TAKTIK DAN BAURAN PEMASARAN PRODUK AGRIBISNIS PEMASARAN AGRIBISNIS
Oleh : Kelompok 2
1. Alifia Salma Az Zahra (22024010193) 2. Amanda Maliha (22024010197) 3. Ayu Puji Lestari (22024010204) 4. Apririya Anggraini (22024010229)
PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN “VETERAN” JAWA TIMUR SURABAYA
2024
1. TAKTIK PEMASARAN
Taktik pemasaran melibatkan strategi dan langkah-langkah spesifik yang digunakan untuk mempromosikan produk atau layanan agar mencapai target pasar dan mencapai tujuan bisnis tertentu. Ini bisa meliputi segala hal mulai dari iklan, promosi penjualan, kehadiran online, hingga strategi konten dan kemitraan dengan pihak lain.
TUJUAN TAKTIK PEMASARAN
1. Meningkatkan kesadaran merek: Taktik pemasaran bertujuan untuk membuat target pasar mengetahui dan mengenali merek, produk, atau layanan yang ditawarkan.
2. Menarik pelanggan baru: Taktik pemasaran digunakan untuk menarik calon pelanggan baru dan mendorong mereka untuk mencoba produk atau layanan.
3. Meningkatkan penjualan: Taktik pemasaran bertujuan untuk meningkatkan penjualan produk atau layanan dengan mendorong pembelian yang lebih banyak dari pelanggan yang sudah ada.
4. Membangun loyalitas pelanggan: Taktik pemasaran digunakan untuk membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan dan mendorong mereka untuk terus membeli dari perusahaan dalam jangka panjang.
5. Meningkatkan pangsa pasar: Taktik pemasaran bertujuan untuk meningkatkan pangsa pasar perusahaan dengan mengalahkan pesaing dan menarik lebih banyak pelanggan.
CONTOH TAKTIK PEMASARAN
1. Iklan: Iklan adalah cara yang umum untuk menjangkau target pasar yang luas dengan pesan pemasaran.
2. Promosi penjualan: Promosi penjualan seperti diskon, penawaran, dan kontes dapat digunakan untuk mendorong pembelian dalam jangka pendek.
3. Hubungan masyarakat: Hubungan masyarakat dapat digunakan untuk membangun citra merek yang positif dan meningkatkan kesadaran merek.
4. Pemasaran digital: Pemasaran digital mencakup berbagai taktik online seperti SEO, SEM, pemasaran media sosial, dan pemasaran email.
5. Pemasaran konten: Pemasaran konten melibatkan pembuatan dan pendistribusian konten yang berharga dan relevan untuk menarik dan melibatkan target pasar.
Taktik pemasaran yang paling efektif akan bervariasi tergantung pada tujuan, target pasar, dan sumber daya perusahaan. Penting untuk memilih taktik yang tepat dan mengukur hasilnya untuk memastikan bahwa upaya pemasaran mencapai tujuan yang diinginkan.
UNSUR-UNSUR TAKTIK PEMASARAN
Menurut Ridwansyah (2017) unsur-unsur taktik pemasaran diklarifikasikan menjadi tiga unsur utama, yaitu:
1. Diferensiasi : semua usaha yang dilakukan oleh produsen untuk menciptakan perbedaan di antara para pesaing dengan tujuan untuk memberikan nilai yang terbaik untuk konsumen.
2. Bauran Pemasaran : satu set faktor-faktor dan solusi yang memampukan konsumen dalam memenuhi kebutuhannya dan mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan perusahaan.
3. Personal Selling : sebuah penawaran yang diakukan secara lisan untuk melakukan penawaran kepada calon konsumen supaya dapat menciptakan suatu hubungan baik dan menciptakan suatu penjualan antara kedua pihak.
2. DIFERENSIASI
DEFINISI
Menurut Kartajaya (2010), diferensiasi adalah semua usaha yang dilakukan oleh produsen untuk menciptakan perbedaan di antara para pesaing dengan tujuan untuk memberikan nilai yang terbaik untuk konsumen.
Menurut Kotler & Keller (2006), diferensiasi merupakan cara untuk merancang perbedaan yang berarti dengan tujuan untuk membedakan penawaran produsen dari penawaran pesaingnya.
Menurut Hermana (2006), diferensiasi ialah tindakan produsen untuk menetapkan sekumpulan perbedaan-perbedaan yang berarti pada produknya dengan tujuan untuk membedakan penawaran produsen dari penawaran pesaingnya, sehingga bisa dipandang (dipersepsikan) konsumen sasaran memiliki kelebihan nilai yang berarti.
Menurut Ferdinand (2005), diferensiasi merupakan strategi yang dapat menghasilkan nilai konsumen, memunculkan persepsi yang bernilai khas dan baik serta tampil sebagai wujud berbeda yang sulit untuk ditiru.
Menurut Sugiyanto (2007), diferensiasi, yakni bahwa suatu produk atau jasa memiliki tak sekadar keberbedaan dengan produk atau jasa yang sudah ada, melainkan juga merupakan titik keunggulan dibandingkan dengan yang lainnya itu.
MACAM MACAM DIMENSI DIFERENSIASI a. Diferensiasi Pelayanan
yaitu membedakan pelayanan utama suatu perusahaan berdasarkan kemudahan pemesanan, pengiriman, pemasangan, pelatihan pelanggan, konsultasi pelanggan, pemeliharaan dan perbaikan suatu produk yang dihasilkan
b. Diferensiasi Produk
yaitu membedakan produk utama berdasarkan keistimewaan, kinerja, kesesuaian, daya tahan, keandalan, kemudahan untuk diperbaiki, gaya dan rancangan produk
c. Diferensiasi Personil
yaitu membedakan personil/ pekerja perusahaan berdasarkan kemampuan, kesopanan, kredibilitas, dapat diandalkan, cepat tanggap dan komunikasi yang baik
d. Diferensiasi Saluran
yaitu langkah pembedaan melalui cara membentuk saluran distribusi, jangkauan, keahlian dan kinerja saluran-saluran tersebut.
e. Diferensiasi Citra
yaitu membedakan citra perusahaan berdasarkan perbedaan identitas melalui penetapan posisi, perbedaan lambang dan perbedaan iklan.
Berdasarkan lima dimensi yang telah dilakukan oleh suatu perusahaan merupakan bagian-bagian dari taktik pemasaran melalui diferensiasi. Dengan diferensiasi produk yang mengutamakan kualitas produk, diferensiasi pelayanan yang mengutamakan kepuasan pelanggan melalui pelayanan yang dilakukan, diferensiasi personil yang mengutamakan skill dan komunikasi yang baik, sarana pendistribusian, dan identitas yang membedakan produk suatu perusahaan dengan produk perusahaan lainnya.
SYARAT – SYARAT DIFERENSIASI
Diferensiasi merupakan sebuah upaya untuk menciptakan ciri khas atau perbedaam baik dari sisi konten, konteks, maupun infrastruktur. Diferensiasi juga dibentuk tak sekadar berbeda, tetapi harus memiliki perbedaan yang kokoh dalam jangka waktu yang panjang. Menurut Kartajaya (2010), terdapat kriteria atau syarat yang bisa dijadikan acuan dalam membangun diferensiasi, yakni:
1. Menciptakan Excellent Value
Sebuah diferensiasi harus mampu untuk menciptakan excellent value kepada konsumen sehingga perbedaan tersebut memiliki makna di mata konsumen.
Excellent value yang dimaksud adalah nilai yang ditawarkan akan benar-benar unik dan atau berguna supaya tak sekadar dianggap sebagai gimmick.
2. Keunggulan Bersaing
Diferensiasi produsen harus memiliki keunggulan dibandingkan dengan pesaing. Sebuah diferensiasi akan kokoh apabila mencerminkan perbedaan dengan
pesaing dan perbedaan tersebut mencerminkan keunggulan dari penawaran produsen.
3. Memiliki Keunikan
Supaya diferensiasi bisa kokoh dan sustainable, maka harus mempunya uniqueness sehingga tidak dengan mudah bisa ditiru oleh pesaing. Untuk tidak mudah ditiru maka diferensiasi harus tersusun atas sekumpulan sistem aktivitas (activity system) yang saling terkait dimana antar aktivitas-aktivitas tersebut saling menunjang secara konstrukti satu sama lain.
3. BAURAN PEMASARAN
DEFINISI
Soraite (2016) dalam (Hendrayani et al., 2021) menyatakan bahwa bauran pemasaran atau marketing mix merupakan strategi produk, penetapan harga, distribusi dan promosi dengan menyalurkannya ke pasar sasaran.
Sereikienė Abromaitytė (2013) dalam (Hendrayani et al., 2021)bauran pemasaran merupakan serangkaian tindakan dn solusi dalam memenuhi kebutuhan konsumen dan mencapai tujuan pemasaran perusahaan.
Pruskus (2015) dalam (Hendrayani et al., 2021)bauran pemasaran merupakan satu set faktor-faktor dan solusi yang memampukan konsumen dalam memenuhi kebutuhannya dan mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan perusahaan.
7P
Dari definisi di atas dapat diambil kesimpulan pengertian dari marketing mix adalah faktor – faktor yang dikuasai dan dapat digunakan oleh marketing manajer guna mempengaruhi keputusan pembelian konsumennya. Faktor – faktor tersebut antara lain product, price, place, promotion, people, process dan physical evidence (Hendrayani et al., 2021).
1. Product
Produk dapat berupa jasa (services), barang (goods), kegunaan (utilities), tidak hanya barang berwujud atau jasa namun segala sesuatu yang terkait denga napa yang ditawarkan produsen. Menurut Kotler & Armstrong (2018) dalam (Hendrayani et al., 2021) beberapa karekteristik dari atribut produk adalah sebagai berikut:
a. Product quality (kualitas produk) b. Product features (fitur produk)
c. Product style and desain (gaya dan desain produk) d. Product variety (varian produk)
e. Brand name (nama produk) f. Packaging (kemasan)
g. Sizes (ukuran) h. Services (layanan)
2. Returns (pengembalian) Price
Harga merupakan salah satu aspek penting dalam kegiatan marketing mix.
Harga adalah sejumlah uang yang diserahkan dalam pertukaran untuk mendapatkan suatu barang atau jasa. Penentuan harga menjadi sangat penting untuk diperhatikan, mengingat harga merupakan salah satu penyebab laku tidaknya produk yang ditawarkan. ada beberapa indikator dalam menetapkan harga (Hendrayani et al., 2021) yaitu:
a. Keterjangkauan harga
b. Kesesuaian harga dengan kualitas produk c. Daya saing harga
d. Kesesuaian harga dengan manfaat
3. Promotion
Promosi merupakan suatu kegiatan perencanaan yang membaurkan kegiatan periklanan (advertising), penjualan personal (personal selling), promosi penjualan (sales promotion), publisitas danhubungan masyarakat (publicity and public relation) dalam rangka untuk berkomunikasi kepada pelanggan tentang suatu produk dan mempengaruhinya dalam keputusan membeli. Bauran promosi (promotion mix) terdiri dari delapan model komunikasi pemasaran (Safitri, 2023) yaitu:
a. Advertising (periklanan)
b. Sales promotion (promosi penjualan) c. Event and experiences
d. Public relations and publicity e. Online and social media marketing f. Mobile marketing
g. Personal selling
4. Place
Place atau distribusi merupakan suatu aktivitas dari produsen yang berusaha untuk mendistribusikan atau menyalurkan produknya hingga mencapai ke konsumen akhir. Tanpa suatu strategi distribusi yang baik akan mendapatkan kesulitan untuk menyebarkan/menyalurkan produknya ke seluruh segmentasi pasar yang telah direncanakan(Safitri, 2023). Dalam saluran pemasaran terdapat 4 tingkat saluran, masing-masing tingkat tersebut adalah:
a. Saluran nol tingkat, dapat dikatakan pemasaran langsung, yakni produsen menjual langsung produknya ke konsumen akhir.
b. Saluran satu tingkat, produsen menjuak produknya hanya menggunakan satu perantasa (pengecer).
c. Saluran dua tingkat, saluran pemasara terdiri 2 perantara, yaitu pedagang besar dan pengecer.
d. Saluran tiga tingkat, saluran pemasaran terdiri 3 perantara, yaitu pedagang besar dan pengecer.
5. People
Menurut Nirwana (2004;48) people adalah orang yang memiliki andil dalam memberikan atau menunjukkan pelayanan yang diberikan kepada konsumen selama melakukan pembelian barang. Menurut Ratih (2005;63) elemen people ini memiliki 2 aspek (Christine & Budiawan, 2017), yaitu:
a. Service People b. Customer
6. Physical evidence
Bukti fisik merujuk pada tampilan fisik dari tempat usaha mulai dari bangunan (eksterior), hingga desain interior, seperti warna, penataan ruang, pemilihan furnitur hingga tampilan pegawai seperti seragam. Untuk bisnis skala besar, sudah pasti semakin banyak membutuhkan perangkat. Selain itu, semakin kompleks pula fungsi serta penggunaannya. Tampilan fisik tempat usaha akan menjelaskan tentang penataan bangunan dari suatu perusahaan(Safitri, 2023).
7. Proces
Menurut Philip Kotler (2006) dalam (Christine & Budiawan, 2017), Proses disini adalah mencakup bagaimana cara perusahaan melayani permintaan tiap konsumennya. Mulai dari konsumen tersebut memesan (order) hingga akhirnya mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan. Beberapa perusahaan tertentu biasanya memiliki cara yang unik atau khusus dalam melayani konsumennya.
Yang dimaksud proses dalam pemasaran yaitu keseluruhan sistem yang berlangsung dalam penyelenggaraan dan menentukan mutu kelancaran penyelenggaraan jasa yang dapat memberikan kepuasan pada penggunanya.
KEKURANGAN KONSEP BAURAN PEMASARAN 4P
a. Kekurangan orientasi internal (lack of internal orientation) yaitu kekurangan utama dari konsep bauran pemasaran adalah kurangnya orientasi kepada pelanggan (Hendrayani et al., 2021).
b. Kekurangan interaksi dengan konsumen (lack of consumer interactivity) yaitu bauran pemasaran mengabaikan kondisi alamiah bahwa tidak semua konsumen meminta nilai yang lebih tinggi namun lebih pada proses transaksi dan komunikasi yang terkendali oleh pemasar mengingat interaksi yang lebih baik antara konsumen dengan pemasar dapat mengurangi tingkat beralihnya konsumen pada pesaing dan akan meningkatkan kepercayaan konsumen sebagaimana dikemukakan oleh Doyle (1994), and Yudelson (1999) dalam (Hendrayani et al., 2021).
c. Kekurangan elemen-elemen strategis (lack of strategic elements) yaitu ketidak sesuaian antara bauran pemasaran dengan rencana strategis perusahaan mengingat faktor-faktor lingkungan eksternal dan faktor-faktor yang tidak dapat dikendalikan oleh perusahaan akan menjadi ancaman dan peluang bagi perusahaan sebagaimana dikemukakan oleh Ohmae (1982) dan Vignali and Davies (1994) dalam (Hendrayani et al., 2021).
KEUNTUNGAN KONSEP BAURAN PEMASARAN 4P
a. Keuntungan Konsep Bauran Pemasaran Memahami Kebutuhan Konsumen Modern
Elemen orang, proses, dan bukti fisik memungkinkan perusahaan untuk memahami dan memenuhi kebutuhan konsumen secara lebih mendalam, melampaui elemen-elemen tradisional seperti produk dan harga.
b. Menciptakan Nilai Pelanggan
Dengan fokus pada pengalaman pelanggan, bauran pemasaran 7P mendorong perusahaan untuk menciptakan nilai yang lebih besar bagi konsumen, meningkatkan loyalitas dan mendorong pembelian ulang.
c. Mencapai Keunggulan Kompetitif
Penerapan bauran pemasaran 7P yang efektif dapat memberikan diferensiasi bagi perusahaan, membantu mereka untuk menonjol dari pesaing dan mencapai keunggulan kompetitif di pasar.
4. PERSONAL SELLING
DEFINISI
Improvisasi dan penjualan dengan menggunakan komunikasi a person-to- person communication. Di dalam communication itu, personal selling merupakan mitra penting yang biasanya dilaksanakan oleh sales dibawah naungan sales manager yang mempromosikan profile secara langsung kepada pasar sasaran.
Menurut Belch (2004), istilah dalam personal selling yaitu dyadic communication, mereka menyebutnya “thus direct and interpersonal communication lets sender immediately receive and evaluate feedback from the receiver. This communication process, known as dyadic communication (between two people or groups) allows for more spefic tailoring of the message and more personnel communication than do many of other media discussed”.
SIFAT-SIFAT PERSONAL SELLING 1. Konfrontasi Personal (Personal Confrontation) 2. Pengembangan (Cultivation)
3. Tanggapan (Response)
BENTUK-BENTUK PERSONAL SELLING 1) Retail Selling
Tenaga penjual melakukan penjualan dengan jalan melayani konsumen yang datang ke toko atau perusahaan.
2) Field Selling
Tenaga penjual yang melakukan penjualan di luar perusahaan, yakni dengan mendatangi konsumen ke rumah-rumah perusahaan, kantor-kantor dan lain-lain.
3) Executive Selling
Pimpinan perusahaan yang bertindak sebagai tenaga penjual yang melakukan penjualan.
TUGAS-TUGAS PERSONAL SELLING
1. Mencari calon pembeli (prospekting) yang akan dijadikan sebagai pelanggan bagi perusahaannya.
2. Melakukan komunikasi (communicating) tentang produk secara jelas dan tepat kepada pelabggan.
3. Melakukan penjualan (selling) dengan mempresentasikan produk dan menjawab pertanyaan-pertanyaan pelanggan tentang produk yang dijual.
4. Mengumpulkan informasi (information gathering) tentang pelanggan dan keadaan pasar serta membuat laporan kunjungan baik yang akan dilakukan maupun yang telah dilakukan.
5. Melakukan pelayanan (servising) dengan mengkomunikasikan masalah pelanggan dan memberikan bantuann teknis serta melakukan pengiriman.
6. Pengalokasian (allocation) pelanggan mana yang akan dulu memperoleh produk bila terjadi kekurangan produk pada produsen.
DAFTAR PUSTAKA
https://binus.ac.id/entrepreneur/2021/11/11/penjualan-pribadi-personal-selling/
Ridwansyah, A. (2017). Instant Marketing For Busy People. Rangkuman Intisari Pemasaran. Esensi: Jakarta.
https://marketbusinessnews-com.translate.goog/financial-glossary/what-are- marketing-tactics-definition-and-examples/?
_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc
https://bbs.binus.ac.id/gbm/2021/01/22/strategi-ritel-toko-buku-gramedia/]
(https://bbs.binus.ac.id/gbm/2021/01/22/strategi-ritel-toko-buku-gramedia/
Kartajaya. (2010). Connect, Surving New Wave Marketing strategy.
Jakarta: Salemba Empat.
Kotler, P., & Keller, K. L. (2006). Manajemen Pemasaran (ke-12).
Hermana, H. D. (2006). Pengaruh Diferensiasi Produk Terhadap Pengambilan Keputusan Pembelian Konsumen Rokok Djarum Super Di Kabupaten Garut. manajerial, 407.
Ferdinand, A. T. (2005). Modal Sosial Dan Keunggulan Bersaing: Wajah Sosial Strategi Pemasaran.
Sugiyanto, Catur. 2007. Permintaan Gula di Indonesia. Jurnal EkonomiPembangunan Volume 8. Fakultas Ekonomi, Universitas Gadjah Mada,Yogyakarta
https://www.gramedia.com/literasi/strategi-diferensiasi/
Christine, & Budiawan, W. (2017). Analisis Pengaruh Marketing Mix (7P) terhadap Minat Beli Ulang Konsumen (Studi pada House of Moo, Semarang). Industrial Engineering Online Journal, 6(1).
Hendrayani, E., Sitinjak, W., Kusuma, G. P. E., Yani, D. A., Yasa, N. N. K., Chandrayanti, T., Wisataone, V., Wardhana, A., Sinaga, R., & Hilal, N. (2021).
Manajemen Pemasaran (Hartini, Ed.). Media Sains Indonesia.
Safitri, N. A. (2023). Manajemen Pemasaran (R. Kurniawan, Ed.). K-Media.