• Tidak ada hasil yang ditemukan

supply chain indomie dan penjelasan

N/A
N/A
Prisma Firmaya Hakiki

Academic year: 2024

Membagikan "supply chain indomie dan penjelasan"

Copied!
36
0
0

Teks penuh

(1)

Supply chain industri pangan

- Indomie

Case study : PT Indofood CBP Sukses Makmur

Tbk

(2)

01

LATAR BELAKANG

Apa itu indomie?

(3)

Latar belakang ICBP

Indofood CBP didirikan oleh Bapak Sudono Salim

Pada tahun 1990

Terdapat 15 pabrik di Indonesia

Ekspor ke benua Asia, Eropa, Australia

(4)

Adapun merek mie instan yang diproduksi oleh ICBP antara lain:

1. Indomie 2. Supermi 3. Sarimi 4. Pop Mie 5. Sakura 6. Pop Bihun

7. Mi Telur Cap 3 Ayam Adapun merek mie instan yang diproduksi oleh ICBP antara lain:

1. Indomie 2. Supermi 3. Sarimi 4. Pop Mie 5. Sakura 6. Pop Bihun

7. Mi Telur Cap 3 Ayam

Produk yang dihasilkan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. divisi mi instan terdiri dari 2 kelompok besar yaitu :

1. Bag Noodle, yaitu mie instan dalam kemasan bungkus;

2. Mie telor, yaitu mi yang dalam proses pembuatannya tidak digoreng melainkandikeringkan.

Produk yang dihasilkan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. divisi mi instan terdiri dari 2 kelompok besar yaitu :

1. Bag Noodle, yaitu mie instan dalam kemasan bungkus;

2. Mie telor, yaitu mi yang dalam proses pembuatannya tidak digoreng melainkandikeringkan.

(5)

Merupakan produsen prosuk mie instan, dairy, penyedap makanan, makanan ringan, minuman, nutrisi dll

Merupakan produsen prosuk mie instan, dairy, penyedap makanan, makanan ringan, minuman, nutrisi dll

Produk ICBP

indomie yang ditetapkan sebagai ramen terenak versi LA Times

peterson (2019)

indomie yang ditetapkan sebagai ramen terenak versi LA Times

peterson (2019)

(6)

02

PEMBAHASAN

Supply chain indomie

(7)

Kegiatan Operasional

1. Perencanaan produk

Perencanaan produk merupakan alur rantai pasok yang pertama dan

melibatkan pengembangan konsep dan desain produk yang akan diproduksi.

Pada tahap ini, anda perlu melakukan riset dan analisis pasar dan membuat peralaman permintaan.

2. Pengadaan bahan baku

Setelah produk direncanakan,proses berikutnya adalah pengadaan bahan baku. Pengadaan melibatkan pencarian,penilaian,dan pemilihan supplier atau vendor yang dapat menyediakan bahan baku dengan kualitas dan harga yang sesuai. Ditahap ini tidak hanya berkaitan dengan akusisi bahan baku tetapi juga manajemen hubungsn dengan supplier.

3. Proses produksi

Setelah bahan baku diperoleh,proses produksi dapat dimulai. Proses ini melibatkan konversi bahan baku menjadi produkjadi melalui berbagai tahapan produksi. Diantaranya perakitan,pengemasan dan inpeksi kualitas.

(8)

4. Penyimpanan dan penyotiran

Langkah selanjutnya adalah menyimpan dan menyotir produk. Perusahaan harus memastikan bahwa gudang memiliki kapasitas yang cukup untuk menyimpan dan kondisi yang sesuai untuk menjaga kualitasnya. Sedangkan penyotiran

melibatkan pengelompokan berdasarkan karakteristik tertentu,seperti ukuran,warna,atau tanggal kadaluarsa.

5. Pendistribusian produk

Setelah disimpan dan disortir,produk siap didistribusikan ke pengecer dan

konsumen . pendistribusian melibatkan logistik dan transportasi. Sehingga diperlukan perencanaan rute pengiriman yang efisien dan pemilihan metode transportasi yang tepat.

6. Penjualan produk

Berikutnya adalah penjualan. Proses ini melibatkan pemasaran dan penjualan

produk kepada konsumen. Rancang strategi pemasaran yang efektif untuk menarik konsumen dan mendorong mereka untuk membeli produk.

7. Pelayanan pasca jual

Pelayanan pasca jual penting untuk memastikan kepuasan konsumen dan membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen.

(9)

Apa Itu Supply

Chain?

(10)

Rantai Pasok (supply chain)

dapat didefinisikan sebagai sekumpulan aktifitas (dalam bentuk

entitas/fasilitas) yang terlibat dalam proses transformasi dan distribusi barang mulaidari bahan baku paling awal dari alam sampai produk jadi pada konsumen akhir. Menyimak dari definisi ini, maka suatu rantai pasok terdiri dari perusahaan yang mengangkut bahan baku dari bumi/alam, perusahaan yang mentransformasikan bahan baku menjadi bahan

setengah jadiatau komponen, supplier bahan-bahan pendukung produk, perusahaan perakitan, distributor,dan retailer yang menjual barang tersebut ke konsumen akhir. Dalam rantai pasok ada beberapa pemain utama yang merupakan perusahaan yang mempunyai kepentingan yang sama, yaitu : 1. Supplies

2. Manufactures

3. Distribution

4. Retail Outlet

5. Customers

(11)

Ada 3 macam hal yang harus dikelola dalam rantai pasok yaitu : 1. Pertama

, aliran barang dari hulu ke hilir contohnya bahan baku yang dikirim dari supplier ke pabrik, setelah produksi selesai dikirim ke

distributor, pengecer, kemudian ke pemakai akhir.

2. Kedua

, aliran uang dan sejenisnya yang mengalir dari hilir ke hulu.

3.Ketiga

adalah aliran informasi yang bisa terjadi dari hulu ke hilir atau

sebaliknya.

(12)

“Aktivitas rantai pasok muatan adalah serangkaian proses bisnis yang menghubungkan beberapa aktor untuk meningkatkan nilai tambah bahan baku/produk dan mendistribusikannya kepada konsumen”

D. A. Lasse

Muatan

(13)

Dalam proses produksinya, perusahaan Indomie memiliki banyak perusahaan pendamping sebagai bagian dari rantai

pasoknya (supply chain).

Rantai pasok (supply chain) Indomie,

melibatkan berbagai tahapan dan pihak yang bekerja bersama untuk menghasilkan dan

mendistribusikan produk ini.

(14)

Elemen rantai pasok Indomie

1. Supplier Tepung dan Bumbu: Mereka menyediakan bahan utama untuk pembuatan mie instan, seperti tepung dan bumbu.

2. Gudang (Warehouse): Tempat penyimpanan stok atau persediaan bahan baku sebelum diproses lebih lanjut.

3. Pabrik Pembuatan Mie Instan: Di sini, bahan mentah (seperti tepung) diolah menjadi produk setengah jadi (mie instan).

4. Lab Uji Coba: Mie instan diuji untuk memastikan kualitasnya layak untuk diedarkan.

5. Pengemasan Mie Instan: Setelah lulus uji coba kualitas, mie instan dikemas.

6. Distributor Mie Instan: Proses pendistribusian dari pabrik ke agen distributor.

7. Pengecer Mie Instan: Mie instan dijual ke toko-toko kecil.

8. Konsumen: Akhirnya, konsumen dapat membeli Indomie dari pengecer.

(15)

Supplier tepung &

bumbu

Divisi Noodle ICBP menggunakan beberapa bahan baku dalam pembuatan mie instan.Bahan baku yang digunakan didatangkan dari beberapa perusahaan yang telah memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Adapun bahan baku tersebut adalah:

Tepung Terigu

Tepung terigu diperoleh dari biji gandum yang digiling. Fungsi tepung terigu dalam pembuatan mie instan, antara lain memberi atau membentuk adonan selama proses pencampuran, menarik atau mengikat bahan lain dan mendistribusikan secara merata, mengikatgas selama proses penggorengan, membentuk struktur mie instan, serta sebagai sumberkarbohidrat dan protein.Divisi Noodle ICBP menggunakan tiga jenis tepung terigu sebagai bahan baku utama,yaitu

strong flour (tepung keras cap Cakra Kembar ), medium flour (tepung setengah keras capSegitiga Biru) dan soft flour (tepung lunak cap Segitiga Hijau). Ketiga jenis tepung tersebut bukan dianggap kelas-kelas mutu tepung, tetapi mempunyai klasifikasi khusus sehingga akan disesuaikan untuk tujuan penggunaan berbeda. Ketiga jenis tepung tersebut sudah mengandung telur sehingga mempunyai kadar protein tertentu. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan penanganan dalam proses

pembuatan mie instan.

Tepung Tapioka

Tepung tapioka digunakan untuk membentuk tekstur mie menjadi lebih keras, sehinggaadonan mudah dibentuk sesuai dengan yang diinginkan. Tepung tapioka yang baik digunakanuntuk pembuatan mie instan adalah memiliki pH 4-8 dan kadar pati 80%. Tepung tapioka inidiperoleh dari perusahaan Darma Grindo, Lampung. Tepung tapioka ini dikemas dalam karungdengan berat per karung 50 kg.

(16)

Sedangkan bahan baku penunjang yang dibutuhkan oleh ICBP antara lain:

Air

Air digunakan untuk membentuk tekstur adonan dan gluten, mengkontrol kepadatan dansuhu adonan, melarutkan garam dan bahan-bahan tambahan lainnya, sehingga bahan-

bahantersebut dapat tersebar secara merata dalam adonan. Air yang digunakan harus air bersih, baiksecara kimiawi maupun mikro biologis dan berasal dari Perusahaan Air Minum (PAM).

Alkali

Alkali merupakan campuran dari zat antioksidan, pengemulsi, pengatur keasaman, pengental, pengembang, pewarna, mineral dan penguat rasa yang aman untuk dikonsumsi dan

berfungsi untuk membuat bentuk, warna, rasa dan mutu mie instan lebih baik.Identifikasi kebutuhan bahan baku adalah penentuan jumlah bahan baku yang diperlukanuntuk produksi mendatang. Identifikasi tersebut dilakukan berdasarkan perkiraan penjualan produk mie instan yang dihasilkan perusahaan dan pemakaian bahan baku pada periodesebelumnya.

(17)

Adapun supplier-supplier yang ditunjuk untuk pengadaan bahan baku dan bahan pendukung produksi mie instan

NOTES : Sistem pembelian dan penerimaan bahan baku pada Divisi Noodle, ICBP

melibatkan beberapa pihak yang saling berkepentingan menurut fungsinya dalam perusahaan, yaitu Departemen ASP, PPIC, Purchasing (Pembelian), Ware House (Gudang), PDQC dan Financeand Accounting. Ke enam bagian ini memegang peranan penting dalam pengadaan bahan

baku baik secara langsung maupun tidak langsung, sehingga produksi dapat berlangsung karenaketersediaan bahan baku tsb.

(18)

Penyimpanan bahan baku berada pada wewenang Departemen Warehouse (Gudang). Dalam manajemen gudang bahan baku Divisi Noodle , ICBP

terdapat penanganan bahan baku, yaitu : Penerimaan

Sebelum masuk gudang, bagian penerimaan barang digudang akan mengontrol jumlahyang diterima berdasarkan pesanan (Purcashe Order) dan selanjutnya Departemen Quality Control akan mengambil contoh untuk memeriksa mutu yang telah ditetapkan. Perhitungan jumlah bahan baku tepung terigu dan tepung tapioka akan disesuaikan dengan standar yang telah ditetapkan oleh Divisi

Noodle, ICBP Tepung tapioka mempunyai berat 50 kg per zak,dan perusahaan telah memperhitungkan rendemen, sehingga berat per zak 49,85 kg. Sedangkan untuk tepung terigu, berat per zaknya 25 kg dan perusahaan juga telah

memperhitungkanrendemennya sehingga berat per zak 24,55-24,85 kg.

Penyusunan

Kegiatan pengeluaran bahan baku untuk jenis tepung dilakukan dengan cara

diangkatoleh kuli angkut. Setelah bahan baku diturunkan dari truk atau kontainer, bahan baku terlebihdahulu ditumpuk secara bersilang agar saling mengunci antar satu lapisan dengan lapisanlainnya di atas palet, sehingga bahan baku tidak

terkontak langsung dengan lantai. Tinggitumpukan maksimal tepung adalah 10 zak per palet.

(19)

Pengeluaran

Bahan baku yang dikeluarkan mengikuti sistem First In First Out (FIFO) yaitu bahan baku yang pertama masuk ke gudang dikeluarkan lebih dahulu dari g udang untuk proses produksi. Hal ini berkaitan dengan sifat bahan baku yan g mempunyai batas kadaluarsa dan kerugian akibat penyimpanan yang terlalu lama. Bahan baku tepung terigu mempunyai

batas penyimpanan di gudang bahan baku, yaitu satu bulan. Pada cuaca pan as, penyimpanan melebihi satu bulan akan menimbulkan kutu pada tepung terigu.

(20)

Proses produksi dalam ICBP Indomie.

Mixing atau Pencampuran

Proses mixing adalah proses pencampuran dan pengadukan material-material yang terdiridari material tepung dan air alkali (campuran antara air dan

beberapa ingredient yangditentukan) sehingga diperoleh adonan yang merata atau homogen. Mutu adonan yang baikadalah yang tidak lembek dan tidak perau atau dengan kata lain memiliki kadar air sebesar 32%sampai dengan 34%. Proses pencampuran ini berlangsung kurang lebih selama 15

menitcdengan suhu 35 c.

Pressing atau Pengepresan

Selain adonan menjadi homogen, campuran tersebut masuk ke dalam mesin pengepresadonan. Di dalam mesin pengepres, adonan melalui beberapa roll press. Adonan akanmengalami peregangan pada saat dipress dan terjadi

relaksasi pada saat keluar dari roll press.Hal ini terjadi beberapa kali pada saat melalui roll press sehingga terbentuk lembaran yanglembut, homogen, elastik, dan tidak terputus dengan ketebalan tertentu. Tebal lembaran yang dihasilkan bergantung dengan jenis mesin yang digunakan. Rataan tebal lembaran

yangdihasilkan adalah 1,12– 1,18 mm.

(21)

  Slitting atau Pembentukan Untaian

Suatu proses pemotongan lembaran adonan menjadi untaian mie dan kemudian siapdibentuk gelombang mie. Selanjutnya untaian mie tersebut dilewatkan ke dalam suatu laluan berbentuk segi empat yang disebut waving net, sehingga terbentuk gelombang mie yang meratadan terbagi dalam

beberapa jalur.

 Streaming atau Pengukusan

Proses selanjutnya adalah proses pegukusan untaian mie yang keluar dari slitter secarakontinu dengan menggunakan istream box atau mesin yang memiliki tekanan upa yang cukuptinggi dengan suhu tertentu. Proses

pengukusan akan berlangsung selama dua menit dengansuhu pemanasan ± 65oC. Tujuannya adalah memasak mie mentah menjadi mie dengan sifatfisik padat. Dalam proses streaming ini akan terjadi proses gelatinisasi pati dan koagulasigluten, yang menyebabkan gelombang mie bersifat tetap dan

memiliki tekstur lembut, lunak,elastis, dan terlindungi dari penyerapan minyak yang terlalu banyak pada proses penggorenganatau frying.

Cutting and Folder atau Pemotongan dan Pencetakan

Pemotongan dan pencetakan adalah suatu proses memotong lajur mie pada ukurantertentu dan melipat menjadi dua bagian sama panjang, kemudian mendistribusikannya kemangkok penggorengan. Mie dipotong dengan menggunakan alat berupa pisau yang berputar.

(22)

Frying atau Penggorengan

Proses penggorengan adalah suatu proses merapikan mie didalam

mangkok pengorengan, kemudian merendamnya di dalam media penghant ar panas. Dalam hal iniminyak olein atau minyak goreng pada suhu

tertentu dalam waktu tertentu. Tujuan dari

proses penggorengan adalah untuk mengurangi kadar air dalam mie dan pe mantapan patitergelatinisasi. Kadar air setelah penggorengan adalah 4%

sehingga mie menjadi matang, kakudan awet.

Cooling atau Pendinginan

Ruangan pendingin mie adalah ruangan atau lorong yang terdiri dari sejumlah kipasuntuk menghembuskan udara segar ke mie-mie yang dilewatkan dalam ruangan tersebut.Tujuan proses pendinginan adalah untuk mendinginkan mie panas yang keluar dari

proses penggorengan hingga diperoleh suhu ± 30°C sebelum dikemas deng an etiket. Dengandiperolehnya suhu mie yang rendah sebelum dikemas maka mie akan lebih awet untukdisimpan dalam etiket selama beberapa waktu dan menghindari penguapan air yang kemudianmenempel pada permukaan bagian dalam etiket yang dapat menyebabkan timbulnya jamur.Lamanya proses pendinginan adalah kurang lebih dua menit.

(23)

Diagram alur produksi

indomie

(24)

Proses

pengemasan

Pengemasan mie adalah proses penyatuan dan pembungkusan mie, bumbu,

minyak bumbu dan solid ingredient lainya dengan menggunakan  etiket sesuai dengan standar yangtelah ditetapkan.

Tujuan dari proses pengemasan adalah untuk melindungi mie dari kemungkinan-kemungkinan tercemar atau rusak sehingga mie tidak mengalami penurunanmutu ketika sampai kepada

konsumen.

Setelah dikemas, selanjutnya mie tersebut akan dimasukkan ke dalam karton. Setelah mie dimasukkan ke dalam karton

seluruhnya, karton akan direkatkan dan kemudian menuju gudang untuk disalurkan.

(25)

Dikemas dengan kemasan berisi

- 5 packages - 10 packages - 20 packages - 24 packages - 40 packages Pengemasan etiket/cup

dengan ukuran (80gr, 85gr, 90gr, 100gr, 120gr.)

Etiket/cup Cartoning

Metode Pengemasan untuk produk Indomie

(26)

Alat

Angkut

Pada PT. Indofood menggunakan beberapa alat angkut antara lain :

1. Truk box

2. Forklift

(27)

Strategi Pemasaran &

Pendistribusian

ICBP menerapkan strategi Mastering ThePresent, Pre-empting the Future.

Strategi ini antara lain fokus kepada organic growth,memanfaatkan competitive advantage melalui scale, scope, span, dan speed . Selain itu akan menjalankan program cost efficiency and cost cutting . Di samping itu tetap melanjutkan

segmentasi para konsumennya dengan memperkenalkan produk-produk dengan higher priceand higher margin.

Sedangkan dalam proses pendistribusian, ICBP melakukan proses yang kompleks yakni:

1.manufaktur→ konsumen,

2.manufaktur → pedagang eceran → konsumen,

3.manufaktur → pedagang besar → pedagang eceran → konsumen dan 4.manufaktur → agen → pedagang besar → pedagang eceran →konsumen  

(28)

Alternatif Strategi

ICBP mempunyai 63 perusahaan termasuk anak cabangnya dengan jaringan

distribusinya meliputi lebih dari 350 depot dengan jumlah karyawan tetap sampai dengan 31 Desember 2006 sebanyak 49.367 karyawan tetap dan 1200 kendaraan operasional. Dalam kegiatan penjualan produknya kepada masyarakat,

ICBP melakukan berbagai alternatif antaralain:

1.penjualan langsung, yaitu dilakukan dengan menggunakan armada penjualan sendiri yang beroperasi di DKI Jakarta, Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi,

2.penjualan tidak langsung, meliputi wilayah pemasaran di seluruh Indonesia. Dilakukanl ewat distributor lalu pengecer dan grosir baru ke konsumen akhir.

3.lewat promosi, melalui media cetak maupun elektronik. Dari pemaparan pemasok bahan baku hingga mie instan dapat diterima oleh konsumen di atas.

(29)

Secara garis besar

Aktivitas rantai pasok muatan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk

Pengemasan :Setelah mie instan diproduksi, produk tersebut dikemas dalam

kemasan yang sesuai dengan standar

Indomie. Ini termasuk kemasan individu dan kemasan berkelompok untuk distribusi lebih lanjut.

Proses Produksi :

Bahan-bahan tersebut kemudian diolah di pabrik menjadi mie instan. Proses produksi melibatkan pencampuran bahan,

pembentukan mie,

pengeringan, pengemasan, dan proses pengolahan lainnya.

Pengiriman dari Pabrik ke Gudang Pusat Distribusi:

Setelah dikemas, mie instan Indomie dikirimkan dari pabrik ke gudang pusat distribusi. Ini bisa dilakukan menggunakan truk,

kontainer, atau moda transportasi lainnya,

tergantung pada jarak dan volume pengirima

Pengumpulan Bahan Baku:

Bahan-bahan utama untuk pembuatan mie instan Indomie, seperti tepung terigu, minyak sayur, bumbu-bumbu, dan bahan- bahan lainnya,

dikumpulkan dari berbagai pemasok.

(30)

Pengiriman ke Toko-toko dan Supermarket :

Produk Indomie akhirnya dikirimkan ke toko-toko, supermarket, dan outlet lainnya di seluruh wilayah.

Ini bisa melibatkan

pengiriman langsung dari gudang pusat distribusi ke toko atau melalui

distributor lokal.

Distribusi ke Grosir dan Ritel : Produk Indomie kemudian didistribusikan dari gudang pusat

distribusi ke grosir dan toko-toko ritel di berbagai wilayah. Distribusi ini bisa dilakukan dengan

menggunakan armada truk, armada distribusi khusus, atau melalui pihak ketiga yang menyediakan layanan distribusi.

Manajemen Gudang : Di gudang pusat distribusi, mie instan disimpan

sementara sebelum

didistribusikan lebih lanjut.

Manajemen gudang ini melibatkan pengaturan dan pengawasan

persediaan, pemrosesan pesanan, dan kegiatan logistik lainnya.

Penjualan dan Pemasaran :

Di titik penjualan, produk Indomie dipromosikan dan dijual kepada konsumen akhir. Ini termasuk kegiatan pemasaran seperti display produk, promosi penjualan, dan strategi harga.

Pelayanan Pelanggan:

Selama dan setelah pembelian, konsumen memiliki akses ke layanan pelanggan Indomie untuk pertanyaan, masukan, atau keluhan.

(31)

Penggambaran rantai pasok pada PT

Indofood CBP Sukses Makmur Tbk

(32)

03

KESIMPULAN

Supply chain indomie

(33)

KESIMPUL AN

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk menerapkan manajemen rantai pasok yang kompleks dan matang sehingga ketersediaan bahan baku hingga produksi mie instan dapat dilakukan dengan hambatan seminimal mungkin.

Adanya manajemen rantai pasok dalam perusahaan

dimungkinkan peningkatan efektifitasdan efisiensi dalam proses pembelian bahan baku, pemenuhan pesanan pelanggan

serta proses distribusi barang jadi.

Selain itu memiliki kelebihan dimana mampu mengatur aliran barang atau produk dalam suatu rantai pasok . Dan juga PT ICBP Sukses Makmur Tbk memasok bahan baku dari beberapa

perusahaan besar yang membuat ketersediaan bahan baku selalu terjamin kualitas dankuantitasnya.

Sedangkan dalam proses pendistribusiannya, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbkmelakukan beberapa alternatif alur distribusi dan didukung oleh banyak armada distributorsehingga produk mie instan dapat diterima masyarakat dengan mudah

(34)

Sumber :

ANALISIS PENERAPAN ERP DAN SCM PADA PT INDOFOOD SUKSES MAKMUR TBK Oleh Agnes Fitrian3), Kelvin Kwek4) , Lydia Then5), Supriyadi Arifin6)

Universitas Internasional Batam 2022 Chopra, Sunil, Meindl, Peter. 2004.

Supply chain Management: Strategy, Planning, andOperations, 2nd edition . Prentice-Hall, New Jersey

Ruslan. 2015. Konsumsi Mie Instan Masyarakat Indonesia. Diakses 13 Mei 2016 <

http://www.kompasiana.com/kadirsaja/konsumsi-mieinstan-masyarakatindonesia_54f36ad4745513902b6c74

Situs lainnya:

http://databoks.katadata.co.id/datapublish/2017/01/30/indofood-kuasai-71-pasar-mi-instan-indonesia http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/12/strategi-pemasaran-pt-indofood/

http://www.indofoodcbp.com/brand/noodles

(35)

TERIMAKASIH

(36)

By Kelompok 5

NOTAR 2101107 /07

NOTAR 2101203 /13

NOTAR 2101300 /17

DWI INTAN W. M. TEGUH ZAKY

PRISMA FIRMAYA H

NOTAR 2101387 /20

TAUFIK HIDAYAT

Gambar

Diagram alur produksi  indomie

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dilakukannya kerja praktek ini adalah untuk mempelajari proses produksi mie instan, mengetahui bahan dasar yang digunakan pada kemasan mie instan serta mengetahui

Indofood CBP Sukses Makmur Tbk Divisi Noodle Cabang Semarang sebagai tempat Kerja Praktek karena, perusahaan ini telah menghasilkan berbagai macam produk mie

Pada defect bahan baku dari supplier perbaikan pertama yang diusulkan adalah melakukan pertemuan rutin yang harus dilakukan pihak perusahaan dengan supplier dan

Analisis terhadap rantai pasokan bahan baku rotan ini dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu biaya distribusi pasokan rotan dari empat wilayah supplier bahan baku rotan yaitu

1) Pembuatan SOP dengan Supplier. Strategi mitigasi yang pertama adalah dengan menetapkan prosedur pembelian bahan baku berupa pakan itik atau campuran telur dari

peneliti dapat menyelesaikan proposal skripsi dengan judul “ Pengaruh Warna Kemasan, Bahan Kemasan, Desain Kemasan Terhadap Perilaku Pembelian Konsumen Mie

Analisis terhadap rantai pasokan bahan baku rotan ini dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu biaya distribusi pasokan rotan dari empat wilayah supplier bahan baku rotan yaitu

Dari penelitian yang dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa tujuan penelitian untuk melakukan pemilihan supplier dan perencanaan persediaan bahan baku yang