahan masalah siswa pada soal post test yang diberikan guru sampai dengan 5 soal dapat dilihat pada tabel 4.6 dan pedoman penilaian keterampilan pemecahan masalah dapat dilihat pada tabel 4.3 halaman 49. Untuk rincian nilai soal keterampilan pemecahan untuk masing-masing indikator yang diperoleh siswa dapat dilihat pada lampiran 9.

Jika dilihat dari hasil masing-masing indikator pemecahan masalah, maka dapat dikatakan bahwa siswa sudah memahami masalah yang dihadapinya dan sudah mulai memahami pelaksanaan langkah-langkah pemecahan masalah tersebut, meskipun dalam kesimpulan tertulis masih banyak siswa yang belum memahaminya. tuliskan, karena siswa terkadang mendapatkan hasil, mereka menganggap, bahwa itu benar tanpa memeriksa kembali jawaban Anda. Berdasarkan tabel 4.7 di atas terlihat bahwa pada siklus 1 pertemuan 2 nilai rata-rata siswa adalah 75 dan siswa yang tuntas mencapai 60%. Berdasarkan tabel 4.12 di atas terlihat bahwa jumlah siswa yang telah menuntaskan pembelajaran pada pertemuan Tingkat 1 II sebanyak 8 siswa dengan persentase 40%.

Hasil observasi observer menunjukkan bahwa pada pertemuan kedua Siklus II siswa mampu menerapkan langkah-langkah pemecahan masalah dengan benar dan sesuai prosedur, sehingga hasil belajar siswa mampu memenuhi target ≥75 dengan nilai rata-rata ≥75. persentase 95% siswa tuntas belajar. Tidak adanya refleksi hasil observasi oleh observer pada siklus II, karena siswa mampu menerapkan langkah-langkah pemecahan masalah dengan benar dan sesuai prosedur.

Pembahasan

Berdasarkan hasil pembelajaran dan pemecahan masalah di atas pada Gambar 4.6 dan Gambar 4.7 terlihat bahwa pencapaian ketuntasan belajar siswa pada akhir siklus mencapai nilai 68% dan nilai rata-rata keseluruhan persentasenya meningkat dalam kemampuan memecahkan tugas matematika siswa di I. dan II. siklus adalah 61%. Berdasarkan pembahasan di atas, dapat dikatakan bahwa metode pengajaran memegang peranan yang sangat penting dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika. Selain metode pembelajaran, hal yang mempengaruhi kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika pada setiap siklusnya adalah aktivitas guru. Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas dan pembahasan yang disajikan dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan metode pemecahan masalah dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa kelas IV SD Negeri 2 Bumiharjo tahun ajaran 2017/ 2018.

Pada Siklus II kemampuan siswa dalam menganalisis masalah mencapai 79%, merencanakan penyelesaian 68%, melaksanakan rencana mencapai 78%, dan menjelaskan atau memverifikasi kebenaran jawaban yang diperoleh mencapai 69%, sehingga rata-rata persentase kemampuan pemecahan masalah secara keseluruhan mencapai 61%. Hidayah Ansori,Irsanti Aulia, “Penerapan Model Pembelajaran Missouri Mathematics Project (Mmp) Pada Pemecahan Masalah Siswa Sekolah Menengah,” Banjarmasin: EDU-MAT Jurnal Pendidikan Matematika, Volume 3, Edisi 1/April 2015. 'Pemecahan Masalah Matematika Kemampuan Melalui Model Pembelajaran Berbasis Masalah Pada Materi Sistem Persamaan Linier Dua Variabel Kelas VII Mtsn Cot Gleumpang'.

Inti  Guru mengingatkan kembali bentuk-bentuk yang telah dipelajari dan mengaitkannya dengan materi yang akan disampaikan. Inti  Guru mengingat kembali makna dan bagian-bagian sudut yang dipelajari dan mengaitkannya dengan materi yang akan disampaikan. Inti  Guru mengingat kembali pengertian dan bagian-bagian, alat ukur sudut dan jenis-jenis sudut yang dipelajari serta mengaitkannya dengan materi yang akan disampaikan.

Inti  Guru mengingat kembali tentang pengukuran sudut pada bangun datar dan mengaitkannya dengan materi yang akan disampaikan.

PENUTUP

Kesimpulan

Persentase rata-rata tiap indikator pada Siklus I, kemampuan siswa menganalisis masalah mencapai 51%, strategi yang direncanakan mencapai 47%, rencana yang dilaksanakan mencapai 52%, dan menjelaskan atau memverifikasi kebenaran jawaban yang diperoleh mencapai 37%. Rata-rata hasil belajar siswa pada Siklus I 33%, Siklus II 68% atau meningkat 35% dan memenuhi target peneliti yaitu 60% siswa tuntas.

Saran

Guru mempersilahkan siswa untuk bertanya tentang hal-hal yang belum dipahami Kesimpulan  Siswa dan guru menarik kesimpulan mengenai Jadi jenis sudut pada gambar tersebut adalah sudut siku-siku dan sudut lancip, sudut terkecil

Segitiga mempunyai sudut A, B, dan C. Ukuran sudut B adalah sama dengan dua kali ukuran sudut A. Ukuran sudut C adalah sama dengan tiga kali ukuran sudut A. Hitung ukuran setiap sudut segi tiga.

FOTO KEGIATAN
FOTO KEGIATAN

Gambar

Gambar 4. 2  DENAH SDN 2 BUMIHARJO
Tabel 4.5 Hasil Belajar
Tabel 4.7 Hasil Belajar
Tabel 4.8 Hasil Belajar Siswa Siklus I
+7

Referensi

Dokumen terkait

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar matematika siswa setelah mengikuti model pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share