• Tidak ada hasil yang ditemukan

SUBJEK HUKUM PERDAGANGAN INTERNASIONAL

N/A
N/A
Putri Agus

Academic year: 2023

Membagikan "SUBJEK HUKUM PERDAGANGAN INTERNASIONAL"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

SUBJEK HUKUM PERDAGANGAN INTERNASIONAL

Disusun oleh :

1. Matthew Ferdinan Barapa 210711010782 2. Putri Aurelya Fizensil Agus 210711010783 3. Giovanni Oklay Clarence Rawung 210711010784 4. Rivaldo Christian Fabio Ruru 210711010785 5. Deryl E.R Liuntuhaseng Tatoya 210711010787

Dosen Pengampu : Mien Soputan SH, MH Royke Adrianus Taroreh SH, MH

UNIVERSITAS SAM RATULANGI PROGRAM STUDI ILMU HUKUM UNIVERSITAS SAM RATULANGI

MANADO 2023

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat rahmat dan li ndungan- Nya, akhirnya makalah dengan judul “Subjek Hukum Perdagangan Internasional” dapat diselesaikan dengan baik. Makalah ini kami susun untuk memenuhi tugas mata kuliah Hukum Dagang Internasional. Selain itu, kami menyusun makalah ini untuk menambah wawasan mengenai Subjek Hukum Perdagangan Internasional.

Materi yang terdapat dalam makalah ini berupa penjelasan Subjek Hukum Perdagangan Internasional dan materi tentang Subjek Hukum Perdagangan Internasional.

Mungkin makalah yang kami buat ini belum sempurna karena kami juga masih dalam tahap belajar. Oleh karena itu, kami menerima saran ataupun kritikan dari Dosen Hukum Dagang Internasional kami Ibu Mien Soputan SH, MH dan Bapak Royke Adrianus Taroreh S.H M.H agar makalah selanjutnya bisa lebih baik dari sebelumnya.

Demikianlah makalah yang kami susun dan jika ada tulisan atau perkataan yang kurang berkenan kami mohon maaf sebesar-besarnya, semoga makalah ini bermanfaat buat pembaca.

Manado, 20 September 2023

Penulis

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR……….………i

DAFTAR ISI……….………..……….ii

BAB I PENDAHULUAN………3

A. Latar Belakang……….………..3

B. Rumusan Masalah……….……….6

C. Tujuan Penelitian……….……….…………..6

BAB II PEMBAHASAN……….………….7

1. Subjek Hukum Perdagangan Internasional……….……….7

BAB III PENUTUP……….………11

1. Kesimpulan………...…………...11

2. Saran………...…...12

DAFTAR PUSTAKA………...…13

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam hukum internasional negara dianggap sebagai subjek hukum utama. Adapun Hukum Internasional diartikan sebagai himpunan dari peraturan- peraturan dan ketentuan-ketentuan yang mengikat serta mengatur hubungan antara negara-negara dan subjek-subjek hukum lainnya dalam kehidupan masyarakat internasional. Hukum internasional mengatur hak-hak dan kewajiban-kewajiban para subjek hukum internasional. Subjek hukum internasional adalah pemegang atau pendukung hak dan kewajiban menurut hukum internasional dan setiap pemegang atau pendukung hak dan kewajiban menurut hukum internasional adalah subjek hukum internasional.

Tidaklah disangkal bahwa hukum internasional memainkan peranan yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat internasional. Peran hukuminternasional sangat diperlukan dalam era globalisasi sekarang ini guna menjembatani setiap permasalahan yang ada. Melalui hukum internasional negara-negara merumuskan prinsip-prinsip hubungan dan kerja sama di berbagai bidang kegiatan untuk mencapai tujuan bersama. Melalui ketentuan-ketentuan hukum internasional, negara-negara mencegah terjadinya sengketa dan menyelesaikan sengketa yang telah terjadi.

Hubungan antara Indonesia dengan negara-negara lain di dunia pada abad-abad sebelum Masehi telah menggunakan dasar-dasar politik dan hukum internasional yang layak yang pelaksanaannya tidak jauh berbeda dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku sekarang, hubungan internasional tersebut dimaksudkan untuk:

1) Mempererat hubungan antara negara yang satu dengan lainnya, 2) Mengadakan kerja sama dalam rangka bantu membantu,

3) Menjelaskan dan mengakkan kedaulatan dan batas-batas wilayah,

4) Mengadakan perdamaian, perundingan, pakta non agresi dan lain sebagainya.

5) Hubungan dagang dan atau perekonomian sesuai dengan kepentingan masing-masing.

(5)

Tidak ada satu pihak pun didunia ini, termasuk negara, yang mampu memenuhi semua kebutuhannya sendiri. Oleh karena itu, pada zaman ini tidak ada satu pihak pun yang tidak merasa perlu berhubungan dengan pihak lain. Hubungan itu, termasuk dalam rangka memenuhi kebutuhan barang dan jasa (procurement).

Untuk memenuhi kebutuhan akan barang dan jasa, kegiatan yang dilakukan oleh manusia salah satunya tidak dapat terlepas dari kepentingan ekonomi masing-masing. Manusia dan dalam hal ini negara tentu memiliki berbagai motif ekonomi dalam kepentingannya dalam rangka memenuhi kebutuhannya masing-masing. Untuk itu, negara tentu melakukan berbagai kegiatan ekonomi dalam hubungan dan interaksinya dengan negara-negara lainnya. Kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh negara memang telah berlangsung sejak zaman dahulu bahkan dengan barter sebagai cara negara memenuhi kebutuhannya. Namun, seiring dengan

berkembangnya teknologi transportasi, dan perdagangan internasional mulai dilakukan secara modern dan cepat. Batas-batas negara yang tadinya sangat terlihat jelas menjadi mulai kabur sehingga lalu lintas perdagangan internasional menjadi semakin padat dengan kegiatan yang dilakukan oleh negara demi memenuhi kebutuhan dan memperoleh keuntungan yang besar.

Perdagangan Internasional juga dikenal dengan sebutan perdagangan dunia. Perdagangan Internasional terbagi menjadi dua bagian yaitu impor dan ekspor, yang biasanya disebut sebagai perdagangan ekspor impor. Perdagangan internasional terjadi karena kebutuhan dan kemampuan setiap negara dalam menghasilkan barang dan jasa berbeda-beda. Perdagangan internasional juga muncul karena sebuah negara ingin melakukan ekspansi terhadap produk atau jasa yang dihasilkan di dalam negeri. Dengan adanya perdagangan internasional turut mendorong industrialisasi, kemajuan transportasi, globalisasi, dan kehadiran perusahaan multinasional.

Pelembagaan hukum di bidang perdagangan global demi terciptanya tata perdagangan yang teratur dan telah dimulai pasca perang dunia kedua, dimana ketika itu telah diupayakan dengan jalan mendirikan organisasi perdagangan internasional yang terpadu dengan nama International Trade Organization (ITO). Namun, ITO tidak jadi berdiri karena Amerika Serikat menolak usulan tersebut pada tahun 1950, karena mempertimbangkan beberapa perusahaan dan pihak- pihak koservatif yang akan mengarah pada pelanggaran terhadap kedaulatan nasional dan peraturan yang ada. Karena ITO tidak jadi berdiri maka selama

(6)

beberapa dekade kemudian perdagangan diatur melalui General Agreement on Tariffs and Trade (GATT) yang telah ditandatangani dan disepakati sejak tahun 1947 dan berlaku efektif mulai sejak 1 Januari 1948.

Kompleksitas perdagangan internasional sekarang ini dapatdilihat dalam sistem

perdagangan yang dilakukan oleh para pelakuperdagangan internasional, seperti misalnya dalam perdaganganbarang di kawasan Asia, yang intensitas keluar masuk barang sangattinggi terjadi di Singapura, padahal Singapura bukanlah negarakonsumen dan produsen yang besar, akan tetapi banyaknyaperusahaan di luar Asia yang membuka kantor cabang di

Singapurauntuk menangani kawasan Asia, selain itu tidak jarang perusahaan diSingapura menjual barang ke negara lain namun barang tersebut jugaberada di negara lainnya atau berasal dari negara ketiga. Dengandemikian perusahaan di Singapura hanya bertindak sebagaiperusahaan perantara. Dalam perdagangan internasional sekarang initidak jarang subjek hukum yang terlibat terdiri dari tiga negara ataulebih dan bukan hanya pelaku ekonomi yang berkedudukan di duanegara yang berbeda saja. Hal ini menunjukkan bahwa sistemperdagangan dunia saat ini semakin kompleks.

Jika menelaah sistem perdagangan internasional, maka akan banyak sekali bagian-bagian penting dalam sistem perdagangan itu yang saling terhubung dan menjadikannya satu kesatuan dalam rangkaian proses perdagangan internasional. Secara garis besar perdagangan internasional dapat dikelompokkan menjadi 3 bagian, yakni perdagangan jasa, HKI (Hak Kekayaan Intelektual), dan Perdagangan barang. Khusus di dalam skripsi ini akan penulis bahas hanya menyangkut perdagangan internasional terhadap barang.

Dalam praktiknya, perdagangan internasional sering sekali diasumsikan sama dengan ekspor dan impor. Namun jika diperhatikan secara seksama terdapat perbedaan-perbedaan yang mendasar. Hal ini bisa terlihat dari penamaan- penamaan bagian dalam sistem organisasi perusahaan yang terlibat dalam kegiatan perdagangan internasional, baik itu Shiping Agent, Bank, Eksportir, Importir, atau perusahaan multinasional lainnya. Mereka membentuk divisi atau departemen mereka dengan nama International Trade

Departement,Expor Departement, Import Departement, Import Unite, TradeDepartement Finance, bahkan ada yang memberi nama L/CDepartment.

(7)

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang di atas masalah di atas maka dapat di rumuskan masalah yang akan penulis bahas adalah sebagai berikut ;

1. Subjek Hukum Perdagangan Internasional ?

C. Tujuan Penelitian

Setiap usaha maupun kegiatan apapun mempunyai tujuan yang hendak di capai. Karena tujuan akan memberikan manfaat dan penyelesaian dari penelitian yang akan di laksanakan.

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah :

1. Untuk mengetahui subjek hukum perdagangan internasional apa saja.

2. Mengerti dan paham pengertian dari berbagai subjek hukum perdagangan internasional.

3. Untuk menambah wawasan apa saja subjek hukum perdagangan internasional itu sendiri.

(8)

BAB II PEMBAHASAN 1. Subjek Hukum Perdagangan Internasional

1. Negara

Negara merupakan subjek hukum terpenting di dalam hukum perdagangan internasional.

Sudah dikenal umum bahwa negara adalah subjek hukum yang paling sempurna.

Pertama, ia satu-satunya subjek hukum yang memiliki kedaulatan. Berdasarkan kedaulatan ini, negara memiliki wewenang untuk menentukan dan mengatur segala sesuatu yang masuk dan keluar dari wilayahnya. Dengan atribut kedaulatannya ini, negara antara lain berwenang membuat hukum (regulator) yang mengikat segala subjek hukum lainnya (yaitu individu, perusahaan), mengikat benda dan peristiwa hukum yang terjadi di dalam wilayah- nya, termasuk perdagangan, di wilayahnya.

Kedua, negara juga berperan baik secara langsung maupun tidak langsung dalam

pembentukan organisasi-organisasi (perdagangan) internasional di dunia, misalnya WTO, UNCTAD, UNCITRAL, dll. Organisasi-organisasi internasional di bidang perdagangan internasional inilah yang kemudian berperan dalam membentuk aturan-aturan hukum

perdagangan internasional. Ketiga, peran penting negara lainnya adalah negara juga bersama- sama dengan negara lain mengadakan perjanjian internasional guna mengatur transaksi perdagangan di antara mereka. Contoh perjanjian seperti ini adalah perjanjian

Friendship,Commerce and Navigation,perjanjian penanaman modal bilateral, perjanjian penghindaran pajak berganda, dan lain-lain.

Keempat, negara berperan juga sebagai subjek hukum dalam posisinya sebagai pedagang.

Dalam posisinya ini, negara adalah salah satu pelaku utama dalam perdagangan internasional.

Dalam awal tulisan ini, negara dengan perusahaan negaranya mengadakan transaksi dagang dengan negara lainnya. Negara memiliki sumber daya alam, perkebun- an, pertambangan, dll.

Bahan-bahan alam ini di samping dikelola untuk kebutuhan di dalam negeri juga diperdagangkan (dijual) ke subjek hukum lainnya yang memerlukannya.

(9)

2. Organisasi Internasional

a. Organisasi Internasional Antar-Pemerintah (Publik)

Organisasi internasional yang bergerak di bidang perdagangan internasional memainkan peran yang signifikan. Organisasi internasional dibentuk oleh dua atau lebih negara guna mencapai tujuan bersama.

Untuk mendirikan suatu organisasi internasional perlu dibentuk suatu dasar hukum yang biasanya adalah perjanjian internasional. Dalam perjanjian inilah termuat tujuan, fungsi, dan struktur organisasi perdagangan internasional yang bersangkutan.

Biasanya peran organisasi internasional dalam perdagangan inter- nasional kurang begitu signifikan. Memang organisasi internasional membeli kebutuhan-kebutuhannya dari penjual (procurement). Misalnya komputer, peralatan kantor/administrasi, telekomunikasi,

transportasi, dll.

Namun procurement organisasi internasional tidak terlalu besar kuantitasnya. Dari segi hukum perdagangan internasional pun organisasi seperti ini lebih banyak bergerak sebagai regulator. Dalam kapasitasnya ini organisasi internasional lebih banyak mengeluarkan peraturan-peraturan yang bersifat rekomendasi dan guidelines.Biasanya pun aturan-aturan seperti rekomendasi atau guidelines tersebut lebih banyak ditujukan kepada negara. Jarang dimaksudkan untuk mengatur individu.

Di antara berbagai organisasi internasional yang ada dewasa ini, organisasi perdagangan internasional di bawah PBB, seperti UNCITRAL atau UNCTAD. UNCITRAL adalah organisasi internasional yang berperan cukup penting dalam perkembangan hukum perdagangan in- ternasional.

Di samping itu juga terdapat World Trade Organization (WTO) yang merupakan organisasi perdagangan internasional secara multilate- ral berdiri sejak tahun 1995 dari hasil Putaran Uruguay yang membahas banyak perjanjian seperti GATT, GATS, TRIPS, TRIMS, AoA.

(10)

b. Organisasi Internasional Non-Pemerintah

Di samping organisasi internasional antar pemerintah di atas, terdapat subjek hukum lainnya yang juga cukup penting yaitu NGO (non-governmental organization) swasta (non- pemerintah atau yang kerap kali disebut pula dengan LSM internasional).

NGO Internasional dibentuk oleh pihak swasta (pengusaha) atau asosiasi dagang. Peran penting NGO dalam mengembangkan aturan- aturan hukum perdagangan internasional tidak dapat dipandang de- ngan sebelah mata. Misalnya, ICC (International Chamber of Commerce atau Kamar Dagang Internasional), telah berhasil merancang dan mela- hirkan berbagai bidang hukum perdagangan dan keuangan internasio- nal, misalnya: INCOTERMS, Arbitration Rules dan Court of Arbitration, serta Uniform Customs and Practices for Documentary Credits (UCP).

Khusus untuk UCP, misalnya, aturan-aturannya sekarang sudah menjadi acuan hukum sangat penting bagi pengusaha dalam melaksanakan transaksi perdagangan internasional.

Aturan-aturan UCP yang terkait dengan sistem pembayaran melalui perbankan telah ditaati dan dihormati oleh sebagian besar pengusaha-pengusaha besar di dunia.

Gambaran lainnya adalah ICC Arbitration Rules. Banyak pengusaha besar di dunia telah memanfaatkan aturan arbitrase ICC untuk menyelesaikan sengketa-sengketa dagang mereka.

Dalam klausul-klausul kontrak dagang internasional, para pengusaha telah cukup banyak mencantumkan klausul arbitrase dengan mengacu kepada ICC Arbitration Rules untuk hukum acara badan arbitrasenya.

3. Multi National Company (MNC)

Dalam pandangan modern perusahaan-perusahaan multi nasional telah tumbuh kuat melebihi kekuatan ekonomi negara-negara. keadaan ini mengisyaratkan bahwa perusahaan multinasional secara tampak sebagai pelaku utama dalam ekonomi internasional saat ini.

Pada awal abad ke 21 perusahaan multinasional telah dipertimbangkan secara yuridis seperti halnya manusia yang memiliki hak dan kewajiban, yang diciptakan oleh hukum dan secara nyata mempunyai hak dalam proses hukum yang melampaui garis batas suatu negara.

(11)

Menurut Cynthia Day Wallace, dalam beberapa hal perusahaan multinasional juga mempu- nyai hak untuk menuntut dan menjadi subjek yang dapat dituntut yang juga merupakan subjek hukum internasional.

Dalam kenyataan yang tampak adalah bahwa perusahaan multinasional ini adalah subjek dari hukum perdagangan internasional. Beberapa organisasi internasional telah mengakui keberadaan perusahaan multinasional melalui tindakan-tindakan yang dilakukan oleh

perusahaan multinasional dalam menjalankan bisnisnya di berbagai belahan dunia. Organisasi internasional ini telah berupaya membuat atau me- ngeluarkan instrumen yang berkaitan dengan MNC.

4. Individu

Dulu perdagangan internasional hanya dapat dilakukan oleh negara atau perusahaan multinasional.

Namun, pada era globalisasi teknologi saat ini, individu juga dapat mengambil peran secara langsung.

Peran individu dalam perdagangan internasoinal pun mengalami perkembangan yang sangat pesat.Misalnya, melakukan transaksi perdagangan internasional melalui marketplace atau membuat perjanjian kerja sama dagang dengan orang dari negara lain.Meski begitu, individu sebagai subjek hukum perdagangan internasional memiliki keterbatasan dalam melakukan aktivitas perdagangan internasional.

Dalam setiap aktivitas transaksi perdagangan, individu harus berdasarkan pada prosedur hukum dan aturan yang ditentukan negara maupun organisasi internasional.

(12)

BAB III PENUTUP 1. Kesimpulan

2. Negara Negara merupakan subjek hukum terpenting di dalam hukum perdagangan internasional. Sudah dikenal umum bahwa negara adalah subjek hukum yang paling sempurna. ia satu-satunya subjek hukum yang memiliki kedaulatan.

3. Organisasi Internasional

a. Organisasi Internasional Antar-Pemerintah (Publik)

Organisasi internasional yang bergerak di bidang perdagangan internasional memainkan peran yang signifikan. Organisasi internasional dibentuk oleh dua atau lebih negara guna mencapai tujuan bersama. Untuk mendirikan suatu organisasi internasional perlu dibentuk suatu dasar hukum yang biasanya adalah perjanjian internasional.

b. Organisasi Internasional Non-Pemerintah

Di samping organisasi internasional antar pemerintah di atas, terdapat subjek hukum lainnya yang juga cukup penting yaitu NGO (non-governmental organization) swasta (non-pemerintah atau yang kerap kali disebut pula dengan LSM internasional). NGO Internasional dibentuk oleh pihak swasta (pengusaha) atau asosiasi dagang.

4. Multi National Company (MNC)

Dalam pandangan modern perusahaan-perusahaan multi nasional telah tumbuh kuat melebihi kekuatan ekonomi negara-negara. keadaan ini mengisyaratkan bahwa perusahaan multinasional secara tampak sebagai pelaku utama dalam ekonomi internasional saat ini. Pada awal abad ke 21 perusahaan multinasional telah dipertimbangkan secara yuridis seperti halnya manusia yang memiliki hak dan kewajiban, yang diciptakan oleh hukum dan secara nyata mempunyai hak dalam proses hukum yang melampaui garis batas suatu negara.

5. Individu Individu

pada era globalisasi teknologi saat ini, individu juga dapat mengambil peran secara langsung. Peran individu dalam perdagangan internasoinal pun mengalami

perkembangan yang sangat pesat.

(13)

2. Saran

Saran yang dapat kami sampaikan yaitu melalui Hukum Dagang Internasional tentu memperluas wawasan serta pemahaman terkait Subjek Hukum Perdagangan Internasional.

Adanya pengetahuan yang lebih dalam mengenai subjek hukum yang sebelumnya tidak di ketahui bisa di pahami lebih dalam. Serta adanya disiplin ilmu Hukum Dagang Internasional yang tentu dapat dijadikan studi komparasi bagi mahasiswa dalam hal melakukan penelitian khusus Hukum Dagang,Selain kepada mahasiswa juga untuk masyarakat dan pemerintah bahwa Subjek Hukum Perdagangan Internasional sebagai salah satu aspek yang patut di ketahui.

(14)

DAFTAR PUSTAKA

1. Huala Adolf,Op. cit.,hlm 2. Ibid.,hlm. 54.

3. M.A.G. Meerhaege, International Economic Institutions dalam Huala Adolf,Op.

cit.,hlm

4. Michael P. Ryan, Dkdalam Huala Adolf,Op. cit.,hlm. 60

5. Petersman dalam An An Chandrawulan, Hukum Perusahaan Multinasional,Bandung:

IKENI,2014,hlm.35

Referensi

Dokumen terkait

Dengan kata lain, Schmitthoff menegaskan wilayah hukum perdagangan internasional tidak termasuk atau terlepas dari aturan-aturan hukum internasional publik yang

Namun perkembangan Hukum Internasional selanjutnya mensyaratkan bahwa kapasitas tersebut harus digantikan dengan istilah kedaultan, yang artinya bahwa suatu negara yang

Perdagangan internasional merupakan suatu hal yang penting bagi suatu negara.Dengan melakukan perdagangan internasional dengan negara lain akan memberikan keuntungan dan

perdagangan anak ( child trafficking ) lintas negara dalam kajian hukum internasional sesuai dengan konvensi internasional yang mungkin dapat bermanfaat dan

Persengketaan impor alas kaki merupakan salah satu kasus hukum ekonomi internasional yang diajukan oleh Pemerintah Indonesia pada tanggal 22 April 1998 kepada Organisasi

Perkembangan hukum kontrak internasional tak terlepaskan dari perkembangan manusia dengan aktivita perdagangannya. Demikian pula perKembangan perdagangan internasional

Dokumen ini membahas tentang pentingnya perdagangan internasional bagi bisnis dan faktor-faktor yang memengaruhi perdagangan

Teori: Teori Perdagangan Internasional: Menggunakan teori-teori perdagangan internasional seperti Teori Keuntungan Komparatif dipopulerkan oleh David Ricardo dan Teori Teknologi