Nama : Mutia Sahira. J Nim : 21058093
Studi Masyarakat Indonesia
1. Konsep dan proses terbentuknya individu, kelompok, komunitas dan suku bangsa Individu adalah ‘atom’ atau ‘molekul’ yang sudah lengkap dalam dirinya, berkemauan sendiri dan mampu menggabungkan diri sesukanya dengan atom-atom lain.
Mereka bersatu dengan orang lain menurut struktur-struktur lahiriahnya (Wisarja, Ketut
& Suastini, 2021).
Kelompok merupakan himpunan atau kesatuan-kesatuan manusia yang hidup bersama yang saling pengaruh mempengaruhi dan juga suatu kesadaran untuk saling tolong menolong. dalam menghadapi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan tersebut menggunakan pikiran, perasaan dan kehendaknya. Aktivitas manusia dalam menghadapi dan menyesuaikan diri tersebut pada akhirnya menimbulkan sebuah kelompok (Wisarja, Ketut & Suastini, 2021).
Terbentuknya komunitas di masyarakat tidak lepas dari tradisi budaya dan sejarah perkembangan serta unsur-unsur yang mempengaruhinya. Tradisi budaya masyarakat telah membentuk karakter dan norma terhadap perilaku kehidupan, peran peradaban dan budaya baru dari luar menyebabkan terjadinya kesesuaian norma-norma bahkan perubahan multikultural (Pataruka, M., 2018).
Suku bangsa merupakan sekelompok orang yang memiliki jejak sejarah sama yang berkembang di daerah mereka, menganggap diri mereka beda dengan komunitas lain yang bertekad untuk memelihara, mengembangkan, dan mewariskan daerah leluhur dan identitas etnik mereka kepada generasi selanjutnya (Salim, 2017).
Daftar Pustaka
Pataruka, M. (2018). Konsep Ruang Spiritual Pada Komunitas Masyarakat Kampung Kadilangu Demak. Sentarum.
Salim, H. M. (2017). Bhinneka tunggal ika sebagai perwujudan ikatan adat-adat masyarakat adat nusantara. 6(1), 65–74.
Wisarja, Ketut, I., & Suastini, N. N. (2021). ME-REVIEW PEMIKIRAN PARA FILSUF ATAS KONSEPSI MASYARAKAT DALAM BUKU “REALITAS SOSIAL,
REFLEKSI FILSAFAT SOSIAL ATAS HUBUNGAN INDIVIDU-MASYARAKAT DALAM CAKRAWALA SEJARAH SOSIOLOGI.” Jurnal Pangkaja, 24(2), 203–211.