KOEFESIEN TRANSFER MASSA VOLUMETRIS
ADSORPSI CADMIUM (Cd) DARI LIMBAH CAIR
DENGAN MENGGUNAKAN CHITIN SECARA BATCH
Nunik Sri
Wahjuni"
danMujtahid
Kaavesslna*)
StafPengajar
Jurusan Teknik Kimia FT-UNSAbstract : Based on PT. Bina
karya report
forproduction
unit IV PertaminaCilacap
thatCadmium metal in wastewater is still about the concentration limit. One of the treatments of wastewater is an
adsorption
method, and many adsorbents can be used. The aim of this research was to know volumetric mass transfer coefficient(Kea)
on Cadmium metaladsorption
in Batchsystem
with chitin as adsorbent. Chitin wasgot
fromshrimp
skin withreducing protein
and mineral. In this research5-gram
of chitin were mixed with 450-mlwastewater.
Every periods
of time theliquid
wasanalyzed using
AAS and results of theCadmium concentrations based on the research's results. The
variable,
which was observed in this research, wastemperature
that werexrc,
40°C,
andarc.
The resultsof the research were 1,1317
10-2 minute",
1,145110-2 minute",
1,69261CJ2 minute".
Keywords
: mass transfercoefficient, adsorption,
cadmium PENDAHULUANLaporan
PT. BinaKarya cabang Semarang
untuk Unit Produksi IVCilacap menyebutkan
bahwa kadar Cadmiumdalam air
permukaan sungai
DonanCilacap melampaui
baku mutu yangdipersyaratkan.
Lim bahdengan kandungan
Cadmium diklasifikasikansebagai
limbah B3 karena bersifatkarsiogenik, mutagenik
danterbiodegradasi.(PT.
BinaKarya,2000).
Sal ah satu cara untuk
mengurangi
kadar Cadmium dalam airadalah
dengan penjerapan. Banyak
bahan yang
digunakan sebagai penjerap
ion.
Supaya dapat digunakan
secara komersial,penjerap
harusmempunyai
karakter antara lain efisiensipenjerapan
yang
tinggi,
berumurpanjang
sertamempunyai
selektivitas yangtinggi (Hardjono, 1990).
Chitin
merupakan polimer
golongan polisakarida
yang tersusun atasmonomer
?(1-4)2-asetamida-2-deoksi-D-
glukosa.
Chitin inipotensial digunakan sebagai penjerap
ionlogam
berat dalampengolahan
limbah. Chitindapat diperoleh
daricangkang
limbahudang,
yang
harganya
relatifmurah, dengan
caradeproteinisasi
dan demineralisasi.Limbah
udang
rm belumbanyak
dimanfaatkan dan
hanya
sebatassebagai
bahan
pembuatan
trasiataupun pakan
ikan, yang belumsebanding dengan jumlah
limbahudang
yang dihasilkan(Poernomo, 1993).
96
DASARTEORI
Peristiwa
adsorpsi merupakan
suatu fenomena
permukaan
dimanaterjadi
akumulasi suatuspesies pada
batas muka
padatan-fluida. Adsorpsi dapat terjadi
karena gaya tarik menariksecara elektrostatis
saja. Penyebab
lainadalah gaya tarik menarik yang
diperbesar dengan
ikatan koordinasihidrogen
atau ikatan van der walls. Jikaadsorbat dan
permukaan
adsorbenberikatan
hanya dengan
gaya van derwalls,
maka yang dibicarakan adalahadsorpsi
fisis atau van der walls. Molekulyang
teradsorpsi
terikat secara lemahdipermukaan
dan panasadsorpsinya
rendah
(Treyball,
1981).
Jika molekul yang
teradsorpsi
bereaksi secara kimiawi
dengan
permukaan,
maka fenomena yangterjadi
disebut
Chemisorption.
Karenaadanya
ikatan kimia yang
terputus
dan terbentukselama proses, maka panas
adsorpsinya mempunyai
nilai yanghampir
samadengan
pan as reaksi kimia(Treyball,
1981).
Pencemaran air
dapat dibagi
menjadi beberapa klasifikasi,
salahsatunya
adalah traceelement,
yang berartiterdapat
dalamjumlah
sedikitsekali di dalam air.
Beberapa logam
beratseperti
timbalmerupakan
bahanpencemar yang
paling berbahaya. Logam seperti
Cadmiummempunyai
afinitasyang
tinggi terhadap belerang dengan
menyarang ikatan
belerang
di dalamEkuilibrium,
Vol3,
No2,
2004 : 96 - 102enzim.
Gugus
asam karboksilat dan aminpada protein juga
berikatandengan logam
berat. Kadmium,tembaga, timbal,
dan merkuri
menyebabkan anemia,
kerusakan
pada ginjal
dan sistemsyaraf
yang
dapat menyebabkan
penurunan mentalpada
anak(Manahan, 1990).
Cadmium
terdapat
di air dalambentuk oksida II. Limbah Cadmium
bersifat
karsiogenik, mutagenik
dan takterbiodegradasi. (PT.Bina Karya,2000).
Chitin secara kimiawi adalah suatu
polimer golongan polisakarida
yangtersusun atas monomer
?(1-4)2-
asetamida-2-deoksi-D-glukosa,
yangdapat dipertimbangkan sebagai
suatusenyawa turunan selulosa,
dengan
gugus hidroksilpada
atom C-2digantikan
olehgugus asetamida. Monomer dari chitin ini adalah disakarida dari N-asetil-D-
glukosamin
yang disebut kitobiosa.Rumus
bangun
dari kitobiosa danmonosakaridanya
yangberupa
N-asetil-D-glukosamin
adalah(Suhardi, 1992).
HCHOH
H
HNCOCH,
HCHOH
H HNCOCH,
n
kemudian
dengan penambahan
asamsulfat
(H2S04)
1 N warna tersebutmenjadi
merah ungu
( Purnomo,
1993).
Proses
adsorpsi terjadi pada permukaan pori-pori
dalam butiradsorben,
sehingga
untuk bisateradsorpsi,
Cadmium dari cairanmengalami
proses serisebagai
berikut :a.
Perpindahan
massa Cadmium daricairan ke
permukaan
butir melaluilapisan
filmtipis.
b. Difusi dari
permukaan
butir ke dalambutir melalui
pori.
c.
Perpindahan
massa dari cairan dalampori
kedinding pori.
d.
Adsorpsi pada dinding pori.
Perpindahan
massapada
proses c dan dberlangsung sangat cepat, sehingga
tidakmengontrol
prosesadsorpsi.
Padapenelitian
ini butir-butir chitin yangdigunakan sangat
kecil(serbuk) sehingga
difusi daripermukaan
ke dalam butir
(proses b) berlangsung
relatif
sangat cepat sehingga
tidakmengontrol. Akibatnya
yangmengontrol
adalah
perpindahan
massa Cadmium daricairan ke
permukaan
butir melaluilapisan
filmtipis.
Kecepatan perpindahan
massa tersebutdapat
ditulisdengan
persamaan(1)
Kitobiosa
HCHOH
H HNCOC
HOH
dengan
Ced
= konsentrasi Cd dalam cairan,mg/cm3
C*cd
= konsentrasi Cd dalam cairan yangsetimbang dengan permukaan
butir adsorben,mg/cm3
NA
=kecepatan perpndahan
massavolumetris, mg/cm3.menit
Kc.a
= koefisienperpindahan
massa volumetris, 1/menitN-asetil-0-g/ukosamin
Gambar 1. Kitobiosa dan
glukosamin
N-asetil-D-
Hubungan kesetimbangan
lokalpada setiap tempat terjadinya
adsorbsidapat
didekatidengan
persamaan yangmirip
hukumHenry.
Uji
keberadaan chitindapat
dilakukan
dengan
carapenambahan
kalium iodida
(Kl)
1 N yangdapat
mengubah
warna chitinmenjadi coklat,
(2)
dengan
Xed
= mg Cd teradsorbsi I g adsorbenNeraca massa Cadmium dalam
fase cair adalah
sebagai
berikut :Dalam
penelitian
irn volumelarutan
dianggap tetap, sehingga
persamaan
(3) menjadi
:d(Ccd)
- -
dt
R1nput
-Routput
=0
Ned-V
(3)
Raccumulatin
=
d(Ccd·V)
dt
(8)
Persamaan diselesaikan
dengan
kondisibatas:
1. Pada saat t = 0, maka
Ced
=Ced.o
2. Pada saat t = t, makaCed
=Ced
Sehingga
persamaan(8) dapat
diselesaikan
dengan
memasukkankondisi
batasnya, sehingga diperoleh hubungan
antaraCed dengan
waktuadsorpsi:
Jika persamaan
(1)
disubtitusikanke persamaan
(3) didapatkan
persamaan l+VH!Wmassa awal Cadmium di chitin +
massa awal Cadmium di larutan
bulk = massa akhir Cadmium di
chitin + massa akhir Cadmium di larutan bulk
Hubungan
antara konsentrasiCadmium dalam chitin
dengan
konsentrasi Cadmium dalam larutan
bulk, diperoleh dengan
menuliskan neracamassa total Cadmium di dalam sistem:
dalam yang
(9)
Nilai konstantakesetimbangan diperoleh langsung, yaitu dengan
melakukan proses
adsorpsi
dalamjangka
waktu yang relatif lama
sasmpai
konsentrasi Cadmium dalam larutan
tetap.
Nilai koefisien transfer massavolumetris tidak diukur
langsung,
melainkan
diperoleh
dari curvefitting
antara data
percobaan dengan
hasilsimulasi model.
METODE PENELITIAN A. Bahan Baku
1. Chitin
diperoleh dengan
prosesdeproteinisasi
dan demineralisasi limbahudang
yangberupa cangkang.
2. Cadmium nitrat
dengan
kadar p.asebagai
sumber Cadmiumdiperoleh
dari Laboratorium Kimia Pusat UNS.B. Alat
Alat yang
digunakan penelitian
iniberupa tangki dilengkapi dengan pengaduk (2)
(4)
persamaan persamaan
+
V.Ced.o
=W.ed
+V.Ced (4)
Kemudian disubtitusikan ke
didapatkan
:(5)
W.Xed.o (6)
Pada kondisi awal chitin
sebagai
adsorben tidak
mengandung
Cadmiumsehingga diperoleh
persamaan(7)
:= W
Xed
(7)
Jika persamaan
(7)
dimasukkanke persamaan
(5) didapatkan
persamaan98
Ekuilibrium,
Vol3,
No2,
2004 : 96 - 1022
3 6
5
0
4Gambar 2. Rangkaian Alat Penelitian Keterangan Gambar :
1. Tangki
2. Motor 3. Pengaduk
4. Pemanas 5. Termometer 6. Statif
C. Jalan Penelitian
langkah pertama
dalampenelitian
ini adalahpembuatan
chitindari limbah
udang.
Limbahudang
yangberupa cangkang udang
dibersihkandengan
air dandikeringkan
dibawah sinarmatahari selama 9
jam
atau dalam ovenpada
suhu 80° C selama 5jam.
Kemudian dilakukan proses
deproteinisasi
limbahudang sebanyak
125 gram ke dalam 500 ml larutan NaOH 1 N selama waktu proses 4
jam.
Prosesdeproteinisasi
ini mampu menurunkan kadarprotein
dalam limbah dari sekitar38%
menjadi
15%(Suhardi, 1992).
Chitin kasar hasil
deproteinisasi cangkang udang
dicucidengan
air dandikeringkan
dibawah sinar matahariselama 9
jam
atau dalam ovenpada
suhu80°C selama 5
jam.
Kemudiansebanyak
125 gram chitin kasar dilakukan proses demineralisasi ke dalam 500 ml larutan
HCI 1 N selama waktu proses 4
jam.
Proses ini mampu menurunkan kadar abu
dalam chitin dari 54 %
menjadi
1 %(Suhardi, 1992).
Chitin yang telah
diperoleh
dilakukan
penggilingan dengan
menggunakan
blender danpengayakan menggunakan screening
untukmemperoleh
variasi ukuran yang tertentu.Selanjutnya
dilakukanuji
keberadaanchitin
dengan pengamatan pada
penambahan
Kalium lodida(Kl)
dan Asam Sulfat(H2S04).
Setelah chitin
diperoleh
dari limbahudang,
kemudian melakukanpenjerapan
Cadmiummenggunakan
chitin tersebut.larutan
dengan
konsentrasi cadmium tertentu
sebanyak
500 ml dimasukkan ke dalam
tangki.
Diukur
pH larutannya Sejumlah
10 gram chitindengan
ukuran tertentu dimasukkanke
dalamnya.
Dilakukanpengadukan dengan kecepatan
200 rpm. Suhu disetpada
suhu40°C. Setiap
interval 1Omenit,
diambilcuplikan sebanyak
5 ml.Cuplikan
kemudian
disaring
untuk memisahkanantara larutan dan chitin. Proses
diulangi pada berbagai pH
dan suhu yangberbeda
dengan menggunakan
chitinyang baru
(belum digunakan pada
prosespenjerapan).
Proses
selanjutnya, sejumlah
5ml cairan diambil untuk dianalisis
kandungan logam beratnya dengan menggunakan
AtomicAbsorption Spectrophotometer (AAS).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Sebelum dilakukan
percobaan mengenai pengaruh
diameter dankonsentrasi ion
logam,
terlebih dahuludilakukan
pengujian
keberadaan chitin.Chitin
sebanyak
5 gram yangdiperoleh
dari proses
deproteinisasi
dandemineralisasi
cangkang udang
ditambahkan 10 ml Kl
1N,
proses inimenghasilkan perubahan
warna chitindari
putih kekuningan menjadi
coklat.Kemudian ditambahkan 10 ml
H2S04
1 N yangmengubah
warna coklatmenjadi
merah
keunguan.
Berdasarkan hasilpengujian dapat disimpulkan
bahwaproses
deproteinisasi
dan demineralisasicangkang udang menghasilkan
chitin(Purnomo, 1993).
Diameter adsorben yang
digunakan
adalah lolosayakan
20 meshdan tertahan 40 mesh. Diemater ini
dipilih
atas dasar diameter
optimum
(Mursito,2000).
Bila diameter terlalubesar maka luas transfer massanya relatif kecil dan bila
diameternya
terlalu kecilmaka ketika proses
penjerapan banyak
adsorben yang mengapung.
Pengaruh
Suhuterhadap
koefisien transfer massa volumetrisHasil
penelitian
danperhitungan harga
konsentrasi Cadmiumpada
suatu waktudapat disajikan
dalam bentukgrafik sebagai
berikut :1. Pada suhu
30°C
Pada kontak antara chitin dan
dengan
larutan Cadmium yang relatif lama,
konsentrasi Cadmium sebesar 0,1532
mg/L.
Dari data tersebutdiperoleh
nilaikonstanta
kesetimbangan (H)
sebesar 66,0416.Has ii simulasi model
dengan
menggunakan
nilai konstantakesetimbangan
tersebutdapat
dilihat ditabel 1 dan
gambar
359,2102. Hasil simulasi model
dengan menggunakan
nilai konstantakesetimbangan
tersebutdapat
dilihat ditabel 2 dan
gambar
4Tabel 2. Hubungan antara kadar Cadmium dalam larutan dengan waktu adsorpsi
t C data C
hitung ralat,%
0 0.2113 0.2113 0.00
15 0.1501 0.1779 15.65
30 0.1314 0.1498 12.32
45 0.1291 0.1262 2.28
60 0.1284 0.1062 20.79
15 30 45 60
Tabel 1. Hubungan antara kadar Cadmium dalam larutan dengan waktu adsorpsi
t C data C
hitung ralat,%
0 0.2563 0.2563 0.00
15 0.1780 0.2163 17.70
30 0.1597 0.1825 12.66
45 0.1589 0.1540 3.16
60 0.1578 0.1299 21.41
0,2500 -+-data hitu ng
_,
0,2000?data
percobaan? 01500, I
--
E ' I
-? 0,10001
E
? 0,0500,
0
;;; 0,0000--??-? -?-
?
0t,me nit
tmerit
Gambar 3. Grafik
hubungan
antara kadarCadmium dalam larutan
dengan
waktuadsorpsi
Dari hasil
perhitungan diperoleh
Keasebesar 1,1317
10·2 dengan
ralat reratasebesar 10,98 %
Gambar 4. Grafik hubungan antara kadar
Cadmium dalam larutan dengan waktu
adsorpsi
Dari hasil
perhitungan diperoleh
Keasebesar
1,
145110·2 dengan
ralat rerata sebesar 10,21%3. Pada suhu
50°C
Pada kontak antara chitin dan
dengan
larutan Cadmium yang relatif
lama,
konsentrasi Cadmium sebesar0,0688 mg/L.
dari data tersebutdiperoleh
nilai konstantakesetimbangan (H)
sebesar43,3113.
Hasil simulasi modeldengan menggunakan
nilai konstantakesetimbangan
tersebutdapat
dilihat ditabel 3 dan
gambar
5I
-+-- c1atat1tt.ng45 60
30 15 0,3000 0,2500
10.2000
!if
0,1500?
0,1000Jrl ffi0,0500 j 0,0000+---?-?---
0
2. Pada suhu
40°C
Pada kontak antara chitin dan
dengan
larutan Cadmium yang relatif
lama,
konsentrasi Cadmium sebesar0,
1207mg/L.
dari data tersebutdiperoleh
nilaikonstanta
kesetimbangan (H)
sebesar100
Ekuilibrium,
Vol 3, No 2, 2004 : 96 - 102DAFTAR PUSTAKA
Barrow,
G.M.,
1979,"Physical Chemistry",
4 ed, pp. 738-746, McGraw-Hill International Book
Company, Tokyo
Manahan,
S.E., 1990,
" EnvironmentalChemistry",
4ed.,
pp.17-18, 149,
LewisPublisher, Michigan
Mulyono,
P.,1996,"Analisis dengan
lnstrumen dalam Teknik Kimia"
Laboratorium ADIN Teknik
Kimi?
UGM,
Yogyakarta
Perry,
R.H and Green, D.,1997, "Perry's
Chemical
Engineer's
Handbook",
6ed.,
McGraw-Hill BookCompany,lnc.,Singapura
DAFT AR DAN ARTI LAMBANG
Kc : Koefisien
perpindahan
massa,cm/men it
a : Luas
tempat tertadinya
transfermassa,
cm2/cm
Kea : Koefisien
perpindahan
massa volumetric, 1/menitCa : Konsentrasi Cadmium dalam larutan,
mg/cm3
CAo
: Konsentrasi awal Cadmium dalam larutan,mg/cm3
CA*
: Konsentrasi Cadmium dalam larutanpada kesetimbangan,
mg/cm3
XA
: Konsentrasi Cadmium dalam adsorbenpada kesetimbangan, mg/g
H : Konstanta
kesetimbangan, cm3/g
NA
:Kecepatan perpindahan
massavolumetric, mg/cm3.menit
V :Volume larutan,
cm3
W : Massa karbon
aktif,g
UCAPAN TERIMA KASIH
Pad a
kesempatan
inipenulis
mengucapkan
terima ksihkepada
Nashikin dan
Ary
atasbantuannya
dalampelaksanaan penelitian
ini.Saran
1. Penelitian iru masih
perlu
dikembangkan
lebihjauh dengan menggunakan peubah-peubah
yang lain2. Perlu
adanya penelitian
tentang kadar chitin yangdiperoleh
dari prosesdeproteinisasi
dan demineralisasi60 45 -+- datahitung
• datapercobaan
t,menit 30 15
• 0,1500
"-.
t0,1000
?
j
0,0500:;;
?0.0000
+0
Penaaduk = 500 rom)
No
Suhu,C Kea,
1/menit1 30
1,1317
E-22 40
1,
1451 E-23 50
1,6926
E-2Tabel 4. Koefisien Transfer Massa Volumetris Variasi Suhu
(pH= 3 , Rasio = 5 g chitin I450ml, Kecepatan
PENUTUP
Kesimpulan
Dari hasil
penelitian dapat
diambilkesimpulan sebagai
berikut :Koefisien transfer massa volumetris
dipengaruhi
suhu, semakintinggi
suhureaksi semakin besar
pula
koefisientransfer massa volumetris.
Gambar 5. Grafik hubungan antara kadar
Cadmium dalam larutan dengan waktu
adsorpsi
Dari hasil
perhitungan diperoleh
Keasebesar
1,6926 10-2 dengan
ralat rerata sebesar18,
19%Tabel 4
menunjukkan
semakinbesar suhu
adsorpsi diperoleh
koefisientransfer massa volumetris yang semakin
besar.
Meskipun
demikian harusdiperhatikan
bahwa chitin akan rusakpada
suhu yang terlautinggi (diatas
90°C) (Suhardi, 1992). Dengan
kesalahanrata-rata dalam
penelitian 13,
12%.Tabel 3. Hubungan antara kadar cadmium dalam larutan dengan waktu adsorpsi
t C data C
hitung ralat,%
0 0.1394 0.1394 0.00
15 0.0707 0.1081 29.07
30 0.0730 0.0839 12.98
45 0.0714 0.0651 9.70
60 0.0703 0.0505 39.23
Purnomo, S.,
" LimbahUdang
Potensialuntuk lndustri ", Artikel
Teknologi Tepat
Guna Surat Kabar HarianJawa Pos, 22
April
1993,Surabaya
Suhardi, U., Santoso dan Sudarmanto,1992, " Limbah
Pengolahan Udang
untuk Produksi Chitin", Laporan Penelitian,
BAPPINDO-FTPUGM, Yogyakarta
Sediawan,
W.B. danPrasetyo,A
1997,"Pemodelan Matematis dan102
Penyelesaian
Numeris dalamTeknik Kimia", Andi
Offset, Yogyakarta
Treyball,
R.E. 1981, " Mass TransferOperations
" , International Student Edition, pp. 565-567, 641, McGraw-Hill BookCompany,
Inc.,Singapura.
Ekuilibrium,
Vol3,
No2,
2004 : 96 - 102