IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS, MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR EKONOMI PADA SEKOLAH SISWA KELAS XI IPS 1. Judul Tugas Akhir : PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS, MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN EKONOMI UNTUK KELAS XI IPS 1 SMA NEGERI 1 DEPOKY TAHUN.
Latar Belakang Masalah
Pemilihan model pembelajaran hendaknya didasarkan pada kesesuaian dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai siswa. Pemilihan model pembelajaran yang tepat akan membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
Identifikasi Masalah
Pembatasan Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Meningkatkan hasil belajar ekonomi siswa kelas XI IPS 1 SMAN 1 Depok dengan menerapkan model pembelajaran make a match.
Manfaat Penelitian
Landasan Teori
Keaktifan Belajar
Aktivitas belajar yang dialami siswa erat kaitannya dengan seluruh aktivitas yang terjadi, baik fisik maupun non fisik. Penjelasan dapat dilakukan oleh guru sebelum proses pembelajaran berlangsung agar siswa memahami tujuan yang ingin dicapai.
Motivasi Belajar
Misalnya: dorongan untuk mempelajari suatu cabang ilmu, dorongan untuk mempelajari sesuatu di masyarakat. Contoh motivasi spiritual adalah kemauan.
Hasil Belajar
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah sesuatu yang dicapai siswa sebagai hasil usahanya dalam proses pembelajaran. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa evaluasi hasil belajar mempunyai fungsi untuk mengetahui kemajuan belajar siswa, mendiagnosis letak kesulitan siswa, dan menyeleksi siswa.
Pembelajaran Kooperatif
Oleh karena itu, dalam pembelajaran kooperatif, siswa idealnya tidak hanya belajar bekerja sama, tetapi juga belajar bagaimana membangun rasa percaya diri. Nurdiansyah & Eni Fariyatul menjelaskan macam-macam model pembelajaran kooperatif sebagai berikut: . 1) Departemen Kinerja Tim Mahasiswa (STAD).
Model Pembelajaran Make A Match
Keenam komponen tersebut adalah sebagai berikut: struktur dan konstruk terkait, prinsip dasar, pembentukan kelompok dan pembentukan kelas, kelompok, manajemen, keterampilan sosial. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Make A Match merupakan salah satu jenis model pembelajaran kooperatif yang dapat membantu siswa memperoleh pengetahuan dengan cara yang menyenangkan.
Penelitian yang Relevan
Persamaan penelitian ini dengan penelitian yang akan dilakukan adalah penggunaan model make a fitting sebagai variabel dependen. Kesamaan penelitian ini dengan penelitian yang akan dilakukan adalah penggunaan model make a fit sebagai variabel independen.
Kerangka Berpikir
Perbaikan dapat dilakukan dengan menerapkan strategi dan model pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi, aktivitas, dan hasil belajar siswa. Model pembelajaran Make A Match merupakan strategi yang dapat meningkatkan motivasi dan pembelajaran aktif siswa karena strategi pembelajaran ini menuntut siswa untuk belajar memahami suatu konsep dengan mencari kecocokan.
Desain Penelitian
Dengan menggabungkan pengertian dari tiga kata pokok yaitu penelitian, tindakan, dan kelas, maka dapat disimpulkan bahwa penelitian tindakan kelas adalah suatu kajian tentang kegiatan pembelajaran berupa tindakan yang sengaja diciptakan dan terjadi secara bersama-sama di dalam kelas. Samsu Somadayo memaparkan beberapa model penelitian tindakan kelas yang umum digunakan, antara lain: (1) model Kurt Lewin, (2) model Kemmi dan Mc. Penelitian ini dilakukan di Kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Depok yang beralamat di Jl Babarsari, Caturtunggal, Depok, Sleman, Yogyakarta.
Subyek dan Obyek Penelitian
Motivasi Belajar
Motivasi belajar merupakan suatu dorongan atau daya pendorong untuk terjadinya perubahan pada diri seseorang yang ditandai dengan munculnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan belajar.
Hasil Belajar
Model Pembelajaran Make A Match
Prosedur Penelitian
Angket/Kuesioner
Tes Hasil Belajar
Tes dalam penelitian ini digunakan untuk mengukur hasil belajar ekonomi khususnya ranah kognitif yang meliputi mengingat (C1), memahami (C2) dan menerapkan (C3) kompetensi dasar kebijakan perdagangan internasional.
Dokumentasi
Intrumen Penelitian
Lembar Observasi
Angket
Dalam penelitian ini tes digunakan untuk mengukur hasil belajar yang dicapai siswa setelah mengikuti proses pembelajaran ekonomi dengan menggunakan model pembelajaran Make A Match. Peneliti menggunakan posttest yang dilakukan pada setiap akhir siklus untuk mengukur tingkat pencapaian hasil dan ketuntasan belajar. Untuk instrumen tes hasil belajar, peneliti menggunakan uji validitas isi yaitu untuk menilai butir soal yang akan digunakan.
Berdasarkan hasil uji validitas instrumen Angket Motivasi Belajar siswa Kelas XI IPS 3 SMA Negeri 1 Depok terdapat 2 pernyataan tidak valid dari 22 pernyataan. Data yang diperoleh dan dianalisis dalam penelitian ini adalah data kuantitatif hasil lembar observasi aktivitas belajar, angket motivasi belajar dan hasil belajar siswa pada kelas ekonomi terdapat peningkatan aktivitas, motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi dengan menerapkan model pembelajaran make a match.
Indikator Keberhasilan
Visi dan Misi
Kondisi Fisik Sekolah
Masjid merupakan tempat yang sangat berguna bagi para guru dan siswa muslim karena mereka dapat melaksanakan salat setiap saat. Di dalam kamar terdapat 4 buah kasur yang dapat digunakan untuk istirahat mahasiswa yang sakit. SMA Negeri 1 Depok mempunyai 3 tempat parkir, yaitu 1 tempat parkir siswa yang terletak di belakang aula, 1 tempat parkir tamu yang terletak di depan aula, dan 1 tempat parkir untuk guru dan karyawan yang terletak di sebelah aula. Ruang TU dan ruang UKS. .
SMA Negeri 1 Depok mempunyai 3 lapangan yaitu lapangan voli depan sekolah tepat di depan aula, lapangan basket di depan aula perpustakaan, dan lapangan upacara di depan aula kelas X dan XI. biasanya digunakan untuk upacara atau kegiatan pelajar lainnya. SMA Negeri 1 Depok mempunyai ruang keagamaan bagi siswa yang beragama Hindu, Kristen dan Katolik. Potensi yang dimiliki siswa SMA Negeri 1 Depok sangat baik dilihat dari tingginya minat belajar dan prestasi kejuaraan di berbagai bidang perlombaan serta status sekolah saat ini yang merupakan sekolah mandiri.
Deskripsi Penelitian
Kegiatan Pra Tindakan
Banyak siswa yang masih sibuk ngobrol dengan temannya ketika guru sedang menjelaskan materi pembelajaran, ada juga siswa yang sibuk bermain mobile game, mengerjakan pekerjaan lain bahkan tidur di kelas. Ketika guru mengajukan pertanyaan kepada siswa, hanya sedikit siswa yang menjawab pertanyaan guru.
Siklus I
Guru memberikan kesimpulan dari proses pembelajaran pada siklus ini dan memberikan siswa soal tes yang digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa dan memberikan angket motivasi belajar kepada siswa. Berdasarkan tabel ringkasan hasil belajar siklus I menunjukkan rata-rata hasil belajar sebesar 72,31 dan persentase ketuntasan belajar pada siklus I sebesar 46%. Berikut hasil angket motivasi belajar siswa setelah diterapkan model pembelajaran Make A Match pada siklus I. Persentase indikator motivasi belajar Siklus I. 3 Menunjukkan minat terhadap permasalahan yang berbeda-beda.
Hal ini menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa pada siklus I belum sesuai dengan indikator keberhasilan yaitu 75%, dan masih terdapat 5 indikator yang nilainya masih dibawah 75%. Oleh karena itu, tindakan harus dilanjutkan pada Siklus II agar indikator keberhasilan dapat dimanfaatkan. sedang dicapai. Berikut hasil observasi aktivitas belajar siswa setelah diterapkan model pembelajaran Make A Match pada Siklus I. Persentase indikator aktivitas belajar siswa. Hal ini menunjukkan keaktifan belajar siswa pada siklus I belum sesuai dengan indikator keberhasilan yaitu 75%, dan masih terdapat 3 indikator yang nilainya masih dibawah 75%. Oleh karena itu tindakan harus dilanjutkan pada Siklus II agar indikator keberhasilan dapat tercapai.
Siklus II
Berdasarkan tabel ringkasan hasil belajar siklus II diperoleh rata-rata hasil belajar siswa sebesar 80,38 dan persentase ketuntasan hasil belajar siswa sebesar 88%. Tindakan ini dikatakan berhasil karena tingkat ketuntasan siswa lebih dari 75% dan rata-rata hasil belajar siswa mengalami peningkatan dibandingkan siklus sebelumnya. Berikut hasil angket motivasi belajar siswa setelah diterapkan model pembelajaran Make A Match pada siklus II.
Hal ini menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa pada kelas II. siklus lebih dari kriteria keberhasilan minimum, sehingga tidak diperlukan tindakan lebih lanjut. Berikut hasil observasi keaktifan belajar siswa setelah penerapan model pembelajaran Make A Match pada II. Hal ini menunjukkan bahwa keaktifan belajar siswa pada kelas II. melebihi kriteria keberhasilan minimum untuk siklus tersebut, sehingga tidak diperlukan tindakan lebih lanjut.
Peningkatan Keaktifan Belajar Siswa
Permasalahan yang dihadapi dalam penelitian ini adalah rendahnya aktivitas belajar, motivasi belajar dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi. Kurangnya variasi penerapan model pembelajaran yang digunakan menjadi salah satu penyebab rendahnya aktivitas, motivasi dan hasil belajar siswa. Dengan variasi pola pembelajaran tersebut diharapkan mampu meningkatkan keaktifan, motivasi dan hasil belajar siswa.
Hasil yang diperoleh pada setiap siklus akan dibandingkan untuk melihat persentase peningkatan aktivitas belajar siswa. Tabel di atas menunjukkan bahwa indikator keberhasilan penelitian tercapai pada II. Indikator menemukan berbagai informasi untuk menyelesaikan masalah mengalami peningkatan paling besar yaitu sebesar 23,08%.
Peningkatan Motivasi Belajar Siswa
Peningkatan Hasil Belajar Siswa
Kesimpulan
Penerapan model pembelajaran Make A Match dapat meningkatkan aktivitas belajar ekonomi pada siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Depok tahun pelajaran 2018/2019. Hal ini ditunjukkan dengan persentase keaktifan belajar pada siklus I sebesar 74,52%, sedangkan persentase keaktifan belajar pada siklus II sebesar 89,74%. Hal ini ditunjukkan dengan persentase motivasi belajar pada siklus I sebesar 68,94%, sedangkan persentase motivasi belajar pada siklus II sebesar 79,26%.
Penerapan model pembelajaran Make A Match dapat meningkatkan hasil belajar ekonomi siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Depok tahun pelajaran 2018/2019. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan rata-rata hasil belajar dan peningkatan persentase ketuntasan hasil belajar. Dapat disimpulkan rata-rata hasil belajar mengalami peningkatan sebesar 10,38 dan ketuntasan hasil belajar meningkat sebesar 42%.
Saran
Siswa mencari informasi tentang pengertian pendapatan nasional, keuntungan menghitung pendapatan nasional dan komponen pendapatan nasional dari berbagai sumber. Jumlah uang yang disimpan di bank swasta dan pemerintah 2. Berikut tujuan dan manfaat mempelajari pendapatan nasional. Disebut pendapatan nasional suatu negara dikurangi pendapatan faktor produksi warga negara asing di negara tersebut ditambah produksi faktor produksi warga negara tersebut di negara lain.
Perusahaan asing di dalam negeri sebesar Rp 300.000 miliar - Pendapatan WNI di luar negeri sebesar Rp 230.000 miliar Berdasarkan data tersebut merupakan pendapatan nasional bruto. Pendapatan nasional menggambarkan tingkat produksi barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam kurun waktu 1 tahun tertentu. Pendapatan nasional dengan demikian mempunyai peranan penting dalam menggambarkan tingkat pencapaian kegiatan perekonomian serta pertumbuhan dan perubahannya dari tahun ke tahun.
Manfaat Penghitungan Pendapatan Nasional
Kegiatan perekonomian negara dalam menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Besarnya pendapatan yang diterima dari faktor-faktor produksi yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa.
Konsep dan Komponen-Komponen dalam Pendapatan Nasional 1. Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP)
Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) = NNI Pendapatan Nasional Netto adalah produk nasional netto dikurangi pajak tidak langsung dan ditambah subsidi. Yang tergolong pengeluaran pemerintah (konsumsi pemerintah) apabila menghitung pendapatan nasional dengan metode pengeluaran adalah nomor laporan. Upah atau gaji, sewa, bunga dan keuntungan merupakan komponen pendapatan nasional jika dilihat dari pendekatan ini.