STANDAR MUTU PENDIDIKAN DAN EVALUASI STANDAR MUTU MELALUI PATOK DUGA
Untuk Memenuhi sebagian Tugas Mata Kuliah Manajemen Mutu Terpadu
Dosen Pengampu : Dr. Karwanto S.Ag.,M.Pd.
Dr. Agustin Hanivia Cindy, M.Pd.
Nama Anggota Kelompok:
Lisa Aprelia Yuliastuti 23010714245 Adelia Retno Imtiyaz 23010714247
Ummi Latifah 23010714250
Shiva Aulia Ramadhani 23010714272
PROGRAM STUDI S1 MANAJEMEN PENDIDIKAN FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
2024
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga kelompok 3 dapat menyelesaikan makalah mata kuliah Manajemen mutu terpadu dengan topik
"Standar mutu pendidikan dan evaluasi standar mutu melalui patok duga ".
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata Manajemen mutu terpadu. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan dan kelemahan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada:
Dosen Pengampu Mata Kuliah Supervisi Pendidikan, Bapak Dr. Karwanto S.Ag.,M.Pd. dan Ibu Dr. Agustin Hanivia Cindy, M.Pd. atas bimbingan dan arahannya. Serta Teman-teman seperjuangan, atas semangat dan motivasinya.
Semoga makalah ini bermanfaat bagi para pembaca dan dapat menambah wawasan tentang pentingnya standar mutu pendidikan dan evaluasi standar mutu.
Surabaya, 7 September 2024
Kelompok 3
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pendidikan memainkan peran yang sangat penting dalam proses pembangunan sosial dan ekonomi, berkontribusi secara signifikan terhadap pembentukan kualitas sumber daya manusia. Dengan memiliki pendidikan yang berkualitas, individu bisa memperoleh keterampilan, pengetahuan, dan sikap yang diperlukan untuk memberikan kontribusi yang berarti dalam masyarakat. Karena itu, menjaga serta meningkatkan mutu pendidikan menjadi tanggung jawab yang harus diemban oleh semua pihak yang terkait.
Standar mutu pendidikan adalah serangkaian kriteria atau ukuran yang digunakan untuk menilai sejauh mana kualitas proses dan hasil pendidikan sesuai dengan harapan dan tujuan yang telah ditetapkan (Siswopranoto, 2022). Evaluasi dari standar mutu ini merupakan suatu proses untuk mengukur dan menilai pencapaian standar tersebut, serta untuk mendeteksi kekuatan dan kelemahan dalam sistem Pendidikan (Asrul et al., 2022).
Evaluasi yang efektif akan memberikan data penting untuk melakukan perbaikan dan pengembangan lebih lanjut.
Namun, saat ini terdapat tantangan berupa ketidaksesuaian dalam penerapan standar mutu pendidikan di berbagai lembaga dan kesulitan dalam melakukan evaluasi yang akurat serta konsisten. Banyak sekolah dan lembaga pendidikan yang menghadapi hambatan dalam menyelaraskan praktik mereka dengan standar yang berlaku dan dalam menilai kualitas pendidikan secara menyeluruh.
Patok duga, atau benchmarking, adalah suatu metode yang digunakan untuk membandingkan performa suatu entitas dengan standar atau praktik terbaik yang ada pada entitas lain yang dijadikan referensi. Dengan menggunakan patok duga, lembaga pendidikan dapat mengidentifikasi aspek-aspek yang perlu diperbaiki dengan membandingkan hasil dan proses mereka dengan yang telah dicapai oleh institusi lain yang lebih unggul (Syukri et al., 2019). Metode ini memberikan panduan yang praktis dan terukur untuk peningkatan kualitas pendidikan.
Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa penerapan patok duga dalam evaluasi standar mutu pendidikan dapat membantu dalam mengidentifikasi kesenjangan dan merumuskan strategi perbaikan yang efektif. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa lembaga yang menerapkan patok duga secara sistematis cenderung mengalami peningkatan dalam kualitas pendidikan serta kinerja keseluruhan mereka. Pendekatan ini dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kinerja pendidikan dan membantu dalam merancang strategi perbaikan yang lebih efektif.
Dengan melihat hasil penelitian tersebut, sangat penting untuk mengeksplorasi bagaimana patok duga dapat diterapkan dengan efektif dalam evaluasi standar mutu pendidikan. Penggunaan metode ini secara tepat dapat memberikan kontribusi besar dalam upaya peningkatan mutu pendidikan yang berkelanjutan.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud teknik patok duga (benchmarking) yang digunakan dalam penjaminan mutu?
2. Bagaimana evolusi konsep patok duga (benchmarking) dalam penjaminan mutu dari waktu ke waktu?
3. Apa saja jenis-jenis patok duga (benchmarking) yang diterapkan dalam penjaminan mutu?
4. Apa saja hasil yang diperoleh dari patok duga (benchmarking) sebagai instrumen perbaikan mutu?
5. Apa saja hambatan yang sering dihadapi dalam implementasi patok duga (benchmarking) untuk penjaminan mutu, dan bagaimana solusi yang dapat diterapkan?
1.3 Tujuan
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan:
1. Mengetahui teknik benchmarking yang digunakan dalam penjaminan mutu.
2. Mengetahui perubahan dan perkembangan dalam penerapan benchmarking dalam konteks penjaminan mutu.
3. Mengetahui berbagai jenis benchmarking yang diterapkan dalam penjaminan mutu.
4. Mengetahui hasil atau dampak dari benchmarking terhadap peningkatan kualitas.
5. Mengetahui tantangan yang mungkin dihadapi saat menggunakan benchmarking dan menawarkan strategi untuk mengatasi masalah tersebut.
1.4 Manfaat
1. Meningkatkan pemahaman tentang teknik benchmarking dalam penjaminan mutu: Makalah ini akan menguraikan berbagai teknik benchmarking yang relevan untuk penjaminan mutu, sehingga pembaca dapat memahami metode-metode efektif dalam menerapkan benchmarking guna perbaikan kualitas.
2. Memahami perkembangan konsep benchmarking : Makalah ini akan
mengeksplorasi evolusi konsep benchmarking dari waktu ke waktu, memberikan wawasan tentang latar belakang historis dan bagaimana penerapannya dapat disesuaikan dengan perkembangan zaman.
3. Menjelaskan berbagai jenis benchmarking : Pembaca akan memperoleh informasi tentang berbagai jenis benchmarking yang dapat diterapkan dalam penjaminan mutu, seperti benchmarking internal, eksternal, fungsional, dan generic.
4. Mempelajari hasil benchmarking sebagai sarana perbaikan mutu : Makalah ini akan menunjukkan bagaimana hasil dari benchmarking dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas, membantu pembaca dalam mengidentifikasi langkah-langkah konkret yang perlu diambil setelah proses benchmarking.
5. Mengidentifikasi hambatan dan solusi dalam penerapan benchmarking : Dengan memahami berbagai hambatan yang sering muncul dalam pelaksanaan benchmarking
serta solusinya, makalah ini dapat membantu organisasi dalam merencanakan dan mengatasi tantangan yang mungkin timbul selama proses benchmarking
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Teknik Patok Duga (Benchmarking) Yang Digunakan Dalam Penjaminan Mutu Pada awalnya, benchmarking hanya dikenal di dunia bisnis. Namun, saat inibenchmarking telah diadopsi oleh berbagai lembaga pendidikan di luar negeri, sebagai upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan. Definisi benchmarking baik di bidang bisnis maupun pendidikan pada hakikatnya adalah sama. Definisi benchmarking dalam bidang bisnis adalah sebagaimana yang dikemukakan oleh Watson, yang menyatakan bahwa benchmarking merupakan kegiatan pencarian secara berkesinambungan dan penerapan secara nyata praktik-praktik yang lebih baik yang mengarah pada kinerja kompetitif unggul (Suluri, 2019).
Menurut kamus yang ditulis Drs. Peter Salim, Benchmarking dipadankan dengan patok duga. Maksutnya, sebuah lembaga mematok lembaga lain yang mereka anggap sebagai pesaing terberat, lalu jika dibandingkan, menduga perusahaan mereka berada pada posisi setinggi apa. Menurut (Abrori, 2023) benchmarking dapat dinyatakan sebagai semacam peniruan dengan modifikasi, dimana kata modifikasi sudah mengandung arti perbaikan.
Pendidikan bermutu adalah pendidikan yang mampu mengembangkan kemampuan, membentuk karakter dan perubahan bangsa. Pendidikan yang bermutu mempunyai visi, misi, tujuan, program yang baik, efektifitas, produktifitas, akuntabilitas, kurikulum yang terarah, fasilitas belajar yang memadai merupakan sarana untuk dijadikan modal dalam bersaing
Ki Hadjar Dewantara beberapa puluh tahun lalu, diinisiasi telah mengemukakan konsep Benchmarkingdalam bentuk sederhana. Konsep yang diajukan dengan bahasa Jawa itu, adalah 3N, yaitu Niteni: memperhatikan dengan seksama, Niru:
mencontoh atau memanfaatkan, dan Nambahi: mengadaptasi, memperbaiki atau menyempurnakan. Ungkapan tersebut menegaskan bahwa benchmarkingtidak hanya sekadar memindahkan sistem dari satu institusi ke institusi lain, tetapi diperlukan upaya kreatif dan inovatif sesuai dengan kondisi, budaya, dan kemampuan (Syukri et al., 2019).
Pendidikan bermutu adalah pendidikan yang mampu mengembangkan kemampuan, membentuk karakter dan perubahan bangsa. Pendidikan yang bermutu mempunyai visi, misi, tujuan, program yang baik, efektifitas, produktifitas, akuntabilitas, kurikulum yang terarah, fasilitas belajar yang memadai merupakan sarana untuk dijadikan modal dalam bersaing (Raihanah, 2023).
Berdasarkan beberapa definisi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa Patok duga atau benchmarking dalam pendidikan adalah proses membandingkan kinerja, praktik, atau hasil pendidikan suatu lembaga dengan standar atau praktik terbaik dari lembaga lain
yang dianggap unggul. Tujuan utama dari benchmarking dalam konteks pendidikan adalah untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan, serta untuk menetapkan strategi perbaikan yang dapat meningkatkan mutu pendidikan. Dengan menerapkan patok duga, lembaga pendidikan dapat lebih memahami posisi mereka dalam konteks yang lebih luas dan membuat keputusan yang lebih terinformasi untuk meningkatkan mutu pendidikan mereka.
2.2 Evolusi Konsep Patok Duga (Benchmarking) Dalam Penjaminan Mutu Dari Waktu Ke Waktu
(PEMBAHASAN)
2.3 Jenis-Jenis Patok Duga (Benchmarking) Yang Diterapkan Dalam Penjaminan Mutu (PEMBAHASAN)
2.4 Hasil Yang Diperoleh Dari Patok Duga (Benchmarking) Sebagai Instrumen Perbaikan Mutu
(PEMBAHASAN)
2.5 Hambatan Yang Sering Dihadapi Dalam Implementasi Patok Duga (Benchmarking) Untuk Penjaminan Mutu, Dan Solusi Yang Dapat Diterapkan
(PEMBAHASAN)
BAB III PENUTUP
3 3.1 Simpulan (PEMBAHASAN) 4 3.2 Saran
(PEMBAHASAN)
DAFTAR PUSTAKA
Abrori, rizzaURA S. (2023). STRATEGI BENCHMARKING KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI SDN 1 SINGOSAREN PONOROGO. 5, 1–14.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK558907/
Asrul, Sarigih, A. H., & Mukhtar. (2022). Evaluasi Pembelajaran. In Perdana Publishing.
http://repo.iain-tulungagung.ac.id/5510/5/BAB 2.pdf
Raihanah, Z. (2023). Metode Bencmarking dalam Peningkatan Mutu Pendidikan di MTsN 1 Model Banda Aceh.
https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/29724/%0Ahttps://repository.ar-raniry.ac.id/
id/eprint/29724/1/Zaitun Raihanah %28190206081%29 %281%29.pdf
Siswopranoto, M. F. (2022). Standar Mutu Pendidikan. Al-Idaroh: Jurnal Studi Manajemen Pendidikan Islam, 6(1), 17–29. https://doi.org/10.54437/alidaroh.v6i1.372
Suluri, S. (2019). Benchmarking Dalam Lembaga Pendidikan. Jurnal Dinamika Manajemen Pendidikan, 3(2), 82. https://doi.org/10.26740/jdmp.v3n2.p82-88
Syukri, A., Us, K. A., & Fauzi, H. (2019). Benchmarking Sebagai Upaya Meningkatkan Mutu Perguruan Tinggi Islam. At Talim, 1(1), 61–76.
http://ejournal.an-nadwah.ac.id/index.php/Attalim/article/view/60