• Tidak ada hasil yang ditemukan

SLIDE MOTIVASI DAN KEPEMIMPINAN

N/A
N/A
Kevin Shaiuy Delodo

Academic year: 2024

Membagikan "SLIDE MOTIVASI DAN KEPEMIMPINAN"

Copied!
40
0
0

Teks penuh

(1)

MOTIVASI DAN

KEPEMIMPINAN

(2)

 Motivasi

 Kepemimpinan

2 Konsep Penting

Fungsi Pengarahan pada Individu

(3)

 French and Raven :

◦ Motivasi adalah sesuatu yang mendorong seseorang untuk

menunjukkan perilaku tertentu.

Motivation is the set of forces that cause people to behave in certain ways.

Pengertian Motivasi

(4)

 Motivasi (Motivation)

 Kemampuan (Ability)

 Lingkungan Pekerjaan (Work Environment)

Faktor Penentu Kinerja

(Griffin)

(5)

Motivasi sebagai Pendorong Individu

Kebutuhan atau Kesenjangan Kebutuhan

Pencarian Jalan

Keluar bagi memenuhi dan memuaskan

kebutuhan

Pilihan Perilaku untuk memenuhi dan

memuaskan kebutuhan

Penentuan

kebutuhan di masa yang akan datang dan pencarian bagi cara pemenuhannya

Evaluasi atas

Pemuasan Kebutuhan

(6)

 pendekatan tradisional atau dikenal sebagai traditional model of motivation theory,

 pendekatan relasi manusia atau human relation model

 pendekatan sumber daya manusia atau human resources model.

Beberapa Pendekatan Mengenai

Motivasi

(7)

Pendekatan Tradisional Pendekatan Relasi Manusia Pendekatan SDM

A S U M S I 1. Pekerjaan pada dasarnya merupakan sesuatu

yang tidak disukai oleh setiap orang karena merupakan sebuah beban.

2. Apa yang seseorang lakukan tidak lebih penting dari apa yang dapat diperoleh oleh seseorang karena melakukan hal tersebut 3. Hanya sedikit orang yang mau dan mampu

mengerjakan pekerjaan yang kreatif, inovatif, dan penuh tantangan

1. Pada dasarnya manusia ingin dianggap penting dan berguna

2. Manusia ingin merasa dimiliki dan diakui eksistensinya secara individual dalam lingkungan sosial

3. Perasaan sebagaimana yang disebutkan dalam asumsi 1 dan 2 adalah lebih penting daripada kompensasi berupa uang.

1. Pekerjaan pada dasarnya bukan merupakan sesuatu yang tidak disukai. Para pekerja ingin memberikan kontribusi terhadap suatu tujuan yang memberikan manfaat.

2. Hampir semua orang pada dasarnya dapat melakukan sesuatu yang kreatif, inovatif, dan penuh tantangan daripada sekedar menjalankan tugas yang diperintahkan pada mereka.

KEBIJAKAN YANG DAPAT DILAKUKAN 1. Manajer harus memberi perintah dan mengawasi

bawahan dalam setiap pekerjaan

2. Manajer harus menerjemahkan pekerjaan kedalam bentuk perintah yang sederhana, spesifik, dan jelas agar mudah untuk dikerjakan oleh bawahan

3. Manajer harus membuat jadual pekerjaan secara rutin dan rinci dan mengkordinasikannya setiap saat.

1. Manajer bertugas untuk menciptakan suasana dimana para pekerja menganggap dirinya penting dan bermanfaat bagi perusahaan.

2. Manajer perlu untuk selalu mengakomodasi usulan dari bawahan dan memastikan bahwa para pekerja selalu mendapatkan informasi terkini mengenai pekerjaan 3. Manajer perlu memberikan kesempatan kepada

para pekerja untuk melakukan inisiatif dan kemandirian dalam setiap pekerjaan

1. Manajer perlu memastikan bahwa seluruh sumber daya manusia didayagunakan dan dimanfaatkan secara optimal.

2. Manajer perlu mewujudkan suasana pekerjaan yang dapat mendorong seluruh sumber daya manusia bekerja berdasarkan kemampuannya masing-masing.

3. Manajer perlu mendukung adanya partisipasi dari para pekerja dalam hal bekerja,

berinisiatif, dan melakukan pekerjaan secara mandiri.

HARAPAN 1. Para pekerja akan melakukan pekerjaan jika

upahnya memadai dan manajer bertindak 2. Jika pekerjaan yang harus dilakukan jelas dan adil para pekerja diawasi secara ketat, maka para pekerja akan mampu bekerja sesuai dengan standar

1. Adanya transparansi informasi yang memadai antara atasan dan bawahan serta

keterlibatan para pekerja dalam berbagai keputusan akan memuaskan kebutuhan para pekerja untuk diperhatikan dan dianggap penting serta berguna.

2. Pemuasan terhadap kebutuhan para pekerja untuk dianggap penting dan berguna akan meningkatkan moral dan semangat para pekerja dan pada akhirnya para pekerja akan bersedia untuk bekerja sama

1. Peningkatan keterlibatan pekerja dalam berbagai hal yang terkait dengan pekerjaan akan menyebabkan terjadinya peningkatan kinerja dan efisiensi.

2. Kepuasan kerja akan terwujud melalui berbagai hasil positif yang dapat ditunjukkan oleh para pekerja dalam setiap kesempatan.

(8)

 perspektif kebutuhan (Need perspectives)

 perspektif keseimbangan dan keadilan (equity perspectives)

 perspektif pengharapan (expectancy perspectives)

 perspektif penguatan (reinforcement perspectives)

 perspektif penyusunan tujuan (Goal Setting Theory)

5 Perspektif Kontemporer

mengenai Motivasi

(9)

 teori hirarki kebutuhan (Hierarchy of Needs) dari Abraham Maslow

 teori ERG dari Clayton Alderfer

 teori tiga kebutuhan dari Atkinson dan McClelland

 teori dua faktor (Two-Factor Theory) dari Frederich Herzberg

Perspektif kebutuhan (Need

perspectives) mengenai Motivasi

(10)

Hirarki Kebutuhan

(Maslow)

(11)

Teori ERG dari Alderfer

Fisik Sosial Penghargaan

Aktualisasi Diri

Keamanan

GROWTH Needs

RELATEDNESS Needs

EXISTENCE Needs

Tingkatan Kebutuhan dari Maslow

Teori ERG dari Alderfer

(12)

Teori 3 kebutuhan Atkinson dan McClelland

Kebutuhan Manusia

Kebutuhan untuk Berprestasi

(N-Ach)

Kebutuhan untuk Berafiliasi

(N-Aff)

Kebutuhan akan Kekuasaan

(N-Pow)

(13)

 Motivating Factors

◦ kesempatan untuk berprestasi(achievement)

◦ pengakuan dalam lingkungan pekerjaan (recognition)

◦ kesempatan untuk bertanggungjawab (responsibility)

◦ kesempatan untuk berkembang dan mengembangkan diri (advancement and growth)

 Hygiene Factors

◦ kebutuhan akan kebijakan dan administrasi perusahaan yang jelas dan adil (company policy and administration)

◦ supervisi yang memadai (supervision)

◦ keserasian hubungan dengan supervisi (relationship with supervision)

◦ kondisi pekerjaan yang kondusif (working condition)

◦ gaji atau upah yang layak(salary)

◦ hubungan yang baik antar pekerja (relationship with peers)

◦ adanya penghargaan terhadap kehidupan pribadi (personal life)

◦ hubungan yang serasi dengan bawahan (relationship with subordinates)

◦ kejelasan status pekerjaan (job status)

◦ masa depan dari pekerjaan yang dijalani(job safety)

Teori Dua Faktor dari Herzberg

(14)

 Motivasi Individu ditentukan oleh kesesuaian antara Job Input dan Job Rewards

Perspektif Keseimbangan dan Keadilan mengenai Motivasi (Equity Theory)

Job Inputs :

· Usaha

· Kemampuan

· Keahlian

· Loyalitas

· Waktu

· Kompetensi

Job Rewards:

· Upah

· Kepastian dan Keamanan Kerja

· Benefit

· Peluang Karir

· Status

· Peluang Promosi

(15)

 4 asumsi dasar (Nadler & Lawler)

◦ Perilaku sangat ditentukan oleh kombinasi dari berbagai faktor individu dan berbagai faktor lingkungan

◦ Perilaku individu dalam organisasi senantiasa ditentukan oleh kesadaran dari keputusan

setiap individu.

◦ Individu memiliki keragaman kebutuhan, pengharapan dan tujuan.

◦ Masing-masing individu cenderung akan berperilaku berdasarkan pilihan alternatif

perilaku yang terkait dengan harapan mereka

Perspektif Pengharapan

mengenai Motivasi

(16)

 pengharapan terhadap hasil yang akan diperoleh (outcome-performance

expectancy)

 dorongan terhadap motivasi (valence)

 pengharapan akan usaha yang perlu

dilakukan (effort-performance expectancy)

3 komponen utama

dalam Perspektif Pengharapan

(17)

Penghargaan Intrinsik dan Ekstrinsik

Harapan Atas Penghargaan

Intrinsik

Contoh : Puas atas pekerjaan, kepercayaan

diri, dll

Ekstrinsik

Contoh: Bonus,

Promosi, Pujian, dll

(18)

 Kerangka Pikir BF Skinner

Perspektif Penguatan mengenai Motivasi

Stimulan Respon

Perlakuan yang diterima

Respon

Selanjutnya

(19)

 penguatan positif (positive reinforcement)

 pembelajaran melalui penghindaran terhadap sesuatu (avoidance learning)

 pengecualian atau peniadaan (extinction)

 hukuman (punishment)

Modifikasi Perilaku

(20)

 Menyangkut tingkat keterlibatan anggota dalam penyusunan dan penentuan tujuan organisasi

 Anggota yang bertipe-X cenderung kurang dilibatkan dalam penyusunan tujuan,

sedangkan yang bertipe-Y cenderung

untuk lebih dilibatkan dalam penyusunan tujuan. (Kerangka McGregor)

Perspektif Penyusunan Tujuan

mengenai Motivasi

(21)

 Pengertian Kepemimpinan

◦ proses dalam mengarahkan dan mempengaruhi para anggota dalam hal berbagai aktifitas yang harus dilakukan

 Konsep mengenai Kepemimpinan (Griffin)

◦ Kepemimpinan sebagai proses

◦ Kepemimpinan sebagai atribut

Konsep Dasar

Kepemimpinan

(22)

Perbedaan Manajemen dan Kepemimpinan

KEGIATAN MANAJEMEN KEPEMIMPINAN

Penyusunan rencana Perencanaan dan Penganggaran.

Penentuan rencana spesifik dari

kegiatan untuk pencapaian tujuan serta

mengalokasikan segala sumber daya

yang dibutuhkan.

Penentuan Arah Kegiatan.

Menyusun visi atau tujuan jangka

panjang yang akan diraih oleh

organisasi serta strategi perubahan

yang harus dilakukan.

Membangun relasi antar

manusia atau kelompok kerja

untuk merealisasikan rencana

Pengorganisasian dan Penempatan

SDM. Menyusun struktur organisasi,

prosedur kerja, tanggung jawab dari

setiap bagian organisasi serta metode

implementasi

Mengkomunikasikan visi kepada

orang-orang serta membangun

kerjasama dengan orang- orang yang

siap untuk mewujudkan visi secara

bersama-sama

(23)

KEGIATAN MANAJEMEN KEPEMIMPINAN Implementasi

Rencana Pengawasan dan

Pemecahan Masalah.

Pada tahap

implementasi tugas manajemen adalah melakukan

pengawasan dan pengendalian atas

berbagai kendala yang mungkin

ditemui.

Memotivasi dan Memberikan inspirasi. Peran yang dilakukan pada saat implementasi adalah

memotivasi orang-orang yang telah sepakat bekerjasama untuk

melakukan implementasi dari apa yang telah dibangun sebagai upaya pencapaian visi.

Hasil yang diperoleh Sesuatu yang telah diperkirakan atau telah ditargetkan

sebelumnya.

Suatu perubahan yang akan mendukung pencapaian visi.

Perbedaan Manajemen dan Kepemimpinan

(24)

 pengikut (followers)

 perbedaan kekuasaan (distribution of powers) antara pemimpin dan pengikut

 penggunaan kekuasaan untuk

mempengaruhi (power to influence),

 nilai yang dibangun(leadership value)

Keterlibatan 4 aspek dalam

Kepemimpinan

(25)

 Pendekatan Personal (Personal Traits of Leadership Approach)

 Pendekatan Perilaku (Behavioral Approach)

 Pendekatan Kontingensi (Contingency Approach)

Pendekatan mengenai

Kepemimpinan

(26)

 Pemimpin dan Bukan Pemimpin

 Pemimpin Efektif dan Pemimpin Tidak Efektif

Pendekatan Personal

mengenai Kepemimpinan

(27)

Fokus dari Pendekatan Perilaku :

◦ Fungsi-fungsi Kepemimpinan (leadership functions)

◦ Gaya Kepemimpinan (leadership styles)

Pendekatan Perilaku

mengenai Kepemimpinan

(28)

 fungsi yang terkait dengan tugas atau pekerjaan (task-related functions)

 fungsi yang terkait dengan hubungan

sosial atau pemeliharaan kelompok(group- maintanance functions)

2 Fungsi Kepemimpinan

(29)

 Kepemimpinan yang berorientasi pada pekerjaan (task-oriented or job-style)

 Kepemimpinan yang berorientasi pada pegawai atau orang-orang (employee- oriented style)

Gaya Kepemimpinan

(30)

Studi Ohio mengenai Gaya Kepemimpinan

Tinggi Tinggi

Rendah

Orientasi Pekerjaan Rendah dan

Orientasi PekerjaTinggi

Orientasi Pekerjaan dan Orientasi PekerjaTinggi

Orientasi Pekerjaan dan

Orientasi Pekerja Rendah

Orientasi Pekerjaan Tinggi dan Orientasi

Pekerja Rendah

Orientasi Pekerja (Consideration)

Orientasi Pekerjaan

(Initiating Structure)

(31)

 Improvished Management atau gaya manajemen 1.1

 Country Club Management atau gaya manajemen 1.9

 Middle of the Road Management atau gaya manajemen 5.5

 Authority Compliance atau gaya manajemen 9.1

 Team Management atau gaya manajemen 9.9

Managerial Grid

(32)

 model kepemimpinan situasional dari Hersey-Blanchard

 model LPC dari Fiedler

 model jalan tujuan dari Evans-House

Pendekatan Kontingensi

mengenai Kepemimpinan

(33)

Model Kepempinan Situasional

High

Relatiohship and Low Task

3

High Task and High Relationship

2

Low

Relationship and Low Task

4

Low

Relationship and High Task

1

Relationship Behavior

(Memberikan Dukungan)

Task Behavior

(Memberikan Panduan) Low High

Low

High

(34)

Model LPC

Faktor Kontingensi Situasi yang dihadapi

Relasi Pimpinan-Bawahan Baik Buruk

Stuktur Pekerjaan/Tugas Tinggi Rendah Tinggi Rendah

Peran/Posisi Kekuasaan Kuat Lemah Kuat Lemah Kuat Lemah Kuat Lemah

Kecenderungan Situasi Kondusif Cukup Kondusif Tidak Kondusif

Perilaku Pemimpin yang Ideal Orientasi

Pekerjaan Orientasi pada relasi

sosial/orang-orang Orientasi

Pekerjaan

(35)

 3 faktor kontingensi yang perlu

dipertimbangkan dalam model LPC :

◦ relasi pemimpin-bawahan (leader-member relation)

◦ struktur pekerjaan(task-structure),

◦ peran kekuasaan (power position)

(36)

 2 hal yang perlu diperhatikan

◦ Perilaku Pemimpin

◦ Faktor Situasi

 4 Tipe Kepemimpinan

◦ Pemimpin Direktif

◦ Pemimpin Suportif

◦ Pemimpin Partisipatif

◦ Pemimpin Prestatif

Model Jalan Tujuan (Path-Goal

Theory)

(37)

 Authocratic Style ( AI & AII)

 Consultative Style (CI & CII)

 One-Group Style (GII)

Model Vroom-Yetton-Jago

(38)

Model Vroom-Yetton-Jago

Tipe Keputusan Pengertian

AI Manajer membuat keputusan sendiri

AII Manajer menanyakan informasi dari bawahan akan tetapi keputusan diambil sendiri oleh manajer. Bawahan tidak selalu harus mengetahui informasi mengenai situasi yang dihadapi.

CI Manajer berbagi informasi dengan bawahan secara individual, dan bertanya mengenai berbagai informasi dan evaluasi dari mereka. Akan tetapi anajer mengambil keputusan sendiri.

CII Manajer dan bawahan bertemu sebagai tim untuk mendiskusikan berbagai hal menyangkut situasi yang dihadapi akan tetapi manajer yang mengambil keputusan.

GII Manajer dan bawahan bertemu sebagai tim untuk

mendiskusikan berbagai hal yang menyangkut situasi

yang dihadapi dan keputusan ditentukan oleh tim.

(39)

 Pendekatan Substitusi

 Kepemimpinan Karismatik

 Kepemimpinan Transformatif

Pendekatan Lain mengenai

Kepemimpinan

(40)

Perilaku Politis yang Umum

 Inducement

 Persuasion

 Creation of an obligation

 Coercion

Perilaku Politis dalam

Organisasi

Referensi

Dokumen terkait

Saya senang dengan gaji yang saya terimakarena sesuai dengan banyaknya pekerjaan yang harus saya lakukan.. Saya senang karena memiliki kesempatan untuk dihargai dan

Kelebihan model pembelajaran kooperatif tipe TAI ini adalah karena siswa bertanggungjawab untuk memeriksa pekerjaan rekannya yang lain, maka guru mempunyai waktu yang lebih

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepemimpinan, disiplin, motivasi pengawasan, dan lingkungan kerja, secara individu maupun secara serempak apakah mempunyai

Motivasi merupakan faktor dalam kompetensi yang dapat berubah. Dengan memberikan dorongan, apresiasi terhadap pekerjaan bawahan, memberikan pengakuan dan perhatian

Sedangkan situasional variable adalah variabel yang bersumber dari situasi pekerjaan yang lebih luas (lingkungan organisasi), misalnya pelaksanaan supervisi, karakteristik

Kelebihan model pembelajaran kooperatif tipe TAI ini adalah karena siswa bertanggungjawab untuk memeriksa pekerjaan rekannya yang lain, maka guru mempunyai waktu yang lebih

Untuk memotivasi orang lain, kita dapat memberi penghargaan, menghargai, menciptkan pekerjaan yang lebih menarik, menjadi pendengar yang baik, member tantangan, serta

Berdasarkan pendapat ahli diatas, maka dapat disimpulkan bahwasanya motivasi kerja ialah suatu dorongan dalam diri seseorang untuk melakukan pekerjaan dengan bertanggungjawab untuk