• Tidak ada hasil yang ditemukan

: Etika & Aspek Hukum Kontrak Konstruksi (ENCV608001)

N/A
N/A
Given Tohho

Academic year: 2023

Membagikan ": Etika & Aspek Hukum Kontrak Konstruksi (ENCV608001)"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

Departemen Teknik Sipil Dan Lingkungan Program Studi Teknik Sipil

Ujian Tengah Semester/Ujian Akhir Semester*

Semester Gasal/Genap* 2020/2021

Mata Kuliah (Kode) :Etika & Aspek Hukum Kontrak Konstruksi (ENCV608001) Dosen : Prof.Dr.Ir.Yusuf Latief MT Dan Ir. Setyo Supriyadi MS

Hari, Tanggal : Rabu, 14 April 2021 Waktu : 120 MENIT

Kompetensi (CPL) : CPL 1 & CPL 6 Sifat Ujian : Close

Nama : Tasya Nurulita Fatimah NPM : 1706023870

Petunjuk Ujian

Jawaban ujian dikumpulkan tepat jam 10.00 ke google drive http://gg.gg/UTS-Aspek-Hukum A. 30% Pilihan Ganda. Jawab seluruh soal berikut pada lembaran soal

1. CPMK1.1 poin 1 menit

Di bawah ini merupakan standar kontrak internasional, kecuali:

a. Federation Internationale des Ingenieurs Counseld (FIDIC) b. Joint Contract Tribunals (JCT)

c. Ikatan Arsitek Indonesia (IAI)

d. American Institutes of Architects (AIA) 2. CPMK1.1 1 poin 1 menit

Di bawah ini standar kontrak yang sering digunakan oleh negara Inggris dan negara persemakmuran adalah:

a. Federation Internationale des Ingenieurs Counseld (FIDIC) b. Joint Contract Tribunals (JCT)

c. Ikatan Arsitek Indonesia (IAI)

d. American Institutes of Architects (AIA) 3. CPMK1.1 1 poin 1 menit

Berikut ini adalah pernyataan yang TIDAK benar terkait kontrak FIDIC a. Mendasari kontraknya dengan tambahan Hukum Perdata Internasional b. Kontrak pertama dikembangkan di tahun 1967

c. Pembagian risiko yang berimbang antara pihak-pihak yang terkait d. Pembiayaan bersifat Lump Sum

4. CPMK1.1 1 poin 1 menit

Berikut ini adalah dokumen yang terdapat dalam kontrak SIA a. Perjanjian/Kontrak (Article of Contract)

b. Syarat-syarat kontrak (Conditions of Contract) c. Tambahan (Addendum on Amendments) d. (a), (b), dan (c) benar semua

5. CPMK1.1, 1 poin 1 menit

(2)

Berikut ini adalah yang BUKAN unsur-unsur JCT a. Royal Institution of British Architect

b. Greater London Council c. Association of County Councils

d. Committee of Associations of Specialist Engineering Contractor 6. CPMK1.1, 1 poin 1 menit

Berikut ini adalah yang BUKAN bagian dari Article of Agreement JCT

a. Uraian mengenai definisi, prosedur menetapkan sub-penyedia jasa tertunjuk, cara pembayaran, perpanjangan waktu, kesalahan-kesalahan, pembayaran akhir, dsb.

b. Penetapan mengenai penyelesaian perselisihan melalui Arbitrase.

c. Kewajiban pihak penyedia jasa untuk melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan sesuai contract bills dan contract drawing.

d. Pihak pengguna jasa harus membayar penyedia jasa sesuai contract sum pada waktu dan dengan cara-cara sesuai yang tercantum dalam condition of contract.

7. CPMK1.1, 1 poin 1 menit

Berikut ini adalah yang BUKAN bagian dari Conditions Part III: Fluctuation dari kontrak JCT a. Choice of Fluctuation Provision

b. Contribution, Levy, and Tax Fluctuation c. Use of Price Adjustment Formula

d. Power Fluctuations and Political Economy 8. CPMK1.1 1 poin 1 menit

Berikut ini adalah yang BUKAN bagian dari Conditions Part I: General dari kontrak JCT a. Determination by Employer

b. Determination by Contractor c. Determination by Sub-contractor d. Assignment and Sub-contacts 9. CPMK1.1, 1 poin 1 menit

Tujuan administrasi kontrak adalah:

a. Untuk memahami peran dan tanggung jawab masing-masing pihak dalam kontrak konstruksi b. Untuk memahami kewajiban penyedia jasa

c. Untuk memahami kewajiban pengguna jasa

d. Untuk memahami manfaat hasil pekerjaan konstruksi 10. CPMK1.1, 1 poin 1 menit

Ada berapa kali serah terima dalam pekerjaan konstruksi:

a. 1 kali (Final Hand Over)

b. 2 kali (Prefinal Hand Over dan Final Hand Over) c. 1 kali (Prefinal Hand Over)

d. 2 kali (Provisional Hand Over dan Final Hand Over)

11. CPMK1.1 1 poin 1 menit

Kapan pekerjaan konstruksi dimulai:

(3)

a. Sejak kontrak ditandatangani b. Setelah PCM

c. Sesuai tanggal yang ditentukan di dalam SPMK d. Setelah mobilisasi

12. CPMK1.1, 1 poin 1 menit Pre-construction Meeting adalah:

a. Rapat yang dilakukan sebelum melaksanakan pekerjaan konstruksi unutk menyamakan persepsi antara pengguna dan penyedia jasa

b. Rapat yang dilakukan sebelum melaksanakan pekerjaan konstruksi untuk membahas kondisi keuangan penyedia jasa

c. Rapat yang dilakukan selama pelaksanaan pekerjaan konstruksi unutk menyamakan persepsi antara pengguna dan penyedia jasa

d. Rapat yang dilakukan sebelum serah terima hasil pekerjaan pelaksanaan pekerjaan konstruksi 13. CPMK1.1, 1 poin 1 menit

Rapat persiapan pelaksanaan kontrak pekerjaan konstruksi dihadiri oleh, kecuali:

a. Pengguna jasa

b. Penyedia jasa kontraktor

c. Unsur pengawasan dan unsur perencanaan d. Masyarakat sekitar pekerjaan konstruksi 14. CPMK1.1, 1 poin 1 menit

Hal yang perlu dibahas dan disepakati dalam rapat persiapan pelaksanaan kontrak adalah sebagai berikut, kecuali:

a. Program mutu dan Organisasi kerja

b. tata cara pengaturan pelaksanaan pekerjaan c. Organisasi perusahaan kontraktor

d. Jadwal pengadaan bahan/material, mobilisasi peralatan dan personil 15. CPMK1.1 1 poin 1 menit

Pelaksanaan PCM paling lambat:

a. 3 hari setelah SPMK b. 5 hari setelah SPMK c. 7 hari setelah SPMK d. 9 hari setelah SPMK 16. CPMK1.1, 1 poin 1 menit

Hasil rapat PCM harus dituangkan ke dalam berita acara yang ditandatangani oleh, kecuali:

a. Direksi pekerjaan b. Wakil direksi pekerjaan c. Penyedia jasa

d. Pemanfaat hasil pekerjaan

17. CPMK1.1 1 poin 1 menit

Serah terima hasil pekerjaan dilakukan untuk:

a. Mengalihkan risiko pekerjaan dari kontraktor ke pemilik proyek

(4)

b. Memulai masa pemeliharaan

c. Mengembalikan hak penuh pemilik proyek atas lokasi proyek dan berakhirnya hak pemilik proyek atas ganti rugi keterlambatan penyelesaian

d. Semua benar

18. CPMK1.1, 1 poin 1 menit

Kegiatan-kegiatan yang memerlukan negosiasi?

a. Dalam penyiapan konsep kontrak pekerjaan kontruksi b. Dalam perbaikan defact and deficiance saat proses PHO c. Dalam serah terima hasil pekerjaan

d. Dalam rapat persiapan lapangan (PCM) 19. CPMK1.1 1 poin 1 menit

Yang BUKAN aturan penerbitan SPMK?

a. PP No. 28 Tahun 2008

b. Keppres RI No. 80 Tahun 2003 c. Kepmen PU No. 257 Tahun 2004 d. Dokumen lelang

20. CPMK1.1, 1 poin 1 menit

Yang mana yang BUKAN ketentuan umum SPMK

a. Penerbitan surat maksimal 7 hari sejak penandatanganan kontrak PPK b. Mencamtumkan tanggal late start sebuah pekerjaan kontrak

c. Serah terima lapangan dilaksanakan setelah permasalahan dengan pemda/masyarakat terselesaikan

d. Tanggal terbit SPMK merupakan awal periode pelaksanaan konstruksi 21. CPMK1.1, 1 poin 1 menit

Pernyataan yang TIDAK benar terkait Site Take Over:

a. Penyerahan lokasi kerja dilakukan sesudah SPMK diterbitkan

b. PPK berkewajiban menyerahkan lokasi kerja sesuai kebutuhan Penyedia yang tercantum dalam rencana kerja yang telah disepakati oleh parah pihak

c. Penyerahan lokasi kerja yang telah disepakati harus dituangkan dalam Berita Acara d. Perubahan isi kontrak harus dituangkan dalam Adendum Kontrak

22. CPMK1.1, 1 poin 1 menit

Kriteria administrasi kontrak yang baik:

a. Membuat inventarisasi atau daftar periksa dari ketentuan-ketentuan yang ada b. Melakukan pencatatan (recording)

c. Mempersiapkan data pendukung d. Benar semua

23. CPMK1.1, 1 poin 1 menit

Masalah yang dapat menimbulkan klaim:

a. Keadaan lapangan tidak sesuai dengan kontrak

(5)

b. Penundaan pekerjaan c. Force Majeur

d. Changes cost and legislation 24. CPMK1.1, 1 poin 1 menit

Pernyataan yang TIDAK benar terkait Final Hand Over:

a. Pembuatan Berita Acara Penyerahan Akhir / Ke II pekerjaan oleh Panitia Penerima pekerjaan

b. Penyerahan Akhir Pekerjaan oleh Penyedia Jasa kepada Pengguna Jasa

c. Pengembalian Jaminan Pemeliharaan dan jaminan Pelaksanaan oleh Pengguna Jasa kepada Penyedia Jasa

d. Pembayaran sebesar 100% dari Nilai Kontrak oleh Pengguna Jasa 25. CPMK1.1, 1 poin 1 menit

Pernyataan yang TIDAK benar terkait Provisional Hand Over:

a. Penyerahan Pertama Pekerjaan oleh Penyedia Jasa kepada Pengguna Jasa b. Penyerahan Jaminan Pemeliharaan oleh Penyedia Jasa

c. Pembayaran sebesar 100 % dari Nilai Kontrak oleh Pengguna Jasa

d. Perbaikan cacat hasil pemeliharaan pekerjaan oleh Panitia Penerima pekerjaan 26. CPMK1.1, 1 poin 1 menit

Yang TIDAK termasuk Surat Tanda Jaminan?

a. Jaminan Lelang b. Jaminan Kinerja c. Jaminan Klaim d. Jaminan Pembayaran 27. CPMK1.1, 1 poin 1 menit

Pernyataan yang TIDAK benar tentang Dewan Sengketa:

a. menghemat waktu dan biaya

b. Dewan Sengketa bukan sebagai alternatif penyelesaian sengketa c. tetap menjaga hubungan baik antara pengguna jasa dan penyedia jasa.

d. Anggot dewan sengketa harus professional dan netral 28. CPMK1.1, 1 poin 1 menit

Yang TIDAK termasuk tahapan upaya penyelesaian sengketa adalah a. Negosiasi

b. Mediasi c. Konsiliasi d. Arbitrase

29. CPMK1.1 1 poin 1 menit

Peraturan perundang-undangan yang tidak mengatur tentang sanksi administrative?

a. PP No. 28 Tahun 2008

b. Permenhub No. KM 26 Tahun 2009

(6)

c. Keppres RI No. 80 Tahun 2003

d. Permenhut No. P.39/MENHUT-II/2008 Tahun 2008 30. CPMK1.1 1 poin 1 menit

Hal yang TIDAK dibahas dan disepakati dalam PCM:

a. Progam mutu b. Rencana K3 Kontrak

c. Penyamaan persepsi tentang pasal-pasal pada dokumen kontrak d. Pembayaran dari pengguna jasa ke penyedia jasa

(7)

B. ESSAY :

CPMK1.2 70% jawablah soal berikut pada lembar jawaban 1. Jelaskan pengertian sanksi pidana dan sanksi perdata!

Hukum Pidana : Merupakan sebuah hukum yang mengatur akan ketentuan perbuatan yang dilarang, Ketika ketentuan ini dilanggar maka akan diberikan hukuman.

Hal yang diatur dalam hukum pidana mencakup kepentingan umum

Hukum Perdata : Merupakan sebuah hukum yang mengatur hak dan kepentingan individu dengan individu lain dalam bermasyarakat

2. Jelaskan dampak perpindahan sanksi pidana ke perdata!

Ketika terjadi kasus pindana kemudian berpindah ke perdata, maka dampak yang terjadi adalah sanksi yang diberikan lebih ringan. Umumnya dikenakan denda ganti rugi perdata atas perjanjian yang telah dibuat

3. Apa kualifikasi ahli hukum konstruksi?

a. Tipe Ahli Hukum Praktek b. Kepribadian

c. Harga

d. Penggunaan Siasat/Strategi e. Biaya/Ongkos

4. Sebutkan beberapa contoh sanksi administrasi beserta dampak dari sanksi administrasi tersebut!

- Peringatan tertulis - Denda administratif

- Penghentian sementara kegiatan layanan konstruksi

Namun jika tetap pengulangan kelalaian, maka akan dapat dicantumkan dalam daftar hitam, pembekuan izin, dan pencabutan izin

5. Jelaskan tata cara penyelesaian sengketa apabila hal tersebut tidak tertuang dalam perjanjian kontrak!

- Melakukan musyawarah yang mufakat, jika tidak tercapai maka dilakukan tahapan selanjutnya

- Tahapan selanjutnya adalah tata cara penyelesaian sengketa dengan Mediasi, Konsolidasi, Arbitrase

- Membentuk dewan penyelesaian sengketa

(8)

6. Jelaskan perbedaan adendum dan amandemen!

Addendum : perubahan atau penambahan kontrak dikarenakan perubahan pada kondisi lapangan dan bila terjadi force majeure. Addendum ini menyatu dengan dokumen awal kontrak sehingga menjadikan addendum sebuah perjanjian tambahan yang masih memiliki kaitan dengan dokumen sebelumnya

Amandemen : perubahan kontrak yang dokumennya terpisah dari dokumen awal.

Tujuannya untuk memperbaiki atau menyempurnakan dokumen sebelumnya

7. Apa yang dimaksud dengan peristiwa kompensasi pada tahap Site Take Over (STO)?

Pada saat provinsional hand over dilakukan pengecekan kondisi di lapangan untuk memastikan kesesuaian konstruksi dengan rencana

8. Jelaskan pengertian Pre-Construction Meeting (PCM)! Berapa kali PCM dilakukan?

Pre-Construction Meeting (PCM) atau rapat persiapan pelekasanaan konstruksi merupakan rapat yang dilakukan sebelum mulai konstruksi tujuannya untuk membahas syarat umum dan khusus serta membuat kesepakatan akan kendala yang mungkin akan terjadi. PCM ini paling lambat dilakukan 1 minggu sebelum konstruksi dimulai

9. Apa perbedaan denda dan sanksi pada saat pelaksanaan kontrak?

Denda : ganti rugi yang dibayarkan dikarenakan kelalaian pengguna jasa yang tidak menyelesaikan pekerjaan sesuai kesepakatan

Sanksi : langkah hukum yang diberikan ke pihak yang melanggar kontrak

10. Jelaskan pengertian Provisional Hand-Over (PHO) dan Final Hand-Over (FHO)!

Kapan PHO dan FHO dilaksanakan?

Provinsial Hand Over (PHO) : merupakan kegiatan serah terima pekerjaan yang dilakukan oleh penyedia jasa kepada direksi pekerjaan yang sudah terlebih dahulum diteliti oleh panitia terhadap hasil pekerjaan konstruksi yang dilakukan

Final Hand Over (FHO) : merupakan kegiatan serah terima pekerjaan yang

dilakukan secara resmi oleh penyedia jasa kepada direksi pekerjaan karena telah

(9)

menyelesaikan semua kewajibannya selama masa pemeliharaan. FHO ini dilakukan setelah masa pemeliharaan selesai

11. Kondisi seperti apa yang diperbolehkan untuk memperpanjang waktu dalam standar kontrak FIDIC dan bagaimana dengan kondisi di Indonesia ?

Keadaan yang terjadi diuar kehendak:

- Cuaca buruk

- Kekurangan pekerja atau barang yang tidak dapat diperkirakan sebelmnya - Keterlembatan, kesulitan, kendala akibat pengguna jasa

- Pekerja sub-kontraktor

12. Sebutkan Persamaan dan perbedaan kontrak internasional? (FIDIC, AIA, JCT) Persamaan :

- Menggunakan Bahasa inggris sehingga mudah dimengerti

- Istilah denda tidak lagi digunakan dan digantikan dengan ganti rugi keterlambatan - Mengizinkan penyelesaian pekerjaan secara bertahap

- Penamaan “penyedia jasa” pada ketiganya adalah contractor

Perbedaan :

- Untuk FIDIC digunakan untuk kontruksi sipil, AIA untuk kontrak pekerjaan sipil, dan JCT untuk pekerjaan bangunan

- Penamaan “pengguna jasa” pada FIDIC dan JCT adalah employer, dan pada AIA adalah owner

- Penamaan “pengawas pekerjaan” pada FIDIC adalah Engineer, pada AIA adalah architect/engineer, dan pada JCT adalah architect

13. Sebutkan minimal 10 konten kontrak FIDIC!

- Ketentuan Umum - Penyedia Jasa - Pengguna Jasa

- Sub Penyedia Jasa Tertunjuk - Enjinir

- Pelaksanaan, keterlambatan, dan penangguhan - Peralatan, bahan, dan tenaga kerja

- Tanggung jawab dan kecacatan - Perubahan dan penyesuaian - Nilai kontrak dan pembayaran

- Pemutusan kontrak oleh pengguna jasa

- Penangguhan dan pemutusan oleh penyedia jasa

- Keadaan memaksa

(10)

- Risiko dan tanggung jawab - Asuransi

- Klaim, sengketa, dan arbitrase

14. Jelaskan kelebihan dan kekurangan penerapan kontrak FIDIC di Indonesia!

Kelebihan :

- Menggunakan Bahasa inggris sehingga mudah dimengerti

- Istilah denda tidak lagi digunakan dan digantikan dengan ganti rugi keterlambatan - Mengizinkan penyelesaian pekerjaan secara bertahap

Kekurangan :

- Untuk menyelesaikan sengketa, cenderung memilih arbitrase - Terdapat beberapa kasus/orang tidak cocok dengan FIDIC

15. Kontrak FIDIC dibedakan menjadi beberapa jenis, salah satunya FIDIC Yellow Book, FIDIC Red Book, dan FIDIC Silver Book. Jelaskan fungsi dari masing-masing jenis kontrak FIDIC tersebut!

FIDIC Red Book :

Buku ini pertama kali diterbitkan pada tahun 1957 di Indonesia. Buku ini merupakan jenis FIDIC yang paling umum digunakan karena diperuntukan sebagai standar kontrak konstruksi. Dalam buku ini dibahas beberapa hal untuk menguntungkan banyak pihak diantaranya formulir kontrak konstruksi di semua proyek di mana desain disediakan oleh Majikan, mengikuti rute pengadaan Desain tradisional, Tawar dan Bangun. Kontraktor dibayar berdasarkan pengukuran untuk jumlah aktual pekerjaan yang dilakukan. Jumlah Kontrak yang diterima didasarkan pada taksiran jumlah

FIDIC Yellow Book :

Buku ini pertama kali diterbitkan pada tahun 1963 dan terus berkembang setelah itu.

Buku ini membahas bagian instalasi mesin dan rancang bangun bagi kontraktor (plant and

design – build). Perbedaan buku merah dengan buku kuning adalah jika pada buku merah

kontraktor akan melakukan pekerjaan sesuai disain yang telah dibuat oleh konsultan desain,

sedangkan pada buku kuning kontraktor akan menyiapkan desain dan melaksanakan

pembangunan dengan Batasan proposal yang dianjukan kepada pengguna jasa sesuai dengan

persyarakat/kebutuhan pengguna jasa (employer’s requirement). Selain itu, perbedaan

lainnya adalah jika pada buku merah pembayaran berdasarkan sertifikat engineer yang

dibuat berdasarkan hasil pengukuran kerja dan harga satuan yang tercantum dalam daftar

harga satuan (BOQ), sedangkan pada buku kuning pembayararan berdasarkan sertifikat

engineer dan persentasi pekerjaan yang telah dilakukan

(11)

FIDIC Silver Book :

Buku ini pertama kali diterbitkan pada tahun 1990-an dengan mengikuti tren pada industry kontruksi. Buku ini diperuntukkan untuk proyek EPC/Turnkey di mana Sebagian besar risiko dialokasikan untuk kontraktor, dimana kontraktor berperan sebagai desainer atau pembangun. Buku ini banyak berhasil untuk digunakan oleh proyek jalan tol di Indonesia.

Perbedaan buku perak dengan buku merah dan kuning adalah dengan “unforeseeable

physical condisitions” yang hanya ada pada buku merah dan kuning, sedangkan untuk buku

perat adalah “unforeseeable difficulties”. Sehingga pada buku perak ini diharapkan

kontraktor sudah lebih paham terhadap keadaan di lapangan dan tidak berhak mengajukan

tambahan biaya atau waktu jika tidak terdapat perubahan

Referensi

Dokumen terkait

Metode penunjukan langsung dibuat dalam bentuk kontrak konstruksi yang berisi perjanjian pemborongan antara pemilik pekerjaan dan kontraktor untuk melaksanakan, menyelesaikan

Terkadang kesibukan sering menjadi alasan bagi yang bekerja di IFRS melakukan pekerjaan tidak sesuai SOP, contohnya ketika terdapat obat yang tidak

Pekerja melakukan pekerjaan sesuai dengan apa yang ditetapkan di perjanjian kerja. Pelaksanaan kerja dilakukan dalam kurun waktu tertentu yang telah ditetapkan oleh pemberi kerja.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengungkap akibat hukum yang akan di timpahka kepada pihak yang melakukan wanprestasi, dan untuk mengetahui