• Tidak ada hasil yang ditemukan

Subsistem Jaringan Sebagai Prasarana Transportasi

N/A
N/A
23@Maria Febriani Nimul

Academic year: 2024

Membagikan " Subsistem Jaringan Sebagai Prasarana Transportasi"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

MATERI V : SUBSISTEM JARINGAN SEBAGAI PRASARANA TRANSPORTASI ( TRANSPORT

SUPPLY )

(2)

KARAKTERISTIK DAN KINERJA JARINGAN SEBAGAI PRASARANA TRANSPORTASI

1. Karakteristik Jaringan Transportasi

Karakteristik jaringan didalam kota dan jaringan regional berbeda, karena perbedaan yang sangat menyolok pada tata guna lahan. Jaringan mempunyai 2 (dua) elemen utama, yaitu : ruas (link) dan simpul (node). Didaerah perkotaan ruas mewakili jaringan jalan dan simpul mewakili simpang, sedangkan wilayah regional simpul dapat berupa kota.

(3)

UKURAN KINERJA JARINGAN TRANSPORTASI

• Tingkat hubungan jaringan adalah derajat hubungan antara ruas dengan simpul. Ukuran yang digunakan untuk mengukur tingkat hubungan tersebut adalah :

1. Indeks Beta

Semakin banyak simpul yang dihubungkan dengan ruas jalan, maka semakin baik tingkat hubungan jaringannya yang dinyatakan sebagai indeks beta, dengan formula:

(4)

UKURAN KINERJA JARINGAN TRANSPORTASI

• Tingkat hubungan jaringan adalah derajat hubungan antara ruas dengan simpul. Ukuran yang digunakan untuk mengukur tingkat hubungan tersebut adalah :

2. Angka Cyclomatic

Ukuran lain yang dapat dipakai untuk mengukur kinerja jaringan jalan adalah angka cyclomatic, yang menunjukkan sirkuit yang bisa dibentuk untuk menghubungkan simpul dengan ruas jalan yang ada, dengan formula :

(5)

UKURAN KINERJA JARINGAN TRANSPORTASI

• Tingkat hubungan jaringan adalah derajat hubungan antara ruas dengan simpul. Ukuran yang digunakan untuk mengukur tingkat hubungan tersebut adalah :

3. Indeks Alpha

Salah satu indicator yang paling baik untuk mengukur tingkat hubungan jaringan jalan, besarnya indeks alpha dihitung berdasarkan persentase kemungkinan hubungan yang mungkin dilakukan antar simpul didalam jaringan jalan atau rasio/nisbah angka cyclomatic dengan angka

(6)

POLA DAN BENTUK JARINGAN TRANSPORTASI

• Untuk menghubungkan suatu tempat asal dengan tempat tujuan pergerakan dibutuhkan fasilitas prasarana transportasi berupa lintasan (link) dan simpul (node) yang berbeda dalam setiap bentuk transportasi.

(7)

MODEL-MODEL JARINGAN TRANSPORTASI

(8)

KENDAL A PENGEMBANGAN JARINGAN TRANSPORTASI

(9)

IDENTITAS JARINGAN TRANSPORTASI

• Identitas jaringan transportasi umumnya dapat dinyatakan dengan identitas ruas, identitas simpul dan jarak terpendek (shortest of path) yang

digambarkan dalam bentuj grafis dan/atau matrik.

(10)

IDENTITAS JARINGAN TRANSPORTASI

• Identitas jaringan transportasi umumnya dapat dinyatakan dengan identitas ruas, identitas simpul dan jarak terpendek (shortest of path) yang

digambarkan dalam bentuj grafis dan/atau matrik.

(11)

LINTASAN ATAU RUTE TRANSPORTASI

• Rute transportasi adalah untuk mengefisienkan operasi kendaraan khususnya angkutan darat dengan mengurangi waktu dan

memperpendek rute

perjalanan.

(12)

LINTASAN ATAU RUTE TRANSPORTASI

• Untuk merencanakan atau mengevaluasi system transportasi yang efektif dan efisien ada beberapa parameter yang perlu diidentifikasi dan dipertimbangkan beserta kualitas permasalahannya.

(13)

SISTEM JARINGAN PRASARANA TRANSPORTASI

• Berdasarkan Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 Tentang Jalan dan Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 Tentang Jalan, prasarana jalan diklasifikasikan berdasarkan system dan fungsinya.

Sistem Jaringan

Jalan Primer Sistem

Jaringan Jalan

Sekunder

(14)

THANK YOU

Referensi

Dokumen terkait

Jaringan jalan, adalah prasarana umum sistem transportasi yang berfungsi sebagai tempat berjalannya aktifitas perpindahan kendaraan angkutan.. Jalan itu sendiri dibagi menjadi

Mengevaluasi kesesuaian sarana dan prasarana transportasi dengan peraturan- peraturan yang belaku untuk mengetahui kinerja suatu angkutan publik agar dapat mendukung

Adapun muatan dari dokumen Renstra Direktorat Prasarana Transportasi Jalan 2020-2024 RUU disusun dengan mempertimbangkan mandat-mandat pembangunan di bidang

Indeks prasarana jalan menggunakan empat variabel yang juga merupakan indikator dalam penilaian yaitu Ketersediaan Prasarana Jalan ( Ktj) , Kinerja Jaringan Jalan

M.Y.Jinca, 2008.. Keterpaduan jaringan prasarana dan pelayanan transportasi merupakan kinerja transportasi dan dambaan pemakai jasa. Hal ini disebabkan karena

Studi ini dilakukan untuk menentukan kinerja jaringan jalan Kabupaten Serang sesuai dengan indikator-indikator berdasarkan Indeks Prasarana Jalan (IPJ) dan Standar Pelayanan Minimum

Tahap keempat adalah menyusun jaringan transportasi terdiri atas jaringan prasarana transportasi dan jaringan pelayanan transportasi serta penempatan moda-moda transportasi pada

Jenis – Jenis Prasarana • Transportasi Darat Jalan adalah prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang