SKRIPSI
Oleh :
MOCH. ALI HADI NIM. E20192416
Dosen Pembimbing:
Dr. NIKMATUL MASRUROH, S.H.I., M.E.I.
NIP. 198209222009012005
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
JUNI 2023
SKRIPSI
Diajukan kepada Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember Untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh
Gelar Sarjana Ekonomi (S. E)
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Jurusan Ekonomi Islam Program Studi Ekonomi Syariah
Oleh :
MOCH. ALI HADI NIM. E20192416
Dosen Pembimbing:
Dr. NIKMATUL MASRUROH, S.H.I., M.E.I.
NIP. 198209222009012005
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
JUNI 2023
iv
MOTTO
Artinya: “Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.
Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” (Q.S. Ar ra’ad :11)1
1 Al Qur’an, 13:11
v
PERSEMBAHAN
Rasa syukur saya panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan taufiq, hidayah dan rahmat nya sehingga dalam proses pengerjaan skripsi ini saya masih dalam lindungan nya dan diberi kesehatan serta semangat yang tiada henti hingga akhirnya saya bisa menyelesaikannya, skripsi ini saya persembahkan kepada :
1. Bapak dan ibu saya, bapak Abd Rohim dan ibu Indah Pergi Sari serta saudara saya Husein Fadlulloh dan dua saudari saya Fatimah Qurratul A’yun dan Husna Salwa Salsabila yang selalu memberikan dukungan moral maupun materi dan selalu memanjatkan doa yang terbaik untuk saya supaya diberikan kemudahan dalam menuntut ilmu dan menjadi orang yang sukses dan bermanfaat bagi keluarga dan orang lain.
2. Semua para guru dan dosen yang sudah memberikan bimbingan, didikan dan arahan dengan penuh kesabaran hingga akhirnya saya bisa menempuh pendidikan yang lebih tinggi.
3. Semua teman dan sahabat yang selalu ada disisi saya terutama teman- teman Rumah Inspirasi dan forum Puisi-Puasa. Saya bahkan tidak tahu bagaimana menjelaskan betapa bersyukurnya saya memiliki teman-teman seperti kalian yang bisa menerima saya dengan lapang hati.
4. Keluarga besar KSEI FEBI UIN KHAS Jember dan GenBI Jember yang telah memberikan pengalaman organisasi dan mengajarkan kepada saya bahwa setiap orang mempunyai jalan sukses yang berbeda dan belajarlah memahami jalan kesuksesan mu dengan berusaha.
vi
5. Kepada almamater UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember yang menjadi salah satu tempat saya mengembangkan diri, menuntut ilmu, semoga ilmu yang saya peroleh selama pendidikan saya bisa berguna dan bermanfaat bagi orang lain.
6. Kepada teman- teman Ekonomi Syariah angkatan 2019 terutama teman- teman Ekonomi Syariah 10 yang saling memberikan dukungan untuk berkembang di bangku perkuliahan.
vii
KATA PENGANTAR
ِمْيِحَّرلا ِنَْحَّْرلا ِللها ِمــــــــــــــــــْسِب
Puji syukur alhamdulillah, penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan taufiq, rahmat dan hidayah, selanjutnya sholawat serta salam tetap tercurah limpahkan nabi Muhammad SAW, keluarga dan sahabat serta pengikut nya yang telah memberikan bimbingan ke arah jalan kebenaran kepada kita semua. Semoga kita termasuk orang yang mendapatkan syafaat- Nya, Amin.
Dalam menyusun skripsi ini, tidak terwujud baik tanpa adanya bantuan dan bimbingan pihak lain, oleh karena itu segala kerendahan hati penyusunan mengucapkan terimakasih kepada :
1. Bapak Prof. Babun Suharto, S.E., MM selaku Rektor Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember
2. Bapak Dr. Khamdan Rifa’i, S.E., M.Si selaku dekan Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam.
3. Ibu Dr. Nikmatul Masruroh, S.H.I., M.E.I selaku Ketua Jurusan Ekonomi Syariah. Sekaligus dosen pembimbing yang selalu memberikan pembelajaran dan motivasi saya sehingga dapat memberikan yang terbaik dalam karya ini.
4. Bapak Dr. M.F. Hidayatullah, S.H.I., M.S.I selaku Koordinator Program Studi Ekonomi Syariah
viii
5. Seluruh dosen Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam, khususnya yang telah memberikan ilmu kepada penulis sehingga dapat mengetahui apa yang sebelumya tidak diketahui.
6. Bapak Nur Hasan selaku kepala Desa Puger Kulon, bapak Mulyo Cahyono selaku ketua POKMAS Pantai Pancer Lestari yang telah memberikan penulis banyak pelajaran serta atas suguhan waktu dan izinya untuk meneliti di desa Puger Kulon
7. Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini baik secara langsung maupun tidak langsung.
Atas segala bantuan dukungan dan doanya, penulis mengucapkan terimakasih.semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.
Jember, 28 Maret 2023 Penulis
Moch. Ali Hadi NIM. E20192416
ix
ABSTRAK
Moch. Ali Hadi, Dr. Nikmatul Masruroh, S.H.I., M.E.I. 2023:
StrategiPemberdayaan Ekonomi Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal di Pantai Pancer Desa Puger Kulon Kecamatan Puger Kabupaten Jember
Kata Kunci: Strategi, Pemberdayaan Ekonomi, Kearifan Lokal
Pemberdayaan ekonomi masyarakat merupakan sebuah solusi dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Pemberdayaan masyarakat dapat membuka kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh penghasilan. Kearifan lokal dapat dimanfaatkan dalam suatu pemberdayaan sehingga selain masyarakat dapat memperoleh penghasilan akan tetapi kelestarian kearifan lokal tersebut juga terjaga.
Fokus penelitian yang diteliti oleh peneliti dalam skripsi ini adalah: 1) Bagaimana kearifan lokal yang ada di Pantai Pancer Desa Puger Kulon Kecamatan Puger Kabupaten Jember? 2) Bagaimana strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis kearifan lokal di Pantai Pancer Desa Puger Kulon Kecamatan Puger Kabupaten Jember?
Tujuan Penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui kearifan lokal yang ada di Pantai Pancer Desa Puger Kulon Kecamatan Puger Kabupaten Jember. 2) Untuk mengetahui strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis kearifan lokal di Pantai Pancer Desa Puger Kulon Kecamatan Puger Kabupaten Jember.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Lokasi penelitian berada di Pantai Pancer Desa Puger Kulon Kecamatan Puger Kabupaten Jember. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau kesimpulan. Adapun keabsahan data diperoleh dengan teknik triangulasi data.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, 1) Kearifan lokal di Pantai Pancer Desa Puger Kulon Kecamatan Puger Kabupaten Jember adalah berupa pagelaran budaya yang bernama Petik Laut dan wisata alam yaitu Pantai Pancer.
2) Strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat yang dilakukan di Pantai Pancer memanfaatkan wisata alam Pantai Pancer dengan mengadakan pembangunan sumber daya manusia,pembangunan kelembagaan kelompok, pemupukan modal masyarakat, pembangunan usaha produktif, dan penyediaan informasi tepat guna.
x
DAFTAR ISI
COVER ... i
LEMBAR PERSETUJUAN ... ii
LEMBAR PENGESAHAN ... iii
MOTTO ... iv
PERSEMBAHAN ... v
KATA PENGANTAR ... vii
ABSTRAK ... ix
DAFTAR ISI ... x
DAFTAR TABEL... xiii
DAFTAR GAMBAR ... xiv
BAB IPENDAHULUAN ... 1
A. Konteks Penelitian ... 1
B. Fokus Penelitian ... 8
C. Tujuan Penelitian ... 9
D. Manfaat Penelitian ... 9
E. Definisi Istilah ... 11
F. Sistematika Pembahasan ... 14
BAB II KAJIAN KEPUSTAKAAN ... 16
A. Penelitian Terdahulu ... 16
B. Kajian Teori ... 30
1. Kearifan Lokal ... 30
2. Strategi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat ... 33
xi
BAB IIIMETODE PENELITIAN ... 46
A. Pendekatan dan Jenis Penelitian... 46
B. Lokasi Penelitian ... 47
C. Subyek Penelitian ... 48
D. Teknik Pengumpulan Data ... 49
E. Analisis Data ... 51
F. Keabsahan Data ... 53
G. Tahap-tahap Penelitian ... 54
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS ... 56
A. Gambaran Obyek Penelitian ... 56
1. Sejarah Desa Puger Kulon ... 56
2. Visi dan Misi desa Puger Kulon... 59
3. Kondisi Geografis ... 60
4. Kondisi Perekonomian ... 61
5. Potensi Daerah ... 61
6. Profil Pantai Pancer ... 63
B. Penyajian Data dan Analisis... 64
1. Kearifan Lokal di Pantai Pancer Desa Puger Kulon Kecamatan Puger Kabupaten Jember... 64
2. Strategi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal di Pantai Pancer Desa Puger Kulon. ... 79
C. Pembahasan Temuan ... 116
xii
1. Kearifan Lokal di Pantai Pancer Desa Puger Kulon Kecamatan Puger
Kabupaten Jember ... 116
2. Strategi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat di Pantai Pancer Desa Puger Kulon Kecamatan Puger Kabupaten Jember ... 120
BAB V PENUTUP ... 134
A. Kesimpulan ... 134
B. Saran ... 136
DAFTAR PUSTAKA ... 137 LAMPIRAN-LAMPIRAN
1. Matriks Penelitian
2. Pernyataan Keaslian Tulisan 3. Pedoman Wawancara 4. Jurnal Kegiatan Penelitian 5. Surat Ijin Penelitian
6. Surat Keterangan Selesai Penelitian 7. Surat Keteramgan Plagiasi
8. Dokumentasi 9. Biodata Penulis
xiii
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1 Pemenang-Pemenang Lomba Desa Berprestasi Pada Acara Gala
Anugrah Desa dan haru Kesatuan Gerak PKK Tahun 2022 ... 6
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu ... 27
Tabel 4.1 Nama, Tahun Kelahiran, Dan Pekerjaan Sebelumnya Anggota POKMAS... 81
Tabel 4.2 Struktur Oorganisasi POKDARWIS Pantai Pancer ... 85
Tabel 4.3 Struktur Organisasi POKMAS Pantai Pancer Lestari ... 86
Tabel 4.4 Kegiatan POKMAS Pantai Panncer Lestari... 127
Tabel 4.5 Pembagian Hasil Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat di Pantai Pancer ... 128
xiv
DAFTAR GAMBAR
Gambar 3.1 Subyek Penelitian ... 49 Gambar 4.1 Struktur Pemerintah Desa Puger Kulon ... 58 Gambar 4.2 Mekanisme Pengambilan Keputusan Lokal di Pantai Pancer . 119 Gambar 4.3 Langkah-Langkah Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat di
Pantai Pancer ... 124
1
Indonesia merupakan sebuah negara yang dianugerahi sumber daya alam yang begitu melimpah baik dari kekayaan lautnya maupun sumber daya yang ada di darat. Semua sumber daya alam tadi dapat dimanfaatkan dan dikembangkan untuk keperluan masyarakat. Dari laut bisa dilihat kekayaan bahari berupa ikan-ikan segar dan sumber daya laut lainnya untuk dijadikan bahan pangan. Adapun dari daratan terdapat tanah untuk tempat tinggal dan menanam kebutuhan pangan. Belum lagi kekayaan flora dan fauna di dalamnya. Dengan sumber daya alam yang melimpah tersebut Allah SWT menganugerahkan manusia akal dan budi sehingga manusia dapat mengolah sumber daya alam tersebut secara baik untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.
Sebagaimana firman Allah QS. Al-A’raf ayat 10 yang berbunyi :
Artinya: Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan kami adakan bagimu di muka bumi (sumber) penghidupan.
Amat sedikitlah kamu bersyukur.2
Pengelolaan sumber daya alam adalah salah satu yang harus diperhatikan. Manusia memang mempunyai hak untuk memanfaatkan kekayaan alam, akan tetapi juga harus memperhatikan kelestariannya. karena masih banyak eksploitasi yang terjadi sehingga menyebabkan adanya
2 Al Qur’an,7:10.
kerusakan alam. Perusakan alam yang terjadi juga akan berdampak buruk bagi kehidupan manusia. Seperti Allah berfirman dalam QS. Ar-Rum ayat 9:
Artinya: Dan tidakkah mereka bepergian di bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul)?
Orang-orang itu lebih kuat dari mereka (sendiri) dan mereka telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya melebihi apa yang telah mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka rasul- rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang jelas. Maka Allah sama sekali tidak berlaku zalim kepada mereka, tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri mereka sendiri.3
Pemberdayaan masyarakat merupakan instrumen penting dalam memanfaatkan kekayaan alam. Pemberdayaan masyarakat sendiri merupakan salah satu solusi terhadap ketimpangan ekonomi. Karena konsep pemberdayaan (empowerment) bertitik berat pada manusia dan kemanusiaan sebagai tolak ukur normatif, srtuktural,dan substansial. Sesuai yang telah dikatakan oleh Chambers dalam Hasan dan Azis bahwa pemberdayaan adalah sebuah konsep pembangunan ekonomi yangmerangkum nilai-nilai sosial.
Konsep ini mencerminkan paradigma baru pembangunan, yaitu yang bersifat
“people centred, participatory, empowering, and sustainable.”4 Maka pemberdayaan di sini tidak hanya dapat menjadi solusi terhadap ketimpangan ekonomi tapi juga solusi terhadap ketimpangan sosial.
3 Al Qur’an, 30:7.
4 Muhammad Hasan dan Muhammad Azis, Pembangunan Ekonomi & Pemberdayaan Masyarakat Edisi Kedua (Makassar: CV. Nur Lina, 2018), 138
Lebih lanjut pemberdayaan masyarakat juga dapat bernilai ekonomi.
Sehingga digagaslah pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pemberdayaan ekonomi masyarakat sendiri merupakan penguatan kepemilikan faktor-faktor produksi, penguatan masyarakat untuk mendapatkan gaji/upah yang memadai, dan penguatan masyarakat untuk memperoleh informasi, pengetahuan dan keterampilan, yang harus dilakukan secara multi aspek, baik dari aspek masyarakatnya sendiri, maupun aspek kebijakannya.5
Kearifan lokal merupakan salah satu daya tarik yang dapat dimanfaatkan dalam pemberdayaan masyarakat. Kearifan lokal dapat diartikan sebagai tata nilai atau perilaku hidup masyarakat lokal dalam berinteraksi dengan lingkungan tempatnya secara arif. Sementara itu Keraf menegaskan bahwa kearifan lokal adalah semua bentuk pengetahuan, keyakinan, pemahaman atau wawasan serta adat kebiasaan atau etika yang menuntun perilaku manusia dalam kehidupan di dalam komunitas ekologis.
Semua bentuk kearifan lokal ini dihayati, dipraktekkan, diajarkan dan diwariskan dari generasi ke generasi sekaligus membentuk pola perilaku manusia terhadap sesama manusia, alam maupun gaib.6 Maka kearifan lokal di sini dapat dimanfaatkan untuk menjadi potensi yang dapat menciptakan nilai ekonomi lokal.
Salah satu desa di kabupaten Jember yang memiliki pemberdayaan ekonomi masyarakat yang baik adalah desa Puger Kulon. Desa Puger Kulon sendiri adalah desa yang terletak di ujung selatan Kabupaten Jember, sebelah
5 Muhammad Hasan dan Muhammad Azis, 158-159
6 Muhammad Hasan dan Muhammad Azis, 92
utara berbatasan dengan desa Grenden, sebelah timur desa Puger Wetan, selatan dengan samudera Hindia, dan sebelah barat dengan desa Mojosari.
desa Puger Kulon di tahun 2021.
Adapun dari observasi yang dilakukan oleh Alia dan Vita di tahun 2014 dapat disimpulkan bahwa Puger Kulon memiliki potensi-potensi alam yang sangat kaya. Adapun potensi-potensi yang ada di desa Puger Kulon seperti: 1) potensi perikanan dan kelautan, 2) potensi pertanian dan perkebunan, 3) potensi peternakan, 4) potensi pertambangan batu kapur.
Sehingga dengan adanya potensi-potensi alam tersebut maka mata pencaharian penduduk lokal mayoritas bekerja sebagai petani, nelayan, pembuat kapal, buruh pabrik(pabrik tambang kapur) dan pedagang. Di sisi lain adanya potensi-potensi tadi menjadi peluang bagi diversifikasi pekerjaan seperti jual-beli ikan, warung makan, toko kelontong,dan toko pertanian dan perikanan.7 Data tersebut diperkuat oleh observasi yang dilakukan oleh peneliti menunjukkan bahwa masyarakat desa Puger Kulon di bagian utara desa mayoritas bekerja sebagai petani dan di bagian selatan (pesisir) mayoritas berprofesi sebagai nelayan.8 Kecamatan Puger merupakan pusat perikanan terbesar yang ada di kabupaten Jember dengan hasil tangkapan 6.696,26 ton di tahun 2020 dan disusul kecamatan Ambulu dengan hasil
7 Vita dan Alia, “Diversifikasi Pekerjaan Sebagai Strategi Penghidupan Masyarakat Pesisir Di Kelurahan Greges, Kota Surabaya Serta Desa Puger Wetan Dan Puger Kulon,
Kabupaten Jember,” Media Teliti, 19 November 2022,
www.media.neliti.com/media/publications/228603-diversifikasi-pekerjaan-sebagai-strategi- c03880b5.pdf
8 Observasi di Desa Puger Kulon, 24 November 2022
tangkapan 1.284,96 ton di tahun 2020.9 Sehingga di daerah Pantai dan pesisir kecamatan Puger banyak yang berprofesi sebagai nelayan.
Pada tahun 2020 desa ini menerima peringkat 6 nasional desa IDM (Indeks Desa Membangun) pencapaian ini tidak luput dari kepemimpinan kepala desa Puger Kulon yaitu bapak “Nur Hasan” dalam melakukan perubahan mulai dari melaksanakan pembangunan desa untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat, kesejahteraan masyarakat desa dengan ketahanan sosial, ketahanan ekonomi, dan ketahanan ekologi secara berkelanjutan.10 Disusul segenap prestasi yang luar biasa melalui pemberdayaan masyarakatnya menjadikan Desa Puger Kulon sebagai salah satu desa yang berprestasi. Pada acara Gala Anugerah Desa dan Haru Kesatuan Gerak PKK tahun 2022 yang diadakan pemerintah kabupaten Jember melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa desa Puger Kulon mendapatkan beberapa penghargaan yang diantaranya adalah:11
1. Juara pertama kategori Lomba Desa dan 10 Program Pokok PKK Desa- Kelurahan
2. IDM 2021 Kategori Desa Mandiri 3. Desa Inovatif – Bidang Pelayanan Desa
9 BPS, Kabupaten Jember Dalam Angka 2021,354
10 Puger Kulon, “Desa Puger Kulon Raih Peringkat 6 IDM (Indeks Desa Membangun) Di Tingkat Nasional”, pugerkulon.id, 2020, https://pugerkulon.id/2020/09/10/desa-puger-kulon-raih- peringkat-6-idm-indeks-desa-membangun-di-tingkat-nasional.
11 Pemkab Jember, “Inilah Daftar Desa Terbaik Kabupaten Jember 2022” jemberkab.id, 5 September 2022, www.jemberkab.go.id/inilah-daftar-desa-terbaik-kabupaten-jember-2022.
Tabel 1.1
Pemenang-Pemenang Lomba Desa Berprestasi Pada acara Gala Anugerah Desa dan Haru Kesatuan Gerak PKK tahun 2022
No. Kategori Pemenang
1. Lomba Desa & 10 Program Pokok PKK
Juara 1: Desa Puger Kulon Juara 2: Desa Sidomulyo Juara 3: Desa Semboro Harapan 1: Desa Keting Harapan 2: Desa Balung Lor Harapan 3: Desa Cumedak 2. Lomba Kelurahan & 10
Program PKK
Juara 1: Kelurahan Jember Kidul Juara 2: Kelurahan Bintoro Juara 3: Kelurahan Tegal Gede 3. Lomba Gotong Royong
Tingkat Desa
Juara 1: Desa Sidomulyo Juara 2: Desa Rejoagung Juara 3: Desa Glagahwero Harapan 1: Desa Sidodadi Harapan 2: Desa Sukorambi Harapan 3: Desa Cumedak 4. Lomba Gotong Royong
Tingkat Kelurahan
Juara 1: Kelurahan Kaliwates Juara 2: Kelurahan Bintoro Juara 3: Kelurahan Tegal Gede 5. BUMDES Terbai Desa Wonosari dan Desa Balung Lor 6. IDM 2021 Kategori Desa
Mandiri
Desa Puger Kulon 7. Penyaluran Dana Desa
Tercepat Tahun 2021
Desa Candijati Desa Sidorejo Desa Garahan 8. Penetapan SDGS Desa
Tercepat
Desa Keting Desa Jombang Desa Jatimulyo Desa Padomasan Desa Sarimulyo 9. Penurunan Pravalensi Angka
Stunting
Desa Bagorejo Desa Slateng Desa Lembengan 10. Pendapatan Asli Desa dari
Hasil Usaha (BUMDESA) tahun 2021
Desa Ampel Desa Sumberjeruk Desa Sidomekar 11. Desa Wisata Nusantara Desa Badean
Desa Sidomulyo Desa Wonosari 12. Desa Inovatif - Bidang
Pelayanan Desa
Desa Sukowono Desa Silo Desa Sidomulyo
No. Kategori Pemenang Desa Kencong Desa Rambipuji Desa Puger Kulon 13. Penggiat Teknologi Tepat
Guna Desa
Desa Suci
Desa Jambearum Desa Dukuh Dempok 14. Rumah Desa Sehat Terbaik Desa Menampu
Desa Yosorati Desa Karangbayat 15. Kader Pembangunan Manusia
Terbaik
Mamik Setyowati (KPM Desa Tamansari
Rumbiyati (KPM Desa Karangbayat) Susiati (KPM Desa Sukosari)
16. Desa Pengelola Keuangan Terbaik
Desa Sidomekar Desa Ampel Desa Karangduren 17. Kader Berprestasi TP PKK
Kabupaten Jember
Suherni (Kelurahan Kebonsari) 18. Kader Berprestasi TP PKK
Provinsi Jawa Timur
Suherni (Kelurahan Kebonsari) Sumber: jemberkab.id
Pantai Puger atau lebih dikenal masyarakat dengan sebutan Pantai Pancer memliki daya tarik unik yaitu adanya ritual tahunan yaitu tradisi larung saji yang berisikan nasi tumpeng dan buah-buahan sebagai rasa syukur kepada tuhan Yang Maha Esa. Di Pantai Pancer pengunjung tidak hanya bisa menikmati pemandangan hamparan laut yang indah tetapi lewat pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan kearifan lokalnya, Pantai ini menyediakan fasilitas-fasilitas pariwisata seperti penyewaan transportasi darat tradisional seperti kuda dan tranportasi laut bagi yang ingin memancing di laut berupa perahu dan lain sebagainya. Di Pantai Pancer pengunjung juga
bisa menikmati kuliner khas yang di jual di sepanjang Pantai seperti ikan bakar, ikan goreng, dan olahan makanan hasil laut lainnya.12
Penelitian terkait dengan pembahasan pemberdayaan masyarakat dan kearifan lokal penah dilakukan oleh Yayuk Yuliana. Penelitian yang dilakukan Yayuk lebih khusus meneliti kontribusi pemberdayaan terhadap ekonomi keluarga.13 Adapun penelitian ini secara khusus mengkaji strategi pemberdayaan ekonomi berbasis kearifan lokal.
Dari penjelasan di atas, menunjukkan bahwa Pantai Pancer memiliki potensi yang baik ketika dapat memanfaatkan kearifan lokalnya melalui pemberdayaan masyaratnya sehingga menarik peneliti untuk masuk lebih dalam dan meneliti lebih lanjut terkait “STRATEGI PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI PANTAI PANCER DESA PUGER KULON KECAMATAN PUGER KABUPATEN JEMBER”
B. Fokus Penelitian
Fokus penelitian merupakan pernyataan tentang indikator dan faktor- faktor yang nantinya akan diteliti secara lebih jelas. Rincian aspek yang akan diteliti tersebut bermanfaat untuk memberikan arahan dan memperjelas fenomena yang akan diteliti.
12Observasi di Pantai Pancer, 14 November 2022
13Yayuk Yuliana, "Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal Untuk Mendukung Ekonomi Keluarga Taman Nasional Gunung Leuser", Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2, no. 2 (2018): 237–241.
Berdasarkan gambaran latar belakang yang telah diuraikan di atas, adapun fokus penelitian dalam penelitian ini yang difokuskan sebagai berikut:
1. Bagaimana kearifan lokal masyarakat di Pantai Pancer desa Puger Kulon kecamatan Puger kabupaten Jember ?
2. Bagaimana strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis kearifan lokal di Pantai Pancer desa Puger Kulon kecamatan Puger kabupaten Jember?
C. Tujuan Penelitian
Dalam sebuah penelitan diperlukan sebuah tujuan untuk memecahkan masalah yang dikaji dan diteliti. Dengan demikian adanya tujuan akan mempermudah peneliti untuk menentukan arah dari penelitiannya sehingga penelitiannya dapat dilakukan secra terstruktur dan tidak melampaui batas permasalahan yang dituju. Adapun tujuan dari penelitian ini sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui kearifan lokal yang ada di Pantai Pancer desa Puger Kulon kecamatan Puger kabupaten Jember
2. Untuk mengetahui strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis kearifan lokal di Pantai Pancer desa Puger Kulon kecamatan Puger kabupaten Jember
D. Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini adalah:
1. Manfaat Teoritis Hasil penelitian ini yaitu:
a. Menambah dan memperkaya wawasan keilmuan tentang strategi pemberdayaan ekonomi berbasis kearifan lokal.
b. Menjadi landasan teori tentang konsep strategi pemberdayaan ekonomi dan memberi nilai tambah khazanah pengetahuan ilmiah pendidikan, terutama Ekonomi Syariah (ES).
2. Manfaat praktis selain manfaat teoritis, penelitian ini juga dapat memberi manfaat praktis kepada:
a. Peneliti
Dua manfaat yang akan peneliti peroleh, yaitu penelitian ini akan menjadi:
1) Pengalaman berharga dalam penulisan karya tulis ilmiah terakhir peneliti menempuh Sarjana Ekonomi (SE) di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.
2) Pijakan awal peneliti untuk melaksanakan penelitian-penelitian selanjutnya, baik tentang pemberdayaan ekonomi atau pendidikan ekonomi lainnya.
b. Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Haji Achmad Siddiq Jember Penelitian ini bermanfaat bagi UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember dalam menjadi:
1) Pelengkap kepustakaan UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember tentang pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis kearifan lokal di Indonesia.
2) Sumber materi atau referensi civitas akademika UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember dalam menyusun karya tulis ilmiah dan penelitian-penelitian lainnya.
c. Masyarakat
Masyarakat akan mendapatkan manfaat penelitian ini, yaitu dapat menjadi:
1) Strategi yang tepat guna dalam menjalankan strategi pemberdayaan ekonomi Pantai Pancer Desa Puger Kulon Kecamatan Puger Kabupaten Jember.
2) Mengoptimalkan potensi perekonomian di Pantai Pancer sehingga dapat memperbesar pendapatan Desa Puger Kulon Kecamatan Puger Kabupaten Jember.
E. Definisi Istilah
Definisi istilah berisi tentang sebuah pengertian istilah-istilah penting yang menjadi suatu titik perhatian peneliti di dalam judul penelitian.
Tujuannya adalah supaya tidak terjadi kesalahpahaman terhadap makna istilah sebagaimana yang dimaksud oleh peneliti.14 Adapun istilah-istilah penting dalam penelitian ini sebagai berikut:
1. Strategi Pemberdayaan Ekonomi
Kata strategi diambil dari bahasa Yunani “strategos” yang terdiri dari dua suku kata yaitu “stratos” yang berarti militer dan “ag” yang berarti memimpin. Pada awalnya kata ini diartikan sebagai generalship
14 Tim Penyusun, 45.
atau sesuatu rencana dalam menaklukan dan memenangkan suatu peperangan yang dikerjakan oleh para jendral dalam.15 Menurut John A.
Pearce II dan Richard B. Robinson Jr bahwa strategi dapat diartikan sebagai rencana yang memiliki orientasi berskala besar dan berjangka panjang untuk mencapai tujuan perusahaan dengan berinteraksi dengan lingkungan secara kompetitif.16
Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa strategi adalah sebuah rencana atau upaya yang akan dilakukan dalam mencapai suatu tujuan berdasarkan visi dan misi perusahaan dalam jangka waktu yang panjang oleh para pengelola.
Adapun pemberdayaan ekonomi merupakan penguatan kepemilikan faktor-faktor produksi dan distribusi sehingga masyarakat mendapatkan gaji/upah yang memadai, dan penguatan masyarakat untuk memperoleh informasi, pengetahuan dan keterampilan, yang harus dilakukan secara multi aspek, baik dari aspek masyarakatnya sendiri, maupun aspek kebijakannya.17 Pemberdayaan ekonomi dengan masyarakat sebagai subjeknya di sini memiliki hubungan erat. Francis Fukuyama menunjukkan hasi-hasil studi di berbagai negara bahwa modal sosial yang kuat dapat merangsang pertumbuhan sektor-sektor ekonomi karena adanya tingkat kepercayaan antar masyarakat yang tinggi dan
15 Ahmad, Manajemen Strategis (Makassar :Nas Media Pustaka, 2020) 1.
16 John A. Pearce II dan Richard B. Robinson Jr, Manajemen Strategis (Jakarta: Salemba Empat, 2013), 4
17 Muhammad Hasan dan Muhammad Azis, Pembangunan Ekonomi & Pemberdayaan Masyarakat, 158-159
kerekatan hubungan alam jaringan yang lebih luas tumbuh antar sesama pelaku ekonomi.18
Berdasarkan penjelasan di atas maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa strategi pemberdayaan ekonomi dapat dipahami sebagai rencana dan upaya masyarakat yang dilakukan bersama untuk mengakses potensi kesejahteraan dengan bermodalkan modal sosial.
2. Kearifan Lokal
Kearifan lokal menurut Hasan dan Azis merupakan suatu bentuk kearifan lingkungan yang ada dalam kehidupan bermasyarakat di suatu tempat atau daerah. Jadi merujuk pada lokalitas dan komunitas tertentu.19 Di samping itu menurut Wahono dalam Hasan dan Azis kearifan lokal merupakan kepandaian dan strategi-strategi pengelolaan alam semesta dalam menjaga keseimbangan ekologis yang sudah berabad-abad teruji oleh berbagai bencana dan kendala serta keteledoran manusia. Kearifan lokal tidak hanya berhenti pada etika, tetapi sampai pada norma dan tindakan dan tingkah laku, sehingga kearifan lokal dapat menjadi seperti religi yang mempedomani manusia dalam bersikap dan bertindak, baik dalam konteks kehidupan sehari-hari maupun menentukan peradaban manusia yang lebih jauh.20
Peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa kearifan lokal merupakan pengetahuan dan tindakan masyarakat lokal dalam menjaga dan melestarikan kebudayaan lokal serta memanfaatkan potensi lokal.
18 Muhammad Hasan dan Muhammad Azis, 184
19 Muhammad Hasan dan Muhammad Azis, 92
20 Muhammad Hasan dan Muhammad Azis, 92
Sehingga strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis kearifan lokal dapat dipahami sebagai upaya masyarakat yang dilakukan bersama untuk mengakses potensi kesejahteraan melalui pengetahuan dan tindakan masyarakat lokal demi melestarikan budaya lokal dengan bermodalkan modal sosial dan memanfaatkan potensi lokal.
F. Sistematika Pembahasan
Sistematika pembahasan berisi tentang deskripsi alur pembahasan skripsi yang dimulai dari bab pendahuluan hingga bab penutup. Format penulisan sistematika pembahasan adalah dalam bentuk deskriptif naratif bukan seperti daftar isi. Gambaran umum secara singkat dari pembahasan skripsi ini adalah:
BAB I. Pendahuluan, bab ini membahas diskripsi tentang latar belakang masalah, kemudian dilanjutkan dengan fokus penelitian, diuraikan pula tentang penelitian, manfaat penelitian secara teoritis maupun praktis, dan definisi istilah.
BAB II. Kajian Kepustakaan, bab ini berisi tentang penelitan terdahulu sebagai perbandingan untuk menyusun kepustakaan dan kajian teori sebagai pendukung karya ilmiah ini. Dilanjut dengan kerangka teoritik.
BAB III. Metode Penelitian, bab ini membahas tentang pendekatan dan jenis penelitian, lokasi penelitian, subyek penelitian, teknik pengumpulan data, analisis data, keabsahan data, tahap-tahap penelitian, dan sistematika pembahasan.
BAB IV. Penyajian Data dan Analisis Data, bab ini membahas tentang gambaran obyek penelitian, penyajian data, analisis serta pembahasan temuan yang dapat dilapangkan.
BAB V. Penutup, bab ini membahas tentang kesimpulan dari hasil penelitian yang dilakukan dan saran-saran yang bersifat membangun.
Terakhir, pada skripsi ini diakhiri dengan daftar pustaka, lampiran-lampiran yang berisi matriks penelitian, dokumentasi, pernyataan keaslian, surat izin penelitian, surat keterangan telah selesai penelitian, dan biodata peneliti.
16
Untuk mengkaji atau meneliti suatu obyek penelitian maka diperlukan tinjauan kembali atas penelitian-penelitian terdahulu sehingga pada bagian ini peneliti mencantumkan hasil-hasil penelitian terdahulu yang memiliki keterkaitan dengan penelitian yang akan dilakukan, kemudian membuat ringkasannya baik penelitian tersebut sudah terpublikasikan maupun yang belum terpublikasikan. penelitian yang dimaksud mencakup skripsi, tesis, desertasi, artikel yang dimuat di jurnal ilmiah, dan sebagainya. Orisinilitas dari penelitian yang akan dilakukan akan ditentukan dari kajian penelitian yang terdahulu.21 Adapun penelitian-penelitian terdahulu yang terkait dengan penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Dania Wisnu Pradani, 2021 “Implementasi Program Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Dalam Meningkatkan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (Studi Kasus Di BUMDes Sido Mukti Desa Gupolo Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo).”22
Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif deskriptif.
Adapun analisisnya menggunakan analisis tematik Miles dan Huberman yang terdiri atas tahap reduksi, penyajian data, dan tahap verifikasi data.
Peneliti menemukan masalah mengenai pengimplementasian program
21 Tim Penyusun, Pedoman Karya Tulis Ilmiah (Jember: IAIN Jember Press,2019), 46
22 Dania Wisnu Pradani, "Implementasi Program Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Dalam Meningkatkan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (Studi Kasus Di BUMDes Sido Mukti Desa Gupolo Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo)"(Skripsi, IAIN Ponorogo, 2021), 1–77.
pemberdayaan ekonomi masyarakat BUMDes Sido Mukti. Implementasi program pemberdayaan masyarakat dapat berhasil apabila ukuran dan tujuan dari program tersebut dapat dapat tercapai, sehingga tercapailah masyarakat yang berdaya. Tetapi dalam realita di lapangan pengimplemtasian program pemberdayaan ekonomi masyarakat belum bisa meningkatkan taraf ekonomi masyarakat desa. Adapun dari hasil penelitian ini menunjukkan implementasi program pemberdayaan ekonomi masyarakat BUMDes Sido Mukti belum sepenuhnya berhasil.
Dikarenakan ukuran dan tujuan kebijakan yang belum jelas, kurangnya sumber daya manusia, karakteristik agen pelaksana yang belum sepenuhnya terealisasi, sikap dan kecenderungan sebagian agen pelaksana yang belum bisa menerima program yang telah dibuat, komunikasi antar organisasi sudah terstruktur tetapi intensitas dari anggota yang masih kurang, belum adanya konduktivitas dari lingkungan sosial ekonomi dan politik. Persamaan dari penelitian ini adalah kesamaan pembahasan terkait pemberdayaan dan penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, hanya saja penelitian ini berfokus pada pelaksanaan program BUMDes sedangkan peneliti berfokus pada strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat.
2. Kamela Ezam Qiyami, 2021 “Strategi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Metode Asset Based Community Development (ABCD) dalam Pengembangan Ekonomi Pariwisata di Pulau Pari, Kepulauan Seribu.”23
Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif deskriptif.
Adapun analisisnya menggunakan analisis tematik Miles dan Huberman yang terdiri atas tahap reduksi, penyajian data, dan tahap verifikasi data.
Di sini penelitian diarahkan untuk mengetahui penerapan dan dampak dari penerapan strategi ABCD yaitu dicovery (penemuan), dream (impian), design (merancang), define (menentukan), dan destiny (pelaksanaan). Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi Asset Based Community Development dengan menggunakan lima tahapan yaitu discovery, dream, design, define, dan destiny. Dampak dari penerapan ABCD adalah menguatnya sosial dan ekonomi masyarakat sekitar, meskipun ada fenomena kecemburuan sosial dan mengundang masuknya kriminalitas dan pergaulan bebas. Persamaan dari penelitian ini adalah bahwa penelitian ini memiliki kesamaan pembahasan terkait strategi pemberdayaan, hanya saja pada penelitian Kamela ini berfokus pada pembangunan ekonomi pariwisata melalui metode ABCD.
23 Kamela Ezam Qiyami, "Strategi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Metode Asset Based Community Development (ABCD) Dalam Pengembangan Ekonomi Pariwisata Di Pulau Pari, Kepulauan Seribu"(Skripsi, UIN Jakarta, 2021), 1-116
3. Aisra Sarah, 2019 “Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Berbasis Potensi Lokal Terhadap Peningkatan Pendapatan Masyarakat Desa Hono Kecamatan Seko Kabupaten Luwu Utara.”24
Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif deskriptif.
Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun analisisnya menggunakan analisis tematik Miles dan Huberman yang terdiri atas tahap reduksi, penyajian data, dan tahap verifikasi data. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pemberdayaan yang dilakukan pemerintah daerah dalam mengembangkan produktifitas Beras Tarone dan Untuk mengetahui dampak perubahan ekonomi bagi masyarakat Desa Hono Kecamatan Seko yang mengikuti program pemerintahan daerah berbasis potensi lokal pada tahun 2019. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pemberdayaan yang dilakukan pemerintah daerah dalam mengembangkan produktifitas Beras Tarone dilakukan melalui tiga tahap yaitu: tahap penyadaran, tahap pendayaan, dan tahap capacity building dan networking. Pemberdayaan ekonomi di sini meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Hono Kecamatan Seko Kabupaten Luwu Utara.
Penelitian ini memiliki kesamaan pembahasan dengan peneliti terkait dengan pemberdayaan ekonomi dan penelitian ini juga menggunakan metode kualitatif. perbedaannya adalah penelitian ini berfokus pada
24 Aisra Sarah, "Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Berbasis Potensi Lokal Terhadap Peningkatan Pendapatan Masyarakat Desa Hono Kecamatan Seko Kabupaten Luwu Utara"
(Skripsi, IAIN Palopo, 2019), 1–83.
potensi lokal berupa beras dan pendapatan masyarakat dari pemanfaatan dan produksi beras tersebut.
4. Warzuqni Syahfitri Ismy, 2019 “Analisis Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Home Industry Penganan Aceh Menurut Perspektif Ekonomi Islam (Studi Di Desa Lampisang Kabupaten Aceh Besar).”25
Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif deskriptif.
Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun analisisnya menggunakan analisis yang terdiri atas tahap reduksi, penyajian data, dan tahap verifikasi data.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak home industry panganan Aceh terhadap peningkatan perekonomian masyarakat di Desa Lampisang Kabupaten Aceh Besar dan mengetahui prinsip pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui home industry panganan Aceh perspektif ekonomi Islam di Desa Lampisang Kabupaten Aceh Besar. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa masyarakat desa Lampisan melakukan pemberdayaan ekonomi melalui home industry panganan Aceh dengan lancar, dan mereka sangat menggantungkan taraf perekonomiannya pada hasil penjualannya. Adapun mereka menggunakan prinsip keadilan, tolong menolong, dan partisipasi. Persamaan dari penelitian ini adalah terletak pada pembahasan pemberdayaan ekonomi dan penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Perbedaan dari penelitian ini adalah
25 Warzuqni Syahfitri Ismy, "Analisis Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Home Industri Penganan Aceh Menurut Perspektif Ekonomi Islam (Studi Di Desa Lampisang Kabupaten Aceh Besar)" (Skripsi,UIN Ar-Raniri Banda Aceh, 2019), 1–137.
berfokus pada home industri berupa makanan khas Aceh dengan berdasarkan perspektif ekonomi Islam sedangkan peneliti berfokus pada kearifan lokal yang ada di Pantai Pancer Desa Puger Kulon Kecamatan Puger Kabupaten Jember..
5. Lediana Apriyani, 2019 “Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal Di Desa Wisata Kunjir Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan.”26
Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif deskriptif.
Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun analisisnya menggunakan analisis tematik Miles dan Huberman yang terdiri atas tahap reduksi, penyajian data, dan tahap verifikasi data. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal di desa Kunjir Kecamatan Rajabasa kabupaten Lampung Selatan.
Hasil penelitian ini menunjukkan dengan adanya kegiatan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal, yang artinya berorientasi terhadap keberlanjutan penjagaan keseimbangan ekosistem alam, masyarakat diharapkan dapat mengelola dan memanfaatkan potensi-potensi alam dan potensi wisata yang dimiliki agar kegiatan pariwisata dapat berjalan dengan baik dan kehidupan masyarakat desa semakin sejahtera.
Persamaan dari penelitian ini adalah metode penelitian sama-sama menggunakan metode kualitatif dan adanya kesamaan pembahasan terkait
26 Lediana Apritani, "Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal Di Desa Wisata Kunjir Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan"(Skripsi, UIN Lampung, 2019), 1–144.
pemberdayaan hanya saja berfokus pada sosial sedangkan peneliti berfokus pada aspek ekonomi, dan perbedaan penelitian lainnya adalah penelitian ini berfokus pada potensi lokal yang ada di desa wisata sedangkan peneliti berfokus pada kearifan lokal.
6. Katiah, Asep Dahliyana, dan Mila Karmila, 2019 “Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal melalui Desa Fashion di Desa Kali Tengah.”27
Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif deskriptif.
Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun analisisnya menggunakan analisis tematik Miles dan Huberman yang terdiri atas tahap reduksi, penyajian data, dan tahap verifikasi data. Hasil yang didapatkan menjelaskan bahwa ada sebanyak empat tokoh masyarakat setempat menyatakan keunggulan desa Kali Tengah sebagai desa fashion yang dapat dikembangkan dalam rangka inovasi pembelajaran untuk kebutuhan mahasiswa berbasis batik.
Berdasarkan hasil analisis, dapat diungkap bahwa pengembangan desa fashion untuk keperluan pembelajaran memerlukan bantuan dari pemerintah dalam rangka menyiapkan supra dan infrastrukturnya.
Persamaan dari penelitian ini adalah sama-sama menggunakan metode kualitatif dan adanya kesamaan pembahasan terkait pemberdayaan, hanya saja penelitian ini berfokus pada potensi lokal berupa desa fashion.
27 Mila Karmila dkk, "Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal Melalui Desa Fashion Di Desa Kali Tengah", Sosietas Jurnal Pendidikan 9, no. 2 (2019): 699-707
Sedangkan peneliti kearifan lokal yang ada di Pantai Pancer desa Puger Kulon.
7. Zaenatul Faizah, 2018 “Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Program Desa Vokasi Berbasis Potensi Unggulan Lokal (Studi Kasus di Kelurahan Mangkang Kulon Kecamatan Tugu Kota Semarang).”28
Penelitian ini dilakukan menggunakan metode penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun analisisnya menggunakan analisis yang terdiri atas tahap deskriptif, penyajian data, dan kesimpulan. Penelitian ini dirancang untuk menjelaskan pelaksanaan program desa vokasi berbasis potensi unggulan lokal di kelurahan Mangkang Kulon serta mengkaji hasil pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program desa vokasi berbasis potensi unggulan lokalnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa melalui program vokasi berbasis potensi lokal di kelurahan Mangkan Kulon dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu tahap penyadaran dan tahap pembentukan perilaku sadar dan peduli, tahap transformasi kemampuan berupa wawasan pengetahuan, dan tahap peningkatan kemampuan intelektual.
Hasil dari pemberdayaan ini adalah masyarakat dapat menghasilkan produk-produk bernilai jual sehingga kesejahteraan masyarakatnya terangkat. Persamaan dari penelitian ini adalah terletak pada kesamaan
28 Zaenatul Faizah, "Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Program Desa Vokasi Berbasis Potensi Unggulan Lokal (Studi Kasus Di Kelurahan Mangkang Kulon Kecamatan Tugu Kota Semarang)"(Skripsi, UIN Semarang, 2018), 1–133.
pembahasan terkait pemberdayaan ekonomi masyarakat dan perbedaan penelitiannya adalah berfokus program desa vokasi dengan memanfaatkan potensi lokal sedangkan peneliti berfokus pada pemberdayaan ekonomi berbasis kearifan lokal.
8. Yayuk Yuliana, 2018 “Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal untuk Mendukung Ekonomi Keluarga.”29
Penelitian ini dilakukan menggunakan metode yang dirancang melalui metode pengabdian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dialog. Hasil penelitian dari pengabdian masyarakat yaitu bersosialisasi dengan masyarakat terutama ibu-ibu dengan memberikan pelatihan manajemen pemasaran dan pengembangan usaha produk obat-obat tradisional. Pemasaran dengan memanfaatkan internet memberikan harapan besar bagi masyarakat untuk dapat menduniakan produk obat-obat tradisional bisa dikenal di manca negara, selain itu juga memanfaatkan kunjungan wisatawan untuk langsung memperkenalkan keanekaragaman obat tradisional di desa Batu Jong-jong. Persamaan dari penelitian ini adalah bahwa penelitian ini memiliki kesamaan pembahasan terkait pemberdayaan yang berbasis kearifan lokal, hanya saja penelitian ini berfokus pada kontribusi terhadap ekonomi keluarga dengan pendekatan pengabdian.
29 Yayuk Yuliana, "Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal Untuk Mendukung Ekonomi Keluarga Taman Nasional Gunung Leuser", Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2, no. 2 (2018): 237–241.
9. Melya Purnama Sari, 2018 “Pembangunan Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUM DESA) Di Desa Mulyo Sari Kecamatan Way Ratai Kabupaten Pesawaran.”30
Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif deskriptif.
Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun analisisnya menggunakan analisis tematik Miles dan Huberman yang terdiri atas tahap reduksi, penyajian data, dan tahap verifikasi data. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pembangunan masyarakat berbasis kearifan lokal melalui BUM DESA di Desa Mulyosari Kecamatan Way Ratai Kabupaten Pesawaran dan hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan masyarakat yang berbasiskan kearifan lokal melalui BUM DESA di desa Mulyosari Kecamatan Way Ratai Kabupaten Pesawaran telah berjalan efektif sesuai dengan potensi desa dan kearifan lokal yang ada di masyarakat Desa Mulyosari dan sesuai dengan tujuan BUM DESA itu sendiri yakni: meningkatkan perekonomian desa, meningkatkan pendapatan asli desa, meningkatkan pengolahan potensi desa sesuai dengan kebutuhan masyarakat, menjadi tulang punggung pertumbuhan dan pemerataan ekonomi pedesaan. Persamaan dari penelitian ini adalah kesamaan pembahasan terkait kearifan lokal dengan metode penelitian kualitatif, hanya saja penelitian ini melibatkan BUM DESA dan lebih
30 Melya Purnama Sari, "Pembangunan Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal Melalu Badan Usaha Milik Desa (BUM DESA) Di Desa Mulyo Sari Kecamatan Way Ratai Kabupaten Pesawaran"(Tesis, UIN Lampung, 2018): 1–130.
berfokus pada pembangunan masyarakat melalui BUM DESA tersebut sedangkan peneliti berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat.
10. Dinar Wahyuni, 2018 “Strategi Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengembangan Desa Wisata Nglanggeran, Kabupaten Gunung Kidul.”31
Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif deskriptif.
Dari penelitian yang dilakukan terlihat bahwa pemberdayaan masyarakat di Desa Wisata Nglanggeran dilakukan melalui tiga strategi, yaitu penyadaran, pengkapasitasan, dan pendayaan. Penyadaran dilakukan melalui sosialisasi dan inovasi oleh karang taruna desa sampai akhirnya Nglanggeran disepakati sebagai desa wisata. Pengkapasitasan masyarakat dilakukan melalui pelatihan dan pendampingan seputar manajemen desa wisata. Persamaan dari penelitian ini adalah bahwa penelitian ini memiliki kesamaan pembahasan terkait strategi pemberdayaan masyarakat dan menggunakan metode penelitian kualitatif, hanya saja penelitian ini berfokus pada pengembangan desa wisata dan menggunakan pemberdayaan tadi sebagai pendekatannya sedangkan peneliti menggunakan kearifan lokal sebagai pendekatan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
31 Dinar Wahyuni, "Strategi Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengembangan Desa Wisata Nglanggeran, Kabupaten Gunung Kidul", Aspirasi 9, no.1, (Juni 2018), 83–100.
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu
NO. NAMA JUDUL PERSAMAAN PERBEDAAN
1. Dania Wisnu Pradani, 2021,
Implementasi Program Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Dalam Meningkatkan Pemberdayaan Ekonomi
Masyarakat (Studi Kasus Di BUMDes Sido Mukti Desa Gupolo Kecamatan Babadan
Kabupaten Ponorogo)
Persamaan dari kedua penelitian ini adalah
menggunakan metode kualitatif dan membahas terkait dengan pemberdayaan masyarakat
Penelitian Wisnu berfokus pada pelaksanaan program BUMDes
2. Kamela Ezam Qiyami, 2021,
Strategi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Metode Asset Based Community Development (ABCD) dalam Pengembangan Ekonomi
Pariwisata di Pulau Pari, Kepulauan Seribu”
Persamaan dari kedua penelitian ini adalah
menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi.
Membahas terkait dengan
pemberdayaan ekonomi masyarakat
Penelitian Kamela berfokus pada pengembangan ekonomi pariwisata melalui metode ABCD
3. Aisra Sarah, 2019,
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Berbasis Potensi Lokal Terhadap Peningkatan Pendapatan Masyarakat Desa Hono Kecamatan Seko Kabupaten Luwu Utara
Persamaan dari kedua penelitian ini adalah
menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi.
Membahas terkait pemberdayaan ekonomi
Penelitian Sarah berfokus pada potensi lokal berupa beras dan pendapatan masyarakat dari produksi beras
NO. NAMA JUDUL PERSAMAAN PERBEDAAN masyarakat
4. Warzuqni Syahfitri Ismy, 2019,
Analisis Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Home Industri Penganan Aceh Menurut Perspektif Ekonomi Islam (Studi Di Desa Lampisang Kabupaten Aceh Besar)
Persamaan dari kedua penelitian ini adalah
menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi.
Membahas terkait pemberdayaan ekonomi masyarakat
Penelitian Ismy berfokus pada home industri berupa makanan khas Aceh dengan berdasarkan
perspektif ekonomi Islam
5. Lediana Apriyani, 2019,
Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal Di Desa Wisata Kunjir Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan
Persamaan dari kedua penelitian ini adalah
menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi.
Membahas terkait dengan
pemberdayaan masyarakat
Penelitian Lediana berfokus pada pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan potensi lokal yang ada di desa wisata Kunjir
6. Katiah, dkk, 2019,
Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal melalui Desa Fashion di Desa Kali Tengah
Persamaan dari kedua penelitian ini adalah
menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi.
Membahas terkait dengan
pemberdayaan masyarakat
Penelitian Katiah berfokus pada potensi lokal berupa desa fashion.
7. Zaenatul Faizah,
Pemberdayaan Ekonomi
Persamaan dari kedua penelitian ini
Penelitian Faizah menggunakan
NO. NAMA JUDUL PERSAMAAN PERBEDAAN 2018, Masyarakat
Melalui Program Desa Vokasi Berbasis Potensi Unggulan Lokal (Studi Kasus di Kelurahan
Mangkang Kulon Kecamatan Tugu Kota Semarang)
adalah
menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi.
Membahas terkait dengan
pemberdayaan ekonomi masyarakat
pendekatan studi kasus yang berfokus pada program desa vokasi dengan memanfaatkan potensi lokal sehingga menghasilkan produk
8. Yayuk Yuliana, SE, M.Si, 2018,
Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal untuk Mendukung Ekonomi Keluarga
Persamaan dari penelitian ini adalah bahwa penelitian ini memiliki kesamaan pembahasan terkait pemberdayaan yang berbasis kearifan lokal
Penelitian Yayuk berfokus pada kontribusi pemberdayaan terhadap ekonomi keluarga dengan pendekatan pengabdian.
9. Melya Purnama Sari, 2018,
Pembangunan Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal Melalu Badan Usaha Milik Desa (BUM
DESA) Di Desa Mulyo Sari Kecamatan Way Ratai Kabupaten Pesawaran
Persamaan dari kedua penelitian ini adalah
menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi.
Membahas terkait dengan
pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal
Penelitian Melya melibatkan BUM DESA dan lebih berfokus pada pembangunan masyarakat melalui BUM DESA tersebut
10. Dinar Wahyuni, 2018,
Strategi Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengembangan Desa Wisata Nglanggeran,
Persamaan dari kedua penelitian ini adalah
menggunakan metode kualitatif dan membahas
Penelitian Dinar menjadikan pemberdayaan masyarakat untuk mengembangkan desa wisata.
NO. NAMA JUDUL PERSAMAAN PERBEDAAN Kabupaten Gunung
kidul
pemberdayaan masyarakat Sumber:diolah dari penelitian terdahulu
Dari beberapa penelitian terdahulu yang telah dijelaskan di atas sebagai referensi penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa hal yang menarik dari penelitian yang akan dilakukan peneliti adalah bahwa peneliti mengkaji lebih dalam dan mendeskripsikan secara spesifik kearifan lokal yang ada di Pantai Pancer desa Puger Kulon kecamatan Puger kabupaten Jember, serta strategi pemberdayaan ekonomi yang dilakukan dengan memanfaatkan kearifan lokal tersebut, sedangkan penelitian lain membahas terkait pengembangan desa, pelaksanaan program-program desa dan pembuatan produk lokal.
B. Kajian Teori
1. Strategi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat a. Pengertian Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
Pemberdayaan yang diadaptasikan dari istilah empowerment berkembang di Eropa mulai abad pertengahan, terus berkembang hingga diakhir 70-an, 80-an, dan awal 90-an. Konsep pemberdayaan tersebut kemudian mempengaruhi teori-teori yang berkembang belakangan.32
Menurut Sulistiyani secara etimologis pemberdayaan berasal dari kata “daya” berarti kekuatan atau kemampuan.“Bertolak dari
32 Muhammad Hasan dan Muhammad Azis, 137
pengertian tersebut, maka pemberdayaan dapat dimaknai sebagai suatu proses menuju berdaya, atau proses untuk memperoleh daya/kekuatan, dan atau proses pemberian daya/kekuatan dari pihak yang memiliki daya kepada pihak yang kurang atau belum berdaya.33
Berbeda dengan pendapat Pranarka dalam Sulistiyani yaang menyampaikan bahwa pemberdayaan sebenarnya adalah istilah yang khas Indonesia daripada Barat. Di barat istilah tersebut diterjemahkan sebagai empowerment, dan istilah itu benar tapi tidak tepat.
Pemberdayaan yang kita maksud adalah memberi “daya” bukan
“kekuasaan” daripada “ pemberdayaan” itu sendiri. Adapun istilah yang paling tepat adalah “energize” atau katakan memberi “energi”
pemberdayaan merupakan pemberian energi agar yang bersangkutan mampu untuk bergerak secara mandiri.34 Menurut Rifa’i pengertian pemberdayaan setiap individu memperoleh suatu pemahaman dan pengendalian kekuatan baik sosial, ekonomi, dan politik untuk memperbaiki keadaanya di suatu masyarakat.35
Ekonomi masyarakat merupakan segala kegiatan atau aktifitas masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya yaitu sandang, pangan, papan, kesehatan, dan pendidikan.36 Sedangkan Sumodiningrat menjelasakan bahwa pemberdayaan ekonomi dapat
33 Sulistiyani, Kemitraan dan Model-Model Pemberdayaan (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2004), 77
34 Sulistiyani, 78
35 Achmad Rifa’i, Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pendidikan Nonformal (Semarang:
UNNES Press, 2008), 38
36 Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta : Balai Pustaka, 2002), 242
dipahami sebagai upaya untuk menjadikan perekonomian besar, kuat, modern, dan berdaya saing tinggi dalam mekanisme pasar yang benar.
Adapun pemberdayaan ekonomi umat sendiri adalah kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan perekonomian umat baik secara langsung maupun tidak langsung.37 Adapun pemberdayaan ekonomi sendiri merupakan penguatan kepemilikan faktor-faktor produksi, penguatan penguasaan distribusi dan pemasaran, serta penguatan masyarakat untuk mendapatkan gaji/upah yang memadai, dan penguatan masyarakat untuk memperoleh informasi, pengetahuan dan keterampilan, yang harus dilakukan secara multi aspek, baik dari aspek masyarakatnya sendiri, mapun aspek kebijakannya.38 Sehingga pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat diartikan sebagai upaya masyarakat yang dilakukan bersama untuk mengakses potensi kesejahteraan dengan bermodalkan modal sosial demi mencukupi kebutuhan hidup.
b. Strategi Pemberdayaan Ekonomi
Kata strategi berasal dari bahasa yunani “strategos” yang terdiri dari dari dua kata yaitu “stratos” yang berarti militer dan “ag”
yang berarti memimpin. Pada awalnya kata ini diartikan sebagai generalship atau sesuatu yang dikerjakan oleh para jendral dalam
37 Mohammad Nadzir, “Membangun Pemberdayaan Ekonomi di Pesantren,” Jurnal Economica 1, no. 1, (2015): 39-40.
38 Muhammad Hasan dan Muhammad Azis, Pembangunan Ekonomi & Pemberdayaan Masyarakat, Edisi Kedua (Makassar: CV. Nur Lina, 2018), 143
merencanakan sebuah penaklukan dan memenangkan perang.39 Sebagaimana Mardikanto menjelaskan strategi merupakan suatu proses sekaligus produk yang penting yang berkaitan dengan pelaksanaan dan pengendalian kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk memenangkan persaingan, demi tercapainya tujuan.40 Tapi strategi juga tidak hanya digunakan untuk mengalahkan pesaing, sebagaimana menurut Mulyono menjelaskan strategi sering diartikan sebagai langkah-langkah tindakan tertentu yang dilaksanakan demi tercapainya suatu tujuan atau penerima manfaat yang dikehendaki.41
Menurut Sumodiningrat dalam Hasan dan Azis mengatakan bahwa konsep pemberdayaan ekonomi secara ringkas dapat dijelaskan sebagai berikut:42
1) Perekonomian rakyat bisa diartikan sebagai perekonomian yang diselenggarakan oleh rakyat. Perekonomian yang diselenggarakan oleh rakyat dapat dipahami sebagai perekonomian nasional yang bedasar pada potensi dan kekuatan masyarakat secara luas untuk menjalankan aktifitas perekonomian mereka secara mandiri.
Pengertian rakyat di sini adalah semua warga negara.
2) Pemberdayaan ekonomi rakyat merupakan usaha untuk menjadikan ekonomi yang kuat, besar, modern, dan berdaya saing
39 Ahmad, Manajemen Strategis (Makassar: Nas Media Pustaka, 2020), 1.
40 Totok Mardikanto & Poerwoko Soebianto, Pemberdayaan Masyarakat Dalam Perspektif Kebijakan Publik (Bandung: Alfabeta, 2017), 168
41 Malik dan Mulyono, “Pengembangan Kewirausahaan Berbasis Potensi Lokal melalui Pemberdayaan Masyarakat,” Journal of Nonformal Education and Community Empowerment 1, no. 1, (2018): 86
42 Muhammad Hasan dan Muhammad Azis, 145
tinggi dalam mekanisme pasar yang benar. Karena kendala struktural menjadi fokus utama masalah pembangunan masyarakat, maka pemberdayaan ekonomi rakyat harus dilakukan melalui perubahan struktural.
3) Perubahan struktural yang dimaksud adalah perubahan dari ekonomi tradisional ke ekonomi modern, dari ekonomi lemah ke ekonomi kuat, dari ekonomi subsisten ke ekonomi pasar, dari ketergantungan ke kemandirian. Langkah-langkah proses perubahan struktur, meliputi: (1) pengalokasian sumber pemberdayaan sumber daya; (2) penguatan kelembagaan; (3) penguasaan teknologi; dan (4) pemberdayaan sumber daya manusia.
4) Pemberdayaan ekonomi rakyat, tidak cukup hanya dengan peningkatan produktivitas, memberikan kesempatan berusaha yang sama, dan hanya memberikan suntikan modal sebagai stimulan, tetapi harus dijamin adanya kerjasama dan kemitraan yang erat antara yang telah maju dengan yang masih lemah dan belum berkembang.
5) Kebijakannya dalam pemberdayaan ekonomi rakyat adalah: (1) pemberian peluang atau akses yang lebih besar kepada aset produksi (khususnya modal); (2) memperkuat posisi transaksi dan kemitraan usaha ekonomi rakyat, agar pelaku ekonomi rakyat bukan sekadar price taker; (3) pelayanan pendidikan dan
kesehatan; (4) penguatan industri kecil; (5) mendorong munculnya wirausaha baru; dan (6) pemerataan spasial.
6) Kegiatan pemberdayaan masyarakat mencakup: (1) peningkatan akses bantuan modal usaha; (2) peningkatan akses pengembangan SDM; dan (3) peningkatan akses ke sarana dan prasarana yang mendukung langsung sosial ekonomi masyarakat lokal.
Ada 5 (lima) program strategi pemberdayaan ekonomi menurut Ismawan dalam Prijono dan Pranarka diantaranya sebagai berikut.43