• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teknik Pelaksanaan dan Alat Berat

N/A
N/A
Naufal Armikha Rafly

Academic year: 2024

Membagikan "Teknik Pelaksanaan dan Alat Berat "

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Teknik Pelaksanaan dan Alat Berat

Civil Engineering Department

Engineering Faculty- Universitas Brawijaya 2024

Ir. Sugeng P. Budio, MS., IPU Ir. Kartika Puspa Negara., Ph.D.

Bahasan :

Biaya Alat Berat

Civil Engineering Department

Engineering Faculty- Universitas Brawijaya 2024

Sub CPMK :

Mahasiswa memahami perhitungan Biaya Alat Berat

Biaya Alat

Peralatan kita operasikan untuk mencapai produksi yang tinggi. Tetapi didalam pengoperasian tersebut kita harus selalu mengusahakan agar biaya yang dikeluarkan sekecil mungkin. Sehingga timbul

pengertian istilah “Tampilan Alat Terbaik” yaitu Ketika

produksi alat adalah maksimal dengan biaya operasi alat terendah atau minimal.

Biaya kepemilikan dan biaya operasi alat untuk suatu jenis alat tidak selalu sama, terpengaruh banyak faktor, misalnya :

Harga pelumas yang berbeda antar tempat

Jenis pekerjaan yang dilakukan

Suku bunga modal yang berlainan

Harga beli alat yang berbeda

Biaya Alat

, 2013)

Biaya Alat

Biaya Kepemilikan

Depresiasi Bunga modal, asuransi

Pajak

Biaya Operasi

Bahan bakar Pelumas, filter

Ban Perbaikan Suku cadang khusus Gaji/ upah operator

(2)

Biaya Kepemilikan

adalah jumlah biaya setiap jam selama umur ekonomis alat yang harus diterima kembali oleh pemilik alat karena telah mengeluarkan biaya untuk pembelian alat, angkutan, pajak, asuransi dan juga bunga modal.

Disebut juga dengan biaya tetap

Biaya Alat

Biaya Kepemilikan

Depresiasi Bunga modal, asuransi

Pajak

Biaya Operasi

Bahan bakar Pelumas, filter

Ban Perbaikan Suku cadang khusus Gaji/ upah operator

Bunga Modal, Asuransi dan Pajak

▪ Besarnya asuransi yang harus dibayarkan tergantung dari harga alat, jenis asuransi, jangka waktu asuransi, jenis pekerjaan yang dilaksanakan, lokasi pekerjaan yang semua itu dinilai oleh perusahaan asuransi.

▪ Didalam pengelolaan peralatan : 1. Asuransi pengangkutan 2. Asuransi pengoperasian

▪ Sebagian besar orang lebih condong mengambil “all risk”

Depresiasi=Biaya Penyusutan

• Adalah penurunan nilai dari suatu alat/ mesin akibat dari pertambahan umur pemakaian (waktu)

• Terdapat bagian-bagian yang rusak atau aus karena lamanya waktu pemakaian sehingga alat/

mesin tidak dapat bekerja dengan kemampuan maksimal→ Hal ini merupakan suatu kerugian

Depresiasi

Biaya Penyusutan

Ada 3 metode yang digunakan untuk menghitung penyusutan (depresiasi) :

Metode garis lurus (straight line method).

Metode jumlah tahun (sum of years method).

Metode saldo menurun (declining balance method).

(3)

Metode Garis Lurus

• Paling mudah & cepat

• Biaya penyusutan dianggap sama setiap tahun

• Penurunan nilai tetap sampai pada akhir umur ekonomis

Umur Ekonomi Alat

Alat konstruksi memiliki batas waktu/ umur ditinjau dari manfaat ekonominya. Umur ekonomis alat adalah periode waktu alat (dalam tahun) yang optimum untuk pemeliharaan alat.

Didalam manajemen peralatan, umur dari alat dibatasi pada umur ekonominya. Arti umur ekonomi adalah batas waktu dimana suatu alat sudah tidak ekonomis lagi, walaupun kadang- kadang alat tersebut masih dapat berfungsi, tetapi biaya yang dikeluarkan lebih besar dari nilai hasil kerja yang dihasilkan (manfaat ekonomi).

Bisa jadi alat yang relatif baru, tetapi karena pemeliharaannya buruk, maka alat tersebut sudah tidak ekonomis lagi. Umur ekonomi alat tidak hanya ditetapkan dari waktu saja tetapi sangat dipengaruhi oleh jam kerjanya

Contoh Umur Alat

Source : Ir. Asiyanto, MBA, IPM

Rumus-rumus yang digunakan :

Laju penyusutan :

Nilai penyusutan tahunan :

Nilai rata-rata alat selama umur ekonomis :

n Rm =1

(

P F

) (

P F

)

n R

Dm= m − = −

( ) ( )

n n F n P P

2 1

1+

= +

(jam/th) setahun alat efektif kerja Jam

(Rp/th) tahunan penyusutan Nilai

(Rp/jam) Penyusutan

Biaya =

(4)

Contoh :

Suatu peralatan baru yang harganya Rp 250 juta diperkirakan mempunyai nilai sisa sebesar Rp 25 juta setelah 5 tahun. Penggunaan alat tersebut rata-rata 1400 jam / tahun. Berapakah nilai rata-rata dari alat dan berapa besar biaya penyusutannya ?

Contoh :

Suatu peralatan baru yang harganya Rp 250 juta diperkirakan mempunyai nilai sisa sebesar Rp 25 juta setelah 5 tahun.

Penggunaan alat tersebut rata-rata 1400 jam / tahun. Berapakah nilai rata-rata dari alat dan berapa besar biaya penyusutannya ?

P = Rp 250 juta

F = Rp 25 juta

n = 5 tahun

Jam kerja efektif = 1400 jam/th

Jawaban :

Nilai rata-rata alat = = Rp 160 juta

Nilai penyusutan = = Rp 45 juta / tahun

Biaya penyusutan = 45 juta / 1400 = Rp 32.143 / jam

( ) ( )

5 2

1 5 jt 25 1 5 jt 250

− +

= + P

5 jt 25 jt 250 −

m= D

PERHITUNGAN BIAYA KEPEMILIKAN

Biaya Kepemilikan

Besarnya biaya kepemilikan dapat dihitung dengan 2 cara :

1. Biaya Kepemilikan (Rp/jam) = Biaya Penyusutan + Biaya Investasi

2. Cara Annual Cost :

i = bunga modal + pajak + asuransi

( ) ( )

setahun alat efektif kerja Jam

, , / ,

, (Rp/jam) /

n Kepemilika

Biaya = PA PinF A Fin

( )

(jam/th) setahun alat efektif kerja Jam

(Rp/th) asuransi pajak modal bunga alat rata - rata Nilai (Rp/jam) Investasi

Biaya =  + +

Contoh :

Suatu peralatan baru yang harganya Rp 250 juta diperkirakan mempunyai nilai

sisa sebesar Rp 25 juta setelah 5 tahun. Penggunaan alat tersebut rata-rata

1400 jam / tahun. Jika bunga modal sebesar 12 %/th, pajak dan asuransi

sebesar 8 %/th, berapakah besarnya biaya kepemilikan ?

(5)

Contoh :

Suatu peralatan baru yang harganya Rp 250 juta diperkirakan mempunyai nilai sisa sebesar Rp 25 juta setelah 5 tahun. Penggunaan alat tersebut rata-rata 1400 jam / tahun. Jika bunga modal sebesar 12

%/th, pajak dan asuransi sebesar 8 %/th, berpakah besarnya biaya kepemilikan ?

Cara 1 :

Dari contoh sebelumnya :

biaya penyusutan = Rp 32.143 / jam Nilai rata-rata alat = Rp 160 juta

Biaya investasi = = Rp 22.857 / jam

Biaya Kepemilikan = 32.143 + 22.857 = Rp 55.000 / jam

( )

1400 08 , 0 12 , 0 jt

160 +

Cara 2

i = 12 % + 8 % = 20 % Biaya Kepemilikan =

= Rp 62.110 / jam

( ) ( )

1400

5

%, 20 , / jt 25 5

%, 20 , / jt

250 A PA F

1400

13438 , 0 jt 25 33438 , 0 jt

250  − 

=

BIAYA OPERASI

Biaya operasi alat adalah biaya-biaya yang dikeluarkan untuk keperluan pengoperasian alat.

Terdiri dari : 1. Bahan bakar 2. Pelumas

3. Pemeliharaan dan perbaikan alat

4. Penggantian ban (untuk kendaraan roda ban) atau penggantian undercarriage (untuk kendaraan roda rantai)

5. Upah operator / mekanik 6. Suku-suku cadang khusus

Biaya Operasi a. Bahan Bakar

Pada saat bekerja, mesin tidak selalu mengeluarkan daya penuh, kalua sedang menunggu atau manuver daya relative lebih kecil dibandingkan saat mengeruk atau menggusur.

Prakiraan bahan bakar dapat digunakan pendekatan :

• Mesin bensin :

Keperluan bahan bakar = + 0,06 galon/jam HP (US) = 0,23 liter / fwHP.jam (0,23 liter untuk setiap daya kuda pada roda gila per jam)

• Mesin solar :

Keperluan bahan bakar = + 0,04 gallon/jam HP (US) = 0,15 liter / fwHP.jam

Pendekatan lain : umumnya bahan bahakar yang dipakai antara 12-15% HP alat per jam

(6)

Contoh :

• Power Shovel diesel berdaya 160 fwHP.

• Daya maksimal adalah waktu mengeruk yang memerlukan waktu 5 detik dari waktu siklus (keruk-muat-swing Kembali) = selama 20 detik, dan 15 detik sisanya daya yang digunakan hanya sebesar 0,5 dari daya maksimumnya.

• Power shovel tidak bekerja selama 10 – 15 menit dalam 1 jam.

• Andaikan alat ini beroperasi 50 menit per jam, perkirakanlah pemakaian bahan bakarnya dalam satu jam.

Jawab : Daya = 160 HP Faktor daya mesin :

Saat mengeruk = 5/20 x 1 = 0,250 Sisanya = 15/20 x 0,5 x 1 = 0,375 Faktor total = 0,625 Faktor efisiensi waktu = 50/60 = 0,833

Faktor operasi total = 0,625 x 0,833 = 0,521

Pemakaian solar per jam = 0,521 x 160 x 0,15 = 12,5 liter

b. Pelumas

Lama waktu penggantian pelumas dipengaruhi oleh kondisi kerja di lapangan : 1. Lapangan kerja sangat berdebu : setiap 50 jam

2. Lapangan kerja sedang, kadang-kadang berdebu : setiap 200 jam 3. Lapangan kerja bersih, sedikit debu : sampai 500 jam

dimana :

q :jumlah penggunaan pelumas (gal/jam, liter/jam) HP :daya mesin

f :faktor operasi

C :kapasitas karter oli(gal, liter) t :jumlah jam antara penggantian (jam)

( )

( ) ( )

(jam)

gal lb/gal

4 7

lb/HP.jam 006 , 0 (gal/jam) HP

t C ,

q = f +

( )

( ) ( )

(jam)

liter kg/liter

89 , 0

kg/HP.jam 003 , 0 ) HP (liter/jam

t C

q = f +

Rumus tersebut diatas didasarkan pada faktor operasi = 60% serta jumlah oli yang terpakai untuk operasi per HP per jam = 0,003 kg

Pendekatan lain banyaknya penggunaan minyak pelumas : 0.35-0.60% dari HP alat dalam satu jam

Biaya Ban

tergantung dari harga ban, perkiraan umur ban berdasarkan pengalaman/ menurut rekomendasi pabrik pembuat.

Biaya penggantian ban dapat dirumuskan :

• Biaya ban / jam (Rp/ jam) = harga ban yang diganti / umur ban

Biaya Pemeliharaan dan Perbaikan

• Faktor yang mempengaruhi besarnya biaya perbaikan alat : kondisi pemakaian, kecakapan operator, dan adanya perawatan yang memadai.

• Besarnya faktor untuk menentukan biaya perbaikan/pemeliharaan biasanya telah ada rekomendasi dari pabrik pembuat alat, yang besarnya tergantung dari kondisi pemakaian dan ditentukan :

𝐹𝑎𝑘𝑡𝑜𝑟 𝑝𝑒𝑟𝑏𝑎𝑖𝑘𝑎𝑛 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑝𝑒𝑚𝑒𝑙𝑖ℎ𝑎𝑟𝑎𝑎𝑛 ∗ 𝐻𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑎𝑙𝑎𝑡−𝐻𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑏𝑎𝑛 𝑃𝑒𝑟𝑘𝑖𝑟𝑎𝑎𝑛 𝑢𝑚𝑢𝑟 𝑒𝑘𝑜𝑛𝑜𝑚𝑖𝑠 𝑎𝑙𝑎𝑡 (𝑗𝑎𝑚)

biaya perawatan dan perbaikan = 12.5%−17.5% ∗ℎ𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑎𝑙𝑎𝑡 𝑗𝑎𝑚 𝑘𝑒𝑟𝑗𝑎 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 1 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛 (𝑗𝑎𝑚)

Upah Operator

• Besarnya upah operator tergantung dari : lokasi pekerjaan, perusahaan ybs, peraturan yang berlaku di lokasi, dan kontrak antara operator dengan perusahaannya.

• Pada dasarnya upah operator dihitung dalam besarnya uang yang dibayarkan per jam kerjanya.

Contoh :

Hitunglah biaya total per jam (biaya kepemilikan dan biaya operasi) dari power shovel bermesin diesel yang mempunyai kapasitas bucket ¾ cu.yd, dengan data sbb. :

• Mesin 160 HP

• Kapasitas karter 22,7 liter

• Selang waktu penggantian olie 100 jam

• Faktor operasi 0,60

• Usia ekonomis alat 5 tahun tanpa nilai sisa

• Jam operasi per tahun 1400

• Bobot pengapalan 25,4 ton

• Harga menurut FOB (Free on board) $ 119.350

• Biaya pengangkutan per ton $ 52,91

• Pajak pembelian 5 %

• Biaya penurunan dari kapal dan perakitan $ 359

• Pemeliharaan dan perbaikan sebesar 100% dari nilai penyusutan alat

• Bunga modal, pajak kekayaan dan asuransi 20 % per tahun

• Untuk operasi diperlukan gemuk pelumas 0,23 kg per jam

• Harga solar $ 0,33 per liter

• Harga olie $ 0,53 per liter

• Harga gemuk pelumas $ 1,1 per kg

(7)

Biaya Kepemilikan

• Harga FOB = $ 119.350

• Biaya pengangkutan : $ 52,91 x 25,4 =$ 1.344

• Pajak pembelian : 5 % x $ 119.350 =$ 5.968

• Biaya penurunan dari kapal dan perakitan =$ 359

• Harga total alat (P) = $ 127.021

• Nilai sisa (F) = 0

• Umur ekonomis alat (n) = 5 tahun

• Suku bunga total (i) = 20 % / tahun

Biaya kepemilikan = ( ) = $ 30,34 / jam

1400 33438 , 0 021 . 127 1400

0 5

%, 20 , / 021 .

127 A P − = 

Biaya Operasi

Pemakaian solar per jam = 0,15 x 160 x 0,6 = 14,4 liter

• Pemakaian olie per jam = 0,55 liter

• Nilai penyusutan tahunan = =$ 25.404 / tahun

• Biaya pemeliharaan dan perbaikan = =$ 18,15 / jam

• Biaya solar = 14,4 x0,33 = $ 4,75 / jam

• Biaya olie = 0,55 x 0,53 = $ 0,29 / jam

• Biaya gemuk = 0,23 x 1,1 = $ 0,25 / jam

Biaya operasi (tidak termasuk upah operator) = $ 23,44 / jam Biaya total alat = 30,34 + 23,44 = $ 53,78 / jam

100 7 , 22 89 , 0

003 , 0 6 , 0

160  +

5 0 021 .

127

1400 404 . 25

% 100

Harga Satuan Dasar Peralatan (Mekanis)

Permen PUPR No 1 Thn 2022

Contoh Perhitungan Biaya Sewa

Alat/ Jam berdasar Permen PUPR

No 1 Thn 2022

(8)

Hubungan Biaya dan Produksi Alat

• Tujuan dari diketahuinya biaya dan produksi dari suatu alat adalah dapat menghitung estimasi biaya pekerjaan yang menggunakan alat berat.

• Cara :

𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑝𝑒𝑘𝑒𝑟𝑗𝑎𝑎𝑛 𝑅𝑝 = 𝑣𝑜𝑙 𝑝𝑒𝑘𝑒𝑟𝑗𝑎𝑎𝑛 𝑚

3

𝑥 ℎ𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑠𝑎𝑡 𝑝𝑒𝑘 ( 𝑅𝑝 𝑚

3

) ℎ𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑠𝑎𝑡𝑢𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑘𝑒𝑟𝑗𝑎𝑎𝑛 ( 𝑅𝑝 𝑚 Τ

3

) = 𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑎𝑙𝑎𝑡 ( 𝑅𝑝 𝑗𝑎𝑚) Τ

𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑠𝑖 𝑎𝑙𝑎𝑡 ( 𝑚

3

Τ 𝑗𝑎𝑚)

References

PermenPUPR No 1 Tahun 2022 tentang Pedoman Penyusunan Perkiraan Biaya Pekerjaan Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Buku Ajar Teknik dan Pelaksanaan Alat Berat. Departemen Teknik Sipil, Universitas Brawijaya. Saifoe El Unas & Kartika Puspa Negara

Pemindahan Tanah Mekanis, Departemen PU. Ir. Rochmanhadi.

Manajemen Alat Berat untuk Konstruksi. 2008. Ir. Asiyanto, MBA, IPM.

Alat-alat berat dan Penggunaannya. 1992. Ir. Rochmanhadi Alat-Alat Berat. 1998. Hendra Suryadharma & Heryanto Y.W.

Thank You

Referensi

Dokumen terkait

masuk Data penjualan alat berat pelanggan Pimpinan 10.3 Laporan grafik alat berat pelanggan 10.9 Laporan suku cadang masuk 10.7 Laporan stok suku cadang 10.11 Laporan rekap

Penelitian ini dilakukan dengan spesifikasi mesin, nilai investasi dump truck, data penggunaan bahan bakar, data pemakaian pelumas, data penggantian suku cadang, data waktu

Peserta didik dapat Menganalisis transaksi penyesuaian pemakaian supplies, biaya depresiasi aset tetap, pembebanan biaya sewa, biaya asuransi, biaya bunga, biaya kerugian piutang,

masuk Data penjualan alat berat pelanggan Pimpinan 10.3 Laporan grafik alat berat pelanggan 10.9 Laporan suku cadang masuk 10.7 Laporan stok suku cadang 10.11 Laporan rekap

Dimana user mau menunggu barang yang diminta sampai tersedia di gudang, merendam fluktuasi permintaan suku cadang, dapat menjaga persediaan suku cadang dan

Data yang berkaitan dengan biaya operasional mesin, seperti biaya pemakaian energi, pelumas, suku cadang, upah tenaga kerja, dan perawatan. Selain itu diperlukan juga data

dari kondisi aktual yang ada maka berusaha membantu memberikan gambaran kepada perusahaan untuk menentukan metode yang tepat untuk proses pengadaan suku cadang filter sesuai

Dengan melakukan klasifikasi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, biaya overhead dan membebankan biaya listrik, biaya telepon, biaya bahan bakar, biaya depresiasi mesin dan