• Tidak ada hasil yang ditemukan

spi kekhalifahan - meddysha fk(1)

N/A
N/A
Inyour Name

Academic year: 2023

Membagikan "spi kekhalifahan - meddysha fk(1)"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

Meddysha Firlana Kumaira Psikologi I/17

Resume Periode Khulafaur Rasyidin (632 – 661M)

Pembentukan Kekhilafahan dan Sistemnya.

 Abu Bakar (632 – 634 M)

Pembentukan Kekhalifahan.

Masalah yang pertama dalam Islam setelah Nabi wafat adalah politik, karena pengganti Nabi sebagai kepala negara dalam kapasitasnya, sedang kedudukannya sebagai Rasul tidak dapat digantikan oleh siapapun. Karena itu, tak lama setelah beliau wafat dan jenazahnya dimakamkan, sejumlah tokoh Anshar dan

Muhajirin, berkumpul di balai Tsaqifah Bani Sa’idah Madinah.

Mereka bermusyawarah untuk memilih siapa yang akan menjadi kepala negara. Orang-orang Muhajirin mengatakan bahwa mereka yang paling pantas untuk menjadi khalifah karena mereka yang mula-mula masuk Islam dan Nabi berasal dari kalangan Muhajirin.

Abu Bakar mengusulkan agar pemimpin baru itu dijabat oleh kaum Muhajirin dan wakilnya dari kaum Anshar, tetapi orang Anshar menolak usul itu. Oleh sebab itu, beliau mengusulkan agar Umar Bin Khattab diangkat menjadi khalifah, usul itu tidak disetujui Umar dan Ia mengatakan jika Abu Bakar yang paling pantas menjadi khalifah.

Tetapi bagaimana pun juga Abu Bakar adalah orang yang tepat untuk menggantikan Nabi. Mengingat prestasinya sebagai orang dewasa pertama yang masuk Islam, menemani Nabi waktu hijrah ke Yatsrib, satu-satunya orang yang ditunjuk Nabi menjadi imam shalat saat Beliau sakit.

Sistem Kepemimpinan

(2)

Ada tiga golongan pembangkang yang tiba sepeninggal Rasulullah, diantaranya orang murtad, orang yang enggan membayar zakat, dan Nabi palsu.

Untuk menghadapi kaum penyeleweng itu, Abu Bakar bermusyawarah dengan para sahabat terkemuka. Diputuskan bahwa semua kaum penyeleweng itu harus diperangi sampai mereka kembali pada kebenaran. Perang ini disebut “Perang Riddah” yang dipimpin oleh Khalid Bin Walid.

Tekad Abu Bakar memerangi kaum penyeleweng telah menyelamatkan Negara Islam yang masih muda itu. meskipun untuk itu harus dibayar mahal dengan gugurnya 70 orang penghafal Al-Qur’an.

 Umar Bin Khattab (634 – 644 M)

Ketika Abu Bakar sakit, dia memperhatikan sahabatnya, siapa di antara mereka yang sesuai diangkat menjadi khalifah, “yang tegas tidak kejam dan yang lembut tidak lemah”. Ketika pilihannya jatuh kepada Umar, dia pun mengundang para sahabat untuk bermusyawarah perihal pilihannya itu. Kemudian Abu Bakar mengundang Utsman dan berkata:

Ceritakan kepadaku! Penilaianmu kepada Umar. Utsman menjawab:

Sungguh sepengetahuanku bahwa hatinya lebih baik dar apa yang ditampakkan oleh perilaku anggota badannya. Kemudian Abu Bakar meminta pendapat Asid bin Hudhair al-Anshari dan mengajak

musyawarah Sa’id bin Zaid dan yang lain dari kalangan Muhajirin dan Anshar tentang penilaian mereka terhadap Umar, ternyata semuanya menyanjungnya.

Dengan demikian, Penetapan Umar sebagai khalifah ditulis pada suatu piagam pengangkatan. Pengangkatan Umar ini bermaksud untuk mencegah kemungkinan terjadinya perselisihan dan perpecahan di kalangan umat Islam di kemudian hari.

Sistem Kepemimpinan

(3)

Karena perluasan wilayah, Umar mengatur administrasi negara dengan mencontoh administrasi yang sudah berkembang terutama di Persia. Pemerintahannya diatur menjadi 8 wilayah propinsi: Makkah, Madinah, Syiria, Jazirah, Basrah, Kufah, Palestina, dan Mesir.78

 Utsman bin Affan (23 – 35 H / 644 – 656 M)

Para sahabat terkemuka meminta Umar agar menetapkan penggantinya sebagai khalifah bil dia

meninggal dunia. Mereka bersidang sesudah Umar wafat. Dalam sidang itu mulai nampak persaingan antar Bani Hasyim dengan Bani Umayah. Pertama, dari segi senioritas bila Ali diangkat menjadi khalifah tidak ada lagi kesempatan buat Utsman sesudahnya. Kedua, masyarakat telah jenuh dengan pols kepemimpinan Umar yang serba disiplin dan keras bila Ali diangkat akan terulang seperti itu.Ketiga, menarik jabatan khalifah dari Ali sebagai keluarga Nabi jauh lebih sulit dibandingkan dengan Utsman. Ali bin Abi Thalib dengan pendukungnya turut memberikan bai’at mereka kepada Utsman. Utsman melanjutkan perluasan wilayah yang dilakukan khalifah Umar.

Sistem Kepempinan

Pertama, dia mengangkat kaum kerabatnya pada jabatan-jabatan tinggi negara atau yang dikenal dengan politik nepotisme, yaitu sebagai gubernur dan sekretaris negara;

a. Saudara sesusuannya Abdullah bin Sa’ad diangkat menjadi gubernur Mesir menggantikan Amr bin Al-Ash.

b. Saudara sepupunya Walid bin Uqbah diangkat menjadi gubernur Kufah menggantikan Mughirah bin Syu’bah.

Walid bin Uqbah kemudian diganti pula dengan saudara sepupunya Sa’ad bin al-Ash.

c. Anak bibinya Abdullah bin Amir diangkat menjadi gubernur Basrah menggantikan Abu Musa al-Asy’ari.

(4)

 Ali bin Abi Thalib (35 – 40 H / 656 – 661 M)

Kaum pemberontak menguasai Madinah dan orang-orang Bani Umayyah banyak yang meninggalkan ibu kota itu, di antaranya Marwan bin Al- Hakam yang berhasil menyelundupkan baju Utsman yang berlumuran darah ke Makkah.

Kaum pemberontak mendesak Ali supaya bersedia diangkat menjadi khalifah, tetapi ditolaknya, dan dia menegaskan bahwa masalah itu bukanlah urusan mereka,

tetapi urusan para pejuang perang Badr.

Kaum pemberontak kembali mendesak Ali supaya bersedia diangkat menjadi khalifah

Sistem Kepempinan

Mengambil dua kebijaksanaan. Pertama, memecat gubernur yang diangkat Utsman termasuk Muawiyah yang sudah menjadi gubernur Syam semenjak khalifah Umar. Kedua, mengambil kembali tanah-tanah negara yang sudah diperjual-belikan kroni-kroni

khalifah Utsman.

Referensi

Dokumen terkait

8) Peserta didik menuliskan simpulan tentang proses pengangkatan khalifah Abu Bakar Ash-Shidiq dan Umar bin Khattab. 9) Peserta didik menuliskan simpulan tentang

Sebelum pembaiatan, Utsman bin Affan dipilih dan diangkat dari enam calon yang ditunjuk oleh khalifah Umar bin Khattab saat menjelang ajalnya, karena pada saat itu

- Diskusi kelompok untuk menemukan keteladanan yang dapat diambil dari kisah Khalifah Abu Bakar Assidiq dan Umar Bin Khattab. - Mengkomunikasikan hasil kerja kelompok

Diantara usaha-usaha penting yang dilakukan oleh umar selama menjadi khalifah adalah sebagai berikut:.. Perjuangan Khalifah Umar bin Khattab

(HR Bukhari dan Muslim). Setelah kematian Abu Bakar, Umar bin Khattab diangkat sebagai penerusnya. Menurut Amir Ali, “masuknya Umar dalam kekhalifahan, adalah nilai

Berbeda halnya dengan Abu Bakar ash-Shiddiq dalam menentukan calon penggantinya, Khalifah Umar bin Khattab membentuk sebuah tim yang terdiri dari enam orang sahabat,

Setelah Abu Bakar wafat mushaf tersbt kemudian disimpan oleh Umar bin Khattab hingga ia wafat, kemudian mushaf tersebut berada pada Hafshah binti Umar.68 Pada tahun 20 H, Khalifah

Media pembelajaran powerpoint atau ppt SKI Kelas 5 Kisah Teladan Khalifah Umar bin