Lampung yang telah memberikan waktu dan saran serta bimbingan selama Penulis menyusun laporan Praktik Umum. Setyo Dwi Utomo, M.Sc selaku Dosen Pembimbing Praktik Umum yang telah membimbing dan memberi waktu, serta saran kepada Penulis dalam menyusun laporan Praktik Umum. Lampung yang telah memberikan izin untuk melaksanakan Praktik Umum di Kebun Percobaan Natar BSIP Lampung.
Seluruh staff Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BPSIP) Lampung yang berkenan menerima Penulis melaksanakan Praktik Umum. Kepada seluruh karyawan Kebun Percobaan Natar, terkhususnya kepada Bapak Jumari, Bapak Pomo, Ajis, dan Mas Dimas yang telah bersedia membantu, membimbing, dan mengajarkan penulis dalam pelaksanaan Praktik Umum. Teman-teman yang telah membantu penulis dalam kegiatan Praktik Umum yaitu Dita Berlianna, Sandra Gusmia Sari, Fitri Anantatia, DestianaVeranti, Maria Oktavia Anggraini, Niluh Dewi Puspita Sari, Nurul Hanifah, Ilham Hardian Purnomo, David Dwi Marga , dan M.
Tujuan dari praktik umum ini adalah untuk mempelajari dan membandingkan penerapan standar budidaya tanaman terung di Kebun Percobaan Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BPSIP) Natar, Lampung Selatan. Waktu, Tempat, dan Metode Pelaksanaan Kegiatan Praktik Umum Kegiatan Praktik Umum dilaksanakan selama 30 hari kerja efektif dari tanggal 01 Juli sampai dengan 09 Agustus 2024 di Kebun Percobaan (KP) Natar, desa Negara Ratu 2, kecamatan Natar, kabupaten Lampung Selatan, Lampung. Konsultasi dan diskusi dilakukan dengan pembimbing lapang dan karyawan- karyawan yang bekerja di Kebun Percobaan Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BPSIP) Natar untuk mendapatkan informasi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan cara budidaya di kebun percobaan sebagai bahan pembuatan laporan Praktik Umum.
Penyusunan laporan sementara dan laporan akhir yang dilakukan di akhir kegiatan praktik umum dengan bimbingan dari pembimbing lapang dan dosen pembimbing.
KONDISI DAN GAMBARAN UMUM LOKASI PRAKTIK UMUM
- Nama dan Alamat Perusahaan
- Sejarah Perusahaan
- Struktur Organisasi
- Kondisi Umum Wilayah
Berdasarkan Permentan Nomor 19 Tahun 2022 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pertanian, BSIP terdiri dari satu Sekretariat dan 4 Pusat Standardisasi. Kemudian menurut Permentan Nomor 13 Tahun 2023 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis BSIP, terdiri dari 7 Balai Besar, 49 Balai, dan 3 Loka. Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BPSIP) Lampung merupakan UPT eselon III Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) yang melaksanakan penerapan dan diseminasi standar instrumen pertanian spesifik lokasi.
Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13 Tahun 2023 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Lingkup Badan Standardisasi Intrumen Pertanian, BPSIP mempunyai tugas melaksanakan penerapan dan diseminasi standar instrumen pertanian spesifik lokasi. Struktur organisasi yang ada di Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BPSIP) Lampung dirancang untuk memastikan fungsi operasional berjalan efektif dan efisien. Dalam struktur ini Kepala BPSIP Lampung dibantu oleh Kasubag TU dan Kelompok Jabatan Fungsional, dapat dilihat pada Gambar 1.
Struktur ini mendukung sinergi antara aspek manajerial, administratif, dan teknis, sehingga BPSIP Lampung dapat menjalankan fungsinya secara optimal dalam mendukung pengembangan pertanian di wilayahnya. Komoditas yang dapat dikembangkan pada jenis tanah ini, antara lain untuk tanaman perkebunan, sepertikaret, kakao, kopi Robusta, lada, panili, dan jarak pagar.
HASIL KEGIATAN DAN PEMBAHASAN
- Hasil Kegiatan Praktik Umum
- Penerapan Budidaya Tanaman Terung Terstandar
- Pemilihan Varietas Unggul dan Benih Bermutu
- Persiapan Lahan
- Penanaman
- Pemupukan
- Pemasangan Mulsa
- Pemasangan Ajir
- Pengairan
- Pengendalian Gulma
- Pengendalian Hama dan Penyakit
- Panen dan Pasca Panen
Jenis terung yang dibudidayakan di Kebun Percobaan Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BPSIP) Natar yaitu Laguna F1. Penyemaian tanaman terung yang dibudidayakan di Kebun Percoaan Natar dilakukan di Kebun Percobaan Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BPSIP) Tegineneng. Pada saat benih tersebut sudah siap ditanam maka benih tersebut akan dibawa langsung ke Kebun Percobaan Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BPSIP) Natar.
Jika sudah berumur 2 minggu maka bibit tersebut dapat langsung dikirimkan ke Kebun Percobaan Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BPSIP) Natar. Persiapan lahan pada budidaya terung yang ditanam di Kebun Percobaan Natar dilakukan tanpa olah tanah. Luas lahan yang digunakan untuk tanaman terung adalah 20 x 20 m, dengan lebar bedengan 75 cm dengan jarak antar bedengan 60 cm.
Pemupukan yang diberikan pada tanaman terung adalah pemupukan NPK seperti yang terdapat pada Gambar.3 yaitu sebanyak 200 Kg/ha yang dapat diaplikasikan dengan cara ditebar pada sekitar tanaman budidaya (Samadi, 2001). Pupuk yang diaplikasikan pada lahan budidaya tanaman terung di Kebun Percobaan Natar adalah pupuk kandang. Lalu di Kebun Percobaan Natar juga menggunakan dolomit untuk menetralkan pH tanah dosis yang digunakan yaitu 2,5-5 kuintal per 1 ha.
Mulsa yang digunakan di Kebun Percobaan Natar adalah mulsa plastik hitam perak dengan lebar 80 cm. Selain itu penggunaan mulsa juga dapat digunakan lebih dari satu kali dimana pada lahan yang dibudidayakan di Kebun Percobaan Natar sebelum ditanami tanaman terung lahan tersebut ditanami dengan tanaman cabai. Pemasangan ajir yang dilakukan di Kebun Percobaan Natar dilakukan pada saat benih terung ditanam pada lapang.
Air merupakan kebutuhan utama bagi tanaman.Pengairan pada tanaman terung dapat dilakukan rutin satu atau dua kali sehari tergantung dari keadaan tanah dan musim. Pengendalian gulma yang dilakukan di Kebun Percobaan Natar dengan cara mekanis dapat diliat pada Gambar 10. Pada budidaya terung di kebun percobaan Natar yang dilakukan di Kebun Percobaan Natar yaitu melakukan pengendalian dengan cara mekanis.
Hama utama pada tanaman terung di antaranya: Kumbang Daun (Epilachna spp.), Kutu Daun (Aphis spp), Tungau ( Tetranynichus spp.), Ulat Tanah ( Agrotis ipsilon Hufn). Pada lahan budidaya terung di kebun percobaan Natar didapati beberapa hama yang menyerang tanaman terung seperti Ulat Grayak (Spodoptera litura, F.) dan Kumbang Daun (Epilachna spp.).
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Saran
Pengaruh Konsentrasi Pupuk Organic Cair (POC) Dan Dosis Pupuk N, P, K Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays L.) Kultivar Talenta. Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terung (Solanum Melongena L.) Terhadap Pengaruh Beberapa Varietas dan Dosis Pupuk Kandang.