• Tidak ada hasil yang ditemukan

HUBUNGAN ANTARA KETERSEDIAAN SARANA DAN PRASARANA TERHADAP HASIL BELAJAR PEMBELAJARAN PJOK SISWA SMP NEGERI 2 YOGYAKARTA

N/A
N/A
Arya Yudha Mintarta

Academic year: 2023

Membagikan " HUBUNGAN ANTARA KETERSEDIAAN SARANA DAN PRASARANA TERHADAP HASIL BELAJAR PEMBELAJARAN PJOK SISWA SMP NEGERI 2 YOGYAKARTA"

Copied!
51
0
0

Teks penuh

Kurangnya sarana dan prasarana dapat menyebabkan hasil belajar yang buruk, menghambat pergerakan siswa, dan siswa menjadi pasif menunggu untuk menggunakan fasilitas tersebut. Kenyataan yang diperoleh peneliti di SMP Negeri 2 Yogyakarta adalah masih terdapat siswa yang memperoleh hasil belajar yang kurang baik pada pembelajaran PJOK. Sistem penilaian hasil belajar PJOK melihat hasil atau nilai yang diperoleh siswa dari guru PJOK pendidikan jasmani.

Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti tertarik untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara ketersediaan sarana dan prasarana dengan hasil belajar siswa PJOK di SMP Negeri 2 Yogyakarta. Berdasarkan pendapat Baderu dan Ihsan (2014:5) menyatakan bahwa sarana olahraga adalah segala prasarana olahraga yang meliputi seluruh lapangan dan bangunan olahraga beserta perlengkapannya untuk menyelenggarakan dan menyelenggarakan kegiatan olahraga. Berdasarkan pendapat Anjasmara (2017:8), kelengkapan, sarana dan prasarana dalam dunia pendidikan berarti segala sesuatu yang dapat memudahkan peserta didik dalam memahami dan mencapai tujuan pembelajaran yang dapat menimbulkan semangat belajar.

Hasil belajar merupakan kemampuan yang diperoleh individu setelah melakukan proses belajar secara terus menerus, yang dapat memberikan perubahan tingkah laku, kebaikan, pengetahuan, pemahaman, sikap dan keterampilan seseorang menjadi lebih baik dari sebelumnya. Hasil belajar adalah tingkat pemahaman yang dicapai peserta didik dengan mengikuti kegiatan belajar mengajar sesuai dengan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan (Kasih, dkk. Berdasarkan pendapat Alfaruq, sarana dan prasarana merupakan salah satu faktor eksternal yang mempunyai pengaruh terhadap pembelajaran. proses penyerapan materi pembelajaran bagi siswa.

Berdasarkan pandangan Suryobrotoj (2004: j8) bahwa tujuan pendidikan jasmani adalah untuk membentuk anak yaitu sikap atau nilai, kecerdasan, jasmani dan keterampilan (psikomotor), agar peserta didik menjadi lebih dewasa dan mandiri, yang nantinya dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. kehidupan.

KajianiPenelitian yang Relevanpocdm

Pengaruh Sarana dan Prasarana Terhadap Hasil Olahraga Siswa SMP Negeri 1 Noling Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui tingkat sarana dan prasarana olahraga siswa SMP Negeri 1 Noling. 2) Untuk mengetahui pengaruhnya. Sarana dan Prasarana Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Jasmani Siswa Di SMPu Negeri 1u Noling u Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data sarana dan prasarana serta hasil belajar. Populasi berjumlah 59 siswa. Hasil penelitian mengenai rata-rata sarana dan prasarana dan hasil belajar. sarana prasarana yang menunjang proses pembelajaran pendidikan jasmani di SMP Negeri 1 Nolinga sebesar 49% dikategorikan memadai dengan kurikulum yang berlaku saat ini. Penelitian yang dilakukan oleh Muayyadah (2018) berjudul “Hubungan lingkungan sekolah dengan 5 sarana dan prasarana pembelajaran dengan hasil dari 7 pembelajaran IPS”.

Kerangka Berpikirjkl

Hipotesis Penelitiant6kt

Peneliti ingin mengetahui apakah terdapat hubungan antara ketersediaan sarana dan prasarana terhadap hasil belajar siswa PJOK di SMP Negeri 2 Yogyakarta.

TempatddanlWaktu Penelitian

DefinisinOperasional Variabelll

Berdasarkan pendapat Siyoto dan Ali, sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi, atau dari sebagian kecil anggota populasi yang diambil menurut prosedur tertentu sehingga dapat mewakili populasi tersebut. yang digunakan dalam pengambilan sampel pada penelitian ini adalah teknik simple random sampling. Menurut Sugiyono, simple random sampling adalah pengambilan anggota dan sampel dari suatu populasi secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi tersebut. Sampel akan diambil dengan menggunakan rumus Slovin yaitu sebanyak 252 siswa. Berdasarkan pendapat Silaen, variabel penelitian adalah konsep-konsep yang mempunyai berbagai nilai yang berbeda-beda, yaitu suatu ciri, ciri atau fenomena yang dapat menunjukkan sesuatu yang diamati atau diukur, yang nilainya berbeda atau berubah.

Berdasarkan pendapat Yusuf beliau menyatakan bahwa variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi dan menjelaskan variabel lain, sedangkan variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabel lain. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas (X) adalah sarana dan prasarana PJOK sekolah, dan variabel terikat (Y) adalah hasil belajar PJOK siswa SMP Negeri 2 Yogyakarta. Hasil belajar diukur dari penilaian (evaluasi) bahkan setelah pembelajaran selesai, yang dapat diperoleh langsung dari guru PJOK untuk mengetahui ketuntasan siswa dalam pembelajaran PJOK.

Angket dalam penelitian ini disusun menjadi satu jenis angket yaitu ketersediaan sarana dan prasarana pembelajaran jPJOKj yang diberikan kepada siswa sebagai responden. Konstruk variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah ketersediaan sarana dan prasarana PJOK di SMP Negeri Yogyakarta yang ditinjau dari jumlah, kondisi, dan status kepemilikan sarana dan prasarana PJOK di sekolah. Peneliti terjun langsung ke lokasi untuk mencari data terkait penelitian ini dan terkait sarana dan prasarana pendidikan jasmani di SMP Negeri 2 Yogyakarta.

Menurut pandangan Sugiyono, angket adalah suatu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan serangkaian pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab. Kuesioner yang akan digunakan dalam penelitian ini merupakan kuesioner tertutup dan akan diberikan kepada responden melalui Google Form. Menurut Sugiyono, dokumentasi adalah suatu cara memperoleh data dan informasi berupa buku, arsip, dokumen, gambar tertulis, dan gambar dalam bentuk laporan serta informasi yang dapat menunjang penelitian.

Tabel 2. Kisi-kisi Instrumen Ketersediaan SaranaqdanqPrasarana
Tabel 2. Kisi-kisi Instrumen Ketersediaan SaranaqdanqPrasarana

Validitasldan Reliabilitas Instrumen

Dalam pandangan Sugiyono, uji reliabilitas adalah derajat konsistensi dan kestabilan data atau temuan. Data yang tidak reliabel tidak dapat diolah lebih lanjut karena menghasilkan kesimpulan yang menyimpang. Tujuan dari uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah sebaran data pada penelitian ini berdistribusi normal atau tidak. o Untuk melakukan uji normalitas dilakukan dengan menggunakan aplikasi SPSS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan ketersediaan sarana dan prasarana terhadap hasil belajar siswa PJOK di SMP Negeri 2 Yogyakarta.

Uji validitas dan reliabilitas instrumen ketersediaan sarana dan prasarana dilakukan di SMPv Negeri 9 Yogyakarta dengan jumlah responden sebanyak 30 orang yang disebar melalui Google form dengan kuesioner berjumlah 20 item yang menunjukkan bahwa sarana dan prasarana pendidikan jasmani dinyatakan dan untuk nilai reliabilitas valid sebesar 0,839. Data hasil belajar siswa PJOK diperoleh dari hasil raport siswa SMPo Negeri 2 Yogyakarta tahun pelajaran 2022/2023 yang terdiri dari aspek pengetahuan dan keterampilan sebanyak 252 responden. Dari hasil perhitungan tersebut terlihat bahwa hasil belajar PJOK siswa SMPv Negeri 2 Yogyakarta berada pada kategori “sangat kurang” sebesar 5,16% (13 siswa), t “kurang” untuk siswa), t "cukup".

Nilai ρ(sig) dapat dilihat pada angka yang terdapat pada kolom “Asymp.lsig.(2-tailed)” pada tabel keluaran/hasil pengujian normalitas dengan program SPSS Uji normalitas dengan menggunakan nkolmogorov-smirnov. metode uu. Nilai ρ(sig) dapat dilihat pada angka pada tabel ANOVA “Deviasi Bentuk Linearitas” pada tabel output/hasil pengujian linearitas dengan program SPSS 22.0.

Tabel 5. KlasifikasilKoefisienlReliabilitass
Tabel 5. KlasifikasilKoefisienlReliabilitass

Hasil Uji Hipotesis

Nilai nrl hitung 0,203 > rltabelo(df 252; 5%) o0,123 dan nilai ossignifikansi 0,001 < 0,05lma maka Ha diterima 0,203.

Pembahasan

Berdasarkan pendapat Herman dan Riady dikatakan bahwa kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan jasmani sangat penting dan sangat mempengaruhi keberhasilan pembelajaran pendidikan jasmani. Berdasarkan hasil penelitian Arrixavierl (2020:181) mengatakan bahwa sarana dan prasarana dapat dikatakan segala sesuatu yang mempermudah dan memperlancar terlaksananya suatu usaha pembelajaran. Jika sarana dan prasarana terpenuhi maka kebutuhan belajar mengajar dan tujuan pembelajaran akan tercapai dan dapat menarik semangat belajar siswa.

Pernyataan tersebut didukung oleh hasil penelitian Gunawan yang menyatakan bahwa apabila sarana dan prasarana yang lengkap dalam keadaan dan keadaan yang baik maka dapat menarik semangat siswa untuk melakukan kegiatan olahraga dalam pembelajaran dan pendidikan jasmani. Hasil penelitian hasil belajar PJOK siswa SMP Negeri 2 Yogyakarta masuk dalam kategori “sangat kurang” yaitu 5,16% (13 siswa). Penilaian hasil belajar merupakan suatu metode untuk menentukan tingkat sejauh mana siswa mencapai tujuan dan keberhasilan belajar.

Pernyataan tersebut didukung oleh hasil penelitian Kurniawan bahwa hasil belajar merupakan salah satu indikator yang dapat digunakan untuk menilai tingkat keberhasilan proses pembelajaran. Sedangkan pendapat Erikson dan Malgorzata menyatakan bahwa hasil belajar merupakan penjelasan yang diperoleh dari pemahaman yang dilakukan seseorang setelah melakukan proses pembelajaran. Ranah pengetahuan merupakan aspek yang dicapai peserta didik dan proses evaluasinya dilakukan dengan tes tertulis atau lisan.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut peneliti berpendapat bahwa hasil belajar yang diperoleh siswa menentukan kuantitas dan kualitas belajarnya untuk menentukan tingkat keberhasilan siswa dalam partisipasi belajar. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai hitung f0.203f>fr tablef(df 252;5%) f0.123 dan nilai signifikansi 00.001 < 0.05n maka Ha diterima dengan koefisien korelasi rendah sebesar tingkat 0,203. Hasil tersebut menunjukkan bahwa jika sarana dan prasarana lebih baik atau terpenuhi maka ada kemungkinan hasil belajar pembelajaran PJOK juga akan lebih baik.Hasil penelitian ini sejalan dengan beberapa penelitian sebelumnya, termasuk penelitian yang dilakukan oleh Anjasmara ( 2017); Husma (2020); Bulan (2018); yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara sarana dan prasarana terhadap hasil belajar.

Oleh karena itu, hasil belajar akan meningkat atau menurun tergantung pada ketersediaan sarana dan prasarana pembelajaran. Semakin tinggi sarana dan prasarana yang dimiliki maka motivasi belajar akan semakin meningkat dan hasil belajar juga akan semakin tinggi atau baik. Siswa akan mengalami rasa bosan dan kurang semangat dalam melaksanakan kegiatan proses pembelajaran PJOK, serta sarana dan prasarana harus memenuhi syarat untuk terciptanya proses pembelajaran PJOK yang efektif dan efisien. Jika ada siswa yang mencapai hasil belajar yang tidak diharapkan, berarti sekolah perlu menerapkan strategi melihat bekal.

KeterbatasanlPenelitianoo

Jadi dapat dikatakan bahwa hasil belajar PJOK siswa SMP Negeri 2 Yogyakarta salah satunya berkaitan dengan ketersediaan sarana dan prasarana olahraga, meskipun masih ada faktor lain yang tidak dapat diabaikan. Jika dilihat di lapangan, faktor-faktor lain juga mendukung terlaksananya kegiatan belajar mengajar di SMP Negeri Yogyakarta dengan tepat.

Implikasiiii

Sarannm

Gambar

Tabel 2. Kisi-kisi Instrumen Ketersediaan SaranaqdanqPrasarana
Tabel 6. Uji Reliabilitas Instrumen
Tabel 5. KlasifikasilKoefisienlReliabilitass
Tabel 8. Kriteria Penilaian Uji Korelasiiii
+3

Referensi

Dokumen terkait

judul “Implementasi Modifikasi Sarana Dan Prasarana Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Lompat Jauh Gaya Jongkok Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Tanjung Balai

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan minat belajar dengan hasil belajar biologi siswa kelas VII SMP Negeri 27 Medan Tahun Pembelajaran 2011//2012.. Populasi penelitian

(3) Pencatatan inventarisasi sarana dan prasarana merupakan tahapan pertama dalam prosedur inventarisasi sarana prasarana yang dilakukan oleh SMP Negeri 255 Jakarta

Dapat disimpulkan dari kedua penelitian tersebut bahwa sarana dan prasarana memiliki peran terhadap motivasi belajar, pemanfaatan sarana dan prasarana di sekolah

Abstrak – Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) ketersediaan sarana dan prasarana PJOK, 2) manajemen sarana dan prasarana PJOK, dan 3) status kepemilikan sarana

EFEKTIVITAS KETERSEDIAAN SARANA DAN PRASARANA USAHA KESEHATAN SEKOLAH UKS TERHADAP UPAYA PENCEGAHAN COVID-19 DI SD NEGERI SIEM ACEH BESAR SKRIPSI diajukan sebagai salah satu

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara media pembelajaran dengan motivasi belajar siswa di SMP Negeri Iptek