• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tahapan Penemuan dan Pengembangan Obat

N/A
N/A
Tamia Febriani

Academic year: 2024

Membagikan " Tahapan Penemuan dan Pengembangan Obat"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Berikut adalah tahapan singkat, padat, dan jelas dalam proses penemuan dan pengembangan obat:

1. Penemuan Obat (Drug Discovery)

Identifikasi dan Validasi Target: Menentukan dan mengkonfirmasi target biologis yang relevan dengan penyakit.

Penemuan dan Optimalisasi Hit: Menemukan senyawa awal yang aktif terhadap target dan memodifikasinya untuk meningkatkan efektivitas dan selektivitas.

2. Pengembangan Pra-Klinis (Pre-Clinical Development)

Studi In Vitro dan In Vivo: Pengujian pada sel dan hewan untuk menilai aktivitas biologis, toksisitas, dan farmakokinetik (ADME).

Toksikologi: Penelitian untuk menilai efek toksik senyawa pada organ utama.

3. Pengembangan Klinis (Clinical Development)

Fase I: Uji pertama pada manusia (20-100 sukarelawan sehat) untuk menilai keamanan dan dosis.

Fase II: Uji pada pasien (100-300) untuk menilai efektivitas dan efek samping.

Fase III: Uji pada populasi lebih besar (1,000-3,000 pasien) untuk mengonfirmasi efektivitas dan memonitor efek samping.

4. Persetujuan dan Pemasaran (Approval and Marketing)

Pengajuan NDA/BLA: Mengajukan New Drug Application atau Biologics License Application kepada badan regulasi (seperti FDA).

Persetujuan Regulasi: Badan regulasi meninjau data untuk persetujuan.

Pemasaran dan Peluncuran: Obat dipasarkan setelah persetujuan.

5. Pengawasan Pasca-Pemasaran (Post-Marketing Surveillance)

Fase IV: Studi lanjutan untuk memantau efektivitas jangka panjang dan keamanan.

Farmakovigilans: Pemantauan berkelanjutan terhadap efek samping dari obat di pasar.

Proses ini memastikan obat yang aman dan efektif sebelum dipasarkan dan terus diawasi setelah peluncuran.

(2)

Proses penemuan dan pengembangan obat (drug discovery and development) adalah suatu perjalanan panjang dan kompleks yang melibatkan berbagai tahapan untuk memastikan bahwa obat baru efektif, aman, dan memenuhi standar regulasi. Berikut adalah tahapan-tahapan utama dalam proses ini:

1. Penemuan Obat (Drug Discovery)

Identifikasi Target (Target Identification):

o Menentukan protein atau gen yang berperan penting dalam penyakit tertentu.

Validasi Target (Target Validation):

o Mengkonfirmasi bahwa target yang diidentifikasi relevan dan penting dalam penyakit yang dituju.

Penemuan Hit (Hit Discovery):

o Menggunakan metode screening (high-throughput screening) untuk menemukan senyawa potensial yang bisa berinteraksi dengan target.

Optimalisasi Hit (Hit Optimization):

o Memodifikasi senyawa hit untuk meningkatkan efektivitas dan spesifisitasnya terhadap target.

2. Pengembangan Pra-Klinis (Pre-Clinical Development)

Studi In Vitro:

o Pengujian pada kultur sel untuk menilai aktivitas biologis dan toksisitas senyawa.

Studi In Vivo:

o Pengujian pada hewan untuk menilai keamanan, efektivitas, dan farmakokinetik (ADME: Absorpsi, Distribusi, Metabolisme, Ekskresi) senyawa.

Toksikologi:

o Penelitian untuk menilai potensi efek toksik dari senyawa pada organ utama.

3. Pengembangan Klinis (Clinical Development)

Fase I:

o Pengujian pertama pada manusia dengan kelompok kecil (20-100 sukarelawan sehat) untuk menilai keamanan, dosis yang aman, dan farmakokinetik.

Fase II:

o Pengujian pada kelompok pasien lebih besar (100-300 pasien) untuk menilai efektivitas obat dan mengevaluasi efek samping serta menetapkan regimen dosis optimal.

Fase III:

o Pengujian pada kelompok yang lebih besar (1,000-3,000 pasien) untuk

mengonfirmasi efektivitas, memonitor efek samping, membandingkan dengan pengobatan standar, dan mengumpulkan data untuk mendukung penggunaan obat secara aman.

Pengajuan NDA/BLA:

o Mengajukan New Drug Application (NDA) atau Biologics License Application (BLA) kepada badan regulasi (seperti FDA) untuk persetujuan pemasaran obat.

(3)

4. Persetujuan dan Pemasaran (Approval and Marketing)

Persetujuan Regulasi:

o Badan regulasi meninjau seluruh data dari uji klinis dan pra-klinis untuk memastikan bahwa obat aman dan efektif sebelum memberikan persetujuan.

Pemasaran dan Peluncuran:

o Setelah persetujuan, obat dapat dipasarkan dan dijual. Pada tahap ini, strategi pemasaran dan distribusi obat diimplementasikan.

5. Pengawasan Pasca-Pemasaran (Post-Marketing Surveillance)

Fase IV (Post-Marketing Studies):

o Studi tambahan setelah obat dipasarkan untuk memantau efektivitas jangka panjang dan keamanan, serta untuk mendeteksi efek samping yang mungkin jarang terjadi.

6. Farmakovigilans:

Pengawasan Keamanan:

o Pemantauan berkelanjutan terhadap keamanan obat di pasar melalui laporan efek samping dari dokter dan pasien.

7. Pengelolaan Siklus Hidup Obat:

Perbaruan dan Revisi:

o Penyesuaian label, pembaruan informasi keamanan, dan pengembangan formulasi atau indikasi baru berdasarkan data baru atau penelitian tambahan.

Setiap tahapan dalam proses ini memerlukan koordinasi antara berbagai disiplin ilmu dan membutuhkan waktu, sumber daya, serta investasi yang signifikan. Hanya sebagian kecil dari senyawa yang memulai proses ini yang berhasil menjadi obat yang disetujui dan dipasarkan.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian penemuan dan pengembangan obat baru dengan mekanisme molekulernya atau penemuan mekanisme aksi obat-obat yang digunakan secara klinis Quiz 4, Presentasi mahasiswa dan

Pada Tabel I, diketahui bahwa tahapan pengembangan DD sebagai tools EPM berdasarkan hasil critical review terhadap laporan penelitian terdiri dari: menentukan metodologi,

Disolusi dapat mengakibatkan perbedaan aktivitas biologi dari suatu zat obat mungkin diakibatkan oleh laju dimana obat menjadi tersedia untuk diserap tubuh.Sedangkan laju

Tuliskan jawaban anda dalam bentuk uraian singkat, padat dan jelas.. Pergelaran musik akan berhasil apabila disiapkan

Tahapan singkat proses pembuatan plat baja mulai dari pellet besi sampai menjadi plat baja.. Pellet besi (sponge iron) mengandung karbon tinggi dan pengotor lainnya dihasilkan

Sejarah penemuan obat lanjutan • Youyou Tu merupakan penemu artemisinin, obat yang secara signifikan mengurangi angka kematian akibat malaria • Tu menemukan artemisinin dari tanaman

Pembelajaran penemuan merupakan proses pembelajaran yang terjadi ketika siswa dituntut untuk mengorganisasikan pemahaman mengenai informasi secara

• Kelarutan obat dalam air merupakan sifat fundamental yang berperanan dalam absorpsi obat setelah pemberian • Dalam penemuan obat, hampir 70% senyawa kimia baru yang ditemukan sukar