• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sumber dan Jenis Perikatan

N/A
N/A
SILVIA MAHARANI ISKANDAR PUTRI

Academic year: 2024

Membagikan "Sumber dan Jenis Perikatan"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

2. SKEMA PERIKATAN

PERJANJIAN (1313BW)

UNDANG-UNDANG (1352 BW)

SUMBER PERIKATAN (Pasal 1233)

PERBUATAN MANUSIA (1353 BW)

HANYA UNDANG-UNDANG (104,321,625 BW)

(2)

Penjelasan Skema Perikatan

:

1. Perjanjian (Overeenkomst) adalah Sumber terpenting yang melahirkan suatu Perikatan (Verbintenis), disamping sumber lainnya yaitu Undang-Undang (Wet).

2. Perikatan yg lahir dari UU saja ialah Perikatan- perikatan yang timbul oleh hubungan kekeluargaan c/. Kewajiban anak yang mampu untuk mengurus

orang tuanya yang sudah tua dan jatuh miskin

3. Perikatan yg lahir dari UU dan Perbuatan Orang Yg Diperbolehkan Hukum (Rechtmatig).

c/. Pengurusan kepentingan-kepentinagan orang lain dengan sukarela dan tidak diminta (zaak waarneming).

2

(3)

Unsur-unsur Zaakwaarneming

1.

Suatu perbuatan hukum pengurusan kepentingan orang lain.

2.

Dilakukan secara sukarela

3.

Dilakukan dengan dan tanpa adanya perintah (kuasa atau kewenangan) yang diberikan oleh pihak yang berkepentingannya diurus.

4.

Dilakukan dengan tanpa sepengetahuan dari orang yang berkepentingan

5.

Pihak yang melakukan pengurusan (gestor) dengan dilakukannya pengurusan, berkewajiban untuk menyelesaikan pengurusan tersebut hingga selesai atau hingga pihak yang diurus (dominus) dapat mengerjakan sendiri kepentingannya tersebut.
(4)

4 . Perikatan Yang Lahir dari UU dan Perbuatan Orang Lain Yang Melanggar Hukum (onrechtmatige daad) Pasal 1365 BW.

Perbuatan Melawan Hukum (PMH) (psl 1365 BW), menyatakan :

“Tiap-tiap perbuatan yg melanggar hukum, karena kesalahannya menimbulkan suatu kerugian bagi seseorang, mewajibkan orang yg menyebabkan kerugian tersebut untuk menggantinya”.

4

(5)

3. Obyek Suatu Perikatan :

 Obyek sutau perikatan dinamakan juga PRESTASI, yang menurut UU Pasal 1234 BW, prestasi dapat berupa :

a. Untuk menyerahkan suatu barang (1235 s/d 1238 BW)

b. Untuk melakukan suatu perbuatan

c. Untuk tidak melakukan suatu perbuatan

Ad. a. c/ Jual beli

Psl 1235 BW, menyatakan : kewajiban utama penjual adalah untuk menyerahkan barang tersebut kepada pembeli. Sebelum barang tersebut diserahkan oleh penjual (debitur) kepada pembeli (kreditur), debitur hrs menjaga barang tsb sebagai seorang ayah rumah tangga yg baik.

Ad.b. c/ Melaksanakan apa yang sdh disepakti dlm perjanjian

(6)

SYARAT SAHNYA SUATU PERJANJIAN / KONTRAK (Psl 1320 BW)

Syarat Subyektif

1. Adanya kata

sepakat diantara para pihak

2. Adanya

kecakapan tertentu

Syarat Objektif

1. Adanya suatu hal tertentu

2. Adanya suatu sebab yg halal

Jika tdk terpenuhi 

salah satu pihak berhak meminta perjanjian dibatalkan

Jika tdk terpenuhi

KONTRAK

BATAL DEMI HUKUM

6

(7)

SYARAT SUBYEKTIF

1. Adanya kata sepakat diantara para pihak

2. Tidak ada paksaan maupun ancaman dalam melakukan

perjanjian/perikatan

(8)

Adanya kecakapan tertentu (melakukan perbuatan hukum)

1.

Orang yg sudah dewasa (akil balig) & sehat pikirannya

2.

KUHPerdata: “Pria berusia 21 th., dan Wanita berusia 19th

3.

KUHPerdata: “bukan:

1. orang-orang yg belum dewasa;

2. orang-orang yg berada di bawah pengampuan”; dan

3. perempuan dlm hal-hal yg ditetapkan UU, & semua orang kpd siapa UU telah melarang membuat

perjanjian- perjanjian tertentu.

8

(9)

SYARAT OBJEKTIF

SUATU HAL TERTENTU

 OBJEK YG

DIPERJANJIKAN HARUS

DISEBUTKAN/

DITULISKAN

SECARA JELAS

SUATU SEBAB YG HALAL

 PERBUATAN HUKUM YG MENGIKAT PARA PIHAK

 PERBUATAN YG

MENJADI SEBAB INI TDK BOLEH

BERTENTANGAN DG:

UU; KESUSILAAN; &

KETERTIBAN UMUM

Referensi

Dokumen terkait

Purwahid Patrik, Dasar-Dasar Hukum Perikatan (Perikatan Yang Lahir Dari Perjanjian dan Dari Undang-Undang), Bandung: Mandar Maju, 1994.. Perikatan-Perikatan

6 Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH Perdata), buku III tentang Perikatan, disebutkan bahwa perikatan dapat lahir karena undang-undang atau

Kemudian dengan mengutip pendapat Pitlo, Setiawan juga menyatakan bahwa perikatan adalah suatu hubungan hukum yang bersifat harta kekayaan antara dua orang atau lebih,

Satrio, 1995, Hukum Perikatan, Perikatan Yang Lahir Dari Perjanjian buku I , PT Citra aditya Bakti, Bandung.. Soebekti, Tjitronudibio, 1992 , Kitab Undang-Undang Hukum

Uraian ini dimaksudkan sebagai suatu kajian awal terhadap Hukum Perikatan serta beberapa bentuk perjanjian dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Burgerlijk

Perikatan menunjukkan suatu hubungan hukum dalam lapangan harta kekayaan antara dua atu lebih orang atau pihak, dimana hubungan hukum tersebut melahirkan kewajiban kepada salah satu

DEFINISI : •KUH Perdata tidak memberikan definisi ttg Perikatan verbintenis •Menurut Subekti “ perikatan adalah: suatu hubungan hukum dalam lapangan hukum kekayaan antara 2 orang

Dokumen ini membahas jenis-jenis peraturan perundang-undangan di Indonesia berdasarkan UUD 1945, teori hukum, dan UU No. 12 Tahun