• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tanto Berkat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Tanto Berkat"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

29

A. GAMBARAN UMUMOBYEKPENELITIAN

Dalam Karya Ilmiah Terapan ini penulis akan mendeskripsikan tetang gambaran umum obyek penelitian sesuai dengan judul penelitian ini yaitu “PENERAPAN LATIHAN PEMADAMAN API ( FIRE DRILL ) TERHADAP KESIAPAN CREW KAPAL MENGHADAPI SITUASI KEBAKARAN DI KAPAL KM.TANTO BERKAT”.

Kapal KM. Tanto Berkat mempunyai route yang tidak tetap setiap voyage nya tetapi rute yang sering adalah Tanjung Perak – Makassar – Gorontalo, adapun route lainnya adalah Tanjung Perak – Makassar – Kendari / Manokwari / Tual / Ambon / Sorong / Nabire. Kapal ini memuat dan membongkar muatan berupa kontainer tiap sandarnya. Dalam pengoperasiannya, muatan yang akan dibongkar dan dimuat atau dikenal dengan istilah Discharging dan Loading yang sudah terhitung dalam sebuah Cargo Manifest yang dibawa oleh Foreman dan akan di periksa kembali oleh Mualim I diatas kapal dengan dibuatnya sebuah Bay Plan untuk proses bongkar dan muat muatan.

Sehingga dengan adanya deskripsi gambaran umum obyek penelitian ini pembaca dapat memahami dan mampu merasakan tentang hal yang terjadi pada saat penulis melakukan penelitian di atas KM. Tanto Berkat.

Berikut Ship Particular kapal KM. Tanto Berkat :

(2)

SHIP'S PARTICULARS NAME OF SHIP MV.TANTO BERKAT

TYPE OF SHIP CONTAINER CARRIER

OWNER PT.TANTO INTIM LINE

IMO NUMBER 8906664

CALL SIGN PNYU

INMARSAT—NO. 452501982

MMSI NO 525016994

NATIONALIYT INDONESIA PORT OF

REGISTRY

JAKARTA YEAR OF BUILT 1991 BUILDER OF SHIP CHINA GROSS TONNAGE 5,203 TONS NETT TONNAGE 2,182 TONS LENGTH OVER

ALL

119.32 M BREATH

MOULDED

18 M

DEPTH 8.50 M

AIR DRAFT 38.80 M

SUMMER DRAFT 6.50 M LIGHTSHIP

DRAFT

2.48 M SUMMER

DEADWEIGHT

6,425.5 MT SUMMER DISPL 9,697 MT LIGHT SHIP 3,272.1 MT

PROPELLER 1 PROPELLER 4 BLADES DIA : 4550 MM

ANCHOR WEIGHT:3400KG/3370KG;LEGHT:247.5M/9SHACKL

DECK CRANE 2X36 T 22/28M OUTREACH

MAIN ENGINE HUDONG MAN B&W NOR 5816 PS AT 154,5 RPM SERVICE SPEED 14.6 KNOTS AT DRAFT 6.50 M

DIESEL GENERATOR

ANQING-DAIHATSU:400KWAT 900RPM,CONS:1.7MT/DAY CONTAINER

CAPACITY

TOTAL : 319 TEUS TOTAL

CAPACITY

319 TEUS;O/DECK=185 TEUS;1/HOLD=134 TEUS REEFER PLUG 40 POINT O/DECK

TANK CAPACITY BWT: 2,818.5 MT ;FWT : 238.3 MT MFO: 566.50 MT ;MDO : 178.1 MT DAILY

CONSUMPTION

FW : MT MFO : MT MDO : MT 3 HOLDS/

6HATCHES

PONTOON TYPE HATCH COVER

(3)

Gambar 4.1 Kapal KM. Tanto Berkat

Sumber: Dokumentasi pribadi

B. HASIL PENELITIAN 1. Penyajian Data

Sesuai dengan masalah yang diangkat maka sebagai deskripsi data, akan dijelaskan tentang keadaan sebenarnya yang terjadi di kapal, sehingga dengan deskripsi ini penulis mengharapkan agar pembaca mampu dan bisa merasakan tentang semua hal yang terjadi selama penulis melaksanakan penelitian.

Penerapan latihan pemadaman api ( firedrill ) di atas kapal harus di lakukan untuk mengetahui kesiapan crew kapal dalam menghadapi situasi kebakaran. Hal ini dikarenakan jika tidak diterapkan dengan semestinya, maka jika terjadi kebakaran di atas kapal di khawatirkan crew tidak siap menghadapi situasi tersebut. Berdasarkan hasil penelitian dan pengamatan penulis selama praktek di atas KM. Tanto Berkat.

(4)

Adapun standar manajemen keselesamatan tentang keadaan darurat kebakaran di atas kapal dan pelatihan pemadaman api / fire drill berdasarkan yang telah di tetapkan di perusahaan adalah sebagai berikut:

a. Penanggulangan Kebakaran Jika kapal mengalami kebakaran.

keputusan yang cepat dan tepat harus diambil dengan prioritas utama diberikan untuk keselamatan jiwa awak kapal. Komunikasi di atas kapal sangat di perlukan jika terjadi kebakaran dan penanggulangan awal bilamana awak kapal menemukan adanya kebakaran di atas kapal, ia harus segera berteriak memberitahukan adanya kebakaran keseluruh kapal melalui public address atau komunikasi lain yang memungkinkan, dan harus melaksanakan operasi pemadaman seperti tersebut dibawah ini:

1) Pemadaman dengan Alat Pemadam Api Ringan.

2) Pemadaman dengan menggunakan ember air.

3) Pemadaman dengan menaburkan pasir, selimut basah dan Iain sebagainya, kesumber api.

b. Adapun Tindakan jika alarm kebakaran berbunyi dan langkah-langkah berikut yang harus diambil sebagai berikut:

1) Nakhoda harus segera ke anjungan.

2) Perintah Peran Kebakaran melalui pengeras suara / public addressor emergency general alarm.

3) Usahakan agar seluruh awak kapal tetap tenang / tidak panik.

(5)

4) Beritahu control room kamar mesin.

5) Sepanjang keadaan mengijinkan, usahakan mesin berhenti.

6) Komunikasi dengan kapal sekitar pada VHF 16 dan dengan Iampu isyarat. Siapkan untuk komunikasi keselamatan penting atau mara bahaya bila diperlukan.

7) Nyalakan penerangan dek (pada waktu malam).

8) Perlihatkan isyarat kebakaran (pada waktu memasuki perairan pelabuhan atau persyaratan persyaratan dari pemerintah setempat yang harus dipatuhi).

9) Penegasan channel VHF yang digunakan untuk saling berhubungan.

c. Adapun penanganan kebakaran berdasarkan lokasi kebakaran dan penanggulangannya pemadaman kebakaran secara dini merupakan kunci suksesnya operasi pemadaman kebakaran. Keputusan yang harus diambil berdasarkan dari lokasi sumber kebakaran.

1) Kebakaran didalam ruang akomodasi :

a) Laksanakan pemadaman kebakaran secara awal dengan alat pemadam api ringan, selimut basah, air dan lain sebagainya dan isolasikan bagian yang mudah terbakar.

b) Pastikan bahwa para awak kapal selain dari anggota regu pemadam kebakaran, telah dievakuasi dari tempat

terjadlnya kebakaran.

c) Tutup ventilasi, pintu, jendela yang berhubungan dengan lokasi kebakaran.

(6)

2) Kebakaran di kamar mesin :

a) Pemadaman kebakaran untuk kebakaran minyak dilaksanakan dengan pasir, busa, CO2 atau menggunakan air dengan spray nozzle.

b) Pemadaman kebakaran untuk listrik harus dilaksanakan dengan memutuskan power supply atau penengkapan pemadam CO2. Bila pemadaman menggunakan air, kemungkinan yang diakibatkan, harus diperhitungkan.

c) Tutup ventilasi, pintu, jendela yang berhubungan dengan lokasi kebakaran.

d) Dalam kejadian kebakaran yang besar, pastikan bahwa kamar mesin harus dikosongkan dari manusia, semua ventilasi ditutup kemudian laksanakan pemadaman kebakaran dengan menggunakan system kebakaran dry chemical.

d. Pemadam kebakaran dengan menggunakan air :

Ada mengunakan metode pemadaman dengan air harus memperhatikan pengurangan stabilitas dan penambahan draft harus dipertimbangkan .

1) Start pompa pemadam kebakaran, dan siapkan pompa darurat pemadam kebakaran sesuai instruksi.

2) Jaga tekanan pompa sesuai dengan instruksi 3) Jalankan mesin sesuai dengan instruksi.

(7)

4) Putuskan power supply menuju kebagian yang mengalami kerusakan karena terbakar.

e. Adapun hal di persiapkan mengenai dokumen dan laporan yang harus dikirim ke Perusahaan jika terjadi kebakaran, adalah sebagai berikut :

1) Data data harus disiapkan untuk mengisi check list kebakaran sebagai dokumen dan arsip.

2) Nakhoda harus mempersiapkan laporan kerusakan dan menjelaskan secara rinci perihal kejadian dan lampirkan dengan check list kebakaran untuk dikirim ke Perusahaan.

3) Komunikasi dengan pihak Iain (penguasa terkait dan kapal kapal disekitar).

4) Laporkan ke Perusahaan (Laporan Pertama) laporkan secara terperinci kepada Perusahaan (Check List Kebakaran).

C. ANALISIS DATA

Dari beberapa data diatas dapat dianalisis sebagai berikut :

1. Prosedur pelatihan (Fire drill) diatas kapal MV.Tanto Berkat :

a. Persiapan, Mualim 1 serta Mualim 3 di bantu Bosun dan Cadet menyiapkan semua keperluan untuk fire drill

Gambar 4.2. Mualim 1 dan Mualim 3 sedang menyiapkan sumber api

Sumber : Dokumentasi pribadi

(8)

b. Pengarahan, Nakhoda melakukan pengarahan sebelum drill di bantu muallim 3 dan menanyai satu-persatu tugas dan tanggung jawab sesuai sijil keadaan darurat setiap crew.

Gambar 4.3. Nakhoda melakukan pengarahan

Sumber : Dokumentasi pribadi

a. Praktek, setelah semua memahami tugas dan tanggung jawab barulah drill di lakukan dengan membunyikan alarm penanda kebakaran, setiap regu berkumpul sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing, setelah memastikan lokasi kebakarannya di buritan kapal maka praktek langsung memadamkan api dengan fire extiquisher foam dan powder. Serta praktek mengunakan pemadaman dengan air dengan selang dan nozle.

Gambar 4.4. praktek menggunakan selang dan nozzle untuk pemadaman api

Sumber : Dokumentasi pribadi

(9)

b. Evaluasi, setelah diadakan drill di adakan meeting evaluasi mengenai latihan yang telah di lakukan. Evaluasi-evaluasi yang di lakukan saat melakukan drill adalah mengenai pemahaman crew terhadap penggunaan alat pemadam, kondisi perlengkapan dan peralatan saat melakukan drill. Di kapal kami, Nakhoda langsung mengevaluasi dalam sesi meeting sesudah latihan. Berikut prihal yang menjadi bahan evalusi selama drill berlangsung :

1) Setiap crew wajib hafal dan paham tugas dan tanggung jawabnya di dalam peran penanganan latihan pemadaman api dan drill lainnya.

2) Setiap crew wajib mengunakan perlengkapan keselamatan lengkap sewaktu melaksanakan drill.

3) Setiap crew wajib mendengarkan instruksi dari Nakhoda.

4) Setiap crew yang tidak kedapatan untuk mempraktekan cara pemadaman, wajib memperhatikan crew yang memperagakan cara pemadaman api.

5) Setiap crew wajib membantu membereskan alat-alat yang di gunakan untuk drill dan menjaga inventaris kapal.

Gambar 4.5. Nakhoda sedang melaksanakan evaluasi terhadap latihan crew

Sumber : Dokumentasi pribadi Sumber : dokumentasi

pribadi

(10)

Berikut Adalah data perbandingan pelaksanaan latihan pemadaman api (fire drill ) di KM.Tanto Berkat dengan peratuaran SOLAS :

Tabel 4.1 pelaksanaan fire drill di atas kapal KM.Tanto Berkat NO. Pelaksanaan Fire

Drill Sesuai solas Seksi II

Pelaksanaan Fire Drill di

KM.TANTO BERKAT

Sesuai / Tidak sesuai

1 Latihan drill pemadaman kebakaran dilaksanakan minimal 1 bulan

sekali.

(SOLAS Ayat 1)

Latihan drill di kapal KM Tanto

Berkat setahun 2 kali

TIDAK SESUAI

2 Bila dalam jangka waktu satu bulan tidak dilaksanakan latihan maka harus dicatat dalam log book alasan-alasannya.

(SOLAs ayat 2)

Di kapal tidak ada log book untuk mencatat alasan bila tidak di laksanakan fire

drill

TIDAK SESUAI

3 Pada alat fire extinguisher harus

segera diisi kembali setelah

dipakai.

(SOLAS ayat 3)

Di kapal setelah digunakan alat fire

extinguisher segera diisi kembali setelah

dipakai.

SESUAI

4 Sekali dalam 2 bulan pemeriksaan luar

pemadam api jinjing harus dilaksanakan terutama botol-

botol api yang lokasinya tidak terlindung dari

cuaca (SOLAS ayat 4)

Pemeriksaan pemadalam di lakukan sebulan

sekali dan di adakan checklist untuk memeriksa kondisi pemadam

api jinjing

SESUAI

(11)

5 Pada pelayaran Internasional jarak

jauh dalam waktu 24 jam setelah meninggalkan pelabuhan harus diadakan latihan –

latihan penanggulangan.

(Solas ayat 5)

Di kapal KM.Tanto berkat

tidak ada drill dalam waktu 24

jam setelah meninggalkan

pelabuhan

TIDAK SESUAI

6 Pemadaman

kebakaran dalam kelompok penangggulangan

harus digunakan secara bergilir pada latihan – latihan tersebut

dalam waktu 4 bulan (Ayat 6)

Di kapal KM TANTO BERKAT tidak

pernah di laksanaan pemadaman dalam kelompok

dalam 4 bulan

TIDAK SESUAI

7 Semboyan bahaya untuk para crew

supaya dapat berkumpul di muster station, terdiri 1 pendek disusul 1 panjang pada suling kapal secara berturut – turut. (Ayat 7)

Semboyan bahaya untuk crew di kapal KM. Tanto Berkat untuk berkumpul di muster station terdiri dari satu pendek dan disusul 1 panjang

secara berturut - turut

SESUAI

(12)

Tabel 4.2. Tugas dan wewenang crew kapal dalam menghadapi keadaan darurat kebakaran dan ledakan di kapal

KEBAKARAN & LEDAKAN

TEAM JABATAN TUGAS-TUGAS

T E A M K O M A N D O

A N J U N G A N

NAKHODA

MUALIM III JURU MUDI - 1

PIMPINAN UMUM OPERASI PEMADAMAN

MEMBANTU NAKHODA, STANDBY HT STANDBY KEMUDI

K.

M E S I N

K.K.M

MASINIS – IV OLIMAN

ELECTRICIAN

PIMPINAN KAMAR MESIN, STANDBY MENJALANKAN CO2 MEMBANTU KKM STANDBY HT

MELAKSANAKAN PERINTAH KKM

MELAKSANAKAN PERINTAH KKM MENCATAT KEJADIAN

T E A M E M E R G E N C Y

T E A M

U T A M A

MUALLIM I

MASINIS II

MASINIS III

SERANG

JURUMUDI II

OLIMAN II

OLIMAN III

CADET DECK

PIMPINAN DI TEMPAT KEJADIAN, MEMBAWA HT

WAKIL PIMPINAN MEMBANTU MUALIM I

MENJALANKAN POMPA PEMADAM DARURAT

ANGGOTA TEAM PEMADAM MEMAKAI BAJU TAHAN API

MENUTUP PINTU-PINTU DEKAT TEMPAT KEJADIAN

MEMBAWA SELANG PEMADAM

& NOZZLE

MEMBAWA SELANG PEMADAM

& NOZZLE

MENUTUP PINTU-PINTU DEKAT TEMPAT KEJADIAN T

E A M

P E N U N J A N G

MUALLIM II JURUMUDI III

CADET DECK

KOKI

PELAYAN

PIMPINAN TEAM

MEMBAWA KAPAK KEBAKARAN

MEMBAWA BOTOL PEMADAM JINJING

MEMBANTU MENUTUP PINTU- PINTU MEMBAWA BOTOL

MEMBAWA ALAT P3K

Sumber : Muster list kapal KM.Tanto Berkat

(13)

Adapun pengaruh latihan pemadaman api ( fire drill ) terhadap crew dengan terlihat dari antusias crew menjalani latihan serta kesigapan crew membantu mempersiapkan serta bisa mempraktekan dan seluruh crew bisa menjawan pertanyaan ketika Nakhoda melakukan tanya jawab mengenai tugas dan tanggung jawab setiap keadaan darurat terutama keadaan darurat saat kebakaran semuanya telah memahami. Berikut merupakan data yang diambil dari wawancara kami dengan crew kapal, jawaban merupakan respon keseluruhan karena memiliki respon yang rata-rata sama :

Tabel 4.3. Wawancara pengamatan pengaruh pelatihan pemadaman api dan kesiapan crew kapal.

NO. PERTANYAAN JAWABAN

KESELURUHAN CREW KAPAL

KM.TANTO BERKAT 1 Menurut bapak seberapa

penting diadakan pelatihan pemadaman api ( fire drill) di atas kapal ?

Semua crew kapal menjawab penting di adakan fire drill di atas kapal.

2 Jika menurut bapak penting, apakah sudah efektif latihan

pemadaman api ( fire drill ) diatas kapal ini ? jelaskan alasan nya !

Semua crew kapal mejawab bahwa fire drill di atas kapal masih kurang efektif karena belum di laksanakan sesuai standar

(14)

3 Jika seumpama terjadi kebakaran diatas kapal ini apakah bapak merasa sudah siap untuk

menanganinya ?

Seluruh crew merasa siap di karenakan sudah banyak melaksanakan pelatihan pemadaman api di karenakan memiliki pengalaman layar yang lama 4 Apakah menurut bapak

crew ABK yang lain juga se siap bapak ?

Menurut semua crew menganggap bahwa seluruh crew di KM Tanto Berkat siap, karena rata-rata merupakan pelaut yang sudah lama bekerja di kapal

5 Apakah bapak

mengetahui tugas dan tanggung jawab bapak dalam latihan

pemadaman api ? jika tahu tolong sebutkan !

Semua crew mengetahui tugas dan tanggung jawab nya . karena tugas dan tanggung jawab crew di tempel di setiap pintu kamar ABK 6 Apakah bapak

mengetahui prosedur latihan pemadaman api di atas kapal ?.

Semua crew bisa menyebutkan prosedur pelatihan dan prosedur keadaan darurat.

D. PEMBAHASAN

Berdasarkan keadaan di lapangan setiap crew sudah memahami tugas dan tanggung jawabnya bila terjadi keadaan darurat khusunya keadaan darurat saat terjadi kebakaran. Tetapi sesuai peraturan dimana drill harus di lakukan minimal sebulan sekali belum bisa di laksanakan karena selama setahun kami melakukan praktek laut kami hanya 2x melaksanakan drill. Tetapi di lihat dari segi perawatan perlengkapan

(15)

pemadam. Termasuk ceklist bulanan dan perbaikan-perbaikan yang perlu di lakukan sudah berjalan dengan baik.

1. Pembahasan Pelaksanaan Fire Drill di Kapal KM. Tanto Berkat sesuai SOLAS 74

Berdasarkan hasil penelitian pada tabel 4.1 diatas dapat dilihat bahwa pelaksanaan fire drill di kapal KM. Tanto Berkat terdapat beberapa hal yang sesuai dengan SOLAS 74 dan beberapa hal yang tidak sesuai dengan SOLAS 74. Adapun pelaksanaan fire drill yang tidak sesuai SOLAS yaitu:

a. Pada nomor 1 pelaksanaan fire drill di kapal KM.

Tanto Berkat tidak sesuai dengan SOLAS 74.

Pelaksanaan drill kebakaran sesuai SOLAS 74 yaitu Latihan drill pemadaman kebakaran dilaksanakan minimal sebulan sekali sedangkan di kapal KM. Tanto Berkat dilaksanakan 2 kali dalam setahun.

b. Pada nomor 2 pelaksanaan fire drill di kapal KM.

Tanto Berkat tidak sesuai dengan SOLAS 74.

Pelaksanaan drill kebakaran sesuai SOLAS 74 yaitu Bila dalam jangka waktu satu bulan tidak dilaksanakan latihan maka harus dicatat dalam log book alasan- alasannya sedangkan di kapal KM. Tanto Berkat tidak ditulis di log book alasan-alasannya .

(16)

c. Pada nomor 5 KM. Tanto Berkat tidak pernah melaksanakan drill setelah 24 jam melaksanakan pelayaran keluar pelabuhan.

2. Pembahasan Hasil Wawancara

a. Berdasarkan wawancara semua crew menyadari bahwa diadakannya fire drill adalah penting dan wajib, walaupun belum bisa dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Crew juga menyadari bahwa dengan adanya drill pemadaman api crew secara keseluruhan menjadi siap bilamana terjadi situasi darurat terutama situasi kebakaran.

b. Berdasarkan wawancara semua crew menyadari bahwa latihan fire drill di atas kapal kurang efektif karena belum sesuai dengan standar yaitu minimal sebulan sekali. Hal ini karenakan jadwal kapal yang padat serta kondisi cuaca dan juga jadwal kerja harian antara departemen deck dan mesin yang banyak berbarengan dengan rencana drill dan tidak adanya koordinasi untuk mengkondisikan jadwal latihan dengan kerja harian.

c. Berdasarkan jawaban dari wawancara semua crew merasa siap karena walau intensitas pelatihan di kapal yang kurang tapi tetap di laksanakan hal ini juga di tunjang dengan pengalaman crew kapal yang telah bekerja lama di atas kapal sehingga beberapa kali

(17)

sering mendapatkan pelatihan pemadaman api atau fire drill di kapal.

d. Berdasarkan jawaban dari wawancara menurut penilaian setiap crew terhadap kesiapan crew lainnya menganggap semua crew telah siap bila mana ada kejadian darurat berupa kebakaran karena kebanyakan crew merupakan orang lama yang sudah bekerja di kapal.

e. Berdasarkan jawaban dari wawancara semua crew mengetahui tugas dan tanggung jawabnya karena di setiap pintu kamar di kapal di pasang muster list untuk setiap keadaan darurat sehingga crew bisa membacanya dan setiap drill Nakhoda selalu menannyai satu persatu crew kapal dan crew kapal yang tidak bisa menjawab akan mendapat hukuman push up dari Nakhoda .

f. Berdasarkan hasil wawancara semua Crew kapal mengetahui prosedur keadaan darurat maupun prosedur pelatian pemadaman api karena walau intensitas kurang, drill tetap di lakukan dan crew kapal banyak yang telah memiliki pengalaman lama menjadi pelaut

(18)
(19)
(20)

46

A. Kesimpulan

Dari hasil dan pembahasan mengenai permasalahan yang telah dipaparkan terdahulu, maka penulis dapat menarik kesimpulan antara lain:

1. Pelaksanaan fire drill di kapal KM.Tanto Berkat terdapat ketidak sesuaian dengan ketentuan SOLAS 74 sebagai berikut:

a. Sesuai SOLAS 74 latihan drill pemadaman kebakaran dilaksanakan minimal sebulan sekali sedangkan di kapal KM.Tanto Berkat dilaksanakan 2 kali dalam setahun.

b. Sesuai SOLAS 74 bila dalam jangka waktu satu bulan tidak dilaksanakan latihan maka harus dicatat dalam log book alasan kenapa latihan ditiadakan / dimundurkan sedangkan di kapal KM.TANTO BERKAT tidak ditulis di Log Book.

c. Sesuai SOLAS 74 Pemadaman bergilir dalam kelompok harus di laksanakan minimal 4 bulan sekali sedangkan di kapal KM.TANTO BERKAT tidak di laksanakan secara kelompok tapi langsung bersama- sama.

d. Walaupun intensitas pelatihan pemadaman kebakaran kurang tetapi crew tetap merasa siap dan kesiapan crew KM. Tanto Berkat juga di tunjang karena rata-rata crew memiliki pengalaman bekerja di kapal yang cukup lama.

(21)

Penulis mengajukan saran sebagai upaya yang dapat direalisasikan dalam pelaksanaan keadaan darurat kebakaran di kapal KM.TANTO BERKAT:

1. Pelaksanaan fire drill di kapal KM.Tanto Berkat harus disesuaikan dengan ketentuan SOLAS 74 mengenai waktu pelaksanaan, pencatatan di Log Book tentang alasan tidak dilaksanakannya latihan dan pemeriksaan alat pemadam api jinjing.

2. Harus adanya koordinasi antara departemen deck dengan mesin tentang kerja harian dan latihan drill sehingga latihan bisa di laksanakan dengan waktu yang sesuai standart yang berlaku.

Referensi

Dokumen terkait

Pada hasil penelitian ini, dalam melaksanakan praktek berlayar, Kurangnya kemampuan awak kapal dalam menghadapi keadaan darurat diatas kapal sangat kurang, dapat terlihat jelas dari