Judul Skripsi : Analisis Sistem Informasi Akuntansi Dana Zakat di Badan Amil Nasional (BAZNAS) Kota Parepare. Noorfadilah Haris, Analisis Sistem Informasi Akuntansi Dana Zakat di Badan Amil Amil Nasional (BAZNAS) Kota Parepare (dibimbing oleh Bapak M. Nasri Hamang dan Ibu Sri WahyuniNur).
Latar Belakang
UU No. 23 Tahun 2011 pasal 29 ayat 3 tentang pengelolaan zakat yang berfungsi melaksanakan pengumpulan, pendistribusian dan pendayagunaan zakat serta pelaporan dan pertanggungjawaban pelaksanaan pengelolaan zakat. 9Aditya Achmad Fathony dan Ima Fatimah, “Pengaruh Penerapan PSAK 109 dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Zakat Terhadap Akuntabilitas di Lembaga Amil Zakat Zakat Center Komunitas Persis Bandung,” Ilmiah Akuntansi 8, no.1, Januari-April 2017), hal.12.
Rumusan Masalah
Bagaimana bentuk penggunaan sistem informasi akuntansi dalam pengelolaan zakat di Badan Amil Zakat Nasional Parepare (BAZNAS). Bagaimana efektivitas penerapan sistem informasi akuntansi dalam pengelolaan zakat di Badan Amil Nasional Zakat (BAZNAS) Kota Parepare?
Tujuan Penelitian
Apa saja kendala dalam penerapan sistem informasi akuntansi pengelolaan zakat di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Parepare?
Kegunaan Penelitian
Institusi yang berpartisipasi dapat memperoleh manfaat dari penelitian ini sebagai pembayaran dana pemrosesan. Kami juga berharap penelitian ini dapat menjadi bahan referensi bagi Organisasi Pengelola Zakat (ZMO) dalam mengambil keputusan dan menyusun laporan keuangan yang dapat menghasilkan laporan keuangan yang bertanggung jawab dan berkualitas.
Tinjauan Penelitian Relevan
Penelitian ini berbeda dengan penelitian penulis karena penelitian ini menjelaskan bagaimana Penerapan Sistem Informasi Akuntansi dalam pengelolaan zakat di Badan Amil Zakat Nasional (BASNAS) Kota Parepare.14. 14Alfina, Sistem Informasi Akuntansi Pengelolaan APBDES Pemerintahan Desa Kadingeh Kabupaten Enrekang (Analisis Akuntansi Syariah) (Parepare, Skripsi Program Studi Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah, Institut Agama Islam Negeri Parepare, 2022).
Tinjauan Teori
Teori Sistem Informasi Akuntansi (SIA)
Informasi akuntansi berkaitan dengan fungsi yang bertanggung jawab atas dana yang masuk ke dalam bisnis, dana diperlukan untuk mendukung kegiatan pemasaran, manufaktur, dan lainnya, dan agar penggunanya efektif, sangat diperlukan pengendalian seluruh arus kas. Berdasarkan penjelasan sistem informasi akuntansi di atas maka penerapan sistem informasi akuntansi dapat terlaksana apabila program-programnya mempunyai tujuan dan dapat memberikan manfaat terhadap tujuan yang ingin dicapai serta dapat dipertanggungjawabkan. Ciri-ciri yang dimiliki SIA adalah: pertama, to melakukan tugas-tugas yang diperlukan, yaitu mampu melakukan tugas-tugas yang hanya diperlukan oleh pengguna sistem informasi.
Pengawasan terhadap seluruh aktivitas keuangan perusahaan Penerapan efisiensi biaya dan waktu terhadap kinerja keuangan Penyajian data keuangan secara sistematis dan tepat pada waktu akuntansi yang tepat Keunggulan dari SIA sendiri adalah dengan menyiapkan informasi yang tepat dan tepat waktu maka dapat dilakukan aktivitas terpenting dalam rantai nilai secara efektif dan efisien. Mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan dan meningkatkan kualitas. Meningkatkan efisiensi. Meningkatkan kemampuan mengambil keputusan. Meningkatkan berbagi pengetahuan.
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Parepare
Zakat dalam kamus besar bahasa indonesia adalah sejumlah harta tertentu yang wajib diambil dari orang yang beragama Islam dan diberikan kepada yang berhak menerimanya (fakir miskin dan sebagainya) menurut ketentuan yang telah ditentukan olehnya. Zakat fitrah ialah sejumlah harta yang wajib dikeluarkan oleh setiap mukallaf (Muslim, matang dan berakal) dan setiap orang yang rezekinya mampu dalam keadaan tertentu. Zakat ini dinamakan zakat fitrah kerana kewajipan ditunaikan pada hari raya Aidilfitri (berbuka puasa) pada akhir Ramadhan.Zakat fitrah itu sah di sisi undang-undang.
Zakat maal adalah zakat harta benda yang meliputi hasil perdagangan atau perniagaan, pertambangan, pertanian, hasil laut dan hasil peternakan, harta temuan, emas dan perak serta zakat profesi. Setiap zakat mempunyai perhitungan yang berbeda-beda. Penghitungannya didasarkan pada harta atau penghasilan yang diperoleh seseorang.Secara bahasa, harta adalah sesuatu yang benar-benar ingin dimiliki, digunakan, dan disimpan oleh orang.27 Sedangkan menurut syariat, harta adalah segala sesuatu yang dikuasai dan dipergunakan dalam suatu keadaan. cara normal.bisa. Dalam QS at-Taubah: 60 disebutkan bahwa salah satu kelompok yang berhak menerima zakat (mustahik) adalah orang-orang yang bertugas mengelola urusan zakat.
Kerangka Konseptual
25Penevent Ritonga, “Analisis Akuntansi Zakat Berdasarkan PSAK No. 09 pada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Sumatera Utara”, Jurnal Kitabah, VOL. Sedekah disebut juga zakat karena sedekah merupakan penyebab tumbuhnya dan keberkahan harta. Namun istilah ini lebih ditekankan, jika merujuk pada zakat maka disebut dengan shadaqah wajib, sedangkan di samping zakat disebut dengan sadaqah atau sedekah. menyucikan jiwa dan harta orang yang membayarnya. Dalam pelaksanaannya Zakat dapat diartikan sebagai suatu mekanisme yang mampu menyalurkan kekayaan yang dimiliki oleh kelompok masyarakat mampu kepada kelompok masyarakat yang tidak mampu. Zakat juga berperan sebagai penyalur pendapatan dari zakat wajib (muzakki) ke zakat. penerima (mustahik).
Namun, pihaknya juga ingin mengatasi permasalahan sosial lainnya. Konsep zakat tidak mengalami perubahan signifikan dari masa ke masa, yang ada hanyalah perbedaan. Zakat menyatakan bahwa sistem zakat berupaya menyatukan pelanggan Muslim yang surplus dengan pelanggan Muslim yang defisit. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) merupakan badan resmi dan satu-satunya yang dibentuk oleh pemerintah berdasarkan Keputusan Presiden No.
Kerangka Pikir
Pendekatandan Jenis Penelitian
Lokasi dan Waktu Penelitian
Fokus Penelitian
Jenis dan Sumber Data
Sumber data adalah segala informasi yang diperoleh dari responden atau berasal dari dokumen-dokumen baik dalam bentuk statistik maupun dalam bentuk lain untuk keperluan penelitian.30 yang digunakan untuk mengetahui berbagai data yang diperlukan. Data primer adalah data yang dikumpulkan langsung dari sumbernya dan diolah untuk digunakan oleh instansi terkait.Cara/metode yang digunakan untuk mengumpulkan data primer adalah melalui survei, wawancara dan observasi. Pengumpulan data primer dilakukan dengan melakukan survey langsung ke kantor BAZNAS Kota Parepare sebagai pusat objek penelitian dan melakukan sesi wawancara kepada pegawai/staf BAZNAS sendiri yang terlibat dalam penelitian.31.
Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari pencatatan dokumen institusi/perusahaan dan industri terkait yang berkaitan dengan usaha penulisan. Dan data tersebut dapat diperoleh dari majalah, artikel, buku, internet atau pihak terkait lainnya.32.
Teknik Pengumpulan danPengolahanData
Wawancara adalah proses memperoleh informasi/data untuk keperluan penelitian dengan cara tanya jawab, tatap muka atau dengan pewawancara dan responden dengan menggunakan alat yang disebut pedoman wawancara. Peneliti menyiapkan instrumen berupa pertanyaan-pertanyaan yang disiapkan peneliti sebelum bertemu langsung dengan informan dan kemudian peneliti mencatat jawaban yang diterima secara tatap muka sebagai informasi penting dalam interpretasi penelitian yang dilakukan. ditujukan kepada pegawai/staf khususnya Bendahara dan staf BAZNAS. Pengelolaan sistem informasi yang dimaksud dalam penelitian ini. Bentuk wawancara dilakukan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan tertentu dan mengajukan pertanyaan tanpa membatasi jawabannya. jawaban sebanyak mungkin. semaksimal mungkin untuk memperjelas dan menganalisis data yang diperoleh. Wawancara yang dilakukan oleh peneliti merupakan wawancara yang tidak terstruktur yang dimulai dari pertanyaan-pertanyaan umum pada bidang penelitian yang ditargetkan secara luas. Dokumentasi dapat berupa tulisan, gambar atau karya monumental seseorang.Teknik ini digunakan sebagai pelengkap metode observasi dan wawancara.
Uji Keabsahan Data
Triangulasi sumber dapat dilakukan dengan cara memeriksa data yang diperoleh melalui sumber yang berbeda. Triangulasi teknis dapat dilakukan dengan memeriksa sumber yang sama namun dengan teknik yang berbeda.36.
Teknik Analisis Data
Jika ternyata segala sesuatu dianggap asing, tidak diketahui, dan tidak memiliki pola, hal itulah yang perlu diwaspadai peneliti saat mengolah data. Jadi, reduksi data merupakan tahap awal dalam penelitian kualitatif dengan melakukan observasi dan klarifikasi data yang paling mendasar. untuk didiskusikan. Teknik penyajian data dalam penelitian kualitatif dapat dilakukan dalam berbagai bentuk seperti tabel, grafik dan sejenisnya. Selain itu, penyajian data dapat dilakukan dalam bentuk uraian singkat, diagram, hubungan antar kategori, diagram alir dan sejenisnya.38.
Menurut Miles dan Hiberman, penarikan kesimpulan dan verifikasi kesimpulan awal yang disampaikan masih bersifat tentatif dan akan berubah jika tidak ada bukti kuat yang mendukungnya. Namun apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal didukung oleh bukti-bukti yang sahih, dan dikemukakan pada tahap awal yang didukung oleh bukti-bukti yang sahih dan konsisten pada saat penelitian kembali ke bidang pengumpulan data, maka kesimpulan yang diajukan adalah kesimpulan yang kredibel. Jadi dengan menarik kesimpulan suatu temuan baru yang belum pernah ada sebelumnya. Suatu temuan dapat mengubah gambaran atau gambaran suatu objek yang sebelumnya tidak jelas atau gelap, sehingga setelah penelitian menjadi jelas, hubungan sebab akibat atau interaktif, hipotesis dapat berubah.
Hasil Penelitian
Dengan diterapkannya sistem informasi akuntansi akan membantu pengelola dana zakat dan penggunaan sistem informasi akuntansi akan memudahkan perusahaan/lembaga dalam menjalankan sebagian besar aktivitas lembaga tersebut. Efektivitas Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Dalam Pengelolaan Zakat Pada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Parepare. Sistem Informasi Akuntansi telah mempermudah pengelolaan kas dan ketepatan waktu dalam pelaporan keuangan.
Kendala Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Pengelolaan Zakat di Badan Amil Nasional (BAZNAS) Kota Parepare. Jadi dengan adanya sistem informasi akuntansi akan memudahkan suatu perusahaan dalam mengambil keputusan yang tepat.
Pembahasan Penelitian
Simpulan
Pada tahun 2017 ini bersamaan dengan hari berdirinya BAZNAS di kota Parepare, kami juga menerapkan Sistem Informasi Akuntansi dan nama aplikasi atau sistem yang kami gunakan adalah SIMBA atau 'Sistem Informasi Bazna'39. Sistem informasi akuntansi merupakan suatu sistem yang mempunyai peranan penting yang bertujuan untuk mengumpulkan dan mengolah data serta melaporkan informasi mengenai transaksi keuangan.Sistem Informasi. Sistem informasi akuntansi adalah suatu sistem yang akan menghasilkan laporan keuangan dasar untuk tujuan akuntabilitas, pengelolaan dan transparansi.
Dengan dirancangnya Sistem Informasi Akuntansi Zakat mampu memenuhi kebutuhan masyarakat umum dalam membayar zakat, infaq dan sedekah dengan menggunakan sistem ini. Sistem akuntansi keuangan yang diterapkan harus sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK). Sistem informasi akuntansi yang memadai menjadi kebutuhan utama bagi BAZNAS Kota Parepare dalam menyajikan laporan keuangan yang andal. Laporkan hasil sistem informasi akuntansi yang digunakan. Kualitas pelayanan bagian pemeliharaan sudah baik, terbukti dengan adanya aplikasi Sistem Informasi Akuntansi yang memudahkan pengelolaan kas dan ketepatan waktu dalam pelaporan keuangan.
Sementara itu, dalam proses perencanaan dan penganggaran, sistem informasi akuntansi masih dirasa belum memberikan kontribusi dalam mendukung proses tersebut.
Saran
Alfina, Sistem Informasi Akuntansi Pengelolaan APBDES Pemerintahan di Desa Kadingeh Kabupaten Enrekang (Analisis Akuntansi Syariah) (Parepare, Tesis Program Studi Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah Institut Agama Islam Negeri Parepare, 2022). Fira Husaini, Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif (Yogyakarta:2020) Faiz Zamzi, Nabella Duta, Nusa, Ihda Arifin Faiz, Sistem Informasi Akuntansi. Kasiram, Metode Penelitian Kualitatif-Kuantitatif (Yogyakarta: UIN-Maliki Press 2010). Mahmudi, Sistem Akuntansi Organisasi Pengelola Zakat Yogyakarta: P3EI Press, 2009).
Nudasar Ragillita Untary, Pengaruh sistem informasi akuntansi, sistem pengendalian internal dan kompetensi sumber daya manusia terhadap kualitas. STAIN Parepare, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah (Parepare: STAIN Parepare, Tim Penyusun 2013, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah (Makalah dan Skripsi), edisi revisi (Parepare: STAIN Parepare, 2013).