1811210255 judul skripsi “Strategi pembelajaran guru pendidikan agama Islam bagi siswa tuna rungu di sekolah luar biasa (SLB) Negeri 1 Kota Bengkulu. Kata Kunci: Strategi pembelajaran, guru PAI, siswa tunarungu Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana strategi pembelajaran PAI guru di sekolah luar biasa (SLB) Negeri 1 Kota Bengkulu Hasil penelitian menyimpulkan bahwa strategi pembelajaran yang digunakan guru PAI di sekolah luar biasa (SLB) Negeri 1 Kota Bengkulu dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu 1) strategi pembelajaran langsung , 2) strategi pembelajaran praktis.
Berdasarkan berbagai strategi yang telah disebutkan sebelumnya, maka strategi pembelajaran yang ditentukan oleh guru PAI di sekolah luar biasa (SLB) Negeri 1 Kota Bengkulu melaksanakan seluruh strategi yang telah dijelaskan. Faktor pendukung pelaksanaan strategi pembelajaran di SLB Negeri 1 Kota Bengkulu adalah amalan keagamaan yang baik, dukungan pihak sekolah terhadap guru dalam meningkatkan kualitas guru melalui pelatihan. Faktor penghambat penerapan strategi pembelajaran di SLB Negeri 1 Kota Bengkulu adalah faktor psikologis siswa yang belum stabil.
Alhamdulillah, kami panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul “Strategi Pembelajaran Guru Pendidikan Agama Islam Bagi Siswa Tunarungu di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Kota Bengkulu” Doa dan Salam Semoga senantiasa diberikan kepada junjungan kita uswatun hassanah Rasulullah SAW. Mus Mulyadi, M.Sc. Pd selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Tadris yang selalu memotivasi dan membimbing penulis dalam menyelesaikan disertasi ini.
مُهَمْوَ قاَذِا
Identifikasi Masalah
Batasan Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Sistematika Pembahasan
- Guru Pendidikan Agama Islam
- Pendidikan Tunarungu
Strategi pembelajaran berkaitan dengan pemilihan kegiatan belajar mengajar yang paling efektif dalam memberikan pengalaman belajar yang diperlukan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Dengan kata lain, strategi mengajar adalah kegiatan yang dipilih guru dalam proses belajar mengajar yang dapat memudahkan siswa mencapai tujuan pembelajaran. Dengan perencanaan atau penyusunan program belajar mengajar yang matang, menyeluruh dan tepat maka diharapkan tujuan pengajaran yang diinginkan dapat tercapai secara efektif dan efisien.
Oleh karena itu, guru harus memperhatikan komponen-komponen berikut ketika mempersiapkan setiap program belajar mengajar: 37. 37 Abuddin Nata, Pendidikan dalam Perspektif Al-Qur'an (Jakarta: PT Kharisma Putra Utama, 2016), hal. 5. program yaitu bahan ajar pokok yang akan disampaikan. Keberhasilan proses belajar mengajar sangat tergantung pada kemampuan guru dalam mempersiapkan program belajar mengajar gurunya.
Isi yang akan diberikan kepada siswa selama proses belajar mengajar dikembangkan melalui bahan ajar ini, siswa dibimbing menuju tujuan pengajaran. Guru tingkat profesional harus benar-benar menguasai bahan ajar yang akan disampaikan kepada siswanya. Dalam proses belajar mengajar, media adalah segala alat yang dapat digunakan sebagai penyalur pesan, misalnya orang, benda atau peristiwa yang memungkinkan siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan untuk mencapai tujuan pengajaran.
Oleh itu, kehadiran media dalam proses pengajaran dan pembelajaran mempunyai makna yang sangat penting, kerana dengan adanya media tersebut.
دْنِع ِهّٰللا
Kerangka Berpikir
Strategi adalah suatu pendekatan menyeluruh dalam sistem, berupa arahan umum dan kerangka kegiatan untuk mencapai tujuan umum, yang menggambarkan prosedur sistematis dalam membantu perusahaan, mengorganisasikan pengalaman, mengorganisasikan dan merencanakan segala sesuatunya untuk mencapai tujuan. Strategi yang baik agar anak aktif dan memperhatikan materi yang diajarkan dalam kegiatan proses pembelajaran, dan anak menjadi bersemangat saat belajar, sehingga apa yang disampaikan guru dapat dengan mudah dipahami dan dipahami oleh siswa. Untuk memperlancar pelaksanaan penelitian dan sekaligus memperlancar pelaksanaan penelitian, agar tidak bersembunyi dari inti permasalahan, maka perlu dijelaskan kerangka mental yang menjadi landasan pembahasan.
Penelitian ini bersifat studi kasus di lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif, yaitu upaya yang dilakukan untuk mendeskripsikan, mencatat, menganalisis, dan menafsirkan kondisi yang sebenarnya terjadi atau ada.52 Pada hakikatnya, penelitian lapangan ini adalah suatu metode untuk menemukan sesuatu yang spesifik dan realistis. informasi tentang apa yang terjadi pada waktu tertentu di masyarakat untuk memecahkan masalah-masalah praktis dalam masyarakat. Penelitian lapangan juga dapat dianggap sebagai pendekatan yang luas terhadap penelitian kualitatif karena peneliti datang langsung ke lapangan untuk melakukan observasi terhadap suatu fenomena dalam latar alam. Menurut Creswell, penelitian kualitatif adalah suatu proses penelitian ilmiah yang bertujuan untuk memahami permasalahan manusia dalam konteks sosial dengan menciptakan gambaran komprehensif dan kompleks yang menyajikan, melaporkan pandangan rinci dari sumber informasi dan dilakukan dalam lingkungan alamiah tanpa adanya intervensi dari pihak lain. peneliti.54 Menurut Patton, penelitian kualitatif adalah memahami fenomena yang terjadi secara wajar dalam keadaan yang terjadi secara alami.Konsep ini menekankan pada pentingnya sifat data yang diperoleh dari penelitian kualitatif, yaitu data alamiah.
Jadi kesimpulan dari penelitian kualitatif adalah penelitian yang dilakukan dengan pendekatan naturalistik dengan cara mendeskripsikan kenyataan yang sebenarnya, baik itu perilaku, persepsi atau tindakan, kemudian menganalisis dan menarik kesimpulan berdasarkan teknik pengumpulan dan analisis data relevan yang diperoleh dari situasi alam.
Setting Penelitian
Subjek Dan Informan Penelitian
Wawancara ini menggunakan teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan untuk memperoleh informasi verbal melalui percakapan dan tatap muka dengan orang-orang yang dapat memberikan informasi kepada peneliti. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan wawancara langsung kepada guru PAI dan kepala sekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Kota Bengkulu. Metode dokumentasi adalah pencarian data tentang suatu hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, risalah rapat, catatan, agenda dan lain sebagainya, yang digunakan untuk memperoleh data tentang dokumen.
Dokumen-dokumen tersebut antara lain arsip RPP dan hasil karya siswa yang dapat memberikan informasi data tentang strategi pembelajaran guru pendidikan agama Islam bagi siswa tuna rungu di sekolah luar biasa (SLB) Negeri 1 Kota Bengkulu.
Teknik Keabsahan Data
Untuk memperoleh data yang terjamin keabsahannya, salah satu cara yang digunakan dalam penelitian adalah dengan memperbanyak kehadiran penelitian di tempat penelitian dengan tujuan untuk mencari data yang mempunyai nilai kebenaran yang tinggi. Bidang tersebut juga dapat memberikan banyak pelajaran dan pengetahuan baik tentang subjek maupun objek penelitian. , serta mampu membuktikan kebenaran informasi yang diperolehnya.
Teknik Analisis Data
- Sejarah Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Kota Bengkulu
- Identitas sekolah
- Visi, Misi dan Tujuan SLB Negeri 1 Kota Bengkulu VISI
- Pendidik Dan Tenaga Kependidikan SLB Negeri 1 Kota Bengkulu Berdasarkan data sekolah berikut pendidik dan tenaga
- Data Siswa Sekolah Luar Biasa Negeri 1 Kota Bengkulu a. Tingkat SDLB
- Sarana dan Prasarana SLB Negeri 1 Kota Bengkulu
Ketika pergantian zaman pada tahun 1987, Sekolah Dasar Negeri Kota Bengkulu berpindah alamat ke Jalan Bukit Barisab, Karabela, Kelurahan Kebun Tebeng, Kota Bengkulu yang mengalami perkembangan dan kemajuan yang sangat signifikan serta mempunyai guru sebagai guru sebanyak 14 orang dan siswa sebanyak 62 orang. Dengan adanya kebijakan pemerintah yang membentuk direktorat pendidikan khusus tersendiri, maka pada tahun 2004 SDLB Kota Bengkulu memperbolehkan dirinya membuka SMPLB. Perjuangan yang gigih antara kepala sekolah, dewan sekolah, dan serikat guru menyebabkan pada tanggal 2 Maret 2007, SDLB Negeri Kota Bengkulu berubah status menjadi SLB Negeri Kota Bengkulu yang mempunyai siswa tingkat dasar (SD) sebanyak 135 orang dan siswa tingkat menengah sebanyak 43 orang. (SLTP ) ), dan memiliki 12 siswa dari SMK yang terdiri dari SMK.
SLB Negeri Kota Bengkulu saat ini memiliki pengurus sebanyak 34 orang guru yang terdiri dari 25 orang guru PNS, 9 orang guru honorer serta 3 orang staf dan non staf. Mempersiapkan lulusan pendidikan luar biasa menjadi warga negara yang beritikad baik, berbudaya, dan produktif sesuai kemampuan peserta didik. Pendidik dan tenaga kependidikan di SLB Negeri 1 Kota Bengkulu Berdasarkan data sekolah, berikut ini adalah pendidik dan tenaga kependidikan Berdasarkan data sekolah, berikut ini adalah pendidik dan tenaga kependidikan di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Kota Bengkulu berdasarkan personal, strata pendidikan dan status sosial Tabel terlampir.
Penyajian Hasil Penelitian 1. Penjelasan Instrumen
Untuk memperoleh data mengenai strategi pembelajaran guru PAI pada siswa tunarungu, penulis melakukan observasi dan wawancara. Pada aspek penguasaan metode pembelajaran inovatif, guru hendaknya mempunyai kemampuan menguasai berbagai metode yang inovatif dan cocok untuk siswa tunarungu, sehingga siswa dalam proses pembelajaran dapat mengikuti pembelajaran dengan baik. Perbedaan yang ada adalah pada sebagian materi yang diberikan dan kesempatan siswa menerima pembelajaran.
Berdasarkan hasil wawancara, amalan keagamaan siswa di sekolah luar biasa (SLB) Negeri 1 Kota Bengkulu cukup baik, hal ini dapat dinilai dari kegiatan keagamaan yang difasilitasi oleh pihak sekolah, seperti kegiatan shalat Dhuha setiap hari Jumat yang didukung oleh guru dan diikuti serta dididik dengan baik oleh peserta. Perilaku siswa di sekolah luar biasa (SLB) Negeri 1 Kota Bengkulu cukup baik, dimana tidak menimbulkan kendala pada saat proses pembelajaran, bahkan pada saat kegiatan pembelajaran peserta. Siswa tunarungu yang saya ajar mempunyai perilaku dan sikap yang cukup baik, namun terkadang saat menyampaikan materi, siswa di kelas tertidur saat proses pembelajaran.
Dalam melaksanakan strategi pembelajaran, guru menghadapi beberapa kendala, seperti respon siswa yang kurang mendukung proses pembelajaran, karena siswa sering merasa bosan dan cemas saat belajar. Dengan strategi pembelajaran langsung, proses pembelajaran berpusat pada guru yang mengajar, siswa menempatkan guru sebagai pusat perhatian pada saat guru menyampaikan materi pembelajaran. Strategi pembelajaran eksperiensial atau disebut juga strategi pembelajaran empiris difokuskan pada aktivitas induktif, berpusat pada siswa, dan berbasis aktivitas.
Faktor pendukung dan penghambat strategi pembelajaran siswa tunarungu dalam proses pembelajaran PAI di sekolah luar biasa (SLB) Negeri 1 Kota Bengkulu. Faktor pendukung pelaksanaan strategi pembelajaran di SLB Negeri 1 Kota Bengkulu adalah pengalaman keagamaan siswa yang baik, tingkat pengetahuan siswa mengenai agama, dan dukungan pihak sekolah kepada guru untuk meningkatkan kualitas guru melalui pelatihan. Faktor penghambat penerapan strategi pembelajaran di SLB Negeri 1 Kota Bengkulu adalah faktor psikologis siswa yang belum stabil.
Strategi pembelajaran yang diterapkan oleh guru PAI adalah strategi pembelajaran langsung dan strategi experiential learning yang dilaksanakan melalui metode penyampaian materi ceramah kepada siswa dengan menggunakan media in-channel learning (ITC) dan in the ear (ITE) sebagai medianya. belajar.membantu anak-anak dengan gangguan pendengaran. Ada tiga faktor pendukung dalam pelaksanaan strategi pembelajaran siswa tunarungu di SLB Negeri 1 Kota Bengkulu, yaitu praktik keagamaan siswa yang baik, tingkat pengetahuan siswa tentang agama yang baik, dan dukungan sekolah terhadap guru dengan kemudahan dalam bentuk pembelajaran. media untuk anak tunarungu. Faktor penghambat penerapan strategi pembelajaran siswa tunarungu di SLB Negeri 1 Kota Bengkulu adalah belum stabilnya psikologi siswa.
Saran
Tentang SISDIKNAS dan PP RI 2003, tentang Standar Nasional Pendidikan dan Wajib Belajar, (Bandung: Nuansa Aulia).