• Tidak ada hasil yang ditemukan

STRATEGI PEMASARAN KOPI SIAP SAJI (STUDI KASUS KEDAI KOPI “TEORI” DI KOTA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "STRATEGI PEMASARAN KOPI SIAP SAJI (STUDI KASUS KEDAI KOPI “TEORI” DI KOTA "

Copied!
92
0
0

Teks penuh

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul Strategi Pemasaran Kopi Siap Pakai (Studi Kasus Kedai Kopi 'Teoretis' di Kota Makassar) benar-benar merupakan hasil karya yang belum pernah diserahkan dalam bentuk apapun kepada perguruan tinggi manapun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor internal dan eksternal serta strategi pemasaran kopi siap minum (Studi Kasus Kedai Kopi “Teori” di Kota Makassar). Dengan demikian, strategi pemasaran yang dapat diterapkan adalah: memperbanyak jumlah produk yang dihasilkan, meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan, menawarkan harga yang kompetitif dibandingkan kompetitor, dan meningkatkan pangsa pasar.

Penulis senantiasa memanjatkan doa dan salam kepada Rasulullah SAW dan keluarga, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Skripsi ini merupakan tugas akhir yang diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pertanian di Universitas Muhammadiyah Makassar. Kedua orang tua, Ayah Syahrir dan Ibu Suriati serta seluruh keluarga memberikan doa dan dorongan moril dan materil agar mereka dapat menyelesaikan skripsi ini.

Kepada Pemerintah Kota Makassar, Kedai Kopi “Teori”, khususnya kepada Bapak Rahmat Patrianto, pemilik kedai kopi tersebut, yang telah mengizinkan penulis untuk meneliti perusahaan tersebut.

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas, maka dapat diidentifikasi beberapa permasalahan dalam pemasaran produk kopi Sulawesi Selatan. Dari segi kualitas, bahan baku kopi Sulsel pascapanen sebelum disangrai memiliki standar yang cukup baik. Namun di balik ruang kedai kopi, seorang roaster akan memegang peranan penting dalam hasil akhir dari produk kopi itu sendiri.

Berdasarkan identifikasi masalah yang telah dikemukakan, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

TINJAUANPUSTAKA

  • Menyangrai Kopi
  • Perdagangan Kopi
  • Pemasaran
  • Pengertian Strategi
  • Analisis Swot
  • Kerangka Pikir

Kopi arabika merupakan kopi yang paling berkembang di dunia dan di Indonesia pada khususnya. Berdasarkan data International Coffee Organization (ICO) tahun 2015, terdapat 4 jenis kopi yang diperdagangkan secara global, yaitu kopi Arabika, kopi Robusta, kopi Liberika, dan kopi Excelsa. 7 Keempat jenis kopi ini berasal dari 3 jenis tanaman kopi. Kualitas kopi yang sebenarnya dapat dirasakan ketika kopi sudah diseduh dan disajikan dalam cangkir, namun sebelum disangrai, kualitas kopi yang akan disangrai tergantung pada kualitas biji kopi, lama penyangraian, lama penyangraian dan air yang digunakan untuk menyeduh, minum bir.

Kafein dalam biji kopi terdapat dalam bentuk senyawa bebas atau dalam kombinasi dengan klorogenat sebagai senyawa kalium klorogenik. Oleh karena itu, akan terjadi perubahan cita rasa kopi yang disangrai pada kelompok tertentu. Rantai perdagangan kopi yang paling sederhana adalah dari petani penghasil biji kopi yang dijual dalam jumlah kecil ke pedagang pengumpul, kemudian pedagang pengumpul menjual ke pedagang besar, dan dari pedagang besar menjualnya ke pengusaha kopi atau eksportir kopi. Mengutip Rahardjo, 2012, Perjanjian Kopi Internasional tahun 2001 menyepakati nama dan bentuk kopi yang diperdagangkan secara internasional sebagai berikut.

Kopi sangrai merupakan biji kopi hijau yang telah disangrai dengan tingkat panas tertentu. Kopi tanpa kafein adalah kopi hijau atau kopi yang sudah disangrai atau kopi instan yang kandungan kafeinnya sudah diekstraksi. Kopi cair adalah salah satu bentuk kopi sangrai yang diubah menjadi bentuk cair dengan air.

Gambar 1. Diagram Analisis Swot
Gambar 1. Diagram Analisis Swot

METODE PENELITIAN

  • Teknik Penentuan Informan
  • Jenis dan Sumber Data
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisis Data
  • Definisi Operasional

Observasi Dalam hal ini penelitian melakukan pengamatan secara langsung untuk memperoleh data-data yang dapat menunjang dan melengkapi materi atau data yang diperoleh dari wawancara dengan responden. Wawancara Mendalam : Sesuai dengan dasar penelitian yang dilakukan yaitu pendekatan deskriptif kualitatif, maka metode pengumpulan data melalui wawancara sangat tepat karena dapat memperoleh informasi yang lebih rinci mengenai objek yang diteliti. . Studi kepustakaan dimaksudkan untuk memperoleh teori, konsep dan informasi melalui hasil penelitian, buku, tesis, jurnal ilmiah.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan alat analisis yaitu SWOT. Dengan demikian, perencanaan strategis harus menganalisis faktor-faktor strategis, termasuk kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman pada situasi saat ini. Untuk faktor ancaman negatif merupakan kebalikan dari faktor peluang yaitu: 1= ancaman sangat tinggi, 2= ancaman tinggi, 3= ancaman sedang, 4= ancaman rendah Kalikan bobot pada kolom 2 dengan skor pada kolom 3 sehingga didapat faktor bobot pada kolom 4.

Skor tersebut merupakan titik pembobotan setiap faktor yang nilainya berkisar antara 4,0 (belum terselesaikan) hingga 1 (lemah). Jumlahkan poin pembobotan (pada kolom 4) untuk mendapatkan total skor pembobotan perusahaan yang bersangkutan. Dengan memberikan bobot pada masing-masing faktor tersebut dalam skala yang berkisar antara 0,20 (sangat kuat), 0,15 (di atas rata-rata), 0,10 (rata-rata) hingga 0,05 (di bawah rata-rata) posisi strategis perusahaan (semua bobot tersebut tidak boleh melewati total skor). 1.0).

Faktor kelemahan merupakan kebalikan dari faktor kekuatan, yaitu: 1= kelemahan sangat nyata, 2= kelemahan cukup signifikan, 3= kelemahan kurang signifikan, 4= kelemahan tidak signifikan. Skor tersebut merupakan titik pembobotan setiap faktor yang nilainya berkisar antara 4,0 (belum terselesaikan) hingga 1,0 (lemah). Matriks ini akan menggambarkan dengan jelas peluang dan ancaman eksternal yang dihadapi organisasi, serta dapat disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahannya.

Strategi tersebut didasarkan pada kegiatan defensif dan berusaha mengurangi kelemahan yang ada dan menghindari ancaman. Kopi merupakan minuman yang terbuat dari biji kopi yang telah disangrai dan digiling menjadi bubuk.

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

  • Sejarah Berdirinya Kedai Kopi “Teori”
  • Visi Dan Misi Kedai Kopi “Teori”
  • Struktur Organisasi
  • Proses Bisnis Kedai Kopi “Teori”
  • Sarana Dan Prasarana
  • Meracik Kopi

Hikmah yang dapat dipetik dari bisnis kedai kopi ini mungkin terdengar klise, namun ternyata misi yang menjadi kekuatan kami sejak awal. Saat Kopi Toeri berdiri, belum banyak kedai kopi yang menjual dan memanggang kopinya sendiri. Struktur organisasi merupakan susunan komponen-komponen (satuan kerja) dalam suatu organisasi yang menunjukkan pembagian kerja dan bagaimana berbagai fungsi atau kegiatan diintegrasikan.

Dalam sebuah bisnis, terdapat struktur konseptual yang terdiri dari fungsi-fungsi yang saling berhubungan yang bekerja sebagai unit organik untuk mencapai hasil yang diinginkan secara efektif dan efisien. Struktur organisasi adalah 'kerangka kerja yang menunjukkan pola tetap hubungan antara wilayah kerja dan orang-orang. First in first out (FIFO) “first in, first out” digunakan untuk mencatat barang masuk dan keluar.

Kedai Kopi “Teori” merupakan perusahaan yang mengolah bahan mentah menjadi produk kopi dan memproduksinya berdasarkan pesanan. Sarana dan prasarana yang digunakan oleh kedai kopi “Teori” adalah ruko sebagai lokasi produksi dan penjualan yang terletak di Jln. Kendaraan yang digunakan sebagai alat angkut untuk pemasaran adalah kendaraan roda 4 dan kendaraan roda 2. PROSES PENCATATAN DAN PENGIRIMAN BARANG).

Proses pembuatan minuman kopi merupakan tahapan dimana biji kopi disajikan hingga menjadi minuman kopi yang siap dikonsumsi oleh konsumen. Teorinya pertama sangrai atau sangrai biji kopi segar, biji kopi tersebut dipesan langsung dari petani. Para ahli teori memilih memasak biji kopi sendiri untuk mengontrol rasanya, agar rasa yang dikeluarkan biji kopi tersebut memiliki cita rasa yang khas.

Biji kopi dimasak dengan tingkat sangrai ringan atau sangrai sedang, pada level ini biji kopi tidak direbus hingga berwarna hitam, sehingga rasanya tidak terlalu pahit. Dianjurkan untuk menimbang 1-2 gram lebih banyak dari yang digunakan, karena kopi sering kali kehilangan beratnya setelah digiling.

Gambar 3. Struktur Organisasi kedai kopi “Teori”
Gambar 3. Struktur Organisasi kedai kopi “Teori”

HASIL DAN PEMBAHASAN

  • Umur Informan
  • Tingkat Pendidikan Informan
  • Pengalaman Kerja
  • Analisis SWOT

Jumlah responden di kafe “Teori” sebanyak 3 orang dengan tingkat pendidikan SMA dengan persentase 50% dan 3 orang dengan tingkat pendidikan SI dengan persentase 50%. Pengalaman kerja karyawan di kafe “teoretis” sangat berbeda-beda, mulai dari pekerja yang tidak memiliki pengalaman kerja hingga karyawan yang memiliki pengalaman cukup banyak. Analisis SWOT dilakukan setelah dilakukan analisis faktor-faktor strategis internal (kekuatan dan kelemahan) pada kafe “Teori” yang dapat dilihat pada Tabel 5.

Faktor internal menunjukkan terdapat 5 kelebihan dan 5 kelemahan yang ada pada “Teori” kedai kopi dalam pemasaran produk kopi teoritis. Kekuatan dinilai pada skala maksimum 4 hingga skala minimum 1, dan setiap kekuatan dinilai dari 1 hingga 4 berdasarkan hasil wawancara dengan pemilik kafe “Teori”, karyawan dan konsumen, serta negara. dari perusahaan. Citra perusahaan yang baik sangat penting dalam perkembangan perusahaan, citra kafe “Teori” adalah menyajikan produk kopi sesuai selera konsumen, pelayanan yang baik dan cepat serta selalu menjaga kualitas produk.

Biaya operasional yang tinggi menjadi kelemahan kedai kopi “Teori” karena dapat menghambat perkembangan perusahaan. Faktor eksternal menunjukkan terdapat 5 peluang dan 5 ancaman yang ada pada kedai kopi “Teori” dalam memasarkan produk kopi teoritis. Peluang diberi penilaian dari skala terbesar dari 4 hingga skala terkecil dari 1, dan setiap peluang diberi penilaian dari 1 sampai 4 berdasarkan hasil wawancara dengan pemilik kedai kopi “Teori”, karyawan dan konsumen sebagai serta keadaan bisnisnya.

Pemerintah daerah mendukung tumbuhnya industri kecil dan usaha kecil menengah khususnya kedai kopi “Teori”. Berdasarkan wawancara dengan pemilik usaha, perusahaan mendapat bantuan dalam mengadakan pameran produk. Bahan baku berupa biji kopi di kedai kopi “Teori” berasal dari Kabupaten Toraja dan Bone, dipesan langsung dari petani. Produk-produk yang ditawarkan kedai kopi “Teori” bersaing harga dengan perusahaan sejenis yang memproduksi produk kopi.

Berkembangnya produk luar negeri yang masuk ke Indonesia mengancam eksistensi industri di Indonesia, termasuk produk kafe “Teori” yang merupakan produk lokal. “Teori” kedai kopi dalam pemasaran produk kopi berada pada posisi matriks 5 yang menunjukkan bahwa perusahaan mempunyai strategi pemasaran yang baik terhadap produk kopi.

Tabel  2.  Menjelaskan  bahwa  komposisi  umur  informan  berbeda-beda  di  mana jumlah informan terbanyak yaitu dengan komposisi 20 – 25 tahun sebanyak 4  orang  atau  66,67%,  responden  berumur  25  –  30  tahun  sebanyak  2  orang  atau  33,33%
Tabel 2. Menjelaskan bahwa komposisi umur informan berbeda-beda di mana jumlah informan terbanyak yaitu dengan komposisi 20 – 25 tahun sebanyak 4 orang atau 66,67%, responden berumur 25 – 30 tahun sebanyak 2 orang atau 33,33%

KESIMPULAN DAN SARAN

  • Matriks Eksternal Dan Internal
  • Informan Komposisi Umur Pada Kedai Kopi “Teori”
  • Tingkat Pendidikan Informan di Kedai Kopi “Teori”
  • Pengalaman kerja informan pada Kedai Kopi “Teori”
  • IFAS (Internal Faktor Analysis Summary) pada Kedai
  • EFAS (External Faktor Analysis System) pada Kedai
  • Matriks Internal-Eksternal posisi perusahaan
  • Analisis SWOT Kedai Kopi “Teori”
  • Kuisioner Penelitian Kedai Kopi “Teori”
  • Penentuan Bobot Nilai Pada Strategi Pemasaran Kopi “Teori”
  • Penentuan Rating Pada Strategi Pemasaran Kopi “Teori”
  • Identitas Informan
  • Perolehan nilai rating dari informan mengenai faktor internal
  • Perolehan nilai rating dari informan mengenai faktor Eksternal
  • Dokumentasi Penelitian

Tentukan bobot relatif atau tingkat kepentingan masing-masing faktor internal dan eksternal di bawah ini yang mempengaruhi pemasaran produk “kopi teori” beri titik dimana. Tentukan rating atau tingkat kepentingan relatif masing-masing faktor internal dan eksternal di bawah ini dengan rekomendasi strategi alternatif yang mempengaruhi pemasaran produk “teori kopi” (studi kasus kedai kopi kota Makassar) beri titik dimana .

Gambar 1. Produk kopi ukuran 500 gr
Gambar 1. Produk kopi ukuran 500 gr

Gambar

Gambar 1. Diagram Analisis Swot
Gambar 2. Kerangka pikir Strategi Pemasaran Kopi Teori Kopi Teori
Gambar 3. Struktur Organisasi kedai kopi “Teori”
Gambar 4. Proses Bisnis Kedai Kopi “Teori”
+7

Referensi

Dokumen terkait

Menemtukan faktor-faktor strategis yang akan dimasukkan kedalam kelompok Kekuatan dan Kelemahan dalam strategi pemasaran produk olahan wortel Kelompok Wanita Tani (KWT) Kartini

Strategi pemasaran produk yang dapat diterapkan oleh Belike Coffee adalah dengan menjaga kualitas, memperbanyak stok menu kopi dan makanan pelengkap yang disukai

(2) Faktor faktor internal dan eksternal apa saja yang dapat menjadi kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman dalam pemasaran produk pestisida PT Pratama

Berdasarkan hasil wawancara dan pengolahan data yang diperoleh dari kedai kopi di daerah penelitian, dapat dilihat faktor-faktor internal terdiri dari kekuatan (strengths) dan

1) Lingkungan internal yang menjadi kekuatan terbesar perusahaan adalah service (layanan) yang baik bagi konsumen dan kelemahan yang memiliki pengaruh negatif

Bumi Menara Internusa, yang menjadi kekuatan adalah kualitas produk yang dihasilkan, menjaga citra perusahaan, produk yang di tawarkan, kapasitas produksi perusahaan,

sebaiknya menekankan pada penggunaan kekuatan dimana hubungan industri dengan konsumen sangat baik, produk berkualitas, letak yang strategis, tersedianya tenaga kerja

Berdasarkan analisis faktor strategis internal dan faktor strategis eksternal diketahui potensipo- tensi (kekuatan dan peluang) dan kendala / hambatan (kelemahan dan