• Tidak ada hasil yang ditemukan

Skripsi Mengenai Ilmu Hadis dan Kaligrafi Islam

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Skripsi Mengenai Ilmu Hadis dan Kaligrafi Islam"

Copied!
117
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

2 Arbain Nurdin, “Tradisi Meramaikan Malam Nishfu Sya'ban di Kalangan Santri di Kabupaten Jember: (Kajian Kritis Sanad, Matan dan Sunnah Hidup)”, AL-BANJARI, Vol. Disebut resepsi estetis karena resepsi ini mengungkapkan hadis dengan tujuan estetis, agar lebih mengungkap sisi indah hadis. 4 Arbain Nurdin, “Tradisi Meramaikan Malam Nishfu Sya'ban di Kalangan Santri di Kabupaten Jember: (Kajian Kritis Sanad, Matan dan Sunnah yang Hidup)” hal.

Ketertarikan terhadap bentuk harapan estetis di Jember terlihat dari banyaknya komunitas seni di Jember yang terus mengekspresikan keimanan dan ketaqwaannya serta kecintaannya kepada Nabi Muhammad SAW melalui sarana seni visual, salah satunya kaligrafi. Ekspektasi estetis ini menjadi fenomena yang cukup menarik dalam upaya umat Islam berinteraksi dengan teks-teks suci, dalam hal ini teks hadis. Selanjutnya pada penelitian mengenai persepsi estetika terkait kaligrafi, masih belum ada penelitian yang fokus pada kaligrafi Hilyah Syarifah.

Fokus Penelitian

Dalam kajian Al-Qur’an teori resepsi estetis sudah berkembang, sedangkan dalam kajian hadis masih sedikit yang digunakan, oleh karena itu menarik untuk melihat bagaimana konsep teoritis ini diterapkan dalam kajian hadis yang hidup. Teori ini digunakan untuk mengungkap komunikasi antara teks dan pembaca, hal ini akan memudahkan kita melihat dinamika penafsiran teks yang terjadi di masyarakat.

Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui resepsi estetik Kaligrafer Jember terhadap hadis Nabi Muhammad SAW dalam kaligrafi Hilyah Syarifah. Penelitian yang akan dilakukan berfokus pada resepsi estetis hadis Nabi Muhammad SAW oleh ahli kaligrafi Jember dalam kajian Hilyah Syarifah dan ciri-ciri aksaranya. Pada hari Jumat tanggal 12 Mei 2023 tentang resepsi estetika ahli kaligrafi Jember mengenai hadis Nabi Muhammad SAW dalam kaligrafi hadis, Hilyah Syarifah mengatakan hal itu.

Pada hari Jumat tanggal 13 Mei 2023, mengenai resepsi estetika kaligrafi Jember terhadap hadis Nabi Muhammad SAW dalam kaligrafi hadis, Hilyah Syarifah mengatakan hal tersebut. Penggunaan teori ini dapat menjelaskan wujud penerimaan atau penerimaan hadis Nabi Muhammad SAW pada kaligrafi hadis Hilyah Syarifah. Bagaimana resepsi estetik kaligrafi Jember terhadap hadis Nabi Muhammad SAW dalam kaligrafi hadis Hilyah Syarifah.

Manfaat Penelitian

Definisi Istilah

Hadis menurut Muhadditsin ialah apa-apa yang disandarkan kepada Nabi Muhammad saw. Ia adalah hadis marfu' yang baik. yang disandarkan kepada Nabi), hadis mauquf (yang dinisbahkan kepada sahabat) atau hadis maqthu’ (yang dinisbahkan kepada tabi’in). Hilyah Syarifah ialah penyampaian atau huraian dalam perkataan atau tulisan tentang sifat-sifat Nabi Muhammad SAW 10.

Sistematika Pembahasan

Bab ini berisi tentang Biografi Kaligrafer Jember, Wujud Ciri-ciri Kaligrafer Jember Hilyah Syarifah, dan menjelaskan proses interaksi Kaligrafer Jember dengan teks hadis dalam menghasilkan makna hadis, serta analisisnya. resepsi estetis hadis oleh Kaligrafer Jember. dalam karya Hiljah Sirife. Dengan demikian proses Kaligrafi Jember terlihat pada konstruksi makna teks hadis yang kemudian dituangkan dalam bentuk seni rupa yaitu kaligrafi Hilyah Syarifah. Bagian terakhir terdiri atas daftar pustaka, pernyataan keaslian tulisan dan lampiran-lampiran yang berkaitan dengan laporan penelitian.

KAJIAN PUSTAKA

Kajian Terdahulu

Selain itu, kajian mengenai resepsi estetik terhadap Al-Quran lebih mendominasi dibandingkan penelitian yang berfokus pada resepsi estetik terhadap hadis yang masih sangat minim. Persamaan penelitian penulis dengan artikel Ahmad Baidhowi yang berjudul “Penerimaan Estetika Al-Quran”. Untuk memahami resepsi estetik Syaiful Adnan terhadap Al-Qur'an, Imas menerapkan teori respon estetik Wolfgang Iser.

Namun lebih pada mengkaji resepsi estetis Al-Quran sebagaimana telah dijelaskan peneliti sebelumnya. Sedangkan perbedaannya terletak pada artikel Ahmad Baidhowi yang berjudul “Penerimaan Estetika Al-Quran”. Untuk memahami bentuk resepsi estetis Sakban Yadi terhadap Al-Qur'an, Agam Akbar Pahala”.

Kajian Teori

Mengingat konsep dasar penelitian ini berasal dari Iser yang berpendapat bahwa proses penerimaan pembaca merupakan proses fenomenologis, maka teori yang digunakan adalah teori pembaca implisit yang dikembangkan oleh Iser. Pembaca ini bisa berasal dari latar belakang dan sudut pandang apa pun, pembaca jenis ini disebut pembaca tersirat. Dalam proses interaksi antara pembaca dan teks, pembaca tersirat mempunyai peran yang sama dengan pembaca yang dituju, sebagai struktur tekstual dan tindakan terstruktur.

Bila pembaca merupakan pembaca implisit, maka perilaku atau respons pembaca terhadap teks akan dipengaruhi oleh cara pandangnya, latar belakang keilmuan, dan lingkungan spiritual yang menyertainya. Pembaca implisit, dengan perspektif berbeda yang mereka bawa, membaca teks dan kemudian menyusunnya kembali sesuai dengan itu. Struktur baru teks yang ada dalam benak pembaca tersirat kemudian mengarahkan pembaca tersirat pada maknanya.

Pemahaman makna yang diperoleh pembaca secara tersirat mendorongnya untuk mengaktualisasikannya dalam bentuk tingkah laku (action). Bentuk aktualisasi ini bisa bersifat material dan spiritual. Dalam hal ini, penelitian ini menempatkan kaligrafer Jember sebagai pembaca tersirat yang membaca teks hadis. Pertama, penafsiran hadis yang terbatas, sebagaimana dikemukakan oleh Jumhur al-Muhaddistin, “Sesuatu yang dikaitkan dengan Nabi Muhammad SAW.

17Faizatul Khoiroh, Skirpsi" penerapan metode Taqlidy di Institut Kebudayaan dan Kajian Islam (Icis) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember" Skripsi, 2022, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Jember, hal. 20. 18 Faizatul Khoiroh, Skirpsi “Penerapan Metode Taqlidy di Institut Kebudayaan dan Studi Islam (Icis) UIN kiai Haji Achmad Siddiq Jember”, skripsi, 2022, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Jember, hal. 21. Hilyah adalah kata yang berasal dari bahasa Arab yang berarti hiasan atau perhiasan, dalam kiasan atau kiasan digunakan untuk menyatakan ciri-ciri fisik dan sifat-sifat yang terpuji.

Karya seni ini kemudiannya dipanggil tablet Hilyah Syarifah (hilye-i serif levhası) yang bermaksud tablet tulisan yang mengandungi ciri-ciri fizikal dan sifat-sifat mulia Rasulullah (saw).

Gambar 2.1 Khat Riq’ah  b.  Khat Diwani
Gambar 2.1 Khat Riq’ah b. Khat Diwani

METODE PENELITIAN

Pendekatan dan Jenis Penelitian

Lokasi Penelitian

Subjek Penelitian

Sumber Data

Namun bentuk tulisan kaligrafi hadis kaligrafer Jember Hilyah Syarifah masih mengikuti Kurrosah Khat (Kitab Kaligrafi Arab).52. Pada hari Jumat tanggal 12 Mei 2023, mengenai bentuk atau ciri-ciri tulisan kaligrafer Jember dalam karyanya yaitu berupa kaligrafi hadis, Hilah Syarifah mengatakan hal itu. Berdasarkan wawancara yang disampaikan oleh Amad Yasir Amrullah selaku pendiri organisasi Jember Dar El Khat, beliau menyampaikan bahwa resepsi estetis Hadits Nabi Muhammad SAW dalam kaligrafi Hadits Hilyah Syarifah, masing-masing tulisan dalam kaligrafi Hilyah Syarifah mempunyai nilai keindahan dan makna yang dalam serta terdapat filosofi yang dijabarkan penulis dalam bentuk Khat.

Menurut saya pribadi, tulisan Hilyah Syarifah merupakan respon terhadap larangan menggambar dan melukis wajah Nabi Muhammad SAW. Selanjutnya beliau menulis Hilyah Syarifah sebagai wujud bukti kecintaan seorang hamba kepada nabinya yaitu Nabi Muhammad SAW.” 59. Berdasarkan wawancara yang dilakukan oleh Ahmad Jimly Asyhari selaku pendiri organisasi Dar El Khat Jember dipaparkan , katanya, resepsi estetika kaligrafi Jember terhadap hadis Nabi Muhammad SAW dalam kaligrafi hadis Hilyah Syarifah mengatakan bahwa tulisan Hilyah Syarifah merupakan jawaban atas larangan menggambar, melukis wajah Nabi Muhammad SAW karena takut. menimbulkan penghindaran.

Maka penulisan kaligrafi Hilyah Syarifah merupakan salah satu bentuk kesaksian kecintaan seorang hamba terhadap Nabi Muhammad a.s. Berdasarkan wawancara yang disampaikan Kamil Fadoli selaku pendiri organisasi Dar El Khat Al-Qodiri Jember, beliau mengatakan bahwa resepsi estetis terhadap Hadits Nabi Muhammad a.s. Kaligrafi Khat Hilyah Syarifah menjadi syarat untuk memperoleh ijazah atau sertifikasi. seorang ahli kaligrafi telah menyelesaikan studinya di Khat. Berdasarkan wawancara yang disampaikan oleh Ahmad Syarif Hidayatullah selaku pengajar organisasi Dar El Khat Jember, beliau menyampaikan bahwa resepsi estetis hadits Nabi Muhammad SAW, dalam kaligrafi hadits Hilyah Syarifah mengatakan, dalam menhaj para kaligrafer Jember khususnya Dar El Khat Jember menggunakan menhejin Hamidy yang diciptakan oleh Syekh Belaid Hamidy. Setiap siswa yang telah menyelesaikan Darsin (pelajaran kaligrafi) wajib menulis atau membuat kaligrafi Hilyah Syarifah sebagai bentuk hukum dari pengetahuannya.

Bagi seorang kaligrafer, membuat Hilyah Syarifah merupakan bentuk mengingat, menerapkan sunnah Nabi Muhammad SAW. Berdasarkan data yang diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi, kemudian penyajian data dan analisis, ditemukan bahwa ciri-ciri penulisan kaligrafi Jember mempunyai bentuk yang berbeda-beda dan penerimaan kaligrafi Jember terhadap hadis Nabi Muhammad SAW dalam kaligrafi hadis Hilyah Syarifah bervariasi. . Hilyah Syarifah merupakan respon terhadap larangan menggambar dan melukis wajah Nabi Muhammad SAW karena takut menimbulkan kesyirikan.

Dalam Hilyah Syarifah terdapat hadis-hadis tentang sifat-sifat Nabi Muhammad SAW yang kemudiannya boleh dijadikan rujukan dalam kehidupan seharian.

FOTO DOKUMENTASI
FOTO DOKUMENTASI

Teknik Pengumpulan Data

Analisis Data

Persoalan tentang penerimaan estetika ahli khat Jember terhadap Hadis Nabi Muhammad SAW (kajian kaligrafi Hilyah Syarifah).

Keabsahan Data

Tahap-tahap Penelitian

PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

Gambaran Obyek Penelitian

Penyajian dan Analisis Data

Dalam manhaj kaligrafer Jember khususnya Dar El Khat Jember menggunakan manhaj Hamidy yang diciptakan oleh Syekh Belaid Hamidy. Setiap siswa yang telah menyelesaikan Dars (pelajaran kaligrafi) wajib menulis atau menjadikan kaligrafi Hilyah Syarifah sebagai legitimasi ilmunya. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi sastra sebagai penegas mengenai larangan menggambar dan melukis wajah Nabi Muhammad SAW serta dapat mengetahui ciri-ciri tulisan Kaligravers Jember pada Hilyah Syarifah.

Pembahasan Temuan

PENUTUP

Kesimpulan

Hilyah Syarifah merupakan versi kaligrafi sebagai bukti kecintaan seorang kaligrafer terhadap Nabi Muhammad SAW dan jawaban atas larangan menggambar, melukis wajah Nabi Muhammad SAW dan menjadi syarat untuk mendapatkan ijazah atau mendapatkan bukti bahwa seorang kaligrafer adalah mempelajari Khatnya.

Saran

Penerimaan Estetika Al-Qur'an (Kajian Penggunaan Nazam/Nalam dalam Al-Qur'an Al-Karim dan Terjemahan Rima Bebas dalam Bahasa Aceh Tgk. Mahjiddin Jusuf). Resepsi Estetika Al-Qur'an (Implikasi Teori Resepsi Estetika Navid Kermani Terhadap Dimensi Musikal Al-Qur'an), Skripsi Fakultas Ushuluddin, Institut Agama Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta. Kaligrafi Syaifulli (Resepsi Estetika Lukisan Kaligrafi Al-Quran dan Syaiful Adnan), skripsi Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Hadits dan Resepsi Estetika Pondok Pesantren (Kajian Kitab Fada'il Ramadhan Karya Taufiqul Hakim), Analisis, XVI, no. Pengajian Al-Qur'an di Musabaqas di Indonesia: Festivalisasi Al-Qur'an sebagai Bentuk Resepsi Estetika. Tafsir Visual: Kajian Penerimaan Estetika Tafsir dan Ilustrasi dalam Tafsir Juz 'Amma untuk Anak”.

Menyatakan dengan sejujurnya bahwa skripsi yang berjudul “Resepsi Estetika Kaligrafi Jember Terhadap Hadits Nabi Muhammad SAW (Kajian Kaligrafi Hilyah Syarifah)” secara umum merupakan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis sendiri, tidak ada unsur plagiarisme ilmiah. bekerja. dibuat oleh orang lain, kecuali yang dikutip secara tertulis dalam naskah ini dan disebutkan dalam sumber kutipan dan daftar pustaka.

Gambar

TABEL TRANSLITERASI ARAB-LATIN   Huruf
Gambar 2.1 Khat Riq’ah  b.  Khat Diwani
Gambar 2.2 Khat Diwani  c.  Khat Diwani Jaly
Gambar 2.3 Khat Diwani Jaly  d.  Khat Ta‟liq
+7

Referensi

Dokumen terkait

Kelompok muhadditsin (ahli hadis) mengemukakan pengertian as-sunnah adalah “segala sesuatu yang dinukil dari Nabi Muhammad

Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW sehingga penulis dapat menyelesaikan dalam penyusunan skripsi yang berjudul “Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Pelanggan Pada

Nabi Muhammad Saw., sebagai Nabi penutup dan suri tauladan bagi umat Islam telah mewariskan dua pedoman hidup, yaitu al-Qur’an dan Hadis nabi. Kedua pedoman

Atas dasar inilah maka agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw disebut agama Islam karena ia secara sadar mengajarkan sikap pasrah pada Tuhan, sehingga agama Nabi Muhammad

Menurut saya alasan perkawinan syarifah dengan non sayyid dengan pembayaran dam ini dikarenakan kekufuunnya dan menghormati keturunan nabi Muhammad saw, dan dasar

mendahulukan akalnya dan akal orang lain dari apa yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. maka dia adalah manusia yang paling durhaka kepada Nabi saw. , paling keras dalam

Mengamati  Menyimak kisah keteladanan nabi Muhammad SAW secara klasikal maupun individual  Mengamati gambar contoh keteladanan Nabi Muhammad SAW baik secara klasikal atau individual

Asosiasi  Membuat catata hasil diskusi kelompok tentang kisah keteladanan Nabi Muhammad saw  Menguhubungkan pelajaran tentang sikap keteladanan Nabi Muhammad saw tentang percaya